Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH PERSEPSI KUALITAS DAN PENGETAHUAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SABUN MANDI CAIR LUX



BAB I PENDAHULUAN
 1.1  Latar Belakang 
Peningkatan persaingan dan penawaran produk di pasar tentu mewajibkan  para pemasar menciptakan strategi jitu agar tetap bertahan dalam pasar domestik  maupun pasar global. Agar perusahaan dapat bertahan dan memenangkan  persaingan tersebut maka perusahaan dapat melakukan berbagai strategi  pengembangan merek seperti co-branding, brand extension,line extension serta  strategi pengembangan merek lainnya.

Adiwijaya (2006) menyatakan dalam situasi krisis moneter yang terjadi  saat ini, strategi yang paling cocok untuk menghemat biaya perusahaan adalah  strategi ekstensifikasi/perluasan merek (brand extension). Strategi memperluas  merek adalah upaya meluaskan nama merek yang telah terbukti berhasil, guna  meluncurkan produk atau lini produk yang baru atau yang merupakan hasil  modifikasi (Kotler, 2004: 85). Sebagai sebuah strategi, ekstensifikasi merek cukup  menjanjikan sejumlah keunggulan. Perusahaan dapat memakai nama merek  terkenal untuk memungkinkan produk barunya langsung dikenal. Latar belakang  keputusan untuk melakukan ekstensifikasi yaitu bahwa kontribusi nama merek  terhadap produk ekstensifikasi akan positif.
Lux merupakan sabun pertama yang dipasarkan secara massal diluncurkan  pada tahun 1924 di Amerika Serikat.  Lux adalah salah satu merek yang sudah ada  sekitar 80 tahun dan pertama kali dipasarkan  dalam bentuk sabun mandi padat.
 Lux merupakan salah satu produk Unilever dalam kategori sabun kecantikan.
Tujuan Lux adalah untuk memenuhi kebutuhan wanita yang ingin tampil cantik  dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari.
Pada tahun 2008 Unilever meluncurkan produk pada kategori baru yaitu  sabun mandi cair . Sabun mandi cair Lux masuk ke pasar produk sabun dengan  menggunakan strategi ekstensifikasi merek lux yang sudah kuat pada kategori  sabun mandi padat. Kekuatan merek sabun cair Lux dapat dibuktikan dengan  keberhasilannya memperoleh tingkat pertama  dalam memperebutkan posisi  market leader sabun mandi cair . Berikut adalah daftar brand sabun mandi cair yang berhasil meraih peringkat .
Tabel 1.1 Market Share Sabun Mandi Cair ( dalam bentuk % ) Brand  Total  Jakarta  Bandung  Semarang  Surabaya  Medan Lux  39,66  40,25  35,08  51,17  33,96  54,45 Lifebuoy  31,57  33,61  26,43  17,03  35,88  25,36 Biore  10,23  6,72  20,35  20,63  11,13  5,02 Dove  2,88  3,14  5,59  0  0  2,6 Gatsby  2,86  2,82  5  4,45  1,38  0 Nuvo  2,44  1,3  3,61  0  5,45  3,56 Cussons  1,83  1,68  2,84  0  2,42  0 Sumber :Indonesian Consumer Profile 2008, MARS Indonesia  Adanya generalisasi image  pada merek Lux diharapkan mampu  membentuk persepsi kualitas yang sama antara kategori produk sabun mandi  padat dan sabun mandi cair sebagai produk hasil perluasan merek. Keputusan Lux  untuk melakukan ektensifikasi merek pada produk sabun , harus diimbangi  dengan pertimbangan apakah konsumen memiliki persepsi kualitas yang positif  dan pengetahuan yang mendorong keputusan pembelian pada Sabun Lux.
 Menurut Durianto, dkk (2001:96) “Brand perceived quality adalah  persepsi pelanggan terhadap kualitas suatu  merek produk”. Brand perceived  quality dapat didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan  kualitas dari suatu merek produk atau jasa layanan berkaitan dengan apa yang  diharapkan pelanggan. Persepsi kualitas tidak dapat ditetapkan secara objektif  karena merupakan suatu persepsi dan melibatkan apa yang penting bagi  pelanggannya. Kesan kualitas yang tinggi terhadap sesuatu merek akan  membentuk suatu citra yang positif bagi merek tersebut yang menjadi salah satu  faktor untuk melakukan keputusan  pembelian.  Menurut  majalah  SWA  No. 18/XXIV/ 3 SEPTEMBER 2009 bahwa Lux selalu menawarkan produk yang  berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari produk yang ditawarkan seperti sabun mandi  cair yang bukan saja menawarkan manfaat emosional melainkan juga dapat  memberikan manfaat fungsional berupa kepraktisan . Sabun mandi cair Lux juga  lebih banyak menghasilkan busa bila dibandingkan dengan sabun lainnya  sehingga memberikan kesan mewah di setiap mandi. Dianggap konsisten dengan  tidak mengubah positioning produk sebagai sabun kecantikan para bintang.
Konsistensi ini membuat konsumen sangat percaya terhadap kualitas Lux cair.
Dipersepsi positif sebagai sabun para bintang. Apalagi, ikon dalam iklan yang  adalah bintang-bintang ternama Indonesia. Sabun  mandi cair Lux selalu  mengembangkan inovasi produk. Misalnya, bahan sabun yang digunakan ramah  lingkungan dan aroma yang dipilih sesuai dengan selera pelanggan.
Menurut Sumarwan (2003:119), pengetahuan konsumen adalah semua  informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk serta   informasi lainnya yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.
Pemasar mutlak perlu memeriksa apa yang sudah diketahui oleh konsumen,  karena pengetahuan ini adalah faktor penentu utama dari perilaku konsumen. Apa  yang konsumen beli, di mana mereka membeli, dan kapan mereka membeli akan  bergantung pada pengetahuan yang relevan dengan keputusan ini. Pengetahuan  konsumen di dalam tiga bidang umum, yaitu: Pengetahuan produk (product  knowledge, Pengetahuan pemakaian (usage knowledge), Pengetahuan harga  (Price knowledge). Menurut Majalah SWA NO.18/XXIV/3 SEPTEMBER 2009  dalam hal pengetahuan produk, Lux selalu berusaha memberikan informasi  mengenai sabun mandi cair Lux melalui media iklan. Dengan media iklan dapat  membantu konsumen mengenai dimana harus membeli sabun mandi cair Lux  seperti pasar tradisional, toko eceran, maupun supermaket. Dalam hal  pengetahuan pemakaian, Iklan juga memberikan pengetahuan tentang bagaimana  menggunakan sabun mandi cair Lux dengan benar. Dalam hal pemberian  pengetahuan harga, iklan dapat memberikan informasi mengenai kisaran harga  dari berbagai macam ukuran sabun mandi cair. Unilever juga rajin melakukan  pengarahan secara langsung dengan cara memberikan pengarahan bagaimana  cara penggunaan sabun cair yang benar di toko-toko, supermarket atau pasar dan  juga sabun mandi cair secara rutin Lux melakukan pembaruan, mulai dari produk,  kemasan hingga variannya.
Keputusan pembelian adalah suatu reaksi yang riil atas keberhasilan  program pemasaran suatu produk (Kotler,2003:85). Perusahaan harus dapat  menciptakan strategi pemasaran yang baik untuk dapat menciptakan keberhasilan   tersebut. Salah satunya adalah menciptakan persepsi kualitas dan pengetahuan  yang baik atas produk yang ditawarkan. Setiap akan melakukan keputusan  pembelian, konsumen melakukan evaluasi megenai sikapnya. Persepsi kualitas  mempengaruhi keputusan pembelian dalam hal sejauh mana suatu produk  memberikan manfaat atau kualitas positif yang dirasakan konsumen. Ketika  persepsi konsumen akan suatu produk baik maka konsumen akan menentukan  keputusan pembelian. Pengetahuan mempengaruhi keputusan pembelian dalam  hal di mana ia membeli produk tersebut, kapan akan membeli produk.
Swalayan Sinuraya sejak tahun 2008 telah memasarkan sabun mandi cair  Lux.  Data Penjualan sabun mandi cair dapat dilihat pada tabel 1.2  Tabel 1.2 Data volume penjualan sabun mandi cair  pada Swalayan Sinuraya Merek  Volume Penjualan / botol 2008  2009  2010 Lifebuoy  1300  1240  1320 Lux  1770  1550  1800 Biore  1002  1200  1100 Sumber : Swalayan Sinuraya(23 Februari 2011)  Dari Tabel 1.2 menunjukkan bahwa volume penjualan sabun mandi  cair Lux lebih tinggi dibandingkan dengan sabun mandi cair merek lainnya.
Berdasarkan Prasurvey yang dilakukan pada Konsumen Swalayan Sinuraya  bahwa konsumen  melihat kualitas sabun mandi cair Lux lebih baik dibandingkan   sabun mandi cair merek lain, meskipun ekspektasi mereka lebih dari itu. Tingkat  pengetahuan konsumen  mengenai  kemasan sabun mandi cair Lux tergolong tinggi, sedangkan pengetahuan konsumen mengenai harga sabun mandi cair Lux  tergolong rendah. Produk sabun mandi cair Lux yang selalu tersedia di Swalayan  Sinuraya membuat konsumen Sinuraya lebih memutuskan melakukan pembelian  sabun mandi cair Lux dibandingkan dengan sabun mandi cair merek lainnya.
Persepsi kualitas  dan pengetahuan merupakan persepsi pelanggan  terhadap pembelian secara keseluruhan. Persepsi pelanggan terhadap persepsi  kualitas dan pengetahuan yang dimiliki oleh sabun mandi cair Lux mungkin akan  dapat memberikan dampak positif bagi pelanggan yang kemudian akan menciptakan  minat bagi pelanggan untuk mengambil keputusan melakukan pembelian di Swalayan  Sinuraya Simalingkar Medan.
Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, maka peneliti tertarik  melakukan penelitian dengan judul  ”Pengaruh Persepsi Kualitas dan  Pengetahuan terhadap Keputusan Pembelian Sabun Mandi Cair Lux ( Studi  Kasus Konsumen Swalayan Sinuraya Simalingkar Medan )”  1.2   Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas, maka  peneliti merumuskan masalah sebagai berikut.
Apakah persepsi kualitas dan pengetahuanberpengaruh signifikan terhadap  keputusan pembelian Sabun Mandi Cair Lux  pada konsumen Swalayan Sinuraya  Simalingkar Medan ?  1.3  Tujuan Penelitian  Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bukti empiris bahwa faktor  persepsi kualitas dan pengetahuan berpengaruh terhadap keputusan pembelian  Sabun Mandi  Cair Lux sebagai produk ekstensifikasi merek, khususnya pada  konsumen yang membeli di Swalayan Sinuraya  Simalingkar Medan .
1.4  Manfaat Penelitian  Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain: a.  Bagi Pihak Swalayan Sinuraya Sebagai informasi dan masukan kepada pihak Swalayan untuk semakin  meningkatkan kinerjanya agar dapat melayani pelanggan dengan baik.
b.  Bagi Penulis Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan  mengenai strategi pemasaran khususnya dalam hal ekstensifikasi merek.
c.  Bagi Peneliti Lain Sebagai bahan informasi dan referensi yang dapat dijadikan perbandingan  dalam mengadakan penelitian pada bidang yang sama di waktu yang akan  datang.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi