BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Problem kenakalan anak dalam keluarga
merupakan masalah kita bersama. Bukan
suatu masalah yang timbul dalam lingkup yang kecil, tetapi terjadi baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Sebenarnya hampir tiap negara di dunia
menghadapi problem kenakalan anak. Tidak hanya menjadi masalah lokal, tetapi merupakan masalah sosial bahkan
tidak berlebihan bila dikatakan, bahwa
problem kenakalan anak menjadi masalah kita semua. Kita sering menjumpai kejadian perlawanan seorang
anak terhadap orang tua, perkelahian
antar sekolah yang melibatkan sejumlah anak, belum lagi seorang anak terlibat dalam penyalah gunaan
obat-obatan terlarang, hubungan seksual secara
bebas, aborsi, pencurian dan sebagainya.
Fenomena tersebut disebabkan
kurangnya pengetahuan tentang dirinya sehingga,
anak akan kehilangan arah, dampaknya mereka akan mengabaikan prilaku yang anarkis. Pada masa remaja
merupakan hal yang sangat penting, karena
pada masa ini seorang remajaatau individu dalam masa yang labil dalam pencarian identitasnya. Remaja
sebenarnya berada dalam masa transisi (masa peralihan) dan masa pencarian
identitas diri. Mereka berada dalam taraf perkembangan atau pertumbuhan menuju alam
dewasa, sebab seakan-akan 1 remaja berada diantara dua kutub yang saling
berlawanan, yaitu antara masa anak-anak
dan masa dewasa. Situasi yang demikian banyak menimbulkan kesulitan-kesulitan, yang sifatnya sangat
bertentangan dengan hukum Islam, selain
itu faktor fisik dan rohaniyang masih berada dalam proses pembentukan jati diri, sehingga dapat
dikatakan pada masa remaja seseorang akan
mengalami kegoncangan batin.
Menurut Siti Nurfatihatin, bahwa yang
menyebabkan terjadinya kenakalan anak
adalah faktor lingkungan, (keluarga, sekolah dan masyarakat).
Faktor-faktor tersebut
berhubungan. Misalnya faktor lingkungan, akan mempengaruhi anak, karena lingkungan yang baik
akan membentuk anak dengan baik, begitu
juga halnya dengan faktor-faktor lain.
Sedangkan menurut Jawahirul Fuad, dalam
penelitianya di pondok pesantren
rehabilitasi mental Az-Zainibahwa, kenakalan anak disebabkan antara lain: faktor ekonomi, faktor keretakan
rumah tangga, faktor kurangnya perhatian
orang tua dan faktor pergaulan anak. Faktor-faktor inilah yang membuat para anak nekat melakukan apa saja
yang mereka mau, diantaranya, pencurian,
perampokan dan lain-lain.
Hasil penelitian Yasmin Kamsurya, terjadinya
kenakalan anak dalam keluarga terdapat
dua hal yakni pertama, faktor internal dari dalam diri anak Bambang Mulyono, Kenakalan Remaja, hal: Siti Nurfatihatin, PAI Sebagai Usaha
Preventif Dalam Menghadapi Kenakalan anak di SLTP 1 Ngantang Malang,Skripsi Jurusan PAI,
STAIN Malang, 2 Moh. Jawahirul Fuad,
Mengatasi Kenakalan Remaja, di Ponpes Rehabilitasi Mental AzZaini Tumpang
Malang,Skripsi Jurusan PAI, UIN Malang, 2005 itu sendiri, seperti pengaruh pertumbuhan dan
perkembangan fisik, perkembangan emosi,
perkembangan sosial, dan perkembangan keagamaan anak, taraf intelegensiyang rendah, pembawaan
sejak lahir. Kedua faktor eksternalseperti
lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat.
Sedangkan hasil penelitian Siti Halimah, kenakalan anak
disebabkan karena faktor diri sendiri,
pengaruh teman, dan ekonomi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan oleh para peneliti, maka upaya
mahasiswa jurusan hukum keluarga agama Islam, untuk mengatasi kenakalan anak betul-betul sangat
dibutuhkan terutama dengan problematika
saat ini, kondisi anak saat ini, sangatlah memprihatinkan. Moral anak sangat lemah, sehingga dapat mendorong
mereka menerima pengaruhpengaruh yang datang dari lingkungan disekitarnya,
akibatnya mereka menjadi anak yang nakal.
Untuk itu penanganan tentang
kenakalan anak dalam keluarga sangatlah diperlukan,
terutama dalam menemukan nilai-nilai ajaran agama dan menjadi suri tauladan pada anak-anak, dan remaja
dimasa yang akan datang, yang tidak
bertentangan dengan hukum Islam, dan undang-undang no.3 tahun 1997, tentang pengadilan anak.
Upaya yang dimaksud adalah
kemampuan hukum Islam untuk mengatasi
masalah kenakalan anak dalam keluarga, untuk menemukan Yamin Kamsurya, Bimbingan, Sebagai Salah Satu
Usaha Preventif Dalam Mengatasi Kenakalan
Remaja, di SMU Negeri 1 Gadang Malang,Skripsi Jurusan PAI, UIN Malang, 2 Siti Halimah,Skripsi Jurusan PAI, STAIN
Malang, 2001 jawaban berbagai pemecahan
problem-problem yang berkaitan dengan moral dan ilmu pengetahuan mereka.
Kemampuan membuat pilihan-pilihan
kecil yang cerdas akhirnya akan menyebabkan
seorang anak, mempercayai diri sendiri untuk membuat pilihanpilihan yang
penting untuk masalah yang besar dalam kehidupan.
Tugas perkembangan yang tidak terselesaikan
dimasa sebelum remaja merupakan penyebab
utama timbulnya kelainan-kelainan tingkah laku, seperti bentuk kenakalan remaja (jouvenile
delinquency)dan bahkan kejahatan (crime).
Karena keadaan diri yang tidak
memadai tersebut, baik sengaja maupun tidak
sengaja sering juga anak, melakukan tindakan atau perilaku yang dapat merugikan dirinya dan atau masyarakat.
Kenakalan adalah bentuk kejahatan
yang dapat mengakibatkan kerugian dan
permasalahan yang berdampak pada orang tua, keluarga (saudara), atau pada masyarakat sekitar.
Menurut Saparinah Sadli,
mengistilahkan kelainan tingkah laku itu dengan perlakuan menyimpang. Menurutnya,
perilaku menyimpang adalah tingkah laku
yang menyimpang dari norma-norma sosial.
Selanjutnya, Cohen yang dikutip
oleh Saparinah Sadli memberikan definisi
tentang perilaku menyimpang sebagai berikut : M.P.A, (Mimbar Pengetahuan Agama ),hal : Pembukaan Undang-Undang No.3 Tahun
1997,Tentang Pengadilan Anak, hal : 30 "Perilaku
menyimpang adalah tingkah laku yang melanggar atau bertentangan, atau menyimpang dari
aturan-aturan normatif, dari pengertian-pengertian
normatif ataupun dari harapan-harapan lingkungn sosial yang bersangkutan".
Download lengkap Versi PDF

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi