Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH JUMLAH KREDIT YANG DISALURKAN TERHADAP LABA PT. BANK RAKYAT INDONESIA



1BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang Masalah 
Perusahaan adalah suatu bentuk organisasi yang melakukan berbagai  kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Tujuan  perusahaan pada umumnya adalah untuk memperoleh laba demi menjaga  kelangsungan perusahaan tersebut baik perusahaan dagang, jasa, maupun  manufaktur.

Bank sebagai salah satu perusahaan yang memiliki fungsi intermediasi  melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan  kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pemberian  pinjaman (kredit). Hal ini tentu akan mendatangkan laba kepada bank tersebut  melalui selisih bunga simpanan dan bunga pinjaman tersebut.
Pengelolaan kredit bagi sebuah perusahaan adalah suatu hal yang penting  untuk dilakukan agar kreditnya berjalan dengan baik dan meminimalkan hal-hal  yang mungkin  akan terjadi diluar perhitungan.  Melakukan pengelolaan kredit  berarti melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, dimana dalam mengelola atau mengatur kreditnya perlu dilakukan perencanaan yang matang. Kemudian setelah  direncanakan maka diorganisasikan, agar perencanaan tersebut lebih terarah.
Pelaksanaan pengololaan kredit dapat meningkatkan keuntungan bagi  sebuah perusahaan. Memperoleh keuntungan merupakan tujuan utama berdirinya  suatu badan usaha, baik badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas (PT),  yayasan maupun bentuk-bentuk badan usaha yang lainnya.   1PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit Tanjung Tiram – Kisaran  adalah salah satu kantor unit PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang berorientasi pada pelayanan masyarakat kecil, sampai sekarang masih tetap  konsisten dalam memberikan pelayanan pemberin kredit. Salah satu jenis kredit  yang ada pada PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Unit Tanjung Tiram – Kisaran yaitu Kredit Umum Pedesaan atau yang biasa disingkat dengan Kupedes.
Kupedes ini diperuntukkan kepada golongan pengusaha kecil dan menengah  untuk menunjang peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat khususnya di daerah  pedesaan. Selain itu juga Kupedes juga diberikan kepada Golongan  Berpenghasilan Tetap (Golbertap) seperti PNS/ Pegawai Negara, TNI, POLRI,  pegawai BUMN dan pensiunan berpenghasilan tetap.
Kupedes merupakan salah satu jenis kredit yang mendominasi dari jenis  kredit lain yang ada pada Bank Rakyat Indonesia termasuk juga pada Bank  Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Unit Tanjung Tiram – Kisaran. Bank Rakyat  Indonesia unit ini berhubungan langsung dengan masyarakat yang mempunyai Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya di daerah pedesaan. Dengan adanya  Kupedes ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas kredit ini  sehingga dapat membantu bagi kelangsungan usaha masyarakat khususnya  masyarakat di daerah kisaran.
PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk Unit Tanjung Tiram – Kisaran  mempunyai peranan penting dalam rangka mempertahankan dan mengembangkan  usahanya, khususnya dalam kegiatan pemberian Kupedes mengingat kredit  merupakan kegiatan perbankan yang paling besar proporsinya. Selain itu Kupedes  merupakan kredit yang paling besar memberikan kontribusinya terhadap laba.
1Oleh sebab itu pihak bank harus berupaya agar pemberian Kupedes ini dapat  berjalan dengan lancar, agar pendapatan (laba) yang berasal dari penerimaan  bunga kredit dapat dicapai dengan maksimal sehingga mendominasi perolehan  laba operasional bank.
Perolehan pendapatan (bunga kredit) dari pemberian Kupedes ini akan  mendominasi dari pendapatan operasional lainnya sebab kegiatan kredit  merupakan salah satu kegiatan utama dalam perbankan sehingga perolehan laba  operasionalnyapun akan meningkat. Apabila laba operasional yang dihasilkan  besar berarti bank telah melakukan kegiatannya dengan efektif dan efisien dalam  mengembangkan usahanya sebab laba merupakan salah satu indikator dalam  meningkatkan kesehatan bank.
Berikut ini tabel jumlah pemberian Kupedes dan perolehan laba operasional  yang ada pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Tanjung Tiram – Kisaran dari tahun 2005 sampai dengan 2009.
Tabel 1.Perkembangan Jumlah Kredit yang Disalurkan, dan Laba yang diperoleh PT. Bank Rakyat Indonesia (persero), Tbk.
Unit Tanjung Tiram – Kisaran Tahun 2005 - 200TAHUN JUMLAH KREDIT  DISALURKAN (Rp) PEROLEHAN LABA  (Rp) 2005  927.394.260  713.318.022006  1.031.883.718  902.694.972007  1.256.891.406  863.562.982008  1.720.874.528  953.873.462009  1.556.981.714  982.746.39Sumber:  PT. Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. Unit Tanjung Tiram –  Kisaran  1Pada Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa  jumlah kredit yang disalurkan dari  tahun 2005 sampai dengan tahun 2006 mengalami kenaikan setiap tahunnya, akan  tetapi pada tahun 2007, jumlah kredit yang disalurkan meningkat, akan tetapi  berbeda dengan laba yang diperoleh oleh Bank Rakyat Indonesia, (persero) Tbk.
Unit Tanjung Tiram – Kisaran justru menurun dari tahun sebelumnya. Sedangkan  Untuk tahun 2009 jumlah kredit yang disalurkan menurun akan tetapi untuk laba  yang diperoleh pada bank ini meningkat dari tahun 2008.
Menurut kasmir (2008:71) besarnya jumlah kredit yang disalurkan akan  menentukan keuntungan bank. Dan kegiatan kredit merupakan suatu rangkaian  kegiatan/ aktivitas yang terbesar dari perbankan, dan penghasilan terbesar bank  diperoleh dari bunga, provisi, komisi dan lain – lain yang diterima sebagai akibat  dari pemberian kredit bank (Dendawijaya 2005:23).
Berdasarkan uraian Kasmir dan Dendawijaya bahwa jumlah kredit yang  disalurkan akan mempengaruhi laba, tetapi hal ini berbeda dengan keadaan pada  PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Tanjung Tiram    Kisaran  khususnya pada tahun 2007 dan tahun 2009  bahwa besarnya kredit yang  disalurkan tidak diikuti dengan besarnya laba yang diterima, maka penulis  tertarik untuk mengadakan penelitian dan membuat judul “Pengaruh Jumlah  Kredit yang Disalurkan Terhadap Laba PT. Bank Rakyat Indonesia  (Persero), Tbk Unit Tanjung Tiram – Kisaran”.
1B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya maka yang  menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah terdapat  pengaruh yang positif dan signifikan jumlah kredit yang disalurkan  terhadap laba PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Tanjung  Tiram – Kisaran dari tahun 2005 sampai dengan 2009?”.
C.  Kerangka Konseptual Keberhasilan memenuhi target apalagi melebihi melebihi dari target yang  diharapkan merupakan prestasi dan keberhasilan tersendiri bagi perusahaan.
Namun, dalam praktiknya untuk mencapai target tersebut perusahaan harus  bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut. Bagian terbesar pekerjaan bisnis  perbankan berupa kegiatan yang berhubungan dengan lalu-lintas uang dari dan ke  dalam masyarakat, maka perkreditan merupakan bagian yang paling esensial bagi  pekerjaan bisnis perbankan (Sastradipoera, 2004:152).
Penjualan barang secara angsuran atau kredit yang menghasilkan piutang  biasanya terjadi di perusahaan non keuangan, seperti perdagangan, jasa atau  industri. Bagi perusahaan keuangan seperti bank, yang kegiatan utamanya  memberikan simpanan dan pinjaman kepada nasabah akan menghasilkan  pinjaman (kredit) yang juga pengembaliannya dimasa yang akan datang. Jelas  bahwa baik piutang maupun pinjaman memberikan manfaat bagi yang membrikan  maupun yang menerima. Yang artinya masing –  masing pihak diuntungkan  dengan adanya transaksi secara angsuran maupun transaksi kredit oleh perbankan.
1Kegiatan utama bank adalah menyalurkan dana, maka wajar dikatakan  bahwa apabila pinjaman meningkat, maka dalam praktiknya akan mampu  meningkatkan laba perusahaan. Demikian pula sebaliknya apabila tidak mampu  menyalurkan kredit, maka bank akan rugi karena beban biaya untuk penyimpanan  dana tetap harus dibayar (Kasmir 2010: 242). Keuntungan yang diterima bank  berasal dari selisih bunga pinjaman kepada debitur dengan suku bunga simpanan  yang dibayar kepada nasabah penyimpan (Abdullah, 2005:32). Jika kredit yang  disalurkan kepada masyarakat semakin besar maka pendapatan yang diterima  bank akan meningkat dan akan mempengaruhi besarnya laba yang diterima oleh  bank.
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan  yang berpengaruh antara kredit yang disalurkan dalam meningkatkan laba  perusahaan dan hal ini dapat dilihat dari laporan laba rugi perusahaan yang  menyatakan adanya hubungan yang erat mengenai kredit yang disalurkan terhadap  laba perusahaan, karena dalam hal ini laba akan timbul jika pendapatan yang  diperoleh dari penyaluran kredit yang lebih besar dibandingkan dengan biayabiaya yang dikeluarkan.
Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber : (Kasmir 2010:242) KREDIT YANG DISALURKAN LABA  1D.  Hipotesis Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka konseptual yang telah  ditetapkam, maka hipotesis yang penulis kemukakan adalah “Terdapat pengaruh  yang positif dan signifikan jumlah kredit yang disalurkan terhadap laba PT. Bank  Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Tanjung Tiram – Kisaran”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Tujuan dilaksanakan penelitian ini adalah untuk megetahui dan  menganalisi pengaruh jumlah kredit yang disalurkan terhadap laba PT.
Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Tanjung Tiram –  Kisaran  dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2009.
2.  Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a.  Bagi Perusahaan  Memberikan tambahan informasi tentang kredit yang disalurkan dan  laba yang diperoleh sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dan  pengambilan keputusan atau kebijakan keuangan dimasa depan agar  lebih efisien dalam mengelola kredit.
b.  Bagi Penulis Memberikan kesempatan kepada penulis untuk menambah wawasan  dan pengetahuan penulis dalam bidang perbankan khususnya  mengenai kredit.
1c.  Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi yang dapat menjadi  bahan perbandingan dalam penelitian lebih lanjut dimasa yang akan  datang, khususnya mengenai pengaruh kredit yang disalurkan  terhadap laba perusahaan.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Batasan operasional dan identifikasi variabel penelitian berguna untuk  menghindari ketidakfokusan dalam membahas dan menganalisis  permasalahan yang ada pada penelitian ini. Untuk lebih mengarahkan  pembahasan agar tidak terjadi kesalahan dalam penelitian dan juga agar  lebih jelas dalam memecahakan masalah maka penulis memberikan  batasan bahwa ruang lingkup permasalahan yang akan dibahas terbatas  pada pengaruh jumlah kredit yang disalurkan  terhadap  laba yang  diperoleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Unit Tanjung  Tiram – Kisaran dengan data tahun 2005 sampai dengan tahun 2009.
2.  Defenisi Operasional Penelitian ini membahas pengaruh jumlah kredit yang disalurkan  terhadap laba PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Unit Unit  Tanjung Tiram – Kisaran. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini  adalah variabel independen yaitu jumlah kredit yang disalurkan (X) dan  1variabel dependen yaitu laba (Y) yang terjadi dari tahun 2005 sampai  dengan 2009.
Variabel jumlah kredit yang disalurkan (X) merupakan produk kredit  Kupedes yang disalurkan oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero)  Tbk. Unit Tanjung Tiram – Kisaran kepada masyarakat. Kredit Kupedes  ini merupakan pendapatan terbesar dari PT. Bank Rakyat Indonesia  (Persero), Tbk.
Variabel laba (Y) merupakan laba yang diterima PT. Bank Rakyat  Indonesia (Persero), Tbk Unit Tanjung Tiram – Kisaran dengan adanya  kegiatan usaha setiap bulannya. Laba merupakan perbedaan pendapatan  dengan beban. Jika pendapatan melebihi beban maka hasilnya laba  bersih dan laba akan timbul jika pendapatan lebih besar dibandingkan  biaya-biaya yang dikeluarkan.
3.  Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Unit  Tanjung Tiram, Jl.Merdeka No. 71 Kisaran. Penelitian ini dilakukan  mulai bulan Oktober 2010 sampai dengan Januari 2011.
4.  Jenis Data Data yang digunakan penulis dalam penyusunan skripsi ini adalah data  sekunder (Secondary Data). Data sekunder (secondary data) yaitu data  yang diperoleh dalam bentuk yang sudah jadi, sudah dikumpulkan dan  diolah oleh pihak lain dan biasanya sudah dalam bentuk publikasi  (Supranto, 2004:6). Data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian ini  yaitu:  1a.  Sejarah singakat berdirinya perusahaan.
b.  Struktur organisasi perusahaan.
c.  Laporan Keuangan perusahaan dari tahun 2005 sampai dengan 2009.
d.  Hasil publikasi, buku ilmiah dan literatur lainya yang berkaitan  dengan masalah yang diteliti.
5.  Teknik Pengumpulan Data Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  sebagai berikut : a.  Wawancara Penulis melakukan kegiatan untuk mengumpulkan data pada objek  penelitian dengan wawancara kepada pegawai yang berwenang  untuk memperjelas data sekunder yang dibutuhkan dalam penelitian.
b.  Studi Dokumentasi Penulis melakukan pengumpulan data dan informasi dari buku-buku  dan sumber data lain yang berhubungan dengan objek penelitian,  yang nantinya data tersebut digunakan sebagai acuan dan bahan  pertimbangan terhadap apa yang ada dilapangan.
6.  Metode Analisis Data Metode analisis yang digunakan penulis dalam penganalisaan masalah  yang dihadapi sebagai objek pembahasan ini adalah: a.  Metode Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini  adalah dengan mengumpulkan, mengolah, mengklasifikasikan, dan  2menginterprestasikan data penelitian sehingga diperoleh gambaran  yang jelas mengenai objek yang diteliti.
b.  Metode Analisis Statistik 1.  Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk  memprediksikan seberapa jauh pengaruh satu atau beberapa  variabel bebas (independen) terhadap variable tidak bebas  (dependen).Untuk memperoleh hasil yang baik, penulis  menggunakan bantuan Software Statistica Product and Service  Solution (SPSS) versi 18. Menurut Sugiyono (2008:270) rumus  regresi linier sederhana yang digunakan adalah: Keterangan:  Y = Subyek dalam variable dependen yang diprediksikan a =  Harga Y bila X = 0 (harga konstan) b = Angka arah atau koefisien regresi yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang  didasarkan pada variabel independen.  Bila b (+) maka  naik, dan bila ( - ) maka terjadi penurunan.
X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai  tertentu.
℮ = Error Y = a + bX+ ℮  22.  Koefisien Determinan R (R Square) Identifikasi determinan (R ) berfungsi untuk  mengukur  persentase sumbangan variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).  Angka R square  adalah pengkuadratan dari  koefisien korelasi. Nilai R Square  berkisar antara 0    1,  semakin kecil (mendekati nol) nilai R square semakin lemah  hubungan antara dua variabel, sebaliknya jika R square semakin besar (mendekati satu) maka semakin baik  kemampuan variabel bebas menerangkan variabel terikat.
3.  Pengujian hipotesis Uji T (uji secara Parsial) T-test ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh  masing-masing variabel bebas (X) secara individual (parsial)  terhadap variabel terikat (Y). Hasil uji ini pada output SPSS  dapat dilihat pada tabel Coefficients.  Kriteria pengujiannya  sebagai berikut: Ho : ρ = 0, artinya tidak terdapat pengaruh bebas yang positif  dan signifikan antara X dan Y Ha : ρ ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  antara X dan Y Dengan kriteria pengambilan keputusan: Dengan membandingkan statistik hitung dengan statistik tabel.
Ho diterima jika t hitung < t tabel pada alpha = 5 % Ha diterima jika t hitung > t tabel pada alpha = 5%   

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi