BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang Penelitian
Media Massa (Mass Media) merupakan channel of mass communication, yakni
saluran, alat atau sarana yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa . Komunikasi massa sendiri artinya penyampaian pesan, gagasan, atau
informasi yang ditujukan kepada orang banyak (massa , publik). Adapun karakteristik media massa itu sendiri meliputi
:
1.
Publisitas, disebarluaskan kepada khalayak.
2.
Universalitas, pesannya bersifat umum.
3.
Perioditas, tetap atau berkala.
4.
Kontinuitas, berkesinambungan.
5.
Aktualitas, berisi hal-hal baru.
(Romly, 2003 : 5)
Isi media massa secara garis besar terbagi dalam tiga kategori :
berita, opini, feature, karena
pengaruhnya terhadap massa (dapat membentuk
opini publik), media massa
disebut “kekuatan keempat” (the fourth
estate) setelah lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif (Romly, 2003 :
5).
Berbicara mengenai media massa
dalam bukunya jurnalistik terapan, Asep Syamsul Romly (2003 : 5) berpendapat : “Media yang termasuk kedalam kategori media
massa adalah surat kabar, majalah, radio, TV dan film.
Kelima media tersebut dinamakan “The Big Five Of Mass Media” (lima besar media massa ),
media massa sendiri terbagi dua macam, media massa cetak (printed
media), dan media massa
elektronik (electronic media). Yang
termasuk media massa
elektronik adalah radio, TV, film (movie),
termasuk CD. Sedangkan media massa
cetak dari segi formatnya dibagi menjadi enam yaitu :
1.
Koran atau surat kabar
(ukuran kertas broadsheet atau ½ plano )
2.
Tabloid (½ broadsheet)
3.
Majalah (½ tabloid atau kertas ukuran polio atau
kuarto)
4.
Buku (½ majalah)
5.
Newsletter (polio atau kuarto, jumlah halaman lazimnya
4 – 8 halaman)
6.
Buletin (½ majalah jumlah halaman lazimnya 4 – 8)
(Romly, 2003 : 5)
Pembahasan berikutnya
penulis akan menggunakan media massa cetak yaitu
surat kabar
sebagai media yang akan diteliti, yakni Harian Umum Galamedia. Menurut
Kurniawan Junaidi yang dimaksud dengan surat
kabar adalah sebagai berikut :
“Sebutan bagi penerbitan pers yang masuk
dalam media massa tercetak berupa lembaran berisi tentang berita-berita,
karangan-karangan dan iklan serta diterbitkan secara berkala, bisa harian,
mingguan, bulanan serta diedarkan secara
umum, isinya pun harus aktual, juga harus bersifat universal, maksudnya
pemberitaanya harus bersangkut-paut dengan manusia dari berbagai golongan dan
kalangan”. (Junaidi, 1991 : 105)
Berkaitan dengan fungsi
media atau pers itu sendiri, seperti yang di gariskan dalam pasal 3 Bab II,
Undang-undang No. 40 tahun 1999 Tentang Pers, yang menyebutkan bahwa fungsi pers
meliputi empat hal yaitu sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan
kontrol sosial.
Harian
Umum Galamedia, merupakan media cetak lokal yang terbit di kota
Bandung dan
sekitarnya. Merupakan salah satu media yang dalam pelaksanaan kegiatannya
sebagai perusahaan pers berusaha untuk mewujudkan salah satu fungsinya sebagai
alat informasi bagi masyarakat. Hal ini dapat di lihat dari salah satu
rubriknya yaitu Rubrik Olahraga yang menyajikan berita-berita berbagai cabang
olahraga.
Adanya
kesadaran yang kian tinggi terhadap kualitas kehidupan mendorong orang semakin
menyadari akan pentingnya informasi olahraga , itulah sebabya berita atau
tulisan yang berkaitan dengan kegiatan olahraga sangat diminati khalayak
pembaca. Disamping itu, peristiwa olahraga mengandung unsur-unsur persaingan
dan drama manusia dalam pencapaian menjadi pemenang. Itulah sebabnya berita
olah raga menepati halaman-halaman utama media massa
khususnya surat
kabar. Peristiwa olahraga selain mengandung unsur hiburan juga menjadi semacam
pintu pelepasan (escaped gate) atau
katarsis bagi sebagian besar masyarakat yang ingin mengaktualisasikan dirinya.
dalam suatu masa tertentu, peristiwa olahraga dapat memberikan dampak besar
bagi media massa, seperti peristiwa disaat Persib Bandung menjuarai Liga
Indonesia I tahun 1994 dengan mengalahkan Petrokimia 1-0, keesokan harinya,
berita tentang keberhasilan Persib Bandung menjuarai Liga Indonesia di surat
kabar dicari pembaca, meski mereka sudah menyaksikan melalui televisi.
Hampir
setiap surat
kabar sekarang mempunyai halaman olahraga, dengan menyediakan porsi khusus
untuk pemberitaan olahraga, liputannya tidak saja pertandingannya sendiri,
tetapi juga persiapan-persiapan pertandingan, ramalan-ramalannya, kelanjutan
perkembangannya (follow-up story), dan
feature-feature-nya. Disamping pertandingannya
sendiri baik pertandingan olahraga besar atau kecil, terdapat bahan-bahan
berita rutin yang layak dimuat dihalaman surat
kabar, seperti data statistik, jadwal, pergantian pemain, fasilitas,
pemain-pemain yang cedera dan sebagainya.
Mengingat arti penting
olahraga ahli filsafat Lorens Bagus dalam sebuah artikelnya di Tabloid Gema
Olahraga edisi 13 Desember 1996, menyatakan
Olahraga membangun watak dan ketahanan
mental dalam menghadapi kritis, kasus lain dalam hidup bagi generasi muda
aktifitas olahraga memainkan peran mendidik yang unik, selain merangsang
semangat persaingan yang sehat, olahraga juga mengajarkan mereka bersifat
hormat terhadap sesama ; mengakui kelebihan orang lain dan menerima kelemahan
diri, sikap ini meningkatkan rasa percaya diri mereka. (Gema Olahraga 1996 : 2)
Rubrik
olahraga merupakan salah satu rubrik di Harian Umum Galamedia. Rubrik ini
memuat kolom yang tulisan atau informasi beberapa cabang olahraga nasional
maupun internasional, Sebagai penerapan dari empat fungsi pers yakni sebagai
media informasi, Harian Umum Galamedia dalam kegiatan keredaksionalannya
menyajikan suatu informasi berupa berita, salah satu nya berita olahraga.
Dalam penelitian ini
penulis menekankan pada pemberitaan tim sepak bola Persib Bandung. Sebagai
media massa lokal untuk memenuhi salah satu fungsinya Harian Umum Galamedia
secara kontinyu memberikan informasi mengenai tim sepak bola Persib Bandung,
dengan selalu memberikan ruang atau tempat pada setiap terbitannya dengan
selalu menyuguhkan pemberitaan mengenai Persib Bandung seperti ulasan
pertandingan, profil pemain, pelatih, data statistik, jadwal, pergantian
pemain, fasilitas, pemain-pemain yang cedera dan sebagainya. Beritanya
disajikan secara etis, tajam dan akurat bagi seluruh pendukung Persib Bandung terlebih untuk kelompok
suporter Persib Bandung “Viking”.
Dari hari ke hari, Harian
Umum Galamedia sangat identik dengan Persib
Bandung, dengan selalu memberikan informasi secara rutin mengenai tim sepak bola
kebanggaan Kota Bandung ini seperti halnya pada saat Persib Bandung berhasil
meraih kemenangan pertama di Liga Indonesia XII setelah kalah beruntun di empat
pertandingan awal kesokan harinya hampir 2 ½ halaman Harian Umum Galamedia
edisi Senin, 6 February 2006 dihiasi dengan berita seputar Persib. Hal ini
menandakan betapa identiknya Harian Umum Galamedia dengan pemberitaan seputar Persib
Bandung, karena seperti diutarakan oleh redaktur olahraga Harian Umum
Galamedia, Bapak Akhmad Zall yang menyatakan bahwa 75 % berita di rubrik
olahraga merupakan berita seputar Persib Bandung..
Tidak lepas daripada hal tersebut tentunya
sangat erat kaitannya dengan “Viking”, sebagai kelompok suporter Persib yang
berdiri sejak tahun 1993, “Viking” secara rutin mengikuti perkembangan Persib baik
secara langsung maupun tidak, meskipun masih kelompok suporter Persib lainnya
seperti, Boboko, Bomber, Robokop, Blue
Flowers. Viking merupakan kelompok terbesar yang anggotanya berjumlah 30524
yang tersebar di wilayah Bandung
dan sekitarnya.
Viking sebagai kelompok mayoritas pendukung
Persib Bandung tentunya sangat membutuhkan informasi seputar Persib Bandung, baik
itu informasi mengenai ulasan pertandingan, profil pemain, pelatih, data
statistik, jadwal, pergantian pemain, fasilitas, pemain-pemain yang cedera dan
sebagainya. dan informasi tersebut salah satunya di dapat dengan membaca
pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia.
Bertolak dari latar belakang masalah diatas maka
penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimana tanggapan
kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia”.
1.2 Identifikasi
Masalah
Untuk mempermudah pembahasan, maka penulis
mengidentifikasikan masalah-masalah yang akan diteliti sebagai berikut :
1.
Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap unsur
grafis dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia ?
2.
Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap nilai berita dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia
?
3.
Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap isi
berita dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia?
4.
Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap frekuensi
penyajian pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia?
1.3 Maksud
dan tujuan penelitian
1.3.1 Maksud Penelitian
Penelitian ini dimaksudkan
untuk mengetahui tanggapan kelompok suporter Persib Bandung
“Viking” mengenai pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia Bandung .
1.3.2 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang akan
dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk mengetahui tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap unsur
grafis dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia .
2.
Untuk mengetahui tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap nilai berita dalam pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia.
3.
Untuk mengetahui Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib
Bandung “Viking”
terhadap isi berita dalam
pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia.
4.
Untuk mengetahui Bagaimana tanggapan kelompok suporter Persib
Bandung “Viking”
terhadap frekuensi penyajian
pemberitaan seputar Persib Bandung di Harian Umum Galamedia.
1.4 Kegunaan
penelitian
1.4.1
Secara Teoritis
Secara teoritis penelitian
ini memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi pada umumnya dan studi
tentang media cetak atau surat
kabar pada umumnya.
1.4.2
Secara Praktis
Penelitian ini di harapkan dapat mengetahui kebenaran
dari proses komunikasi massa
khususnya dari segi efek Media. Dalam kaitan ini adalah bagaimana pemberitaan
seputar Persib Bandung
menerpa kelompok suporter “Viking”.
1.5 Kerangka
Pemikiran
1.5.1 Kerangka Teoritis
Dalam melaksanakan
penelitian ini, kiranya penulis menganggap cukup relevan dengan menggunakan teori Uses and Gratification,.
Dalam buku Ilmu, Teori dan
Filsafat Komunikasi, Onong Uchjana Effendy mengemukakan bahwa :
Pendekatan Uses and Gratification menempatkan manusia sebagai
khalayak yang bersifat aktif dalam menghadapi terpaan pesan melalui media.
Pesan yang diterima oleh khalayak, diolah sesuai bidang pengalaman yang
dimiliki masing-masing khalayak dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan.
Pendekatan ini pertama kali dikemukakan oleh Elihu Katz pada tahun 1959 melalui
hasil penelitian yang menunjukan bahwa orang yang berbeda dapat menggunakan
pesan komunikasi massa yang sama untuk kegunaan yang berbeda-beda. (Effendy,
1993 : 289).
Istilah Uses and
gratification timbul dari sikap aktif khalayak dalam menggunakan media dari
pemenuhan kebutuhan khalayak melalui penggunaan media tersebut. Model Uses and Gratification menunjukan
bahwa, yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap
prilaku khalayak, tetapi bagaimana media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial
khalayak.
Jadi bobotnya ialah
khalayak yang aktif, yang sengaja menggunakan media untuk mencapai tujuan
khusus. Asumsi Uses and Gratification yang diungkapkan oleh, Tan yaitu :
1.
Penggunaan media pada akhirnya untuk mencapai suatu
tujuan. Kita menggunakan media untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya
spesifik, kebutuhan ini berkembang dalam lingkungan social kita.
2.
Khalayak memilih jenis dan isi media untuk memenuhi isi
kebutuhan. Jadi khalayak terlibat dalam satu proses komunikasi massa dan mereka dapat
mempengaruhi media untuk kebutuhan-kebutuhan mereka secara lebih cepat
dibandingkan dengan media yang dapat menguasai mereka.
3.
Disamping media massa
sebagai sumber informasi maka ada pula berbagai sumber lain yang dapat
memuaskan kebutuhan khalayak. Oleh karena itu media massa harus bersaing dengan sumber-sumber
lain. Dari sekian banyak sumber yang bukan media yang dapat memuaskan kebutuhan
antara lain misalnya keluarga, teman-teman, komunikasi antar pribadi (dengan
media, tanpa media), mengisi waktu luang bahkan minum obat tidur.
4.
Khalayak mengetahui kebutuhan tersebut dan dapat
memenuhi jika dikehendaki, juga mengetahui alasan-alasannya untuk menggunakan
media massa . (Liliweri,
1991 : 134)
Dalam
model ini khalayak bersifat aktif dalam menghadapi terpaan pesan, karena pesan
yang diterima oleh khalayak diolah sesuai bidang yang dimiliki masing-masing
khalayak dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Jadi pesan-pesan yang terdapat
di media massa surat kabar harus dapat menarik perhatian khalayak dengan
memperhatikan antara lain daya tarik pesan yang disampaikan dalam arti kata pemberitaan seputar Persib Bandung
disusun secara mantap baik dalam unsur grafis, kualitas berita, isi berita dan
frekuensi penyajian berita, agar pemberitaan tersebut dapat menarik perhatian
khalayak baik dalam sikap dan persepsi khalayak tentang pemberitaan seputar Persib
Bandung.
Adapun
Sikap adalah kecenderungan berpikir, berpersepsi, berpikir, dan mau dalam
menghadapi ide, situasi atau nilai (Soemirat dan Ardianto, 2002 : 116),
sedangkan Persepsi adalah pengalaman
tentang objek, peristiwa, atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi
dan menafsirkan pesan, persepsi memberikan makna pada stimuli inderawi (Sensory Stimuli). Faktor yang sangat mempengaruhi
persepsi adalah perhatian. Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau
rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya
melemah, (Kenneth E. Andersen 1972:46).
1.5.2 Kerangka
Konseptual
Dalam memenuhi kebutuhan
akan informasi, orang akan terdorong untuk mencari informasi yang dapat
menambah wawasan tentang Persib Bandung, untuk itu dia memerlukan stimuli yang
dapat memuaskan kebutuhannya yang dalam hal ini adalah pemberitaan seputar Persib
bandung sebagai salah satu berita yang dapat memberikan informasi tentang Persib
Bandung.
Berdasarkan apa yang
menjadi bahan penelitian penulis, maka berdasarkan pendekatan Uses and Gratification yang mengatakan bahwa pendekatan Uses and Gratification menempatkan
manusia sebagai khalayak yang bersifat aktif dalam menghadapi terpaan pesan
melalui media. Dalam hal ini yang menjadi khalayak yaitu pembaca Harian Umum
Galamedia Bandung kelompok suporter Persib Bandung “Viking”, kemudian pesan
adalah pemberitaan Persib, serta media yang dimaksudkan disini adalah Harian Umum
Galamedia Bandung. Karena pemberitaan Persib yang ada pada Harian Umum
Galamedia disajikan secara kontinyu, maka konsep dari penelitian ini adalah
bagaimana penyajian berita Persib yang terdapat pada surat kabar tersebut.
Dalam penelitian ini yang menjadi variabel utama
adalah “Pemberitaan seputar Persib Bandung” di H.U Galamedia Bandung
1.6 Operasional
Variabel
Penelitian ini terdiri dari satu
variabel yang terdiri dari beberapa indikator variabel.
|
Variabel
|
Indikator
|
Alat Ukur
|
|
Pemberitaan Seputar Persib
|
Unsur Grafis
|
- Ukuran huruf
- Ilustrasi foto
- Tata Letak
Sumber : Iwan Wirya, 1999
|
|
Nilai Berita
|
- Aktualitas
- Faktual
- Kedekatan (proximity)
- Menarik
Sumber : Romly, 2003
|
|
|
Isi Berita
|
-
Unsur 5W +1H
-
Unsur Kejelasan
-
Objektivitas
-
Sumber
: Hikmat, 2005
|
|
|
Frekuensi Penyajian
|
-Sering
tidaknya berita tersebut muncul
-Banyak
tidaknya berita tersebut muncul
Sumber
: Liliweri, 1992
|
1.7 Metode Penelitian
1.7.1
Metode Penelitian
Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu
dengan cara mempelajari masalah-masalah dan tata cara yang berlaku dalam
masyarakat, serta situasi-situasi tertentu dengan tujuan penelitian yaitu
menggambarkan fenomena secara sistematis fakta atau karakteristik populasi
tertentu atau bidang tertentu secara faktual dan cermat. (Rakhmat, 2002:22)
Hal ini senada dengan apa
yang diungkapkan Winarno Surachmad yang mengatakan : “Penyelidikan deskriptif
tertuju pada pemecahan masalah yang ada pada masa sekarang yang mencakup
berbagai teknik diantaranya adalah penyelidik yang menuturkan, menganalisis dan
mengklarifikasikan penyelidik dengan teknik survey, interview, angket,
observasi, studi kasus, studi komparatif, studi waktu dan gerak, analisis
kuantitatif, studi kooperatif atau operasional“. (Surachmad, 1982 : 139)
Metode ini digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai tanggapan kelompok suporter Persib Bandung “Viking” terhadap
pemberitaan seputar Persib Bandung di
Harian Umum Galamedia.
1.7.2
Populasi
Palte seperti dikutip oleh Singarimbun dan Sofian
Effendi mengungkapkan tentang definisi populasi sebagai berikut :“Populasi atau
universe adalah jumlah keseluruhan
dari unit analisa yang ciri-cirinya akan diduga”. (Masri Singarimbun dan Sofian
Effendi, 1982 : 108).
Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah
Pembaca Harian Umum Galamedia yang merupakan anggota kelompok suporter Persib
Bandung “Viking”, populasi tersebar di seluruh bandung, tempat berkumpulnya
para anggota Viking di setiap wilayah disebut “distrik”, sedangkan
distrik-distrik yang ada di Bandung berjumlah 37 distrik,
Berdasarkan
data yang diperoleh peneliti dari “Viking”, para anggota suporter Persib
Bandung “Viking” di satu daerah disebut “distrik” dengan jumlah keseluruhan
berjumlah 37 distrik yang tersebar di Kota Bandung dan sekitarnya, dengan
jumlah anggota keselurahan sebanyak 30.524 orang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari Tabel 1.1 berikut:
Tabel
1.1
Populasi Anggota Viking Tiap Distrik
|
No
|
Nama Distrik
|
Jumlah Anggota
|
|
1
|
Distrik Cimahi
|
780
|
|
2
|
Distrik Ciwastra
|
1229
|
|
3
|
Distrik Pasir Koja
|
1019
|
|
4
|
Distrik Dago
|
820
|
|
5
|
Distrik Sayati
|
455
|
|
6
|
Distrik Banjaran
|
1942
|
|
7
|
Distrik Ciwidey
|
1060
|
|
8
|
Distrik Bandung Timur
|
386
|
|
9
|
Distrik Bandung Utara
|
526
|
|
10
|
Distrik Majalaya
|
462
|
|
11
|
Distrik Cibangkong
|
346
|
|
12
|
Distrik Kebaktian
|
506
|
|
13
|
Distrik Pacet
|
464
|
|
14
|
Distrik Gedebage
|
1044
|
|
15
|
Distrik Batujajar
|
584
|
|
16
|
Distrik Cikalong Wetan
|
840
|
|
17
|
Distrik Padalarang
|
886
|
|
18
|
Distrik Panghegar
|
900
|
|
19
|
Distrik Soreang
|
1741
|
|
20
|
Distrik Buah Batu
|
1896
|
|
21
|
Distrik Cempaka
|
492
|
|
22
|
Distrik Riung
|
896
|
|
23
|
Distrik Antapani
|
891
|
|
24
|
Distrik Cibaduyut
|
1146
|
|
25
|
Distrik Cijerah
|
590
|
|
26
|
Distrik Nata Endah
|
547
|
|
27
|
Distrik Cibolerang
|
634
|
|
28
|
Distrik Cigondewah
|
1023
|
|
29
|
Distrik Rancaekek
|
894
|
|
30
|
Distrik Jatinangor
|
828
|
|
31
|
Distrik Baleendah
|
711
|
|
32
|
Distrik Kebon Bangkil
|
466
|
|
33
|
Distrik Cicalengka
|
804
|
|
34
|
Distrik Sarijadi
|
1517
|
|
35
|
Distrik Bumi Asri
|
442
|
|
36
|
Distrik Margahayu Kencana
|
426
|
|
37
|
Distrik Andir
|
331
|
|
Jumlah Total
|
30524 anggota
|
|
Sumber : Viking (Februari 2006)
1.6.3
Sampel
Sampel merupakan sub dari
seperangkat elemen yang dipilih untuk dipelajari. (Sarwono, 2001:75)
Dalam mengambil sampel
peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel secara Proporsional Random
Sampling (proportionate stratified
random sampling), teknik ini digunakan bila populasi mempunyai
anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional. (Sugiyono,
2003 : 60)
Cara pengambilan sampel
dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus dari Yamane (Jalaluddin Rakhmat 1995 : 82), sebagai
berikut :
N
n =
------------------
N . (d) 2 + 1
Keterangan :
n = Jumlah Sampel
N = Jumlah Populasi
d = Nilai presisi atau tingkat kesalahan yang
ditetapkan sebesar 10%
Kemudian dari rumus tersebut akan didapatkan jumlah sampel dari
populasi yang jumlahnya 30.524 anggota sebagai berikut :
30524
n = ---------------------------
30524. (10/100) 2 + 1
30524
306.24
Dengan demikian jumlah sampel dalam
penelitian ini adalah 100 responden.
Adapun pembagian jumlah anggota dari tiap
distriknya untuk dijadikan sampel akan digunakan rumus yang dikemukakan oleh
Masri Singarimbun (1990:89) sebagai berikut :
PK
P
Keterangan :
n = Jumlah seluruh anggota
Pk = Jumlah anggota populasi yang terdapat dalam
kelompok ke – k
P = Jumlah populasi seluruhnya
Nk = Jumlah anggota sampel dalam kelompok ke - k
Berdasarkan rumus tersebut akan didapatkan hasil sebagai berikut :
Tabel 1.2
Jumlah Sampel Dari
Tiap-tiap distrik Viking
|
No
|
Nama
Distrik
|
Populasi
|
Proses
Perhitungan
|
Sampel
|
|
1
|
Distrik Cimahi
|
780
|
780/30524 x100 = 2.555 ~ 3
|
3
|
|
2
|
Distrik Ciwastra
|
1229
|
1229/30524
x100 = 4.026 ~ 4
|
4
|
|
3
|
Distrik Pasir Koja
|
1019
|
1019/30524
x100 = 3.338 ~ 3
|
3
|
|
4
|
Distrik Dago
|
820
|
820/30524
x100 = 2.686 ~ 3
|
3
|
|
5
|
Distrik Sayati
|
455
|
455/30524
x100 = 1.490 ~ 1
|
1
|
|
6
|
Distrik Banjaran
|
1942
|
1942/30524
x100 = 6.362 ~ 6
|
6
|
|
7
|
Distrik Ciwidey
|
1060
|
1060/30524
x100 = 3.472 ~ 3
|
3
|
|
8
|
Distrik Bandung Timur
|
386
|
386/30524
x100 = 1.264 ~ 1
|
1
|
|
9
|
Distrik Bandung Utara
|
526
|
526/30524
x100 = 1.723 ~ 2
|
2
|
|
10
|
Distrik Majalaya
|
462
|
462/30524
x100 = 1.513 ~ 1
|
1
|
|
11
|
Distrik Cibangkong
|
346
|
346/30524
x100 = 1.133 ~ 1
|
1
|
|
12
|
Distrik Kebaktian
|
506
|
506/30524
x100 = 1.655 ~ 2
|
2
|
|
13
|
Distrik Pacet
|
464
|
464/30524
x100 = 1.520 ~ 2
|
2
|
|
14
|
Distrik Gedebage
|
1044
|
1044/30524
x100 = 3.420 ~ 3
|
3
|
|
15
|
Distrik Batujajar
|
584
|
584/30524
x100 = 1.913 ~ 2
|
2
|
|
16
|
Distrik Cikalong Wetan
|
840
|
840/30524
x100 = 2.751 ~ 3
|
3
|
|
17
|
Distrik Padalarang
|
886
|
886/30524
x100 = 2.902 ~ 3
|
3
|
|
18
|
Distrik Panghegar
|
900
|
900/30524
x100 = 2.948 ~ 3
|
3
|
|
19
|
Distrik Soreang
|
1741
|
1741/30524
x100 = 5.703 ~ 6
|
6
|
|
20
|
Distrik Buah Batu
|
1896
|
1896/30524
x100 = 6.211 ~ 6
|
6
|
|
21
|
Distrik Cempaka
|
492
|
492/30524
x100 = 1.611 ~ 2
|
2
|
|
22
|
Distrik Riung
|
896
|
896/30524
x100 = 2.935 ~ 3
|
3
|
|
23
|
Distrik Antapani
|
891
|
891/30524
x100 = 2.919 ~ 3
|
3
|
|
24
|
Distrik Cibaduyut
|
1146
|
1146/30524
x100 = 3.754 ~ 4
|
4
|
|
25
|
Distrik Cijerah
|
590
|
590/30524
x100 = 1.932 ~ 2
|
2
|
|
26
|
Distrik Nata Endah
|
547
|
547/30524
x100 = 1.792 ~ 2
|
2
|
|
27
|
Distrik Cibolerang
|
634
|
634/30524
x100 = 2.077 ~ 2
|
2
|
|
28
|
Distrik Cigondewah
|
1023
|
1023/30524
x100 = 3.351 ~ 3
|
3
|
|
29
|
Distrik Rancaekek
|
894
|
894/30524
x100 = 2.928 ~ 3
|
3
|
|
30
|
Distrik Jatinangor
|
828
|
828/30524
x100 = 2.712 ~ 3
|
3
|
|
31
|
Distrik Baleendah
|
711
|
711/30524
x100 = 2.329 ~ 2
|
2
|
|
32
|
Distrik Kebon Bangkil
|
466
|
466/30524
x100 = 1.52 ~ 2
|
2
|
|
33
|
Distrik Cicalengka
|
804
|
804/30524
x100 = 2.633 ~ 3
|
3
|
|
34
|
Distrik Sarijadi
|
1517
|
1517/30524
x100 = 4.969 ~ 5
|
5
|
|
35
|
Distrik Bumi Asri
|
442
|
442/30524
x100 = 1.448 ~ 1
|
1
|
|
36
|
Distrik Marken
|
426
|
426/30524
x100 = 1.395 ~ 1
|
1
|
|
37
|
Distrik Andir
|
331
|
331/30524
x100 = 1.084 ~ 1
|
1
|
|
Total
|
30524
|
|
100
|
|
1.7.4
Teknik Pengumpulan Data
1.
Penyebaran Angket, yaitu usaha mengumpulkan informasi
dengan cara pertanyaan tertulis dan dibagikan pada anggota kelompok suporter Persib
Bandung “Viking”.
“Angket (Self - Administered
Questionaire) adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau
mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden. Responden
adalah orang yang memberikan tanggapan (respons) atas atau menjawab pertanyaan
yang diajukan”. (Soehartono, 2002 : 65).
2.
Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk
tujuan penelitian dengan Tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya
atau pewawancara dengan si penjawab atau responden dengan menggunakan alat yang
dinamakan panduan wawancara. (Nazir, 1999 : 234), adapun wawancara dilakukan
kepada Redaktur Olahraga Harian Umum Galamedia.
3.
Study kepustakaan yaitu usaha untuk mengumpulkan
data-data, mencari teori-teori untuk dapat mendukung menjelaskan masalah yang
penulis bahas.
1.7.5 Teknik Analisis
Data
Setelah data terkumpul
selanjutnya dilakukan pengolahan data (data processing). Pengolahan data
mencakup kegiatan mengedit (editing) data dan mengkode (coding)
data. Mengedit data adalah kegiatan memeriksa data yang terkumpul, apakah sudah
terisi secara sempurna atau tidak, lengkap atau tidak, cara pengisiannya benar
atau tidak, belum lengkap atau belum benar cara pengisiannya.
Mengkode data berarti
memberikan kode-kode tertentu kepada masing-masing kategori atau nilai dari
setiap variabel yang dikumpulkan datanya. Setelah pengolahan data, berikutnya
tinggal menganalisis dan menginterpretasikan data. Setelah semua data
dikodekan, selanjutnya data tersebut ditabulasi sesuai dengan susunan sajian
data yang dibutuhkan untuk menjawab masing-masing masalah. (Sanapiah, 1989 :
33-34).
1.8 Lokasi dan Waktu
penelitian
1.8.1 Lokasi Penelitian
Obyek penelitian pada
penelitian ini adalah di Bagian Redaksi Rubrik “Olahraga” Harian Umum
Galamedia, Jl. Sekelimus Barat No.6 Bandung 40256 Telp. (022) 7511286 Fax.
7505009 dan di distrik-distrik Kelompok Suporter Persib Bandung “Viking”
1.8.2 Waktu Penelitian
Penelitian yang akan
penulis laksanakan dimulai pada bulan Desember 2005 dan diperkirakan hingga
bulan Juni 2006. mulai dari persiapan, pelaksanaan hingga ke penyelesaian dengan
perincian waktu pada tabel 1.3 berikut :
Tabel 1.3
Waktu dan Jadwal Penelitian
|
Kegiatan
|
Desember
|
Januari
|
februari
|
Maret
|
April
|
Mei
|
Juni
|
Juli
|
||||||||||||||||||||||||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
2
|
3
|
4
|
|
|
Pengajuan
judul
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penulisan
Bab 1
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bimbingan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penulisan
Bab II
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bimbingan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penulisan
Bab III
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bimbingan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengumpulan
data Perusahaan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penyebaran
Angket
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bimbingan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Pengolahan
Data
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penuisan
Bab IV
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bimbingan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penulisan
Bab V
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Bimbingan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Penyusunan
Skripsi
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sidang
kelulusan
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Sumber : Penelelitian bulan Desember
2005 sampai dengan bulan Juni 2006
1.9 Sistematika
Penulisan
Penulisan skripsi ini terbagi atas lima bab dan disusun
dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Mencakup tentang latar belakang masalah,
identifikasi masalah, maksud dan tujuan penelitian (meliputi; maksud
penelitian, tujuan penelitian), kegunaan penelitian (meliputi; kegunaan
teoritis, kegunaan praktis), kerangka pemikiran (meliputi; kerangka teoritis,
kerangka konseptual), operasionalisasi variabel, metodologi penelitian, teknik
pengumpulan data, populasi dan sampel, teknik pengolahan dan analisis data,
lokasi dan waktu penelitian (meliputi; lokasi penelitian, waktu penelitian) dan
sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN
PUSTAKA
Mencakup tentang tinjauan mengenai
komunikasi (meliputi; definisi komunikasi, unsur-unsur komunikasi, proses
komunikasi dan tujuan komunikasi), tinjauan mengenai komunikasi massa
(meliputi; definisi komunikasi massa, karakteristik komunikasi massa), tinjauan
mengenai media massa, tinjauan mengenai
surat kabar (meliputi; sejarah surat kabar, definisi surat kabar,
ciri-ciri surat kabar, fungsi surat kabar dan unsur grafis dalam surat kabar), tinjauan
mengenai berita (meliputi; definisi,
jenis-jenis berita, nilai berita dan isi berita), tinjauan mengenai
tanggapan dan tinjauan mengenai teori teori Uses and Gratification yang
digunakan dalam penelitian
BAB III OBJEK
PENELITIAN
Mencakup tentang sejarah Harian
Umum Galamedia, visi dan misi Harian Umum Galamedia, struktur organisasi redaksi
Harian Umum Galamedia, job description
redaksi Harian Umum Galamedia, sarana
dan prasarana Bagian Redaksi Harian Umum Galamedia, sejarah Viking, struktur
organisasi Viking, kegiatan dan pembinaan Viking dan distrik-distrik Viking.
BAB
IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Uraian
dari hasil penelitian berdasarkan data lapangan yang terkumpul, mencakup
tentang analisis deskripsi identitas responden, analisis deskriptif hasil
penelitian (meliputi; tabel distribusi frekuensi), pembahasan.
BAB
V KESIMPULAN DAN SARAN
Mencakup
tentang kesimpulan dari hasil pembahasan yang ada pada identifikasi masalah,
saran untuk instansi tempat dilakukannya penelitian, dan saran bagi para
peneliti selanjutnya.
Download lengkap Versi PDF

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi