BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Mengamati perkembangan pasar modal di negara-negara
maju, ternyata pasar modal mempunyai
peran yang sangat penting, baik dari sisi permintaan modal oleh perusahaan, yang biasa disebut emiten
(issuer), maupun sisi penawaran oleh pemilik modal, yaitu masyarakat yang disebut investor.
Bagi emiten, dengan memasuki pasar modal
akan mendorong pemanfaatan manajemen yang professional. Karena perusahaan yang sudah go public akan terus
menjadi sorotan masyarakat, dan untuk mendapatkan
sorotan positif, perusahaan harus berprestasi baik dengan dikelola oleh tenaga-tenaga yang profesioanl. Pada dasarnya
pasar modal hampir sama dengan pasar-pasar
lain. Untuk setiap pembeli yang berhasil, selalu harus ada penjual yang berhasil. Jika jumlah orang yang ingin membeli
lebih banyak dibandingkan dengan orang
yang ingin menjual, harga akan menjadi semakin tinggi dan bila tidak ada seorangpun yang membeli dan banyak yang mau
menjual maka harga akan jatuh.
Pasar modal dapat
dikatakan sebagai pasar abstract, karena yang diperjualbelikan adalah dana-dana jangka panjang, yaitu dana
yang keterkaitannya dalam investasi lebih
dari satu tahun. Pasar uang dan pasar modal berkembang dengan pesat, baik dalam bentuk saham maupun instrumen hutang.
Pasar modal sebagai
pesaing bank dalam perannya adalah sebagai sumber pembiayaan maupun sebagai sumber investasi.
Perkembangan disektor keuangan oleh beberapa
pakar digambarkan sebagai innovation spiral, yaitu suatu keadaan dimana pasar keuangan dan perantara keuangan selain
bersaing tetapi juga saling melengkapi.
Para ahli menyatakan bahwa integrasi di bidang
keuangan dan modal berlangsung lebih
cepat dari pada di bidang riil (barang). Implikasi dari integrasi keuangan ini
adalah : (1) Bagi pencari dana, tersedia
sumber dana yang tidak terbatas jumlahnya; (2) bagi investor tersedia berbagai cara dan alternatif
investasi yang tidak terbatas jumlahnya; (3) pergerakan uang dan modal ditentukan secara arbitrage,
berdasarkan perbedaan return dan resiko.
Keadaan ini membawa
dampak yang sangat besar terhadap keadaan perekonomian suatu negara secara umum dan perkembangan pasar
modal domestik pada khususnya. Melalui pasar
modal, dunia usaha akan dapat memperoleh sebagian atau seluruh pembiayaan
jangka panjang yang diperlukan. Selain
itu, pengaktifan ini juga dimaksudkan untuk meratakan hasil-hasil pembangunan melalui kepemilikan
saham-saham perusahaan serta penyediaan lapangan
kerja dan pemerataan kesempatan usaha.
Dampak perkembangan
pasar modal pada prinsipnya tertumpu pada dua hal yaitu; (1) efisiensi sistem pasar modal dan (2) kualitas
produk yang diperdagangkan di pasar modal.
Kedua kriteria ini
merupakan kriteria utama yang menentukan berhasil tidaknya pasar modal sebagai alternatif pembiayaan perusahaan.
Sebelum perusahaan mendapatkan pembiayaan dari investor, maka perusahaan lebih dulu
menunjukkan kinerja perusahaannya dengan menerbitkan laporan keuangan sebagai bukti
dari kredibilitas perusahaan yang akan dibiayai.
Laporan keuangan
merupakan sebuah informasi yang penting bagi investor dalam mengambil keputusan investasi. Manfaat laporan
keuangan tersebut menjadi optimal bagi investor
apabila investor tersebut dapat menganalisis lebih lanjut melalui analisis
laporan keuangan. Rasio keuangan berguna
untuk memprediksi kesulitan keuangan perusahaan, hasil operasi, kondisi keuangan perusahaan saat ini
dan masa mendatang, serta berbagai pedoman bagi investor mengenai kinerja masa lalu dan
masa mendatang.
Dan pada penelitian
ini maka penulis memilih perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai
media penelitian. Yang menjadi pertimbangan penulis untuk meneliti sektor pertambangan
adalah dari fakta yang menunjukkan bahwasanya Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber
daya alam yang melimpah terutama untuk sektor
pertambangan. Kekayaan alam yang dimiliki Indonesia menjadi salah satu alasan
yang kuat bagi para pengusaha untuk
mendirikan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Berdasarkan penelitian terdahulu
oleh Wijaya (2008) yang meneliti sejauh mana
rasio modal saham mempengaruhi return saham perusahaan pertambangan, menjadi pemicu bagi penulis untuk melakukan hal yang
sama. Penelitian dengan menggunakan rasio modal saham ini membahas mengenai sejauh mana
laporan keuangan perusahaan menjadi kunci
utama dalam menstimulus para investor untuk menginvestasikan modalnya. Tetapi berdasarkan artikel oleh Sunarsip sebagai
Ekonom dan sekaligus Kepala The Indonesia Economic Intellegence mengatakan bahwa secara
mikro, kinerja perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan memang mengalami lonjakan
besar. Setidaknya dapat dilihat dari capaian
laba perusahaan. Pada tahun 2007, kinerja keuangan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan (BUMN dan swasta) umumnya
meningkat dratis dibandingkan tahun 2006.
Dengan perkembangan
tersebut memang pantas bila harga saham dari para emiten pertambangan mengalami lonjakan. Namun, perlu
dilihat seberapa besar pengaruh faktor fundamental
dan sentimen telah membentuk harga saham tersebut. Berdasarkan pengamatan Sunarsip, faktor sentimen pasar masih cukup
besar mempengaruhi harga saham sektor pertambangan,
terkait dengan harga komoditas pertambangan di pasar global. Oleh karena itu rasio modal saham yang menjadi variabel pengukur return
saham di perusahaan pertambangan di bursa efek Indonesia memiliki
kemungkinan yang kecil untuk berpengaruh.
Selain karena
sentimen pasar yang lebih dominan membentuk harga saham, sistem kerja perusahaan pertambangan juga menjadi salah satu
alasannya. Seperti yang diketahui bahwa perusahaan
pertambangan menggunakan sistem pembiayaan jangka panjang yang juga sesuai dengan kegiatan operasinya yang jangka
panjang. Dengan alasan ini maka penulis ingin melakukan uji beda antara perusahaan
pertambangan dengan perusahaan lain dengan tujuan ingin mengukur perbedaan pengaruh rasio modal
saham terhadap return. Uji beda dilakukan untuk membuktikan pada sektor apa rasio modal
saham lebih cocok untuk dipakai. Pada penelitian
ini maka sektor pembanding yang dipilih adalah perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi dipilih menjadi alternatif pembanding
karena perusahaan asuransi adalah perusahaan yang menjadikan modal sebagai alat pengukur
utama dalam kegiatan kegiatan operasinya.
Oleh karena itu
maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut mengenai pengaruh rasio modal saham terhadap return saham perusahaan
pertambangan denganperusahaan asruransi, apakah memiliki hasil yang sama atau tidak
dari penelitian terdahulu. Berikut disajikan pertumbuhan Return on Equity (ROE) dan Return
dari tahun 2005 sampai 2009 di perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia: Tabel
1.1 Return Saham Tahun 2005-2009 EMITEN PERUSAHAAN Return Saham (%) 2005 2006
2007 2008 2009 ANTM
PT. Aneka Tambang, Tbk 0,776 1,24
0,38 -0,67 -0,25 ARTI
PT. Ratu Prabu Energi, Tbk
0,49 0,2 -0,32
0,88 -0,206 ATPK PT. ATPK Resources, Tbk 0,07
-0,617 9 -0,48
-0,66 BUMI PT. Bumi Resources,
Tbk 0,31
0,019 0,47 0,02
0,14 CITA PT. Cita Mineral
Investindo, Tbk -0,32 0,95
1,31 0,25 -0,46 CNKO
PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk
-0,75 0,7 0,99
-0,23 0,1 CTTH PT. Citatah Industri Marmer, Tbk -0,15
-0,36 6,45 0,55
0,72 DOID PT. Delta Dunia Makmur,
Tbk 3,03
-0,45 0,33 -0,1
-0,68 ENRG PT. Energi Mega
Persada, Tbk 0,67 -0,05
1,94 -0,19 -0,3 INCO
PT.International Nickel Indonesia, Tbk
-0,46 14,39 2,41
2,64 0,2 KKGI PT. Resouce Alam Indonesia, Tbk 0,297
-0,51 0,07 -0,06
-0,28 MEDC PT.Medco Energi
Internasional, Tbk 0,98 0,22
2,17 -0,34 -0,3 MITI
PT. Mitra Investindo, Tbk
0,48 -0,354 1,17
0,69 0,09 PTBA PT.Tambang
Batubara Bukit Asam, Tbk -0,42 0,82
-0,09 -0,12 0,88 PTRO PT. Petrosea, Tbk 0,78
0,295 5,72 0,31
-0,91 TINS PT. Timah, Tbk -0,078
10,25 2,46 0,73
-0,6 Tabel 1.2 Return on Equity Tahun 2005-2009 EMITEN
PERUSAHAAN Return On Equity (ROE) (%) 2005 2006
2007 2008 2009 ANTM PT. Aneka Tambang, Tbk 0.52
51.85 83,32 23,93
9,62 ARTI PT. Ratu Prabu Energi,
Tbk 17,8
-128,08 -48,29 3,74
-40,96 ATPK PT. ATPK Resources,
Tbk -2
-66,49 -27,92 -13,89
-23,46 BUMI PT. Bumi Resources,
Tbk 0.66
62,49 68,2 80,84
22,17 CITA PT. Cita Mineral
Investindo, Tbk 17,8 225,2
0,39 0,37 0,6 CNKO
PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk
0,043 0.31 -35,53
2,72 24,66 CTTH PT. Citatah Industri Marmer, Tbk -1,69
614,83 2,71 1,75
322,55 DOID PT. Delta Dunia
Makmur, Tbk 17,8 1,15
-1,55 0,5 -81,4 ENRG
PT. Energi Mega Persada, Tbk
10 0,22 120,91
30,46 14,97 INCO PT.
International Nickel Indonesia, Tbk 0.69 44,27
-32,08 44,64 32,05 KKGI PT. Resouce Alam Indonesia, Tbk -0,03
-24,68 21,3 68,16
7,13 MEDC PT. Medco Energi
Internasional, Tbk 0.14 31,64
3,28 5,98 34,97 MITI
PT. Mitra Investindo, Tbk
17,8 -34,25 37,8
63,82 65,98 PTBA PT. Tambang
Batubara Bukit Asam, Tbk 0,23 29,14
14,94 7,13 5,7 PTRO PT. Petrosea, Tbk 13,33
13,92 79,01 55,2
16,01 TINS PT. Timah, Tbk 0,07
20,72 76,2 65,49
35,19 Sumber: www.idx.co.id(diolah) Dari tabel 1.2 dapat dilihat bahwa
rasio modal saham yang diukur dengan ROE yang cenderung meningkat tidak selalu
mengindikasikan peningkatan return sahan suatu perusahaan. Sebaliknya, ROE yang cenderung
menurun tidak selalu mengindikasikan penurunan
return saham suatu perusahaan. Hal ini dapat dilihat pada PT. Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) yang menunjukkan
pergerakannya dari tahun 2005 sampai 2009. Di tahun 2006 ROE berada pada posisi 225,2 dan
ROE pada 2007 berada pada posisi 0,93.
Tetapi return tidak
mengalami peningkatan seperti peningkatan yang terjadi pada ROE.
Besarnya return di
tahun 2006 hanya sebesar 0,95, tetapi d tahun 2007 besarnya return adalah 1,31. Artinya peningkatan ROE tidak
diikuti oleh peningkatan return jika dibandingkan
dengan tahun 2007. Sedangkan di tahun 2009 ROE mengalami penurunan, di posisi 22,17 dengan return sebesar 0,14. Hal
ini mengindikasikan bahwa penurunan ROE tidak
mempengaruhi besarnya return karena hasilnya adalah return mengalami
peningkatan dari tahun sebelumnya.
Begitu juga halnya dengan emiten ANTM, ATPK, CTTH, ENRG, MEDC, MITI, PTBA, dan PTRO, dimana rasio
ROE-nya tidak selalu berbanding lurus dengan
perubahan return saham perusahaan. Melihat fenomena return saham diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
apakah ada variabel lain yang diangkat dalam penelitian ini yang dapat mempengaruhi return
saham perusahaan pertambangan di Bursa Efek
Indonesia dengan menggunakan data keuangan tahun 2005 sampai 2009. Variabel
lain yang diangkat dalam penelitian ini
adalah Price Earning Ratio,Price to Book Value, dan Book Value Per Share. Penelitian untuk
menganalisis pengaruh berbagai faktor modal saham terhadap tingkat harga saham telah dilakukan
oleh peneliti sebelumnya dengan penggunaan variabel dependen dan variabel independen yang
beragam. Hasil akhir dari penelitiannya adalah
berpengaruh signifikan antara kedua variabel tersebut, walaupun terdapat hasil
yang tidak signifikan yang relatif
kecil, tetapi ada penelitian yang memiliki perbedaan hasil meskipun variabel independen yang digunakan
sama. Oleh karena itu, penulis akan melakukan
penelitian tentang analisis rasio keuangan terhadap return saham dengan penambahan variabel yang berbeda dari
penelitian sebelumnya. Motivasi dalam melakukan penelitian ini adalah untuk menguji
konsistensi pengaruh rasio keuangan berdasarkan data akuntansi terhadap return
saham. Oleh karena kinerja saham menjadi salah satu pertimbangan investor dalam melakukan
investasi, maka penelitian ini ingin menganalisis kembali temuan penelitian sebelumnya dari
aspek modal saham dengan judul “ Analisis Pengaruh Rasio Modal Saham Terhadap
Returnsaham Perusahaan Pertambangan Di Bursa
Efek Indonesia”.
B. Perumusan
Masalah Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan tersebut di atas, maka
permasalahan yang akan diteliti dalam
penelitian ini adalah “ Apakah ROE, PER, PTBV, dan BVPS berpengaruh signifikan terhadap return saham?
” dan “ Apakah ada perbedaan pengaruh ROE,
PER, PTBV, dan BVPS terhadap return saham? “.
C. Kerangka
Konseptual Dalam melakukan investasi di pasar modal, ada dua hal yang penting
diperhatikan yaitu keuntungan yang
diperoleh dan resiko yang mungkin terjadi. Investor memerlukan pertimbangan-pertimbangan yang matang untuk
berinvestasi. Laporan tahunan yang diterbitkan juga menjadi hal yang sangat
penting bagi para pemegang saham. Laporan ini memuat laporan keuangan dasar dan juga
analisis manajemen atas operasi tahun lalu dan pendapat mengenai prospek-prospek perusahaan
di masa mendatang. Salah satu teknik yang digunakan untuk menghitung keadaan perusahaan
adalah dengan rasio modal saham (Gill, 2004).
Rasio modal saham adalah rasio yang mengukur sejauh mana keadaan perusahaan ditinjau dari laporan keuangannya. Gill (2004)
mengklasifikasikan rasio modal saham menjadi
empat rasio yaitu ROE, PER, BVPS, dan PTBV. Semakin besar ROE, PER, BVPS, dan PTBV suatu perusahaan, semakin tinggi
nilai perusahaan, semakin besar keuntungan perusahaan yang dapat dinikmati oleh pemegang
saham, maka semakin besar pula kemungkinan
harga saham naik. Sebaliknya ketika ROE, PER, BVPS, dan PTBV menurun maka harga saham ikut juga turun, hal itu juga
akan diikuti perubahan return sahamnya.
ROE adalah rasio
laba bersih terhadap ekuitas saham biasa dalam mengukur tingkat pengembalian atas investasi dari pemegang
saham biasa. ROE adalah bagian dari rasio profitabilitas yang paling penting dalam rasio
akuntansi. Para pemegang saham melakukan investasi untuk mendapatkan pengembalian atas
uang mereka, dan rasio ini menunjukkan seberapa
baik mereka telah melakukan hal tersebut dari sisi akuntansi. PER adalah rasio harga per lembar saham terhadap laba per
lembar saham, menunjukkan jumlah banyaknya uang yang dikeluarkan investor untuk setiap
laba yang dilaporkan. BVPS adalah rasio nilai buku per lembar saham untuk mengukur seberapa
besar nilai buku dari setiap saham. PTBV adalah rasio harga saham yang digunakan untuk
mengukur apakah harga saham diperdagangkan
di atas atau di bawah nilai buku saham tersebut. Penelitian ini juga menggunakan
uji beda untuk membandingkan apakah ada pengaruh perbedaan rasio modal saham terhadap
return saham perusahaan pertambangan dan asuransi. Uji beda yang digunakan adalah Independent Sample T-test
karena menurut Situomorang et, al (2010:43) uji beda t-test
digunakan untuk menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan memiliki nilai rata-rata yang berbeda.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka secara konseptual, penelitian ini dapat
digambarkan sebagai berikut: ≠ D.
Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara atas suatu permasalahan.
Dalam penelitian ini, maka hipotesis
yang dikemukakan adalah sebagai berikut:≠ 1.
Ada pengaruh yang signifikan dari ROE (Return On Equity), PER (Price
Earning Ratio), PTBV (Price To Book
Value), dan BVPS (Book Value Per Share) terhadap return saham perusahaan pertambangan dan
asuransi di Bursa Efek Indonesia.
2. Ada pengaruh perbedaan dari ROE (Return On
Equity), PER (Price Earning Ratio), PTBV
(Price To Book Value), dan BVPS (Book Value Per Share) terhadap return saham perusahaan pertambangan dan
asuransi di Bursa Efek Indonesia.
Return On Equity
(X1) Price Earning Ratio (X2) Book Value
Per Share (X3) Price To Book Value (X4) Return Pertambangan
Return Aasuransi E.
Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.
Tujuan Penelitian Berdasarkan identifikasi masalah tersebut di atas,
maka yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:
a. Untuk mengetahui dan menganalisi
pengaruh Return On Equity, Price Earning Ratio, Book Value Per Share, dan Price to Book Value
secara simultan terhadap return saham pada perusahaan pertambangan di Bursa Efek
Indonesia.
b. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
Return On Equity, Price Earning Ratio,
Book Value Per Share, dan Price to Book Value secara parsial terhadap return
saham pada perusahaan pertambangan di
Bursa Efek Indonesia.
2. Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang dapat
diambil dalam penelitian ini adalah: 1) Bagi perusahaan Pertambangan Penelitian ini
diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi bagi pihak manajemen perusahaan pertambangan dalam penetapan
kebijakan terutama menyangkut keuangan dan kebijakan lain berdasarkan analisis rasio
keuangan.
2) Bagi Investor Untuk memberikan informasi bagi
investor mengenai signifikansi Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Book Value Per
Share (BVPS), dan Price to Book Value (PTBV) sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan
dalam kegiatan investasi.
3) Bagi Penulis Untuk menambah wawasan penulis
baik dari segi teoritis maupun kenseptual mengenai pasar modal, kususnya untuk mengetahui secara
empiris pengaruh Return On Equity (ROE), Price Earning Ratio (PER), Book Value Per Share
(BVPS), dan Price to Book Value (PTBV) terhadap return saham perusahaan
pertambangan di Bursa Efek Indonesia.
4) Bagi Peneliti Selanjutnya Sebagai referensi
bagi penulis selanjutnya, khususnya penelitian mengenai pengaruh rasio modal saham terhadap return saham perusahaan
pertambangan dengan ruang lingkup yang lebih
luas sehingga hasilnya menjadi lebih sempurna.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Variabel Batasan
operasional variabel digunakan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan dalam
penelitian ini. Batasan operasional variabel dalam penelitian ini antara lain: a) Variabel independen (X) adalah Return on
Equity (X1), Price Earning Share (X2), Book
Value Per Share (X3), dan Price to Book Value (X4).
b) Variabel dependent (Y) adalah return saham
setelah publikasi laporan keuangan, karena
diharapkan return saham akan bereaksi terhadap laporan keuangan. Data laporan keuangan perusahaan pertambangan di Bursa Efek
Indonesia periode 2007-2009 setiap tahun.
2. Definisi Operasional Variabel Definisi
operasional dari variabel-variabel yang akan diteliti adalah: 1) Variabel Independen (X) a. Return On Equity (X1) Return On Equity
menunjukkan kemampuan ekuitas perusahaan dalam menghasilkan laba perusahaan. Rasio On Equity dapat dihitung
sebagai berikut (Brigham dan Houston:2006): Return On Equity = π³π³π³π³π³π³π³π³ π³π³ππππππππππ π»π»π»π»π»π»π³π³π»π» π¬π¬π¬π¬π¬π¬πππ»π»π³π³ππ b. Price Earning Ratio (X2) Price Earning Ratio mengukur seberapa banyak
para investor bersedia membayar untuk rupiah
dari laba yang dilaporkan. Perhitungan PER ditunjukkan dalam persamaan berikut (Brigham dan Houston (2006:110)): PER = π―π―π³π³πππ―π―π³π³ π·π·π³π³πππ³π³ππ π·π·ππππ π³π³πππ³π³π³π³π³π³ππ πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³ π·π·πππ·π·π·π·π³π³π·π·π³π³π»π»π³π³π·π· π·π·ππππ π»π»πππ³π³π³π³π³π³ππ πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³ c. Book Value Per Share (X3) Book
Value Per Share mengukur seberapa besar nilai buku dari setiap saham.
Perhitungan BVPS ditunjukkan dalam
persamaan sebagai berikut (Brigham dan Houston (2006:112)): BVPS = π»π»π»π»π»π»π³π³π»π» π¬π¬π¬π¬π¬π¬πππ»π»π³π³ππ π±π±π¬π¬π³π³π»π»π³π³ππ πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³ π©π©πππ³π³πππ³π³ πππ³π³π·π·π―π― π©π©πππππππ·π·π³π³ππ d. Price to Book Value (X4) Price
to Book Value mengukur apakah harga saham yang diperdagangkan di atas atau di bawah nilai buku saham tersebut. Perhitungan
PTBV ditunjukkan dalam persamaan berikut ini (Brigham dan Houston (2006:115)): PTBV = π―π―π³π³πππ―π―π³π³ π·π·π³π³πππ³π³ππ π·π·ππππ π³π³πππ³π³π³π³π³π³ππ πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³ π΅π΅πππ»π»π³π³ππ π©π©π¬π¬π¬π¬π¬π¬ π·π·ππππ π»π»πππ³π³π³π³π³π³ππ πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³ 2) Variabel Dependen (Y) Variabel
dependent atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Pada penelitian ini yang
menjadi variabel terikatnya adalah return saham.
Return adalah tingkat pengembalian yang diharapkan
oleh investor dari investasi yang dilakukannya.
Penghitungan return dilakukan tanpa menggunakan dividen karena tidak semua perusahaan menerbitkan dividen setiap
tahunnya. Hal ini dikarenakan beberapa perusahaan
saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) membuat kesepakatan bahwa dividen tidak dibagikan kepada para pemegang
saham tetapi dijadikan dalam bentuk laba ditahan. Perhitungan return
saham dapat ditunjukkan dalam persamaan berikut ini (Jogiyanto:2000): Return = π―π―π³π³πππ―π―π³π³ π·π·πππ·π·π¬π¬π»π»π¬π¬π·π·π³π³π·π· πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³−π―π―π³π³πππ―π―π³π³ π¨π¨π¨π¨π³π³π»π» πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³ π―π―π³π³πππ―π―π³π³ π¨π¨π¨π¨π³π³π»π» πΊπΊπ³π³πππ³π³π³π³ 3. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap,
yang biasanya berupa orang, objek, transaksi,
atau kejadian di mana kita tertarik untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2003:103). Populasi pada
penelitian ini adalah perusahaan pertambangan
di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2009 yang berjumlah 28 perusahaan.
b. Sampel Sampel adalah suatu himpunan bagian
(subset) dari unit populasi (Kuncoro,2003:103).
Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu teknik penentuan
sampel dengan pertimbangan tertentu dimana peneliti memilih sampel berdasarkan penilaian
terhadap beberapa karakteristik anggota sampel
yang disesuaikan dengan maksud penelitian (Kuncoro, 2003:119).
Adapun pertimbangan
yang digunakan dalam sampel ini adalah sebagai berikut: 1. Perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI
tahun 2005-2009..
2. Perusahaan menerbitkan laporan tahunan
(annual report) pada tahun 2005 serta memiliki
data yang lengkap terkait dengan variabel-variabel yang dibutuhkan.
Tabel 1.3 Jumlah sampel berdasarkan karakteristik sampel
No Karakteristik Sampel Jumlah 1.
Industri
pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2005-2009 28 2.
Industri
pertambangan yang tidak memiliki laporan tahunan yang lengkap 12 Jumlah akhir sampel 16 Sumber : www.idx.co.id (diolah) Berdasarkan karakteristik penarikan jumlah
sampel tersebut, maka diperoleh sampel sebanyak
16 industri sektor pertambangan, antara lain: Tabel 1.4 Perusahaan Yang Menjadi Sampel No Nama Emiten
Kode Emiten 1. PT. Aneka Tambang,
Tbk ANTM 2. PT. Ratu Prabu Energi, Tbk ARTI 3.
PT. ATPK Resources, Tbk ATPK 4. PT. Bumi Resources, Tbk BUMI 5.
PT. Cita Mineral Investindo, Tbk
CITA 6. PT. Exploitasi Energi
Indonesia, Tbk CNKO 7. PT. Citatah Industri Marmer, Tbk CTTH 8.
PT. Delta Dunia Makmur, Tbk DOID 9. PT. Energi Mega Persada, Tbk ENRG 10.
PT. International Nickel Indonesia, Tbk
INCO 11. PT. Resouce Alam
Indonesia, Tbk KKGI 12. PT. Medco Energi Internasional, Tbk MEDC 13.
PT. Mitra Investindo, Tbk MITI 14. PT. Tambang Batubara Bukit Asam, Tbk PTBA 15.
PT. Petrosea, Tbk PTRO 16. PT. Timah, Tbk TINS Sumber: www.idx.co.id 4. Tempat dan Waktu Penelitian a. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di BEI
melalui situs www.idx.co.id dan www.duniainvestasi.com.
b.
Waktu Penelitian Waktu penelitian dimulai pada bulan September 2010
sampai selesai.
5. Jenis Data Data dalam penelitian ini adalah
data sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan yang dipublikasikan oleh Bursa efek Indonesia.
Menurut Kuncoro (2003:127), data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh
lembaga pengumpul data dan dipublikasikan kepada masyarakat pengguna data. Data yang
dikumpulkan dalam penelitian ini adalah: a.
Data perusahaan pertambangan di Bursa Efek Indonesia mulai tahun 2005
sampai tahun 2009.
b. Data laporan keuangan selama 5 tahun yaitu
mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2009.
c. Harga saham masing-masing perusahaan
pertambangan yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu harga saham tahunan. Harga saham yang dipakai adalah closing price.
6. Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data
dilakukan melalui studi dokumentasi dengan mengumpulkan data pendukung berupa jurnal, buku-buku referensi,
internet dan literature ilmiah lainnya untuk mendapatkan gambaran masalah yang diteliti
serta mengumpulkan data sekunder yang relevan
dari laporan yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia.
7. Metode Analisis Data a. Analisis Deskriptif Metode analisis
deskriptif adalah metode analisis dimana data-data yang ada dikumpulkan, diklasifikasi, dianalisis, dan
diinterpretasikan secara objektif sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai
topik yang dibahas.
b.
Regresi Linear Berganda Regresi linier berganda untuk mengetahui
pengaruh vatiabel bebas yakni ROE, PER, BTVS,
dan PTBV terhadap variabel terikat yaitu return saham perusahaan pertambangan
di Bursa Efek Indonesia, dengan rumus: Y
= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana:
Y = Harga saham perusahaan
pertambangan X1 = ROE (Return On Equity)
X2 = PER (Price Earning Ratio) X3 = BVPS (Book Value Per Share) X4 = PTBV (Price to Book Value) a = Konstan b1…b5 = Koefisien regresi variabel independen e = error term
atau variabel yang tidak diteliti c. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah distribusi sebuah data mengikuti
atau mendekati distribusi normal. Uji
normalitas dilakukan melalui analisis grafik dan analisis kolmogorov Smirnov. Hipotesisnya sebagai
berikut: Ho : data residual berdistribusi normal H1 : data residual tidak
berdistribusi normal Dengan menggunakan tingkat signifikan (Ξ±) = 5%. Jika nilai
Asy.mig (2-tailed) > dari taraf kesalahan
(0,05) maka Ho diterima, artinya data residual berdistribusi normal, sebaliknya
jika Asy.sig (2-tailed) < dari taraf
kesalahan (0,05) maka H1 diterima, artinya data residual berdistribusi normal.
2. Uji
Heteroskedastisitas Uji
heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu
pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan lain
tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model
regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Uji
heteroskedastisitas menggunakan grafik dan uji park.
3. Uji
Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam
model regresi ditemukan adanya korelasi
antara variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel bebas. Adanya
multikolinieritas dapat dilihat dari tolerance value atau nilai variance inflation Factor (VIF0
dengan ketentuan sebagai berikut: 1.
Jika Tolerance Value < 0,1 atau VIF > 5 terjadi multiko linieritas.
2. Jika Tolerance Value > 0,1 atau VIF < 5
tidak terjadi multiko linieritas.
4. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penggangguan pada
periode t dengan kesalahan penggangguan pada periode sebelumnya. Autokorelasi muncul karena
observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Pengujian
autokorelasi dilakukan dengan cara The Runs Test sebagai uji nonparametik dengan tanda negatif
dan positif. Kriteria keputusan adalah tidak menolak hipotesis nol jika taksiran R berasal
pada jarak interval, dan menolak hipotesis nol jika taksiran R diluar batas interval.
d. Pengujian Hipotesis 1) Uji F (Serentak/Simultan) Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh
bersama-sama variabel bebas (ROE, PER, BVPS,
dan PTBV) terhadap variabel terikat (return saham perusahaan pertambangan).
Bentuk pengujian: Ho : b1 = b2 = b3 = b4
= 0, tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama dari variabel bebas terhadap
variabel terikat.
H1 : b1 ≠ b2
≠ b3 ≠
b4 ≠ 0,
artinya terdapat pengaruh
yang positif dan
signifikan secara bersama-sama dari variabel bebas terdapat
variabel terikat.
Dengan kriteria
pengambilan keputusan: Ho diterima jika F hitung < F tabel pada Ξ± = 5% H1
diterima jika F hitung > F tabel pada Ξ± = 5% 2) Uji t (Parsial) Uji t digunakan untuk menguji
setiap variabel bebas (X) apakah mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
variabel terikat (Y), bentuk pengujian: Ho : b1 0, artinya tidak terdapat yang
positif dan signifikan secara parsial dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
H1 : b1 ≠ 0,
artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara parsial dari
variabel bebas terdapat variabel
terikat. Dengan kriteria pengambilan keputusan: Ho diterima jika t hitung < t tabel pada Ξ±
= 5% H1 diterima jika t hitung > t tabel pada Ξ± = 5% 3) Koefisien Determinasi (πΉπΉ ππ ) Koefisien determinan (π
π
2 ) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas menjelaskan variabel terikat.
Dalam output SPSS, koefisien determinan terletak
pada Tabel Model ππππππππππππππ ππ dan
tertulis R Square. Besarnya R Square berkisar antara 0-1 yang berarti semakin kecil
besarnya R Square, maka hubungan kedua variabel semakin lemah. Sebaliknya jika R Square
semakin mendekati 1, maka hubungan kedua variabel semakin kuat.
e. Independen Sample T Test Independen sample T
test dilakukan untuk menguji signifikansi beda rata-rata dua kelompok. Uji beda t test ini digunakan untuk
menentukan apakah dua sampel yang tidak berhubungan
memiliki nilai rata-rata yang berbeda. Tujuan uji beda t test adalah membandingkan rata-rata dua kelompok tersebut,
apakah mempunyai nilai rata-rata (mean) yang
sama atau tidak sama secara signifikan.
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi