BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai suatu
tujuan sangat ditentukan oleh kemampuan
pimpinan perusahaan dalam merencanakan
tenaga kerja yang akan dipakai agar potensi mereka dapat dimanfaatkan untuk memeperoleh hasil
yang maksimal.
Imbalan sangat
penting bagi organisasi atau perusahaan, karena mencerminkan upaya organisasi atau perusahaan untuk mempertahankan sumber daya manusia sebagai
komponen utama, dan merupakan komponen
biaya yang paling penting. Disamping pertimbangan
tersebut, imbalan juga merupakan salah satu aspek yang berarti bagi karyawan, karena bagi
karyawan besarnya imbalan mencerminkan
ukuran nilai karya mereka diantara para karyawan itu sendiri, keluarga dan masyarakat.
Karyawan adalah aset terbesar perusahaan.
Karena itu wajar jika banyak perusahaan
yang tidak ingin kehilangan karyawannya yang
berkualitas. Tetapi kesempatan berkarier yang semakin luas terkadang tidak mampu menahan karyawan untuk
mengejar karier yang lebih baik. Apalagi
jika mereka tidak mendapatkan kepuasan di tempat kerjanya saat ini.Begitu kesempatan
baik itu datang, para karyawan tidak
akan menunda-nunda lagi untuk resign dan pindah kerja.
Menurut
Sedarmayanti(2001:24-24) berpendapat bahwa pemberian imbalan dalam suatu organisasi harus
diatur agar menjadi sistem yang baik
dalam organisasi. Salah satu tujuaan
pemberian imbalan kepada karyawan adalah
untuk mempertahankan karyawan.
Dengan Sistem
imbalan yang baik para karyawan akan lebih betah bertahan bekerja pada perusahaan. Hal ini
berarti mencegah keluarnya pegawai dari
organisasi untuk mencari pekerjaan yang lebih
menguntungkan. Dengan tingginya loyalitas karyawan kepada perusahaan, maka akan mengurangi seringnya
pelaksanaan rekruitmen akibat dari seringnya karyawan yang keluar
mencari pekerjaan yang lebih baik atau
menguntungkan. Hal ini berarti penghematan
biaya untuk rekruitmen dan seleksi pegawai baru.
Loyalitas karyawan
di suatu perusahaan banyak sekali dipengaruhi
oleh berbagai faktor, salah satunya adalah imbalan yang berbentuk kompensasi, karena pada umumnya
loyalitas karyawan akan cenderung
menjadi lebih baik apabila dibarengi dengan peningkatan imbalan.
PT Nesterwin Riau
adalah perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit. Pemberian imbalan
pada PT Nesterwin Riau antara lain: gaji
pokok, bonus, insentif dan tunjangan-tunjangan.
Berdasarkan data
yang diperoleh PT Nesterwin Riau, bahwa pada tahun 2003 perusahaan tersebut merubah
kebijakan imbalan dimana pada tahun
tersebut memutuskan memberikan sebesar 10% dari laba dala satu periode laporan keuangan. Pada Tabel
I.1 berikut ini adalah data absensi,
imbalan bagian Sumber Daya Manusia dan laba PT Nesterwin tahun 2004-2006.
Tabel I.1 Daftar
Absensi ,Imbalan dan Laba Bagian SDM PT Nesterwin
Riau Tahun 2004-2006 Tahun Jlh.
Kary awa n Absensi
Sistem Imbalan (RP.) Laba (Rp.000)
O p S k Iz C t T k GP IBT TI
0 4 Sem.I 34
1 6 8
3 3 29.730.200
48.755.233 78.485.433 16.254.696.
Sem.II - 8
6 2 -
29.730.200 49.790.324 79.520.524 16.138.888 0 5 Sem.I
34 3 5
5 2 1
29.730.200 51991.652 81.721.852 18.245.987 Sem.II 1
2 - 2
1 29.730.200 52.666.167
82.396.367 20.254.378 6
Sem.I 34 2
1 3 1
- 31.889.909 55.987.187
87.877.096 22.768.986 Sem.II -
3 2 1
- 31.889.909 56.986.764
88.876.673 22.998.475 Sumber: PT. NESTERWIN RIAU Keterangan : Op : Opname
GP : Gaji Pokok Sk :
Sakit IBT : Insentif,Bonus, dan Tunjangan
Iz : Izin
TI : Total Imbalan Tk : Tanpa Keterangan Ct :
Cuti Sem : Semester Pada Tabel I.1 secara implisit
penulis menilai kebijakan baru mengenai
imbalan yang dibuat oleh perusahaan dapat meningkatkan loyalitas karyawan dengan
menurunnya angka absensi karyawan.
Tetapi disatu sisi penulis ingin mengetahui secara mendalam apakah meningkatnya loyalitas
karyawan tersebut memang disebabkan oleh
efek yang ditimbulkan dari kebijakan baru mengenai imbalan tersebut. Berdasarkan uraian ringkas
diatas, maka penulis tertarik untuk
melakukan peneletian dengan judul :“Hubungan Imbalan Dengan Loyalitas Karyawan Pada PT
Nesterwin Riau”.
B. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang
masalah yang dikemukakan diatas, maka
peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:”Apakah pelaksanaan pemberian imbalan berhubungan
positif dan signifikan dengan Loyalitas
karayawan pada PT Nesterwin Riau”.
C. KERANGKA
KONSEPTUAL Loyalitas karyawan di suatu perusahaan banyak sekali dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah
satunya adalah imbalan yang berbentuk
kompensasi, karena pada umumnya loyalitas karyawan akan cenderung menjadi lebih baik apabila
dibarengi dengan peningkatan imbalan.
Sebab tujuan dari setiap tenaga kerja bekerja adalah untuk memperoleh penghasilan atau
pendapatan yang diberikan perusahaan
dalam bentuk imbalan Imbalan yang layak dan wajar akan mendorong peningkatan loyalitas karyawan pada perusahaan. Loyalitas
karyawan mengacu pada kesetiaan karyawan
kepada perusahaan. Dan kesetiaan adalah kualitas
yang menyebabkan kita tidak menggemingkan dukungan dan pembelaan kita pada sesuatu.
Sumber : Matutina
(2001:205) Gambar 1.1 Kerangka
Konseptual Imbalan dan Loyalitas D. HIPOTESIS Hipotesis adalah rumusan jawaban
sementara untuk permasalahan yang
dihadapi oleh perusahaan yang kebenarannya masih perlu diuji secara empiris. Berdasarkan
perumusan masalah yang telah ditetapkan,
maka hipotesis yang dikemukakan adalah: “Pemberian
imbalan berhubungan positif dan signifikan dengan Loyalitas Karyawan pada PT Nesterwin Riau”.
E. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 1. Tujuan penelitian IMBALAN 1.
Gaji Pokok 2. Bonus 3. Insentif 4.
Tunjangan LOYALITAS KARYAWAN 1.
Kesetiaan 2. Kedisiplinan 3. Tanggung Jawab Adapun
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pemberian imbalan dengan loyalitas
karyawan pada PT Nesterwin Riau”.
2. Manfaat Penelitian Manfaat yang di harapkan
dari penelitian ini adalah : a. Bagi perusahaan sebagai bahan masukan untuk
perusahaan dimasa – masa yang akan
datang dalam menyusun kebijakan imbalan
bagi karyawan PT Nesterwin Riau.
b. Bagi peneliti : penelitian ini merupakan suatu
kesempatan bagi peneliti untuk
menerapkan teori – teori yang diperoleh dari
bangku kuliah dalam praktek yang sebenarnya.
c. Bagi orang lain : sebagai referensi yang
dapat memberikan perbandingan dalam
melakukan penelitian pada bidang yang sama.
F. METODE PENELITIAN 1. Batasan Operasional Untuk Menghindari
kesimpangsiuran dalam pembahasan dan analisis
terhadap permasalahan, maka peneliti membatasi penelitian ini pada hubungan pemberian imbalan yaitu gaji
pokok, insentif, bonus dan tunjangan-tunjangan
dengan loyalitas karyawan yaitu kesetiaan,
kedisiplinan, tanggung jawab karyawan pada PT Nesterwin Riau.
2.
Definisi Operasional Untuk menjelaskan variabel yang diidentifikasi,
maka perlu mendefinisi operasionalkan masing
– masing variabel sebagai upaya pemahaman
dalam penelitian. Definisi variabel yang diteliti sebagai berikut: a.
Variabel Independen : Imbalan (X) Ruky(2001:9) menyatakan bahwa imbalan mempunyai cakupan yang lebih luas dari pada upah dan
gaji. Imbalan mencakup semua pengeluaran
yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk
para pekerja, baik secara langsung, rutin atau tidak langsung (pada suatu hari nanti).
Oleh karena imbalan
sangat luas cakupannya, dan karena keterbatasan
peneliti, maka didalam skripsi ini yang diteliti
sebagai imbalan yang dapat diukur atau dihitung secara finansial saja, yaitu antara lain: 1. Gaji
Hariandja (2002:245) mendefinisikan gaji
sebagai bayaran tetap yang diterima seseorang dari keanggotannya dalam sebuah organisasi 2. Bonus Ruky (2001:185) mendefinisikan bonus
sebagai pemberian pendapatan tambahan
bagi karyawan/pekerja yang hanya
diberikan setahun sekali bila
syarat-syarat tertentu dipenuhi.
3. Insentif Panggabean (2002-77) mendefinisikan
insentif sebagai imbalan langsung yang
diberikan kepada karyawan karena
kinerjanya melebihi satandar yang ditentukan.
4. Tunjangan Mathis dan Jackson (2002:203), di dalam
bukunya mendefinisikan tunjangan sebagai
imbalan tidak langsung yang diberikan
kepada seorang karyawan atau sekelompok
karyawan sebagai bagian dari keanggotannya
diperusahaan.
b. Variabel dependen : Loyalitas(Y) Loyalitas
adalah kesetiaan. Dan kesetiaan adalah kualitas yang menyebabkan kita tidak menggemingkan
dukungan dan pembelaan kita pada
sesuatu.Loyalitas mengacu pada kesetiaan,
kedisiplinan dan tanggung jawab.
Berdasarkan
definisi operasional yang dikemukakan sebelumnya,
maka peneliti merumuskan penganalisaan variabel
sebagai berikut : Tabel I.1 Operasional
Variabel Variabel Indikator Skala Pengukuran
Imbalan (X) a.
Besarnya gaji pokok, insentif, bonus
dan tunjangan b. Peningkatan Gaji pokok,
insentif, bonus dan tunjangan c. Ketepatan dan kelancaran gaji pokok, insentif, bonus dan tunjangan.
Likert Loyalitas (Y)
a. Kesetiaan b. Kedisiplinan c. Tanggung Jawab Likert 3. Skala Pengukuran Variabel Adapun yang menjadi
skala pengukuran data dalam penelitian ini
adalah skala likert sebagai alat untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang
tentang fenomena sosial. Pada waktu
melakukan penelitian terhadap variable-variabel yang akan diuji, pada setiap jawaban akan
diberi skor. (Sugiyono, 2005:86).
Skala Likert
menggunakan lima tingkatan jawaban yang dapat dilihat dari Tabel 1.3 berikut ini:(Sugiyono,
2005:88) Tabel 1.2 Instrumen Skala
Likert No PERNYATAAN SKOR 1
Sangat Setuju (SS) 5 2 Setuju (S)
4 3 Netral (N) 3 4
Tidak Setuju (TS) 2 5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber: Sugiyono, 2005:88 4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian
dilaksanakan di PT Nesterwin Riau di Desa Muara Dilam, Kec. Kunto Darusalam Kabupaten Rokan
Hulu Propinsi Riau.
Penelitian
dilakukan dari bulan Maret 2008 sampai April 2008.
5. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh
karyawan PT Nesterwin Riau bagian Sumber Daya Manusia yang berjumlah
47orang.
b. Sampel Berhubung jumlah populasi pada objek
penelitian ini berjumlah 47 orang maka
mengenai penarikan sampel adalah
sensus. Sensus adalah cara pengumpulan data kalau seluruh elemen populasi diselidiki satu
persatu sehingga sensus sering disebut
pencatatan atau perhitungan yang lengkap
dari seluruh elemen populasi (Supranto,2001:44).
6. Jenis dan Sumber
Data Peneliti menggunakan dua jenis data dalam melakukan penelitian untuk membantu memecahkan masalah: a. Data Primer Adalah data yang diperoleh dari
responden secara langsung dilokasi
penelitian. Berdasarkan masalah dalam penelitian
ini maka data primer yang dibutuhkan adalah tentang sistem imbalan dan kulitas kerja
karyawan.
b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang berisikan
informasi dan teori-teori yang digunakan
untuk mendukung penelitian yang
dilakukan. Peneliti mendapatkan data sekunder
dari buku-buku yang berhubungan dengan penelitian
tersebut, catatan kuliah dan literature-literatur lainnyan serta struktur organisasi dan uraian
tugas yang dikeluarkan oleh PT Nesterwin
Riau .
7. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan
data dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan beberapa teknik pengumpulan data antara lain: a. Wawancara Wawancara adalah Tanya jawab antara orang yang
melakukan penyelidikan dengan responden.
Biasanya orang yang melakukan
penyelidikan juga membawa daftar pertanyaan
– pertanyaan yang berhubungan dengan data yang dibutuhkan sipeneliti.
b. Studi Dokumentasi Yaitu memperoleh data
dengan cara meninjau, membaca, atau
mempelajari dokumen – dokumen yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti.
c. Daftar pertanyaan (Kuesioner) Yaitu satu set
pertanyaan yang tersusun secara sistematis dan standar yang diberikan kepada responden
penelitian yang berisikan pertanyaan
tentang imbalan dan kualitas kerja
karyawan PT Nesterwin Riau.
8. Teknik Analisis Data Metode analisis data
yang digunakan adalah: a. Uji Validitas
dan Reliabilitas Uji validitas ini
dilakukan untuk mengukur apakah data yang
telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid atau tidak dengan alat ukur yang
digunakan (kuisoner). Bila korelasi tiap faktor positif dan
besarnya 0,3 keatas maka faktor tersebut
merupakan construct yang kuat. Uji
reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan kuesioner menunjukan
kosistensi didalam mengukur gejala yang
sama. Untuk melakukan uji ini, peneliti
menggunakan bantuan SPSS versi 12.0. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada PT
Nesterwin Riau bagian Pemasaran yang
berjumlah 15 orang.
b. Metode Analisis Deskriptif Metode deskriptif
yaitu suatu metode analisis yang digunakan
dengan cara mengumpulkan, mengolah, mengklasifikasikan,
dan menginterprestasikan data sehingga
diperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah
yang diteliti.
c. Metode Analisis Kuantitatif Metode analisis
kuantitatif merupakan metode yang digunakan
untuk menyajikan data dalam bentuk angka.
Dalam metode ini
peneliti akan menggunakan metode korelasi,
metode ini digunakan untuk menunjukan hubungan
antara variabel yang dianalisis, yaitu variabel sistem imbalan dan variabel kualitas kerja.
Analisis data menggunakan bantuan program soft
ware statistic yang umum digunakan yaitu
SPSS Versi 12.0.
dengan rumus
korelasi sebagai berikut (Sugiyono,2004:182):
nΣxy – (Σ x)( Σ y) r = ——————————————— √[{nΣx 2 – (Σx) 2 }{nΣy 2 - (Σy) 2 }] dimana : x = Imbalan y = Loyalitas Karyawan r = Koefisien korelasi n
= Jumlah Sampel Asumsi dalam analisis korelasi, yaitu: a. r ≠ 0 Artinya :
Menunjukan Adanya korelasi atau hubungan antara variabel imbalan (X) dengan variabel loyalitas
karyawan (Y).
b. r = 0 Artinya :
Menunjukan tidak adanya korelasi atau hubungan antara variabel imbalan (X) dengan variabel
loyalitas karyawan(Y).
c. r = 1 Artinya:
Menunjukan tidak adanya korelasi atau hubungan antara variabel imbalan dengan variabel
loyalitas karyawan.
Data – data yang diperoleh oleh peneliti agar
hasil penelitian lebih terarah dan tidak
menyimpang dari standar korelasi maka peneliti
menggunakan tehnik analisis data sebagai berikut: a. Uji-t Pengujian
hipotesis dengan menggunakan uji-t, untuk mengetahui apakah antara variabel bebas
(Independent) dengan variabel terikat
(dependent) mempunyai hubungan yang
signifikan atau tidak. Pengujian hipotesis dilakukan dengan Uji-t (uji signifikansi). Uji-t
dilakukan dengan menggunakan
langkah-langkah sebagai berikut: H0 Artinya
tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan dari variabel independent yaitu (X) berupa variabel imbalan terhadap loyalitas karyawan
yaitu variabel dependent (Y).
: b=0 Ha Artinya terdapat hubungan yang positif dan
siginifikan dari variabel
independent (X) berupa variabel imbalan terhadap loyalitas karyawan yaitu variabel
dependent (Y).
: b ≠ 0 Kriteria
Pengambilan Keputusan (KPK): H0 H diterima, apabila Nilai T-hitung < T-tabel
(α) a b. Uji
Koefisien Determinasi (R diterima, apabila Nilai T-hitung > T-tabel ( α) 2 ) Pengujian
dengan menggunakan uji koefisien determinasi, yaitu untuk melihat besarnya pengaruh variabel
bebas (sistem imbalan) dengan variabel terikat (loyalitas karyawan). Uji koefisien determinasi adalah
dengan persentase pengkuadratan
nilai koefisien yang
ditemukan ( Sugiyono, 2004:185).
R-Square atau determinan (R 2 D = r ) mendekati
satu berarti pengaruh variabel independent yaitu variabel imbalan terhadap loyalitas
karyawan besar dan sebaliknya. Koefisien
determinasi dirumuskan sebagai berikut :
2 x 100% BAB II URAIAN TEORITIS
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi