Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS KETERLIBATAN KONSUMEN DAN PERBEDAAN ANTAR MEREK TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK POND’S PADA MAHASISWI



BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang Masalah 
Kedudukan konsumen semakin penting dalam hubungannya dengan  organisasi atau perusahaan, konsumen menuntut tidak  terbatas terpenuhinya  kebutuhan tetapi juga yang menjadi keinginan dari konsumen. Perkembangan  teknologi informasi memberikan kemudahan konsumen untuk mengetahui,  memahami, mempunyai berbagai macam alternatif pilihan. Perusahaan dituntut  dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen secara lebih baik dari  pesaingnya. Perusahaan mengalami kesulitan dalam memonitor dan menganalisis  perilaku konsumen secara cepat, mengingat banyakknya faktor yang  mempengaruhi perilaku konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masingmasing konsumen (http://www.e-iman.unic.cc,2009).

Keputusan pembelian merupakan perilaku yang dilakukan oleh individu  sebagai seorang konsumen, dalam memutuskan pembelian yang dipengaruhi oleh  berbagai macam faktor yang diantaranya terdapat sosial budaya yang terdiri atas  kebudayaan, budaya khusus, kelas sosial, kelompok sosial dan referensi serta  keluarga dan faktor psikologi yang terdiri dari motivasi, persepsi, proses belajar,  kepercayaan dan sikap. Peran kedua faktor tersebut berbeda untuk produk yang  berbeda Umar (2005:5).
Faktor yang dominan pada pembelian suatu produk  lain  kurang  berpengaruh. Sebagai contoh, para wanita dalam menentukan pilihan terhadap  produk Pond’s maka faktor personal (pribadi) adalah yang paling berpengaruh.
Faktor sosial  mempunyai pengaruh yang kecil Simamora (2003:4).
Perilaku konsumen berpedoman pada pengkombinasian faktor psikologi  yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek. Keterlibatan konsumen  adalah status motivasi yang menggerakkan serta mengarahkan proses kognitif dan  perilaku konsumen  pada saat membuat keputusan. Perbedaan antar merek  mengacu pada persepsi kognitif konsumen yang akan lebih mungkin untuk  melihat perbedaan dalam sifat yang ditawarkan oleh berbagai merek suatu produk  dan hasilnya yang lazim adalah kesetiaan atau loyalitas yang lebih besar ketika  preferensi didasarkan atas keterlibatan yang dirasakan tinggi Setiadi (2003 :116).
Mowen dan Minor (2001) menyatakan bahwa keputusan membeli  konsumen dipengaruhi oleh faktor keterlibatan konsumen dan kepercayaan  mereka. Semakin tinggi konsumen terlibat dalam upaya pencarian informasi  produk, semakin besar dorongan atau motivasi konsumen untuk melakukan  pembelian. Konsumen yang memiliki kepercayaan pada merek tertentu lebih  yakin dalam memutuskan pembelian. Faktor internal tersebut sangat besar  pengaruhnya terhadap keputusan pembelian. Faktor lain yang dapat  mempengaruhi keputusan membeli dapat disebabkan adanya faktor kebutuhan,  pengalaman masa lalu, adanya informasi, sikap dan gaya hidup. Orang yang  kurang memiliki pengalaman yang banyak akan mudah dipengaruhi hanya dengan  iming-iming yang tidak jelas akan kualitas produk yang dibeli.
Motivasi merupakan suatu dorongan yang terjadi pada diri individu yang  memaksa mereka untuk melakukan sesuatu yang disebabkan oleh tidak  terpenuhinya suatu kebutuhan Handoko (2004:252).
Setiap konsumen mempunyai motivasi yang mendasari dalam bentuk  kebutuhan dan nilai. Sementara keterlibatan akan muncul ketika objek (produk,  jasa atau pesan promosi) dirasakan dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan,  tujuan dan nilai yang terasa penting. Pemenuhan kebutuhan ini dirasakan akan  bervariasi atau tidak sama dari satu situasi ke situasi berikutnya.
Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di  antaranya  untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau  perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk  jasa lainnya Kuncoro (2003:44). Dengan adanya merek yang membuat produk  yang satu beda dengan yang lain diharapkan akan memudahkan konsumen dalam  menentukan produk yang akan dikonsumsinya, khususnya mahasiswa yang  menggunakan segala macam bentuk produk kecantikan sebagai alat untuk  mempercantik diri, dan kebanyakan mahasiswa juga menginginkan harga yang  lebih terjangkau dan memiliki harga relatif lebih murah, salah satunya yaitu  produk Pond’s.
Pond’s adalah salah satu hasil produksi dari PT. Unilever Indonesia Tbk.
Perusahaan ini juga memproduksi sabun, detergen, margarin, minyak nabati, dan  makanan berinti susu. Perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan paling  besar di Indonesia.
Tabel 1.1 berikut ini merupakan  macam merek dan  variasi produk  kecantikan (pelembab) yang ada di pasar.
Tabel 1.1 Variasi Produk Kecantikan (Pelembab) Yang Ada di Pasar No  Nama Produk  Harga (Rp)  Nama Perusahaan 1.  Pond’s Flawless White 20 gram  Rp. 55.000,00  PT. Unilever Indonesia 2.  Olay Total Effect 20 gram  Rp. 50.000,00  PT. Procter & Gamble 3.  Citra Hazzaline 10 gram  Rp. 15.000,00  PT. Unilever Indonesia 4.  Garnier Light 20 gram  Rp. 60.000,00  PT. Yasulor Indonesia 5.  Nivea 8 gram  Rp. 18.000,00  PT. Baselorsdorf Indonesia Sumber : Carrefoure Jl. Jamin Ginting Komlek Citra Garden Padang Bulan, 2010 Tabel 1.1 menjelaskan variasi produk kecantikan yang di pasar, hal ini  membuat konsumen bebas memilih produk sesuai dengan kebutuhan dan  keinginan, selera dan daya belinya.
Mahasiswi AMIK- MBP Medan merupakan salah satu pangsa pasar yang  potensial dalam menggunakan produk Pond’s. Berdasarkan hasil pra survei yang  dilakukan peneliti terhadap 20 orang responden diketahui 75% responden atau 15  orang di luar sampel menunjukkan bahwa mahasiswi AMIK –  MBP Medan  merupakan salah satu pengguna produk Pond’s dengan tingkat konsumsi yang  relatif cukup tinggi diandingkan dengan merek lainnya.
Berdasarkan uraian diatas menjadi latar belakang penulis dalam  menetapkan AMIK – MBP Medan sebagai tempat penelitian dan menetapkan  judul penelitan ini adalah: “ Analisis Keterlibatan Konsumen dan Perbedaan  Antar Merek Terhadap Keputusan Membeli Produk Pond’s Pada Mahasiswi  AMIK- MBP Medan “.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang permasalahan yang dikemukakan sebelumnya,  maka dirumuskan masalah sebagai berikut : Apakah keterlibatan konsumen dan  perbedaan antar merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan  keputusan membeli produk Pond’s pada mahasiswi AMIK- MBP Medan? C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual merupakan pondasi utama sebagai proyek atau suatu  penelitian itu ditujukan. Hal ini merupakan jaringan hubungan antar variabel yang  secara logis diterangkan dan dikembangkan dari perumusan masalah yang telah  diidentifikasi melalui proses wawancara, observasi dan survey literature.
Hubungan antara survey literature dan kerangka konseptual adalah survey  literature meletakkan pondasi yang kuat untuk membangun kerangka konseptual  Kuncoro ( 2003:44).
Kerangka konseptual ini mengemukakan tentang variabel yang akan  diteliti yaitu : variabel keterlibatan konsumen dan variabel perbedaan antar merek  yang merupakan variabel bebas dan keputusan membeli yang merupakan variabel  terikat. Menurut Assael (Simamora 2003 :275) mengkombinasikan 2 (dua) faktor  yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek sebagai faktor yang  menentukan keputusan pembelian produk kecantikan.
Menurut Setiadi (2003:116) keterlibatan adalah status motivasi yang  menggerakkan serta mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada  saat mereka membuat keputusan. Perbedaan antar merek mengacu pada persepsi  konsumen yang akan lebih mungkin untuk melihat perbedaan dalam sifat yang  ditawarkan oleh berbagai merek suatu produk dan hasilnya yang lazim adalah  kesetiaan atau loyalitas yang lebih besar ketika preferensi didasarkan atas  keterlibatan yang dirasakan tinggi.
Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan uraian tersebut, maka  dapat digambarkan kerangka konseptual sebagai berikut, yaitu: Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber : Setiadi (2003:116), data diolah D. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah variabel keterlibatan konsumen dan  perbedaan antar merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan  keputusan membeli produk Pond’s pada mahasiswi AMIK- MBP Medan.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian a.   Mengetahui pengaruh keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek  dalam proses pengambilan keputusan membeli produk Pond’s pada mahasiswi AMIK- MBP Medan.
Keterlibatan Konsumen (X1) Perbedaan Antar Merek (X2) Keputusan Membeli (Y)  b.  Mengetahui faktor apakah yang dominan dalam penentuan pengambilan  keputusan membeli produk Pond’s pada mahasiswi AMIK- MBP Medan.
2.  Manfaat penelitian a.  Bagi para pemasar, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan  khususnya yang bergerak dalam pemasaran produk  kecantikan.
b.  Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk memperluas wawasan dalam  bidang yang diteliti dan  memperdalam pengetahuan dalam manajemen  pemasaran khususnya mengenai perilaku konsumen.
c.  Bagi pihak lain, penelitian ini bermanfaat sebagai informasi tambahan  untuk penelitian lebih lanjut tentang perilaku konsumen.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Batasan operasional dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi perilaku  konsumen, yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek produk  Pond’ terhadap pengambilan keputusan pada mahasiswi AMIK-MBP Medan.
2.  Definisi Operasional Variabel a.  Variabel bebas yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel  lain, terdiri dari : 1.  Variabel Keterlibatan konsumen (X1)  Merupakan tingkat kepedulian atau minat responden yang  dibangkitkan oleh interaksi, karakteristik individu, dan situasional dalam membeli produk Pond’s.   2.  Variabel Perbedaan antar merek (X2)  Merupakan perbedaan antar merek yang ada dibenak responden  tentang berbagai merek antara produk Pond’s dengan produk  kecantikan merek lain yang ada di pasar. Perbedaan merek dalam  benak konsumen mengacu kepada apa yang dilihat dan kepuasan apa  yang diperoleh konsumen pada  produk Pond’s  sehingga  membedakannya dengan merek-merek lainnya.
b.  Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Pada  penelitian ini yang menjadi variabel terikat (Y) adalah keputusan membeli  produk Pond’s pada mahasiswi AMIK- MBP Medan. Keputusan membeli  adalah tindakan konsumen dalam usaha untuk memenuhi kebutuhannya  dalam mengkonsumsi suatu produk Pond’s yang diikuti oleh kepuasan  yang dirasakan oleh konsumen tersebut menurut Kotler dan Amstrong  (2001 : 224).
3.  Operasionalisasi Variabel.
Tabel 1.2 Operasionalisasi Variabel Variabel  Definisi Variabel  Indikator  Skala Keterlibatan  konsumen  (X1) Merupakan tingkat  kepedulian atau minat  responden yang  dipengaruhi oleh interaksi,  karakteristik individu, dan  situasional dalam membeli  produk Pond’s.
1. Nilai produk penting 2. Perlu pertimbangan 3. Memenuhi  kebutuhan  4. Mencari informasi Skala  Likert Perbedaan  antar merek  (X2) Merupakan perbedaan  antar merek di benak  responden tentang berbagai  merek antara produk  Pond’s dengan produk  kecanctikan merek lain  1. Kualitas  2. Harga 3. Merek terkenal Skala  Likert  Variabel  Definisi Variabel  Indikator  Skala yang ada di pasar.
Perbedaan merek dalam  benak konsumen mengacu  kepada apa yang dilihat  dan kepuasan apa yang  diperoleh konsumen pada  produk Pond’s sehingga  membedakannya dengan  merek-merek lainnya.
Keputusan  membeli  (Y) Tindakan konsumen dalam  usaha untuk memenuhi  kebutuhannya dalam  mengkonsumsi produk  Pond’s yang diikuti oleh  kepuasan yang dirasakan  oleh konsumen tersebut 1. Pengaruh orang lain 2. Pengaruh situasional 3. Pengaruh media/  iklan  Skala  Likert Sumber : Sugiyono, (2004 : 91) 4. Skala Pengukuran Variabel (Parameter variabel) Proses pengolahan data , untuk menghitung masing-masing indikator,  maka digunakan skala Likert, dimana item-item yang relevan dengan apa yang  ingin diketahui, kemudian responden diminta untuk memberikan jawabanjawaban yang paling sesuai dengan pendapatnya. Setiap jawaban akan diberikan  skor Sugiyono (2004:86). Dengan pembagiannya yaitu : a. Sangat Setuju (SS)     : diberi skor 5 b. Setuju (S)        : dberi skor 4 c. Kurang Setuju (KS)     : diberi skor 3 d. Tidak Setuju (TS)      : diberi skor 2 e. Sangat Tidak Setuju(STS)    : diberi skor 1 5.  Lokasi dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan di Kampus AMIK – MBP Jl. Jamin Ginting No.
285 –  287 Medan dan pelaksanaan penelitian dilaksanakan peneliti dengan  pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada mahisiswi AMIK – MBP  Medan yang dilakukan pada bulan Desember 2009 sampai dengan bulan Maret 2010.
6.  Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas; obyek / subyek  yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan untuk  dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya Sugiyono (2004:72). Populasi  dalam penelitian ini adalah mahasiswi D3 AMIK – MBP Jurusan Manajemen  Informatika Komputer (MIK) dan Teknik Informatika Komputer (TIK) Angkatan  2007 dan Angkatan 2008 yang menggunakan produk Pond’s.
b.  Sampel Menurut Supramono (2003:63) alternatif formula yang dapat digunakan  untuk menetukan sampel pada populasi yang sulit diketahui (unidentified) adalah  sebagai berikut : n = (Z 2  α)   (P)(Q) d 2  Dimana : n  = Jumlah Sampel Z α  = Nilai standard norma yang besarnya tergantung α, Bila α = 0,05 → Z = 1,67 Bila α = 0,01→ Z = 1,96  P  = Proporsi populasi yang diharapkan memiliki karakterisrik  tertentu Q  = (1-P),  proporsi  populasi  yang  diharapkan  tidak  memiliki  karakteristik tertentu  d  = Tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi.
Berdasarkan hasil riset awal terhadap 20 konsumen, diketahui 75% dari  konsumen atau 15 orang memiliki karakteristik yang sesuai dengan teknik  pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah  purposive sampling, yaitu mengambil sejumlah konsumen yang memiliki kriteriakriteria tertentu untuk dijadikan responden. Kriteria yang ditetapkan yaitu  responden dengan usia minimal 19 tahun dan  minimal 2 bulan mengkonumsi  produk Pond’s.
Penetapan jumlah sampel dengan tingkat signifikan 10% dan tingkat  kesalahan yang dapat ditoleransi sebesar 10% adalah sebagai berikut : n  = (1,96) 2 75x25 (0.1) 2 n  = 72 orang  maka jumlah mahasiswi yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 72  orang.
7. Jenis dan Sumber Data  Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a.  Data primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden  terpilih pada lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan memberikan  daftar pertanyaan / kuesioner kepada Mahasiswi AMIK- MBP Medan  angkatan 2007 dan angkatan 2008.
b.  Data sekunder Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut dan  disajikan oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain. Data ini  diperoleh melalui studi dokumentasi yang diperoleh dari buku, majalah,  hasil lapangan dan internet yang dapat menjadi referensi bagi penelitian  ini.
8. Teknik pengumpulan data  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah : a.  Daftar pertanyaan / kuesioner  Pada penelitian ini dilakukan dengan alat Bantu kuesioner yaitu dengan  memberikan daftar pertanyaan kepada responden yang dijadikan sebagai  sampel.
b.  Wawancara Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan wawancara secara  langsung kepada responden jika ada pertanyaan yang kurang jelas atau  kurang mengerti pada saat pengisian kuesioner.
c.   Studi dokumentasi Dilakukan dengan memperoleh data melalui buku-buku, dokumen,  internet dan literatur yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
9.  Uji Validitas dan Realibilitas a.  Uji Validitas  Uji validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian mengukur apa  yang seharusnya diukur. Validitas berhubungan dengan ketepatan alat  ukur melakukan tugasnya mencapai sasarannya. Dikatakan valid jika  mengukur tujuannya dengan nyata atau benar. Kriteria dalam validitas  suatu kuesioner adalah sebagai berikut : 1. Jika r hitung > r tabel maka pernyataan tersebut valid 2. Jika r hitung < r tabel maka pernyataan tersebut tidak valid  b.  Uji Reliabilitas Uji reliabilitas merupakan tingkat kehandalan suatu instrumen penelitian.
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan  berulangkali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data  yang sama Sugiyono (2004 : 110). Uji reliabilitas akan dapat menunjukkan  konsistensi dari jawaban-jawaban responden yang terdapat pada kuesioner.
Uji ini dilakukan setelah uji validitas dan yang diuji merupakan pertanyaan  yang sudah valid. Uji validitas dan realibilitas kuesioner dalam penelitian  ini menggunakan bantuan software SPSS versi 15.00 for windos. Dalam uji  validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut : 1. Jika r alpha positif atau > r tabel maka pernyataan reliabel.
2. Jika r alpha negatif atau < r tabel maka pernyataan tidak reliabel.
10.   Metode Analisis data a.  Metode Analisis deskriptif Metode analisis deskriptif adalah metode penganalisaan yang dilakukan  dengan cara menentukan data, mengumpulkan data, dan  menginterpretasikan data sehingga dapat memberikan gambaran masalah  yang dihadapi.
b.  Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan  variabel dan pengaruh variabel bebas (Keterlibatan Konsumen, dan  Perbedaan antar Merek) terhadap variabel terikat (Keputusan Membeli).
Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, penulis menggunakan bantuan  program software SPSS versi 15.00.
Rumus perhitungan persamaan regresi linier berganda adalah sebagai  berikut : Y = a + b1X1+b2X2 + e…………………..Sugiyono (2004 :211) Dimana : Y  : Keputusan membeli a  : Konstanta b1  :  Koefisien regresi  pertama b2  :  Koefisien regresi kedua X1  : Variabel Keterlibatan Konsumen X2  : Variabel Perbedaan Antar Merek e  : Error c.  Pengujian Hipotesis 1)  Uji-t (Uji secara parsial) Dilakukan untuk menguji secara parsial setiap variabel bebas (X 1,X2)  yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek apakah  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y)  yaitu keputusan membeli.   Kriteria pengujian adalah sebagai berikut sebagai berikut : H0 : b1 = b 2 = 0 Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas (X1, X2) yaitu keterlibatan konsumen  dan perbedaan antar merek terhadap variabel terikat (Y) yaitu  keputusan membeli  H1:b1 ≠ b 2 ≠ 0  Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  dari variabel bebas (X1, X2) yaitu keterlibatan konsumen dan  perbedaan antar merek mempunyai pengaruh yang signifikan atau  tidak terhadap variabel terikat (Y) yaitu keputusan membeli terhadap  variabel terikat (Y) Sugiyono (2004 : 121).
Kriteria pengambilan Keputusan : H0 diterima jika thitung <t tabel pada α = 5%  H1 diterima jika thitung >t tabel pada α = 5% 2)  Uji-F (Uji secara serentak) Dilakukan untuk menguji apakah setiap variabel bebas (X1, X2) secara  serentak  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel  terikat (Y).
Kriteria pengujian adalah sebagai berikut sebagai berikut : H0 : b1 , b  2  = 0 artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas (X1, X2) terhadap variabel terikat (Y)  H1:b1 ≠ b 2  ≠ 0 artinya secara bersamaan mempunyai pengaruh yang  positif dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2) terhadap variabel  terikat (Y) Kriteria pengambilan Keputusan : H0 diterima jika Fhitung <F tabel pada α = 5%  H1 diterima jika Fhitung >F tabel pada α = 5% 3)  Koefisien Determinan (R 2 ) Koefisien determinasi (R²) pada intinya untuk mengukur proporsi atau  persentase sumbangan variabel bebas yaitu variabel keterlibatan  konsumen (X1) dan variabel beda antar merek(X2) terhadap variasi  naik turunnya variabel terikat atau keputusan membeli (Y) secara  bersama-sama, dimana 0 ≤ R² ≥ 1 Jika R² semakin besar (mendekati satu) maka dapat dikatakan bahwa  pengaruh variabel bebas (X1,  X2)  yang terdiri atas keterlibatan  konsumen dan perbedaan antar merek terhadap keputusan membeli  sebagai variabel terikat (Y) adalah besar. Berarti model yang  digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas  (X1, X2) terhadap keputusan membeli (Y).
Sebaliknya jika R²  semakin kecil (mendekati nol)  maka dapat  dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2) yang terdiri atas  keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek terhadap keputusan  membeli sebagai variabel terikat (Y) adalah semakin kecil. Hal ini  berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh  variabel bebas (X1, X2) yang diteliti terhadap variabel terikat (Y).


Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi