Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: FAKTOR-FAKTOR SWITCHING BARRIER TERHADAP PELANGGAN PADA PALAZZO HAIR AND MAKE UP SALON SETIA BUDI



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Penelitian   
Perekonomian dewasa ini berkembang dengan sangat pesat, dimana  dapat dilihat dengan semakin banyak bertumbuhnya sektor dunia usaha yang telah  menjadi suatu area persaingan yang sangat tajam. Perkembangan dunia usaha  yang semakin cepat diiringi dengan meningkatnya persaingan yang menuntut  perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya yang bertujuan untuk mendapatkan  laba. Pertambahan dan kelangsungan hidup perusahaan pada saat ini banyak  mengubah kualitas menjadi senjata strategis yang lebih potensial, dapat  menjalankan persaingan secara konsisten, menguntungkan dan memenuhi  kebutuhan serta preferensi pelanggan atas kualitas yang didapatkan dari  perusahaan tersebut. Ada banyak perusahaan yang menjual produk yang sama  namun bersaing dengan memberikan keunggulan tertentu pada produknya.

Salon yang bermunculan saat ini sangat banyak sehingga menyebabkan  persaingan yang semakin ketat diantara sesama pengusaha salon di Medan. Oleh  karena itu agar dapat menarik pelanggan yang sebanyak-banyaknya, para pemilik  salon harus melakukan sesuatu agar pelanggan menjadi loyal. Bahkan perusahaan  rela mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk mengejar dan mempertahankan  pelanggan agar tetap menggunakan jasa salon tersebut. Dalam mengembangkan  bisnis salon pada umumnya, penerapan suatu jasa yang berkualitas mempengaruhi  perkembangan kepuasan konsumen dan mempertahankan pelanggan yang sudah  dimiliki. Salon selalu memberikan beragam produk dan layanan yang berkualitas   bagi semua pelanggannya. Salon juga percaya bahwa keberhasilan suatu usaha di  pasar ditentukan oleh dukungan dari pelanggan yang puas akan pelayanan yang  diberikan.
Salon merupakan salah satu sektor dunia usaha yang mulai berkembang  di kota Medan, dimana banyak bermunculan usaha sejenis yang menarik  antusiasme masyarakat untuk menggunakan jasa tersebut, dimana salon dapat  memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya kaum wanita atas kebutuhan akan  kecantikan diri.
Palazzo Hair and make up salon Setiabudi Medan merupakan salah satu  jenis usaha dimana bergerak pada bidang kecantikan yang dimana Palazzo Hair  and make up salon Setiabudi Medan berdiri pada tanggal 2 Maret tahun 2008  yang didirikan oleh Ibu Rina atas keinginannya menderikan usaha salon  kecantikan sendiri serta untuk menyalurkan hobbynya didalam dunia kecantikan.
Palazzo Hair and make up salon diminati oleh banyak pelanggannya  karena salon menyediakan produk jasa yang bervariasi dan sangat memperhatikan  kualitasnya. Penataan ruangan yang minimalis, bersih dan baik sehingga  menciptakan suasana yang nyaman. Pemilik salon selalu berusaha memperhatikan  kebutuhan spesifik pelanggannya secara seksama. Kualitas kedekatan antara  pegawai salon dengan pelanggan sangat erat sehingga membuat pelanggan  diperlakukan sebagai keluarga dan menjadi faktor hambatan bagi pelanggan untuk  pindah ke salon lain. Keterampilan pemilik salon dan pegawainya yang cukup  menjadi keunggulan salon ini.
 Switching barrier atau biaya peralihan adalah resiko beralih. Jones et.al  dikutip oleh Claes (2003) menjelaskan bahwa: “Switching barrier is any factor  which makes it difficult or costly consumers to change  providers”. Dengan  perkataan lain yaitu “biaya peralihan adalah segala faktor yang mempersulit atau  memberikan biaya kepada pelanggan jika beralih penyedia jasa. Claes (2003)  membedakan tiga jenis biaya peralihan yaitu :  Transaction cost,  Learning Cost,  dan Artificial Cost.
Budi Suharjo (dalam Palupi, Swa, 2006) telah menjelaskan beberapa  variabel dalam switching barrier.  Adapun penjelasan dari variabel-variabe l  switching barrier itu sebagai berikut: 1. Nilai-nilai ekonomis yaitu Nilai-nilai  ekonomis memiliki dua komponen utama yang menentukan nilai  dari suatu  produk atau jasa yaitu manfaat dan pengorbanan. 2. Psikologis yaitu adalah upaya  mental, rasa tidak sanggup, atau ketakutan yang terjadi pada saat menilai berbagai  alternatif jasa. 3. Sosial yaitu seluruh kelompok yang mempunyai pengaruh  langsung maupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang,  keluarga, ataupun peran dan status yaitu posisi seseorang dalam setiap kelompok,  4. Ritual adalah upacara tentang kebenaran religius yang berarti, dan 5.
Fungsional yaitu kemampuan suatu penyedia jasa untuk menjalankan fungsifungsinya apakah nantinya memuaskan atau tidak memuaskan bagi pelanggan.
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan maka penulis tertarik  untuk melakukan penelitian pada Palazzo Hair and make up salon Setiabud i  Medan dengan judul “ Faktor-Faktor switching barrier Terhadap Pelanggan  Pada Palazzo Hair and make up Salon Setiabudi Medan”   B.  Perumusan Masalah Apakah variabel switching barrier  seperti nilai-nilai  ekonomis,  faktor  psiko logis, sosial, ritual dan fungsional  berpengaruh terhadap pelanggan pada  Palazzo Hair and make up Salon Setiabudi Medan.
C.  Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1.  Kerangka Konseptual Kerangka konseptual merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel  yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan (Sugiono, 2005 : 49).
Seiring dengan banyaknya salon yang ada di kota Medan maka penulis ingin  mengetahui bagaimana switching barrier berpengaruh terhadap pelanggan pada  Palazzo Hair and make up salon Setiabudi Medan. Untuk membentuk switching barrier yang kuat, maka pemilik salon harus memperhatikan variabel-variabel  dari switching barrier itu sendiri. Menurut Budi Suharjo (Palupi, Swa, 2006),  faktor-faktor switching barrier selain terdiri dari hambatan nilai-nilai ekonomis  juga terdapat faktor psikologis, sosial, fungsional dan ritual. Melalui pernyataan  tersebut, kerangka pemikirannya adalah: Gambar 1.1. Kerangka Konseptual Sumber : Budi Suharjo (Palupi, Swa, 2006, data diolah 2010) Switching Barrier 1.  Nilai-nilai ekonomis (X1)  2.  Psiko logis (X2)  3.  Sosial (X3)  4.  Ritual (X4)  5.  Fungsional (X5)  Pelanggan (Y)  Kerangka tersebut menjelaskan bahwa switching barrier mempengaruhi  pelanggan. Hal ini disebabkan konsumen tidak mau mengambil resiko yang besar  jika berganti penyedia jasa.
2.  Hipotesis Variabel switching barrier seperti nilai-nilai ekonomis, psikologis, sosial,  ritual dan fungsional berpengaruh positif terhadap pelanggan pada Palazzo Hair  and make up salon Setiabudi Medan.
D.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Tujuan penelitian pada penelitian ini adalah untuk mengetahui dan  menganalisis variabel-variabel switching barrier yang mempengaruhi pelanggan  pada Palazzo Hair and make up salon Setiabudi Medan.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Palazzo  Hair and make up  salon Setiabudi Medan untuk menjadi bahan  pertimbangan bagi pengembangan usahanya di masa yang akan  datang.
b.  Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan bagi  peneliti lain dalam melakukan penelitian objek maupun masalah yang  sama di masa yang akan datang.
 c.   Bagi Penulis Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan  dengan menghubungkan teori yang didapat dalam perkuliahan dengan  kenyataan serta dapat memperdalam pengetahuan penulis khususnya  tentang switching barrier.
E.  Metode Penelitian 1.  Definisi Operasional Variabel Pada penelitian ini, terdapat dua variabel penelitian : a.  Variabel bebas adalah yang nilainya tidak tergantung pada  variabel lain. Adapun yang menjadi variabel bebas antara lain : 1.  Nilai-nilai ekonomis (X1) meliputi perilakupelanggan untuk tidak  pindah ke salon lain karena biaya/harga yang ditanggung dengan  manfaat yang diterimanya sebagai pelanggan Palazzo Hair and  make up salon Setiabudi tidak ditemuka n di salon lain.
2.  Psiko logis (X2), yaitu kecemasan dan ketakutan emosi pribadi  pelanggan jika ia pindah ke salon lain.
3.  Sosial (X3) adalah loyalitas pelanggan kepada Palazzo Hair and  make up salon Setiabudi disebabkan karena takutnya kehilangan  status sosial jika pindah ke salon lain.
4.  Ritual (X4), yaitu loyalitas pelanggan disebabkan pegawai Palazzo  Hair and make up salon Setiabudi sudah mengenal baik keinginan  pelanggan dan merupakan aktivitas rutin untuk mendapatkan  tujuan yang diinginkan perusahaan.
 5.  Fungsional (X5), yaitu loyalitas pelanggan disebabkan karena  Palazzo Hair and make up salon Setiabudi mampu menjalankan  fungsinya dengan baik sebagai salon yaitu mempercantik semua  pelanggannya dengan kualitas yang baik dan pelayanan yang  profesional. Sehingga pelanggan takut tidak akan menemukannya  di salon lain.
b.  Variabel terikat, yaitu pelanggan adalah  individu yang datang ke  salon Palazzo secara rutin untuk melakukan perawatan kecantikan.
2.  Operasional Variabel Tabel 1.1.
Definisi Operasional Variabel Variabel  Defenisi Operasional  Indikator  Skala  Ukur Variabel  Nilai-nilai  ekonomis (X1)  Perilaku loyalitas pelanggan  untuk tidak pindah ke salon lain  karena biaya/harga yang  ditanggung dengan manfaat  yang diterimanya sebagai  pelanggan Palazzo  Hair and  make up  salon Setiabudi tidak  ditemuka n di salon lain.
1. Produk salon berkualitas  sesuai dengan apa yang  diinginkan pelanggan 2. Harga yang sesuai dengan  pelayanan yang diberikan  pada pelanggan 3. Harga yang diberikan  terjangkau oleh pelanggan Skala  Likert Variabel  Psiko logis (X2)  Kecemasan dan ketakutan  emosi pribadi pelanggan jika ia  pindah ke salon lain 1. Pegawai bersikap ramah  kepada pelanggan 2. Pegawai yang ramah  menciptakan kenyamanan  bagi pelanggan Skala  Likert Variabel  Sosial (X3)  Loyalitas pelanggan kepada  Palazzo Hair and make up salon  Setiabudi disebabkan karena  takutnya kehilangan status  sosial jika pindah ke salon lain.
1. Menjadi pelanggan salon  memiliki rasa prestise  tersendiri 2. Salon suda h terkenal di  kalangan umum 3. Salon membuat pelanggan  merasa bangga sebagai  pelanggan setianya Skala  Likert  Variabel  Ritual (X4)  Loyalitas pelanggan disebabkan  pegawai Palazzo Hair and make  up  salon Setiabudi sudah  mengenal baik keinginan  pelanggan dan merupakan  aktivitas rutin untuk  mendapatkan tujuan yang  diinginkan perusahaan.
1. Pegawai salon cepat  tanggap dengan keinginan  pelanggan  2. Pegawai salon  berpenampilan baik 3. Ruangan salon yang selalu  bersih Skala  Likert Variabel  Fungsiona l (X5)  Loyalitas pelanggan disebabkan  karena Palazzo Hair and make  up  salon Setiabudi mampu  menjalankan fungsinya dengan  baik sebagai salon yaitu  mempercantik semua  pelanggannya dengan kualitas  yang baik dan pelayanan yang  profesional. Sehingga pelanggan  takut tidak akan menemukannya  di salon lain.
1. Pegawai salon sangat  cekatan dalam melakukan  pekerjaannya  2. Pegawai salon dapat  diandalkan kemampuannya  3. Kualitas pekerjaan  pegawai salon sangat  memuaskan Skala  Likert Pelanggan (Y) Individu yang datang ke salon  Palazzo secara rutin untuk  melakukan perawatan  kecantikan 1. Pelanggan tidak ingin  pindah ke salon lain 2. Pelanggan yakin ini adalah  salon terbaik 3. Pelanggan selalu  merekomendasikan salon  ini kepada orang lain 4. Menjadi pelanggan salon  ini adalah pilihan tepat Skala  Likert Sumber : Anastasia (2008) (data diolah, 2010) 3.  Skala Pengukuran Data Skala pengukuran data yang digunakan adalah skala likert.
Skala likert digunakan untuk mengatur sikap, pendapat, dan persepsi  seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial. Dalam penelitian  fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik olah peneliti yang  selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian ( Sugiyono, 2004 : 86 ).
Kriteria pengukuran data adalah sebagai berikut :  5  = Sangat Setuju  4  = Setuju   3  =  Cukup   2  = Tidak Setuju  1  = Sangat Tidak Setuju 4.  Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian berada di Palazzo Hair and make up salon Setiabud i  Medan yang beralamat di Jalan Setiabudi No 275 B Medan. Penelitian  berlangsung dari bulan Juli sampai September 2010.
5.  Jenis dan Sumber Data Karangan ilmiah membutuhkan data – data yang akan dianalisis untuk  memecahkan permasalahan – permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu dalam  penelitian ini digunakan dua jenis sumber data yakni : a.  Data Primer, yaitu data yang diperoleh dari responden  terpillih pada lokasi penelitian melalui kuesioner dan wawancara kepada  responden.
b.  Data sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui studi  pustaka, dengan mempelajari berbagai tulisan melalui buku, jurnal dan  majalah untuk mendukung penelitian ini.
6.  Populasi dan Sampel a.  Populasi  Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa  orang, objek, atau kejadian dimana kita tertarik untuk mempelajarinya atau  menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2003 : 103). Populasi dalam penelitian ini  adalah semua pelanggan yang datang ke Palazzo Hair and make up  salon  Setiabudi Medan selama tiga bulan terakhir sebanyak 400 orang.
 b.  Sampel Menurut Gay dalam buku Umar (2007: 79), menjelaskan bahwa ukuran  minimum sampel yang diterima berdasarkan pada desain penelitian yang  digunakan untuk populasi relatif kecil minimal 20% dari populasi.
Populasi dan sampel dapat dilihat pada Tabel 1.2 berikut ini: Tabel 1.2 Populasi dan Sampel Pelanggan Salon April-Juni 2010 Pelanggan Salon Total  April (Orang) Mei (Orang) Juni (Orang) Jumlah   125  135  140  400 Sumber: Palazzo Hair And Makeup Salon Setia Budi Medan (data diolah,  2010)  Dimana :   n = jumlah sampel N = ukuran populasi e = taraf kesalahan yaitu 5 % atau 0,05 Populasi (N) berjumlah 400 orang, sehingga jumlah sampel adalah :   400  n  =  1 + (400 x 0,05 2 )  n = 200 atau 200 orang Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah (simple random  sampling) yaitu teknik pengambilan sampel dimana setiap elemen populasi  mempunyai kesempatan yang sama dan diketahui untuk diseleksi (Cooper &   Schindler, 2006). Penulis menyebarkan kuesioner  secara acak kepada  pelanggan Palazzo Hair and Make up Salon Setiabudi Medan.
7.  Teknik Pengumpulan Data Pengambilan data penelitian dilakukan dengan cara berikut: a.  Wawancara (interview)  Pengumpulan data dengan cara wawancara langsung dengan wawancara  (interview) dengan Pemilik Palazzo Hair and Make up Salon Medan.
b. Daftar Pertanyaan (questionnaire) Teknik dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan kepada responden  untuk dijawab, dari jawaban ditentukan skornya dengan skala likert. Yang  nantinya didalam daftar pertanyaan tersebut akan diisi oleh Pelanggan  Palazzo Hair and Make up Salon Medan.
c. Observasi yaitu Pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian  disertai dengan pertanyaan dan komunikasi dengan objek yang diteliti.
8.  Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dilakukan untuk menguji apakah  kuesioner layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Valid berarti instrument  tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur,  dan  reliabel berarti instrumen yang digunakan beberapa kali untuk mengukur objek  yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiono, 2005:109). Uji validitas  dan reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan bantuan program  SPSS 16,00 for Windows.
 .
9.  Metode Analisis Data a.  Metode Analisis Deskriptif Metode deskriptif adalah metode yang dilakukan dengan cara menyusun,  mengelompokkan dan menganalisis data sehingga diperoleh gambaran tentang  masalah yang dihadapi dan untuk menjelaskan hasil perhitungan.
b.  Metode Analisis Statistik Analisis statistik adalah metode yang digunakan untuk mengetahui  pengaruh nilai-nilai ekonomis, faktor psiko logis, sosial, ritual, fungsional Palazzo  Hair and make up salon Setiabudi terhadap pelanggan dengan pengujian : 1.  Analisis Regresi Berganda Metode analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui berapa  besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat (pelanggan) Palazzo Hair  and make up salon Setiabudi (Sugiyono, 2005:204).
Model regresi berganda yang digunakan : Y = a+b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+b5X5+e , dimana : Y  = pelanggan  a  = konstanta b1, b2, b3, b4, b5  = koefisien regresi X1  = nilai-nilai ekonomis X2  = psiko logis X3  = sosial X4  = ritual  X5  = fungsional e  = standard error Perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji  statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak). Sebaiknya  disebut tidak signifikan apabila nilai uji statistiknya berada dalam daerah dimana  H0 diterima. Analisis regresi ada 3 jenis kriteria ketepatan, yaitu : a.  Uji Signifikansi (F) Uji F statistik dilakukan untuk melihat secara bersama-sama apakah ada  pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3, X4, X5) berupa  nilai-nilai ekonomis, psikologis, sosial, ritual dan fungsional terhadap pelanggan  yaitu variabel dependen (Y). model hipotesis yang digunakan dalam uji F-statistik  ini adalah : H0 : bi = 0, artinya variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh positif  terhadap variabel terikat.
Ha  : bi    0,  artinya  variabel  bebas  secara bersama-sama berpengaruh positif  terhadap variabel terikat.
Pengambilan keputusan : Jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima Jika probabilitas < 0,05 maka H1 diterima b.   Signifikansi Individual (Uji-t)  Uji-T dilakukan untuk menguji setiap variabel bebas (Xi) apakah  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Yi) secara parsial.
Bentuk pengujiannya adalah:  H0 : b1, b2 b3, b4 b5 = 0, artinya secara parsial tidak berpengaruh positif dari  variabel bebas terhadap variabel terikat .
Ha : b1, b2, b3, b4, b5 ≠ 0, artinya secara parsial berpengaruh positif dari variabel  bebas terhadap variabel terikat.
Pengambilan keputusan : Jika probabilitas < α 0,05, maka H0 di tolak Jika probabilitas > α 0,05, makaH0  di terima c.   Pengujian Koefisien Determinan (R 2 )  Determinan digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel  bebas terhadap variabel terikat. Dengan kata lain koefisien determinan digunakan  untuk mengukur besarnya pengaruh variabel bebas yang diteliti (X1, X2, X3, X4,  X5) yaitu nilai-nilai ekonomis, psikologis, sosial, ritual, dan fungsional terhadap  variabel terikat yaitu pelanggan (Y). Koefisien determinan (R 2 ) berkisar antara nol  sampai dengan satu ( 0 < R 2 < 1). Hal ini berarti bila R 2 = 0 menunjukkan tidak  adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan bila R 2 mendekati 1  menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi