Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH TUNJANGAN FINANSIAL TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. BANK



BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang Masalah 
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan elemen utama dalam organisasi  atau perusahaan dibandingkan elemen - elemen lainnya. Karena manusia itu  sendiri yang mengendalikan sumber daya yang lainnya. Manusialah yang mencari  modal, yang memilih dan menggunakan teknologi, serta manusia juga dapat  menjadi suatu keunggulan bersaing. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya  manusia dalam organisasi sangat penting.

Suatu perusahaan dapat dikatakan berhasil jika perusahaan tersebut telah  mencapai apa yang telah di targetkannya selama ini. Salah satu pencapaian  keberhasilan perusahaan adalah dengan meningkatkan kinerja karyawan yang ada  pada perusahaan tersebut.
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok  orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab  masing – masing dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan secara legal, tidak  melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan etika atau moral (Rivai dan  Basri, 2005).
Kinerja merupakan suatu hal yang sangat penting dalam usaha organisasi  untuk mencapai tujuannya, sehingga berbagai kegiatan harus dilakukan organisasi  untuk meningkatkannya. Salah satu diantaranya adalah melalui penilaian kinerja.
Penilaian kinerja merupakan suatu proses organisasi dalam menilai kinerja  pegawainya. Tujuan dilakukannya penilaian kinerja secara umum adalah untuk   memberikan feedback  kepada pegawai dalam upaya memperbaiki tampilan  kerjanya dan upaya meningkatkan produktivitas organisasi dan secara khusus  dilakukan dalam kaitannya dengan berbagai kebijaksanaan terhadap pegawai  seperti untuk tujuan promosi, kenaikan gaji, pendidikan dan latihan, dan lain –  lain ( Marihot Tua Efendi Hariandja, 2002) .
Setiap perusahaan mengharapkan semua karyawannya memberi kinerja  yang tinggi guna mencapai keuntungan perusahaan. Untuk  mendapatkan apa  yang di harapkan perusahaan, dibutuhkan strategi yang bisa memotivasi karyawan  agar memberikan hasil yang optimal. Salah satunya adalah memberikan  kompensasi yang adil dan layak.
Menurut Mathis dan Jackson (2001) faktor – faktor yang mempengaruhi  kinerja individual tenaga kerja, yaitu; Kemampuan mereka, Motivasi, dukungan  yang diterima, keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan, dan hubungan mereka  dengan organisasi. Pemberian kompensasi yang adil dan layak merupakan  motivasi bagi karyawan dalam meningkatkan kinerjanya dan memberikan  kontribusi yang baik bagi perusahaan.
Kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai  balas jasa atau upaya – upaya yang telah diberikan kepada perusahaan ( Arep dan  Tanjung, 2003). Sedangkan menurut Sofyandi, kompensasi adalah suatu bentuk  biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan dengan harapan bahwa perusahaan  akan  memperoleh  imbalan  dalam  bentuk  prestasi  kerja  dari  karyawannya  ( Sofyandi, 2008). Salah satu bentuk kompensasi adalah dalam bentuk tunjangan.
 Tunjangan adalah pemberian bagian keuntungan atau manfaat lainnya bagi  para pekerja diluar gaji atau upah tetap dapat berupa uang atau barang ( Arep dan  Tanjung, 2003). Tunjangan merupakan kompensasi tidak langsung yang diberikan  kepada seorang karyawan atau kelompok karyawan sebagai bagian dari ke  anggotaan organisasional (Mathis dan Jackson, 2006).
Menurut Hariandja (2002), pemberian tunjangan bertujuan untuk; (1)  meningkatkan produktivitas, (2) meningkatkan komitmen, (3) mengurangi  perputaran kerja, dan (4) mengurangi gangguan unjuk rasa sebagai faktor yang  sangat penting dalam usaha meningkatkan efektivitas organisai.
Sebagian besar perusahaan mengeluarkan banyak uang untuk program  tunjangan pekerja. Pemberian tunjangan tentunya tidak diberikan dengan  percuma. Dengan adanya pemberian tunjangan diharapkan karyawan termotivasi  untuk memberikan kinerja yang tinggi sehingga tujuan – tujuan perusahaan dapat  tercapai.
Pemberian tunjangan kerja yang cukup dan dikelola dengan baik oleh  perusahaan tentu sangat berpengaruh terhadap kesetiaan dan kinerja karyawannya.
Meskipun tunjangan hanya merupakan gaji pelengkap, namun perannya cukup  membantu perusahaan dalam memotivasi karyawan untuk lebih semangat bekerja.
Semakin besar jumlah tunjangan yang diberikan akan mendorong kemauan  karyawan untuk memberikan kontribusi yang lebih tinggi ( Hariandja, 2002).
Tunjangan yang diterima oleh karyawan haruslah dikelola secara adil dan  layak, artinya tunjangan tersebut harus disesuaikan dengan  apa yang telah  diberikan oleh karyawan kepada perusahaan. Tunjangan yang diberikan secara   adil dan layak akan berpengaruh dalam memotivasi karyawan untuk bekerja lebih  optimal.
Menurut Sukoco (2006), meningkatnya tunjangan ataupun penghargaan  yang diberikan kepada pegawai akan berpengaruh terhadap produktivitas mereka.
Karena biasanya penghargaan yang akan diberikan dihubungkan dengan tingkat  kinerja yang dapat mereka hasilkan.
Untuk memotiasi karyawannya agar memberikan kinerja yang baik Bank  menerapkan sistem tunjangan kepada karyawan. Salah satunya adalah tunjangan  atau tambahan gaji diluar gaji pokok yang diberikan dalam bentuk insentif.
Insentif akan diberikan kepada karyawan apabila mampu mencapai target yang  telah ditentukan oleh perusahaan.
Insentif merupakan tambahan balas jasa yang diberikan kepada karyawan  tertentu yang prestasinya di atas prestasi standar. Pemberian insentif berfungsi  untuk memberi dorongan kepada karyawan dengan tujuan utama adalah untuk  mempertahankan stabilitas karyawan, menurunkan turn over, dan meningkatkan  loyalitas atau komitment karyawan terhadap perusahaan ( Hasibuan, 2005 ).
Bank Sumut merupakan badan usaha yang bergerak di bidang perbankan.
Seperti perusahaan perbankan pada umumnya Bank Sumut juga menawarkan  beberapa produk yang merupakan output yang dihasilkan perusahaan diantaranya  adalah; Giro, Tabungan, dan Deposito. Pertumbuhan perusahaan perbankan sangat  tergantung pada besarnya dana pihak ketiga yang dihimpun dan disalurkan  kembali kepada masyarakat. Jumlah dana  yang berhasil dihimpun akan  mempengaruhi besarnya jumlah pendapatan bunga perusahaan. Pendapatan yang   semakin meningkat menunjukkan bahwa produktiitas perusahaan juga mengalami  peningkatan. Dimana hal ini berarti bahwa kinerja perusahaan dalam keadaan  baik.
Dalam menjalankan usahanya Bank Sumut menetapkan target – target yang  harus dicapai oleh perusahaan setiap tahunnya. Pencapaian target tersebut  merupakan salah satu penentu berhasil atau tidaknya suatu perusahaan. Jika  realisasi lebih besar dari jumlah yang ditargetkan dapat dikatakan perusahaan  berkinerja baik. Sebaliknya jika realisasi lebih kecil dari jumlah yang ditargetkan  artinya kinerja perusahaan kurang baik.
Tabel 1.1 Target dan Realisasi Bank Sumut Tahun 2009 Keterangan  Target   Realisasi  Pendapatan Bunga  Rp 1.307.000.000.000  Rp 1.063.761.573.385 Pendapatan Bersih  Rp 1.509.000.000.000  Rp 584.660.255.188 Dana pihak ketiga  Rp 9.563.000.000.000  Rp 8.075.686.491.312 Sumber: Annual Report Bank Sumut Pada Tabel 1.1 di atas terlihat adanya ketidaksesuaian antara realisasi  dengan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Seperti pendapatan bunga  yang awalnya ditargetkan sebesar Rp 1.307.000.000.000 ternyata hanya mampu  direalisasikan sebesar Rp 1.063.761.573.385. Begitu juga dengan pendapatan  bersih yang awalnya targetkan sebesar Rp 1.509.000.000.000 hanya mampu  direalisasikan sebesar Rp 584.660.255.188. Demikian halnya dengan dana pihak  ketiga yang berhasil dihimpun pihak perusahaan hanya mampu direalisasikan   sebesar Rp 8.074.686.491.312 dari target yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu  Rp 9.563.000.000.000.
Hal ini bisa menjadi ancaman bagi perusahaan. Jika kejadian seperti ini  terus dibiarkan tidak menutup kemungkinan perusahaan akan mengalami  kerugian. Pihak manajemen harusnya lebih memperhatikan kembali hal – hal yang  merupakan kendala tercapainya target perusahaan selama ini. Mungkin saja hal  ini disebabkan oleh insentif yang diberikan kurang memuaskan bagi karyawan  sehingga karyawan tidak termotivasi untuk bekerja secara optimal.
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan sebuah  penelitian dengan judul “Pengaruh Tunjangan terhadap Kinerja Karyawan  pada PT. Bank Sumut Kantor Cabang Utama Medan”.
Peneliti tertarik melakukan penelitian pada bagian pemasaran. Hal ini  disebabkan karena bagian pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan  perusahaan dalam meningkatkan pendapatan perusahaan. Bagian pemasaranlah  yang merekrut nasabah dan bagian pemasaran juga yang memasarkan produk  sehingga para nasabah tertarik untuk menyimpan dananya kepada perusahaan.
Untuk mempertahankan kinerja mereka maka perusahaan memberikan tunjangan  dalam bentuk Insentif. Pemberian tunjangan dilakukan berdasarkan prestasi yang  diraih oleh karyawan. Prestasi tersebut dinilai berdasarkan banyaknya nasabah  yang berhasil direkrut atau dana yang disimpan oleh nasabah pada perusahaan.
B.  Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka  penulis merumuskan masalah sebagai berikut:  “ Apakah ada pengaruh   tunjangan finansial terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Sumut  Kantor Cabang Utama Medan?” C.  Kerangka Konseptual Tunjangan adalah segala pembayaran tambahan oleh perusahaan kepada  karyawan  berupa  tunai  dan  diberikan  secara  langsung   atau  periodik.
( Ruky, 2002). Sedangkan menurut Arep dan Tanjung ( 2003 ), tunjangan adalah  pemberian bagian keuntungan atau manfaat lainnya bagi para pekerja diluar gaji  atau upah tetap dapat berupa uang atau barang.
Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka  memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain; kuantitas Output, Kualitas  Output, Jangka waktu Output, Kehadiran di tempat kerja, dan Sikap kooperatif  ( Mathis dan Jackson, 2002) Berdasarkan teori pendukung dan perumusan masalah yang dikemukakan,  berikut disajikan kerangka konseptual yang berfungsi sebagai penuntun yang  merupakan dasar bagi perumusan hipotesis.
Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber: Mathis dan Jackson ( 2002: 78 ) diolah Tunjangan Finansial  (X) Kinerja Karyawan ( Y ): Yaitu terdiri dari : 1.  Kuantitas dari hasil 2.  Kualitas dari hasil  3.  Jangka waktu penyelesaian 4.  Kemampuan bekerja sama  Didalam kerangka konseptual penulis tidak mencantumkan kehadiran  ditempat kerja sebagai indikator kinerja karyawan. Karena menurut penulis  kehadiran di tempat kerja saja belum tentu membuat karyawan tersebut  memberikan kontribusi untuk perusahaan.
D.  Hipotesis  Berdasarkan kerangka konseptual diatas, peneliti merumuskan hipotesis  sebagai berikut :  “ Pemberian tunjangan mempunyai pengaruh yang  signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Sumut Medan”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Adapun tujuan peneliti adalah untuk mengetahui dan menganalisa  pengaruh pemberian tunjangan terhadap kinerja karyawan pada PT  Bank Sumut kantor Cabang Utama Medan.
2.  Manfaat penelitian a.  Bagi Perusahaan Diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam  menetapkan kebijakan perusahaan dalam hal pemberian tunjangan  sebagai upaya dalam mencapai tujuan perusahaan.
b.  Bagi Peneliti Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan penulis  tentang pengaruh pemberian tunjangan terhadap kinerja karyawan.
c.  Bagi Peneliti Selanjutnya  Memberikan sumbangan pemikiran atau referensi bagi peneliti  yang nantinya dapat memberikan perbandingan dalam mengadakan  penelitian lebih lanjut di masa yang akan datang.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Penelitian ini membahas pengaruh pemberian tunjangan yang berbentuk  finansial terhadap kinerja karyawan pada PT Bank Sumut Kantor  Cabang Utama Medan pada bagian pemasaran. Dalam penelitian ini  penulis membatasi tunjangan yang diberikan kepada karyawan adalah  tunjangan dalam bentuk insentif.
2.  Defenisi Operasional Defenisi Operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel  suatu faktor yang berkaitan dengan faktor variabel yang lainnya. Defenisi  Operasional merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur untuk  mengetahui baik buruknya pengukuran dalam sebuah penelitian.  Pada  penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Tunjangan sebagai  variabel bebas ( X ) dan kinerja sebagai variabel terikat ( Y ). Kedua  variabel tersebut dapat di defenisikan sebagai berikut: a.  Tunjangan ( X ) Dalam penelitian ini penulis mendefinisikan tunjangan sebagai  imbalan tidak langsung, yang diberikan perusahaan kepada karyawan  atas hasil usaha yang telah di berikannya kepada perusahaan. Dalam hal   ini tunjangan yang dimaksud adalah tambahan gaji diluar gaji pokok  dalam bentuk insentif.
Insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada  karyawan tertentu yang prestasinya diatas prestasi standar ( Hasibuan,  2005). Sedangkan menurut Handoko ( 2002 ), Insentif merupakan  perangsang yang ditawarkan kepada karyawan untuk melaksanakan  kerja sesuai atau lebih tinggi dari standar – standar yang telah  ditetapkan. Rangsangan yang diberikan dengan maksud untuk dapat  meningkatkan prestasi karyawan dan mempertahankan karyawan yang  berprestasi untuk tetap berada dalam perusahaan.
b.  Kinerja Karyawan ( Y ) Kinerja didefenisikan sebagai hasil atau tingkat keberhasilan  sesorang secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam  melaksanakan dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti  standar hasil kerja, target atau sasaran atau criteria yang telah  ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama ( Rivai dan  Basri, 2005). Dimana yang menjadi tolak ukur kinerja dalam penelitian  ini adalah Kuantitas dari hasil, kualitas dari hasil, jangka waktu  penyelesaian hasil, dan kemampuan bekerja sama.
3.  Skala pengukuran variabel Pengukuran yang digunakan oleh penulis untuk mengetahui masing –  masing variable yaitu variable X ( Tunjangan Finansial ) dan Variable Y   (Kinerja) adalah dengan menggunakan skala likert . Skala Likert digunakan  untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seorang atau kelompok  tentang fenomena sosial ( Sugiyono, 2004 : 86 ).
Skala likert diukur dengan menjabarkan variabel menjadi indikator  variabel. Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk  menyusun butir-butir pertanyaan yang dapat berupa pernyataan atau  pertanyaan. Dalam melakukan penelitian terhadap variabel- variabel yang  akan diuji, pada setiap jawaban akan diberi skor. Skor yang diberikan adalah  sebagai berikut: 5 = Sangat Setuju (SS) 4 = Setuju (S) 3 = Kurang Setuju (KS) 2 = Tidak Setuju (TS) 1 = Sangat Tidak Setuju (STS)  Tabel 1.2 Indikator Operasional Variabel 4.  Lokasi dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada kantor pusat PT. Bank Sumut Medan  yang beralamat di Jl. Imam Bonjol No. 9 Medan. Waktu penelitian  dilaksanakan penulis mulai Desember 2010 sampai dengan Januari 2011.
Variabel  Defenisi Operasional   Indikator Variabel  Skala  Pengukuran  Tunjangan  Finansial  ( X ) Tunjangan merupakan imbalan  tidak  langsung  yang  diberikan  perusahaan kepada karyawan atas  hasil usaha yang telah  diberikannya kepada perusahaan.
Insetif dalam bentuk: 1. Bonus yaitu berupa uang  yang diberikan sebagai balas  jasa atas hasil kerja yang  telah dilaksanakan.
2. Komisi yaitu berupa uang  yang dibayarkan  kepada  pihak yang menghasilkan  penjualan yang baik.
Skala Likert Kinerja  karyawan  ( Y ) Kinerja adalah hasil atau tingkat  keberhasilan seseorang secara  keseluruhan selama periode  tertentu di dalam melakasanakan  tugas dibandingkan dengan  berbagai kemungkinan seperti  standar hasil kerja, target atau  sasaran atau criteria yang telah  ditentukan dan disepakati  bersama.
1. Kuantitas dari Hasil 2. Kualitas dari Hasil 3. Jangka waktu penyelesaian  4. Kemampuan bekerja sama Skala Likert  5.  Populasi dan Sampel a.  Populasi  Menurut Sugiyono ( 2004 ) populasi adalah wilayah generalisasi  yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan  karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk  dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Populasi pada penelitian  ini adalah seluruh karyawan Bank Sumut Kantor Cabang Utama  Medan pada bagian Pemasaran yang berjumlah 36 orang yang  terdiri dari empat Divisi antara lain; Divisi Treasury, Divisi  Kredit, dan Divisi penyelamatan Kredit. Penulis memilih  karyawan pada bagian pemasaran sebagai populasi dalam  penelitian ini karena bagian pemasaran merupakan ujung tombak  perusahaan Perbankan.
b.   Sampel Dari penjelasan tersebut maka penulis menggunakan metode  sampling jenuh dengan menjadikan seluruh jumlah populasi  menjadi jumlah sampel yang akan dijadikan objek penelitian yang  seluruhnya berjumlah 36 orang.
6.  Jenis Data a. Data Primer Data primer adalah data yang didapat langsung dari sumbernya dan  kemudian data ini diolah kembali untuk tujuan-tujuan sesuai   dengan kebutuhannya. Data primer dalam penelitian ini didapat  dengan memberikan kuesioner dan wawancara kepada karyawan  Bank Sumut, Medan.
b. Data Sekunder Data sekunder yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi  berupa dokumen perusahaan atau organisasi dan publikasi yang  dikumpulkan oleh pihak atau instansi lain. data sekunder dalam  penelitian ini meliputi profil Perusahaan, struktur organisasi dan  data yang diperoleh dari hasil pengolahan buku, teori – teori  literature yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
7.  Teknik Pengumpulan Data a. Angket ( Kuesioner )  Angket ( kuesioner ) adalah suatu teknik pengumpulan data dengan  cara memberikan sejumlah pertanyaan kepada responden dengan  beberapa alternative jawaban.
b. Studi Dokumentasi  Studi dokumentasi yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari  buku – buku, jurnal, dan dokumen lain yang berhubungan dengan  masalah yang diteliti.
8.  Uji Validitas dan Reliabilitas  Uji validitas digunakan untuk mengukur apakah data dan instrument  yang digunakan merupakan data instrument yang valid (sebenarnya) atau  tidak valid. Reliabilitas menunjukkan ukuran suatu kestabilan dan  konsistensi responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan daftar  pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel yang disusun dalam  bentuk kuesioner. Untuk melakukan uji ini penulis menggunakan bantuan  SPSS versi 17.00. Responden untuk menguji validitas dan reliabilitas adalah  karyawan Bank Sumut kantor Cabang Iskandar Muda Medan sebanyak 30  orang yang tidak termasuk dalam responden penelitian.
9.   Metode Analisis Data a. Metode Deskriptif Metode deskriftif merupakan penganalisisan data dengan cara  menyusun data, mengelompokkannya, selanjutnya  menginterpretasikannya, sehingga diperoleh gambaran sebenarnya  mengenai kondisi perusahaan.
b. Metode Analisis Regresi Linier Sederhana Metode regresi linier sederhana digunakan untuk melihat  bagaimana pengaruh tunjangan terhadap kinerja karyawan yang  dapat dilihat sebagai berikut : Y = a + bX  Dimana : Y = Kinerja Karyawan X = Tunjangan a = Nilai Intercept ( constan ) b = Koefisien Arah Regresi Untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis, data di olah  secara statistik dengan menggunakan alat bantu SPSS versi 17.00  sebelum data tersebut di analisis, data harus memenuhi syarat  asumsi klasik yang meliputi: a. Uji Heterokedastisitas  Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model  regresi, terjadi ketidaksamaan varians dari residual suatu  pengamatan yang lain. Pemeriksaan terhadap gejala  heterokedastisitas adalah dengan melihat pola diagram mancar  residual yaitu selisih antara nilai Y prediksi dengan nilai Y  observasi.
b.  Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah data yang  diambil telah mengikuti sebaran distribusi normal atau tidak.
Tujuan uji normalitas membuat generalisasi hasil analisa data  sampel.
 c. Pengujian Hipotesis 1. Uji Signifikan Individual ( Uji-t ) Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas  secara individual terhadap variabel terikat.
H0: b1= 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang  positif dan signifikan dari variabel bebas (X) yaitu berupa  tunjangan terhadap kinerja karyawan yang ditulis sebagai  variabel terikat (Y) Ha: b1≠0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif  dan signifikan dari variabel bebas (X) yaitu berupa tunjangan  terhadap kinerja karyawan yang ditulis sebagai variabel terikat  (Y).
Kriteria pengambilan keputusan: H0 diterima jika t hitung  < t tabel pada α = 5% Ha diterima jika t hitung  > t tabel pada α = 5% 2. Uji Koefisien Determinasi (R 2 )  Pada intinya uji koefisien determinasi digunakan untuk  mengukur seberapa kemampuan model dalam menerangkan  variabel terikat. Jika R 2 semakin besar ( mendekati satu ), maka  dapat dikatakan bahwa pengaruh Variabel bebas (X) yaitu   tunjangan finansial adalah besar terhadap variabel terikat (Y)  yaitu kinerja karyawan. Hal ini berarti model yang digunakan  semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang  diteliti terhadap variabel terikat. Sebaliknya jika R 2 semakin  kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh  variabel bebas (X) yaitu tunjangan terhadap variabel terikat (Y)  yaitu kinerja pegawai semakin kecil. hal ini berarti model yang  digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variael  bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi