BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Air yang
merupakan bagian dari hak-hak asasi manusia yang mengandung suatu nilai universal, dimana kebutuhan
tersebut adalah kebutuhan yang tidak boleh
dilimitasi, dieleminir sebagian dan atau seluruhnya, hal kebutuhan tersebut juga sudah menjadi hak konstitusional setiap
warga negara. Air yang merupakan suatu
kebutuhan pokok bagi masyarakat, serta merupakan suatu elemen yang terpenting bagi kelangsungan kehidupan
manusia, sudah merupakan keharusan mendapatkan
suatu proteksi yang memadai bagi
kepentingan pemenuhan kebutuhan umat
manusia.
PDAM Tirtauli
Pematangsiantar adalah salah satu perusahaan daerah yang menjalankan aktivitasnya dalam mengelola air
minum dibawah Pemerintah Daerah yang tetap berorientasi laba tanpa
mengabaikan aspek sosial dan budaya masyarakat.
Mengingat pentingnya menjaga kelangsungan hidup, perkembangan, dan pertumbuhan perusahaan agar dapat bertahan
hidup, maka kinerja keuangan perusahaan
harus selalu dalam kondisi terbaik. Hal ini tidak terkecuali juga harus diperhatikan oleh PDAM Tirtauli, mengingat
ketergantungan masyarakat kota Pematangsiantar
terhadap PDAM Tirtauli untuk menyediakan pasokan air bersih.
Analisis terhadap
laporan keuangan terdiri dari berbagai macam teknik, salah satu diantaranya adalah rasio
keuangan. Analisis rasio keuangan dapat menyederhanakan laporan keuangan perusahaan
sehingga mudah dimengerti oleh 1 1pihak yang membutuhkannya. Dengan analisis
rasio keuangan kita dapat memperoleh
informasi dan memberikan penilaian terhadap
kondisi keuangan suatu perusahaan
dalam suatu periode tertentu. Dengan menggunakan analisis ini, kita dapat mengetahui keadaan perusahaan
ditinjau dari likuiditas, solvabilitas, profitabilitas,
dan aktivitas perusahaan.
Likuiditas
(liquidity) adalah kemampuan perusahaan unutk memenuhi kewajiban jangka pendeknya saat jatuh
tempo. Solvabilitas (solvency) adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajibannya.
Rentabilitas (profitability) mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba, sedangkan
aktivitas (activity) mengukur efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimiliki.
Laporan keuangan
menggambarkan kondisi keuangan dari hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau
periode tertentu. Laporan keuangan merupakan
media yang paling penting untuk menilai prestasi dan kondisi ekonomis suatu perusahaan. Analisis terhadap
laporan keuangan berarti menggali lebih
banyak informasi yang terkandung dalam suatu laporan keuangan pada sebuah perusahaan. Tujuan pokok analisis
laporan keuangan adalah memprediksi kinerja
perusahaan di masa yang akan datang. Walaupun laporan keuangan pokok bersifat historis, namun laporan keuangan ini
biasanya memberikan indikatorindikator bagaimana sebuah perusahaan kemungkinan
berkiprah dalam periodeperiode berikutnya.
Penulis tertarik
untuk menggunakan rasio keuangan dalam menganalisis laporan keuangan PDAM Tirtauli karena analisis
laporan keuangan melalui aspek rasio
keuangan memiliki keunggulan dibanding analisis lainnya dimana analisis 1dan interpretasi dari macam-macam rasio
dapat memberikan pandangan yang lebih
baik tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan bagi analis dibandingkan analisis yang hanya didasarkan
atas data keuangan sendiri-sendiri yang
tidak berbentuk rasio.
Berdasarkan
penelitian awal, penulis menganalisis tiga periode akuntansi, yaitu tahun 2003 sampai dengan tahun 2005.
Datanya dapat dilihat pada Tabel 1.1: Tabel 1.1 Laporan Pendapatan dan Biaya PDAM Tirtauli (dalam rupiah) Keterangan Tahun 2003
Tahun 2004 Tahun 200Pendapatan 20.265.640.695 20.969.250.385 20.214.000.71Biaya 19.919.213.929 22.318.105.863 24.184.037.87Laba / Rugi 346.462.770
(1.348.855.480) (3.970.037.160) Sumber:
Laporan Keuangan PDAM Tirtauli -1-112232003 2004 200Pendapatan Biaya Laba/Rugi Sumber : Laporan Keuangan PDAM Tirtauli Gambar
1.1 : Grafik Laporan Pendapatan dan
Biaya PDAM Tirtauli (dalam miliar rupiah)
1Pada tahun 2003 PDAM Tirtauli
memperoleh pendapatan sebesar Rp.
20.265.640.695
dengan biaya sebesar Rp. 19.919.213.929 sehingga memperoleh laba sebesar Rp. 346.462.770. Namun, pada
tahun 2004 walaupun PDAM mengalami
peningkatan pendapatan sebesar Rp. 703.609.690 PDAM mengalami kerugian sebesar Rp. 1.348.855.480 yang
disebabkan biaya yang mengalami peningkatan
sebesar Rp. 2.398.891.940, dimana melebihi peningkatan pendapatan. Kemudian pada tahun 2005
pendapatan menurun sebesar 755.249.670,
sedangkan biaya meningkat sebesar Rp. 1.865.932.010 yang menyebabkan kerugian yang dialami PDAM semakin
besar yaitu menjadi sebesar Rp.
3.970.037.160. Dari gambaran diatas kinerja PDAM belum optimal dari segi keuangannya.
Berdasarkan uraian tersebut maka penulis memutuskan untuk memilih judul
“Analisis Rasio Keuangan pada PDAM Tirtauli Pematangsiantar”.
B. Perumusan
Masalah “Bagaimana Kondisi
Perusahaan PDAM Tirtauli Pematangsiantar
dari Tahun 2001 sampai dengan Tahun 2005
Berdasarkan Analisis Rasio Likuiditas,
Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio Aktivitas”.
C. Tujuan dan
Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Penelitian
dilakukan untuk mengetahui kondisi keuangan dari PDAM Tirtauli dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2005 berdasarkan analisis rasio likuiditas rasio
solvabilitas, rasio profitabilitas, dan rasio aktivitas.
12.
Manfaat Penelitian a. Bagi Penulis Memperluas wawasan dalam
berpikir ilmiah terutama dalam bidang keuangan khususnya analisis laporan keuangan melalui
rasio keuangan.
b. Bagi Perusahaan Sebagai masukan bagi
perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya dan dalam pengambilan keputusan-keputusan keuangan.
c. Bagi Pihak Lain Dapat menambah perbandingan
atau literatur dan bahan referensi untuk karya ilmiah ataupun penelitian-penelitian
selanjutnya.
D. Kerangka
Konseptual Laporan keuangan (financial
statement) merupakan ikhtisar mengenai keadaan
keuangan suatu perusahaan pada suatu saat tertentu (Martono, 2001:51).
Laporan keuangan
menjadi penting karena memberikan input (informasi) yang bisa dipakai untuk pengambilan keputusan.
Analisis laporan keuangan yang mencakup
analisis rasio keuangan, analisis kelemahan dan kekuatan finansial akan sangat membantu dalam menilai prestasi
manajemen masa lalu dan prospeknya di
masa datang (Sartono, 2001:113).
Kondisi dan kinerja
keuangan haruis dianalisis agar informasi dalam laporan keuangan dapat memberikan gambaran
yang jelas. Melalui analisis laporan
keuangan dengan rasio keuangan ini kita dapat melihat tingkat kesehatan perusahaan. Pada umumnya tingkat kesehatan
perusahaan ditentukan oleh empat faktor,
yaitu likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas. Untuk melakukan 1analisis ini dapat dengan cara membandingkan
prestasi satu periode dibandingkan dengan
periode sebelumnya sehingga diketahui kecenderungan selama periode tertentu.
Gambaran
likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas akan mempengaruhi kondisi keuangan perusahaan
secara keseluruhan.
Sumber : Darsono dan Ashari (2005:51), diolah
penulis Gambar 1.2. : Kerangka Konseptual E. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Penelitian dilakukan dengan menggunakan 4
jenis rasio keuangan, yaitu rasio
likuiditas, solvabilitas, profitabilitas, dan aktivitas dalam kurun waktu tahun
berdasarkan data laporan keuangan PDAM Tirtauli tahun 2001 sampai dengan tahun 2005.
2. Defenisi
Operasional Penelitian a. Rasio
Likuiditas Rasio likuiditas adalah rasio yang bertujuan untuk mengetahui
kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban jangka pendek. Perusahaan yang mampu Rasio-rasio Keuangan 1. Likuiditas 2.
Solvabilitas 3. Profitabilitas 4. Aktivitas Kondisi Keuangan Perusahaan 1membayar kewajiban jangka pendeknya tepat
waktu berarti bahwa perusahaan tersebut
mempunyai alat pembayaran berupa aktiva lancar yang lebih besar daripada hutang lancar. Rasio likuiditas yang
digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio lancar, yaitu kemampuan aktiva lancar
perusahaan dalam memenuhi kewajiban
jangka pendek dengan aktiva lancar yang dimiliki. Rumusnya sebagai berikut: Lancar Kewajiban Lancar Aktiva CR= (Darsono
dan Ashari,2005:52) 2) Quick Test Ratio Quick Test Ratio,
yaitu kemampuan aktiva lancar minus persediaan untuk membayar kewajiban lancar. Rumusnya sebagai
berikut: Lancar Kewajiban Persediaan - Lancar Aktiva QTR= (Darsono dan
Ashari,2005:52) 3) Rasio Modal Kerja Bersih (NetWorking Capital)
Rasio modal kerja bersih digunakan untuk
mengetahui rasio modal bersih terhadap
kewajiban lancar. Rumusnya sebagai berikut: Lancar Kewajiban Lancar Kewajiban Lancar
Aktiva NWC − = (Darsono dan Ashari,2005:53) 14)
Cash Ratio Rasio ini mengukur
kemampuan perusahaan membayar hutang lancarnya dengan kas atau yang setara kas. Penggunaan
cash ratio juga mengasumsikan piutang
sebagai komponen yang kurang liquid.
Lancar Kewajiban EfekKas
Ratio Cash + = (Sawir,2005:10) b. Rasio
Solvabilitas Rasio solvabilitas adalah
rasio untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jika perusahaan tersebut
dilikuidasi. Rasio ini disebut juga rasio
leverage, yaitu menilai batasan perusahaan dalam meminjam uang.
Rasio yang
digunakan untuk mengukur tingkat solvabilitas perusahaan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Debt to Assets Ratio Debt to Assets Ratio,
yaitu total kewajiban terhadap asset. Rasio ini menekankan pentingnya pendanaan hutang dengan jalan
menunjukkan persentase aktiva perusahaan
yang didukung oleh hutang. Rumusnya sebagai berikut: Aktiva Total Kewajiban Total DAR= (Darsono dan Ashari,2005:54) 2) Debt
to Equity Ratio Rasio ini menunjukkan persentase penyediaan dana oleh pemegang
saham terhadap pemberi pinjaman. Semakin
tinggi rasio, semakin rendah pendanaan perusahaan
yang disediakan oleh pemegang saham. Rumusnya sebagai berikut: 1ekuitas
Total Kewajiban Total DER= (Darsono
dan Ashari,2005:54) 3) Long Term Debt to Equity Ratio Rasio ini
merupakan perbandingan antara total hutang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri. Hutang jangka
panjang didefenisikan sebagai hutang
yang masa jatuh tempo pembayarannya diatas 1 tahun, umumnya 5 tahun atau lebih. Semakin tinggi angka rasio ini,
semakin besar pula resiko yang dihadapi
oleh para kreditur jangka panjang.
Sendiri Modal Panjang
Jangka Hutang LTDER= (Harahap,2006:135) b. Rasio Profitabilitas Profitabilitas
(kemampulabaan) merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen. Rasio
profitabilitas akan memberikan gambaran
tentang efektivitas manajemen perusahaan dan tingkat efektivitas pengelolaan perusahaan. Rasio profitabilitas
yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1) Gross Profit Margin Rasio gross profit margin atau margin
keuntungan kotor dicari dengan penjualan bersih dikurangi harga pokok penjualan dibagi
penjualan bersih. Rasio ini berguna untuk
mengetahui keutungan kotor perusahaan dari setiap barang yang dijual.
Rumusnya sebagai
berikut: 1Bersih Penjualan Kotor
Laba GPM= (Darsono dan Ashari,2005:56) 2) Net
Profit Margin Net profit margin adalah laba
bersih dibagi penjualan bersih. Rasio ini menggambarkan besarnya laba bersih yang
diperoleh oleh perusahaan pada setiap penjualan
yang dilakukan. Rumusnya sebagai berikut : Bersih Penjualan BersihLaba NPM= (Darsono dan
Ashari,2005:56) 3) Return On Assets (ROA) Return on assets
menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari setiap satu rupiah aset yang
digunakan. Dengan mengetahui rsaio ini,
kita bisa menilai apakah perusahaan ini efisien dalam memanfaatkan aktivanya dalam kegiatan operasional
perusahaan. Rumusnya sebagai berikut: Akiva Total BersihLaba ROA= (Darsono dan
Ashari,2005:57) 4) Return On Equity (ROE) Return on equity
adalah laba bersih dibagi rata-rata ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui besarnya kembalian yang
diberikan oleh perusahaan untuk setiap
rupiah modal dari pemilik. Rumusnya sebagai berikut: Ekuitas
Rata - Rata BersihLaba ROE= (Darsono dan Ashari,2005:57) 1c.
Rasio Aktivitas Rasio aktivitas
mengukur seberapa efektif perusahaan memanfaatkan semua sumber daya yang ada pada pengendaliannya.
Rasio ini digunakan dengan membandingkan
penjualan dengan berbagai investasi dalam aktiva sehingga kita dapat mengetahui seberapa lancar jalannya
kegiatan operasional perusahaan sehari-hari.
Rasio aktivitas yang dianalisisdalam penelitian ini adalah: 1) Receivable Turnover Receivable turnover adalah penjualan bersih dibagi rata-rata
piutang dagang.
Rasio ini
menggambarkan kualitas piutang perusahaan dan kesuksesan perusahaan dalam penagihan piutang yang dimiliki.Rumusnya
sebagai berikut: Dagang Piutang RataRata
Bersih Penjualan RT − = (Darsono dan Ashari,2005:59) 2)
Rata-rata Penerimaan Piutang Rata-rata penerimaan piutang adalah jumlah
hari dalam setahun (365) dibagi receivable
turnover. Dengan melihat rasio ini, kita bisa melihat dalam jangka waktu berapa hari piutang akan bisa diubah
menjadi kas atau ditagih. Rumusnya sebagai
berikut: Turnover ceivable Re 36RPP= (Darsonodan
Ashari,2005:59) 23) Total Assets Turnover Total assets turnover adalah penjualan dibagi
rata-rata total aktiva. Kemampuan perusahaan
dalam menggunakan aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan digambarkan dalam rasio ini.
Rumusnya sebagai berikut: Aktiva Total
rataRata Bersih Penjualan TAT − = (Darsono dan Ashari, 2005:60) 3.
Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian
ini dilakukan pada PDAM Tirtauli Pematangsiantar yang berlokasi di Jalan Porsea No 2 Pematangsiantar.
Waktu penelitian pendahuluan diadakan
pada tanggal 17Juli 2007 sampai dengan 28 September2007.
4. Jenis Data Data yang dipakai dalam penelitian ini adalah
data sekunder. Data sekunder yang
digunakan oleh penulis berkaitan dengan masalah yang dianalisis yaitu meliputi: 1. Sejarah singkat perusahaan.
2. Struktur organisasi perusahaan.
3. Laporan keuangan tahunan perusahaan (laporan
laba rugi dan neraca tahun 2001 sampai
dengan tahun 2005).
4. Literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan topik bahasan dalam penelitian.
25.
Teknik Pengumpulan Data Teknik
yang dilakukan penulis untuk
mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam
penelitian adalah: a. Studi Dokumentasi Dilakukan dengan meneliti dokumen-dokumen dan
bahan tulisan dari perusahaan serta
sumber-sumber lain yang berhubungan.
b. Wawancara Yaitu melakukan komunikasi langsung
dengan pihak yang berwenang yang dianggap
dapat memberikan informasi yang dibutuhkan untuk mendukung penelitian ini.
c. Studi Pustaka Mengumpulkan data pendukung literatur dan
laporan-laporan yang dipublikasikan
untuk mendapat gambaran masalah yang diteliti.
6. Metode Analisis Data Analisis data dalam
penelitian ini dilakukan secara deskriptif berdasarkan data time series.
“Penelitian
deskriptif meliputi pengumpulan data untuk diuji hipotesis atau menjawab pertanyaan mengenai status terakhir
dari subjek penelitian. Tipe yang paling
umum dari penelitian deskriptif ini adalah meliputi penilaian sikap atau pendapat terhadap individu,
organisasi, keadaan, ataupun prosedur
(Kuncoro, 2003:8).” "Data runtut
waktu (time-series) yaitu data yang secara kronologi disusun menurut waktu pada suatu variabel tertentu.
Data runtut waktu digunakan untuk
melihat pengaruh perubahan dalam rentang waktu tertentu, variasi terjadinya variabel antar waktu (Kuncoro,
2003:125).
2Pada penelitian ini, data time series yang
digunakan adalah data tahunan (annual) yaitutahun 2001 sampai dengan tahun 2005.
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi