Rabu, 26 November 2014

Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Uang Yang Beredar, Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Indeks LQ-45 Studi Pada Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2008-2012

BAB I.
PENDAHULUAN.
A.  LATAR BELAKANG .
Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Uang Yang Beredar, Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Indeks LQ-45 Studi Pada Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2008-2012
Pasar  modal  sangat  dibutuhkan  untuk  menjalankan  fungsi  ekonomi  dan  keuangan.  Dalam  menjalankan  fungsi  ekonominya,  pasar  modal  menyediakan  fasilitas  untuk  memindahkan  dana  dari  pihak  yang  mempunyai  kelebihan  dana . Menurut  Siamat  (2004),  pasar  modal  adalah  pelengkap  di  sektor  keuangan  terhadap dua lembaga lainnya yaitu bank dan lembaga pembiayaan.
Pasar  modal  menjadi  salah  satu  alternatif  pilihan  dalam  sumber  permodalan.  Pasar  modal  berperan  dalam  perekonomian  suatu  negara  karena  dengan  adanya  pasar  modal.  Pasar  modal  memberikan  jasanya  yaitu  dengan  menjembatani  hubungan  antara  pemilik  modal  dalam  hal  ini  disebut  sebagai  pemodal  (investor)  dengan  peminjam  dana  dalam  hal  ini  disebut  dengan  nama  emiten ( perusahaan yang go public ).

Para  pemodal  memperjualbelikan  instrumen  pasar  modal  (saham  dan  obligasi)  untuk  keperluan  investasi  portofolio  sehingga  pada  akhirnya  dapat  memaksimalkan  penghasilan  (Anoraga  dan  Pakarti,2006).  Salah  satu  yang  diperhatikan  oleh  seorang  investor  adalah  harga  saham  ,  karena  harga  saham  menentukan  besarnya  pendapatan  yang  diterima  oleh  para  investor.   Dividen     merupakan bagian dari laba yang tersedia bagi pemegang saham yang dibagikan  kepada para pemegang saham dalam bentuk tunai.
Dalam melakukan kegiatan investasi, para investor memerlukan informasi  yang tersedia seperti resiko yang dihadapi investor dan faktor yang mempengaruhi  harga  saham  yang  akan  digunakan  sebagai  pertimbangan  dalam  menentukan  pilihan  untuk  membeli  saham  yang  menguntungkan  bagi  dirinya.  Menurut  Jogiyanto  (2000)  dikatakan  bahwa,  investasi  adalah  penundaan  konsumsi  sekarang  untuk  dapat  digunakan  dalam  produksi  efisien  selama  periode  waktu  tertentu.  Definisi  berikutnya  adalah  menurut  Tandelilin  (2001),  investasi  adalah  komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang di lakukan pada saat  ini, dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang.
Menurut  Husnan  (1998)  menyatakan  investasi  adalah  setiap  penggunaan  uang  dengan maksud untuk memperoleh penghasilan.
Dalam  dunia  investasi,  resiko  yang  dapat  menyebabkan  penyimpangan  tingkat pengembalian investasi dapat dikelompokan menjadi 2 jenis, yaitu: yang  pertama,  Systematic  risk  disebut  juga  risiko  pasar  karena  berkaitan  dengan  perubahaan  yang  terjadi  di  pasar  secara  keseluruhan,  risiko  ini  terjadi  karena  kejadian diluar kegiatan perusahaan, seperti : resiko inflasi, resiko nilai tukar mata  uang (kurs), resiko tingkat suku bunga. Yang kedua, Unsystematic risk merupakan  risiko  spesifik  perusahaan  karena  tergantung  dari  kondisi  mikro  perusahaan  (  meliputi risiko industri, operating laverage risk dan lain-lain.) Data  dan  informasi  yang  tersedia  dapat  digunakan  investor  untuk  menganalisa  saham  secara  fundamental  maupun  teknikal.  Analisa  fundamental     adalah  metode  analisa  yang  didasarkan  pada  fundamental  ekonomi  suatu  perusahaan. Teknik ini menitikberatkan pada rasio finansial dan kejadian-kejadian  yang  secara  langsung  maupun  tidak  langsung  mempengaruhi  kinerja  keuangan  perusahaan. Sebagian pakar berpendapat teknik analisa fundamental lebih cocok  untuk  membuat  keputusan  dalam  memilih  saham  dalam  waktu  jangka  panjang.
Analisa  fundamental  dibagi  dalam  tiga  tahapan  analisa,  yaitu  analisa  makro  ekonomi, analisa industri, dan analisa perusahaan.
Tahapan  analisa  makro  ekonomi  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  kondisi perekonomian makro tersebut terhadap kondisi pasar karena kondisi pasar  akan  mempengaruhi  pemodal.  Analisa  industri  adalah  analisa  dimana  untuk  menentukan industri yang diharapkan akan memberikan return yang paling baik.
Analisa  perusahaan  adalah  sebuah  analisa  untuk  memahami  variabel  yang  mempengaruhi  nilai  intrinsik  saham  dan  memperkirakan  nilai  intrinsik  saham  tersebut.
Analisa teknikal merupakan suatu teknik analisa yang dikenal dalam dunia  keuangan,  yang  digunakan  untuk  memprediksi  trend  suatu  harga  saham  dengan  cara mempelajari data pasar  yang lampau, terutama untuk pergerakan harga dan  volume. Analisa teknikal dapat dipakai untuk memprediksi harga saham, indeks,  komoditi, futures, option, right, waran dan instrument lain yang diperdagangkan  di pasar keuangan.
Secara umum investasi merupakan komitmen sejumlah dana untuk  tujuan  mendapatkan  keuntungan  di  masa  yang  akan  datang.  Semakin  menjanjikannya  dunia pasar modal menyebabkan banyak orang tertarik untuk melakukan investasi     di  dunia  pasar  modal.  Kondisi  yang  terjadi  dipasar  modal  diawasi  oleh  suatu  badan  yang  disebut  dengan  BAPEPAM  (Badan  Perencana  danPengawas  Pasar  Modal).  Sebagai  lembaga  atau  otoritas  tertinggi  di  pasar  modal  Indonesia,  melakukanpengelompokan  terhadap  45  saham  yang  memilki  tingkat  likuiditas  perdagangan  di  atas  rata-rata  tingkat  likuiditas  saham  lainnya  yang  terdaftar  di  Bursa Efek Jakarta. Saham-saham tersebut dinamakan LQ45, yaitu 45 saham yang  dipilih berdasarkan likuiditas perdagangan saham dan disesuaikan setiap 6 bulan  (setiap awal Februari dan Agustus).
Saham  perusahaan  yang  terdaftar  dalam  LQ45  merupakan  saham  yang  aktif  diperdagangkan  dan  harganya  terus  berfluktuasi  seiring  dengan  intensitas  perdagangannya.  Indeks  ini  mencakup  45  saham  yang  diseleksi  berdasarkan  kriteria spesifik tertentu untuk menjamin bahwa indeks tersebut hanya menyajikan  saham-saham  yang  paling  likuid  dan  memiliki  tingkat  kapitalisasi  pasar  yang  besar  serta  banyak  diminati  oleh  para  investor  di  pasar  modal.  Dengan  tingkat  likuiditas ini, membuat investor banyak meminati saham-saham LQ45, hal inilah  yang mendasari penulis mengambil sampel LQ45 dan bukan kelompok saham lain  ataupun IHSG.
Dengan  bermacam-macam  informasi  yang  ada  yang  berhasil  didapatkan  oleh  investor  tentang  harga  saham  dan  pergerakannya,  maka  dapat  diketahui  bahwa  dari  tiap-tiap  faktor  mempunyai  dampak  yang  berbeda  terhadap  saham  perusahaan.
Beberapa  penelitian  terdahulu  sudah  banyak  dilakukan  unutk  meneliti  hubungan variabel makroekonomi dengan harga saham. Penelitian dilakukan oleh     Tendi Haruman dkk  (2005) meneliti pengaruh fundamental makro ekonomi dan  resiko sistematis terhadap tingkat pengembalian saham BEJ, menunjukkan bahwa  variabel  EPS,  PER,  kurs  dan  beta  memiliki  koefisien  arah  positif  signifikan  sedangkan  tingkat  inflasi  memiliki  koefisien  arah  negatif  signifikan  dimana  kesemua  variabel  tersebut  mempunyai  pengaruh  baik  secara  parsial  maupun  bersama-sama terhadap tingkat pegembalian saham individu. Penelitian lain oleh  Khaled Hussainey dan Le Khanh Ngoc  pada tahun 2009 menemukan bukti bahwa  ada  relasi  antara  variabel  makroekonomi,  yaitu   produksi  industri,  jumlah  uang  beredar, tingkat inflasi, tingkat suku bunga dan nilai tukar denngan pasar modal  vietnam.
Penelitian serupa juga pernah dilakukan Rustam Hidayat (2001) meneliti  pengaruh tingkat pengembalian pasar, tingkat inflasi, suku bunga deposito, harga  emas,  pendapatan  nasional  bersih  dan  nilai  tukar  terhadap  return  saham,  menunjukkan  bahwa  tingkat  pengembalian  pasar,  tingkat  inflasi,  suku  bunga  deposito,  harga  emas,  berpengaruh  siginifikan  dengan  return  saham,  sedangkan  pendapatan nasional bersih dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap  return  saham.  Penelitian  lain  juga  dilakukan  oleh  Mansor  H.  Ibrahim  dan  Hassanuddeen  Aziz  (2003)  di  Malaysia.  Penelitian  tersebut  menemukan  bahwa  ada pengaruh antara harga saham dan empat variabel makroekonomi yaitu output  riil yan diukur dengan indeks produksi, level harga yang diukur dengan  Consumer  Price index (CPI),  jumlah uang yang beredar dan nilai tukar (kurs)pada kasus di  malaysia.
   Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka  penulis  tertarik   melakukan  penelitian  terhadap  masalah  tersebut  dengan  mengambil judul :  “ANALISIS PENGARUH INFLASI, TINGKAT SUKU BUNGA, JUMLAH UANG  YANG BEREDAR, DAN NILAI TUKAR RUPIAH  TERHADAP  HARGA SAHAM  INDEKS LQ-45 STUDI PADA BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2008-2012”.
B.  PERUMUSAN MASALAH.
Dari latar belakang diatas, permasalahan yang akan dicoba dijawab adalah  sebagai berikut :                .
1. Apakah tingkat inflasi berpengaruh terhadap harga saham ?   .
2. Apakah tingkat suku bunga berpengaruh terhadap harga saham ?.
3.Apakah nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap harga saham ?   .
4. Apakah jumlah uang yang beredar berpengaruh terhapa harga saham ?.
C.  TUJUAN PENELITIAN.
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah :.
1.  Untuk mengetahui pengaruh tingkat inflasi terhadap harga saham.
2.  Untuk mengetahui pengaruh tingkat suku bunga terhadap harga saham.
3.  Untuk mengetahui pengaruh jumlah uang yang beredar terhadap harga saham.
4.  Untuk mengetahui pengaruh nilai tukar rupiah terhadap harga saham.
   D.  MANFAAT PENELITIAN.
1.  Bagi Investor Hasil  dari  Penelitian  ini  diharapkan  dapat  berguna  sebagai  bahan  pertimbangan  bagi  investor  dan  calon  investor  dalam  mengambil  keputusan untuk berinvestasi dengan menggunakan variabel-variabel yang diteliti.
2.  Bagi Perusahaan Hasil  dari  penelitian  ini  diharapkan  dapat  berguna  untuk  perusahaan,  khususnya  dalam  pengaruh  terhadap  perubahan  lingkungan  makroekonomi  terhadap harga saham, serta dapat memberi masukan dalam pengelolaan dan  pengambilan keputusan perusahaan.
3.  Bagi Dunia Akademik Hasil   dari  penelitian  ini  dapat  digunakan  sebagai  rujukan  bagi  penelitian  terdahulu yanag tertarik untuk meneliti kajian yang sama dalam pasar modal.

 Skripsi Ekonomi: Analisis Pengaruh Inflasi, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Uang Yang Beredar, Dan Nilai Tukar Rupiah Terhadap Harga Saham Indeks LQ-45 Studi Pada Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2008-2012

Download lengkap Versi PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi