Kamis, 20 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP CITRA MEREK YAMAHA MIO PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI




BAB I.
PENDAHULUAN.
1.1 Latar Belakang Masalah .
Kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi pada saat ini sangatlah  penting. Transportasi merupakan satu dari lima kebutuhan primer selain pangan,  sandang, papan, dan komunikasi. Pilihan penggunaan sarana transportasi sangat  beragam jenisnya, misalnya sarana angkutan darat dengan menggunakan kereta  api, sarana angkutan laut dengan menggunakan kapal laut, dan sarana angkutan  udara dengan menggunakan pesawat terbang. Salah satu pilihan sarana angkutan  darat untuk mempermudah dan mempercepat jarak tempuh adalah dengan  menggunakan sepeda motor. 
Pada saat ini kebutuhan sepeda motor bagi  masyarakat sangat vital mengingat tingginya kemacetan yang ada di jalan raya,  sehingga salah satu alternatif untuk mempermudah   dan kelancaran dalam  mencapai tujuan di dalam kota, maka sepeda motor merupaka salah satu pilihan  yang tepat. Permintaan masyarakat terhadap sepeda motor terus mengalami  peningkatan, hal ini memberikan peluang bagi para produsen sepeda motor untuk  melakukan inovasi dari produk yang dihasilkan dimana setiap produsen selalu  memproduksi sepeda motor dengan desain-desain yang terbaru sesuai dengan  keinginan konsumen.  Brand image produk memegang peranan penting dalam perusahaan untuk  dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat dalam bisnis sepeda motor.  Brand image yang positif akan membuat konsumen menyukai suatu produk  dengan merek yang bersangkutan, bahkan merangsang konsumen untuk loyal   terhadap merek perusahaan, sedangkan bagi produsen brand image yang baik  akan menghambat kegiatan pemasaran pesaing. Kondisi ini sangat  menguntungkan bagi perusahaan. Brand image mempresentasikan keseluruhan  persepsi terhadap merek dan dibentuk dari informasi dan pengalaman masa lalu  terhadap merek itu. Brand image adalah jumlah dari gambaran-gambaran, kesankesan, dan keyakinan-keyakinan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu  produk. Citra terhadap merek berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan  dan preferensi terhadap suatu merek, yang akan merangsang konsumen untuk  melakukan pembelian. (Setiadi,2003:108).  Diferensiasi produk merupakan salah satu atribut penting dalam  pembentukan brand image yang positif dalam benak konsumen. Diferensiasi  produk sebagai suatu tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam  memenangkan persaingan di pasar dengan menetapkan sekumpulan perbedaanperbedaan yang berarti, pada produk yang ditawarkan untuk membedakan produk  dengan produk pesaingnya, sehingga dapat dipandang atau dipersepsikan  konsumen bahwa produk tersebut mempunyai nilai tambah yang diharapkan  konsumen.  Pelaksanaan diferensiasi produk akan membuat konsumen melihat suatu  produk dengan merek yang paling mampu memenuhi kebutuhannya, sehingga  kemudian akan sampai pada tahap seorang konsumen memilih untuk  mengkonsumsi suatu produk tidak hanya berdasarkan fungsi dasarnya saja, tetapi  berkembang menjadi keinginan sekunder yaitu keinginan untuk mengkonsumsi  suatu produk dengan merek tertentu yang dapat memenuhi kebutuhannya paling   baik, sehingga kemudian akan muncul pertanyaan tentang dasar pemikiran  konsumen tersebut dalam membuat keputusan pembeliannya ketika konsumen  tersebut diperhadapkan pada sejumlah besar alternatif produk dengan merek  berbeda dan saling bersaing. Keadaan ini yang mendorong timbulnya persaingan  yang ketat dalam dunia usaha dan memaksa perusahaan untuk lebih tanggap  perubahan-perubahan yang terjadi dengan sangat cepat.  Jenis sepeda motor yang dahulu sangat digemari konsumen adalah jenis  sepeda motor bebek. Namun beberapa tahun belakangan ini, beberapa produsen  sepeda motor telah memproduksi dan memasarkan jenis sepeda motor matic, yang  kini makin digemari oleh masyarakat. Salah satu produsen yang telah  meluncurkan jenis sepeda motor matic adalah Yamaha dengan sepeda motornya  yaitu Mio. Sebelum Mio hadir, pasar matic di Indonesia tidak berkembang. Dalam  tiga tahun, Kymco, sang matic pioneer, hanya bisa menjual rata-rata 10.000 unit  per tahun, tetapi Yamaha kemudian berhasil melakukan penjualan sepeda motor  Mio sebanyak 25.000 unit perbulan. Pada tahun 2010, Yamaha mampu meraih  penjualan lebih dari 1.000.000 unit Mio (AISI, 2010).  Produsen sepeda motor Yamaha menciptakan kategori baru, yaitu motor  matic untuk perempuan, segmen yang sebelumnya tidak pernah secara khusus  dilirik oleh para pemain di industri sepeda motor. Setelah berhasil membidik  segmen ini, Yamaha kemudian memperluas pasar Mio ke segmen laki-laki dengan  meluncurkan Mio Sporty. Pasar sepeda motor matic di Indonesia sebelumnya  tidak berkembang karena ada persepsi bahwa sepeda motor matic mahal karena  teknologinya memang mahal. Untuk mematahkan pesepsi itu, Yamaha berani   menanam investasi yang cukup besar investasi ini untuk menyamakan harga Mio  dengan motor manual.  Persaingan diantara para produsen sepeda motor matic di Indonesia pada  saat ini sangat kompetitif. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya produk-produk  sepeda motor matic yang sejenis dihasil oleh Honda dan Suzuki. Honda dan  Suzuki yang sebelumnya berkonsentrasi pada sepeda motor bebek, akhirnya  menambah lini produknya (new product line) dengan memproduksi jenis sepeda  motor matic dengan merek Vario dan Spin. Tabel 1.1 berikut akan menunjukkan  total penjualan sepeda motor matic di Indonesia.  Tabel 1.1  Total Penjualan Matic di Indonesia Sumber: http://edorusyanto.wordpress.com/2011/01/18/lima-besar-skutik-2010/ Namun dalam persaingan ini, Mio tampaknya masih memegang pangsa  pasar terbesar selama tiga tahun terakhir. Tabel 1.2 berikut akan menunjukkan  pangsa pasar tiga besar sepeda motor matik di Indonesia.
 Tabel 1.2 Pangsa Pasar Sepeda Motor Matic di Indonesia Merek  2008  2009  2010 Yamaha  54,31%  51,76%  52,76% Honda  37,28%   39,51%  40,92% Suzuki  8,41%  9,54%  6,32% Sumber : http://www.aisi.or.id/ Berdasarkan fenomena diatas, terlihat bahwa Yamaha mampu  mempertahankan pelanggannya ditengah ketatnya persaingan antar perusahaan  khususnya di bidang produksi sepeda motor matic.
Mahasiswa merupakan salah satu kelompok masyarakat yang banyak  menggunakan kendaraan sepeda motor untuk melakukan kegiatan sehari-hari.  Sepeda motor matic merupakan salah satu pilihan mereka karena sepeda motor  matic mudah dikendarai dan cocok untuk pria dan wanita.
Fakultas  Ekonomi USU merupakan salah satu fakultas di Universitas  Sumatera Utara dimana mahasiswanya mengikuti perkembangan teknologi seperti  halnya perkembangan sepeda motor  matic. Dari hasil pra survey yang telah  dilakukan penulis, 12 dari 20 mahasiswa (60%) Fakultas Ekonomi USU pernah  atau masih menggunakan sepeda motor Yamaha Mio.  Dari uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian  dalam rangka menyusun skripsi dengan judul, “Pengaruh Diferensiasi Produk  Terhadap Brand Image Yamaha Mio pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi  ”.   1.2 Perumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka perumusan  masalah dalam penelitian ini adalah: “Apakah diferensiasi produk berpengaruh  positif dan signifikan terhadap Brand Image  pada mahasiswa  Fakultas  Ekonomi ?”.  1.3 Tujuan Penelitian.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diferensiasi  produk terhadap brand image  Yamaha Mio Series pada mahasiswa Fakultas  Ekonomi .  1.4 Manfaat Penelitian .
 Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan menfaat sebagai berikut: .
a.  Bagi Perusahaan.
Sebagai informasi dan bahan pertimbangan untuk meningkatkan citra  Yamaha Mio  melalui diferensiasi yang dapat mempengaruhi persepsi  masyarakat.
b.  Bagi penulis .
Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis dalam  bidang pemasaran terutama dalam bidang perilaku konsumen.   c.  Bagi pihak lain .
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan  perbandingan dan referensi dalam melakukan penelitian dengan objek   ataupun masalah yang sama dimasa yang akan datang.    
 


Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi