Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS RASIO KEUANGAN PADA PDAM TIRTAULI



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah   
Air yang merupakan bagian dari hak-hak asasi manusia yang mengandung  suatu nilai universal, dimana kebutuhan tersebut adalah kebutuhan yang tidak  boleh dilimitasi, dieleminir sebagian dan atau seluruhnya, hal kebutuhan tersebut  juga sudah menjadi hak konstitusional setiap warga negara. Air yang merupakan  suatu kebutuhan pokok bagi masyarakat, serta merupakan suatu elemen yang  terpenting bagi kelangsungan kehidupan manusia, sudah merupakan keharusan  mendapatkan suatu  proteksi yang memadai bagi kepentingan pemenuhan  kebutuhan umat manusia.

PDAM Tirtauli Pematangsiantar adalah salah satu perusahaan daerah yang  menjalankan aktivitasnya dalam mengelola air minum  dibawah Pemerintah  Daerah yang tetap berorientasi laba tanpa mengabaikan aspek sosial dan budaya  masyarakat. Mengingat pentingnya menjaga kelangsungan hidup, perkembangan,  dan pertumbuhan perusahaan agar dapat bertahan hidup, maka kinerja keuangan  perusahaan harus selalu dalam kondisi terbaik. Hal ini tidak terkecuali juga harus  diperhatikan oleh PDAM Tirtauli, mengingat ketergantungan masyarakat kota  Pematangsiantar terhadap PDAM Tirtauli untuk menyediakan pasokan air bersih.
Analisis terhadap laporan keuangan terdiri dari berbagai macam teknik,  salah satu diantaranya adalah rasio keuangan.  Analisis rasio keuangan dapat  menyederhanakan laporan keuangan perusahaan sehingga mudah dimengerti oleh  1   1pihak yang membutuhkannya. Dengan analisis rasio keuangan kita dapat  memperoleh informasi dan memberikan penilaian terhadap  kondisi keuangan  suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dengan menggunakan analisis ini,  kita dapat mengetahui keadaan perusahaan ditinjau dari likuiditas, solvabilitas,  profitabilitas, dan aktivitas perusahaan.
Likuiditas (liquidity) adalah kemampuan perusahaan unutk memenuhi  kewajiban jangka pendeknya saat jatuh tempo.  Solvabilitas (solvency) adalah  kemampuan perusahaan untuk memenuhi  seluruh kewajiban-kewajibannya.
Rentabilitas  (profitability) mengukur kemampuan perusahaan dalam  menghasilkan laba, sedangkan aktivitas (activity) mengukur efisiensi perusahaan  dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.
Laporan keuangan menggambarkan kondisi keuangan dari hasil usaha  suatu perusahaan pada saat tertentu atau periode tertentu. Laporan keuangan  merupakan media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi  ekonomis suatu perusahaan. Analisis terhadap laporan keuangan berarti menggali  lebih banyak informasi yang terkandung dalam suatu laporan keuangan pada  sebuah perusahaan. Tujuan pokok analisis laporan keuangan adalah memprediksi  kinerja perusahaan di masa yang akan datang. Walaupun laporan keuangan pokok  bersifat historis, namun laporan keuangan ini biasanya memberikan indikatorindikator bagaimana sebuah perusahaan kemungkinan berkiprah dalam periodeperiode berikutnya.
Penulis tertarik untuk menggunakan rasio keuangan dalam menganalisis  laporan keuangan PDAM Tirtauli karena analisis laporan keuangan melalui aspek  rasio keuangan memiliki keunggulan dibanding analisis lainnya dimana analisis   1dan interpretasi dari macam-macam rasio dapat memberikan pandangan yang  lebih baik tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan bagi analis  dibandingkan analisis yang hanya didasarkan atas data keuangan sendiri-sendiri  yang tidak berbentuk rasio.
Berdasarkan penelitian awal, penulis menganalisis tiga periode akuntansi,  yaitu tahun 2003 sampai dengan tahun 2005. Datanya dapat dilihat pada Tabel  1.1:  Tabel 1.1  Laporan Pendapatan dan Biaya PDAM Tirtauli  (dalam rupiah) Keterangan  Tahun 2003  Tahun 2004  Tahun 200Pendapatan  20.265.640.695  20.969.250.385  20.214.000.71Biaya  19.919.213.929  22.318.105.863  24.184.037.87Laba / Rugi  346.462.770  (1.348.855.480)  (3.970.037.160) Sumber: Laporan Keuangan PDAM Tirtauli -1-112232003 2004 200Pendapatan Biaya Laba/Rugi Sumber  : Laporan Keuangan PDAM Tirtauli Gambar 1.1  : Grafik Laporan Pendapatan dan Biaya PDAM Tirtauli (dalam miliar rupiah)  1Pada tahun 2003 PDAM  Tirtauli memperoleh pendapatan sebesar Rp.
20.265.640.695 dengan biaya sebesar Rp. 19.919.213.929 sehingga memperoleh  laba sebesar Rp. 346.462.770. Namun, pada tahun 2004 walaupun PDAM  mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp. 703.609.690 PDAM mengalami  kerugian sebesar Rp. 1.348.855.480 yang disebabkan biaya yang mengalami  peningkatan sebesar Rp. 2.398.891.940, dimana melebihi peningkatan  pendapatan. Kemudian pada tahun 2005 pendapatan menurun sebesar  755.249.670, sedangkan biaya meningkat sebesar Rp. 1.865.932.010 yang  menyebabkan kerugian yang dialami PDAM semakin besar yaitu menjadi sebesar  Rp. 3.970.037.160. Dari gambaran diatas kinerja PDAM belum optimal dari segi  keuangannya.  Berdasarkan uraian tersebut maka penulis memutuskan untuk  memilih judul  “Analisis  Rasio Keuangan    pada PDAM Tirtauli Pematangsiantar”.
B. Perumusan Masalah  “Bagaimana Kondisi Perusahaan  PDAM Tirtauli Pematangsiantar  dari Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2005 Berdasarkan Analisis Rasio  Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio Aktivitas”.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi keuangan dari PDAM Tirtauli  dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005  berdasarkan analisis rasio likuiditas rasio solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas.
 12.  Manfaat Penelitian  a.  Bagi Penulis Memperluas wawasan dalam berpikir ilmiah terutama dalam bidang keuangan  khususnya analisis laporan keuangan melalui rasio keuangan.
b.  Bagi Perusahaan Sebagai masukan bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya dan dalam  pengambilan keputusan-keputusan keuangan.
c.  Bagi Pihak Lain Dapat menambah perbandingan atau literatur dan bahan referensi untuk karya  ilmiah ataupun penelitian-penelitian selanjutnya.
D. Kerangka Konseptual  Laporan keuangan (financial statement) merupakan ikhtisar mengenai  keadaan keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu (Martono, 2001:51).
Laporan keuangan menjadi penting karena memberikan input (informasi) yang  bisa dipakai untuk pengambilan keputusan. Analisis laporan keuangan yang  mencakup analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan finansial  akan sangat membantu dalam menilai prestasi manajemen masa lalu dan  prospeknya di masa datang (Sartono, 2001:113).
Kondisi dan kinerja keuangan haruis dianalisis agar informasi dalam  laporan keuangan dapat memberikan gambaran yang jelas. Melalui analisis  laporan keuangan dengan rasio keuangan ini kita dapat melihat tingkat kesehatan  perusahaan. Pada umumnya tingkat kesehatan perusahaan ditentukan oleh empat  faktor, yaitu likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Untuk melakukan   1analisis ini dapat dengan cara membandingkan prestasi satu periode dibandingkan  dengan periode sebelumnya sehingga diketahui kecenderungan selama periode  tertentu.
Gambaran likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas akan  mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Sumber  : Darsono dan Ashari (2005:51), diolah penulis Gambar 1.2. : Kerangka Konseptual E. Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional  Penelitian dilakukan dengan menggunakan 4 jenis rasio keuangan, yaitu  rasio likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas dalam kurun waktu tahun berdasarkan data laporan keuangan PDAM Tirtauli tahun 2001  sampai  dengan tahun 2005.
2. Defenisi Operasional Penelitian a.  Rasio Likuiditas Rasio likuiditas adalah rasio yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan  perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek. Perusahaan yang mampu  Rasio-rasio Keuangan 1.  Likuiditas 2.  Solvabilitas 3.  Profitabilitas 4.  Aktivitas Kondisi Keuangan Perusahaan  1membayar kewajiban jangka pendeknya tepat waktu berarti bahwa perusahaan  tersebut mempunyai alat pembayaran berupa aktiva lancar yang lebih besar  daripada hutang lancar. Rasio likuiditas yang digunakan dalam penelitian ini  adalah: 1)  Rasio Lancar (Current Ratio)  Rasio lancar, yaitu kemampuan aktiva lancar perusahaan dalam memenuhi  kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki. Rumusnya sebagai  berikut:  Lancar Kewajiban Lancar Aktiva CR= (Darsono dan Ashari,2005:52)  2)  Quick Test Ratio Quick  Test Ratio,  yaitu kemampuan aktiva lancar minus persediaan untuk  membayar kewajiban lancar. Rumusnya sebagai berikut: Lancar Kewajiban Persediaan - Lancar Aktiva QTR= (Darsono dan Ashari,2005:52)  3)  Rasio Modal Kerja Bersih (NetWorking Capital)  Rasio modal kerja bersih digunakan untuk mengetahui rasio modal bersih  terhadap kewajiban lancar. Rumusnya sebagai berikut:  Lancar Kewajiban Lancar Kewajiban Lancar Aktiva NWC − = (Darsono dan Ashari,2005:53)   14)  Cash Ratio  Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan membayar hutang lancarnya  dengan kas atau yang setara kas. Penggunaan cash ratio juga mengasumsikan  piutang sebagai komponen yang kurang liquid.
Lancar Kewajiban EfekKas Ratio Cash + = (Sawir,2005:10)  b. Rasio Solvabilitas  Rasio solvabilitas adalah rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam  membayar kewajiban jika perusahaan tersebut dilikuidasi. Rasio ini disebut juga  rasio leverage, yaitu menilai batasan perusahaan dalam meminjam uang.
Rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat solvabilitas perusahaan dalam  penelitian ini sebagai berikut:    1)  Debt to Assets Ratio Debt to Assets Ratio, yaitu total kewajiban terhadap asset. Rasio ini menekankan  pentingnya pendanaan hutang dengan jalan menunjukkan persentase aktiva  perusahaan yang didukung oleh hutang. Rumusnya sebagai berikut: Aktiva  Total Kewajiban   Total DAR= (Darsono dan Ashari,2005:54)  2)  Debt to Equity Ratio Rasio ini menunjukkan persentase penyediaan dana oleh pemegang saham  terhadap pemberi pinjaman. Semakin tinggi rasio, semakin rendah pendanaan  perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham. Rumusnya sebagai berikut:   1ekuitas   Total Kewajiban   Total DER= (Darsono dan Ashari,2005:54)  3)  Long Term Debt to Equity Ratio Rasio ini merupakan perbandingan antara total hutang jangka panjang  dengan jumlah modal sendiri. Hutang jangka panjang didefenisikan sebagai  hutang yang masa jatuh tempo pembayarannya diatas 1 tahun, umumnya 5 tahun  atau lebih. Semakin tinggi angka rasio ini, semakin besar pula resiko yang  dihadapi oleh para kreditur jangka panjang.
Sendiri Modal Panjang Jangka Hutang LTDER= (Harahap,2006:135)  b.  Rasio Profitabilitas Profitabilitas (kemampulabaan) merupakan hasil akhir bersih dari berbagai  kebijakan dan keputusan manajemen. Rasio profitabilitas akan memberikan  gambaran tentang efektivitas manajemen perusahaan dan tingkat efektivitas  pengelolaan perusahaan. Rasio profitabilitas yang digunakan dalam penelitian ini  adalah: 1)  Gross Profit Margin  Rasio gross profit margin atau margin keuntungan kotor dicari dengan penjualan  bersih dikurangi harga pokok penjualan dibagi penjualan bersih. Rasio ini berguna  untuk mengetahui keutungan kotor perusahaan dari setiap barang yang dijual.
Rumusnya sebagai berikut:  1Bersih Penjualan  Kotor  Laba GPM= (Darsono dan Ashari,2005:56)  2)  Net Profit Margin Net profit margin adalah laba  bersih dibagi penjualan bersih. Rasio ini  menggambarkan besarnya laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan pada setiap  penjualan yang dilakukan. Rumusnya sebagai berikut :  Bersih Penjualan BersihLaba NPM= (Darsono dan Ashari,2005:56)  3)  Return On Assets (ROA) Return on assets menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan  keuntungan dari setiap satu rupiah aset yang digunakan. Dengan mengetahui rsaio  ini, kita bisa menilai apakah perusahaan ini efisien dalam memanfaatkan  aktivanya dalam kegiatan operasional perusahaan. Rumusnya sebagai berikut:  Akiva  Total BersihLaba ROA= (Darsono dan Ashari,2005:57)  4)  Return On Equity (ROE) Return on equity adalah laba bersih dibagi rata-rata ekuitas. Rasio ini berguna  untuk mengetahui besarnya kembalian yang diberikan oleh perusahaan untuk  setiap rupiah modal dari pemilik. Rumusnya sebagai berikut:  Ekuitas   Rata - Rata BersihLaba ROE= (Darsono dan Ashari,2005:57)   1c.  Rasio Aktivitas  Rasio aktivitas mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan semua  sumber daya yang ada pada pengendaliannya. Rasio ini digunakan dengan  membandingkan penjualan dengan berbagai investasi dalam aktiva sehingga kita  dapat mengetahui seberapa lancar jalannya kegiatan operasional perusahaan  sehari-hari. Rasio aktivitas yang dianalisisdalam penelitian ini adalah: 1)  Receivable Turnover Receivable turnover  adalah penjualan bersih dibagi rata-rata piutang dagang.
Rasio ini menggambarkan kualitas piutang perusahaan dan kesuksesan perusahaan  dalam penagihan piutang yang dimiliki.Rumusnya sebagai berikut:  Dagang Piutang RataRata Bersih Penjualan RT − = (Darsono dan Ashari,2005:59)  2)  Rata-rata Penerimaan Piutang Rata-rata penerimaan piutang adalah jumlah hari dalam setahun (365) dibagi  receivable turnover. Dengan melihat rasio ini, kita bisa melihat dalam jangka  waktu berapa hari piutang akan bisa diubah menjadi kas atau ditagih. Rumusnya  sebagai berikut:  Turnover ceivable Re 36RPP= (Darsonodan Ashari,2005:59)   23)  Total Assets Turnover  Total assets turnover adalah penjualan dibagi rata-rata total aktiva. Kemampuan  perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan  penjualan digambarkan dalam rasio ini. Rumusnya sebagai berikut:  Aktiva Total rataRata Bersih Penjualan TAT − = (Darsono dan Ashari, 2005:60)  3.  Tempat dan Waktu Penelitian  Penelitian ini dilakukan pada PDAM Tirtauli Pematangsiantar yang  berlokasi di Jalan Porsea No 2 Pematangsiantar. Waktu penelitian pendahuluan  diadakan pada tanggal 17Juli 2007 sampai dengan 28 September2007.
4.  Jenis Data  Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data  sekunder yang digunakan oleh penulis berkaitan dengan masalah yang dianalisis  yaitu meliputi: 1.  Sejarah singkat perusahaan.
2.  Struktur organisasi perusahaan.
3.  Laporan keuangan tahunan perusahaan (laporan laba rugi dan neraca tahun  2001 sampai dengan tahun 2005).
4.  Literatur ilmiah lainnya yang berkaitan  dengan topik bahasan dalam  penelitian.
 25.  Teknik Pengumpulan Data  Teknik yang dilakukan  penulis untuk mengumpulkan data yang  dibutuhkan dalam penelitian adalah:  a.  Studi Dokumentasi  Dilakukan dengan meneliti dokumen-dokumen dan bahan tulisan dari  perusahaan serta sumber-sumber lain yang berhubungan.
b.  Wawancara Yaitu melakukan komunikasi langsung dengan pihak yang berwenang yang  dianggap dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung  penelitian ini.
c.  Studi Pustaka  Mengumpulkan data pendukung literatur dan laporan-laporan yang  dipublikasikan untuk mendapat gambaran masalah yang diteliti.
6.  Metode Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara deskriptif berdasarkan  data time series.
“Penelitian deskriptif meliputi pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau  menjawab pertanyaan mengenai status terakhir dari subjek penelitian. Tipe  yang paling umum dari penelitian deskriptif ini adalah meliputi penilaian  sikap atau pendapat terhadap individu, organisasi, keadaan, ataupun  prosedur (Kuncoro, 2003:8).”  "Data runtut waktu (time-series) yaitu data yang secara kronologi disusun  menurut waktu pada suatu variabel tertentu. Data runtut waktu digunakan  untuk melihat pengaruh perubahan dalam rentang waktu tertentu, variasi  terjadinya variabel antar waktu (Kuncoro, 2003:125).
 2Pada penelitian ini, data time series yang digunakan adalah data tahunan (annual) yaitutahun 2001 sampai dengan tahun 2005.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi