Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP PRESTASI KERJA SALESMAN PADA PT DUNIA KHARISMA INDONESIA



BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang Masalah
 Sumber daya manusia atau tenaga kerja merupakan elemen yang penting  dalam perusahaan. Meskipun telah ditemukan teknologi baru, sumber daya  alam yang baik dan modal yang memadai perusahaan tidak akan dapat  memanfaatkan dan mengoptimalkan faktor tersebut jika tidak didukung oleh  sumber daya manusia yang berkualitas. Keberhasilan suatu perusahaan dalam  mencapai tujuannya tergantung pada bagaimana sumber daya manusia itu  bekerja, berprilaku dan menjalankan tugasnya dengan baik.

“Prestasi kerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang dalam  melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas  kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu” (2003: 93). Prestasi kerja  yang tinggi hanya tercapai apabila seluruh karyawan memiliki tingkat disiplin  yang baik. Oleh karena itu, kedisiplinan merupakan suatu yang harus digalakkan  dan diwujudkan didalam  aktivitas sehari-hari.
Pencapaian hasil yang memuaskan akan dapat diperoleh dengan  menerapkan disiplin dalam bekerja karena disiplin yang baik  mencerminkan besarnya tanggung jawab seorang terhadap tugas-tugas  yang diberikan kepadanya. Upaya menerapkan disiplin dapat  dilakukan dengan mendorong karyawan untuk mengikuti aturanaturan yang berlaku didalam organisasi sehingga mencegah  penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan yang dapat menghambat  jalannya pekerjaan. ”Pimpinan harus selalu berusaha agar  karyawannya mempunyai disiplin kerja yang baik karena semakin  1  baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang akan  dicapainya” (Rivai, 2004: 105).
PT Dunia Kharisma Indonesia Medan merupakan suatu perusahaan joint  venture (patungan) yang kepemilikan sahamnya 100% dimiliki oleh TELKOM Group yang bergerak dalam layanan TV berlangganan (pay TV). TV berlangganan  adalah sebuah layanan dimana pelanggan dapat mengakses sejumlah saluran TV selama 24 jam yang tidak dapat diperoleh pada TV tak berbayar dengan cara  membayar iuran bulanan. Produk yang dihasilkan yaitu TV  berlangganan  TELKOMVISION.  TELKOMVISION adalah layanan hiburan tanpa batas yang  juga terdaftar sebagai merek dagang.  TELKOMVISION bergerak dalam layanan  siaran satelit TV  digital. TELKOMVISION  diperuntukkan bagi pelanggan di  perumahan atau perusahaan seperti pub, hotel dan restoran. TELKOMVISION memberikan aneka channel  televisi yang berisikan beraneka ragam dunia  pengetahuan, inspirasi dan hiburan tanpa batas. Perusahaan menggunakan tenaga  sales  yang bergerak dibidang customer goods. Pimpinan PT Dunia Kharisma  Indonesia Medan menetapkan target penjualan untuk masing-masing salesman sehingga volume penjualan dapat meningkat setiap tahun. Prestasi kerja salesman dilihat dari pencapaian target penjualan yang telah ditetapkan perusahaan.
Berdasarkan penelitian awal yang dilakukan, peneliti menemukan informasi bahwa salesman PT Dunia Kharisma Indonesia  Medan belum sepenuhnya menunjukkan kedisiplinan yang baik dilihat  dari tingkat kehadiran dan kemampuan menjual produk. Tingkat  kehadiran dan kemampuan salesmandalam menjual produk yang   menjadi tolak ukur kedisiplinan terlihat belum sesuai dengan apa yang  diharapkan oleh perusahaan. Berikut disajikan absensi salesman PT  Dunia Kharisma Indonesia Medan tahun 2006 - 2008.
Tabel 1.1 Absensi Salesman Tahun 2006 – 2008  Keterangan 2006  2007  2008 Jumlah   Persentase  Jumlah  Persentase  Jumlah  Persentase -  Jumlah  salesman -  Salesman yang  Sakit -  Salesman yang  Opname  -  Salesman yang  Izin  -  Salesman yang  Cuti  -  Salesman yang  Tanpa  Keterangan 35 orang 15 orang 3 orang 5 orang 2 orang 10 orang 43 % 9 % 14 % 6 % 28 % 35 orang 12 orang 4 orang 6 orang 1 orang 12 orang 34 % 11 % 17 % 3 % 34 % 35 orang 10 orang  4 orang 4 orang 3 orang 14 orang 29 % 11 % 11 % 9 % 40 % Sumber: PT Dunia Kharisma Indonesia Medan Bagian Personalia ( April 2009, data diolah) Berdasarkan Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa pada tahun 2008  persentase jumlah salesman yang tidak hadir dengan alasan tanpa  keterangan mengalami peningkatan dari tahun 2006. Peningkatan ini  terjadi pada tahun 2006 salesman yang tanpa keterangan sebesar 28%,  tahun 2007 salesman yang tanpa keterangan sebesar 34% dan tahun  2008 salesman yang tanpa keterangan meningkat sebesar 40%. Hal ini  berarti kedisiplinan salesman PT Dunia Kharisma Indonesia Medan  mengalami penurunan sehingga PT Dunia Kharisma Indonesia Medan  melakukan pengawasan yang semakin ketat terhadap kehadiran  salesman dalam hal ini perusahaan melakukan absensi kehadiran   secara elektronik (menggunakan sidik jari) sebagai identitas  karyawan, sehingga tidak terjadi penyalahgunaan absensi salesman.
Apabila salesman dalam jangka waktu 3 hari berturut-turut tidak hadir  tanpa keterangan apapun maka salesman tersebut akan diberikan surat  peringatan pertama dan seterusnya sehingga dapat mengurangi tingkat  absensi salesman pada tahun berikutnya karena penurunan absensi  salesman mempengaruhi jumlah penjualan produk TELKOMVISION.
Salesman yang mencapai target penjualan dari tahun 2006- 2008  mengalami penurunan. Berikut disajikan laporan penjualan salesman tahun 2006 - 2008 PT Dunia Kharisma Indonesia Medan sebagai  berikut:  Tabel 1.2 Laporan Penjualan TELKOMVISION Salesman tahun 2006-2008  Keterangan 2006  2007  2008 Jumlah   Persentase  Jumlah  Persentase  Jumlah  Persentase -  Jumlah  Salesman -  Salesman yang  mencapai  target  penjualan -  Salesman yang  tidak  mencapai  target  penjualan 35 orang 20 orang 15 orang 57,14 %  42,86 %  35 orang 18 orang 17 orang 51,43 % 48,57 %  35 orang 13 orang 22 orang 37,14 % 62,86 % Sumber:PT Dunia Kharisma Indonesia Medan Bagian Pemasaran ( April 2009, data diolah) Berdasarkan Tabel 1.2 terlihat bahwa penjualan produk TELKOMVISION dari 2007-2008 mengalami penurunan. Pada realisasinya para salesman secara  keseluruhan menunjukkan penurunan prestasi. Penurunan ini terlihat dari jumlah  salesman yang mencapai target penjualan tahun 2008 sebesar 37,14% lebih kecil   dari tahun 2007 dan 2006 sebesar 51,43% dan 57,14%.  Target penjualan produk  TELKOMVISION yang harus dijual oleh salesman minimal 40 unit setiap tahun,  apabila dalam jangka waktu 3 bulan berturut-turut salesman tidak mencapai target  penjualan maka salesman tersebut akan diberhentikan dari pekerjaannya.
Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis tertarik untuk  mengambil judul: “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Prestasi Kerja  Salesman Pada PT Dunia Kharisma Indonesia Medan”.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas penulis dapat  merumuskan masalah sebagai berikut: “Apakah disiplin kerja  berpengaruh terhadap prestasi kerja salesman pada PT Dunia  Kharisma Indonesia Medan?”.
C. Kerangka Konseptual Disiplin  adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang  untuk menaati dan mematuhi segala norma-norma, peraturan yang  berlaku di sekitarnya secara bertanggung jawab (Saydam, 2005: 284).
Adapun indikator disiplin kerja adalah sebagai berikut: 1. Kehadiran dan tepat waktu dalam bekerja.
2. Kemampuan karyawan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.
 3. Sikap karyawan kepada pimpinan, rekan dan  pelanggan/konsumen.
4. Mematuhi norma yang berlaku dalam perusahaan.
Prestasi kerja adalah hasil kerja seorang karyawan selama  periode tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan  misalnya standar, target, sasaran atau kriteria yang telah ditentukan  terlebih dahulu dan telah disepakati bersama (Soeprihanto, 2001: 7).
Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui bahwa disiplin  kerja yang terdiri dari 4 indikator yaitu kehadiran, kemampuan, sikap  dan norma jika dilaksanakan dengan baik oleh karyawan akan  mencerminkan besarnya tanggung jawab seseorang terhadap tugastugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong dan berpengaruh  terhadap gairah kerja, semangat kerja dan meningkatkan prestasi kerja, efisiensi dan efektifitas kerja dalam perusahaan.
Berdasarkan teori pendukung diatas, kerangka konseptual pada  penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: PRESTASI KERJA  Kehadiran (X1) Kemampuan (X2) Sikap (X3) Norma (X4)  Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber: Saydam (2005: 285) dan Soeprihanto (2001: 7) (diolah oleh peneliti) D. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah maka, hipotesis penelitian  ini adalah: “Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan  terhadap prestasi kerja salesman pada PT Dunia Kharisma  Indonesia Medan”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh disiplin kerja  terhadap prestasi kerja salesman pada PT Dunia Kharisma  Indonesia Medan.
2. Manfaat Penelitian a. Bagi Perusahaan Sebagai   bahan   masukan bagi   perusahaan  terutama bagi  pimpinan PT Dunia Kharisma Indonesia Medan.
b. Bagi Pihak Lain  Sebagai dasar penelitian selanjutnya yang dapat digunakan  sebagai bahan perbandingan, khususnya penelitian tentang  disiplin kerja.
c. Bagi Penulis  Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang  disiplin kerja khususnya pengaruhnya terhadap prestasi kerja  salesman pada suatu perusahaan atau organisasi.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Penelitian ini hanya dibatasi pada pengaruh disiplin  kerja terhadap prestasi kerja salesman pada PT Dunia  Kharisma Indonesia Medan.
2.  Definisi Operasional Variabel a. Variabel independen adalah variabel yang nilainya tidak  tergantung pada variabel lain. Adapun yang menjadi variabel  independen dari penelitian iniadalah:  1). Kehadiran (X1) Yaitu tingkat absensi salesman dan ketepatan jam masuk  sesuai dengan waktu kerja yang telah ditetapkan  perusahaan.
 2). Kemampuan (X2) Yaitu keahlian yang dimiliki salesman dalam memasarkan  produk.
3). Sikap (X3) Yaitu mental dan perilaku salesman yang berasal dari  kesadaran atau kerelaan dirinya sendiri dalam  melaksanakan tugas dan peraturan perusahaan.
4). Norma (X4)  Yaitu kemampuan salesman untuk memahami  sepenuhnya peraturan-peraturan yang berlaku sebagai  suatu acuan dalam bersikap dan mengetahui tujuan dan  manfaat dari peraturan tersebut.
b.    Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi oleh  varibel lain.
Adapun yang  menjadi  variabel dependen adalah:   Prestasi  kerja  (Y)  Merupakan hasil kerja seorang salesman selama periode  tertentu dibandingkan dengan berbagai kemungkinan  misalnya standar, target, sasaran atau kriteria yang telah  ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati.
 Berdasarkan definisi operasional yang diterapkan maka  penulis merumuskan mekanisme penganalisaan variabel sebagai  berikut:  Tabel 1.3 Operasionalisasi Variabel No  Variabel  Indikator Variabel Skala  pengukuran 1.  Kehadiran (X1) a.  Kehadiran setiap hari.
b. Masuk kerja tepat waktu.
c.  Memanfaatkan waktu dengan baik.
Likert 2.  Kemampuan (X2) a.  Melaksanakan tugas-tugas pokok.
b.  Kemampuan menjual produk.
c.  Kemampuan berkomunikasi kepada  pelanggan.
Likert 3.  Sikap (X3)  a.  Sikap salesman.  Likert 4.  Norma (X4) a.  Mentaati peraturan kerja.
b. Menjaga keseimbangan antara hak dan  kewajiban.
Likert 5.  Prestasi Kerja (Y) Hasil kerja seorang salesman selama periode  tertentu dibandingkan dengan berbagai  kemungkinan misalnya standar, target,  sasaran atau kriteria yang telah ditentukan  terlebih dahulu dan telah disepakati.
Likert Sumber: Saydam (2005: 285) dan Soeprihanto (2001: 7) (diolah oleh peneliti) 3.  Skala Pengukuran Variabel Penelitian ini menggunakan skala likert yaitu digunakan untuk  mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang  tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2006: 104). Untuk keperluan analisis  kuantitatif penelitian maka peneliti memberikan lima alternatif jawaban  kepada responden dengan menggunakan skor 1 sampai 5 yang dapat dilihat  pada Tabel 1.4 berikut ini: Tabel 1.4 Instrumen Skala Likert  Jawaban  Skor a. Sangat Baik  5 b. Baik   4 c. Cukup  3 d. Kurang  2 e. Sangat Kurang  1 Sumber: Sugiyono (2006: 104) (data diolah, April 2009) 4.  Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan April sampai dengan  bulan Juni 2009. Lokasi penelitian adalah di PT Dunia  Kharisma IndonesiaMedan yang beralamat di Jalan KH.
Zainul Arifin No. 53 Medan.
5.  Populasi dan Sampel Menurut Sugiyono (2006:89) populasi adalah wilayah  generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang  mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan  oleh peneliti untuk dipelajari kemudian  ditarik  kesimpulannya. Populasi pada penelitian  ini  adalah salesman PT  Dunia Kharisma Indonesia Medan yang  berjumlah 35 orang.
 Sampel pada penelitian ini adalah salesmanpada PT  Dunia Kharisma Indonesia Medan yang berjumlah 35 orang.
Penarikannya diambil secara sensus, alasan dilakukan  penarikan sampel secara sensus adalah karena kecilnya jumlah  populasi yang ada.
6.  Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: a. Data Primer Merupakan data yang diperoleh dari responden dengan  memberikan kuesioner/daftar pertanyaan kepada salesman PT Dunia Kharisma Indonesia Medan.
b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang berisikan informasi dan  teori-teori yang digunakan untuk mendukung penelitian.
Peneliti mendapat data sekunder dari buku-buku, majalah,  internet dan data-data dari perusahaan PT Dunia Kharisma  Indonesia Medan.
7.  Teknik Pengumpulan Data a. Kuesioner  Kuesioner adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang  disusun oleh peneliti yang berisikan pertanyaan-pertanyaan  tentang variabel disiplin kerja dan prestasi kerja.
b. Wawancara Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang  digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi  dengan melakukan tanya jawab secara lisan dan tatap muka  dengan responden.
c. Studi Dokumentasi Studidokumentasi yaitu mengadakan pencatatan  langsung terhadap  dokumen atau arsip yang berhubungan dengan masalah  yang diteliti.
8.  Uji Validitas dan Realibilitas a. Uji Validitas Uji validitas digunakan oleh peneliti untuk  mengetahui kelayakan butir-butir dalam suatu daftar  pertanyaan (kuesioner) dalam mendefenisikan suatu  variabel. Menurut Nugroho (2005: 68) Kriteria dalam   menentukan validitas suatu kuesioner adalah sebagai  berikut: 1)  Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid 2)  Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid b. Uji Realibilitas Realibilitas merupakan ukuran suatu kestabilan dan  konsistensi responden dalam menjawab hal yang  berkaitan dengan konstruk-konstruk pertanyaan yang  merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam  suatu bentuk kuesioner. Uji realibilitas dapat dilakukan  secara bersama-sama terhadap butir pertanyaan untuk  lebih dari satu variabel. Menurut Nugroho (2005: 72)  realibilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika  memiliki nilai Cronbach’s Alpha > dari 0.60.
Untuk uji validitas dan realibilitas awal, peneliti menyebarkan  kuesioner  kepada 25 orang salesman yang ada di Main DealerDunia  Parabola yaitu  cabang dealer  PT Dunia Kharisma Indonesia Medan yang  beralamat di  jalan Gatot Subroto Medan.
 9. Teknik Analisis Data a.  Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan dengan  mengumpulkan dan menganalisa data yang diperoleh sehingga dapat  memberikan gambaran yang jelas mengenai pengaruh disiplin kerja  terhadap prestasi  kerja. Data diperoleh dari data primer berupa  kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden penelitian.
b.  Uji Asumsi Klasik Sebelum data dianalisis, data harus memenuhi syarat asumsi klasik  yang meliputi: uji normalitas, uji homokedastisitas dan uji  multikolinearitas.
1) Uji Normalitas Pengujian ini digunakan untuk melihat dalam model regresi,  variabel dependen dan independen memiliki distribusi normal atau  tidak. Model yang paling baik adalah distribusi data normal atau  mendekati normal.
2) Uji Homokedastisitas Pengujian ini digunakan dalam model regresi untuk melihat terjadi  ketidaksamaan varians dasar residual pengamatan yang lain. Jika  varians berbeda disebut heterokedastisitas. Model yang paling  baik adalah tidak terjadi heterokedastisitas.
3) Uji Multiko linearitas Pengujian ini digunakan untuk menguji apakah model  regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen  dengan variabel dependen. Untuk mendeteksi adanya   multikolinearitas digunakan ketentuan sebagai berikut: Jika nilai  Variance Inflation Factor  (VIF) lebih besar dari 10 dan  nilai Tolerance tidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan  terbebas dari multikolinearitas. Semakin tinggi VIF maka semakin  rendah Tolerance. Setelah data diuji dengan ketiga uji  asumsi klasik dan memenuhi semua asumsi tersebut maka  dilakukan pengujian hipotesis.
c.  Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan oleh penulis untuk mengetahui pengaruh dari  variabel-variabel independen, yaitu kehadiran (X1), kemampuan (X2), sikap (X3), norma (X4) terhadap  prestasi kerja (Y). Analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi  Software SPSS 12.00 for Windows. Adapun model persamaan yang digunakan adalah menurut Nugroho  (2005: 43): Y= b0 + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + e Dimana: Y   = Prestasi kerja X1 = Skor dimensi Kehadiran X2  = Skor dimensi Kemampuan  X3  = Skor dimensi Sikap X4  = Skor dimensi Norma b1– b4   = Koefisien regresi b0  = Konstanta e   = Standar error Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara  statistik apabila nilai uji statistiknya berada didalam daerah   kritis (daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya, disebut tidak  signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah  dimana Ho diterima.
Dalam analisis regresi ada 3 jenis kriteria ketepatan (Nugroho,  2005: 45) yaitu:  (1)  Uji – t  Uji – t menunjukkan seberapa besar pengaruh varibel  bebas secara individual terhadap variable terikat. Adapun Uji-t  menggunakan langkah-langkah sebagai berikut: Ho : b1 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh  yang positif dan signifikan dari variabel independen yaitu  kehadiran (X1), kemampuan (X2), sikap (X3), norma (X4) terhadap  variabel dependen yaitu prestasi kerja (Y).
Ho : b1 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang  positif dan signifikan dari variabel independen yaitu kehadiran  (X1), kemampuan (X2), sikap (X3), norma (X4) terhadap variabel  dependen yaitu prestasi kerja (Y).
Kriteria Pengambilan Keputusan: Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5% Ha diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5% (2)  Uji – F  Uji – F pada dasarnya menunjukkan apakah semua  variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai  pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Uji – F   digunakan untuk melihat secara bersama-sama (serentak) variabel  independen yaitu kehadiran (X1), kemampuan (X2), sikap (X3),  norma (X4) terhadap variabel dependen yaitu prestasi kerja (Y).
Ho : b1 = b2 = b3 = b4 = 0 artinya, secara bersama-sama  tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabelvariabel independen yaitu X1, X2, X3, X4, terhadap variabel  dependen yaitu prestasi kerja (Y).
Ha : b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ b4 ≠ 0 artinya, secara bersama-sama  (serentak) terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari  variabel-variabel independen yaitu X1, X2, X3, X4  terhadap  variabel dependen yaitu prestasi kerja (Y).
(3)  Identifikasi Determinan ( R²) Identifikasi determinan (R²) bertujuan untuk mengetahui  seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan  variabel dependen. Dalam output SPSS, koefisien determinan  terletak pada tabel Model Summary dan tertulis R square. Namun  untuk regresi linear berganda sebaiknya menggunakan Adjusted R  square, karena disesuaikan dengan jumlah variabel independen  yang digunakan dalam penelitian. Nilai R square dikatakan baik  jika di atas 0.5 karena nilai R square berkisar antara 0 sampai 1  (Nugroho, 2005: 51).  Identifikasi  determinan menunjukkan  besarnya kontribusi variabel independen (X) terhadap variabel   dependen (Y). Semakin besar nilai identifikasi determinan, maka  semakin baik kemampuan variabel dependen (Y).
Jika determinan (R²) semakin besar (mendekati satu)  maka dapat dikatakan bahwa pengaruh yang signifikan dari  variabel independen yaitu (X1, X2, X3, X4) berupa variabel  kehadiran, kemampuan, sikap, norma serta variabel dependen (Y)  yaitu prestasi kerja semakin besar. Sebaliknya, jika determinan  (R²) semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa  pengaruh yang signifikan dari variabel independen yaitu (X1, X2,  X3, X4) berupa variabel kehadiran, kemampuan, sikap, norma  serta variabel dependen (Y) yaitu prestasi kerja semakin kecil.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi