BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tingkat kepercayaan
terhadap bisnis di kalangan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Indonesia terus meningkat.
Tren ini seiring dengan pulihnya optimisme
pelaku usaha kecil di Asia maupun dunia
sebelum masa krisis melanda. Mengenai konsistensi penguatan optimisme UKM
Indonesia, Jeffrey C.
Tjoeng, head of
business banking (HSBC) Indonesia mengatakan, awal tahun 2010, pelaku usaha kecil siap meningkatkan
bisnisnya. Hasil survei menunjukkan bahwa pelaku usaha kecil memiliki kepercayaan
yang lebih tinggi terhadap prospek
perekonomian Indonesia pada enam bulan mendatang. Lebih dari setengah responden percaya bahwa ekonomi
Indonesia akan stabil bahkan meningkat.
Sebesar 70 persen responden berpandangan bahwa ekonomi Indonesia akan tumbuh di level yang sama atau meningkat.
Jumlah UKM yang optimis ini naik dari
tahun 2009, menunjukkan bahwa semakin banyak pelaku bisnis yang percaya akan prospek perekonomian di tahun
2010.
(http://mail.waspada.co.id/index.php:pengusaha-ukm-makin-optimis
: Feb 2010) Pelaku usaha kecil Indonesia juga relatif lebih percaya diri untuk
melakukan ekspansi usaha dengan
berinvestasi maupun belanja modal di tengah tahun pertama 2010. Indonesia masih berada di atas
rata-rata, lebih dari setengah UKM Indonesia
tidak berencana untuk mengurangi belanja modal mereka. Mereka cenderung untuk mempertahankan atau bahkan
meningkatkan anggaran investasi dan
belanja modal di tahun ini. UKM Indonesia juga melanjutkan komitmen 1 mereka
di tahun lalu pada karyawannya. Dalam enam bulan ke depan, 94 persen responden
tidak berencana untuk mengurangi jumlah tenaga kerja yang ada.
Bahkan 20 persen
mulai untuk menambah mulai merekrut tenaga kerja baru.
Menurut Cahyo
Pramono sebagai ketua Forda UKM Sumut mengatakan, Pelaku usaha kecil dan mikro (UKM) di Sumatera
Utara tercatat sebanyak 2 juta orang,
namun hanya 400 ribu yang terdaftar di dinas koperasi dan UKM. Data ini terkumpul atas kerja sama Bank Indonesia
regional Sumut dan NAD dengan Fakultas
Ekonomi (USU). Menurut Cahyo keberadaan UKM yang sedemikian banyak ini
seharusnya menjadi perhatian pemerintah.Terbukti
dari data yang dikeluarkan oleh kementerian koperasi dan UKM, bahwa 99 persen usaha di Indonesia adalah UKM dan penyumbang terbesar pendapatan domestik bruto (PDB)
berasal dari UKM.
(http://mail.waspada.co.id/index.php:ukm-penyumbang-terbesar-laju-ekonomiindonesia/html:
Feb 2010) Usaha mikro, kecil dan
menengah (UMKM), telah menjadi isu yang menarik untuk dicermati dan disikapi. Hal ini
dikarenakan ada beberapa alasan: 1. Saat krisis sektor UMKM dapat bertahan sampai
saat ini (eksis).
2. Perhatian pemerintah terhadap sektor usaha
mikro kecil (UMK) masih kurang dan
terjadi dikotomi antara pelaku UMK dengan pelaku ekonomi menengah dan besar.
3. Sektor UMKM yang jumlahnya cukup banyak
sangat potensial dalam menyerap tenaga
kerja.
4. Sektor UMKM memiliki peran penting dan
kontribusinya cukup besar dalam struktur
perekonomian nasional. (Wahyuni, dkk, 2005:91)
Pakaian adalah kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia
membutuhkan pakaian untuk melindungi dan
menutup dirinya. Pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang
yang memakainya.
Perkembangan dan
jenis-jenis pakaian tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas
masing-masing.
Peneliti memilih
sekaligus melakukan penelitian di sebuah industri pakaian yang memproduksi celana khusus pria di
Jl. Denai Medan. Ada empat objek
penelitian yang terpilih, tiga diantaranya memproduksi celana jeans pria dan satu memproduksi celana katun
pria. Industri tersebut sudah beroperasi
berkisar antara tiga tahun hingga lima belas tahun.
Celana jeans dan
katun merupakan salah satu pakaian yang sedang tren saat ini. Artinya banyak masyarakat kota
Medan yang memakai celana tersebut
dengan variasi warna dan model. Fakta di lapangan bahwa hampir di setiap tempat masyarakat
memakainya, misalnya: seorang mahasiswa
yang sedang kuliah, pengunjung Mal, saat ke pesta, saat dirumah, dan sebagainya.
Fenomena yang
terjadi sekarang ini, hampir di seluruh pasar/plaza di kota Medan ataupun di kota-kota lain sebagian
besar menjual celana jeans dan katun
baik celana pria maupun wanita mulai dari anak-anak hingga orang tua. Dengan harga beli yang
terjangkau, maka masyarakat gemar
membelinya.
Peneliti tertarik
memilih sebagai objek penelitian di sebuah industri pakaian yang berada di Jl. Denai Medan.
Mengapa peneliti memilih tempat
tersebut? Karena Denai merupakan salah satu lokasi yang masyarakatnya bekerja sebagai penjahit barang
jadi. Tentu tidak menjahit celana saja,
ada yang menjahit/memproduksi tas, seragam sekolah, pakaian kemeja, dan lain-lain. Sebagian
penjahit menjadikan rumahnya sebagai
tempat produksi barang jadi dan ada pula yang tidak (pabrik).
Setiap pengusaha
berkeinginan para karyawannya bekerja dengan baik dan benar, mengikuti segala “aturan main”
yang telah dibuat oleh pemilik usaha.
Karyawan yang baik adalah karyawan yang mampu bertanggung jawab atas pekerjaannya. Pekerjaan
terlaksana dengan baik, tepat waktu,
hasil yang dicapai memuaskan tentu bukan hanya disebabkan karena karyawan. Mengapa? Karena
peran pemimpin juga ikut didalamnya.
Kepemimpinan yang
baik akan memperlihatkan suatu keterkaitan bahwa keberhasilan atau kegagalan suatu usaha dalam
mencapai tujuannya berhubungan dengan
seorang pemimpin. Kemampuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin dapat memberikan pengaruh bagi karyawan untuk
melakukan pekerjaan sesuai dengan
standar kerja yang telah ditetapkan dan dikehendaki oleh pemilik usaha dalam
upaya mencapai tujuan yang telah direncanakan. Dalam hal ini tujuan tersebut mencakup bagaimana menarik minat
konsumen agar membeli produk tersebut
secara rutinitas.
Berikut tabel 1.1.
menampilkan data produksi dalam hal ini adalah celana jeans dan katun khusus pria pada setiap tahun
yang diperoleh dari pemilik usaha yang
terpilih.
Tabel 1.1.
Laporan Total
Produksi Tahun 2006 – 2009 No. Pemilik Usaha Tahun 2006 2007
2008 2009 1 Desriman
94.141 98.761 94.562
101.982 2 Buyung Safri 96.139
120.922 125.472 140.932 3
Jonnedi 144.182 147.632
138.929 137.311 4 Rosiman
- 155.264 190.221
192.586 Sumber : Laporan Produksi Industri Pakaian Jl. Denai Medan (data
diolah) Laporan total produksi dapat dilihat dalam bentuk diagram batang
sebagai berikut: Diagram 1.1.
Laporan Total
Produksi Tahun 2006 – 2009 Sumber :
Laporan Produksi Industri Pakaian Jl. Denai Medan (data diolah) Diagram 1.1.
diatas menunjukkan bahwa total produksi memperoleh kenaikan yang cukup baik dari tahun ke tahun.
Walaupun ada di tahun tertentu yang
mengalami penurunan produksi, namun yang menunjukkan lebih dominan adalah terus meningkat.
Pengaruh
kepemimpinan yang diterapkan dalam perusahaan mengindikasikan tanda keberhasilan pada
masing-masing usaha mereka. Setiap orang
memiliki kepemimpinan yang berbeda-beda. Peran apa saja yang telah diterapkan di perusahaan. Bisa berawal dari
komitmen, percaya diri, tanggung jawab
serta orientasi masa depan demi kesuksesan/keberhasilan perusahaan di masa-masa mendatang.
Uraian diatas maka
penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul:
“Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Keberhasilan Usaha Pada Industri Pakaian di Jl. Denai Medan.” B.
Perumusan Masalah Latar belakang
masalah maka perumusan masalah yang dijadikan fokus dalam penelitian ini
adalah: 1. Apakah faktor-faktor yang mempengaruhi
keberhasilan usaha pada industri pakaian
di Jl. Denai Medan? 2. Apakah pengaruh yang paling dominan digunakan
dalam mencapai keberhasilan usaha pada
industri pakaian di Jl. Denai Medan? C.
Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.
Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: a.
Mengetahui pengaruh kepemimpinan
terhadap keberhasilan usaha pada
industri pakaian di Jl. Denai Medan.
b. Mengetahui tujuan yang ingin dicapai pemilik
usaha dalam menjalankan usaha kecil
tersebut.
2. Manfaat Penelitian Ada beberapa manfaat dari penelitian ini
yaitu: 1) Bagi perusahaan Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam memecahkan
berbagai masalah, terutama yang
berkaitan dengan kepemimpinan.
2) Bagi penulis Dari hasil penelitian ini penulis memperoleh
banyak manfaat yaitu: a. Dapat menambah
wawasan dan pengetahuan penulis mengenai kepemimpinan.
b. Merupakan perbandingan antara teori yang
diperoleh selama kuliah dengan praktek
manajemen sebenarnya.
c. Sebagai sumbangan pemikiran, akademis,
khususnya dalam manajemen usaha kecil
mengenai aktifitas industri pakaian di Jl.
Denai Medan.
3) Bagi pihak lain Diharapkan penulisan ini
dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan menambah referensi perpustakaan dan untuk
referensi bagi penelitian selanjutnya.
D.
Kerangka Konseptual Kerangka
konseptual/berfikir merupakan sintesa tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang
telah dideskripsikan tersebut, selanjutnya
dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antar variabel yang diteliti.
Sintesa tentang hubungan varibel tersebut,
selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis (Sugiono, 2004:49).
Kerangka konseptual
yang digunakan dalam penelitian adalah seperti digambarkan dibawah ini: Gambar 1.1. :
Kerangka Konseptual Sumber : (Suryana, 2006) diolah E. Hipotesis Perumusan masalah yang telah
ditetapkan maka hipotesis yang diberikan peneliti adalah: 1.
Faktor-faktor yang mempengaruhi wirausahawan pada industri pakaian di Jl.
Denai Medan untuk
meraih keberhasilan dalam usahanya
adalah adanya komitmen, percaya diri, tanggung jawab, dan orientasi masa
depan.
2. Orientasi masa depan merupakan pengaruh utama
wirausahawan industri pakaian di Jl.
Denai Medan.” Kepemimpinan (X) 1. Komitmen 2.
Percaya Diri 3. Tanggung Jawab 4. Orientasi Masa Depan Keberhasilan Usaha (Y) F.
Metode Penelitian 1. Batasan Operasional a.
Penulis hanya menganalisis masalah dikalangan pengusaha yang memproduksi pakaian di Jl. Denai Medan.
b. Pengusaha bidang konveksi yang diteliti yaitu
pengusaha yang memiliki tempat usaha
tetap. Bentuk kepemilikan yaitu milik sendiri (perusahaan perseorangan).
c. Usaha yang diteliti adalah telah beroperasi
minimal 3 tahun.
d. Dalam penelitian ini penulisannya akan
memakai variabel kepemimpinan sebagai
variabel bebas (X) dengan 4 (empat) indikator,
yakni: 1. Komitmen 2.
Percaya diri 3. Tanggung jawab 4.
Orientasi masa depan Keberhasilan
usaha sebagai variabel terikat (Y).
2. Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini variabel-variabel yang
dioperasionalkan adalah semua variabel
yang termasuk dalam hipotesis yang telah dirumuskan.
Untuk memberikan
gambaran yang jelas dan memudahkan pelaksanaan penelitian, maka perlu defenisi variabel yang akan diteliti sebagai berikut: a)
Kepemimpinan (X) 1. Komitmen Yaitu Hubungan antara karyawan
dengan perusahaan yang ditunjukkan
dengan adanya keinginan untuk mempertahankan keanggotaan perusahaan, menerima nilai dan
tujuan-tujuan perusahaan serta bersedia
untuk berusahan keras demi tercapainya
tujuan dan kelangsungan perusahaan.
2. Percaya diri Yaitu Seseorang yang bersikap
dan mempunyai keyakinan yang kuat untuk
melaksanakan dan menyelesaikan tugas-tugas yang ada.
3. Tanggung jawab Yaitu Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab dalam mengendalikan sumber daya yang digunakan dan
mewujudkan keberhasilan pada usahanya. .
4. Orientasi masa depan Yaitu Seseorang yang
mempunyai perspektif dan pandangan ke masa
depan, selalu mencari peluang, tidak cepat puas dengan keberhasilan yang baru dicapai.
Tabel 1.2.
Definisi
Operasionalisasi Variabel VARIABEL
INDIKATOR SKALA UKUR Komitmen 1. Kerja tuntas 2. Kerja keras 3.
Menjaga kualitas produk 4.
Mengorbankan keluarga Guttman Percaya diri 1. Optimisme 2.
Yakin terhadap diri sendiri 3.
Meraih kesuksesan 4. Dicintai
karyawan Guttman Tanggung jawab 1. Disiplin 2.
Jujur 3. Bersungguh-sungguh 4.
Berdedikasi tinggi 5. Konsisten terhadap usaha 6. Tenaga Kerja yang terlatih Guttman VARIABEL INDIKATOR SKALA UKUR 7.
Tanggung jawab akhir terletak pada
atasan 8. Imbalan yang adil bagi karyawan dan pengusaha Orientasi masa depan 1. Menciptkan sesuatu yang baru dan berbeda 2.
Mencari peluang/kesempatan 3.
Siap terhadap tantangan (persaingan)
4. Memiliki visi dan misi demi tercapainya tujuan perusahaan Guttman Sumber : diolah penulis(2010) 3.
Skala Pengukuran Variabel Variabel
yang mempengaruhi keberhasilan usaha pada industri pakaian diukur dengan menggunakan skala Guttman. Skala
pengukuran tipe ini, akan didapat
jawaban yang tegas; yaitu ”ya – tidak”, ”benar – salah”, ”pernah – tidak pernah”, ”positif – negatif”
dan lain – lain. Data yang diperoleh
dapat berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternatif).
Penelitian
menggunakan skala Guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap suatu
permasalahan yang ditanyakan.
Skala Guttman selain dapat dibuat dalam bentuk
pilihan ganda, juga dapat dibuat dalam
bentuk checklist. Jawaban dapat dibuat skor tertinggi satu dan terendah nol. Misalnya untuk jawaban
setuju diberi skor 1 dan tidak setuju
diberi skor 0.
4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini
dilakukan di industri pakaian yang beralamat di Jl. Denai, kecamatan Medan Denai, Sumatera Utara. Waktu
penelitian dilakukan dari bulan November
2009 hingga Februari 2010.
5. Populasi dan Sampel Penelitian ini merupakan studi kasus empat
perusahaan industri pakaian maka populasi
yang sekaligus sebagai sampel yang representatif dalam penelitian ini adalah orang yang berperan
penting dalam menjalankan usaha tersebut
diteliti yaitu pemilik dari industri pakaian yang beralamat di Jl. Denai Medan dimana dari mereka dapat
diperoleh informasi dan data-data
penting dalam keseluruhan pelaksanaan aktivitas usaha mereka yang telah berhasil.
6. Jenis dan Sumber Data Penulis menggunakan dua
jenis data untuk membantu memecahkan masalah,
yaitu: a. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh
langsung dari responden terpilih pada
lokasi penelitian.
Data primer
diperoleh dengan wawancara terstruktur dengan pemilik usaha secara langsung.
b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang
diperoleh melalui studi dokumen dengan
mempelajari berbagai tulisan melalui buku, jurnal, majalah dan situs internet untuk mendukung penelitian.
7. Teknik Pengumpulan Data a. Observasi Observasi adalah pengumpulan data
dengan cara melakukan pengamatan
langsung ke lokasi penelitian, dalam hal ini di Jl. Denai Medan, untuk melengkapi cacatan penelitian
yang diperlukan.
b. Wawancara (interview) Dalam hal ini peneliti
melakukan wawancara melalui tatap muka (face
to face) dengan responden terpilih.
Wawancara dilakukan dengan
menggunakan alat bantu berupa seperangkat daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih
dahulu atau sering disebut interview
guide.
c. Kuesioner (angket) Kuesioner merupakan teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
8. Metode Analisis Data Statistik deskriptif adalah suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan
mula – mula disusun, diklasifikasikan dan dianalisis sehingga akan memberikan gambaran yang jelas
mengenai perusahaan dan masalah yang
sedang diteliti. Jika tujuan penelitian adalah deskriptif yang terbatas pada upaya memberi suatu
gambaran tentang variabelvariabel yang diteliti, teknis, analisis yang sering
digunakan adalah statistika dasar yang
berkaitan dengan parameter statistik deskriptif.
Termasuk dalam
parameter statistik deskriptif antara lain adalah penyajian data melalui tabel, grafik, diagram
lingkaran, pictogram, perhitungan modus,
median, perhitungan desil, persentil,
perhitungan penyebaran data melalui
perhitungan rata-rata dan standar deviasi.
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi