Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: Analisis Pengaruh Iklan TV Rokok A Mild Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang
 Semakin tingginya tingkat persaingan perusahaan dan produk  menyebabkan setiap perusahaan harus dapat meunjukkan trik-trik dan strategi  beda dari perusahaan lain untuk mendapatkan market share dan penjualan produk  yang tinggi. Setiap perusahaan mengeluarkan produk baru, produk pesaing akan  menantang dengan mengeluarkan produk pesaing untuk menantang penguasaan  pasar. Hal inilah yang harus dicermati setiap perusahaan agar produknya bisa  menjadi pemimpin pasar. Dalam persaingan pasar, ketika sebuah produk sudah  berada pada posisi yang baik dan menjadi ikon pasar, maka perusahaan saingan  akan mengeluarkan produk saingan untuk menantang penguasaan pasar dan  produk dengan segmentasi sama.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk menguasai pasar adalah  mempengaruhi minat untuk beli konsumen melalui media periklanan. Inilah yang  harus dijadikan sebagai positioning, menempatkan produk pada pikiran calon  konsumen (Al Ries, 2002:3). Dengan menempatkan produk di pikiran konsumen  maka perkembangan produk mutlak meningkat dan mempunyai kemampulabaan  yang bergerak signifikan.
Perusahaan berusaha untuk selalu menciptakan keputusan pembelian  konsumen. Mengelola keinginan konsumen untuk melakukan keputusan  pembelian konsumen memberi nilai baik baagi perusahaan, yaitu memberikan  keuntungan maupun laba. Karena tanpa adanya keputusan pembelian konsumen  tentunya tidak akan ada aktifitas dalam perusahaan tersebut yang akan   mengekibatkan kegiatan perusahaan bisa mati. Dengan iklan yang kuat  merupakan aspek vital bagi perusahaan karena keunggulan yank didapatkan  beraneka ragam mulai dari persepsi kualitas yang lebih bagus dan loyalitas  pelanggan yang lebih besar.
Periklanan selain dilakukan melalui media cetak seperti koran, majalah  dan brosur serta salesman yang telah terlatih dengan baik. Iklan melalui media  televisi merupakan salah satu cara atau alat yang dapat dilakukan oleh perusahaan  untuk memperkenalkan barang atau jasa yang dihasilkan kepada konsumen untuk  memutuskan membeli atau tidak terhadap suatu produk.
Perusahaan dalam menayangkan iklannya menggunakan media televisi  sebab jangkauannya luas serta ada unsur hiburan yang sangat mendukung  pembentukan persepsi konsumen terhadap suatu produk yang pada gilirannya  dapat mengarah pada tindakan pertukaran juga memuaskan berbagai pihak yang  terlibat dalam aktifitas pemasaran.
Setiap produk akan diperkenalkan kepada konsumen berupa nama produk,  bentuk produk, harga produk, manfaatnya serta fungsinya melalui iklan. Setiap  perusahaan akan berusaha memberikan informasi yang tepat dan menarik tentang  produk yang ditawarkannya sehingga perusahaan akan memperoleh laba yang  maksimum.
Iklan juga dipandang sebagai media hiburan dan media komunikasi yang  efektif terutama jika ditayangkan di televisi. Dengan menayangkan iklan suatu  produk di televisi dapat mempengaruhi konsumen sehingga konsumen tertarik  untuk melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Walaupun biaya yang   dikeluarkan perusahaan untuk menayangkan iklan produknya di televisi cukup  mahal. Tetapi sangat efektif untuk meningkatkan jumlah penjualan produknya.
Strategi inilah yang diterapkan perusahaan rokok Sampoerna untuk  menarik minat beli konsumen terhadap setiap produk-produk yang ditawarkan.
Sampoerna adalah salah satu perusahaan berskala nasional yang sudah berkutat  untuk meraih pasar 240 miliar batang rokok produksi Indonesia pada tahun 2009  yang diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2008.
(majalah.tempointeraktif.com).
Salah satu produk Sampoerna yang mempunyai tingkat mind share tinggi  di benak konsumen adalah Sampoerna A Mild. A Mild jika dilihat dari  perkembangannya adalah salah satu kategori rokok yang masih tetap bertahan  selama 21 tahun walaupun produk pesaing lumayan banyak. A Mild yang pertama  kali diluncurkan pada tahun 1989 merupakan sebuah merek yang tidak hanya  memimpin pasar tetapi juga merubah rules of the game di industri rokok  (Kartajaya, 2005:433). Hal ini juga diperkuat dengan pengukuhan sebagai  Indonesian Best Brand Award dan Indonesian Customer Loyalty Award  (www.amild.com).
Pada Tabel 1.1 berikut terlihat total penjualan rokok oleh masing-masing  perusahaan pada tahun 2009.
 Tabel 1.1 Total Penjualan Perusahaan Rokok di Indonesia Tahun 2009 No  Perusahaan  Jumlah  (Miliar Batang) Persentase 1  Sampoerna  69,6  29 % 2  Gudang Garam  60  25 % 3  Djarum  52,8  22 % 4  Bentoel  16,8  7 % 5  Nojorono  16,08  6,7 % 6  Produsen rokok lainnya  24,72  10.3 % TOTAL  240  100% Sumber : majalah.tempointeraktif.com Pada Tabel 1.1 dapat dilihat besarnya penguasaan pasar rokok domestik.
Disini dapat dilihat bagaimana Sampoerna dapat menjadi salah satu market leader  dengan penguasaan pasar sebesar 29 %. Ini menjadi salah satu kekuatan dari  Sampoerna dengan mengeluarkan strategi jitu pemasaran produk rokoknya  dengan salah satunya melalui komunikasi periklanan yang berkualitas, efektif dan  tepat sasaran.
Periklanan adalah elemen penting dari promosi yang mempunyai kekuatan  besar dalam mempengaruhi mindshare pasar. Salah satu media yang periklanan  yang efektif dalam meraih pasar adalah televisi. Ini dibuktikan dengan besarnya  belanja iklan terhadap media televisi seperti terlihat pada Tabel 1.2 berikut.
Tabel 1.2  Belanja Iklan Televisi Nasional Per Sektor Tahun 2009 (Trilyun Rupiah) No  Sektor  Belanja Iklan 1  Telekomunikasi  3,867 2  Pemerintah dan Parpol  3,621 3  Koperasi dan Layanan Sosial  2,441 4  Kendaraan Bermotor  2,175 5  Rokok  2,155 6  Produk Perawatan Rambut  2,038 7  Layanan Hotline dan Partyline  1,895 8  Produk Perawatan Wajah  1,873 9  Media dan Rumah Produksi  1,858 10  Keuangan dan Perbankan  1,806 11  Sektor Lainnya  3,431 TOTAL  27,16 Sumber : ABG Nielsen Media Idonesia www.pefindo.com Pada Tabel 1.2 terlihat besarnya belanja iklan televisi nasional masingmasing sektor pada tahun 2009. Iklan sektor telekomunikasi menduduki peringkat  pertama dengan total belanja sebesar Rp 3,867 trilyun, disusul oleh iklan  pemerintah dan parpol pada masa kampanye Pemilihan Umum Anggota Legislatif  dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yaitu sebesar Rp 3,621 trilyun. Sektor  rokok menempati posisi kelima dengan belanja sebesar Rp 2, 155 trilyun. Hal ini  dikarenakan adanya peraturan pemerintah yang membatasi penayangan iklan  rokok di televise dimana iklan bertema rokok hanya boleh ditayangkan diatas jam  21.00 WIB.
Berikut Tabel 1.3 menunjukkan besarnya belanja iklan rokok di seluruh  media massa di Indonesia.
 Tabel 1.3 Belanja Iklan Rokok di Seluruh Media Massa di Indonesia Media  Belanja Iklan  Persentase Televisi  Rp 1.336,1 Trilyun  62%  Media Cetak  Rp 732,7 Milyar  34% Media Lainnya  Rp   86,2 Milyar  4% TOTAL  Rp 2.155 Trilyun  100% Sumber : Nielsen Media Research (www.nielsen.net)  Pada Tabel 1.3 terlihat total belanja iklan di seluruh media di Indonesia  pada tahun 2009 sebesar Rp 2.155  trilyun dimana penggunaan iklan melalui  media televisi menempati posisi pertama dengan belanja iklan sebesar Rp 1.336,1 trilyun kemudian diikuti media cetak sebesar Rp 732,7 milyar dan media lainnya sebesar Rp 86,2 Milyar.
Tahun 2009 jumlah total pengeluaran iklan rokok di indonesia pada  televisi mencapai Rp 1.336,1 dimana untuk iklan rokok berjenis  Mild mendominasi sebesar Rp 781,06 milyar dan sianya sebesar Rp 555,04 milyar  digunakan oleh iklan rokok jenis lain seperti rokok kretek, rokok filter, dan lain  sebagainya. Hal ini dikarenakan tingginya minat beli konsumen terhadap rokok  berjenis Mild  di Indonesia sehingga para produsen rokok Mild  di Indonesia  bersaing ketat untuk mempengaruhi konsumen melalui iklan di televisi.
Tabel 1.4 menunjukkan total belanja iklan rokok jenis Mild di Indonesia  pada tahun 2009.
 Tabel 1.4 Total Belanja Iklan Rokok Jenis Mild di Televisi No  Merek Rokok  Belanja Iklan (milyar rupiah) 1  A Mild  174,16 2  Class Mild  91,63 3  Star Mild  88,89 4  LA Lights  87,07 5  U Mild  80,06 6  X Mild  71,84 7  Mezzo Mild  50,26 8  Merek Lainnya  137,15 TOTAL  781,06 Sumber : Nielsen Media Research (www.nielsen.net)      Pada Tabel 1.4 terlihat total belanja iklan yang dilakukan A Mild  menempati posisi pertama dengan pengeluaran sebesar Rp 174,17 milyar untuk  menayangkan iklannya di televisi selama tahun 2009. Pada tahun 2009 saja A  Mild mengeluarkan beberapa iklan dengan menggunakan slogan Tanya Kenapa  dengan berbagai tema diantaranya “Ga Dapat Kerja Atau Ga Dapat Gelar” dan  “Belum Tua Belum Boleh Bicara”.
Sampoerna A Mild merupakan produk yang mempunyai pengalaman  dalam membuat strategi iklan yang komunikatif dalam setiap iklan TV nya. Iklaniklan TV A Mild sangat menarik karena pada setiap iklan TV A  Mild  menghadirkan suatu konten yang strategis, bermakna, mengeksekusi pasar dengan  tepat, dimana produk rokok yang dimata masyarakat dan pemerintah merugikan  kesehatan dapat menampilkan sebuah konten iklan yang peduli terhadap  permasalahan sosial yang sedang dihadapi masyarakat. Inilah suatu keunikan A  Mild dalam mengemas iklan yang membuat konsumen berubah pikiran dan  bergerak menuju A Mild.
 Berdasarkan latar belakang, maka penulis tertarik untuk melakukan  penelitian tentang ”Analisis Pengaruh Iklan TV Rokok A Mild Terhadap  Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi  UMSU Medan.
B.  Perumusan Masalah Perumusan masalah yang dikemukakan penulis berdasarkan latar belakang  penelitian adalah Apakah iklan TV mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian rokok Sampoerna A Mild pada mahasiswa  manajemen Fakultas Ekonomi UMSU Medan.
C. Kerangka Konseptual Iklan adalah merupakan kata-kata dalam tayangan yang berfungsi  menjelaskan manfaat produk dan memberikan alasan mengapa konsumen (calon  konsumen) perlu membelinya (Tjiptono, 2003:81).
Keputusan Pembelian adalah suatu tindakan konsumen dalam usaha untuk  memenuhi kebutuhannya dalam mengkonsumsi suatu produk yang diikuti oleh  kepuasan yang dirasakan oleh konsumen tersebut (Kotler, 2001:224).
Berdasarkan uraian dari definisi, maka dapat digambarkan kerangka  konseptual pada penelitian ini adalah sebagai berikut : Gambar 1.1. Kerangka Konseptual Sumber : Tjiptono (2003:81) dan Kotler(2001:224) data diolah Iklan (X) Keputusan Pembelian (Y)  Pada Gambar 1.1 iklan sebagai variabel X merupakan kegiatan untuk  memperkenalkan rokok A Mild kepada konsumen. PT H.M Sampoerna Tbk yang  memproduksi dan memasarkan rokok A Mild mempunyai tujuan dan keinginan  agar iklan yang dimuat dalam televisi dapat mempengaruhi tingkat keputusan  pembelian konsumen untuk membeli A Mild (Y).
D. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah, maka penulis mengambil hipotesa  sebagai berikut : Iklan TV A Mild berpengaruh positif dan signifikan terhadap  keputusan pembelian pada mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi UMSU  Medan.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh iklan  TV terhadap keputusan pembelian rokok merek Sampoerna A Mild pada  mahasiswa manajemen Fakultas Ekonomi UMSU Medan.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi peneliti, penelitian ini dapat memperluas wawasan peneliti dan  membandingkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan fakta  yang terjadi di lapangan.
b.  Bagi kalangan akademis lainnya, penelitian ini dapat menjadi bahan  referensi dalam melakukan penelitian tentang objek yang sama di masa  yang akan datang.
c.  Sebagai referensi pihak bisnis atau perusahaan dalam menjalankan  proses pemasaran produknya.
 F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional a.  Penelitian ini dibatasi hanya pada Mahasiswa Manajemen Fakultas  Ekonomi UMSU Medan.
b.  Objek penelitian adalah rokok Sampoerna A Mild.
c.  Objek penelitian adalah mahasiswa perokok yang pernah atau sedang  menggunakan A Mild.
d.  Subjek penelitian adalah mahasiswa Manajemen yang aktif mengikuti  perkuliahan selama penelitian berlangsung.
2.  Definisi Operasional Variabel a.  Variabel Bebas Iklan (X) Iklan A Mild adalah gambar atau tayangan yang menggunakan logo  berbentuk huruf A berwarna merah yang bertujuan untuk menarik  konsumen untuk membeli dan menggunakannya.
b.  Variabel Terikat Keputusan Pembelian (Y) Keputusan pembelian merupakan saat konsumen membeli dan  menggunakan rokok Sampoerna A Mild.
Berikut ini merupakan tabel yang menunjukkan operasionalisasi variabel,  indikator dan skala pengukurannya.
 Tabel 1.5 Operasionalisasi Variabel Variabel  Indikator  Skala Ukur Iklan (X) 1. Gaya Iklan 2. Logo Iklan 3. Bahasa Iklan 4. Model Iklan 5. Narasi Iklan Skala Likert Keputusan Pembelian (Y) 1. Pesan Iklan 2. Pengenalan Merek 3. Sikap Konsumen 4. Kepercayaan Konsumen 5. Niat Beli Konsumen 6. Pembelian Nyata Skala Likert Sumber : Tjiptono (2003:81) dan Durianto (2003:104), data diolah 3.  Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran data dalam penelitian ini dalam mengukur variabel iklan  dan keputusan pembelian adalah dengan menggunakan Skala Likert, sebagai alat  untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang  tentang fenomena sosial. Pengujian variabel-variabel yang diteliti, pada setiap  jawaban akan diberikan skor (Sugiyono, 2006:86).
Skala Likert menggunakan 5 (lima) tingkatan jawaban yang dapat dilihat  pada Tabel 1.6 Tabel 1.6 Instrumen Skala Likert No  Pertanyaan  Skor 1  Sangat Setuju (SS)  5 2  Setuju (ST)  4 3  Kurang Setuju (KS)  3 4  Tidak Setuju (TS)  2 5  Sangat Tidak Setuju (STS)  1  Sumber: Sugiyono (2006:86) 4.  Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah  Sumatera Utara (UMSU), Jalan Kapten Muchtar Basri No. 3, Glugur Darat  Medan. Waktu penelitian dimulai dari bulan Oktober 2010 sampai dengan Januari  2011.
5.  Populasi dan Sampel  Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa laki-laki di Jurusan  Manajemen Fakultas Ekonomi UMSU Medan yang pernah atau sedang  menggunakan rokok Sampoerna A Mild yang jumlahnya tidak diketahui sehingga  untuk menentukan jumlah sampel digunakan rumus sebagai berikut menurut  Yuswianto (Raja Bongsu dan Novi Aisha, 2008) : = n 2 2 ))(()( d qpZα Keterangan : n  = Jumlah sampel Zα  = Nilai standar normal yang besarnya tergantung α α = 0,01  Z= 1,96 p  = Estimator proporsi populasi q  = 1 – p  d  = Penyimpangan yang ditolerir Penulis memperoleh n (jumlah sampel) yang besar dan nilai p belum  diketahui, maka dapat digunakan p = 0,5. Dengan demikian jumlah sampel yang  diwakili populasi dalam penelitian ini adalah :  = n 2 2 ))(()( d qpZα = 2 2 )1,0( )5.0)(5,0()96,1( = 96,04 = 96 orang Metode penelitian sampel menggunakan Metode Sampling Aksidental,  yaitu penentuan sampel berdasarkan kebetulan, artinya siapa saja yang secara  kebetulan bertemu dengan penulis dapat  digunakan sebagai sampel, bila  dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data  (Sugiyono, 2006:77).
Kriteria pemilihan sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah  mahasiswa laki-laki di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi UMSU Medan yang pernah melakukan pembelian rokok Sampoerna A Mild minimal 1 bungkus.
6.  Jenis dan SumberData Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data yaitu : a.  Data Primer Data yang diperoleh secara langsung dari responden pada lokasi penelitian  melalui kuesioner yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada  responden. Kuesioner berisikan pertanyaan mengenai identitas responden dan  variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu variabel iklan dan keputusan  pembelian.
b.  Data Sekunder Data sekunder yaitu data yang diperoleh melalui studi dokumentasi yang dapat  menjadi referensi pendukung berupa buku-buku, majalah dan intemet.
7.  Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan antara lain:  a.  Daftar Pertanyaan (questionaire)  Daftar pertanyaan (questionaire) adalah pengumpulan data dengan cara  mengajukan pertanyaan melalui beberapa daftar pertanyaan kepada  responden, yaitu mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi UMSU  Medan.
b.  Studi Dokumentasi Studi dokumentasi yaitu  mengumpul data melalui buku, majalah serta  internet yang dapat menjadi referensi pendukung.
8.  Uji Validitas dan Reliabilitas 1.  Uji Validitas  Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk  mendapatkan data (mengukur) itu valid (Sugiyono, 2006:109). Pengujian  validitas menggunakan pendekatan koefisien korelasi yaitu dengan cara  mengkorelasikan antara skor butir pertanyaan dengan skor totalnya, dan  bila nilai korelasinya positif dan r hitung ≥  0,3  maka  butir  pertanyaan  tersebut dinyatakan valid.
Pengujian validitas instrumen dengan menggunakan program SPSS  15.0 for Windows, dengan kriteria sebagai berikut :  1.  Jika rhitung > rtabel, maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
2.  Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid.
Responden yang digunakan dalam uji validitas dan reliabilitas ini  adalah 30 orang Mahasiswa Fakultas Ekonomi UMSU yang tidak menjadi  sampel dalam penelitian ini.
 2.  Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan tingkat keandalan suatu instrumen  penelitian. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila  digunakan berulang kali untuk mengukur objek yang sama (Sugiyono,  2006:110). Pengujian dilakukan dengan program SPSS 15.0 for Windows.
Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan  ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: 1.  Jika ralpha positif atau > rtabel, maka pertanyaan reliabel.
2.  Jika ralpha negatif atau < rtabel, maka pertanyaan tidak reliabel.
9.  Metode Analisis Data a.  Metode Analisis Deskriptif Metode ini merupakan cara  merumuskan dan menafsirkan data  yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai persepsi  mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi UMSU Medan tentang iklan  Sampoerna A Mild.
b.  Metode Analisis Regresi Linear Sederhana Untuk mengetahui hubungan atau pengaruh variabel bebas (iklan)  dan variabel terikat (keputusan pembelian) akan digunakan metode  analisis fungsi regresi linear sederhana. Kemudian agar hasil penelitian  lebih terarah lagi dan teruji maka digunakan program  SPSS 15.0 for  Windows.
Perhitungan Persamaan Regresi Linear Sederhana Y = a + bx + e  Keterangan : Y = Keputusan Pembelian a = Konstanta b = Koefisien Regresi x = Iklan e = Standar error Dalam analisis regresi jenis kriteria ketepatan dibagi : 1.  Uji Signifikansi Parsial (Uji - t) Uji – t menentukan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara parsial  terhadap variabel terikat.
H0 : b1 = 0 Artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel  iklan (X) terhadap variabel keputusan pembelian (Y).
Ha : b1 ≠ 0 Artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel iklan  (X) terhadap variabel keputusan pembelian (Y).
Kriteria Pengambilan Keputusan: H0 diterima jika thitung  < ttabel  pada α = 5% H0 ditolak jika thitung  > ttabel  pada α = 5% 2.  Koefisien Determinan (R 2 )  Koefisien determinasi (R 2 ) pada intinya mengukur seberapa besar  kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Jika R 2 semakin  besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel  iklan (X) adalah besar terhadap variabel keputusan pembelian (Y). Hal ini   berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh  variabel iklan yang diteliti terhadap variabel keputusan pembelian.
Sebaliknya Jika R 2 semakin kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan  bahwa pengaruh variabel iklan (X) terhadap variabel keputusan pembelian  (Y) semakin kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk  menerangkan pengaruh variabel iklan yang diteliti terhadap variabel  keputusan pembelian.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi