Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MENDORONG WIRASWASTA MEMULAI USAHA KECIL



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Penelitian 
Usaha Kecil Menengah (UKM) sering disebut juga sebagai Usaha Mikro Kecil Menengah  (UMKM) merupakan salah satu kekuatan pendorong terdepan dalam pembangunan ekonomi. Gerak Sektor UKM amat vital untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan  pekerjaan. Usaha Kecil Menengah (UKM) juga cukup fleksibel dan dapat dengan mudah  beradaptasi dengan pasang surut permintaan pasar, hal ini dapat dilihat dari UKM sendiri cukup  terdiversifikasi dan memberikan konstribusi penting dalam ekspor dan perdagangan. Peranan  UKM di Indonesia juga telah menciptakan lapangan pekerjaan yang jauh lebih cepat di sektor  usaha lainnya.

Pengertian UKM di Indonesia sering dipahami dengan sudut pandang yang berbeda  berdasarkan pengklasifikasian menurut berbagai instansi pemerintah. Menurut Departemen  Perindustrian, Usaha Kecil Menengah (UKM) didefenisikan sebagai Perusahaan yang dimiliki  oleh Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki total asset tidak lebih dari Rp 600 juta (diluar  area perumahan dan perkebunan). Sedangkan menurut Biro Pusat Statistik (BPS), defenisi UKM  lebih mengacu kepada klasifikasi skala usaha dan jumlah tenaga kerja yang diserap yang  menggunakan skala kecil kurang dari 5 (lima) orang karyawan atau usaha menengah yang  menyerap tenaga kerja antara 5 (lima) hingga 19 (sembilan belas) orang. diperkirakan UKM  akan tumbuh lebih cepat setelah krisis ekonomi, tetapi seringkali Usaha Kecil Menengah (UKM)  mengalami pasang surut dan tak sedikit yang mengalami hambatan dan akhirnya sulit untuk  berkembang. permasalahan yang paling sering timbul dalam pengembangan Usaha Kecil   Menengah (UKM) adalah berhubungan dengan karakteristik yang dimiliki oleh usaha kecil ini  sendiri. (Lupioyadi, 2007: 5)  Sumber penghidupan masyarakat Indonesia sebagian besar amat bergantung pada sektor  UKM. Kebanyakan usaha kecil terkonsentrasi pada sektor perdagangan, pangan, olahan pangan,  tekstil, garmen dan olahan kayu, tetapi kini seiring dengan adanya perkembangan pada dunia  Teknologi Informasi (TI), yang sangat besar peranannya dalam aktivitas kehidupan masyarakat  global.
Prospek bisnis telekomunikasi di Indonesia sangat besar. Itu karena pengukuran  sambungan telekomunikasi nasional dan regional di Indonesia mencapai 5% dan akan terus  meningkat secara signifikan jumlah pelanggan telepon selule pada tahun 2008 diperkirakan  mencapai 90 juta orang angka ini meningkat sekitar 12% di banding jumlah pelanggan di tahun  2007.
Banyaknya pilihan usaha yang dapat di masuki oleh UKM, salah satunya adalah menjual  pulsa. Teknologi komunikasi seluler yang semakin canggih, pertumbuhan jumlah pelanggan dari  berbagai produk operator seluler yang semakin meningkat menggambarkan semakin tingginya  permintaan pasar dan Harga handphone yang semakin murah tentunya hal ini menduku ngbisnis  ponsel, kartu perdana, dan pulsa isi ulang serta reperasi ponsel, situasi ini menciptakan peluang  usaha yang begitu besar pada saat sekarang ini. Hal ini berimbas terhadap bisnis penjualan pulsa.
sebagian besar masyarakat memanfaatkan peluang ini dengan menjual pulsa secara eceran,  sebagian lagi menjalankan usaha ini sebagai usaha sampingan. bisnis pulsa dijalankan di tempat  penjualan atau kios maupun tanpa kios, apapun pilihan bagi UKM, keuntungan yang diraih dari  bisnis ini bisa mencapai ratusan ribu perhari selain itu pelajar atau mahasiswa pun bisa menjadi  pebisnis pulsa. adapun faktor yang mendorong para wiraswasta memulai usaha kecil usaha kecil   pada penjualaan pulsa adalah masih berkembangnya industri telekomunikasi, penggunaan  telepon seluler dapat digunakan oleh berbagai kalangan, Harga perangkat komunikasi dan pulsa  semakin terjangkau, Tidak membutuhkan modal besar dan Faktor sosial masyarakat. ( Endah Tri  Utami, dkk 2008) dan  menjamurnya gerai – gerai penjualan pulsa Handpone  dari pedagang  kecil sampai pedagang besar dengan sistem pengisian pulsa secara elektrik maupun voucher  yang dapat dilakukan dengan mudah dan harga bervariasi yang tentunya berbeda– beda antara  gerai yang satu dengan gerai yang lainnya yang hanya berjarak sekitar satu meter atau bahkan  saling berdampingan.
Jadi apa sebenarnya faktor–faktor yang mendorong seseorang untuk berwiraswasta?  setiap orang memiliki faktor yang berbeda - berbeda ketika ditanya mengapa berwiraswasta.
Mulai dari faktor keluarga, keadaan yang memaksa, dan bahkan memang mempersiapkan diri  untuk menjadi seorang wiraswasta. (Musrofi,2004) Berdasarkan latar belakang permasalahan terdahulu, maka peneliti tertarik untuk  melakukan penelitian dengan judul Analisis Faktor– Faktor yang Mendorong Wiraswasta  Memulai Usaha Kecil (Studi Kasus Pada Gerai penjualan Pulsa handpone) Penelitian ini  dilakukan di sepanjang Jalan Dr. Mansyur Medan  Tabel 1.1 Daftar Nama Geray Penjualan Pulsa Handphone di Sepanjang Jalan Dr. Mansyur Medan.
Sumber : data diolah oleh penulis.
Dari  jumlah gerai atau responden yang ada di jalan dr. mansyur sebanyak 12 responden  tapi data atau wawancara responden yang diperoleh sebanyak 10 responden.
B. Perumusan Masalah.
Sesuai judul yang digunakan peneliti, maka permasalahan yang ingin di bahas dapat di  rumuskan sebagai berikut : Apakah Faktor Keluarga, Faktor Yang di Sengaja dan Faktor  Pemaksa yang mendorong Wiraswasta Memulai Usaha Kecil? Studi Kasus Pada Gerai penjualan  Pulsa handpone di Sepanjang Jalan Dr. Mansyur Medan.
No  Nama Geray  Pemilik  Lamam berusaha 1  Cenderawasi Ponsel   Asmar Tarigan  2 Tahun 2  D rock Ponsel  Mika Saragih  1 Tahun 3  I-One Ponsel  Iwan  2 Tahun 4  Iwan  Iwan  2 Tahun 5  Jeni Ponsel  Welly Marbun  1 Tahun 6  Lingga Jati Ponsel   Barry Sinulingga  2 Tahun 7  Murah Meriah Ponsel  Yusnita  3 Tahun 8  Petri Ponsel   Petri  4 Tahun 9  Taty Ponsel   Aunitha  2 Tahun 10  Win,s Ponsel  Agus Winta  3 Tahun  C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual adalah pondasi utama dimana sepenuhnya proyek penelitian  ditujukan, dimana hal ini merupakan jaringan hubungan antar variabel yang secara logis  diterangkan, dikembangkan, dan elaborasi dari perumusan masalah yang telah diidentifikasi  melalui proses wawancara, observasi, dan survei literatur (Kuncoro, 2003 : 44). Faktor dan alasan untuk memulai usaha kecil adalah factor berdasarkan  modal yang dimilik, kemampuan, hobi, atau bahkan sebagai penyambung kehidupan dengan  megandalkan  sengala yang dimiliki, baik berupa materi maupun kemauan keinginan atau  keadaan yang dialami bias menjadi ide cemerlang yang muncul sat anda memutar otak untuk  memulai usaha kecil.
(Adi ImamTaufik, 2009 : 19) dalam penelitian ini perumasan masalah di identifikasi melalui  Proses wawancara dan studi dekomentasi Menurut Musrofi ( 2004:3) Faktor-faktor yang mendorong wiraswasta seperti faktor  keluarga, faktor yang disengaja dan faktor pemaksa merupakan faktor yang mendorong  wiraswasta memulai usaha kecil.
 Penulis mengambil 3 (tiga) variabel yang mendorong wiraswasta dalam memulai usaha  kecil pada penjualan pulsa handphone.
(Musrofi  2004:3)  a.  Faktor-faktor Yang Mendorong Wiraswasta (X) :  1.  Faktor Keluarga (confidence modalities).
Seseorang lahir dan atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang memang  memiliki tradisi kuat dalam berwiraswasta.
 2.  Faktor Yang Disengaja (emotion modalities).
Seseorang yang memang dengan sengaja mempersiapkan dirinya untuk  berwiraswasta  3.  Faktor Pemaksa (tension modalities).
Seseorang yang karena berbagai faktor seolah - olah tidak mempunyai pilihan lain  selain berwiraswasta.
b.  Memulai Usaha Kecil Memulai Usaha Kecil merupakan variabel Y dalam penelitian ini.
Berdasarkan teori-teori yang di kemukakan, maka kerangka konseptual dalam penelitian ini  dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Penelitian Sumber : Musrofi, 2004:3  Memulai Usaha  Baru (Y) Faktor yang mendorong wiraswasta : Faktor Keluarga (X1) Faktor yang di sengaja (X2) Faktor Pemaksa (X3)  D. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah, hipotesis Penelitian ini adalah Faktor Keluarga, Faktor  yang Disengaja dan Faktor Pemaksa pada gerai penjualan pulsa Handphone di sepanjang jalan  Dr. Mansyur Medan.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah Menganalisis apakaah faktor keluarga, faktor yang  disengaja dan faktor pemaksa, faktor - faktor yang mendorong wiraswasta memulai usaha  kecil yaitu pada penjualan pulsa di sepanjang jalan Dr. Mansyur Medan.
2. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat sebagai berikut: a. Sebagai sumber informasi untuk menjadi pertimbangan bagi para wiraswasta untuk  mempertahankan usahanya dalam persaingan yang  ketat dan sebagai bahan masukan  kepada para wiraswasta mengenai bagaimana pentingnya menerapkan faktor-faktor yang  mendorong berkembangnya usaha kecil dalam usahanya.
b. Bagi Fakultas Ekonomi USU, diharapkan dapat menambah dan memperluas khazanah  penelitian yang ada.
c. Bagi penulis, memberikan kontribusi bagi pemikiran untuk memperluas cakrawala berpikir  ilmiah dalam bidang  entrepreneur, khususnya yang berkaitan dengan usaha  mengembangkan usaha kecil.
d. Bagi penelitian lain, sebagai bahan referensi yang nantinya dapat memberikan  perbandingan dalam mengadakan penelitian lebih lanjut di masa mendatang.
 F.   Metode Penelitian 1. Batasan Variabel Penelitian Untuk menghindari kesimpangsiuran dalam membahas dan menganalisis permasalahan,  penelitian ini dibatasi pada Faktor-faktor yang mendorong wiraswasta memulai usaha kecil,  dalam hal ini peneliti meneliti usaha penjualan pulsa di sepanjang jalan Dr. Mansyur Medan.
Adapun variabel dalam penelitian ini adalah  a.  Variabel Bebas (Independen) (X) : Faktor-faktor yang mendorong wiraswasta yaitu:  Variabel faktor keluarga (X1), Variabel faktor yang disengaja (X2), serta Variabel faktor  pemaksa (X3) b.  Variabel terikat (Dependen) (Y) : Memulai Usaha Kecil. (Musrofi, 2004:3).
2. Defenisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini variabel-variabel yang dioperasionalkan adalah semua  variabel yang termasuk dalam hipotesis yang telah dirumuskan. Untuk memberikan  gambaran yang jelas dan memudahkan pelaksanaan penelitian maka perlu defenisi  variabel-variabel yang akan diteliti sebagai berikut: a. Faktor-faktor Yang Mendorong Wiraswasta (variabal terikat) 1.  Faktor Keluarga (confidence modalities).
Seseorang lahir dan atau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang memang  memiliki tradisi kuat dalam berwiraswasta  2.  Faktor Yang Disengaja (emotion modalities).
Seseorang yang memang dengan sengaja mempersiapkan dirinya untuk  berwiraswasta   3.  Faktor Pemaksa (tension modalities).
Seseorang yang karena berbagai faktor seolah - olah tidak mempunyai pilihan lain  selain berwiraswasta  b. Memulai Usaha Kecil (variable bebas) 1.  Potensi Penghasilan Tak Terbatas.
Membuka usaha berbeda dengan bekerja sebagai karyawan di perusahaan orang lain.
Kalau bekerja sebagai karyawan, penghasilan adalah sebesar gaji (mungkin ditambah  dengan tunjangan-tunjangan bila ada), dimana gaji dan tunjangan tersebut telah  ditetapkan berdasarkan jabatan (atau masa kerja) oleh bos atau pemilik perusahaan 2.  Memaksimalkan Kemampuan.
Kemampuan yang dimaksud bisa berupa ide -ide kreatif, ataupun kemampuan yang  lain seperti kemampuan menjual, bernegosiasi, dan lain sebagainya. Dengan memiliki  usaha sendiri maka wiraswasta memiliki kebebasan seluas -luasnya untuk berkreasi  dengan ide -ide tersebut, untuk bekerja tanpa adanya batasan- batasan yang mungkin  akan sering ditemui jika memilih untuk bekerja sebagai karyawan di suatu  perusahaan.
3. Bebas Mengatur Ritme Kerja Dengan menjadi karyawan, sebenarnya seseorang telah melakukan suatu transaksi  dengan perusahaan tempat bekerja, yaitu transaksi jual-beli. Seseorang telah menjual  waktu dan kemampuannya untuk digunakan oleh perusahaan, dan akan mendapat gaji  sebagai imbalannya. Jika bekerja sebagai karyawan, maka ada keterbatasan untuk  bisa mengatur waktu  4.  Sikap Mental Yang Mandiri Sebagai bos dalam suatu usaha sendiri, maka bersikap mandiri dalam menjalankan  usaha merupakan tuntutan yang harus dilakukan. Sikap mental yang kuat dan mandiri  ini sering kali sangat dibutuhkan pada saat usaha sedang menghadapi masalah yang  berat sehingga menuntut untuk dapat mengambil tindakan yang cepat dan tepat 5.  Kepuasan Atas Keberhasilan Sering kali terdengar bahwa salah satu faktor kuat yang mendorong para pengusaha  untuk membuka usaha sendiri adalah rasa puas jika telah berhasil menghasilkan  sesuatu. Hal ini menimbulkan motivasi tersendiri bagi para pengusaha untuk terus dan  terus berusaha supaya bisa menjadi yang terbaik.
 Tabel 1.2 Definisi Operasionalisasi Variabel VARIABEL  INDIKATOR  SKALA UKUR a. Faktor Keluarga 1.  terlahir dari lingkungan  keluarga yang memiliki  tradisi yang kuat 2.  usaha warisan dan turun  temurun Guttman b.Faktor Yang Disengaja 1  adanya peluang  2  banyaknya media-media yang  menyediakan sumber  informasi tentang peluang  usaha 3. adanya jiwa kewirausahaandalam diri 4. sebagai usaha sampingan 5. untuk mendapatkan  penghasilan yang lebih besar Guttman c. Faktor Pemaksa 1.  tidak memiliki pilihan lain 2.  tidak mendapatkan pekerjaan  dalam waktu yang lama 3.  keadaan tuntutan ekonomi 4.  hanya untuk mengisi waktu  luang 5.  sebagai penghasilan utama Guttman  VARIABEL  INDIKATOR  SKALA UKUR e. Memulai Usaha Kecil 1.  Potensi Penghasilan Tak  Terbatas.
2.  Memaksimalkan  Kemampuan 3.  Bebas mengatur ritme kerja 4.  Sikap mental yang mandiri 5.  Kepuasan atas keberhasilan Guttman 3. Skala Pengukuran Variabel Variabel faktor–faktor yang mendorong wiraswasta memulai usaha kecil diukur dengan  menggunakan Skala Guttman. Skala pengukuran tipe ini, akan didapat jawaban yang tegas; yaitu  “ya – tidak”, “benar – salah”, “pernah – tidak pernah”, “positif – negatif”, dan lain – lain. Data  yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikhotomi (dua alternatif). Penelitian menggunakan Skala Guttman dilakukan bila ingin mendapat jawaban yang tegas terhadap suatu  permasalahan yang ditanyakan. Skala Guttman selain dapat dibuat dalam bentuk pilihan ganda,  juga dapat dibuat dalam bentuk cheklist. Jawaban dapat dibuat skor tertinggi satu dan skor  terendah nol. Misalnya untuk jawaban setuju diberi skor satu (1) dan tidak setuju diberi skor nol  (0).
4. Tempat dan Waktu Penelitian Pelaksanaan penelitian dilakukan di sepanjang Jalan Dr. mansyur Medan.
Medan. Waktu penelitian dilakukan dari Bulan juli 2010 hingga agustus 2010.
 5.  Populasi dan Sampel a. Populasi Menurut Sugiyono (2005: 72), Populasi adalah wilayah generalisasi yang terditi atas:  objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh  peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jumlah populasi dalam  penelitian ini sebanyak 11 Gerai penjualan pulsa handphone di sepanjang jalan Dr. Mansyur  Medan, dimana populasinya adalah pemilik.
b. Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam  penelitian ini sampel representatif adalah orang yang berperan penting dalam menjalankan  usaha tersebut yaitu pemilik dari Gerai penjualan pulsa handphone di sepanjang jalan Dr.
Mansyur Medan. dimana dari mereka dapat diperoleh informasi dan data-data penting dalam  keseluruhan pelaksanaan aktivitas usaha tersebut. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 11  gerai penjualan pulsa handphone di sepanjang jalan Dr. Mansyur Medan.
6. Jenis data dan sumber data  Dalam Penelitian yang dilakukan, penulis menggunakan dua jenis sumber data untuk  membantu memecahkan masalah yaitu : a.  Data Primer.
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden terpilih pada  lokasi penelitian. Data  primer yang diperoleh dengan wawancara terstruktur dengan  pemilik usaha secara langsung.
b. Data Sekunder.
 Data Sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi dokumen dengan  mempelajari berbagai tulisan melalui buku, jurnal, majalah dan situs internet untuk  mendukung penelitian.
7.Teknik Pengumpulan Data a.  Wawancara (interview) Wawancara dengan panduan questioner digunakan sebagai teknik pengumpulan  data, apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan  jumlah respondennya sedikit atau kecil. Dalam hal ini wawancara dilakukan dengan  pihak-pihak yang bersangkutan, yaitu pemilik gerai penjualan pulsa Handphone  di  sepanjang jalan Dr. Mansyur Medan.
b.  Studi Dokumentasi Pengumpulan data diperoleh dari buku-buku dan internet yang mempunyai  relevansi dengan penelitian yang dilakukan.
8. Metode Analisis Statistik a.  Metode Analisis Data Metode yang digunakan adalah Statistik deskritif yaitu suatu metode analisis  dimana data yang dikumpulkan mula-mula disusun, diklasifikasikan dan dianalisis  sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai perusahaan dan masalah yang  sedang diteliti. Jika tujuan penelitian adalah deskriptif yang terbatas pada upaya memberi  suatu gambaran tentang variabel-variabel yang diteliti, teknis, analisis yang sering  digunakan adalah statistika dasar yang berkaitan dengan parameter statistik deskriptif.
Termasuk dalam parameter statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui   tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, perhitungan  desil, persentil, perhitungan penyebaran data melalui perhitungan rata-rata dan standar  deviasi. Dalam penelitian ini metode analisis data yang digunakan melalui Statistik  Deskritif yang penyajiannya di lakukan melalui tabel, dan diagram.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi