BAB I.
PENDAHULUAN.
1.1 Latar Belakang.
Karyawan adalah asset utama
perusahaan yang menjadi pelaku yang aktif
dari setiap aktifitas organisasi. Karyawan memiliki perasaan, pikiran, keinginan, status, dan latar belakang pendidikan,
usia dan jenis kelamin yang berbeda,
yang dibawa kedalam organisasi perusahaan. Karyawan bukanlah mesin, uang dan materil yang sifatnya pasif dan dapat
dikuasai serta di atur sepenuhnya dalam
mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu perusahaan harus melakukan pengawasan terhadap para karyawannya dalam
bekerja, karena terkadang banyak karyawan
yang melakukan pengingkaran dalam
bekerja jika tidak diawasi seperti menunda
waktu pekerjaan, bekerja tidak sepenuh hati, melakukan kecurangan sehingga akan berdampak negatif terhadap
pencapaian tujuan yang efektif dan efisien.
Pengawasan merupakan suatu hal
yang sangat penting dilakukan oleh perusahaan.
Seperti yang dikemukakan oleh Daft (2002: 11). Pengawasan adalah suatu proses pemantauan aktivitas karyawan,
menjaga organisasi agar tetap berjalan
ke arah pencapaian sasaran, dan membuat koreksi bila diperlukan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana
semula.
Pengawasan merupakan bagian
terakhir dari fungsi manajemen karena dapat
mengetahui apakah ada penyimpangan dalam pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada suatu perusahaan.
Penyimpangan yang merugikan perusahaan akan
di tekan sekecil mungkin jika pengawasan yang telah dilakukan pihak manajemen telah terlaksana dengan baik. Adanya
pengawasan diharapkan dapat memperkecil
timbulnya hambatan-hambatan yang terjadi, dapat segera di antisipasi sehingga dapat meningkatkan
efisiensi kerja karyawan demi kelancaran
aktifitas perusahaan.
Pengawasan adalah pemantauan yang
dapat dijelaskan sebagai kesadaran (awareness)
tentang apa yang ingin diketahui, pemantauan berkadar tingkat tinggi dilakukan agar dapat membuat pengukuran
melalui waktu yang menunjukkan pergerakan
ke arah tujuan atau menjauh dari itu. Pengawasan akan memberikan informasi tentang status dan kecenderungan
bahwa pengukuran dan evaluasi yang diselesaikan
berulang dari waktu ke waktu, pemantauan umumnya dilakukan untuk tujuan tertentu, untuk memeriksa
terhadap proses berikut objek atau untuk mengevaluasi kondisi atau kemajuan menuju
tujuan hasil manajemen atas efek tindakan
dari beberapa jenis antara lain tindakan untuk mempertahankan manajemen yang sedang berjalan. Pengawasan,
menyediakan data mentah untuk menjawab
pertanyaan sedangkan evaluasi adalah meletakkan data-data tersebut agar dapat digunakan dan dengan demikian
memberikan nilai tambah. Evaluasi adalah
tempat belajar kejadian, pertanyaan yang perlu dijawab, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan perbaikan.
Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak akan ada dasar,
tidak memiliki bahan baku untuk bekerja
dengan, dan terbatas pada wilayah spekulasi oleh karena itu Monitoring dan Evaluasi harus berjalan
seiring, “You can't have one without the
other”. Seperti pada sebuah program pengawasan tidak boleh dirancang tanpa jelas mengetahui bagaimana data dan informasi
akan dievaluasi dan tepat guna sebab
ketidakmampuan dalam mengumpulkan dan menyimpan data yang akan digunakan.
Pengawasan untuk memantau kepentingan adalah pemantauan yang seharusnya akan menjadi tidak pernah selesai.
Evaluasi adalah proses
penilaian. Penilaian ini biasa
menjadi netral, positif atau
negatif atau merupakan gabungan dari
keduanya. Saat sesuatu dievaluasi
biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya. Menurut Sedarmayanti (2001:112) efisiensi kerja adalah perbandingan terbaik antara suatu pekerjaan yang dilakukan
dengan hasil yang dicapai oleh pekerjaan
tersebut sesuai dengan yang ditargetkan baik dalam hal mutu maupuan hasilnya yang meliputi pemakaian waktu yang
optimal dan kualitas cara kerja yang
maksimal. Banyak cara yang dapat dilakukan dan harus ditempuh untuk meningkatkan efisiensi kerja dalam suatu
perusahaan. Efisiensi dapat ditingkatkan dengan baik jika pengawasan yang di lakukan
oleh perusahaan itu maksimal.
Adanya pengawasan diharapkan
dapat memperkecil timbulnya hambatanhambatan yang terjadi, dapat segera di
antisipasi sehingga dapat meningkatkan efisiensi
kerja karyawan demi kelancaran aktifitas perusahaan.
CV. Aulia Karya Utama Sibolga merupakan
perusahaan swasta yang bergerak
dibidang, General Contractor, General
Trade, Supplier parts, Engine Diesel &
menyewakan alat-alat berat yang
didirikan pada Tahun 1997 oleh Bapak H.
Janwar Tanjung di Sibolga. Pada awalnya perusahaan seperti ini bisa dikatakan pertama kalinya untuk wilayah
Sibolga kota, sebelumnya sudah ada juga
akan tetapi tidak memiliki alat-alat berat sendiri yang akan disewakan, oleh karena itulah sangat prospek sekali pada saat
itu untuk membangun perusahaan seperti
ini.
Alat-alat berat sangat dibutuhkan
bagi kota yang sedang berkembang dan
membangun, sementara jarak tempuh kota Medan ke Sibolga sangat jauh dan makan waktu apabila dibutuhkan alat-alat berat
yang menopang keadaan kota dan sekitarnya.
Sibolga yang sangat dekat dengan perairan laut dan pegunungan sangatlah bagus untuk usaha seperti ini.
CV. Aulia Karya Utama Sibolga
awalnya hanya mempunyai 1 (satu) alat berat
dan beberapa dumptruck untuk pelengkap
bagi alat berat tersebut, namun seiring
berkembangnya kota Sibolga dan semakin dibutuhkannya alat-alat ini untuk pembangunan, maka membuat pendiri
perusahaan ini untuk menambah unit alat-alat
beratnya karena dibutuhkan, sehingga membuka peluang kerja juga bagi masyarakat umum lainnya.
Perusahaan ini cenderung memakai
pekerja pada lapangan, bukan di kantor
pada umumnya, karena perusahaan yang bergerak dibidang yang sudah dijelaskan sebelumnya. Sehingga pengawasan
untuk para pekerja sangatlah dibutuhkan.
Pengawasan yang sejalan dengan evaluasi ini sering mendapatkan kecurangan kecurangan dan pergantian para
karyawan dikarenakan hal yang melanggar
dari sebuah perjanjian kerja dan kewajiban karyawan tersebut kepada perusahaan. Tim yang mengawasi para karyawan
di lapangan cenderung di percayakan
kepada saudara dekat dari pimpinan perusahaan sendiri, faktor kecurangan di lapangan yang sangat tinggi dan
rentan sehingga mengakibatkan pimpinan
perusahaan mengambil langkah untuk mempercayakan pengawasan kepada kerabat sendiri. Tingginya
tingkat laba dan rentan nya persaingan yang dialami oleh perusahaan memerlukan tingkat pengawasan yang intensif
dan evaluasi yang dilakukan secara terus
menerus.
CV. Aulia Karya Utama Sibolga
mempunyai asset sebagai berikut: 1. Dam
Truck = 7 unit Tugas nya: untuk membuang dan mengangkat material Biaya sewa:
350 ribu/ hari/bln 10 juta 2. Excavator/ Beko = 5 unit Tugas nya untuk: mengangkat, meratakan materil
seperti tanah pasir batu dsb Biaya sewa: per 1 jam= Rp. 175000, perbulan dengan
kontrak 200 jam = 35 juta Pengawasan
yang dilakukan oleh perusahaan ini sudah cukup baik, namun berdasarkan hasil pra survei terhadap
beberapa orang karyawan di CV. Aulia Karya Utama Sibolga, mereka berpendapat
bahwa berkurangnya tingkat kehadiran
para karyawan dikarenakan adanya masalah-
masalah yang sifatnya pribadi
seperti adanya keperluan mendadak, sakit, tidak ada keterangan, kemalangan, terlambat dan sebagainya. Dalam
hal ini pimpinan menanggapi hal tersebut
dengan memberikan peringatan dan sanksi, akan tetapi para karyawan belum juga sadar dan memahami keinginan
pimpinan agar tingkat kehadiran mereka
lebih baik dari sebelumnya.
Berdasarkan uraian masalah
diatas, maka penulis tertarik melakukan penelitian
dengan judul skripsi ”Pengaruh Hubungan Monitoring dan Evaluasi Terhadap Efisiensi Kerja Karyawan Pada CV.
Aulia Karya Utama Sibolga”. 1.2
Perumusan Masalah.
Rumusan masalah dalam penelitian
ini adalah: “Apakah Pengawasan dan Evaluasi
berpengaruh secara positif terhadap
efesiensi kerja karyawan pada CV. Aulia Karya Utama Sibolga?”.
1.3 Tujuan Penelitian.
Adapun tujuan penulis melakukan penelitian ini
adalah untuk mengetahui Pengaruh
Pengawasan dan evaluasi terhadap efisiensi kerja karyawan CV. Aulia Karya Utama Sibolga.
1.4 Manfaat penelitian.
Penelitian ini diharapkan bermanfaat
:.
a. Bagi perusahaan yang diteliti,
penelitian ini dapat memberikan masukan kepada perusahaan, untuk mengetahui
seberapa jauh hubungan pengawasan terhadap efisiensi kerja
karyawan pada CV.
Aulia Karya Utama Sibolga.
b. Bagi penulis, untuk menambah
pengetahuan dengan menghubungkan teori
yang didapat dalam perkuliahan dengan
kenyataannya serta dapat memperdalam
pengetahuan penulis dalam bidang manajemen sumber daya manusia.
c. Bagi peneliti lanjutan,
diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi bagi
peneliti lain yang ingin melakukan
penelitian selanjutnya di bidang yang sama.
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi