Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH KEPUASAN KERJA TERHADAP ORGNAIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) KARYAWAN PT POS INDONESIA



BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang Masalah  
 Era persaingan global seperti sekarang ini membuat setiap perusahaan dituntut  memiliki kinerja yang tinggi agar tetap kompetitif. Kinerja perusahaan tidak terlepas dari  kinerja karyawan secara individu dalam organisasi perusahaan tersebut. Oleh karena itu  setiap perusahaan bukan saja mengharapkan karyawannya berkinerja baik, namun juga  membutuhkan karyawan yang dapat memberikan kontribusi ekstra (extra-role). Perilaku extra-role ini disebut juga dengan Perilaku Kewargaan Organisasional (Organizational  Citizenship Behavior / OCB).

OCB didefinisikan sebagai kontribusi individu yang mendalam melebihi tuntutan  peran kerja. OCB direfleksikan melalui sikap karyawan yang kooperatif, suka menolong,  perhatian, dan bersungguh–sungguh. OCB merupakan sebuah sikap yang ditunjukkan  karyawan untuk membalas tindakan organisasi. Hal ini didukung oleh pendapat para ahli  yang menyatakan bahwa dimensi kepuasan kerja, dan komitmen organisasi berhubungan  dengan OCB  (Luthans, 2006 : 251). Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa OCB  dipengaruhi oleh kepuasan kerja karyawan.
Malayu (2005:202) menyatakan bahwa kepuasan kerja adalah sikap emosional  yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Seseorang dengan tingkat kepuasan  kerja tinggi menunjukkan sikap yang positif terhadap kerja tersebut. Menurut Robbins  (2008:102) konsekuensi dari kepuasan kerja yaitu: produktifitas, kemangkiran dan tingkat  keluar masuknya karyawan. Organisasi dengan karyawan yang lebih puas cenderung   menjadi lebih efektif dan produktif, memiliki angka kemangkiran yang rendah serta  tingkat keluar masuk (turn over) karyawan juga rendah. Oleh karena itu factor kepuasan  sangat mempengaruhi terciptanya OCB.
PT Pos Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi surat,  logistik dan jasa keuangan sejak tahun 1746, berusaha memposisikan perusahaan menjadi  yang terdepan di bidangnya dengan mengoptimalkan jejaring bisnis dan infrastruktur  terluas dan terpadu. Namun infrastruktur saja tentunya tidak cukup untuk menjaga  perusahaan tetap kompetitif diantara banyaknya pesaing. Seperti kita ketahui bahwa  sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi surat, logistic dan juga jasa  keuangan yang sangat mengandalkan tenaga kerja manusia, maka PT Pos Indonesia  tentunya memiliki kepentingan terhadap kinerja karyawannya. Mengingat PT Pos  Indonesia bergerak di bidang jasa yang memiliki banyak pesaing dengan produk layanan  yang serupa, tentunya perusahaan juga mengharapkan setiap karyawannya memberikan  kinerja ekstra (extra job-role) atau yang kita sebut OCB.  Pengamatan pra-survei yang dilakukan pada karyawan PT Pos Indonesia Cabang  Medan masih terlihat adanya tindakan-tindakan indisipliner yang dilakukan sebagian  kecil karyawan, diantaranya terdapat karyawan yang terlambat masuk jam kerja dan  absensi tidak ditanda tangani, seperti dapat dilihat pada Tabel 1.1  Tabel 1.1 Laporan Disipliner Karyawan Caturwulan Pertama ( Januari - April) Sumber: Divisi Delivery PT Pos Indonesia Cabang Medan(diolah) 2010 Berdasarkan data yang terdapat pada Tabel 1.1 diatas, maka kita menemukan  masih adanya sikap tidak disiplin dan kooperatif karyawan terhadap peraturan  perusahaan, dimana sikap disiplin dan kooperatif merupakan indikasi terciptanya OCB  yang mewakili dimensi Conscientiousnes.  Karyawan yang memiliki OCB tentunya memberi kontribusi melebihi apa yang  diharapakan perusahaan. Apabila seorang karyawan tidak menunjukkan sikap ekstra role pastinya karyawan tersebut tidak mengindikasikan terciptanya OCB pada diri mereka.  OCB sendiri berkaitan dengan kepuasan kerja. Kepuasan kerja dapat terlihat dari  keterlibatan kerja karyawan yang dikaitkan kepada tingkat kemangkiran dan tingkat  permohonan berhenti.(Robbins 2008: 92) Pada PT Pos Indonesia, kepuasan kerja tergolong tinggi dimana dapat terlihat dari  absensi karyawan yang tergolong rendah. Data tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.2 yang  merupakan jumlah absensi karyawan caturwulan pertama ( Januari- April 2010).
Bulan Bekerja Tanpa  Absensi Terlambat Januari  2  3 Februari  1  2 Maret  4  3 April  2  4  Tabel 1.2 Daftar Absensi Karyawan Caturwulan Pertama ( Januari - April) Sumber: Divisi Delivery PT Pos Indonesia Cabang Medan ( diolah) 2010 Dari Tabel 1.2 dapat dilihat bahwa pergerakan absensi Per Januari kehadiran  sejumlah 75 orang kemudian relative stabil dari bulan Februari hingga April yaitu tingkat  kehadiran 76 orang atau 95 % dari keseluruhan karyawan divisi delivery setiap bulannya.  Adapun persentase absensi yang tercatat selama bulan Januari –April 2010 masih  tergolong rendah yaitu 5% saja.
Berdasarkan data disipliner dan absensi karyawan yang telah tersaji sebelumnya  terdapat fenomena menarik dimana pengamatan awal di lapangan bertolak belakang  dengan teori. yang menyebutkan bahwa kepuasan kerja mempengaruhi OCB (Robbins  2003: 92). Kepuasan kerja yang teramati dari segi absensi menunjukkan absensi yg  rendah, namun disisi lain masih ada perilaku karyawan yang tidak mencerminkan OCB  seperti tidak menandatangani absensi dan hadir tepat waktu sesuai peraturan yang  diberlakukan oleh perusahaan. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk  Bulan  Jumlah  Karyawan Jumlah kasus Hadir  Absen  Cuti  Sakit  Izin Januari  80  75  1  2  2  -Februari  80  76  1  2  -  1 Maret  80  76  1  2  -  1 April.  80  76  1  2  -  1  mengadakan penelitian berjudul  “Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Perilaku  Kewargaan Organisasi/ OCB (Organizational Citizenship Behavior).  B. Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang yang telah  diuraikan sebelumnyap adalah : “Apakah variable kepuasan kerja yang terdiri dari  pekerjan (X1), imbalan (X2), Kesempatan Promosi (X3), Supervisi (X4) dan rekan  kerja (X5) berpengaruh signifikan terhadap Organizational Citizenship Behavior  (OCB) di PT. Pos Indonesia Persero Cabang Medan?” C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual merupakan penjelasan secara teoritis pertautan antar  variable yang akan diteliti (Sugiyono, 2006: 47). Dimana pertautan tersebut digambarkan  seperti Gambar 1.1 berikut:  Gambar 1.1 Kerangka konseptual Kita dapat melihat pada Gambar 1.1, antara kepuasan kerja dengan OCB).  Dimana kepuasan kepuasan kerja dibagi menjadi lima variable yang meliputi; pekerjaan  (X1), Imbalan (X2), Kesempatan Promosi (X3), Supervisi (X4), Rekan Kerja (X5). Dasar  Kepuasan Kerja  Pekerjaan (X1) Imbalan (X2) Kesempatan Promosi (X3) Supervisi (X4) Rekan Kerja (X5) Organizational Citizenship  Behavior (OCB) (Y)  kepribadian OCB  merefleksikan ciri karyawan yang kooperatif, suka menolong,  perhatian, dan bersungguh–sungguh. OCB mengidentifikasikan bahwa karyawan terlibat  dalam OCB untuk membalas tindakan organisasi. Dasar tersebut mengindikasikan bahwa  variable-  variable yang membentuk kepuasan kerja menjadi faktor penting dalam  mewujudkan OCB.  Penelitian yang dilakukan oleh Novliadi (2007) Organizational Citizenship  Behavior (OCB) sejalan dengan seberapa besar perhatian organisasi terhadap kontribusi  karyawan, sehingga karyawan akan memiliki persepsi yang positif terhadap organisasi  dan akan memberikan umpan baliknya (feed back) dengan terlibat dalam OCB.  Kepuasan kerja karyawan dapat diasumsikan sebagai penentu utama dari OCB.  Karyawan yang puas akan lebih mungkin berbicara positif tentang organisasi, membantu  orang lain, dan jauh melebihi harapan yang normal dalam pekerjaan mereka. Kepuasa  kerja juga akan membuat karyawan menjadi bangga melebihi tuntutan tugas karena  mereka ingin membalas pengalaman positif mereka. (Robbins, 2008 : 105). .  Dasar sikap mengindikasikan bahwa karyawan terlibat dalam OCB untuk  membalas tindakan organisasi. Hubungan kepuasan kerja dengan OCB dapat  dideskripsikan bahwa, variabel-variabel yang membentuk kepuasan kerja secara jelas  mempengaruhi OCB.
 D. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara atas suatu permasalahan yang masih  harus dibuktikan kebenarannya secara empiris. Sesuai dengan permasalahan, maka  dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut:  1. Pekerjaan (X1) berpengaruh terhadap OCB.
2. Imbalan (X2) berpengaruh terhadap OCB.
3. Kesempatan Promosi (X3) berpengaruh terhadap OCB.
4. Supervisi (X4) berpengaruh terhadap OCB.
5. Rekan Kerja (X5) berpengaruh terhadap OCB.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah: a. Mengetahui dan menganalisa pengaruh kepuasan kerja terhadap Organizational  Citizenship Behavior (OCB) di PT. Pos Indonesia Persero Cabang Medan.  Dimana Variabel kepuasan kerja sebagai variable independent terdiri dari lima  sub variable; Pekerjaan (X1), Imbalan (X2), Kesempatan Promosi (X3), Supervisi  (X5), Rekan Kerja (X5).
b. Mengetahui sub variabel paling dominan dari kelima variabel kepuasan kerja yang  mempengaruhi OCB karyawan PT. Pos Indonesia Persero Cabang Medan.
2. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:: a. Bagi Perusahaan,  Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi PT. POS Indonesia  Cabang Medan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB).
b. Bagi Penulis.
Penelitian ini memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi penulis khususnya dalam bidang manajemen sumber daya manusia serta memberikan suatu pembelajaran yang lebih mengenai kepuasan kerja danOrganizational  Citizenship Behavior (OCB).
c. Bagi Pihak lain.
Penelitian ini bermanfaat bagi pihak lain sebagai bahan referensi.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Batasan operasional digunakan untuk menghindari kesimpangsiuran dalam  membahas dan menganalisis permasalahan, sehingga penelitian ini dibatasi pada  pengaruh variable kepuasan kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior  (OCB) di PT. POS Indonesia Cabang Medan.  2. Defenisi Operasional Variabel Defenisi Operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabelvariabel dari satu faktor berkaitan dengan faktor lainnya.  a. Variabel Independen (X): Kepuasan Kerja Kepuasan kerja adalah tingkat perasaan seseorang akan kesukaan atau  ketidaksukaannya dalam memandang pekerjaannya dan segala sesuatu yang dihadapi  di lingkungan kerjanya. Kepuasan kerja diukur dengan menggunakan 5 (lima) sub  variable yang dikembangkan Smith, Kendall dan Hulin (Munandar, 2004 : 74) yaitu:   Pekerjaan (X1), Imbalan (X2), Kesempatan Promosi (X3), Supervisi (X4) dan Rekan  Kerja (X5).  Pekerjaan (X1) adalah beban kerja yang memberikan kesempatan individu  untuk belajar sesuai dengan minat serta kesempatan untuk bertanggung jawab, alat  ukur yang digunakan yaitu minat dan kemampuan.  Imbalan (X2) adalah sejumlah uang gaji yang diterima sesuai dengan  beban kerjanya dan seimbang dengan karyawan lain pada organisasi tersebut, alat  ukurnya yaitu kelayakan dan harapan karyawan.  Kesempatan promosi (X3) adalah kesempatan untuk meningkatkan posisi  pada struktur organisasi, alat ukur yang digunakan yaitu kebijakan promosi dan  peluang promosi.
Supervisi (X4) adalah kemampuan atasannya untuk memberikan bantuan  teknis dalam memotivasi, alat ukurnya adalah instruksi dan motivasi verbal.
Rekan Kerja (X5) adalah seberapa besar rekan sekerja memberikan  bantuan teknis dan dorongan sosial., alat ukurnya adalah komunikasi dan koordinasi.
b. Variabel Dependen (Y) : Organizational Citizenship Behavior (OCB) Organizational citizenship Behavior (OCB) merupakan perilaku kerja  yang melebihi persyaratan kerja dan turut berperan dalam kesuksesan organisasi.  Variabel ini diukur dengan menggunakan 4 (empat) alat ukur yang dikembangkan  oleh Organ (2007), yaitu : Altruism, Civic virtue, Conscientiousness, Sportmanship.  Altruism adalah perilaku membantu karyawan lain tanpa ada paksaan pada  tugas–tugas yang berkaitan erat dengan operasional organisasi. Civic virtue adalah partisipasi sukarela dan dukungan terhadap fungsi–fungsi organisasi secara   profesional maupun sosial alamiah. Conscientiousness adalah kinerja dari prasarat  peran yang melebihi standart minimum. Sportmanship adalah pantangan membuat  isu-isu yang dapat merusak nama baik perusahaan, karyawan, dan diri sendiri  meskipun dalam keadaan jengkel.
3.  Skala Pengukuran Variabel  Skala pengukuran variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah  Skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau  sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2006 : 74).  Peneliti menggunakan lima alternatif jawaban kepada responden untuk  masing–masing variabel dengan menggunakan skala 1 sampai 5, adapun skor yang  diberikan adalah: Tabel 1.3 Instrumen Skala Likert Keterangan   Skor Sangat Setuju (SS)  5 Setuju (S)  4 Kurang Setuju (KS)  3 Tidak Setuju (TS)  2 Sangat Tidak Setuju (STS)  1 Sumber: Sugiyono (2006:86)  Berdasarkan Instrumen Skala Likert dan definisi operasional variabel yang telah  dikemukakan sebelumnya, maka operasionalisasi variabel adalah sebagai berikut: Tabel 1. 4  Operasionalisasi Variabel Variabel  Keterangan  Defenisi    Indikator Skala  Kepuasan  Kerja (X) X1  Pekerjaan.. Kesempatan individu untuk belajar  sesuai dengan minat serta  kemampuannya.
1.Kesesuaian minat 2.Kesesuaian  kemampuan Likert X2  Imbalan  Sejumlah gaji yang diterima sesuai  dengan beban dan harapan karyawan.
1.Kelayakan.
2.Harapan.
X3  Kesempatan  promosi Kesempatan pengembangan karier  dalam struktur organisasi.
1.Kebijakan promosi 2.Peluang promosi.
X4  Supervisi. Adanya bantuan teknis dan motivasi  dari atasan.
1.Bantuan teknis 2.Motivasi Verbal.
X5  Rekan kerja. Kesesuaian terhadap rekan sejawat  mengenai hal-hal yang berkaitan  fungsi organisasi.
1. Komunikasi.
2. Koordinasi.
Organization  Citizenship Behavior  (OCB) (Y) Dimensi   Definisi  Indikator Likert Altruism Sukarela membantu karyawan lain  pada tugas yang berkaitan dengan  operasional organisasi.
1.Setia kawan 2.Mau menolong  teman sejawat Civic virtue Mematuhi peraturan dan mendukung  kebijakan organisasi.
1. Disiplin.
2. Koperatif Conscientious Meningkatkan performa dan kemajuan  organisasi.
1.Berkinerja lebih.
2.Peduli organisasi Sportmanship Menjaga nama baik perusahaan dan  bertanggung jawab.
1. Menjaga rahasia 2. Menjaga sikap Sumber : Munandar (2004: 74), Panggabean (2004: 135) dan dikutip dalam Brahmana &  Sofyandi (2007 ) (diolah)  4. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. POS Indonesia Cabang Medan yang beralamat di Jalan  Pemuda Nomor 1 Medan. Waktu penelitian dilakukan dari bulan September- Desember  2010.
5. Populasi dan Sampel a.  Populasi  Menurut Kuncoro (2003 : 103), Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap  dan biasanya berupa orang, objek, kejadian dimana kita tertarik untuk  mempelajari atau menjadi objek penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah  karyawan Divisi Delivery PT. POS Indonesia Cabang Medanyang berjumlah 80  0rang.
b.  Sampel Metode pengambilan sample menggunakan metode sampel purposive, yaitu  teknik penentuan sample dengan pertimbangan tertentu. Kriteria karyawan yang  dijadikan sample adalah karyawan tetap PT POS Indonesia Cabang Medan di  bagian delivery yang berjumlah 80 orang. Teknik sample yang digunakan dalam  penelitian ini menggunakan rumus Slovin dalam Umar (2004:78), yaitu: 2 1 Ne N n + = Keterangan : n  = Jumlah Sampel N  = Ukuran Populasi e  = Standar Error  Maka jumlah sampel adalah sebagai berikut: 444.44 8,1 80 )1,0.(801 80 2 = = + = n n n = 45 (dibulatkan) 6. Jenis dan sumber Data Penulis menggunakan dua jenis data dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut : a. Data primer .
Adalah data utama yang diperlukan untuk mengetahui pengaruh kepuasan kerja  terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) di PT. POS Indonesia Cabang  Medan yang diperoleh dengan memberikan daftar pernyataan kuesioner.
b. Data sekunder.  Adalah data yang diperolah melalui studi dokumentasi yang diperoleh dari buku,  jurnal, dan situs internet yang dapat menjadi referensi pendukung penelitian ini.
7.  Teknik Pengumpulan Data  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan beberapa teknik  pengumpulan data, antara lain : a. Angket ( Kuesioner) Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menyiapkan satu set  pernyataan yang tersusun secara sistematis dan standar yang diberikan kepada  responden yaitu dalam hal ini adalah para karyawan PT. POS Indonesia Cabang  Medan.
b. Wawancara (Tanya jawab Langsung) Wawancara yaitu tanya jawab dengan perwakilan pihak manajemen perusahaan  yaitu Manager SDM dan Manajer Pengantaran 1., yang berkaitan dengan   Organizational Citizenship Behavior (OCB), kepuasan kerja, sejarah perusahaan,  struktur organisasi, dan lain–lain.
c. Studi dokumentasi ( Penelaahan literature) Studi dokumentasi yaitu dilakukan dengan memperoleh data melaluibuku-buku,  dokumen, internet dan literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang  diteliti.
7.  Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat  merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner). Adapun  sampel uji validitas dalam penelitian ini diambil sebanyak 30 orang di luar dari  pada sampel, yaitu karyawan Divisi Delivery PT. POS Indonesia Cabang Medan  dengan menggunakan program SPSS 16.0 for windows dengan kriteria sebagai  berikut:  1. Jika rhitung > rtabel , maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
2. Jika rhitung < rtabel , maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.
b.  Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan tingkat kendala suatu instrumen penelitian. Instrumen  yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan berulang kali untuk  mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono, 2006 :  110). Uji reliabilitas akan dapat menunjukkan konsistensi dari jawaban-jawaban   responden yang terdapat pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah uji validitas dan  yang diuji merupakan pernyataan yang sudah valid.
Uji validitas dan reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program  SPSS 16.0 for windows. Butir pernyataan yang sudah valid dalam uji validitas  akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika r alpha posititf atau > r tabel , maka pernyataan reliabel 2. Jika r alpha negatif atau < r tabel , maka pernyataan tidak reliabel  Instrumen yang valid dan reliabel merupakan syarat mutlak untuk mendapatkan  hasil penelitian yang valid dan reliabel. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan  untuk menguji apakah kuesioner layak digunakan sebagai instrumen penelitan  atau tidak. Valid artinya data yang diperoleh melalui kuesioner dapat menjawab  tujuan penelitian. Reliabel artinya data yang diperoleh melalui kuesioner hasilnya  konsisten bila digunakan untuk penelitian lain.
9.  Metode Analisis Data a.  Metode Analisis Deskriptif Metode penganalisaan data dengan cara menyusun data, mengelompokkannya,  selanjutnya menginterpresentasikannya, sehingga diperoleh gambaran yang  sebenarnya mengenai kondisi perusahaan PT Pos Indonesia Cabang Medan.
b.  Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis regresi, agara dapat diperkirakan yang tidak bias dan  efisiensi maka dilakukan pengujian asumsi klasik. Ada beberapa criteria  persyaratan asumsi klasik yang harus dipenuhi, yaitu:  1. Uji Normalitas Tujuan uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data  mengikut i atau mendekati distribusi normal. (Situmorang et al 2008: 55).
Uji Normalitas dilakukan dengan mengunakan Kolmogorov Smirnov. Dengan  menggunakan tingkat signifikan 5% maka jika nilai Asymp.Sig (2 Tailed)  diatas nilai signifikan 5% artinya variable residual berdistribusi normal  ( Situmorang et al, 2008: 62).  2. Uji Heteroskedasitisitas Artinya varians variable independent adalah konstan (sama) untuk setiap nilai  tertentu variable independent (homokedastisitas). Model regresi yang baik  tidak terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas diuji dengan uji Glesjer  dengan pengambilan keputusan jika variable independent signifikan secara  statistic mempengaruhi variable dependen, maka ada indikasi terjadi  heteroskedastisitas. Jika probabilitasnya signifikan diatas tingkat kepercayaan  5% dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah pada heteroskedastisitas.
3. Uji Multikoliniearitas Artinya variable independent yang satu dengan yang lain dalam model regresi  berganda tidak saling berhubungan. Untuk mengetahuinya dapat dilihat dari  besarnya Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program  SPSS. Tolerance mengukur variabelitas variable terpilih yang tidak dijelaskan  oleh variable independent lainnya. Nilai yang dipakai Tolerance>0,1, atau   nilai VIF<5, maka tidak terjadi multikolinieritas (Situmorang et al, 2008:  104).  c.  Analisis Regresi Liniear Berganda Metode regresi sederhana digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh kepuasan  kerja terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang dapat dilihat  sebagai berikut: Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5 X5 + e (Sugiyono, 2006:211) Dimana : Y = OCB a = Konstanta b1 = koefisien regresi 1 b2 = koefisien regresi 2 b3 = koefisien regresi 3 b4 = koefisien regresi 4 b5 = koefisien regresi 5 X1 = Pekerjaan X2 = Imbalan X3 = Promosi Jabatan X4 = Supervisi X5 = Rekan Kerja e  = Epshilon  d. Uji F (Uji secara serentak) Dilakukan untuk menguji apakah setiap variable bebas mempunyai pengaruh yang  signifikan terhadap variable terikat secara serentak.
Kriteria pengujian sebagai berikut: H0 diterima jika F hitung < F table pada α = 5% H1 diterima jika F hitung > F table pada α = 5% e. Uji t (Uji secara parsial) Dilakukan uji t, yaitu secara parsial untuk membuktikan hipotesis awal tentang  pengaruh variable bebas kepuasan kerja; (X1) Pekerjaan, (X2) Imbalan, (X3)  Promosi Jabatan, (X4) Supervisi, dan (X5) Rekan Kerja terhadap OCB sebagai  variable terikat (Y).
Kriteria Pengujian (Sugiyono 2006:121)  Ho: βı = β2 = β3 = β4 = β5 = 0  Artinya tidak ada pengaruh signifikan antara 5 variabel kepuasan kerja (X1,X2,X3,  X4,X5) terhadap OCB sebagai variable terikat (Y).
Hı : βı ≠ β2 ≠ β3 ≠ β4 ≠ β5 ≠ 0  Artinya ada pengaruh yang signifikan antara 5 variable bebas kepuasan kerja  (X1,X2,X3, X4,X5) terhadap OCB sebagai variable terikat (Y).
Kriteria pengambilan keputusan: H0 diterima jika t hitung < t table pada α = 5% H1 diterima jika t hitung > t table pada α = 5%  f. Uji Determinan R Koefisien determinasi (R²) pada intinya untuk mengukur proporsi atau persentase  sumbangan variable bebas yaitu variable (X1) Pekerjaan, (X2) Imbalan, (X3)  Promosi Jabatan, (X4) Supervisi, dan (X5) Rekan Kerja terhadap variasi naik  turunnya variable terikat atau minat pembelian ulang (Y) secara bersa,a-sama,  dimana: 0 ≤ R² ≤ 1 Jika R² semakin besar maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variable bebas (X1)  Pekerjaan, (X2) Imbalan, (X3) Promosi Jabatan, (X4) Supervisi, dan (X5) Rekan  Kerja terhadap OCB sebagai variable terikat (Y) adalah besar. Dengan kata lain  model yang digunakan semakin kuat menerangkan pengaruh varabel bebas (X1)  Pekerjaan, (X2) Imbalan, (X3) Promosi Jabatan, (X4) Supervisi, dan (X5) Rekan  Kerja, terhadap OCB (Y).
Sebaliknya jika R² semakin mengecil/ mendekati nol, maka dapat dikatakan  bahwa variable bebas (X1) Pekerjaan, (X2) Imbalan, (X3) Promosi Jabatan, (X4)  Supervisi, dan (X5) Rekan Kerja terhadap OCB sebagai variable terikat (Y)  semakin kecil. Dengan kata lain model yang digunakan tidak kuat untuk  menerangkan pengaruh variable bebas yang diteliti terhadap variable terikat   

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi