Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS MANAJEMEN PEMBIAYAAN PADA PT. BANK SYARIAH MANDIRI (PERSERO) TBK CABANG PEMBANTU KISARAN



 BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 
Satu hal yang sangat menarik, yang membedakan antara manajemen bank  syariah dengan bank umum (konvensional) adalah terletak pada pinjaman dan  pemberian balas jasa, baik yang diterima oleh bank maupun investor. Jika dilihat  pada bank umum, pinjaman disebut kredit atau loan, sedangkan pada bank syariah  disebut pembiayaan atau finance. Untuk balas jasa yang diberikan atau diterima  pada bank umum berupa bunga dalam persentase pasti, sedangkan pada bank  syariah dengan sistem syariah, hanya memberi dan menerima balas jasa  berdasarkan perjanjian (akad) bagi hasil. Dalam perbankan syariah dikenal dengan  istilah mudharabah, murabahah, dan musyarakah untuk program pembiayaan.

Bank syariah akan memperoleh keuntungan berupa bagi hasil dari proyek yang  dibiayai oleh bank tersebut.
Pembiayaan bermasalah pada perbankan syariah mengalami peningkatan  cukup berarti dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2005 gross NPF (Non  Performing Finance) baru sekitar 2,82%, namun pada akhir tahun 2006  meningkat tajam menjadi 4,75% dan hingga akhir triwulan 2007 berada pada  posisi 6,63%. Peningkatan pembiayaan bermasalah pada perbankan syariah terjadi  karena berbagai faktor, baik dari manajemen pembiayaan bank syariah tersebut  (faktor internal) dan faktor eksternal.
PT. Bank Syariah Mandiri (Persero) Tbk Cabang Pembantu Kisaran  merupakan badan usaha milik negara yang bergerak di bidang keuangan, dimana   jenis-jenis pembiayaan pada  PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang  Pembantu Kisaran yang telah mendapatkan persetujuan dari dewan pengawas  syariah, adalah terdiri dari pembiayaan Murabahah, pembiayaan Mudharabah, dan  pembiayaan Musyarakah. Pembiayaan yang ditawarkan oleh   PT. Bank Syariah  Mandiri (Persero) Tbk Cabang Pembantu Kisaran kepada masyarakat yang terdiri  dari berbagai jenis yang bertujuan agar masyarakat dapat bebas memilih  pembiayaan mana yang sesuai dengan kebutuhannya. Tiap jenis pembiayaan ini  memiliki manajemen  pembiayaan  yang berbeda-beda mulai dari perencanaan,  prosedur pemberian pembiayaan, pengawasan pembiayaan sampai dengan  pengelolaannya.
Tabel 1.1 disajikan data mengenai perkembangan realisasi pembiayaan  yang disalurkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu  Kisaran dari tahun 2006-2008.
Tabel 1.1 Realisasi Penyaluran Pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran Tahun 2006 hingga2008  (Dalam Ribuan Rupiah) Tahun  Anggaran  Realisasi  Pencapaian (%) 2006  68.323.643,69  73.789.535,19  108 2007  92.176.542,78  106.003.024,2  115 2008  131.555.486,3  157.866.583,5  120 Sumber : PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran,  2009 (data diolah) Tabel 1.1 di atas dapat dilihat bahwa jumlah pembiayaan yang disalurkan  oleh PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran dari  tahun 2006 sampai dengan 2008 mengalami peningkatan yang terlihat dari persentase pencapaian setiap tahunnya. Akan tetapi dari kegiatan penyaluran   pembiayaan yang mengalami peningkatan, PT. Bank Syariah Mandiri  (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran mengalami masalah dalam penagihan  pembiayaan dari debiturnya yang dibuktikan  dengan NPF (Non  Performance  Finance), dimana NPF digunakan untuk mengetahui perkembangan pembiayaan  yang disalurkan dan berapa persentase pembiayaan bermasalah dari total  keseluruhan pembiayaan yang disalurkan. Batasan NPF yang ditetapkan oleh  Bank Indonesia sebagai bank sentral adalah sebesar 5%, hal ini bertujuan untuk  mengendalikan kemungkinan timbulnya pembiayaan yang macet yang dapat  merugikan bank yang bersangkutan.
 Tabel 1.2 Kolektibilitas PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran Tahun 2006 hingga 2008  (Dalam Ribuan Rupiah) Keterangan 2006  2007  2008 Murabahah  Mudharabah  Musyarakah  Murabahah  Mudharabah  Musyarakah  Murabahah  Mudharabah  Musyarakah L  34.010.463,48  12.826.499,73  15.752.667,59  48.045.093,62  26.606.663,02  18.097.310,11  74.788.925,73  41.393.793,45  28.197.446,32 DPK  5.549.760,896  -  -  5.181.738,057  264.057,135  1.688.542,459  4.073.455,48  200.882,736  1.305.737,784 KL  1.173.895,781  9.423,859  269.071,135  717.571,2845  26.590,07  512.726,304  1.390.335,165  56.101,2435  992.748,0915 D  521.530,9685  10.139,3545  1.440.686,294  1.605.168,62  1.177,3585  670.368,396  1.196.254,15  842,4325  487.768,4175 M  1.790.853,498  23.728,9965  410.833,59  1.202.945,483  7.789,364  1.375.282,919  1.751.201,428  6.564,585  2.023.526,488 TP  43.046.484,62  12.869.791,94  17.873.258,61  56.752.517,07  26.906.276,94  22.344.230,19  83.200.171,95  41.659.184,45  33.007.227,1 TPB  3.486.260,244  43.292,21  2.120.591,02  3.525.685,393  35.556,785  2.558.377,19  4.337.790,743  64.508,261  3.504.042,997 NPF (%)  7,65  5,77  5.,01 Sumber : PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran, 2009 (data diolah)  Keterangan : L   : Lancar DPK : Dalam Perhatian Khusus  KL : Kurang Lancar D   : Diragukan M   : Macet TPB : Total Pembiayaan Bermasalah TP : Total Pembiayaan NPF : Non Performance Finance  Tabel 1.2 di atas dapat dilihat bahwa jumlah pembiayaan yang macet  sangat tinggi bila dibandingkan dengan pembiayaan kurang lancar dan  pembiayaan diragukan. Jika pengelolaan terhadap pembiayaan tidak dilaksanakan  dengan baik maka kemungkinan terjadinya pembiayaan bermasalah secara  khusus pembiayaan macet sangat besar dan dalam jumlah yang lebih besar pula  tentu saja akan menimbulkan kerugian bagi bank tersebut.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk membahas manajemen  pembiayaan pada PT. Bank Syariah Mandiri (Persero) Tbk. Cabang Pembantu  Kisaran dengan mengadakan penelitian yang berjudul “Analisis Manajemen  Pembiayaan Pada PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk. Cabang Pembantu  Kisaran”.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang  masalah  yang diuraikan, maka peneliti  merumuskan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu “Bagaimana  Manajemen Pembiayaan yang dilakukan oleh PT. Bank Syariah Mandiri  (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran selama tahun 2006 hingga 2008?” C. Kerangka Konseptual Peranan bank syariah sebagai lembaga keuangan tidak pernah lepas dari  masalah pembiayaan karena pemberian pembiayaan merupakan kegiatan  utamanya. Besarnya jumlah pembiayaan yang disalurkan akan menentukan  keuntungan bank. Jika bank tidak mampu menyalurkan pembiayaan sementara  dana yang terhimpun dari simpanan banyak maka akan menyebabkan bank   tersebut rugi. Pembiayaan pada awal perkembangannya mengarahkan fungsinya  untuk merangsang kedua belah pihak untuk tujuan pencapaian kebutuhan baik  dalam bidang usaha maupun kebutuhan sehari-hari.
Bank harus melakukan pengelolaan pembiayaan dengan sebaik-baiknya  mulai dari perencanaan jumlah pembiayaan, penentuan bagi hasil dan margin,  prosedur pemberian pembiayaan, analisis pemberian pembiayaan sampai kepada pengendalian atau penanganan pembiayaan yang bermasalah.  Kegiatan  pengelolaan pembiayaan disebut dengan istilah manajemen pembiayaan.
Bank akan memperoleh kegiatan pembiayaan yang optimal, jika pihak  bank menerapkan manajemen pembiayaan yang baik dan benar sesuai dengan  yang telah ditetapkan. Adapun manajemen pembiayaan yang diharapkan dapat  mendukung kegiatan pembiayaan yang optimal terdiri dari :(Kasmir, 2000 : 93) 1.  Perencanaan Jumlah Pembiayaan, penentuan besarnya volume pembiayaan  dipengaruhi oleh Reserve Requirement (RR),Loan to Deposit Ratio (LDR)dan  Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
2.  Penentuan Bagi Hasil dan Margin, faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan  dalam penetapan bagi hasil dan margin adalah : Komposisi pendanaan, tingkat  persaingan, resiko pembiayaan, jenis nasabah, kondisi perekonomian, dan  tingkat keuntungan yang diharapkan bank.
3.  Prosedur Pemberian Pembiayaan, sebelum debitur memperoleh pembiayaan  terlebih dahulu harus melalui tahapan-tahapan penilaian mulai dari pengajuan  proposal pembiayaan dan dokumen-dokumen yang diperlukan, pemeriksaan  keaslian dokumen, analisis pembiayaan sampai dengan pembiayaan yang  dikucurkan atau dicairkan.
 4.  Analisis Pemberian Pembiayaan, merupakan suatu proses yang dimaksudkan  untuk menganalisis atau menilai suatu permohonan pembiayaan yang diajukan  oleh calon debitur sehingga dapat memberikan keyakinan kepada pihak bank  bahwa proyek yang akan dibiayai dengan pembiayaan bank cukup layak  (Feasible), umumnya dilakukan dengan prinsip 6C (Character, capacity,  capital, collateral, condition, dan constrains) dan 7P (Personality, party,  purpose, prosfect, payment, profitability, protection).
5.  Pengelolaan dan Pengawasan Pembiayaan, merupakan proses penilaian dan  pemantuan pembiayaan sejak analisis bukanlah mencari kesalahan atau  penyimpangan debitur khususnya dalam menggunakan pembiayaan melainkan  upaya menjaga agar apa yang dilaksanakan dapat berjalan sesuai dengan  rencana pembiayaan.
6.  Pengendalian Pembiayaan Bermasalah, yang dapat dilakukan dengan beberapa  tindakan penyelamatan seperti  reschedulling  (penjadwalan kembali),  reconditioning, restructuring, eksekusi dan kombinasi 3R.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembiayaan akan  berjalan dengan lancar bila didukung dengan manajemen pembiayaan yang baik.
Kerangka konseptual yang telah diuraikan dapat digambarkan sebagai berikut :  Sumber : Kasmir (2000:93)  Gambar 1.1 Kerangka Konseptual D. Tujuan dan Manfaat Penelitian Adapun tujuan yang dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui  dan menganalisis tentang manajemen pembiayaan yang dilakukan oleh PT. Bank  Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran.
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah : 1.  Bagi PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran Sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam menetapkan kebijakan yang  berkaitan dengan pembiayaan yang disalurkan kepada nasabah debiturnya.
2.  Bagi Peneliti Sebagai bahan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan dalam bidang  keuangan secara khusus bidang pembiayaan syariah.
Manajemen Pembiayaan : 1.  Perencanaan Jumlah Pembiayaan 2.  Penentuan Bagi Hasil dan Margin 3.  Prosedur Pemberian Pembiayaan 4.  Analisis Pemberian Pembiayaan 5.  Pengelolaan dan Pengawasan Pembiayaan 6.  Pengendalian Pembiayaan Bermasalah Kegiatan  Pembiayaan yang  Optimal  3.  Bagi Peneliti selanjutnya Memberikan sumbangan pemikiran atau referensi bagi peneliti yang nantinya  dapat memberikan perbandingan dalam mengadakan penelitian lebih lanjut di  masa yang akan datang.
E.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Batasan operasional penelitian yang ditetapkan adalah sebagai berikut : a.  Perencanaan jumlah pembiayaan b.  Penentuan bagi hasil dan margin c.  Prosedur pemberian pembiayaan  d.  Analisis pemberian pembiayaan e.  Pengelolaan dan pengawasan pembiayaan f.  Pengendalian atau penanganan pembiayaan bermasalah.
Pembiayaan yang disalurkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran yang terdiri dari pembiayaan murabahah, pembiayaan  mudharabah, dan pembiayaan musyarakah.
2.  Definisi Operasional Variabel Manajemen pembiayaan yang diteliti dalam penelitian ini terdiri dari : a.  Perencanaan Jumlah Pembiayaan, merupakan upaya yang dilakukan oleh  pihak bank sebelum memutuskan berapa jumlah pembiayaan yang akan  disalurkan dengan memperhatikan ketentuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
 b.  Penentuan Bagi Hasil dan Margin, merupakan upaya yang dilakukan oleh  pihak bank sebelum menentukan besar kecilnya bagi hasil dan margin  dengan  memperhatikan tingkat resiko dari masing-masing pembiayaan.
c.  Prosedur Pemberian Pembiayaan, merupakan tahapan-tahapan yang telah  ditetapkan bank yang harus dilalui calon debitur sebelum memperoleh  pembiayaan d.  Analisis Pemberian Pembiayaan, merupakan suatu proses yang dimaksudkan  untuk menganalisis atau menilai suatu permohonan pembiayaan yang diajukan  oleh calon debitur sehingga dapat memberikan keyakinan kepada pihak bank  bahwa proyek yang akan dibiayai dengan pembiayaan bank cukup layak  (feasible).
e.  Pengelolaan dan Pengawasan Pembiayaan, merupakan upaya yang dilakukan  oleh pihak bank untuk mengusahakan agar pembiayaan yang diberikan tidak  bermasalah.
f.  Pengendalian atau Penanganan Pembiayaan Bermasalah, merupakan upaya  pihak  bank untuk mengatasi pembiayaan  bermasalah yang timbul secara  khusus pembiayaan macet.
Jenis pembiayaan yang disalurkan oleh PT. Bank Syariah Mandiri  (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran terdiri dari : a.  Pembiayaan Mudharabah  adalah pembiayaan dimana seluruh modal kerja  yang dibutuhkan nasabah ditanggung oleh bank. Keuntungan yang diperoleh  dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.
b.  Pembiayaan Murabahah  adalah pembiayaan berdasarkan akad jual beli antara  bank dan nasabah. Bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya   kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin  yang disepakati c.  Pembiayaan Musyarakah adalah pembiayaan khusus untuk modal kerja,  dimana dana dari bank merupakan bagian dari modal usaha nasabah dan  keuntungan dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati.
3.  Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan pada PT. Bank Syariah Mandiri (Persero)  Tbk Cabang Pembantu Kisaran yang beralamatkan di Jalan Imam Bonjol No. 195  Kisaran. Penelitian ini direncanakan dari bulan Mei sampai dengan Juni  2009.
4.  Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a.  Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari sumbernya yaitu  wawancara dengan staf  bagian pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri  (Persero) Tbk Cabang Pembantu Kisaran.
b.  Data sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang telah  terdokumentasi di PT. Bank Syariah Mandiri (Persero) Tbk Cabang Pembantu  Kisaran juga melalui literatur ilmiah yang berkaitan dengan topik bahasan  dalam penelitian.
5.  Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a.  Studi Dokumentasi  Dengan cara mengumpulkan data yang telah terdokumentasi di PT. Bank  Syariah Mandiri (Persero) Tbk Cabang Pembantu  Kisaran berupa laporan bulanan, rencana kerja, dan anggaran (RKA), sejarah perusahaan maupun   struktur organisasi yang ada di dalam perusahaan tersebut serta teori yang  berkaitan untuk mendapat gambaran masalah yang diteliti.
b.  Wawancara Mengumpulkan data pendukung dengan melakukan wawancara / tanya jawab  dengan staf  bagian pembiayaan PT. Bank Syariah Mandiri (Persero) Tbk  Cabang Pembantu Kisaran.
6.  Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  analisis deskriptif yaitu dengan mengadakan pengumpulan dan penganalisaan data  yang diperoleh sehingga dapat dimengerti dan kemudian diinterprestasikan  sehingga diperoleh gambaran yang sebenarnya mengenai manajemen pembiayaan  pada PT.Bank Syariah Mandiri (Persero)Tbk Cabang Pembantu Kisaran.


Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi