Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH KEMASAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN FRUIT TEA PADA SISWA SMU



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang 
Masalah Produk minuman banyak sekali beredar dipasaran dengan berbagai macam  merek yang mungkin beberapa produk atau merek saja yang dapat menarik  perhatian. Persepsi konsumen terhadap variasi produk minuman itu adalah hampir  sama, yang membedakan mereka adalah merek karena merek itu sendiri tidak ada  artinya bila tidak didukung oleh visualisasi dari nama itu sendiri yang menarik  dan menonjol pada kemasannya.

Engel et. Al (2004:31) Keputusan pembelian adalah proses merumuskan  berbagai alternatif tindakan guna menjatuhkan pilihan pada salah satu alternatif  tertentu untuk melakukan pembelian.  Pemasar perlu mengetahui siapa yang  terlibat dalam keputusan membeli dan peran apa yang dimainkan oleh setiap  orang untuk banyak produk, cukup mudah untuk mengenali siapa yang  mengambil keputusan.
Sastradipoera (2003:33) beberapa peran dalam keputusan membeli:  pertama : pemrakarsa orang yang pertama menyarankan atau mencetuskan  gagasan membeli produk atau jasa tertentu, yang kedua , Pemberi pengaruh:  orang yang pandangan atau sarannya mempengaruhi keputusan membeli, yang  ketiga Pengambil keputusan : orang yang akhirnya membuat keputusan  membeli atau sebagian dari itu, apakah akan membeli, apa yang dibeli,  bagaimana membelinya atau di mana membeli.
 Setiadi (2003: 26) Kemasan adalah seluruh kegiatan merancang dan  memproduksi pembungkus suatu produk, tetapi kemasan bukan lagi sekedar  membungkus dan melindungi produk saja . Dengan persaingan yang semakin  ketat dan beraneka ragamnya produk yang beredar di pasar dan juga di rak-rak  supermarket memaksa produsen berpikir selain untuk menarik perhatian  konsumen, kemasan mempunyai kekuatan untuk menjelaskan produk dan  membantu meningkatkan penjualan.
Produsen melalui kemasan dapat berkomunikasi dengan konsumen dan  menjelaskan segala sesuatu tentang produk sehingga berfungsi sebagai alat untuk  membangun image, karakter, meningkatkan  brand awarness  serta sarana  memperbesar pasar. Kemasan mengkomunikasikan merek melalui lima hal antara  lain bentuk, warna, ukuran, grafis dan material.
Kemasan harus sesuai dengan karakter target pasar, karena kemasan  adalah sesuatu yang bersentuhan langsung dengan konsumen, dapat dipegang,  disentuh, dan dirasakan. Kemasan berperan efektif dalam perilaku pembelian  karena dapat membuat konsumen tertarik dan membeli produk. Ketika orang  melihat produk dengan kemasan yang bagus, secara spontan muncul emosi.
Salah satu produk minuman teh yang sudah dikenal setelah Teh Botol  Sosro adalah Fruit Tea. Seiring dengan perkembangan pasar dan persaingan maka  Fruit Tea mengembangkan rasa dan warna kemasannya, sehingga tidak tertuju  pada satu warna kemasan saja.
Pasar sasaran Fruit Tea yang terutama adalah anak remaja. Hal ini  diketahui melalui iklan televisi, majalah dan tabloid yang memakai anak remaja  sebagai bintang iklan. Fruit Tea dalam hal ini harus mampu berusaha membangun   karakter yang menyenangkan, bersahabat dan mengalami perkembangan, sesuai  dengan karakter target pasar utamanya yakni remaja berusia 12-19 tahun.
Tabel 1.1 Skor Perlombaan Merek-Merek Kemasan Terbaik 2006  R  Merek  B  D  P  M  Skor Merek Level Skor Merek 1  Teh Botol  Sosro 0.910  0.830  0.827  0.963  4.387  Merek terkuat di  Level Standar 2  Fruit Tea  0.845  0.899  0.828  0.911   4.355  Merek terkuat di  Level Standar 3  Tebs  0.798  0.907  0.827  0.911   4.288  Merek terkemuka  di Level Prima  4  Green Tea  Sosro 0.768  0.863  0.829  0.856  4.118  Merek terkemuka  di Level Prima 5  Fres Tea  0.614  0.872  0.825  0.771  3.797  Merek terkemuka  di Level Prima 6  Pocari Sweat  0.698  0.635  0.828  0.836  3.581  Merek yang dapat  diterima di Level  Prima  7  TeKita  0.557  0.615  0.827  0.708  3.202  Merek yang dapat  diterima di Level  Standar Sumber: www.google.com  (Data diolah oleh penulis, 2010)  Keterangan : R = Rank (Peringkat), B = Branding (Merek), D = Design (Desain), P = Technical Printing  (Teknik Pencetakan), M = Merchandising (Seni Penyusunan Produk) Fruit Tea memiliki nilai yang lebih unggul dari Teh Botol Sosro dari segi  desain, cetakan gambar dan huruf (printing) kemasan. Pada Tabel 1.1 dapat dilihat skor perlombaan merek-merek kemasan terbaik terhadap kemasan minuman teh.
Pada  perlombaan Merek-Merek Kemasan Terbaik 2008, kemasan Fruit  Tea secara umum mendapat predikat sebagai salah satu dari empat merek (brand)  yang mencapai merek level tertinggi (powerful brand), yang dicapai merek-merek  produk konsumen di Indonesia berdasarkan penilaian terhadap merek (branding),  desain (design), cetakan (technical printing) kemasan, serta seni penyusunan  produk (merchandising) produk di outlet dengan total skor keseluruhan penilaian   adalah 4,355, dimana nilai kemasan Fruit Tea menempati posisi kedua setelah Teh  Botol Sosro.
Tabel 1.2 Volume Penjualan Minuman Tetra Genggam Fruit Tea Pada Kantin  SMU ST. Thomas 2 Medan Penjualan Minuman Tetra Genggam Fruit Tea, Fanta, Sprite, dan CocaCola dari bulan Agustus 2009 s/d Nopember 2009 Jenis  Minuman Agustus  September  Oktober  Nopember  TOTAL Fruit Tea  210  215  205  230  816 Coca-Cola  200  180  165  140  685 Sprite  120  95  70  60  345 Fanta  90  70  40  20  220 Sumber: Laporan penjualan Minuman pada kantin SMU ST. Thomas 2  Medan (Data diolah oleh penulis, 2009)  Pada Tabel 1.2 dapat dilihat bahwa penjualan Fruit Tea meningkat  disetiap bulannya.Untuk produk minuman lainnya yaitu Fanta, Sprite, dan Cocacola mengalami penurunan disetiap bulannya,  pada SMU ST.Thomas 2 Medan  didapat hasil bahwa Fruit Tea lebih banyak dikonsumsi oleh para siswa.
Penulis melihat bahwa pengaruh faktor kemasan terhadap keputusan  pembelian minuman Fruit Tea di dalam masyarakat secara umum dan secara  khusus kaum pelajar usia remaja yaitu siswa SMU yang memiliki karakter yang  berbeda dan juga lebih mudah dipengaruhi oleh visualisasi produk dalam membeli  membuat penulis tertarik melakukan penelitian pada dengan judul “Pengaruh  Kemasan Terhadap Keputusan Pembelian Minuman Fruit Tea Pada Siswa  SMU ST Thomas 2 Medan” B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan maka penulis  merumuskan masalah sebagai berikut :  1.  Apakah Variabel portability, memorable, easy to read dan visual protection kemasan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan  pembelian minuman Fruit Tea pada siswa SMU ST.Thomas 2 Medan? 2.  Variabel manakah dari kemasan genggam Fruit Tea yang mempunyai  pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian minuman Fruit Tea pada  siswa SMU ST. Thomas 2 Medan? C. Kerangka Konseptual Menurut Philip Kotler (2004:24) Keputusan Pembelian adalah  kesimpulan terbaik individu konsumen untuk melakukan pembelian, konsumen  melakukan kegiatan – kegiatan dalam mencapai kesimpulannya. Pemasar perlu  mengetahui siapa yang terlibat dalam keputusan membeli.
Menurut Hermawan Kartajaya (2004:15)  Kemasan adalah salah satu  bidang dalam Desain Komunikasi Visual yang  mempunyai banyak tuntutan  khusus karena fungsinya yang langsung berhadapan dengan konsumen, antara lain  tuntutan teknis, kreatif, komunikatif dan pemasaran yang harus diwujudkan ke  dalam bahasa visual.
Kemasan harus sesuai dengan karakter target pasar, karena kemasan  adalah sesuatu yang bersentuhan langsung dengan konsumen, dapat dipegang,  disentuh, dan dirasakan. Kemasan berperan efektif dalam perilaku pembelian  karena dapat membuat konsumen tertarik dan membeli produk. Ketika orang  melihat produk dengan kemasan yang bagus, secara spontan muncul emosi.
Menurut Susilo ( 2005 :18) mengemukakan 4 variabel yang digunakan  untuk menilai kemasan antara lain :   1)  Portability   artinya kemudahan konsumen dalam menggunakan  produk dalam kemasan itu kapan pun tanpa kesulitan.
2)  Memorable artinya mencakup kemudahan konsumen untuk  mengingat visual dari produk (warna, desain dan bentuk kemasan)  maupun penggunaannya.
3)  Easy to read  artinya mudah dibaca mencakup cetakan huruf-huruf  yang berisi informasi didalam kemasan yang dapat dibaca oleh  konsumen.
4)  Visual Protection  artinya melindungi produk yang dikemasnya  yang mencakup fungsi, bahan serta struktur produknya.
Untuk lebih jelas kerangka konseptual disajikan pada Gambar 1.1 Sumber: Setiadi, (2003 : 116) (data diolah, 2010)  Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Kerangka konseptual tersebut menjelaskan bahwa variabel–variabel  kemasan mempengaruhi  keputusan pembelian  minuman Fruit Tea pada  konsumen.
D. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah yang sudah diuraikan, maka penulis  dapat merumuskan hipotesis sebagai berikut :  Variabel Kemasan 1. Portability    (X1)   2. Memorable    (X2)  3. Easy to Read  (X3)  4. Visual Protection   (X4) Keputusan Pembelian (Y)   1.  Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kemasan Fruit Tea yang terdiri  dari Variabel portability, memorable,  easy to read   dan visual protection  terhadap keputusan pembelian pada siswa SMU ST. Thomas 2 Medan.
2.  Variabel  memorable  yaitu kemudahan konsumen dalam mengingat warna,  desain, dan bentuk kemasan merupakan variabel yang paling dominan  mempengaruhi keputusan pembelian minuman minuman Fruit Tea pada siswa  SMU ST. Thomas 2 Medan E. Tujuan dan Manfaat Penelitian  1.  Tujuan Penelitian  Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :  a.  Mengetahui pengaruh variabel kemasan  terhadap keputusan pembelian  minuman Fruit Tea  pada siswa SMU ST . Thomas 2 Medan.
b.  Mengetahui variable mana yang dominan mempengaruhi keputusan  pembelian minuman Fruit Tea  pada siswa SMU ST . Thomas 2 Medan 2.  Manfaat Penelitian  a.   Memberikan masukan bagi para pemasar untuk mengembangkan strategi  pemasaran Fruit Tea .
b.   Referensi bagi peneliti selanjutnya sehingga dapat dijadikan perbandingan  dalam melakukan penelitian yang sama di masa yang akan datang.
c.  Bagi penulis penelitian ini bermanfaat untuk memperluas wawasan dalam  bidang yang diteliti dan memperdalam pengetahuan khususnya dalam riset  pasar.
 F.  Metode Penelitian  1.  Batasan Operasional  Batasan operasional dalam penelitian ini adalah pengaruh kemasan  terhadap keputusan pembelian minuman Fruit Tea. Objek produk yang  diteliti adalah  a.  Produk yang ingin diteliti adalah kemasan tetra genggam Fruit Tea.
b.  Variabel Dependent keputusan pembelian (Y) c.  Variabel Independent Portability (X1) d.  Variabel Independent Memorable (X2)  e.  Variabel Independent Easy to read (X3)  f.  Variabel Independent Visual Protection (X4)  2. Defenisi Operasional Variabel  a.  Variabel Kemasan (X)  Variabel kemasan yaitu persepsi mahasiswa terhadap kemasan tetra  genggam Fruit Tea dengan berbagai rasa (strawberry, orange, grapefruit, sirsak,  fruit punch) dan warna (merah, orange, ungu, merah jambu, hijau) yang ada  dipasaran. Menurut Susilo (MIX edisi November 2005) mengemukakan 4 variabel  yang digunakan untuk menilai kemasan antara lain :  1.  Portability (X1) artinya kemudahan konsumen dalam menggunakan  produk dalam kemasan itu kapan pun tanpa kesulitan.
 2.  Memorable (X2) artinya mencakup kemudahan konsumen untuk  mengingat visual dari produk (warna, desain dan bentuk kemasan)  maupun penggunaannya.
3.  Easy to read (X3) artinya mudah dibaca mencakup cetakan hurufhuruf yang berisi informasi didalam kemasan yang dapat dibaca  oleh konsumen.
4.  Visual Protection (X4)  artinya melindungi produk yang  dikemasnya yang mencakup fungsi, bahan serta struktur  produknya.
b.  Variabel Keputusan Pembelian (Y)  Variabel keputusan pembelian yaitu bagaimana perilaku siswa SMU ST.
Thomas 2 Medan didalam menentukan produk yang akan dibelinya dalam hal  ini minuman Fruit Tea.
Tabel 1.3 Definisi Operasionalisasi Variabel Variabel  Definisi Variabel  Indikator  Skala Pengukuran 1. Portability (X1)  Kemudahan konsumen dalam  menggunakan produk dalam  kemasan itu kapan pun tanpa  kesulitan.
1. Praktis dibawa 2. Mudah dibuka  3. Ringan dibawa 4. Mudah dipegang Likert 2. Memorable (X2)  Kemudahan konsumen untuk  mengingat visual dari produk  (warna, desain dan bentuk  kemasan) maupun  penggunaannya.
1. Warna menarik 2. Desain mudah diingat 3.Warna gambarkan rasa 4. Bentuk menarik 5. Desain karakter ceria Likert 3. Easy to Read (X3)  Mudah dibaca mencakup  cetakan huruf-huruf yang berisi  informasi didalam kemasan  yang dapat dibaca  oleh  konsumen.
1. Tulisan dapat dibaca 2. Dapat dimengerti 3. Merek berpengaruh 4. Informasi komposisi  5. Kombinasi warna unik Likert  Variabel  Definisi Variabel  Indikator  Skala Pengukuran 4. Visual Protection (X4)  Melindungi produk yang  dikemasnya yang mencakup  fungsi, bahan serta struktur  produknya.
1. Isi tetap segar 2. Terlindung dari cuaca 3. Tidak mudah rusak 4. Higienis  Likert 5. Keputusan Pembelian (Y)  Perilaku didalam menentukan  produk yang akan dibelinya.
1. Mudah penggunaannya 2. Berbeda dari yang lain 3. Karakter 4. Menarik dari yang lain 5. Ingin membeli kembali Likert Sumber: Sugiono (2004 : 91)  3.  Skala Pengukuran Variabel  Pada proses pengolahan data, untuk masing-masing indikator, maka  digunakan skala likert, dimana item-item yang relevan dengan apa yang ingin  diketahui, dimana responden akan memilih jawaban -jawaban yang paling sesuai  dengan pendapapatnya. Setiap jawaban akan diberikan skor dalam menilai  persepsi dari variabel-variabel yang akan diuji Sugiono (2004:86).Pedoman dalam pemberian skor sebagai berikut : Tabel 1.4 Pedoman Pemberian Skor No  Pernyataan  Skor 1  Sangat tidak setuju  1 2  Tidak setuju  2 3  Kurang Setuju  3 4  Setuju  4 5  Sangat setuju  5 Sumber: Sugiyono (2004: 105) 4.  Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan di SMU ST. Thomas 2 Medan yang beralamat Jln.
Letjend. S. Parman No.107 Medan. Penelitian ini dimulai bulan Nopember 2009  sampai dengan bulan April 2010.
 5.  Populasi dan Sampel  a. Populasi Menurut Sugiyono (2003: 72) populasi adalah wilayah generalisasi yang  terdiri atas subjek ataupun objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik  tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik suatu  kesimpulan. Populasi dalam penelituan ini adalah siswa SMU ST. Thomas 2  Medan kelas I-III tahun ajaran 2008/2009.
Tabel 1.5 Jumlah Siswa SMU ST. Thomas 2 Medan Kelas I–III Tahun Ajaran 2008/2009 Kelas  Jumlah Siswa I   239 II   194 III   202 Total Populasi   635 Sumber: Data diolah oleh penulis, 2010  Menurut Supramono (2003:63) alternatip formula yang dapat digunakan  untuk menentukan sample pada populasi yang sulit diketahui (unidentified) adalah  sebagai berikut : n = (Z 2  α)   (P)(Q) d 2  Dimana : n = Jumlah Sampel Z α = Nilai Standart Norma yang besarnya tertantung α Bila α = 0,05 → Z = 1,67 Bila α = 0,01 → Z = 1,96 P = Proporsi populasi yang diharapkan memiliki karekteristik tertentu  Q = (1-P), proporsi populasi yang diharapkan tidak memiliki karakteristik  tertentu.
d = Tingkat kesalahan yang dapat ditoleransi.
Berdasarkan hasil riset awal terhadap 30 konsumen, diketahui 80% dari  konsumen memiliki karakteristik yang sesuai dengan teknik pengambilan sampel.
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu  mengambil sejumlah konsumen yang memiliki kriteria yang ditentukan yaitu  responden yang telah meminum Frut Tea minimal 2 kali.
Penetapan jumlah sampel dengan tingkat signifikan 10% dan tingkat  kesalahan yang dapat ditoleransi sebesar 10% adalah sebagai berikut: n = (1,96) 2 80 × 20 (0.1) 2     n = 63 orang.
6. Jenis Data a.  Data primer, yaitu data yang diperoleh dari responden terpilih pada lokasi  penelitian melalui kuesioner dan wawancara kepada responden.
b.  Data sekunder, yaitu data yang diperoleh peneliti dari sumber–sumber lain  yang telah diolah seperti dari bagian tata usaha SMU ST. Thomas 2  Medan, buku - buku pendukung, majalah, internet, dan lain sebagainya.
7.  Teknik Pengumpulan Data  a.  Penelitian ini menggunakan teknik pengajuan pertanyaan-pertanyaan  tertulis kepada responden dalam bentuk kuesioner.
b.  Wawancara langsung kepada responden jika ada pertanyaan yang kurang  jelas dan kurang dimengerti pada saat pengisian kuesioner.
 c.  Studi dokumen yaitu mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku,  jurnal, majalah dan internet yang berkaitan dengan penelitian.
8.  Uji Instrumen Penelitian  a.  Uji Validitas  Uji Validitas digunakan oleh peneliti untuk mengukur data yang telah  didapat setelah penelitian dimana merupakan data valid dengan menggunakan  kuesioner sebagai alat ukur. Pengujian validitas instrumen digunakan dengan  menggunakan program SPSS 12.0 for Windows, dengan kriteria sebagai berikut :  1)  Jika r hitung > r tabel , maka pertanyaan tersebut dinyatakan valid.
2)  Jika r hitung < r tabel , maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid.
b.  Uji Reliabilitas  Reliabilitas merupakan tingkat keandalan suatu instrumen penelitian.
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan berulang kali  untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono,  2003: 110).
Pengujian dilakukan dengan program SPSS 12.0 for Windows. Butir  pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan  reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut :  1)  Jika ralpha  positif atau > rtabel maka pertanyaan reliabel.
2)    Jika ralpha negatif atau < rtabel maka pertanyaan tidak reliabel.
 9. Metode Analisis Data 1.  Metode Deskriptif  Metode ini data-data yang telah diperoleh digolongkan, diklasifikasikan,  diinterpretasikan dan selanjutnya dianalisis, sehingga diperoleh suatu gambaran  umum tentang data-data yang diteliti.
2.  Metode Regresi Linear Berganda Analisis Regresi Linear Berganda dalam penelitian ini menggunakan  bantuan aplikasi software SPSS Versi 12.0 for Windows. Bentuk perumusannya  sebagai berikut :  Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e…………..Sugiono (2004:211) Dimana :  Y     = Keputusan Pembelian Minuman Fruit Tea a     = Konstanta  X1    = Skor indikator Portability    X2    = Skor indikator Memorable   X3    = Skor indikator Easy to Read   X4    = Skor indikator Visual Protection B1…4  = Koefisien Regresi  e    = Standar error  Model regresi yang sudah memenuhi asumsi-asumsi klasik kemudian  akan dianalisis pengujian hipotesis sebagai berikut : 1)  Uji Serempak (Uji F) Untuk membuktikan bahwa setiap variabel bebas (Xi) mempunyai  pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Yi) secara serentak.
Kriteria pengujian sebagai berikut :  Ho : bi = 0, artinya jika tidak terdapat pengaruh bi terhadap keputusan  pembelian minuman Fruit Tea.
Ho  : bi    0,  artinya  terdapat pengaruh terhadap keputusan pembelian  minuman Fruit Tea.
Kriteria pengambilan keputusan dengan tingkat kesalahan sebesar 5%.
a)  Ho diterima jika Fhitung < Ftabel (α)  b)  H1 diterima jika Fhitung > Ftabel (α)  2)  Uji Secara Parsial (Uji t) Untuk melihat pengaruh variabel setiap kemasan Fruit Tea (Xi)  terhadap variabel  keputusan pembelian (Yi), maka dalam hal ini peneliti  menggunakan uji t satu sisi.
Ho : bi = 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  dari setiap variabel kemasan Fruit Tea (Xi) terhadap variabel keputusan  pembelian minuman Fruit Tea (Yi).
H1 : bi ≠  0, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari  setiap variabel kemasan Fruit Tea (Xi) terhadap variabel  keputusan  pembelian minuman Fruit Tea (Yi).
Kriteria pengambilan keputusan dengan tingkat kesalahan sebesar 5%.
a)  Ho diterima apabila t hitung < t tabel(α)  b)  H1 diterima apabila t hitung  > t tabel (α)  3)  Koefisien Determinasi (R²)  Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui besarnya kontribusi  variabel kemasan Fruit Tea (X) terhadap keputusan pembelian minuman Fruit   Tea (Y). Jika nilai R² mendekati satu (1) maka semakin kuat pengaruhnya,  sebaliknya jika mendekati nol (0) maka pengaruhnya semakin lemah.


Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi