Sabtu, 09 Agustus 2014

Skripsi Syariah:ANALISIS HUKUM ISLAMTENTANG VASEKTOMI DAN TUBEKTOMI DALAM KELUARGA BERENCANA


BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Pernikahan dalam Islam tidak dapat dianggap sekedar untuk menyatukan jasmani laki-laki dan perempuan atau  hanya  untuk  mendapatkan  anak  semata, tetapi lebih dari itu perkawinan merupakan salah satu tanda kekuasaan-Nya. Allah SWT  menjelaskan  fakta  ini dalam Al-Qur’an surat Ar-Ru>m  ayat  21  yang berbunyi: Artinya: “Dan  diantara  tanda-tanda  kekuasaanya  ialah  dia  menciptakan untukmu  istri-istri  dari  jenismu  sendiri,  supaya  kamu  cenderung  dan merasa  tentram  kepadanya,  dan  dijadikannya  diantaramu  rasa  kasih dan  sayang  sesungguhnya  pada  yang  demikian  itu  benar  terdapat tanda-tanda bagi orang yang berfikir. (QS. Ar-Ru>m: 21)  Perkawinan  tidak  hanya  dijadikan  sebagai  tempat  mencurahkan  hasrat biologis manusia saja tetapi jauh lebih dari itu perkawinan adalah sebagai tempat mencurahkan rasa kasih sayang terhadap lawan jenis, karena manusia mempunyai naluri terhadap lawan jenisnya mereka. Perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran itu  DepagRI, Al-Qur’an dan Terjemah,, h.

  ditimbulkan oleh daya tarik  yang lain, sehingga antara kedua jenis laki-laki dan perempuan itu terjadi hubungan yang wajar yaitu terjadinya perkawinan.
  Adanya  perkawinan  ini  diharapkan  agar  manusia  tidak  terjerumus  pada suatu  pergaulan  bebas  yang  dapat  mengakibatkan  terjadinya  hubungan  laki-laki dan  perempuan  di luar  aturan  yang  telah  ditentukan,  dan  supaya  tidak  turun derajatnya, seperti halnya binatang. Oleh karena itu, Islam sangat menganjurkan orang yang sudah mampu secara lahir maupun batin untuk segera melaksanakan perkawinan. Sebagaimana Rasulullah SAW. bersabda: ( Artinya : “Dari Abdurrahman bin Yazid berkata, Rasulullah SAW bersabda Hai golongan  pemuda,  apabila  diantara  kamu  ada  yang  mampu  untuk kawin,  hendaklah  ia  kawin,  karena  nanti  matanya  akan  terjaga  dan kemaluannya  akan  terpelihara.  Dan  apabila  ia  belum  mampu  kawin, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu ibarat pengebiri.”  Dalam  ajaran  Islam  pernikahan  adalah  ciptaan  Tuhan  untuk  mencapai keluarga yang saki>nah mawaddah wa rah}mah, yakni adanya saling pengertian antara  suami  dan  isteri  dari  segi  apapun.  Ajaran Islam  tidak  mengakui  seks sebagai satu-satunya  tujuan  pernikahan, tetapi  Islam  menekankan  bahwa  Depag RIAl-Qur’an dan terjemahnya h.
  Al-Bukhariy, Sahi>h al-Bukha>riy, Juz IV, h.
  melakukan hubungan seksual adalah untuk menghasilkan keturunan (reproduksi) boleh  jadi  hubungan  seksual  sebagai salah  satu  aspek  terpenting  dari sebuah pernikahan.
  Pernikahan  dianggap  sebagai  perbuatan  yang  terpuji,  sarana  untuk mengekang  hubungan  seksual  gelap,  ikatan  saling  mencintai  antara  suami  dan isteri  dan  akhirnya  pernikahan  memungkinkan  manusia  untuk  menghasilkan keturunan sendiri. Seiring dengan semakin padatnya penduduk di Indonesia maka pemerintah memberikan alternative untuk mengurangi kepadatan penduduk, yaitu dengan  di  adakannya program  KB.  Dalam  hal  ini  program  Keluarga  Berencana banyak mendapat hambatan dan ganjalan ditengah-tengah masyarakat. Termasuk dikalangan umat Islam, terutama dikalangan para ulama.
 Untuk  mengupayakan  agar  jalannya  program  KB  dapat  diterima  oleh masyarakat  secara  luas,  terutama  dikalangan  umat  Islam,  maka  pemerintah melalui  Departemen  Agama  RI  menyelenggarakan  musyawarah  ulama  terbatas yang  diselenggarakan  pada  tanggal  26  sampai  dengan  29  Juni  1972  dan menghasilkan  suatu  keputusan  yang  menegaskan  bahwa  program  KB  itu hukumnya  mubah  menurut  syari’at  Islam  dan  umat  Islam  boleh melaksanakannya.
  Adapun pengertian KB sekurang-kurangnya ada 4 (empat) rumusan, yaitu:  Abul Fadl Mohsin Ebrahim, Aborsi Kontrasepsi dan Mengatasi Kemandulan,h    Herry  M. “80  Tahun  KH.  Misbach,  Ulama  Pejuang-Pejuang  Ulama, dari  guru  ngaji, masyumi sampai MUI” h.
  1. KB adalah pengaturan  penjarangan  untuk  kesejahteraan  dan  bukan  berarti pencegahan  kehamilan  untuk  membatasi  keluarga.  Dalam  hal  ini  disebut tanz}imu al-nasl. Cara perpanjangan kelahiran  tersebut  menurut Imam Al-Ghazali dapat dilakukan dengan cara: a. ‘Azl ‘Azl  adalah mengeluarkan  sperma  diluar  lubang  rahim,  tentunya ini  dengan  kesepakatan  suami-istri. Dengan menggunakan kondom sebagai alatnya.
 b. Dapat mengatur waktu, maksudnya kapan waktu subur bagi wanita untuk melakukan persetubuhan.
 2. KB tidak boleh dilakukan dengan pengguguran kandungan, juga tidak boleh merusakkan atau menghilangkan bagian tubuh.
 3. KB  merupakan  masalah  perseorangan  (suka  rela)  dan  bukan  merupakan massal  atau  dipaksakan  dan  harus  ada  persetujuan  suami-istri  yang bersangkutan.
 4. Perencanaan  keluarga  harus  ditujukan  dan  diarahkan  kepada  pembentukan kebahagiaan  suami-istri,  kesejahteraan  keluarga,  keturunan  yang  sehat,  kuat jasmani  dan  rohani  serta  akal,  ilmu,  dan  juga  iman,  pembinaan  masyarakat,  bangsa  serta  pembangunan  Negara  dengan  mengharapkan  ridlo  dari  Allah SWT  .
 Dalam  hal  ini  Allah  SWT  berfirman  dalam  surat  Al-An’a>m  ayat   yang berbunyi; Artinya: “janganlah  kamu  membunuh  jiwa  yang  diharamkan  Allah (membunuhnya)  melainkan  dengan  sesuatu  (sebab)  yang  benar.
 demikian  itu  yang  diperintahkan  kepadamu  supaya  kamu memahami(nya).”(QS. Al-An’a>m: 151)  Surat Al-Isra>’ ayat 30- Artinya:  “Sesungguhnya  Tuhanmu  melapangkan  rezki  kepada  siapa  yang  Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi  Maha  melihat  akan  hamba-hamba-Nya.  dan  janganlah  kamu membunuh  anak-anakmu  karena  takut  kemiskinan.  kamilah  yang  akan memberi  rezki  kepada  mereka  dan  juga  kepadamu.  Sesungguhnya membunuh  mereka  adalah  suatu  dosa  yang  besar.”(QS  Al-Isra>’:  30-31)   Masjfuk Zuhdi,Masail Fiqhiyah,h.
  Depag. RI., Al-Qur’an Dan Terjemahnya, h. 121-  Depag. RI., Al-Qur’an Dan Terjemahnya,h.
  Dalam pelaksanaannya, KB mempergunakan metode-metode dengan cara vasektomidan tubektomi. Vasektomimerupakan kontrasepsi bagi laki-laki dengan dilakukan oprasi kecil dengan cara menutup saluran sperma pada kantong zakar.


Download lengkap Versi PDF

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi