Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS KETERLIBATAN KONSUMEN DAN PERBEDAAN ANTAR MEREK TERHADAP KEPUTUSAN MEMBELI MIE GORENG INSTANT PADA MAHASISWA MANAJEMEN EKSTENSI FAKULTAS EKONOMI



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 
Jumlah penduduk yang besar akan membawa implikasi penting bagi  kehidupan sosial ekonomi masyarakat Indonesia. Salah satu implikasi penting  tersebut adalah kebutuhan  pangan dalam jumlah besar  untuk memenuhi kebutuhan konsumsi penduduk. Karena besarnya jumlah konsumen yang dimiliki  menjadikan masyarakat Indonesia sebagai pasar barang dan jasa potensial bagi  perusahaan-perusahaan multinasional.

Keputusan membeli sesuatu produk ada pada diri konsumen karena pasar  menyediakan berbagai pilihan produk dengan merek yang beragam. Konsumen  bebas memilih dengan menggunakan berbagai kriteria yang sesuai dengan  kebutuhan, selera, daya beli, mutu yang baik dan harga yang lebih murah. Para  pemasar yang memahami keinginan konsumen akan mampu memperkirakan kecenderungan konsumen memilih suatu produk, memungkinkannya mempengaruhi keputusan pembelian dan memiliki kemampuan lebih baik untuk  memenangkan kompetisi pasar.
Perilaku konsumen dalam melakukan keputusan pembelian dipengaruhi  oleh stimulus,  respons,  intervening. Selain itu ada dua faktor utama yang  mempengaruhi  perilaku  konsumen yaitu faktor sosial budaya yang terdiri atas  kebudayaan, budaya khusus, kelas sosial, kelompok sosial dan referensi serta keluarga dan faktor psikologi yang terdiri dari motivasi, persepsi, proses belajar,  1  kepercayaan dan sikap. Peran kedua  faktor tersebut berbeda untuk produk yang  berbeda. (Umar 2005:5) Faktor yang dominan pada pembelian suatu produk sementara pada  produk lain kurang berpengaruh. Sebagai contoh, dalam menentukan pilihan  terhadap mie instant, maka faktor personal (pribadi)  adalah  yang paling  berpengaruh. Faktor sosial  mempunyai pengaruh yang kecil (Simamora 2003:4).
Perilaku konsumen berpedoman pada pengkombinasian dua faktor  pada  penelitian ini  yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek.
Keterlibatan konsumen  adalah status motivasi yang menggerakkan serta  mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada saat membuat  keputusan. Perbedaan antar merek mengacu pada persepsi konsumen yang akan  lebih mungkin untuk melihat perbedaan dalam sifat yang ditawarkan oleh  berbagai merek suatu produk dan hasilnya yang lazim adalah kesetiaan atau  loyalitas yang lebih besar ketika preferensi didasarkan atas keterlibatan yang  dirasakan tinggi (Setiadi 2003:116).
Mie instant  kini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Tanpa  melihat status ekonomi, mie instant dengan cepat meraih pangsa pasar yang besar  di Indonesia. Tingkat pertumbuhan produksi mie instant mencapai angka trilyunan  rupiah per tahun. Hal tersebut dapat dilihat dari potensi pasar yang terus  mengalami peningkatan. Produk mie goreng instant pada tahun 2007 menguasai  pangsa pasar mie instant  sebesar 62,9% dan pada tahun 2008 mengalami  peningkatan sebesar 70,9%. Mie Goreng instant merupakan salah satu bagian dari  produk mie instant yang terspesifikasi menurut rasanya, cita rasanya yang sesuai   dengan lidah masyarakat dan harga yang terjangkau menjadikannya sebagai  makanan favorit bagi sebagian orang. (www.google.com, diakses pada hari  Kamis, 22 Januari 2009, 15.15 WIB)  Tabel 1.1 berikut ini merupakan variasi berbagai produk mie goreng  instant yang ada di pasar.
Tabel 1.1 Variasi Produk Mie Goreng Instan yang Ada di Pasar No.  Nama Produk  Harga @ (Rp)  Nama Perusahaan 1.  Indomie a. Mie Goreng biasa b.Mie Goreng jumbo c. Mie Goreng kriuk  Rp 1.250,00  Rp 2.000,00  Rp 1.300,00  PT.Indofood Sukses  Makmur Tbk 2. Mie Sedaap Mie Goreng Biasa Rp.1.200,00  PT. Karunia Alam Segar 3.  Mie ABC Mie Goreng Pedas  Rp.1300,00  PT. ABC Sumber :   Supermarket Indomaret cabang Padang Bulan, sampel produk diobservasi langsung  oleh peneliti, Sabtu 21 Maret2009  Tabel 1.1 menjelaskan variasi produk mie goreng instant yang ada di  pasar. Dengan adanya variasi-variasi rasa, porsi dan harga membuat konsumen  lebih bebas untuk memilih produk sesuai dengan kebutuhan dan keinginan, selera  dan daya belinya. Berdasarkan uraian ini, peneliti tertarik untuk memilih judul  penelitian Analisis Keterlibatan Konsumen dan Perbedaan  Antar Merek  Terhadap Keputusan Membeli Mie  Goreng  Instant  pada Mahasiswa  Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU Medan.
 B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut dirumuskan masalah sebagai berikut : 1.  Apakah keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan membeli produk  mie  goreng  instant pada mahasiswa Manajemen Ekstensi  Fakultas  Ekonomi USU?  2.  Faktor manakah yang paling dominan dalam penentuan pengambilan  keputusan  membeli produk mie goreng instant pada mahasiswa  Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU? C. Kerangka konseptual Kerangka konseptual  merupakan pondasi utama  dimana sepenuhnya  pr oyek atau suatu penelitian itu ditujukan. Hal ini merupakan jaringan hubungan  antar variabel yang secara logis diterangkan dan dikembangkan dari perumusan  masalah yang telah diidentifikasi melalui proses wawancara, observasi dan survey  literature. Hubungan antara survey literature dan kerangka konseptual adalah  survey literature meletakkan pondasi yang kuat untuk membangun kerangka  konseptual (Kuncoro, 2003:44)  Kerangka konseptual ini mengemukakan tentang variabel yang akan  diteliti yaitu : variabel keterlibatan konsumen dan variabel perbedaan antar merek  yang merupakan variabel bebas dan keputusan membeli yang merupakan variabel  terikat.Menurut Assael (Simamora 2003 :275) mengkombinasikan 2 (dua) faktor  yaitu keterlibatan  konsumen  dan perbedaan antar merek  sebagai faktor yang  menentukan keputusan pembelian mie goreng instant.
 Menurut Setiadi (2003:116) keterlibatan adalah status motivasi yang  menggerakkan serta mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada  saat mereka membuat keputusan. Perbedaan antar merek mengacu pada persepsi  konsumen yang akan lebih mungkin untuk melihat perbedaan dalam sifat yang  ditawarkan oleh berbagai merek suatu produk dan hasilnya yang lazim adalah  kesetiaan atau loyalitas yang lebih besar ketika preferensi didasarkan atas  keterlibatan yang dirasakan tinggi.
Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan uraian tersebut, maka  dapat digambarkan kerangka konseptual sebagai berikut, yaitu : Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber : Setiadi (2003:116), data diolah D. Hipotesis  Penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1.  Variabel keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek berpengaruh  positif dan signifikan terhadap pengambilan keputusan membeli produk  mie  goreng  instant pada mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas  Ekonomi USU Medan.
2.  Faktor keterlibatan konsumen  adalah  yang paling dominan dalam  penentuan pengambilan keputusan membeli produk mie goreng instant  pada mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU Keterlibatan Konsumen X1 Perbedaan Antar Merek X2 Keputusan Membeli Y  E.  Tujuan dan manfaat penelitian 1.  Tujuan penelitian a.  Mengetahui pengaruh keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek  dalam proses pengambilan keputusan membeli produk mie goreng instant  pada mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU Medan.
b.  Mengetahui faktor apakah yang paling dominan  dalam penentuan  pengambilan keputusan membeli produk mie goreng instant  pada  mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU.
2.  Manfaat penelitian a.  Bagi para pemasar, penelitian ini bermanfaat sebagai bahan masukan  khususnya yang bergerak dalam pemasaran produk mie instant.
b.  Bagi penulis, penelitian ini bermanfaat untuk memperluas wawasan dalam  bidang yang diteliti dan  memperdalam pengetahuan dalam manajemen  pemasaran khususnya mengenai perilaku konsumen.
c.  Bagi pihak lain, penelitian ini bermanfaat sebagai informasi tambahan  untuk penelitian lebih lanjut tentang perilaku konsumen.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional  Batasan operasional dalam penelitian ini adalah mengidentifikasi perilaku  konsumen, yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek produk  mie goreng instant terhadap proses pengambilan keputusan pada mahasiswa  Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi  Medan.
 2.  Identifikasi dan definisi operasional variabel Ada dua variabel dalam penelitian ini, yaitu:  a.  Variabel bebas yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel lain. Adapun menjadi variabel bebas penelitian ini adalah : 1)  Variabel keterlibatan konsumen (X1)  Merupakan tingkat kepedulian atau minat terhadap proses pembelian  yang dipengaruhi oleh interaksi, karakteristik individu, dan situasional.
2)  Variabel perbedaan antar merek (X2)  Merupakan perbedaan antar merek di benak konsumen tentang  berbagai merek mie instant. Perbedaan merek dalam benak konsumen  mengacu kepada apa yang dilihat dan kepuasan apa yang diperoleh  konsumen pada satu merek produk mie goreng instant sehingga  membedakannya dengan merek-merek mie instant lainnya.
b.  Variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Pada  penelitian ini yang menjadi variabel terikat (Y) adalah Keputusan membeli  mie goreng instant pada mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi   Medan.
 3.  Operasionalisasi Variabel.
Tabel 1.2 Operasionalisasi Variabel Variabel  Defenisi Variabel  Indikator  Skala ukur Keterlibatan  Konsumen  terhadap  produk mie  instan (X1)  Merupakan tingkat  kepedulian atau minat  terhadap proses pembelian  yang dipengaruhi oleh  interaksi, karakteristik  individu, dan situasional.
1.  Pengalaman  konsumen dalam  mengkonsumsi mie goreng instan 2. Persepsi konsumen  terhadap produk mie  goreng instan Likert Perbedaan  antar merek (X2)  Merupakan perbedaan antar  merek di benak konsumen  tentang berbagai merek mie  goreng instant. Perbedaan  merek dalam benak  konsumen mengacu kepada apa yang dilihat dan  kepuasan apa yang  diperoleh konsumen pada  satu merek produk mie goreng instant sehingga  membedakannya dengan  merek-merek mie goreng instant lainnya.
1. Kemasan  2. Rasa 3. Aroma 4. Harga 5. Porsi Likert Keputusan  Membeli (Y) Keputusan konsumen  untuk mengkonsumsi  produk mie goreng instant 1. Pengaruh orang   lain 2. Pengaruh situasional  3. Pengaruh merek 4. Perbedaan merek Likert Sumber: Setiadi, (2003 ) data diolah 4.  Pengukuran Variabel Pada tabel 1.2 dapat dilihat bahwa variabel yang diukur dalam penelitian  ini yaitu variabel keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek serta variabel  keputusan membeli produk mie goreng instan  pada mahasiswa Manajemen  Ekstensi Fakultas Ekonomi USU Medan. Variabel-variabel ini diukur dengan  menggunakan Skala Likert,  yang menurut  Sugiyono (2006:86) Skala Likert   adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi  seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Penelitian ini menggunakan 5 (lima) alternatif jawaban kepada responden,  bobot dari masing-masing alat tersebut adalah :  Skala 5 = Sangat Setuju Skala 4 = Setuju Skala 3 = Netral / Ragu-ragu Skala 2 = Tidak Setuju Skala 1 = Sangat Tidak Setuju 5.  Waktu dan lokasi penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari sampai dengan April 2009.
Lokasi penelitian adalah di  Fakultas Ekonomi   Jl.Prof.T.M. Hanafiah, SH Medan.
6.  Populasi dan Sampel  Menurut Sugiyono (2006:72) populasi adalah generalisasi yang terdiri dari  subjek ataupun objek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang  ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik suatu kesimpulannya.
Adapun populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa S-1 Manajemen Ekstensi, angkatan 2005, 2006, 2007 dan 2008 yang berjumlah 395 orang dengan perincian  sebagai berikut :  Tabel 1.3 Populasi dan Sampel Penelitian Fakulta s  Jurusan  Angkata n 2005 Angkata n 2006  Angkata n  2007 Angkata n  2008 Jumla h Ekonom i Manajeme n Ekstensi 85  137  109  64  395 Sumber : Bagian Kemahasiswaan FE USU.
Menurut Kuncoro (2003:103) sampel adalah himpunan bagian (subset)  dari unit populasi. Ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin  (Umar 2008:78) sebagai berikut : n =  2 1 Ne N + =  2 )1,0(3951 395 + = 79,79(80)  Dimana  n = Ukuran Sampel N= Ukuran Populasi =Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan sampel yang  masih dapat ditolerir.
Jumlah sampel yang diharapkan dengan populasi sebesar 395 orangadalah  80 orang mahasiswa. Taraf kesalahan 10% dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu  (Sugiyono 2006 :78)  Adapun kriteria pemilihan sampel adalah sebagai berikut : a.  Pernah mengkonsumsi mie goreng instant lebih dari satu merk.
b.  Mengkonsumsi mie goreng instant minimal satu kali dalam seminggu  7.  Jenis dan sumber data Peneliti menggunakan 2 (dua) jenis data di dalam melakukan penelitian  untuk membantu memecahkan masalah, yaitu:  a.  Data primer Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari responden  terpilih pada lokasi penelitian  yaitu mahasiswa Manajemen Ekstensi Fakultas Ekonomi USU angkatan 2005, 2006, 2007 dan 2008. Berdasarkan  masalah dalam penelitian ini maka data primer yang diperlukan adalah data  tentang keterlibatan konsumen dan beda antar merek.
b.  Data sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh peneliti dari sumber-sumber  lain yang telah diolah seperti buku-buku pendukung, hasil lapangan dan data  internet.
8.  Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan :  a. Kuesioner Yaitu pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan  melalui daftar pertanyaan pada responden terpilih.
b.  Wawancara Penelitian yang dilakukan dengan cara mengadakan wawancara secara  langsung kepada responden jika ada pertanyaan yang kurang jelas atau  kurang mengerti pada saat pengisian kuesioner.
 c.   Studi dokumentasi Yaitu mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku dan internet yang  berkaitan dengan penelitian.
9.  Uji Validitas dan Reliabilitas Terlebih dahulu dilakukan Uji Validitas dan Reliabilitas sebelum instrumen  digunakan. Valid artinya data yang diperoleh melalui kuesioner dapat  menjawab tujuan penelitian. Pengujian validitas instrumen dilakukan pada 30  orang responden dengan menggunakan bantuan software SPSS versi 12,00 untuk memperoleh hasil yang terarah dengan kriteria sebagai berikut : 1. Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
2. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak  valid.
Reliabel artinya data yang diperoleh melalui kuesioner hasilnya akan  konsisten bila digunakan peneliti lain. Pengujian dilakukan dengan bantuan  software SPSS versi 12,00. Butir pernyataan yang sudah dinyatakan valid  dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai  berikut : 1. Jika r alpha positif atau > r tabel maka pernyataan reliabel.
2. Jika r alpha negatif atau < r tabel maka pernyataan tidak reliabel.
10.  Metode Analisis data a.  Analisis deskriptif Analisis deskriptif merupakan cara merumuskan dan menafsirkan data yang  ada sehingga memberikan gambaran yang jelas mengenai keterlibatan   konsumen dalam proses pengambilan keputusan membeli produk mie goreng instant.
b.  Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi berganda berfungsi untuk mengetahui pengaruh atau  hubungan variabel bebas (keterlibatan konsumen  dan perbedaan antar  merek) dan variabel terikat (keputusan membeli).
Untuk memperoleh hasil yang lebih akurat, penulis menggunakan bantuan  program software SPSS versi 12,00.
Rumus perhitungan persamaan regresi linear berganda adalah sebagai  berikut : Y=a + b1X 1 +b2X2+e…………………..(Sugiyono 2006 :211) Dimana : Y   : Keputuan membeli a   : Konstanta b1  : Koefisien regresi pertama b2   : Koefisien regresikedua  X1   :Variabel Keterlibatan Konsumen X2   :Variabel Perbedaan Antar Merek e   : Error c.  Pengujian Hipotesis 1)  Uji-t (Uji  secara parsial) Dilakukan untuk menguji secara parsial setiap variabel bebas (X 1,X2)  yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar merek apakah   mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) yaitu  keputusan membeli.
Kriteria pengujian adalah sebagai berikut sebagai berikut : H0 : b1 = b 2 = 0 Artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas (X1, X2) yaitu keterlibatan konsumen dan  perbedaan antar merek terhadap variabel terikat (Y) yaitu keputusan  membeli H1:b1 ≠b 2 ≠0  Artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari  variabel bebas (X1, X2) yaitu keterlibatan konsumen dan perbedaan antar  merek mempunyai pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap variabel  terikat (Y) yaitu keputusan membeli  terhadap variabel terikat  (Y)  (Sugiyono,2006 : 121).
Kriteria pengambilan Keputusan : H0 diterima jika thitung <t tabel pada α = 5%  H1 diterima jika thitung >t tabel pada α = 5% 2)  Uji-F (Uji secara serentak) Dilakukan untuk menguji apakah setiap variabel bebas (X1,X2) secara  parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat  (Y).
 Kriteria pengujian adalah sebagai berikut sebagai berikut : H0 : b1 , b2 = 0 artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  dari variabel bebas (X1,X2) terhadap variabel terikat (Y) H1:b1 ≠b 2  ≠ 0 artinya secara bersamaan mempunyai pengaruh yang  positif dan signifikan dari variabel bebas (X1,X2) terhadap variabel  terikat (Y) Kriteria pengambilan Keputusan : H0 diterima jika Fhitung <F tabel pada α = 5% H1 diterima jika Fhitung >F tabel pada α = 5% 3)  Koefisien Determinan (R 2 )  Koefisien determinasi (R²) pada intinya untuk mengukur proporsi atau  persentase sumbangan variabel bebas yaitu variabel keterlibatan  konsumen (X1) dan variabel beda antar merek(X2) terhadap variasi naik  turunnya variabel terikat atau keputusan mambeli (Y) secara bersamasama, dimana 0 ≤R² ≥1  Jika R² semakin besar (mendekati satu) maka dapat dikatakan bahwa  pengaruh variabel bebas (X1,X2) yang terdiri atas keterlibatan konsumen  dan perbedaan antar merek terhadap keputusan membeli sebagai variabel  terikat (Y) adalah besar. Berarti model yang digunakan semakin kuat  untuk menerangkan pengaruh variabel bebas (X1,X2) terhadap keputusan  membeli (Y).
 Sebaliknya jika R² semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan  bahwa pengaruh variabel bebas (X1,X2) yang terdiri atas keterlibatan  konsumen dan perbedaan  antar merek terhadap keputusan membeli  sebagai variabel terikat (Y) adalah semakin kecil. Hal ini berarti model  yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas  (X1,X2) yang diteliti terhadap variabel terikat (Y).
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi