BAB I.
PENDAHULUAN.
A. LATAR BELAKANG .
Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Uang Yang Beredar, Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Indeks LQ-45 Studi Pada Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2008-2012
Pasar modal
sangat dibutuhkan untuk
menjalankan fungsi ekonomi
dan keuangan. Dalam
menjalankan fungsi ekonominya,
pasar modal menyediakan fasilitas
untuk memindahkan dana
dari pihak yang
mempunyai kelebihan dana . Menurut Siamat
(2004), pasar modal
adalah pelengkap di
sektor keuangan terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan
lembaga pembiayaan.
Pasar modal
menjadi salah satu
alternatif pilihan dalam
sumber permodalan. Pasar
modal berperan dalam
perekonomian suatu negara
karena dengan adanya
pasar modal. Pasar
modal memberikan jasanya
yaitu dengan menjembatani
hubungan antara pemilik
modal dalam hal
ini disebut sebagai pemodal
(investor) dengan peminjam
dana dalam hal
ini disebut dengan
nama emiten ( perusahaan yang go
public ).
Para pemodal
memperjualbelikan instrumen pasar
modal (saham dan obligasi) untuk
keperluan investasi portofolio
sehingga pada akhirnya
dapat memaksimalkan penghasilan
(Anoraga dan Pakarti,2006). Salah
satu yang diperhatikan
oleh seorang investor
adalah harga saham
, karena harga
saham menentukan besarnya
pendapatan yang diterima
oleh para investor.
Dividen merupakan
bagian dari laba yang tersedia bagi pemegang saham yang dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk tunai.
Dalam melakukan kegiatan
investasi, para investor memerlukan informasi yang tersedia seperti resiko yang dihadapi
investor dan faktor yang mempengaruhi harga saham
yang akan digunakan
sebagai pertimbangan dalam
menentukan pilihan untuk
membeli saham yang
menguntungkan bagi dirinya.
Menurut Jogiyanto (2000)
dikatakan bahwa, investasi
adalah penundaan konsumsi sekarang
untuk dapat digunakan
dalam produksi efisien
selama periode waktu tertentu. Definisi
berikutnya adalah menurut
Tandelilin (2001), investasi
adalah komitmen atas sejumlah
dana atau sumber daya lainnya yang di lakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah
keuntungan di masa yang akan datang.
Menurut Husnan
(1998) menyatakan investasi
adalah setiap penggunaan
uang dengan maksud untuk
memperoleh penghasilan.
Dalam dunia
investasi, resiko yang
dapat menyebabkan penyimpangan tingkat pengembalian investasi dapat
dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu: yang pertama,
Systematic risk disebut
juga risiko pasar
karena berkaitan dengan perubahaan
yang terjadi di
pasar secara keseluruhan,
risiko ini terjadi
karena kejadian diluar kegiatan
perusahaan, seperti : resiko inflasi, resiko nilai tukar mata uang (kurs), resiko tingkat suku bunga. Yang
kedua, Unsystematic risk merupakan risiko spesifik
perusahaan karena tergantung
dari kondisi mikro
perusahaan ( meliputi risiko industri, operating laverage
risk dan lain-lain.) Data dan informasi
yang tersedia dapat
digunakan investor untuk menganalisa saham
secara fundamental maupun
teknikal. Analisa fundamental adalah
metode analisa yang
didasarkan pada fundamental
ekonomi suatu perusahaan. Teknik ini menitikberatkan pada
rasio finansial dan kejadian-kejadian yang secara
langsung maupun tidak
langsung mempengaruhi kinerja
keuangan perusahaan. Sebagian
pakar berpendapat teknik analisa fundamental lebih cocok untuk
membuat keputusan dalam
memilih saham dalam
waktu jangka panjang.
Analisa fundamental
dibagi dalam tiga
tahapan analisa, yaitu
analisa makro ekonomi, analisa industri, dan analisa
perusahaan.
Tahapan analisa
makro ekonomi adalah
untuk mengetahui pengaruh kondisi perekonomian makro tersebut terhadap
kondisi pasar karena kondisi pasar akan mempengaruhi
pemodal. Analisa industri
adalah analisa dimana
untuk menentukan industri yang
diharapkan akan memberikan return yang paling baik.
Analisa perusahaan
adalah sebuah analisa
untuk memahami variabel
yang mempengaruhi nilai
intrinsik saham dan
memperkirakan nilai intrinsik
saham tersebut.
Analisa teknikal merupakan suatu
teknik analisa yang dikenal dalam dunia keuangan, yang
digunakan untuk memprediksi
trend suatu harga
saham dengan cara mempelajari data pasar yang lampau, terutama untuk pergerakan harga
dan volume. Analisa teknikal dapat
dipakai untuk memprediksi harga saham, indeks, komoditi, futures, option, right, waran dan
instrument lain yang diperdagangkan di
pasar keuangan.
Secara umum investasi merupakan
komitmen sejumlah dana untuk tujuan mendapatkan
keuntungan di masa
yang akan datang.
Semakin menjanjikannya dunia pasar modal menyebabkan banyak orang
tertarik untuk melakukan investasi di dunia
pasar modal. Kondisi
yang terjadi dipasar
modal diawasi oleh
suatu badan yang
disebut dengan BAPEPAM
(Badan Perencana danPengawas
Pasar Modal). Sebagai
lembaga atau otoritas
tertinggi di pasar
modal Indonesia, melakukanpengelompokan terhadap
45 saham yang
memilki tingkat likuiditas perdagangan
di atas rata-rata
tingkat likuiditas saham
lainnya yang terdaftar
di Bursa Efek Jakarta.
Saham-saham tersebut dinamakan LQ45, yaitu 45 saham yang dipilih berdasarkan likuiditas perdagangan
saham dan disesuaikan setiap 6 bulan (setiap
awal Februari dan Agustus).
Saham perusahaan
yang terdaftar dalam
LQ45 merupakan saham
yang aktif diperdagangkan dan
harganya terus berfluktuasi
seiring dengan intensitas perdagangannya. Indeks
ini mencakup 45
saham yang diseleksi
berdasarkan kriteria spesifik
tertentu untuk menjamin bahwa indeks tersebut hanya menyajikan saham-saham
yang paling likuid
dan memiliki tingkat
kapitalisasi pasar yang besar serta
banyak diminati oleh
para investor di
pasar modal. Dengan
tingkat likuiditas ini, membuat
investor banyak meminati saham-saham LQ45, hal inilah yang mendasari penulis mengambil sampel LQ45
dan bukan kelompok saham lain ataupun
IHSG.
Dengan bermacam-macam informasi
yang ada yang
berhasil didapatkan oleh
investor tentang harga
saham dan pergerakannya, maka
dapat diketahui bahwa
dari tiap-tiap faktor
mempunyai dampak yang
berbeda terhadap saham perusahaan.
Beberapa penelitian
terdahulu sudah banyak
dilakukan unutk meneliti hubungan variabel makroekonomi dengan harga
saham. Penelitian dilakukan oleh Tendi
Haruman dkk (2005) meneliti pengaruh
fundamental makro ekonomi dan resiko
sistematis terhadap tingkat pengembalian saham BEJ, menunjukkan bahwa variabel
EPS, PER, kurs
dan beta memiliki
koefisien arah positif
signifikan sedangkan tingkat
inflasi memiliki koefisien
arah negatif signifikan
dimana kesemua variabel
tersebut mempunyai pengaruh
baik secara parsial
maupun bersama-sama terhadap
tingkat pegembalian saham individu. Penelitian lain oleh Khaled Hussainey dan Le Khanh Ngoc pada tahun 2009 menemukan bukti bahwa ada
relasi antara variabel
makroekonomi, yaitu produksi
industri, jumlah uang beredar,
tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan nilai tukar denngan pasar modal vietnam.
Penelitian serupa juga pernah
dilakukan Rustam Hidayat (2001) meneliti pengaruh tingkat pengembalian pasar, tingkat
inflasi, suku bunga deposito, harga emas, pendapatan
nasional bersih dan
nilai tukar terhadap
return saham, menunjukkan
bahwa tingkat pengembalian
pasar, tingkat inflasi,
suku bunga deposito,
harga emas, berpengaruh
siginifikan dengan return
saham, sedangkan pendapatan nasional bersih dan nilai tukar
tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
Penelitian lain juga
dilakukan oleh Mansor
H. Ibrahim dan Hassanuddeen Aziz
(2003) di Malaysia.
Penelitian tersebut menemukan
bahwa ada pengaruh antara harga
saham dan empat variabel makroekonomi yaitu output riil yan diukur dengan indeks produksi, level
harga yang diukur dengan Consumer Price index (CPI), jumlah uang yang beredar dan nilai tukar
(kurs)pada kasus di malaysia.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah
dikemukakan diatas, maka penulis tertarik
melakukan penelitian terhadap
masalah tersebut dengan mengambil judul : “ANALISIS PENGARUH INFLASI, TINGKAT SUKU
BUNGA, JUMLAH UANG YANG BEREDAR, DAN
NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP HARGA SAHAM INDEKS LQ-45 STUDI PADA BURSA EFEK INDONESIA
PERIODE 2008-2012”.
B. PERUMUSAN MASALAH.
Dari latar belakang diatas,
permasalahan yang akan dicoba dijawab adalah sebagai berikut : .
1. Apakah tingkat inflasi
berpengaruh terhadap harga saham ? .
2. Apakah tingkat suku bunga
berpengaruh terhadap harga saham ?.
3.Apakah nilai tukar rupiah
berpengaruh terhadap harga saham ? .
4. Apakah jumlah uang yang
beredar berpengaruh terhapa harga saham ?.
C. TUJUAN PENELITIAN.
Tujuan dari dilakukannya
penelitian ini adalah :.
1. Untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi
terhadap harga saham.
2. Untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga
terhadap harga saham.
3. Untuk mengetahui pengaruh jumlah uang yang
beredar terhadap harga saham.
4. Untuk mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah
terhadap harga saham.
D.
MANFAAT PENELITIAN.
1. Bagi Investor Hasil dari
Penelitian ini diharapkan
dapat berguna sebagai
bahan pertimbangan bagi
investor dan calon
investor dalam mengambil
keputusan untuk berinvestasi dengan menggunakan variabel-variabel yang
diteliti.
2. Bagi Perusahaan Hasil dari
penelitian ini diharapkan
dapat berguna untuk
perusahaan, khususnya dalam
pengaruh terhadap perubahan
lingkungan makroekonomi terhadap harga saham, serta dapat memberi
masukan dalam pengelolaan dan pengambilan
keputusan perusahaan.
3. Bagi Dunia Akademik Hasil dari
penelitian ini dapat
digunakan sebagai rujukan
bagi penelitian terdahulu yanag tertarik untuk meneliti kajian
yang sama dalam pasar modal.
Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Uang Yang Beredar, Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Indeks LQ-45 Studi Pada Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2008-2012
Download lengkap Versi PDF

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi