Selasa, 25 Maret 2014

Skripsi Manajemen: HUBUNGAN IMBALAN DENGAN LOYALITAS KARYAWAN PADA PT. NESTERWIN



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah
 Keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai suatu tujuan  sangat ditentukan oleh kemampuan pimpinan perusahaan dalam  merencanakan tenaga kerja yang akan dipakai agar potensi mereka  dapat dimanfaatkan untuk memeperoleh hasil yang maksimal.
Imbalan sangat penting bagi organisasi atau perusahaan,  karena mencerminkan upaya  organisasi atau perusahaan untuk  mempertahankan sumber daya manusia sebagai komponen utama,  dan merupakan komponen biaya yang paling penting. Disamping  pertimbangan tersebut, imbalan juga merupakan salah satu aspek  yang berarti bagi karyawan, karena bagi karyawan besarnya imbalan  mencerminkan ukuran nilai karya mereka diantara para karyawan itu  sendiri, keluarga dan masyarakat. 
Bila imbalan diberikan secara  benar, karyawan akan termotivasi dan lebih terpusatkan untuk  mencapai sasaran – sasaran organisasi atau perusahaan. Sulistiyani  dan Rosidah (2003:206) Ruky(2001:9) menyatakan bahwa imbalan mempunyai  cakupan yang lebih luas dari pada upah dan gaji. Imbalan mencakup  semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk para  pekerja, baik secara langsung, rutin atau tidak langsung (pada suatu  hari nanti).
 Karyawan adalah aset terbesar perusahaan. Karena itu wajar  jika banyak perusahaan yang tidak ingin kehilangan karyawannya  yang berkualitas. Tetapi kesempatan berkarier yang semakin luas  terkadang tidak mampu menahan karyawan untuk mengejar karier  yang lebih baik. Apalagi jika mereka tidak mendapatkan kepuasan di  tempat kerjanya saat ini.Begitu kesempatan baik itu datang, para  karyawan tidak akan menunda-nunda lagi untuk resign dan pindah  kerja.
Menurut Sedarmayanti(2001:24-24) berpendapat bahwa  pemberian imbalan dalam suatu organisasi harus diatur agar menjadi  sistem yang baik dalam organisasi.  Salah satu tujuaan pemberian  imbalan kepada karyawan adalah untuk mempertahankan karyawan.
Dengan Sistem imbalan yang baik para karyawan akan lebih betah  bertahan bekerja pada perusahaan. Hal ini berarti mencegah  keluarnya pegawai dari organisasi untuk mencari pekerjaan yang  lebih menguntungkan. Dengan tingginya loyalitas karyawan kepada  perusahaan, maka akan mengurangi seringnya pelaksanaan  rekruitmen  akibat dari seringnya karyawan yang keluar mencari  pekerjaan yang lebih baik atau menguntungkan. Hal ini berarti  penghematan biaya untuk rekruitmen dan seleksi pegawai baru.
Loyalitas karyawan di suatu perusahaan banyak sekali  dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah imbalan yang  berbentuk kompensasi, karena pada umumnya loyalitas karyawan   akan cenderung menjadi lebih baik apabila dibarengi dengan  peningkatan imbalan.
PT Nesterwin Riau adalah perusahaan yang bergerak dibidang  perkebunan kelapa sawit. Pemberian imbalan pada PT Nesterwin  Riau antara lain: gaji pokok, bonus, insentif dan tunjangan-tunjangan.
Berdasarkan data yang diperoleh PT Nesterwin Riau, bahwa pada  tahun 2003 perusahaan tersebut merubah kebijakan imbalan dimana  pada tahun tersebut memutuskan memberikan sebesar 10% dari laba  dala satu periode laporan keuangan. Pada Tabel I.1 berikut ini adalah  data absensi, imbalan bagian Sumber Daya Manusia dan laba PT  Nesterwin tahun 2004-2006.
Tabel I.1 Daftar Absensi ,Imbalan dan Laba Bagian SDM  PT Nesterwin Riau Tahun 2004-2006  Tahun  Jlh.
Kary awa n  Absensi  Sistem Imbalan (RP.)  Laba (Rp.000) O p  S k  Iz  C t  T k  GP  IBT  TI 0 4  Sem.I  34  1  6  8  3  3  29.730.200  48.755.233  78.485.433 16.254.696.
Sem.II -  8  6  2  -  29.730.200  49.790.324  79.520.524 16.138.888 0 5  Sem.I  34  3  5  5  2  1  29.730.200  51991.652  81.721.852 18.245.987 Sem.II  1  2  -  2  1  29.730.200  52.666.167  82.396.367 20.254.378 6  Sem.I  34  2  1  3  1  -  31.889.909  55.987.187  87.877.096 22.768.986 Sem.II -  3  2  1  -  31.889.909  56.986.764  88.876.673 22.998.475 Sumber: PT. NESTERWIN RIAU Keterangan : Op  : Opname   GP  : Gaji Pokok  Sk  : Sakit    IBT  : Insentif,Bonus, dan  Tunjangan   Iz  : Izin    TI  : Total Imbalan Tk  : Tanpa Keterangan  Ct  : Cuti     Sem  : Semester Pada Tabel I.1 secara implisit penulis menilai  kebijakan baru mengenai imbalan yang dibuat oleh perusahaan dapat  meningkatkan loyalitas karyawan dengan menurunnya angka absensi  karyawan. Tetapi disatu sisi penulis ingin mengetahui secara  mendalam apakah meningkatnya loyalitas karyawan tersebut memang  disebabkan oleh efek yang ditimbulkan dari kebijakan baru mengenai  imbalan tersebut. Berdasarkan uraian ringkas diatas, maka penulis  tertarik untuk melakukan peneletian dengan judul :“Hubungan  Imbalan Dengan Loyalitas Karyawan Pada PT Nesterwin Riau”.
B.  PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas,  maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut:”Apakah  pelaksanaan pemberian imbalan berhubungan positif dan  signifikan dengan Loyalitas karayawan pada PT  Nesterwin  Riau”.
C. KERANGKA KONSEPTUAL Loyalitas karyawan di suatu perusahaan banyak sekali  dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah imbalan yang  berbentuk kompensasi, karena pada umumnya loyalitas karyawan  akan cenderung menjadi lebih baik apabila dibarengi dengan   peningkatan imbalan. Sebab tujuan dari setiap tenaga kerja bekerja  adalah untuk memperoleh penghasilan atau pendapatan yang  diberikan perusahaan dalam bentuk imbalan Imbalan yang layak dan wajar akan mendorong peningkatan  loyalitas karyawan pada perusahaan. Loyalitas karyawan mengacu  pada kesetiaan karyawan kepada perusahaan. Dan kesetiaan adalah  kualitas yang menyebabkan kita tidak menggemingkan dukungan dan  pembelaan kita pada sesuatu.
Sumber : Matutina (2001:205)  Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Imbalan dan Loyalitas D. HIPOTESIS Hipotesis adalah rumusan jawaban sementara untuk  permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan yang kebenarannya  masih perlu diuji secara empiris. Berdasarkan perumusan masalah  yang telah ditetapkan, maka hipotesis yang dikemukakan adalah:  “Pemberian imbalan berhubungan positif dan signifikan dengan  Loyalitas Karyawan pada PT Nesterwin Riau”.
E.  TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 1.  Tujuan penelitian  IMBALAN 1.  Gaji Pokok 2.  Bonus 3.  Insentif  4.  Tunjangan  LOYALITAS  KARYAWAN 1.  Kesetiaan 2.  Kedisiplinan 3.  Tanggung  Jawab  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  hubungan pemberian imbalan dengan loyalitas karyawan pada PT  Nesterwin Riau”.
2.  Manfaat Penelitian Manfaat yang di harapkan dari penelitian ini adalah : a. Bagi perusahaan sebagai bahan masukan untuk perusahaan  dimasa – masa yang akan datang dalam menyusun kebijakan  imbalan bagi karyawan PT Nesterwin Riau.
b.  Bagi peneliti : penelitian ini merupakan suatu kesempatan  bagi peneliti untuk menerapkan teori – teori yang diperoleh  dari bangku kuliah dalam praktek yang sebenarnya.
c.  Bagi orang lain : sebagai referensi yang dapat memberikan  perbandingan dalam melakukan penelitian pada bidang yang  sama.
F.  METODE PENELITIAN 1.  Batasan Operasional Untuk Menghindari kesimpangsiuran dalam pembahasan dan  analisis terhadap permasalahan, maka peneliti membatasi penelitian  ini pada hubungan pemberian imbalan yaitu gaji pokok, insentif,  bonus dan tunjangan-tunjangan dengan loyalitas karyawan yaitu  kesetiaan, kedisiplinan, tanggung jawab karyawan pada PT Nesterwin  Riau.
 2.  Definisi Operasional Untuk menjelaskan variabel yang diidentifikasi, maka perlu  mendefinisi operasionalkan masing – masing variabel sebagai upaya  pemahaman dalam penelitian. Definisi variabel yang diteliti sebagai  berikut:  a.  Variabel Independen : Imbalan (X) Ruky(2001:9) menyatakan  bahwa imbalan mempunyai  cakupan yang lebih luas dari pada upah dan gaji. Imbalan  mencakup semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh  perusahaan untuk para pekerja, baik secara langsung, rutin  atau tidak langsung (pada suatu hari nanti).
Oleh karena imbalan sangat luas cakupannya, dan karena  keterbatasan peneliti, maka didalam skripsi ini yang  diteliti sebagai imbalan yang dapat diukur atau dihitung  secara finansial saja, yaitu antara lain:  1.  Gaji  Hariandja (2002:245) mendefinisikan gaji sebagai  bayaran tetap  yang diterima seseorang dari  keanggotannya dalam sebuah organisasi 2.  Bonus Ruky (2001:185) mendefinisikan bonus sebagai  pemberian pendapatan tambahan bagi   karyawan/pekerja yang hanya diberikan setahun sekali  bila syarat-syarat tertentu dipenuhi.
3.  Insentif Panggabean (2002-77) mendefinisikan insentif sebagai  imbalan langsung yang diberikan kepada karyawan  karena kinerjanya melebihi satandar yang ditentukan.
4.  Tunjangan  Mathis dan Jackson (2002:203), di dalam bukunya  mendefinisikan tunjangan sebagai imbalan tidak  langsung yang diberikan kepada seorang karyawan  atau sekelompok karyawan sebagai bagian dari  keanggotannya diperusahaan.
b.  Variabel dependen : Loyalitas(Y) Loyalitas adalah kesetiaan. Dan kesetiaan adalah kualitas  yang menyebabkan kita tidak menggemingkan dukungan  dan pembelaan kita pada sesuatu.Loyalitas mengacu pada  kesetiaan, kedisiplinan dan tanggung jawab.
Berdasarkan definisi operasional yang dikemukakan  sebelumnya, maka peneliti merumuskan penganalisaan  variabel sebagai berikut :  Tabel I.1 Operasional Variabel Variabel  Indikator  Skala  Pengukuran  Imbalan (X)  a.  Besarnya gaji pokok, insentif,  bonus dan tunjangan b.  Peningkatan Gaji pokok,  insentif, bonus dan tunjangan c.  Ketepatan dan kelancaran gaji  pokok, insentif, bonus dan  tunjangan.
Likert Loyalitas (Y) a.  Kesetiaan b.  Kedisiplinan c.  Tanggung Jawab Likert 3.  Skala Pengukuran Variabel Adapun yang menjadi skala pengukuran data dalam penelitian  ini adalah skala likert sebagai alat untuk mengukur sikap, pendapat  dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena  sosial. Pada waktu melakukan penelitian terhadap variable-variabel  yang akan diuji, pada setiap jawaban akan diberi skor. (Sugiyono,  2005:86).
Skala Likert menggunakan lima tingkatan jawaban yang dapat  dilihat dari Tabel 1.3 berikut ini:(Sugiyono, 2005:88)   Tabel 1.2 Instrumen Skala Likert No  PERNYATAAN  SKOR 1  Sangat Setuju (SS)  5 2  Setuju (S)  4 3  Netral (N)  3 4  Tidak Setuju (TS)  2 5  Sangat Tidak Setuju (STS)  1 Sumber: Sugiyono, 2005:88 4.  Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di PT Nesterwin Riau di Desa Muara  Dilam, Kec. Kunto Darusalam Kabupaten Rokan Hulu Propinsi Riau.
Penelitian dilakukan dari bulan Maret 2008 sampai April 2008.
5.  Populasi dan Sampel a.  Populasi  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT  Nesterwin  Riau bagian Sumber Daya Manusia  yang  berjumlah 47orang.
b.  Sampel Berhubung jumlah populasi pada objek penelitian ini  berjumlah 47 orang maka mengenai penarikan sampel   adalah sensus. Sensus adalah cara pengumpulan data  kalau seluruh elemen populasi diselidiki satu persatu  sehingga sensus sering disebut pencatatan atau  perhitungan yang lengkap dari seluruh elemen populasi  (Supranto,2001:44).
6. Jenis dan Sumber Data Peneliti menggunakan dua jenis data dalam melakukan  penelitian untuk membantu memecahkan masalah: a.  Data Primer Adalah data yang diperoleh dari responden secara  langsung dilokasi penelitian. Berdasarkan masalah dalam  penelitian ini maka data primer yang dibutuhkan adalah  tentang sistem imbalan dan kulitas kerja karyawan.
b.  Data Sekunder  Data sekunder merupakan data yang berisikan informasi  dan teori-teori yang digunakan untuk mendukung  penelitian yang dilakukan. Peneliti mendapatkan data  sekunder dari buku-buku yang berhubungan dengan  penelitian tersebut, catatan kuliah dan literature-literatur  lainnyan serta struktur organisasi dan uraian tugas yang  dikeluarkan oleh PT Nesterwin Riau .
 7. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan  dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data  antara lain: a.  Wawancara  Wawancara adalah Tanya jawab antara orang yang  melakukan penyelidikan dengan responden. Biasanya  orang yang melakukan penyelidikan juga membawa daftar  pertanyaan – pertanyaan yang berhubungan dengan data  yang dibutuhkan sipeneliti.
b.  Studi Dokumentasi Yaitu memperoleh data dengan cara meninjau, membaca,  atau mempelajari dokumen    dokumen yang ada  hubungannya dengan masalah yang diteliti.
c.  Daftar pertanyaan (Kuesioner) Yaitu satu set pertanyaan yang tersusun secara sistematis  dan standar yang diberikan kepada responden penelitian  yang berisikan pertanyaan tentang imbalan dan kualitas  kerja karyawan PT Nesterwin Riau.
8.  Teknik Analisis Data Metode analisis data yang digunakan adalah: a.  Uji Validitas dan Reliabilitas   Uji validitas ini dilakukan untuk mengukur apakah data  yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang  valid atau tidak dengan alat ukur yang digunakan  (kuisoner).  Bila korelasi tiap faktor positif dan besarnya  0,3 keatas maka faktor tersebut merupakan construct yang  kuat. Uji reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat  ukur yang digunakan kuesioner menunjukan kosistensi  didalam mengukur gejala yang sama. Untuk melakukan  uji ini, peneliti menggunakan bantuan SPSS versi 12.0. Uji  validitas dan reliabilitas dilakukan pada PT Nesterwin  Riau bagian Pemasaran yang berjumlah 15 orang.
b.  Metode Analisis Deskriptif Metode deskriptif yaitu suatu metode analisis yang  digunakan dengan cara mengumpulkan, mengolah,  mengklasifikasikan, dan menginterprestasikan data  sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai  masalah yang diteliti.
c.  Metode Analisis Kuantitatif Metode analisis kuantitatif merupakan metode yang  digunakan untuk menyajikan data dalam bentuk angka.
Dalam metode ini peneliti akan menggunakan metode  korelasi, metode ini digunakan untuk menunjukan  hubungan antara variabel yang dianalisis, yaitu variabel  sistem imbalan dan variabel kualitas kerja.
 Analisis data menggunakan bantuan program soft ware statistic  yang umum digunakan yaitu SPSS Versi 12.0.
dengan rumus korelasi sebagai berikut  (Sugiyono,2004:182):  nΣxy – (Σ x)( Σ y) r = ———————————————  √[{nΣx 2 – (Σx) 2 }{nΣy 2 - (Σy) 2 }]  dimana : x = Imbalan  y = Loyalitas Karyawan r = Koefisien korelasi n = Jumlah Sampel Asumsi dalam analisis korelasi, yaitu: a. r ≠ 0 Artinya : Menunjukan Adanya korelasi atau hubungan antara  variabel imbalan (X) dengan variabel loyalitas karyawan (Y).
b. r = 0 Artinya : Menunjukan tidak adanya korelasi atau hubungan  antara variabel imbalan (X) dengan variabel loyalitas  karyawan(Y).
c. r = 1 Artinya: Menunjukan tidak adanya korelasi atau hubungan  antara variabel imbalan dengan variabel loyalitas karyawan.
 Data – data yang diperoleh oleh peneliti agar hasil penelitian  lebih terarah dan tidak menyimpang dari standar korelasi maka  peneliti menggunakan tehnik analisis data sebagai berikut: a.  Uji-t  Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t, untuk  mengetahui apakah antara variabel bebas (Independent)  dengan variabel terikat (dependent) mempunyai hubungan  yang signifikan atau tidak. Pengujian hipotesis dilakukan  dengan Uji-t (uji signifikansi). Uji-t dilakukan dengan  menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: H0  Artinya tidak terdapat hubungan yang positif dan  signifikan dari variabel independent  yaitu (X) berupa  variabel imbalan terhadap loyalitas karyawan yaitu  variabel dependent (Y).
: b=0 Ha  Artinya terdapat hubungan yang positif dan siginifikan  dari variabel independent  (X) berupa variabel imbalan  terhadap loyalitas karyawan yaitu variabel dependent (Y).
: b ≠ 0 Kriteria Pengambilan Keputusan (KPK): H0 H diterima, apabila Nilai T-hitung < T-tabel (α)  a  b.  Uji Koefisien Determinasi (R diterima, apabila Nilai T-hitung > T-tabel ( α)  2 )   Pengujian dengan menggunakan uji koefisien determinasi,  yaitu untuk melihat besarnya pengaruh variabel bebas  (sistem imbalan) dengan  variabel terikat (loyalitas  karyawan). Uji koefisien determinasi adalah dengan  persentase  pengkuadratan  nilai  koefisien  yang  ditemukan  ( Sugiyono, 2004:185). R-Square atau determinan (R 2 D = r )  mendekati satu berarti pengaruh variabel independent  yaitu variabel imbalan terhadap loyalitas karyawan besar  dan sebaliknya. Koefisien determinasi dirumuskan  sebagai berikut : 2 x 100% BAB II URAIAN TEORITIS   

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi