Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS SISTEM REKRUTMEN DAN IMBALAN TERHADAP KUALITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI



BAB I PENDAHULUAN
 Latar Belakang Masalah
 Sumber Daya Manusia merupakan hal yang sangat penting dalam  pencapaian tujuan perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada  sejauh mana perusahaan mampu memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman  dari lingkungan ekstern dengan segala potensi dari sumber daya yang dimiliki.

Tersedianya sumber daya yang berkualitas merupakan kekayaan (asset) yang  tidak ternilai bagi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan berusaha memperoleh  dan menempatkan tenaga kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya masingmasing agar kualitas kerja tenaga kerja bisa diperoleh. Untuk mewujudkan  kualitas kerja perusahaan perlu melakukan perekrutan yang sesuai dengan potensi  sumber daya manusia.
Kualitas kerja karyawan didalam perusahaan banyak sekali dipengaruhi  oleh berbagai faktor, salah satunya adalah sistem rekrutmen yang benar serta  imbalan yang berbentuk kompensasi, karena pada dasarnya kualitas kerja  karyawan akan cenderung menjadi lebih baik apabila dibarengi dengan  peningkatan imbalan. Sebab tujuan dari setiap tenaga kerja bekerja adalah untuk  memperoleh penghasilan atau pendapatan yang diberikan perusahaan dalam  bentuk imbalan.
Keberhasilan suatu perusahaan juga dapat dilihat dari Kualitas Kerja yang  baik dari para pegawai. Kinerja Pegawai  di anggap dapat membantu  meningkatkan kualitas perusahaan tersebut. Kualitas tersebut dapat dilihat dari   tingginya rasa kepercayaan atau loyalitas masyarakat terhadap perusahaan  tersebut. Dalam perbankan kualitas dilihat dari pelayanan jasa yang dapat  meningkatkan kepercayaan nasabah atau masyarakat yang menggunakan jasa bank  tersebut.
Menurut Flippo (2001:28) Kualitas kerja adalah suatu hasil yang dapat  diukur dengan efektivitas dan efisiensi suatu pekerjaan yang dilakukan oleh  sumber daya manusia dalam mencapai tujuan atau sasaran perusahaan dengan  baik dan semaksimal mungkin. Kualitas sumber daya manusia mengacu pada  pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan kemampuan (ability). Kinerja  seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan usaha dan kesempatan yang  dapat dinilai dari hasil kerjanya. Nilai penting dari penilaian kinerja adalah  menyangkut kualitas kerja individu karyawan yang diekspresikan dalam  penyelesaian tugas-tugas menjadi tanggung-jawabnya secara efektif dan efisien.
Rekrutmen adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang  berkualifikasi, yang bagus untuk pekerjaan di dalam suatu organisasi (Malthis,  2001:26). Prinsip the right man on the right place  harus merupakan suatu  pegangan bagi manager personalia dalam menempatkan tenaga kerja di dalam  perusahaan. Kegiatan yang termasuk dalam ruang lingkup rekrutmen adalah  keseluruhan kegiatan dari penyusunan penarikan tenaga kerja, seleksi dan  penempatan yang intinya memperoleh karyawan yang berkualitas.
Fungsi rekrutmen dalam perusahaan adalah merekrut staff atau karyawan  agar perusahaan dapat menjalankan usahanya secara berkesinambungan.
Kegagalan dalam melakukan perekrutan akan mempengaruhi kualitas kerja  karyawan yang selanjutnya menjadi penghambat bagi proses pencapaian tujuan   perusahaan. Proses perekrutan harus benar-benar dilakukan karena menyangkut  proses jangka panjang dari tenaga kerja.
Imbalan sangat penting bagi organisasi atau perusahaan yang  mencerminkan upaya organisasi atau perusahaan untuk mempertahankan sumber  daya manusia sebagai komponen utama dan merupakan komponen biaya yang  paling penting. Disamping pertimbangan tersebut, imbalan juga merupakan salah  satu aspek yang berarti bagi karyawan, karena bagi karyawan besarnya imbalan  dalam bentuk kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya  diantara para  karyawan itu sendiri, keluarga dan masyarakat. Bila imbalan diberikan secara  benar karyawan akan termotivasi dan lebih terpusatkan untuk mencapai sasaransasaran organisasi atau perusahaan.
Menurut Sulistiani dan Rosidah (2003:206) imbalan adalah seluruh paket  keuntungan yang disediakan organisasi kepada para anggotanya dan mekanismemekanisme serta prosedur-prosedur dimana keuntungan-keuntungan ini dapat  didistribusikan. Imbalan terdiri dari Upah, gaji, pensiunan, rekreasi (liburan),  promosi jabatan yang lebih tinggi, dan termasuk berbagai pemberian imbalan  lainnya seperti jaminan kesehatan kerja, pemindahan kerja secara liberal pada  posisi yang lebih menantang atau pada posisi yang lebih mengarah pada  pertumbuhan dan perkembangan serta berbagai macam bentuk pengakuan  pelayanan yang diperlukan.
Imbalan yang layak dan wajar akan mendorong peningkatan kualitas kerja  dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Adanya kualitas kerja karyawan yang  tinggi secara otomatis mempengaruhi tingkat pencapaian tujuan perusahaan  tersebut. Perusahaan yang mempunyai karyawan dengan kualitas kerja dan   berdaya guna tinggi akan mendorong aktivitas operasional perusahaan sehingga  dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan perusahaan.
PT Bank Syariah Mandiri adalah salah satu perusahaan yang bergerak  dalam bidang perbankan dan keuangan yang berbasis syariah yang kegiatan  operasionalnya adalah dalam pengelolaan keuangan yang meliputi penerimaan  dana dari masyarakat yang disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, giro serta  menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk  kredit jangka pendek dan kredit jangka panjang. Dengan adanya kegiatan tersebut  maka dalam hal ini PT Bank Syariah Mandiri dalam kegiatan usaha perbankan  membutuhkan karyawan yang memiliki kualitas kerja yang baik.
PT Bank Syariah Mandiri melakukan seluruh tahap rekrutmen karyawan  mulai dari tahap seleksi berkas, wawancara awal, tahap psikotes, tahap tes  kesehatan hingga wawancara akhir. Setelah calon karyawan lulus pada tahap tes  wawancara akhir, calon karyawan menandatangani kesepakatan kerja dengan PT.
Bank Syariah Mandiri dan setelah itu menjalani masa Kontrak percobaan kerja  selama 1 tahun, selesai masa kontrak pekerjaan Karyawan akan dapat mengikuti  ujian Karyawan Tetap. Karyawan yang telah lulus akan ditempatkan di seluruh  wilayah Sumatera Utara termasuk PT Bank Syariah Mandiri Cabang ataupun unit  pembantu dan mulai bekerja.
PT Bank Syariah Mandiri Cabang Kota Medan memberikan imbalan  kepada karyawan tersebut berupa gaji pokok, kompensasi dalam bentuk insentif,  bonus dan upah lembur.
 Berdasarkan survei awal yang penulis lakukan pada PT Bank Syariah  Mandiri Cabang Medan dapat dilihat data jumlah Karyawan Tetap PT Bank  Syariah Mandiri (BSM) Cabang Medan berdasarkan Tabel 1.1: Tabel 1.1  Jumlah Pegawai yang Direkrut Menjadi Pegawai Tetap dan Data Nasabah pada  PT. Bank Syariah Mandiri , Kantor Cabang Ahmad Yani Medan dari Tahun 2007 – 2009  No  Tahun  Jumlah Karyawan Tetap  Jumlah Nasabah 1  2007  30  18.575 2  2008  29  21.792 3  2009  38  25.348 Sumber: Bagian SDI PT Bank Syariah Mandiri  Cabang Kota  Medan (2010)  Tabel 1.1 menunjukkan bahwa dari Tahun 2007-2009 jumlah karyawan  PT Bank Syariah Mandiri Cabang Medan yang direkrut menjadi Pegawai Tetatap  semakin meningkat setiap tahun. Karyawan yang direkrut menduduki posisi  sebagai Frontliner atau para pekerja yang berhadapan langsung dengan para  Customer  yaitu Teller, Customer Service dan juga yang menduduki posisi sebagai  Account Officer, Funding Officer, Legal Office, Serta Back Office.
Berdasarkan Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa pertambahan jumlah Karyawan  Tetap PT Bank Syariah Mandiri dari tahun 2007-2009 yg direkrut Menurun dari  Tahun 2007 ke tahun 2008 yaitu sebesar 3%, tetapi pada tahun 2008 ke tahun  2009 Perusahaan menambah Jumlah Pegawai Tetap sebesar 29,7%, maka  persentase pertambahan jumlah pegawai yang direkrut dengan kata lain tidak  mengalami peningkatan di tahun 2008, sedangkan di tahun 2009 justru  kebalikannya, perekrutan jumlah pegawai cukup banyak yaitu hingga 39,6%.
 Berdasarkan Tabel 1.1 juga dapat dilihat Pertambahan jumlah nasabah  meningkat walau tidak signifikan. Dalam persentase dapat kita lihat pertambahan  nasabah dari tahun 2007 ke tahun 2008 sebesar 12 %, sedangkan dari tahun 2008  ke tahun 2009 sebesar 16,3 %, maka dapat dilihat pertambahan jumlah nasabah  dalam persentase juga naik sebesar 4,3 %.
Survei awal penulis juga meliahat fenomena lain yaitu Penghargaanpenghargaan yang didapatkan oleh PT Bank Syariah Mandiri cabang Medan sejak  2007 hingga 2009 yaitu: a.  29 Juli 2007, Dari Bank Indonesia sebagai Perusahaan Perbankan  Syariah Yang Selalu memiliki Program pengadaan Rumah Sehat  Sederhana.
b.  Agustus 2007, Penghargaan dari Direksi PT Bank Syariah Mandiri  Pusat, yaitu sebagai Best Fund Mobilization.
c.  Desember 2007, Penghargaan yang didapat dari PINBUK Sumut yaitu  PT Bank Syariah Mandiri sebagai Pusat Inkubasi bisnis Usaha Kecil.
d.  April 2008, Juara I Badminton Independence BSM Club Medan.
e.  2009, Juara II Futsal Independence BSM Club Medan.
f.  2 oktober 2010, Penghargaan dari yayasan Al-Fityan Medan, yaitu  BSM Card Co Branding.
Dari data penghargaan-penghargaan yang didapatkan oleh PT Bank  Syariah Mandiri Cabang Medan dapat dilihat bahwa Penghargaan merupakan  Indikator yang dapat dilihat dari Kualitas Kerja para Karyawan PT Bank Syariah  Mandiri Cabang Medan. Demikian juga dengan jumlah Nasabah yang dapat  memperlihatkan Loyalitas dan kepercayaan dari para nasabah.
 Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis merasa tertarik untuk  mengetahui secara rinci mengenai sistem rekrutmen dan Imbalan pada Karyawan  Tetap PT Bank Syariah Mandiri  Cabang Medan, oleh karena itu penulis  mengambil judul penelitian “Analisis Sistem Rekrutmen Dan Imbalan  Terhadap Kualitas Kerja Karyawan Pada PT Bank Syariah Mandiri  Cabang Kota Medan”.
Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis merumuskan masalah  sebagai berikut: “Apakah Sistem Rekrutmen dan Imbalan Mempunyai Pengaruh  Yang Positif dan Signifikan terhadap Kualitas Kerja Karyawan Pada Bank  Syariah Mandiri Cabang Medan?” Kerangka Konseptual Nawawi (2002:167) menyatakan “Rekrutmen adalah proses mendapatkan  sejumlah calon tenaga kerja yang qualified untuk menduduki suatu posisi jabatan  tertentu di lingkungan suatu organisasi/perusahaan”.  Berdasarkan pengertian  tersebut, berarti rekrutmen merupakan langkah pertama dalam menerima  seseorang bekerja. Di dalamnya terdapat 3 (tiga) kegiatan pokok yang terdiri dari: 1.  Seleksi adalah proses menetapkan dan memutuskan karyawan diterima atau  tidak dalam suatu perusahaan untuk mengisi posisi jabatan/pekerjaan tertentu.
Prosesnya dilakukan dengan cara menyeleksi berkas calon karyawan, dan  lulus dalam setiap tes yang dilakukan oleh perusahaan mulai dari awal tes  hingga akhir tes.
 2.  Penempatan adalah penugasan seorang pekerja pada suatu jabatan atau unit  kerja di lingkungan suatu organisasi/perusahaan. Dengan kata lain calon  karyawan yang ditempatkan harus memiliki kompetensi yang diperlukan  untuk dapat melaksanakan pekerjaan dalam suatu jabatan secara efektif dan  efisien.
3.  Sosialisasi atau orientasi adalah proses memperkenalkan seorang pekerja baru  pada organisasi atau unit tempatnya bekerja/bertugas.
Menurut Rizky (2001:9)  Imbalan adalah  semua pengeluaran yang  dikeluarkan oleh perusahaan untuk pekerja, baik secara langsung maupun tidak  langsung. Menurut Matutina (2001:205) jenis imbalan terbagi atas gaji pokok,  bonus, insentif dan tunjangan. Imbalan yang layak dan wajar akan mendorong  peningkatan kualitas kerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan  kewajibannya. Adanya kualitas kerja karyawan yang tinggi secara otomatis  mempengaruhi tingkat pencapaian tujuan perusahaan tersebut.
Kualitas kerja menurut Matutina (2001:210) mengacu pada kualitas  sumber daya manusia yang terdiri dari: 1.  Pengetahuan (knowledge) yaitu kemampuan yang dimiliki karyawan yang  lebih berorientasi pada intelegensi dan daya pikir serta penguasaan ilmu yang  luas yang dimiliki karyawan.
2.  Keterampilan (skill) yaitu kemampuan dan penguasaan teknis operasional di  bidang tertentu yang dimiliki karyawan.
3.  Abilities yaitu kemampuan yang terbentuk dari sejumlah kompetensi yang  dimiliki seorang karyawan yang mencakup loyalitas, kedisiplinan, kerjasama  dan tanggung jawab.
 Berdasarkan ketiga definisi diatas, dapat diketahui bahwa dengan sistem  rekrutmen serta didukung oleh imbalan maka akan mempengaruhi kualitas kerja  karyawan dalam suatu perusahaan. Berdasarkan teori pendukung tersebut,  kerangka konseptual pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:  Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber: Nawawi (2002:167), dan Matutina (2001:205)  (data diolah, Maret 2010)  D.  Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah yang ditetapkan maka dirumuskan  hipotesis sebagai berikut “Sistem Rekrutmen dan Imbalan Mempunyai Pengaruh  Yang Positif dan Signifikan Terhadap Kualitas Kerja Karyawan Pada PT Bank  Syariah Mandiri Cabang Kota Medan”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh sistem rekrutmen dan  imbalan terhadap kualitas kerja karyawan pada PT Bank Syariah Mandiri  Cabang Kota Medan.
Imbalan (X2)  Sistem  Rekrutmen  (X1)  Kualitas Kerja (Y)  2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi Perusahaan Dapat memberikan saran dan masukan yang bermanfaat mengenai  sistem rekrutmen yang baik untuk meningkatkan kualitas kerja  karyawan perusahaan.
b.  Bagi Peneliti Memperluas wawasan dan pengetahuan penulis mengenai sistem  rekrutmen dan imbalan serta pengaruhnya terhadap kualitas kerja pada  suatu organisasi atau perusahaan.
c.  Bagi Peneliti lain Referensi bagi peneliti selanjutnya sehingga dapat dijadikan  perbandingan dalam melakukan pengembangan penelitian yang sama  di masa yang akan datang.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Penelitian ini hanya dibatasi pada karyawan PT Bank Syariah Mandiri  Cabang Kota Medan. Penulis membatasi atau memberikan batasan operasional  bahwa penelitian ini hanya melihat pada analisis sistem rekrutmen karyawan dan  imbalan terhadap kualitas kerja.
 2.  Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini ada dua variabel penelitian yaitu: a. Variabel independen adalah variabel yang nilainya tidak tergantung pada  variabel lain. Adapun yang menjadi variabel independen dari penelitian ini  adalah: 1) Sistem rekrutmen (X1 yaitu proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang qualifieduntuk  menduduki suatu posisi jabatan tertentu di  lingkungan suatu  organisasi/perusahaan yang didalamnya terdapat  proses seleksi,  penempatan dan sosialisasi/orientasi.
)  2) Imbalan (X2 yaitu mencakup semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan  untuk pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
)  b. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel  terikat dari penelitian ini adalah Kualitas kerja (Y) yaitu kemampuan yang  dimiliki oleh karyawan yang mengacu kepada pengetahuan, skill dan abilities yang dimiliki karyawan.
Tabel 1.2 Defenisi Operasionalisasi Variabel No.  Variabel  Definisi  Indikator Variabel 1.
Sistem Rekrutmen (X1 Sistem rekrutmen adalah proses mendapatkan  sejumlah calon tenaga kerja  yang  qualified  untuk  menduduki suatu posisi  jabatan tertentu di  lingkungan suatu  ) 1.  Seleksi berkas administrasi 2.  Tes Potensi Akademik 3.  Tahap psikotes.
4.  Interview  5.  Tahap Tes kesehatan 6.  Orientasi kerja 7.  Tugas-Tugas/Pekerjaan  organisasi/perusahaan yang  didalamnya terdapat proses  seleksi, penempatan dan  sosialisasi/orientasi.
8.  Masa kontrak/percobaan No.  Variabel  Defenisi  Indikator Variabel 2.  Imbalan (X2 Imbalan adalah mencakup  semua pengeluaran yang  dikeluarkan oleh perusahaan  untuk pekerja, baik secara  langsung maupun tidak  langsung.
) 1.  Keadilan gaji berdasarkan  kontribusi.
2.  Keadilan gaji berdasarkan  UMP.
3.  Keadilan gaji berdasrakan  perusahaan sejenis wilayah.
4.  Keadilan gaji berdasarkan  internal perusahaan.
5.  Kelancaran gaji.
6.  Keadilan insentif berdasarkan  Kontribusi.
7.  Kelancaran insentif.
8.  Keadilan bonus berdasarkan  kontribusi.
9.  Kelancaran bonus 10. Kesesuaian Tunjangan 3.
Kualitas  Kerja (Y) Kualitas kerja adalah  merupakan kemampuan yang  dimiliki oleh karyawan yang  mengacu kepada  pengetahuan,  skill  dan  abilities  yang dimiliki  karyawan.
1.  Pengetahuan tentang  pekerjaan sendiri 2.  Kemampuan  intelegensi  tergolong baik.
3.  Tingkat kemampuan teknis  sesuai  dengan standar yang  diinginkan perusahaan.
4.  Tingkat prestasi kerja  meningkat.
5.  Ketrampillan kerja 6.  Disiplin dalam bekerja  7.  Bertanggung-jawab dalam  bekerja 8.  Bekerjasama dengan karyawan  yang lain baik 9.  Loyal kepada perusahaan Sumber: Nawawi (2002: 167), Rizki (2001:9), dan Matutina (2001:205)  (Data diolah, Juni2010)   3.  Skala Pengukuran Variabel Penelitian ini menggunakan skala likert yaitu digunakan untuk mengukur  sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena  sosial (Sugiyono, 2006:104). Untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian maka  peneliti memberikan lima alternatif jawaban kepada responden dengan  menggunakan skor 1 sampai 5 yang dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut ini: Tabel 1.3 Instrumen Skala Likert No  Jawaban  Skor 1  Sangat Setuju (SS)  5 2  Setuju (ST)  4 3  Kurang Setuju (KS)  3 4  Tidak Setuju (TS)  2 5  Sangat Tidak Setuju (STS)  1 Sumber:  Sugiyono (2006:105)  4.  Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sebagai Pra survey dan Survey  lanjutan setelah seminar yaitu bulan November sampai dengan bulan Desember  2010. Lokasi penelitian pada PT Bank Syariah Mandiri Cabang Medan Jalan  Jendral Ahmad Yani No. 100 Medan.
5.  Jenis Data Peneliti menggunakan dua jenis data yaitu: a.  Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh dari responden secara langsung di  lokasi penelitian melalui kuesioner dan wawancara kepada  responden yang  dilakukan pada penelitian awal sampai selesai.
 b.  Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang berisikan informasi dan teori-teori  yang digunakan untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Peneliti mendapat  data sekunder dari buku-buku, majalah dan data-data dari PT Bank Syariah  Mandiri Cabang Medan.
6.  Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini teknik yang digunakan dalam pengumpulan data ialah  melalui kuesioner yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada responden.
Kuesioner berisikan pertanyaan mengenai identitas responden dan variabel yang  diteliti dalam penelitian ini yaitu variabel sistem rekrutmen (X1), imbalan (X2 7.  Populasi dan Sampel )  dan variabel kualitas kerja (Y).
Populasi pada penelitian ini adalah Karyawan Tetap. PT Bank Syariah  Mandiri Cabang Medan tahun yang berjumlah 38 orang Karyawan.
Sampel pada penelitian ini adalah Karyawan Tetap pada PT Bank Syariah  Mandiri Cabang Medan yang berjumlah 38  orang karyawan. Penarikannya  diambil secara sensus, alasan dilakukan penarikan sampel secara sensus adalah  karena kecilnya jumlah populasi yang ada.
8. Uji Validitas dan Realibilitas a.  Uji Validitas Uji validitas digunakan oleh peneliti untuk mengetahui kelayakan butirbutir dalam suatu daftar pertanyaan (kuesioner) dalam mendefenisikan suatu   variabel. Menurut Nugroho (2005:68) kriteria dalam menentukan validitas suatu  kuesioner adalah sebagai berikut: 1) Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid 2) Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid.
b.  Uji Realibilitas Realibilitas merupakan ukuran kestabilan dan konsistensi responden dalam  menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang  merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam suatu bentuk kuesioner. Uji  realibilitas dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap butir pertanyaan untuk  lebih dari satu variabel. Menurut Nugroho (2005:72) realibilitas suatu konstruk  variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > dari 0.60. Uji  validitas  dan realibilitas, peneliti menyebarkan kuesioner  kepada 30 orang  karyawan   Tetap    PT   Bank   Syariah Mandiriuntuk kantor Cabang Unit  Pembantu yang ada di Medan.
9.  Metode Analisis Data A. Metode Analisis Deskriptif Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan dengan  mengumpulkan dan menganalisa data yang diperoleh sehingga dapat memberikan  gambaran yang jelas mengenai sistem rekrutmen karyawan dan imbalan  berpengaruh terhadap kualitas kerja. Data diperoleh dari data primer berupa  kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden penelitian.
B. Uji Asumsi Klasik.
1) Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah residual yang diteliti  berdistribusi normal atau tidak. Distribusi data tidak normal, karena terdapat nilai   ekstrem data yang diambil. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk uji  normalitas, yaitu: a) Analisis Grafik Normalitas data dapat dilihat melalui penyebaran titik pada sumbu  diagonal dari P-Plot atau dengan melihat histogram dari residualnya. Dasar  pengambilan keputusannya sebagai berikut: Apabila data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal  atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal maka model regresi  memenuhi asumsi normalitas.
Apabila data menyebar jauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis  diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal maka  model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
b) Analisis Statistik Pengujian normalitas yang didasarkan pada uji statistik non parametrik  Kolmogorof-Smirnov (K-S). Menurut Umar (2008:181) bahwa, apabila pada hasil  uji Kolmogorov Smirnov, nilai Asymp. Sig (2-tailed) lebih besar dari 0,05 (α =  5%, tingkat signifikan) maka data berdistribusi normal.
2) Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi terjadi  ketidaksamaan variance dari suatu residual pengamatan kepengamatan lain. Ada  dua cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi gejala Heteroskedastisitas,  yaitu: a) Analisis Grafik Gejala Heteroskedastisitas dapat dilihat dengan menggunakan grafik   Scatterplot. Apabila data yang berbentuk titik-titik tidak membentuk suatu pola  atau menyebar, maka model regresi tidak terkena heteroskedastisitas.
b) Analisis Statistik Gejala Heteroskedastisitas juga dapat dideteksi melalui uji Glesjer.
3) Uji Multiko linieritas Uji ini bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi linier  ditemukan adanya korelasi yang tinggi diantara variabel bebas. Ada atau tidaknya  multikolinieritas antar variabel dapat diketahui dengan melihat nilai dari variance  inflation factor (VIF) dari masing-masing variabel independent terhadap variabel  dependent.
Pengambilan Keputusannya: VIF > 5 maka diduga mempunyai persoalan multikolinieritas VIF < 5 maka tidak terdapat multikolinieritas Tolerence < 0,1 maka diduga mempunyai persoalan multikolinieritas Tolerence > 0,1 maka tidak terdapat multikolinieritas C. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan oleh penulis untuk mengetahui  pengaruh dari variabel-variabel independen, sistem rekrutmen (X1), imbalan (X2 Y= a + b )  terhadap kualitas kerja (Y). Analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini  menggunakan bantuan aplikasi Software SPSS 16.00 for Windows. Adapun model  persamaan yang digunakan adalah menurut Sugiyono (2006:211):  1X1 + b2X2  Dimana + e Y  =  Kualitas kerja X1  = Skor dimensi Sistem Rekrutmen  X2 b = Skor dimensi Imbalan 1– b2 a  = Konstanta = Koefisien regresi e  = Standar error D. Uji Hipotesis Uji Hipotesis terdiri dari :  1) Uji – F (Uji Serentak) Uji – F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang  dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap  variabel terikat. Uji – F digunakan untuk melihat secara bersama-sama (serentak)  variabel independen yaitu sistem rekrutmen (X1), imbalan (X2 Ho : b ) terhadap variabel  dependen yaitu kualitas kerja (Y).
1 = b2 = 0 artinya, secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh  yang positif dan signifikan dari variabel-variabel independen yaitu X1, X2 Ha : b ,  terhadap variabel dependen yaitu kualitas kerja (Y).
1  ≠ b2    0 artinya, secara bersama-sama (serentak) terdapat  pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel- variabel independen yaitu X1,  X2 2) Uji – t (Uji Parsial) , terhadap variabel dependen yaitu kualitas kerja (Y) Uji – t menunjukkan seberapa besar pengaruh varibel bebas secara  individual terhadap variabel terikat. Adapun Uji-t menggunakan langkah-langkah  sebagai berikut: Ho : b1 : b2 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel independen yaitu sistem rekrutmen (X1), imbalan (X2)  terhadap variabel dependen yaitu kualitas kerja (Y).
 Ho : b1 : b2 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel independen yaitu sistem rekrutmen (X1),  imbalan (X2 Kriteria Pengambilan Keputusan: )  terhadap variabel dependen yaitu kualitas kerja (Y).
Ho diterima jika t hitung  < t tabel  pada α = 5% Ha diterima jika t hitung  > t tabel pada α = 5% E. Uji Koefisien Determinasi ( R²) Koefisien determinasi (R²) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar  kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen. Dalam output  SPSS, koefisien determinan terletak pada Tabel Model Summary dan tertulis R  square. Namun untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan Adjusted R  square, karena disesuaikan dengan jumlah variabel independen yang digunakan  dalam penelitian. Nilai R square dikatakan baik jika di atas 0.5 karena R square  berkisar antara 0 sampai 1 (Nugroho, 2005:51). Identifikasi determinan  menunjukkan besarnya kontribusi variabel independen (X) terhadap variabel  dependen (Y). Semakin bersar nilai identifikasi determinan, maka semakin baik  kemampuan variabel dependen (Y).
 Determinan (R²) semakin besar (mendekati satu) maka dapat dikatakan  bahwa pengaruh yang signifikan dari variabel independen yaitu (X1, X2) berupa  sistem rekrutmen dan imbalan serta variabel dependen (Y) yaitu kualitas kerja  semakin besar. Sebaliknya, jika determinan (R²) semakin kecil (mendekati nol)  maka dapat dikatakan bahwa pengaruh yang signifikan dari variabel independen  yaitu (X1, X2) berupa variabel sistem rekrutmen dan imbalan   serta variabel  dependen (Y) yaitu kualitas kerja semakin kecil.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi