Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH KESENANGAN PELANGGAN (CUSTOMER DELIGHT) TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN KFC PADA KFC CABANG GAJAH MADA



BAB I PENDAHULUAN 
A.  Latar Belakang 
Waralaba adalah pengaturan bisnis dengan sistem pemberian hak pemakaian  nama dagang oleh franchisor kepada pihak independen atau franchisee untuk menjual  produk atau jasa sesuai dengan kesepakatan. Konsep waralaba muncul sejak 200  tahun Sebelum Masehi. Pada masa itu sebuah rantai toko makanan di Tiongkok  menerapkan konsep distribusi dengan sistem waralaba lisensi produk/ merek.  Pada  Tahun 1863 perusahaan mesin jahit Singer  di Amerika mulai merintis jaringan  waralaba guna mendistribusikan mesin jahit yang diprodukasinya. Selanjutnya Coca-  Colamenjual waralaba pembotolan pertamanya Tahun1899. Namun pertumbuhan waralaba yang sebenarnya baru terjadi padaakhir era1950an,yaitu sistem waralaba yang dikenaldengan waralaba format bisnis(www.smfranchise.com, 23 Juli 2008).

Waralaba mulai berkembang pada 1950-an di Indonesia dengan munculnya  dealer kendaraan bermotor melalui pembelian lisensi  atau menjadi agen tunggal  pemilik merek. Indonesia yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa, memang  merupakan peluang pasar bagi pebisnis waralaba. Sehingga banyak perusahaan  waralaba asing melirik untuk melebarkan sayapnya ke negeri ini. Pertumbuhan bisnis  waralaba memang terlihat secara kasat mata. Gerai atau outlet makanan/ minuman,  pendidikan,  dsb, menjamur dimana-mana. Kentucky Fried Chicken,  Wendy’s,  McDonald, Pizza Hut,  Dunkin’s Donut,  kursus bahasa Mandarin Shines Lingua,  adalah beberapa diantaranya (www.franchise-id.com, 23 Juli 2008).
Waralaba yang berkembang di Indonesia adalah waralaba pangan Asing. Salah  satunya adalah Kentucky Fried Chicken (KFC), yang didirikan oleh PT. Fastfood Indonesia, Tbk. KFC merupakan pemimpin global bisnis dalam kategori makanan   cepat saji dengan menu andalan daging ayam goreng. Merek KFC juga sudah dikenal  oleh masyarakat yang cara penyajiannya juga praktis. Selain itu, KFC juga merupakan  salah satu perusahaan fastfood yang sangat mempertahankan dari fokus pelanggan.
Hal ini terlihat dari produk-produk yang inovatif dan pelayanan yang terus diperbaiki  perusahaan dalam menarik perhatian konsumen untuk membeli. Sebagai contoh  produk “Paket Attack” (mendapat satu nasi, minuman dan daging ayam berupa sayap)  hanya dengan Rp 6.465, “Paket Combo” yang menawarkan paket lengkap (Ayam,  nasi dan minuman) dengan harga ringan, atau “Paket Chaki” yang dibuat khusus  untuk anak-anak dengan harga yang ringan juga (www.kfcindonesia.com, 19 Juli  2008).
Survei Brand Image Tracking Study (BITS) menyatakan salah satu perusahaan  dengan sistem manajemen yang professional dan mampu bersaing secara kompetitif  dalam pasar global adalah perusahaan restoran makanan cepat saji KFC. Survei ini  mengungkapkan KFC secara konsisten berada pada posisi tertinggi  dan paling  menonjol dalam ingatan konsumen untuk “Top of Mind Awareness” dibandingkan  dengan merek utama lainnya.  Selain itu KFC juga merupakan Studi Customer  Experience Monitoring (CEM) untuk mengetahui bagaimana pengalaman pelanggan  terhadap pelayanan dan fasilitas KFC, dan studi CHAMPSCHECK untuk menilai  kualitas pelayanan dan fasilitas yang tersedia di KFC (www.kfcindonesia.com, 19 Juli  2008).
Perusahaan KFC sepenuh hati berkomitmen untuk mempertahankan visi  kepemimpinan dengan terus memberikan kepuasan kepada  pelanggan.  Visi  perusahaan KFC adalah menjadi pemimpin atau leader  dalam pangsa pasar  dibandingkan dengan perusahaan saingannya. Dukungan para pemegang saham,  keahlian manajemen, loyalitas dan dedikasi karyawan, serta kontinuitas kunjungan   pelanggan dapat membantu tercapainya visi ini (www.kfcindonesia.com, 19 Juli  2008).
Sistem pelayanan yang diterapkan KFC secara professional dengan cepat dan  tepat. Para manajer KFC memiliki ko mitmen untuk mendeklarasikan kualitas produk  KFC, dengan  menciptakan kesenangan pelanggan (customer delight) tidak hanya  kepuasan pelanggan (customer satisfaction). Sekarang ini banyak pelanggan terbiasa  dengan tingkat pelayanan standar. Oleh karena itu, KFC menginginkan suatu budaya  pelayanan pelanggan tersendiri, yang diimplementasikan dalam suatu program untuk  menyenangkan pelanggan. Hal ini dilakukan untuk dapat membedakan KFC dengan  perusahaan pesaing lainnya yang menawarkan produk sejenis seperti Mc Donalds,  CFC, A&W, dan yang lainnya.
Kesenangan pelanggan (customer delight) adalah kondisi pelanggan merasa  senang. Menurut Raharso (2005), kesenangan pelanggan (customer delight) akan  dapat diraih bila perusahaan bersikap adil (justice), menghargai (esteem), dan  memberikan sentuhan akhir (finishing touch).
Justice adalah kejujuran/ keterbukaan perusahaan dalam bertransaksi dengan  pelanggan, yaitu dengan memberikan apa yang menjadi hak pelanggan, sehingga  pelanggan merasa diperlakukan dengan adil. Sikap  justice  yang diberikan KFC  kepada  pelanggan  adalah dengan  memberikan transaksi yang adil, seperti  mengembalikan sisa uang di akhir transaksi, serta tidak membedakan dalam  memberikan pelayanan kepada pelanggan.
Esteem  adalah perlakukan khusus yang diberikan perusahaan kepada  pelanggan, sehingga pelanggan merasa dihargai atau diperdulikan. Sikap esteem yang  dilakukan oleh KFC berupa keramahan para karyawan dan kecakapan mereka dalam  menangani keluhan pelanggan, memberikan fasilitas pendukung yang dapat membuat   suasana menjadi nyaman, dapat diandalkan sebagai salah satu strategi untuk dapat  memuaskan pelanggan dan diharapkan menjadi pelanggan yang loyal.
Finishing touch adalah merupakan service recovery atau pemulihan jasa, yang  diberikan perusahaan kepada pelanggannya pada akhir transaksi. Finishing touch yang diberikan KFC adalah dengan menyediakan karyawan yang cepat tanggap dalam  memenuhi kebutuhan pelanngan, seperti memberi salam pada akhir transaksi, serta  memberikan souvenir atau bonus pada even-even tertentu.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis ingin melakukan penelitian pada salah  satu perusahaan restoran KFC di Medan yaitu KFC Cabang Gajah Mada. Lokasi KFC  Cabang Gajah Mada ini merupakan tempat yang sangat strategis karena letaknya yang  mudah dijangkau dan banyaknya transportasi yang akan membawa pelanggan ke KFC  Cabang Gajah Mada ini. Selain itu letaknya dekat dengan sekolah, daerah perkantoran  dan daerah bisnis lainnya (seperti Toko buku Gramedia, Toko jual beli mobil, Toko  optik, dan yang lainnya). Dengan demikian tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh  masyarakat luas baik karyawan perusahaan maupun pengunjung dari Toko buku  Gramedia. Berdasarkan latar belakang masalah ini, penulis tertarik untuk melakukan  penelitian dengan judul “Pengaruh Kesenangan Pelanggan (Customer Delight)  terhadap Loyalitas Pelanggan KFC pada KFC Cabang Gajah Mada Medan”.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan maka perumusan  masalah dalam penelitian ini adalah : 1. Apakah kesenangan pelanggan (customer delight) yang terdiri dari justice, esteem,  dan finishing touch berpengaruh positif dan signifikan antara terhadap loyalitas  pelanggan pada KFC Cabang Gajah Mada Medan?  2.  Faktor yang manakah  yang lebih dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan  pada KFC Cabang Gajah Mada Medan? C.  Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1.  Kerangka Konseptual Kepuasan pelanggan adalah persepsi bahwa harapannya pelanggan  telah terpenuhi (Gerson, 2002 : 3). Sedangkan Kesenangan pelanggan  (customer delight) adalah kondisi pelanggan merasa senang. Menurut Raharso  (2005), kesenangan pelanggan (customer delight) akan dapat diraih bila  perusahaan bersikap adil (justice), menghargai (esteem), dan memberikan  sentuhan akhir (finishing touch).
Justice adalah kejujuran/ keterbukaan perusahaan dalam bertransaksi  dengan pelanggan, yaitu dengan memberikan apa yang menjadi hak  pelanggan, sehingga pelanggan merasa diperlakukan dengan adil. Esteem adalah perlakukan khusus yang diberikan perusahaan kepada pelanggan,  sehingga pelanggan merasa dihargai atau diperdulikan. Sedangkan finishing  touch adalah merupakan service recovery atau pemulihan jasa, yang diberikan  perusahaan kepada pelanggannya pada akhir transaksi.
Secara sederhana kerangka konseptual yang diuraikan diatas dapat  digambarkan dalam Gambar 1.1 sebagai berikut: Sumber : Raharso (2005) hal 49, diolah penulis.
Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Variabel Justice (X1) Variabel Esteem (X2) Variabel Finishing touch (X3) Loyalitas Pelanggan (Y) Variabel Justice (X1) Variabel Esteem (X2) Variabel Finishing touch (X3) Variabel Justice (X1) Variabel Esteem (X2)  2.  Hipotesis Berdasarkan latar belakang masalah dan kerangka konseptual yang telah  dikemukakan, maka hipotesis dari penelitian ini adalah:  1.  Kesenangan pelanggan (customer delight) yang terdiri dari justice, esteem,  dan finishing touch  berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas  pelanggan pada KFC Cabang Gajah Mada Medan.
2.  Faktor esteem  merupakan faktor yang dominan mempengaruhi loyalitas  pelanggan pada KFC Cabang Gajah Mada Medan.
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : a.  Mengetahui dan menganalisis pengaruh kesenangan pelanggan (customer  delight)  terhadap loyalitas pelanggan pada KFC Cabang Gajah Mada  Medan.
b.  Mengetahui bahwa faktor esteemmerupakan faktor yang paling dominan  dalam mempengaruhi loyalitas pelanggan pada KFC Cabang Gajah Mada  Medan.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi Penulis Memberikan kontribusi bagi pemikiran untuk memperluas cakrawala  berfikir ilmiah dalam bidang pemasaran, khususnya marketing strategy,  terutama mengenai kesenangan pelanggan (customer delight), yang  mempengaruhi loyalitas pelanggan.
 b. Bagi Perusahaan Sebagai informasi dan masukan bagi KFC Cabang Gajah Mada Medan  dalam upaya mempertahankan pelanggan dan mengembangkan usahanya.
c. Bagi Peneliti Lain Sebagai referensi yang dapat menjadi bahan perbandingan dalam  penelitian selanjutnya di masa yang akan datang.
E.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional dan Klasifikasi Variabel Penelitian Batasan operasional di dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a.  Faktor Independen (X) terdiri dari Justice (X1), Esteem (X2), Finishing  Touch (X3).
b.  Faktor Dependen (Y), adalah loyalitas pelanggan KFC  Cabang  Gajah  Mada Medan.
2.  Definisi Operasional Variabel Definisi operasional dari masing-masing faktor yang digunakan untuk  menjelaskan faktor-faktor dalam suatu penelitian.  Definisi faktor dalam  penelitian ini adalah :  Tabel 1.1 Definisi Operasional Variabel Variabel  Definisi  Indikator  Variabel  Skala  Pengukuran Justice (X1)  Perusahaan memberikan  apa yang menjadi hak  pelanggan 1.  Jujur dalam bertransaksi 2.  Mengembalikan sisa uang di akhir  transaksi 3.  Melayani semua pelanggan  dengan baik 4.  Harga produk sesuai dengan  kualitas produk dan pelayanan  yang diterima oleh pelanggan 5.  Memberikan informasi produk  yang benar kepada pelanggan Skala Likert Esteem (X2)  Pelayanan yang  istimewa, yang diberikan  oleh KFC Cabang Gajah  Mada Medan 1.  Karyawan yang ramah dan  cekatan 2.  Tersedia layanan pelanggan via  email  3.  Tersedianya layanan pelanggan  via delivery 4.  Suasana yang nyaman bagi  pelanggan 5.  Fasilitas yang lengkap dan  memadai Skala Likert Finishing  Touch (X3)  Ungkapan rasa terima  kasih dan tanggung  jawab KFC Cabang  Gajah Mada pada  pelanggannya.
1.  Karyawan yang bersikap cepat  tanggap terhadap pelanggan  2.  Memberikan souvenir/ bonus pada  event-event tertentu Skala Likert Loyalitas  Pelanggan  (Y) Kebutuhan,keinginan  dan harapan pelanggan  yang telah terpenuhi,  sehingga pelanggan  melakukan kunjungan  berikutnya dan  merekomendasikan  tempat tersebut kepada  orang lain.
1. Pelanggan setia terhadap  KFC Cabang Gajah Mada  Medan 2. Pelanggan merekomendasikan KFC kepada keluarga atau  teman 3. Pelanggan tidak ingin pindah  ke restoran lain Skala Likert Sumber : Raharso (2005) diolah penulis.
3.  Pengukuran Variabel  Skala pengukuran variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah  Skala  Likert, yaitu skala yang berasal dari pernyataan kualitatif yang kemudian  dikuantitatifkan, dan digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi  seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2007 :  86) kriteria pengukurannya adalah sebagai berikut : Sangat Setuju  : diberi skor 5 Setuju   : diberi skor 4  Netral   : diberi skor 3 Tidak Setuju  : diberi skor 2 Sangat Tidak Setuju  : diberi skor 1 Pada penelitian ini responden memilih salah satu dari kategori jawaban yang  tersedia, kemudian masing-masing jawaban diberi skor tertentu. Skor  responden dijumlahkan dan jumlah ini merupakan total skor. Total skor inilah  yang ditafsir sebagai posisi responden dalam Skala Likert.
4.  Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian berada pada KFC Jl. Gajah Mada No.14 Medan. Penelitian  ini dilakukan pada Bulan Juli 2008 sampai Juni2009.
5.  Populasi dan Sampel a.  Populasi  Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen yang datang untuk membeli  produk KFC Cabang Gajah Mada Medan, dimana menurut manajer restoran  KFC tesebut, jumlah pelanggan perhari rata-rata 1000 orang.
b. Sampel Sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin(Umar, 2000 : 78), yaitu : n =    N ( 1 + Ne) Dimana : n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi e = Taraf kesalahan = 10% Sehingga bila memakai rumus Slovin dengan taraf kesalahan (e) sebesar 10%  didapat jumlah sampel : n =  ))1,0(1000(1( 1000 2 + = 90,9   Penelitian ini jumlah sampel dibulatkan menjadi 91 orang. Penelitian sampel  dilakukan dengan menggunakan metode Sampling Aksidental dan Sampling  Purposive. Sampling aksidental  dan    adalah teknik penentuan sampel  berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan  peneliti dapat dipergunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang  kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.  Sedangkan  Purposive  Sampling, yaitu sample yang dipilih dengan kriteria tertentu (Sugiyono, 2007  :77). Kriteria dalam penentuan sampel ini adalah pelanggan yang berusia 15  tahun ke atas dan pelanggan yang frekuensi berkunjung ke KFC Cabang Gajah  Mada sebanyak 2 kali.
6.  Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu : a.  Data Primer Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung oleh penulis  dari responden yang dipilih pada lokasi penelitian.
b.  Data Sekunder  Data sekunder adalah data atau informasi yang diperoleh melalui studi  pustaka dengan mempelajari berbagai tulisan dan buku, jurnal, majalah,  dan internet yang berhubungan dengan penelitian ini. Data sekunder yang  diperoleh merupakan sejarah dan gambaran umum perusahaan, struktur  organisasi, dan sebagainya.
7.  Teknik Pengumpulan Data a.  Observasi, yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan  mengadakan pengamatan terhadap rutinitas di lokasi penelitian.
 b.  Kuesioner, yaitu pengumpulan data-data dengan cara mengajukan  pertanyaan melalui daftar pertanyaan kepada responden.
c.  Wawancara, yaitu dengan melakukan wawancara langsung pada Bagian  Marketing di perusahaan Restoran KFC Medan di Jalan Gajah Mada  No.14 Medan.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas bertujuan untuk menguji apakah kuesioner layak untuk  digunakan sebagai instrumen penelitian. Suatu skala pengukur dikatakan valid  apabila skala tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur  (Sugiyono, 2007 : 109). Kriteria dalam menentukan validitas suatu kuesioner  adalah sebagai berikut: Jika r hitung > r tabel  maka pertanyaan tersebut valid.
Jika r hitung < r tabel  maka pertanyaan tersebut tidak valid.
Uji Reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah alat ukur yang  digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang  sama (Sugiyono, 2007 : 110). Suatu alat ukur disebut mempunyai reliabilitas  tinggi atau dapat dipercaya, jika alat tersebut  stabil, dapat diandalkan  (dependability) dan dapat diramalkan (predictability). Makin kecil kesalahan  pengukuran, makin reliabel alat pengukur dan sebaliknya. Uji validitas dan  reliabilitas kuisioner dalam penelitian ini menggunakan SPSS for Windows  Versi 12.00.
9.  Teknik Analisis Data a.  Analisis Deskriptif Merupakan salah satu metode analisis, dengan cara penyusunan dan  pengelompokkan data, kemudian dianalisis. Dengan demikian akan diperoleh   gambaran tentang masalah yang dihadapi, dan juga dipergunakan untuk  menjelaskan hasil perhitungan.
b. Metode Analisis Statistik Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh variabel bebas (faktor justice,  esteem, dan finishing touch) terhadap variabel terikat (loyalitas pelanggan).
Oleh karena itu digunakan Analisis Regresi Linier Berganda, dengan  menggunakan bantuan SPSS for Windows Versi 12.00.
Persamaannya yaitu : Y = bo + b1X1 + b2X2 + b3X3 + e Dimana : Y :  Loyalitas Pelanggan bo  : Konstanta    b1-b3  : Koefisiien Regresi    X1  : variabel justice    X2  : variabel esteem    X3  : variabel finishing touch e    : Standar error.
Selain analisis regresi, penulis juga melakukan uji hipotesis. Hipotesis  dalam penelitian ini dilambangkan dengan Ho, berdasarkan pengertian bahwa  hipotesis itu adalah Ho (Supranto, 2001 : 223). Uji hipotesis dalam penelitian  ini yaitu:  1.   Uji Fhitung (Uji serentak) Uji Fhitung dilakukan untuk mengetahui apakah secara serentak variabel  bebas mempunyai pengaruh positif signifikan atau tidak terhadap variabel  terikat. Model hipotesis yang digunakan dalam uji Fhitung adalah:   Ho : b1  = b2  = b3  = 0 (variabel bebas secara besama-sama tidak  terpengaruh positif signifikan terhadap variabel terikat) Ho : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0 (variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh  positif dan signifikan terhadap variabel terikat) Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Kriteria pengambilan  keputusan yaitu : Ho diterima bila Fhitung < Ftabel pada α = 5% Ho ditolak bila Fhitung > Ftabel pada α = 5% 2. Uji thitung (Uji Parsial) Uji thitung bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang  signifikan dari variabel bebas (Xi) terhadap variabel terikat (Y). bentuk  pengujiannya adalah : Ho : bi = 0 (variabel bebas secara parsial tidak berpengaruh positif dan  signifikan terhadap variabel terikat) Ha : bi    0 (variabel bebas secara parsial berpengaruh positif dan  signifikan terhadap variabel terikat).
Nilai thitung  akan dibandingkan dengan ttabel. Kriteria pengambilan  keputusan, yaitu : Ho diterima jika thitung < ttabel pada α = 5% Ha diterima jika thitung > ttabel pada α = 5% 3. Pengujian Koefisien Determinan (R²) Identifikasi determinan (R²) digunakan untuk melihat seberapa besar  pengaruh dari variabel bebas (X1, X2, X3) terhadap variabel terikat (Y).
Koefisien determinan (R²) berkisar antara nol sampai dengan satu ( 0  ≤ R²     1).  Hal  ini  berarti  bila    =  0  menunjukkan  tidak  adanya  pengaruh  variabel bebas terhadap variabel terikat, bila R² mendekati 1 menunjukkan  semakin kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi