Kamis, 20 Maret 2014

Skripsi Manajemen: Analisis Strategi Pemasaran PT. Perkebunan Nusantara V dalam Menghadapi Perubahan Pasar, Teknologi, Politik dan Kompetisi



1BAB I.
PENDAHULUAN.
1.1.  Latar Belakang Masalah .
Dunia bisnis berubah, sejak abad ke enam silam. Heraclitus sudah  menandaskan sangat tegas bahwasannya tidak ada yang kekal didunia terkecuali  perubahan itu sendiri. Secara gamblang disaksikan bersama , betapa signal –  signal pertanda perubahan zaman begitu cepat terjadi.  Thomas Robert Malthus lebih dari 200 tahun lalu menyatakan bahwa “the  power of population akan tumbuh jauh melebihi kemampuan the power in the  earth untuk menghasilkan makanan bagi manusia”. Temuan Malthus tentu saja  banyak menimbulkan banyak kehebohan – kehebohan, (Khasali, 2006). 

Sebagian  orang inggris menanggapi bahwa bumi ini hanyalah berbentuk bulat dan terdiri  dari segumpalan tanah yang hingga saat itu mereka diami. Terjadi dua kelompok  pada masa itu yakni kaum optimis dan kaum pesimis. Kaum pesimis terdiri dari  sekelompok orang yang berkutat dalam keributan, maki – makian terhadap  kerajaan dan menyuarakan ketakutan. Kaum optimis meneruskan kerja dan  membiarkan hidupnya masuk ke zona ketidaknyamanan (discomfortable) serta  melkukan tindakan cermat dalam menyelamatkan kehidupan.
Perubahan yang paling menarik tentu saja ada pada di dunia usaha yang  mana suatu perusahaan dipaksa untuk dapat mempertahankan pertumbuhannya di  tengah – tengah era globalisasi yang penuh dengan goncangan teknologi, politik,  pasar, dan kompetisi. Ada beberapa karakteristik perubahan pasar yaitu tidak  1   2mudah untuk dikendalikan.  Membutuhkan change maker. Pada dunia bisnis  banyak pemimpin perubahan yang telah gugur bahkan dilengserkan oleh pro  status quo sebelum namanya dikenal banyak orang, tidak semua orang dapat  diajak melihat perubahan; perubahan dapat terjadi setiap saat ; berkenaan dengan  uang maupun teknologi ; membutuhkan waktu, biaya, kekuatan ; budaya korporat;  mitos ; harapan dan kepanikan.  Pada hakikatnya secara umum perubahan pasar, teknologi, politik dan  kompetisi sangat berhubungan erat dengan strategi pemasaran yang mengacu  pada: produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjuabelikan, lokasi adalah  tempat diperjual belikan produk dan pusat pengendalian, harga adalah suatu nilai  tukar yang bisa disamakan dengan uang atau barang lain untuk manfaat yang  diperoleh dari suatu barang atau jasa bagi seseorang atau kelompok pada waktu  tertentu dan tempat tertentu. Strategi pemasaran yang baik adalah strategi  pemasaran yang mampu menentukan lokasi dan harga penjualan dan harga per  unit agar mampu dijangkau oleh pelanggan.  Perusahaan yang mampu membaca perubahan permintaan dan waktu akan  mampu merespon perubahan pasar, kompetisi, politik dan teknologi dengan baik.  Akan tetapi bila salah satu di antara dua faktor tersebut tidak mempengaruhi  secara positive, maka tingkat qualitas perusahaan dalam menghadapi perubahan  pasar, teknologi, politik dan kompetisi akan semakin rendah. Sedangkan tingkat  penjualan (volume penjualan) dapat di tingkatkan dengan memperbaiki produk  maupun tempat distribusi perusahaan yang telah ada pada saat itu.   2Menurut Swasta (1982)  “strategi adalah serangkaian rancangan besar yang  menggambarkan bagaimana sebuah perusahaan harus beroperasi untuk mencapai  tujuannya”. Pemasaran Menurut Stanton pemasaran adalah “sesuatu yang meliputi  seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan  menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang  dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial”.  PT. Perkebunan Nusantara V Indonesia adalah suatu perusahaan yang  bergerak dibidang produk maupun jasamanufaktur. PT. Perkebunan Nusantara V  Indonesia merupakan BUMN Perkebunan yang didirikan tanggal 11 Maret 1996  sebagai hasil konsolidasi kebun pengembangan PT. Perkebunan Nusantara II, PT.  Perkebunan Nusantara IV, dan PT. Perkebunan Nusantara V Kota Pekanbaru.
Adapun perubahan dari sisi politik intervensi kebijakan dilakukan oleh  pemerintah pada tahun 1997 dengan sisi output minyak kelapa sawit, melalui  pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah. Surat Keputusan Mentri  Keuangan  nomor 188/011/2007 tanggal 24 September 2007, Pemerintah  memberikan fasilitas pembebasan PPN  (atau PPN ditanggung pemerintah  selanjutnya disebut PPN-DTP) untuk jenis minyak  kepala sawit  ditingkat  produsen terhitung mulai tanggal 25 September 2007. Dalam pelaksanaannya,  setiap faktur Pajak Keluaran produsen dan penjual minyak goreng di-cap “DTP”.  PPN sendiri merupakan pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari  barang  dalam peredarannya dari produsen. Indonesia menganut sistem tarif  tunggal PPN yaitu sebesar  10%.  Dengan demikian secara definitif dapat  dikemukakan bahwa PPN-DTP adalah pajak terutang suatu perusahaan, baik   2swasta maupun BUMN yang ditanggung pemerintah melalui penyediaan peng anggaran dalam  subsidi pajak. Kebijakan tersebut diadopsi pemerintah dalam  rangka  mendorong investasi dan melakukan stabilisasi harga pada saat  perekonomian global melambat dan harga komoditas meningkat.  Melalui  mekanisme ini, PPN 10% (yang lazimnya termasuk komponen harga minyak  goreng dari produsen ke distributor) akan disubsidi dalam bentuk Di Tanggung  Pemerintah (DTP) memanfaatkan dana “Subsidi  Minyak ” yang sudah  dialokasikan. Berdasarkan data APBN-P 2007 Pemerintah menentukan subsidi  untuk PPN-DTP sebesar Rp 325 milyar. Sedangkan untuk tahun anggaran 2008  DPR telah menyetujui anggaran subsidi khusus minyak senilai 600 miliar atau Rp  275 miliar lebih tinggi dibandingkan anggaran serupa di 2007. Pada tahun  angggaran 2009 pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan menerbitkan  Permenkeu No.231/PMK.011/2008 yang mengatur mengenai Pajak Pertambahan  Nilai Ditanggung Pemerintah Atas Penyerahan Minyak Goreng Sawit Dalam  Negeri Untuk Tahun Anggaran 2009. Dalam Peraturan tersebut disebutkan bahwa  pemerintah  telah mengalokasikan anggaran sebesar  Rp 800 miliar untuk  memberikan fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPNDTP) minyak  sawit.
Dari sisi kompetisi,PT.Perkebunan  Nusantara V Kota Pekanbaru dalam  perjalanannya dihadapkan oleh para pesaing yang sama – sama bergerak pada  produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO), yang merupakan salah  satu komoditas agroindustri terpenting dan selalu menjadi sorotan dalam kinerja  ekspor non migas Indonesia. Beberapa PT.Perkebunan  Nusantara V Kota   2Pekanbaru  (PT.PN I – PT. PN IX)  yang ada merupakan pesaing dari PT.  Perkebunan  Nusantara V Kota Pekanbaru, disamping perkebunan rakyat dan  perkebunan swasta yang ada di kota Pekanbaru. Dalam  suatu perusahaan  pemasaran memegang peranan yang sangat penting, karena dengan pemasaran  yang baik maka barang yang diproduksi oleh perusahaan akan diterima oleh pasar,  dan mendapat keuntungan dari penjualan produk. Untuk mencapai tujuan  pemasaran maka perlu diterapkan konsep pemasaran yang  berorientasi pada  konsumen. Kepuasaan konsumen menjadi sasaran utama. Persaingan  pemasaran oleh perusahaan  perkebunan di Indonesia merupakan salah satu  hal yang  terpenting. Karena Indonesia  negara produsen danpengekspor  minyak kelapa  sawit yang cukup besar disamping negara-negara lain di dunia, khususnya wilayah  Timur Tengah. Produksi minyak kepala sawit di  Indonesia sebagian besar berasal  dari PT. Perkebunan Nusantara. Dengan potensi sedemikian besar, dan persaingan  yang sedemikian ketat dari  pesaing-pesaing lain maka dibutuhkan usaha  pemasaran yang baik untuk dapat terus mempertahankan konsumen. Berbagai  strategi pun dilakukan guna menjadi perusahaan  market leader  diantara  pesaingnya.  Agar tetap dapat memenuhi permintaan pasar domestik dan internasional  yang kian hari kian meningkat, dan juga meneyusaikan dengan kompetisi dari  para pesaing nya. Maka PT. Perkebunan Nusantara   V terus menerus melakukan  perbaikan dibidang kinerja operasional nya. Lewat perbaikan SDM (sumber daya  manusianya ) dan juga membangun industri hilir dan pada saat nya kelak  berupaya untuk go public. Dalam rangka itu lah PTPN mengundang rekan bisnis   2nya untuk menjalin kerja sama dan memperluas jaringan perusahaan nya sehingga  dapat bersaing di pasar global. Dengan menggunakan prinsip saling  menguntungkan bukan hanya sekedar jual – beli.
Saat ini Perusahaan bergerak di bidang perkebunan sawit dan karet, meliputi  pembukaan lahan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan sampai dengan  pengolahan hasil produksinya menjadi barang jadi dan setengah jadi berupa  minyak sawit (CPO), inti sawit, PKO, PKM, Standard Indonesia Rubber 10/20  (SIR 10/20) dan produk lainnya. Selain itu Perusahaan juga melakukan  pengembangan lahan melalui pola kemitraan dan pola plasma untuk  meningkatkan pasokan bahan baku produksi.  Perusahaan mengelola 12 PKS yang menghasilkan minyak kelapa sawit  (CPO) dan inti sawit yang dijual dan dipasarkan di pasar dalam dan luar negeri,  sehingga produk tersebut harus memenuhi kriteria baku mutu standar nasional  maupun internasional. Spesifikasi minyak sawit harus memenuhi persyaratan  seperti kadar asam lemak bebas, kadar air, dan kadar kotoran. Sedangkan inti  sawit harus memenuhi criteria kadar air, kadar kotoran, inti pecah dan inti berubah  warna. Inti sawit yang dihasilkan PKS-PKS tersebut sebagian besar diolah di  Pabrik PKO/PKM milik sendiri di Tandun dan telah memberikan kontribusi yang  positif terhadap pendapatan perusahaan. Ditengah kondisi perekonomian global  yang mulai membaik, persaingan di industri sejenis juga mulai meningkat,  sehingga Perusahaan melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kinerjanya.  Usaha yang dilakukan Perusahaan antara lain adalah meningkatkan pasokan bahan  baku melalui pembelian Tandan Buah Segar (TBS), Bahan Olah Karet (Bokar),   2meningkatkan utilisasi olah pabrik, konversi energi dan usaha - usaha produktif  lainnya. Perusahaan juga sedang melakukan upaya upaya penataan manajerial,  seperti system pengadaan barang dan jasa berbasis internet (e-procurement), serta  secara berkala melakukan update Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP).
Perusahaan mengelola 51 unit kerja yang terdiri dari 1 unit Kantor Pusat; 5  Unit Bisnis Strategis (UBS); 25 unit Kebun Inti/Plasma; 12 Pabrik Kelapa Sawit  (PKS); 1 unit Pabrik PKO; 4 fasilitas Pengolahan Karet; dan 3 Rumah Sakit.  Areal yang dikelola oleh Perusahaan seluas 160.745 Ha, yang terdiri dari 86.219  Ha lahan sendiri/inti dan 74.526 Ha lahan plasma. Untuk data – data penjualan  bersih PT. Perkebunan Nusantara V kota Pekanbaru mengalami perkembangan  yang signifikan dari tahun 2006 hingga tahun 2010. Pada tahun 2006 penjualan  bersih PT. Perkebunan Nusantara V kota Pekanbaru mencapai 1.523.991.000.  kemudian seiring berkembangnya zaman. Pada tahun 2007 Penjualan  bersih PT.  Perkebunan V Kota Pekanbaru mengalami peningkatan sebesar  2.413.293.000. Kemudian pada tahun 2008 meningkat hingga menyentuh angka  3.815.232.000. Setahun kemudian hasil penjualan bersih perusahaan tepatnya  pada tahun 2009 menjadi  3.611.619.000 hal tersebut  mengalami penurunan  dibandingkan tahun sebelumnya. Dan pada tahun 2010 hasil penjualan kembali  konsisten dengan peningkatan hasil penjualan menjadi  4.103.185.000. Berikut  adalah ikhtisar laba rugi pen jualan usaha PT. Perkebunan Nusantara V Kota  Pekanbaru :   2Uraian  Laba/Rugi  2006  2007  2008  2009  201Penjualan Bersih  1.523.991  2.413.293  3.815.232  3.611.619  4.103.18Laba Kotor  409.691  743.112  1.016.095  683.856  851.67Laba Usaha  169.180  431.610  653.137  292.825  447.09Laba Sebelum  Pajak 134.787  350.796  587.728  208.364  357.34Laba Bersih  96.610  245.177  410.177  145.352  261.04JumlahSaham  (lembar penuh)  250.000  250.000  250.000  250.000  820.00Laba Bersih per  Saham (Rp 000)  386  981  1642  581  31Pembayaran  Dividen  24.152  61.294  102.619  43.606  *) Rasio Pembayaran  Dividen  25%  25%  25%  30%  *) Tabel 1.1 Uraian Laba/Rugi Sumber : Annual Report Keuangan PT. Perkebunan Nusantara V Kota Pekanbaru  2Gambar 1.1  Gambar 1.Gambar  1.3 Gambar  1.Sumber : Annual Report Keuangan PT. Perkebunan Nusantara V Kota Pekanbaru  2Dari data yang telah ditunjukan, maka dapat diambil kesimpulan.  Bahwasannya, bahwasannya data penjualan tersebut mengalami perubahan yang  signifikan. Khususnya pada pasca tahun 2006. Yang mana kita ketahui terdapat  perubahan kebijakan, yaitu intervensi dari pemerintah yang awal mulanya PT.  Perkebunan Nusantara V Kota Pekanbaru dikenakan pajak senilai 10 persen setiap  pertambahan nilai penjualan, namun kini PT. Perkebunan V Kota Pekanbaru tidak  dikenakan PPN setiap faktur Pajak Keluaran produsen dan penjual minyak goreng  di-cap  “DTP”  (Ditanggung Pemerintah). PPN sendiri merupakan pajak yang  dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang dan atau jasa (subsidi  minyak).
1.2. Perumusan Masalah .
Berdasarkan latar belakang masalah penelitian ini dapat dirumuskan  sebagai berikut : “Bagaimana strategi pemasaran PT. Perkebunan Nusantara V  Kota Pekanbaru dalam menghadapi perubahan pasar, teknologi, politik, dan  kompetisi?” .  1.3. Tujuan Penelitian.
 Untuk mengetahui dan menganalisa strategi pemasaran yang dilakukan  untuk menghadapi perubahan pasar, teknologi, politik dan kompetisi pada kantor  PT. Perkebunan Nusantara V Kota Pekanbaru.   1.4. Manfaat Penelitian.
Manfaat yang diharapkan dari penelitian antara lain : a.  Bagi Perusahaan .
Sebagai saran dan masukan agar perusahaan mampu bersikap adaptif dalam  menghadapi tantangan masa depan dan era globalisasi  khususnya  pihak  manajemen  bagian pemasaran kantor  PT. Perkebunan Nusantara V Kota  Pekanbaru.  b.  Bagi pembaca dan peneliti lain.
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam penyusunan penelitian  lanjutan dan sekaligus bahan masukan informasi ilmiah untuk melanjutkan  penelitian mengenai strategi pemasaran yang dipengaruhi oleh teknologi, politik,  pasar, kompetisi dan perubahan pasar.  c.  Bagi penulis .
Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi strata-1 jurusan  manajemen serta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh berupa teori dan  praktek langsung pada perusahaan.
  

 
 
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi