Selasa, 25 Maret 2014

Skripsi Manajemen: VALUASI HARGA WAJAR SAHAM PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA



BAB I  PENDAHULUAN 
 A. Latar Belakang  
 Investasi dapat diartikan sebagai suatu komitmen penempatan dana pada  satu atau beberapa objek investasi dengan harapan akan mendapatkan keuntungan  di masa mendatang (Darmadji, 2001:110). Salah satu bidang investasi yang  banyak diminati oleh para investorasing maupun dalam negeri dan  diperdagangkan di pasar modal adalah berbentuk saham perusahaan yang go  publicterutama saham biasa (common stock), dimana saham adalah tanda  penyertaan atau pemilikan seseorang ataubadan dalam suatu perusahaan atau  perseroan terbatas (Darmadji, 2001:5).

Membeli saham berarti menginvestasikan modal atau dana yang nantinya  akan digunakan oleh pihak manajemen untuk membiayai kegiatan operasional  perusahaan sedangkan bagi investor, menanamkan dananya ke dalam sebuah  perusahaan akan menambah pendapatan dari investasinya. Keuntungan yang  diperoleh dengan membeli atau memiliki saham adalah memperoleh dividen,  capital gain (harga jual lebih tinggi dari pada harga beli),dan memperoleh saham  bonus (jika ada).
Saham juga dikenal dengan karakteristik high risk – high return yang  merupakan surat berharga yang memiliki risiko tinggi tetapi memberikan peluang  keuntungan tinggi pula. Saham memungkinkan pemodal mendapatkan return atau  keuntungan (capital gain) dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Namun  seiring dengan berfluktuasinya harga saham, maka saham juga dapat membuat   pemodal mengalami kerugian besar dalam waktu singkat seperti halnya tidak  mendapatkan dividen dan capital loss (harga jual lebih rendah dari pada harga  beli). Disamping risiko investor, emiten juga masih dihadapkan dengan potensi  risiko lainnya seperti perusahaan bangkrut atau dilikuidasi, saham perusahaan  dikeluarkan dari pencatatan bursa efek (di-delist), atau saham perusahaan  dihentikan perdagangannya oleh otoritas bursa efek (di-suspend).
Bagi calon investor yang rasional, keputusan investasi dalam suatu saham  harus didahului oleh suatu proses analisis terhadap variabel yang diperkirakan  akan mempengaruhi harga suatu saham. Hal ini disebabkan oleh sifat saham yang  sangat peka terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik perubahan kondisi  pasar uang, kinerja ekonomi maupun situasi politik dalam negeri yang disebabkan  adanya faktor internal dan faktor eksternal..
Faktor internal berasal dari dalam perusahaan yaitu kinerja perusahaan  baik kinerja keuangannya maupun kinerja manajemen, kondisi perusahaan dan  prospek perusahaan. Sedang faktor eksternal meliputi berbagai informasi di luar  perusahaan, yaitu kondisi pasar uang, kondisi pasar modal (supply and demand),  politik, dan isu-isu yang beredar saatini pun dapat menjatuhkan harga suatu  saham (Tambunan, 2007). Oleh karena itu, investasi di pasar modal diperlukan  pengetahuan yang cukup, pengalaman, serta naluri bisnis untuk menganalisis  efek-efek mana yang akan dibeli, mana yang akan dijual, dan mana yang akan  tetap dimiliki. Berikut adalah rasio, Sertifikat Bank Indonesia, dan aktifitas  perdagangan saham periode 2001 – 2006:   Tabel 1.1  RASIO, SERTIFIKAT BANK INDONESIA, TINGKAT IMBAL  HASIL PORTOFOLIO PASAR, DAN AKTIFITAS  PERDAGANGAN SAHAM  PERIODE 2001 SAMPAI 2006  KETERANGAN 2001 2002 2003 2004 2005 2006  EPS (Rp)  421.64 827.90 603.89 304.03 396.51 457.46 ROE (%)  71.72 77.63 66.15 59.66 69.73 63.85 SBI (%)  12.74 12.99 8.31 7.43  9.12 11.83 E(Rm) (%)  (lampiran 1)  13.18 21.50 10.95 9.47 10.72 13.74 Laba Bersih (jutaan)  Growth  4,250,110  67,39%  8,345,274  96,35% 6,087,227  -27,06%  6,129,209  0,69%  7,993,566  30,42%  12,005,577  37,68%  Jumlah saham yang  dijual:  * Volume (ribuan)  * Nilai (jutaan)  * Frekuensi  * Hari  7,681,186  21,077,320  228,184  245  6,111,071  21,825,432  206,575  245 4,560,476  20,742,504  130,172  242 4,320,493  27,325,099  124,660  241  6,645,263  32,814,420  129,085  243  7,127,742  56,341,163  158,038  264 Harga  1.383,04 1.863,46 3.138,16 4.825  5006.25  7787.5 Sebagai salah satu perusahaan yang tercatat (listing) dan diperdagangkan  bukan hanya di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES) tetapi  juga di New York Stock Exchange(NYSE) dan London Stock Exchange(LSE)  serta termasuk ke dalam salah satu saham blue chip (Pengumuman JSX Saham  Emiten yang Masuk Perhitungan Indeks LQ 45 Agustus 2007 s/d Januari 2008,  Lampiran 2), PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk adalah perusahaan besar yang  telah terbukti memiliki reputasi baik dan secara historis memiliki catatan  pertumbuhan keuntungan (profit growth) dari tahun ke tahun, serta konsisten  memberikan dividen yang cukup besar kepada pemegang saham. Berikut adalah  dividen yang dibayar PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. periode 1998 – 2006:  Sumber: Laporan Keuangan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (data diolah).
 Tabel 1.2  Dividen PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
Periode 1998 sampai 2006  TAHUN  DIVIDEN  CUM  DATE  EX DATE  RECORDING  DATE  PAYMENT  DATE  1998 50.99 24-May-99 25-May-99 02-Jun-99 01-Jul-99 1999 53.88 26-Apr-00 27-Apr-00 05-May-00 22-May-00 1999 53.88 09-Oct-00 10-Oct-00 18-Oct-00 01-Nov-00 2000 44.08 31-May-01 01-Jun-01 07-Jun-01 21-Jun-01 2000 44.08 10-Oct-01 11-Oct-01 17-Oct-01 31-Oct-01 2001 210.82 24-Jul-02 25-Jul-02 30-Jul-02 12-Aug-02 2002 331.16 03-Jun-03 04-Jun-03 06-Jun-03 12-Jun-03 2003 301.95 23-Aug-04 24-Aug-04 26-Aug-04 07-Sep-04 2004 7.11 23-Dec-04 27-Dec-04 29-Dec-04 06-Jan-05 2004 144.90 15-Jul-05 18-Jul-05 20-Jul-05 03-Aug-05 2005 218.86 21-Jul-06 24-Jul-06 26-Jul-06 09-Aug-06 2006 48.45 21-Dec-06 22-Dec-06 27-Dec-06 02-Jan-07 2006 48.45 20-Jul-07 23-Jul-07 25-Jul-07 08-Aug-07 Sumber: Dokumen Telkom (data diolah)  Grafik 1.1  Fluktuasi Dividen PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk Periode 1998 sampai 2006  0 50 100 150 200 250 300 350 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun Dividen Sumber: Dokumen Telkom (data diolah).
 Dari grafik di atas terlihat bahwa tahun 2002 adalah dividen tertinggi dan  terus menurun, sampai pada tahun 2005 naik sebesar 73.96 tetapi pada tahun 2006  pemberian dividen sangat sedikit sebesar 96.9 sementara harga pasar saham  penutupan pada tahun 2006 tinggi sebesar Rp. 10.100,- (Tabel 1.1). Fluktuasi  dividen tersebut menggambarkan bahwa  dividen  yang  dibayarkan  PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. cukup besar dan pertumbuhan dividen tidak  tetap dari tahun 1998 – 2006 atau bersifat supernormal, dimana dividen yang  bersifat supernormal adalah pertumbuhan dividen yang tidak tetap selama  beberapa tahun, lalu kemudian pada titik tahun tertentu tingkat pertumbuhannya  berubah menjadi normal dan konstan (Tambunan, 2007:236).
Harga saham yang terlalu tinggi nantinya akan menghabiskan anggaran  investor dan kesulitan untuk menjualnyakembali dengan harga yang melebihi  harga pembeliannya (capital gain) dan nantinya akan menggambarkan pasar yang  sedang lesu (bearish) dan lamban dikarenakan investor menjual sahamnya secara  bersamaan sehingga mengakibatkan harga saham mengalami penurunan,  ditambah lagi kebijaksan stock split, yang bertujuan agarperdagangan suatu  saham menjadi lebih likuid karena jumlah saham yang beredar menjadi lebih  banyak dan harganya menjadi lebih murah.
Kebijakan stock splitsangat efektif bila dilakukan terhadap saham-saham  yang harganya sudah cukup tinggi, tetapisecara bersamaan jumlah saham yang  dimiliki oleh pemegang saham menjadi bertambah banyak dengan nilai nominal  per saham yang lebih kecil dan berdampak pula pada harga saham dimana harga  saham juga secara bersamaan turun.
 Investor tentunya tidakingin membeli saham pada harga yang bukan  sebenarnya sehingga penilaian kewajaran harga saham dapat menggunakan  analisis fundamental. Analisis fundamental adalah suatu metode peramalan harga  saham dengan mempelajari kinerja perusahaan yang menggunakan ratio-ratio  keuangan, prestasi earnings, dan dividen seperti  Price to Book Value Ratio (PBV), Debt to Total Equity(DER), Return on Equity(ROE), Dividend Discount  Model(DDM), dan Price Earning Ratio(P/E Ratio) (Jogiyanto, 2003).
Penelitian ini menggunakan analisisfundamental dengan pendekatan  dividen yaitu, Dividend Discount Modelpertumbuhan supernormal dengan time  horizon(jangka waktu berinvestasi) selama 5 tahun untuk tiap perhitungan nilai  wajar saham dan Price Earning Ratio(P/E Ratio)  dikarenakan  dividen  PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. tidaktetap selama tahun 1998 – 2006, bersifat  supernormal atau nonkonstan (Grafik 1.1).
Mengetahui harga wajar saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. maka  penulis tertarik untuk mengambil judul: “Valuasi  Harga  Wajar  Saham  PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
B.  Perumusan Masalah  Berdasarkan latar belakang masalah, maka perumusan masalah dalam  penelitian ini, yaitu:  a.  Apakah harga saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk periode tahun 2002-2006 di Bursa Efek Jakarta yang dinilai dengan Dividend Discount Model pertumbuhan supernormal dan P/E Ratioadalah wajar?   b.  Apakah harga wajar saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk periode tahun  2002-2006 dihitung dengan  Dividend Discount Modelpertumbuhan  supernormal memiliki beda yang signifikan terhadap harga pasar saham?  c.  Apakah harga wajar saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk periode tahun  2002-2006 dihitung dengan P/E Ratiomemiliki beda yang signifikan terhadap  harga pasar saham?  C. Kerangka Konseptual  Manurung (2006:107) menyatakan dividen merupakan pendapatan  investor atas investasi pada sebuah saham atau merupakan arus kas yang diperoleh  investor sepanjang saham tersebut dipegang investor. Oleh karena itu, dividen  sebagai arus kas kepada investor dapat dipergunakan untuk menghitung harga  saham yang akan dibeli.
Salah satu pendekatan penilaian saham yaitu dengan analisis fundamental  yang menyatakan bahwa saham memiliki nilai intrinsik (nilai yang seharusnya)  tertentu. Analisis ini membandingkan antara nilai intrinsik suatu saham dengan  harga pasarnya guna menentukan apakahharga pasar saham tersebut sudah  mencerminkan nilai intrinsiknya atau belum berdasarkan dividen yang terdiri dari  Dividend Discount Modelpertumbuhan supernormal dan P/E Ratio.
Dividend Discount Model pertumbuhan supernormal merupakan model  untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan mendiskontokan arus dividen  masa depan ke nilai sekarang. Penggunaan Dividend Discount Model pertumbuhan supernormal didasarkan pada pemikiran bahwa pertumbuhan laba  perusahaan tidaklah akan tinggi terus sehingga dividen yang dibagikan juga tidak  konstan atau berubah-ubah. Dividend Discount Model pertumbuhan supernormal   digunakan untuk melakukan valuasi terhadap saham PT Telekomunikasi  Indonesia, Tbk. karena PT TelekomunikasiIndonesia, Tbk. memberikan dividen  yang tidak konstan dan pertumbuhan labanyayang berubah-ubah dari tahun ke  tahun (Tabel 1.1).
P/E Ratiomerupakan model untuk menghitung arus dividen dengan  menggunakan nilai labaperusahaan (earning) dalam menentukan nilai intrinsik  saham (Jogiyanto, 2003). Tambunan (2007), Brigham & Houston (2006), Suad  Husnan (2001), Fabozzi (1999), Reilly & Keith (2003) menggunakan dividen  untuk menilai harga wajar saham biasa dengan metode Dividend Discount Model pertumbuhan dividen supernormal dan P/E Ratio.
Dalam memperoleh harga wajar suatu saham dapat digunakan pada  beberapa peneliti terdahulu, yaitu dengan judul penelitian adalah “Penilaian  Kewajaran Harga Saham PT Unilever Indonesia, Tbk.” (Harianja, 2007). Metode  penelitian yang dilakukannya dengan metode analisis deskriptifkuantitatif. Hasil  penelitian menunjukkan pada tahun 2002 harga saham dinilai tidak wajar dan  pada tahun 2001, 2003, 2004, dan 2005 wajar (layak dibeli) dengan menggunakan  Dividend Discount Modeldan hasil penelitian dengan model Walter menunjukkan  periode 2001 sampai 2005 harga saham dinilai wajar.
Uraian tersebut di atas menunjukkan valuasi harga wajar saham dapat  dilakukan dengan menggunakan analisis fundamental yaitu Dividend Discount  Model pertumbuhan supernormal danP/E Ratio. Kerangka pemikiran yang telah  diuraikan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:   Gambar 1.1 Kerangka Konseptual  Sumber: Manurung (2006 : 108), Tambunan (2007 : 89).
D. Hipotesis  Hipotesis adalah jawaban yang bersifat sementara terhadap suatu masalah  yang dihadapi, dimana kebenarannya masih harus dibuktikan sehingga dapat  diterima atau ditolak.
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, yaitu:  a.  Harga saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. periode 2002 – 2006 dengan  Dividend Discount Model pertumbuhan supernormal dan  P/E  Ratio  PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. dinilai wajar.
b.  Harga wajar saham PT TelekomunikasiIndonesia, Tbk. periode 2002 – 2006  dengan Dividend Discount Modelmemiliki beda yang signifikan terhadap  harga pasar saham.
c.  Harga wajar saham PT TelekomunikasiIndonesia, Tbk. periode 2002 – 2006  dengan P/E Ratiomemiliki beda yang signifikan terhadap harga pasar saham.
HARGA WAJAR  SAHAM    Dividen Discount Model  dengan Pertumbuhan  Supernormal    P/E Ratio  VS  HARGA PASAR  SAHAM   E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian  1.  Tujuan Penelitian  a.  Menganalisis harga wajar saham PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk  periode tahun 2002-2006 yang dinilai dari dividen yang dibayarkan  perusahaan sejak 1998 – 2006 kepada pemegang saham.
b.  Mengetahui beda yang signifikan antara harga wajar Dividend Discount  Modelpertumbuhan supernormal dengan harga pasar saham.
c.  Mengetahui beda yang signifikan antara harga wajar P/E Ratiodengan  harga pasar saham.
2.  Manfaat Penelitian  a.  Bagi Penulis  Memberikan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan teori yang telah  diperoleh di bangku kuliah dan menambah wawasan penulis dalam bidang  investasi khususnya mengenai harga  wajar saham perusahaan sebagai  dasar untuk memulai suatu investasi.
b.  Bagi Pihak Lain   Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai suatu pedoman dan menjadi  sumbangan pemikiran atau referensi bagi pihak-pihak yang  berkepentingan terutama bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian  selanjutnya khususnya mengenai penilaian harga wajar saham suatu  perusahaan yang terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta.
 F.  Metodologi Penelitian  1.  Batasan Operasional  Batasan operasional dalam penelitian ini adalah analisa harga wajar saham  dengan menggunakan data dividen yang dibayarkan PT Telekomunikasi  Indonesia, Tbk periode tahun 1998 – 2006 dengan dua model yaitu Dividend  Discount Modelpertumbuhan supernormal dan  P/E Ratiodan kemudian  dibandingkan dengan harga pasar yang berlaku di lantai bursa.
2.  Defenisi Operasional  Defenisi operasional dan pengukuranvariabel yang digunakan dalam  penelitian ini adalah:  a.  Valuasi harga wajar saham dengan Dividend Discount Modelpertumbuhan  supernormal (Halim, 2006):  dimana:  Po  =  Harga intrinsik saham Do=  Dividen  g1 =  Pertumbuhan dividen di atas normal  g2 =  Pertumbuhan dividen normal  k  =  Required rate of return n  =  Periode pertumbuhan dividen di atas normal  Dn =  Dividen periode pertumbuhan normal  b.  Valuasi harga wajar saham dengan P/E Ratio(Tambunan, 2007):  dimana:   Po =  Harga wajar saham.
P = Harga saham  EPS =  Earning per shares(laba per saham)      n t n cn t t kgk gD k gD P 1 2 10 0 )1( 1)1( )1( )1( EPS P Po   3.  Jenis Data  Dalam penelitian ini penulis menggunakan data sekunder, yaitu data yang  diperoleh secara tidak langsung yang diberikan pihak lain berupa dokumen. Data  sekunder yang digunakan berupa:  a.  Sejarah singkat perusahaan.
b.  Laporan dividend announcementperiode tahun 1998 – 2006.
c.  Laporan shares tradeperiode tahun 2001– 2006.
d.  Laporan trading activities stock price.
e.  JSX Index list.
f.  Laporan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebagai investasi bebas risiko periode  tahun 2001 – 2006.
Data–data tersebut diperoleh dengan memanfaatkan situs internet  www.jsx.co.id,  www.bi.co.id, website pencarian web yaitu  www.google.com.,  dan email manurung_adler@yahoo.com.
4.  Lokasi dan Waktu Penelitian  Berdasarkan jenis datayang digunakan, penulis tidak datang langsung ke  perusahaan, melainkan dengan memanfaatkan situs-situs internet yang  menyajikan data yang dibutuhkan sedangkan waktu penelitian adalah mulai bulan  Oktober 2007 sampai Februari 2007.
5.  Teknik Pengumpulan Data  Sugiyono (2006 : 129) menyatakan pengumpulan data dapat menggunakan  sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang  langsung memberikan data kepada pengumpul data sedangkan sumber sekunder   merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data  misalnya melalui dokumen.
Penulis mengumpulkan data dengan teknik studi dokumentasi atau dari  sumber sekunder yaitu meneliti dan mengevaluasi dokumen–dokumen yang  berupa laporan dividend announcement, laporan shares trade, laporan trading  activities stock price, JSX index list, dan laporan SBI periode 2001 – 2006 yang  bersumber dari media internet  yang berhubungan dengan ruang lingkup  penelitian.
6.  Metode Analisis Data  a.  Metode Deskriptif Kuantitatif, yaitu menggunakan data-data yang tersedia di  Bursa Efek Jakarta dan mengolahnyauntuk mengetahui kewajaran harga  saham PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk. tahun 2002 – 2006 dengan metode  Dividend Discount Modelpertumbuhan supernormal dan P/E Ratio.
b.  Membandingkan harga wajar yangdiperoleh dengan metode Dividen Discount  Modelpertumbuhan supernormal dengan harga pasar saham dan P/E Ratio dengan harga pasar saham dengan menggunakan Uji t(Uji beda). Uji t membandingkan dua buah mean (rata-rataharga wajar dan rata-rata harga  pasar) untuk melihat apakah beda meantersebut benar-benar signifikan. Uji t yang digunakan adalah Uji tsampel independen.
 Hipotesis yang dapat diambil adalah:  1)  Dividend Discount Modelpertumbuhan supernormal  Ho : α> sig  Artinya, harga wajar saham yang dihitung dengan Dividend Discount  Model pertumbuhan supernormal tidak memiliki beda yang signifikan  terhadap harga pasar saham.
H1: α< sig Artinya, harga wajar saham yang dihitung dengan Dividend Discount  Modelpertumbuhan supernormal memiliki beda yang signifikan terhadap  harga pasar saham.
2)  P/E Ratio  Ho : α> sig  Artinya, harga wajar saham yang dihitung dengan P/E Ratio tidak  memiliki beda yang signifikan terhadap harga pasar saham.
H1: α< sig Artinya, harga wajar saham yang dihitung dengan P/E Ratio memiliki  beda yang signifikan terhadap harga pasar saham.
Pengujian keseluruhan hipotesis, menggunakan statistikdengan Uji  t.
Cara melakukan Uji tini adalah membandingkan nilai t hasil perhitungan valuasi  harga wajar saham dengan nilai t menurut pasar. Nilai statistik hitung dapat dilihat  melalui hasil perhitungan dengan bantuan aplikasi komputer program SPSS for  windowsversi 15 dengan tingkat signifikansi 5% (α= 5%).
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi