Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS SISTEM REKRUTMEN DAN IMBALAN TERHADAP KUALITAS KERJA KARYAWAN PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA



BAB I PENDAHULUAN
 Latar Belakang Masalah
 Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan hal yang sangat penting dalam  pencapaian tujuan perusahaan. Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada  sejauh mana perusahaan mampu memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman dari  lingkungan ekstern dengan segala potensi dari sumber daya yang dimiliki.

Tersedianya sumber daya yang berkualitas merupakan kekayaan (asset) yang tidak  ternilai bagi perusahaan. Oleh karena itu perusahaan berusaha memperoleh dan  menempatkan tenaga kerja yang sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing  agar kualitas kerja tenaga kerja bisa diperoleh. Untuk mewujudkan kualitas kerja  perusahaan perlu melakukan perekrutan yang sesuai dengan potensi sumber daya  manusia.
Kualitas kerja karyawan didalam perusahaan banyak sekali dipengaruhi oleh  berbagai faktor, salah satunya adalah sistem rekrutmen yang benar serta imbalan  yang berbentuk kompensasi, karena pada dasarnya kualitas kerja karyawan akan  cenderung menjadi lebih baik apabila dibarengi dengan peningkatan imbalan. Sebab  tujuan dari setiap tenaga kerja bekerja adalah untuk memperoleh penghasilan atau  pendapatan yang diberikan perusahaan dalam bentuk imbalan. Menurut Flippo (2001:  28), meskipun setiap organisasi berbeda pandangan tentang standar dari kualitas kerja  karyawan, tetapi pada intinya efektivitas dan efisiensi menjadi ukuran yang umum.
Perusahaan sebenarnya mengetahui efektivitas dan efisiensi karyawan. Kualitas kerja  adalah suatu hasil yang dapat diukur dengan efektivitas dan efisiensi suatu pekerjaan  1  yang dilakukan oleh sumber daya manusia dalam mencapai tujuan atau sasaran  perusahaan dengan baik dan semaksimal mungkin. Kualitas sumber daya manusia  mengacu pada pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill) dan kemampuan  (ability). Kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan usaha dan  kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya. Nilai penting dari penilaian kinerja  adalah menyangkut kualitas kerja individu karyawan yang diekspresikan dalam  penyelesaian tugas-tugas menjadi tanggung-jawabnya secara efektif dan efisien.
Rekrutmen adalah proses mengumpulkan sejumlah pelamar yang  berkualifikasi, yang bagus untuk pekerjaan di dalam suatu organisasi (Malthis, 2001:  26). Prinsip the right man on the right place harus merupakan suatu pegangan bagi  manager personalia dalam menempatkan tenaga kerja di dalam perusahaan. Kegiatan  yang termasuk dalam ruang lingkup rekrutmen adalah keseluruhan kegiatan dari  penyusunan penarikan tenga kerja, seleksi dan penempatan yang intinya memperoleh  karyawan yang berkualitas. Fungsi rekrutmen dalam perusahaan adalah merekrut  staff atau karyawan agar perusahaan dapat menjalankan usahanya secara  berkesinambungan. Kegagalan dalam melakukan perekrutan akan mempengaruhi  kualitas kerja karyawan yang selanjutnya menjadi penghambat bagi proses  pencapaian tujuan perusahaan. Proses perekrutan harus benar-benar dilakukan karena  menyangkut proses jangka panjang dari tenaga kerja. Tidak hanya dalam sistem  rekrutmen karyawan, keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai suatu tujuan  sangat ditentukan oleh kemampuan pimpinan perusahaan dalam merencanakan  tenaga kerja yang akan dipakai agar potensi karyawan dapat dimanfaatkan untuk  memperoleh hasil yang maksimal.
 Imbalan sangat penting bagi organisasi atau perusahaan yang mencerminkan  upaya organisasi atau perusahaan untuk mempertahankan sumber daya manusia  sebagai komponen utama dan merupakan komponen biaya yang paling penting.
Disamping pertimbangan tersebut, imbalan juga merupakan salah satu aspek yang  berarti bagi karyawan, karena bagi karyawan besarnya imbalan dalam bentuk  kompensasi mencerminkan ukuran nilai karya diantara para karyawan itu sendiri,  keluarga dan masyarakat. Bila imbalan diberikan secara benar karyawan akan  termotivasi dan lebih terpusatkan untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi atau  perusahaan.
Menurut Sulistiani dan Rosidah (2003: 206) imbalan merupakan konteks yang  lebih luas dari pemberian kompensasi atau suatu intitusi. Imbalan meliputi seluruh  paket keuntungan yang disediakan organisasi kepada para anggotanya dan  mekanisme-mekanisme serta prosedur-prosedur dimana keuntungan-keuntungan ini  dapat didistribusikan. Upah, gaji, pensiunan, rekreasi (liburan) dan promosi jabatan  yang lebih tinggi atau dengan gaji dan keuntungan yang lebih tinggi, tetapi juga  termasuk berbagai pemberian imbalan lainnya seperti jaminan kesehatan kerja,  pemindahan kerja secara liberal pada posisi yang lebih menantang atau pada posisi  yang lebih mengarah pada pertumbuhan dan perkembangan serta berbagai macam  bentuk pengakuan pelayanan yang diperlukan.
Imbalan yang layak dan wajar akan mendorong peningkatan kualitas kerja  dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Adanya kualitas kerja karyawan yang  tinggi secara otomatis mempengaruhi tingkat pencapaian tujuan perusahaan tersebut.
Perusahaan yang mempunyai karyawan dengan kualitas kerja dan berdaya guna   tinggi akan mendorong aktivitas operasional perusahaan sehingga dapat mencapai  tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan perusahaan.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu perusahaan yang bergerak  dalam bidang perbankan dan keuangan yang merupakan milik pemerintah yang  kegiatan operasionalnya adalah dalam pengelolaan keuangan yang meliputi  penerimaan dana dari masyarakat yang disimpan dalam bentuk tabungan, deposito,  giro serta menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan dalam  bentuk kredit jangka pendek dan kredit jangka panjang. Dengan adanya kegiatan  tersebut maka dalam hal ini PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam kegiatan usaha  perbankan membutuhkan karyawan yang memiliki kualitas kerja yang baik.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sejak mulai awal tahun 2006 merekrut  karyawan tidak secara langsung. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggunakan jasa  perusahaan outsoursching. Perusahaan outsoursching adalah perusahaan jasa yang  bergerak dalam bidang penyedia dan penyalur tenaga kerja dengan ikatan kerja  kontrak. PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan kerjasama dengan perusahaan  outsoursching untuk merekrut karyawannya. Perusahaan outsoursching melakukan  seluruh tahap rekrutmen karyawan mulai dari tahap seleksi berkas, wawancara awal  dengan perusahaan outsoursching, tahap psikotes dan tahap tes kesehatan. Untuk  tahap wawancara akhir, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) melakukan secara  langsung. Setelah calon karyawan lulus pada tahap tes kesehatan, calon karyawan  menandatangani kontrak dengan perusahaan outsoursching dan dikirim ke padang  untuk menjalani masa pendidikan selama 1 bulan, selesai pendidikan karyawan  ditempatkan di seluruh wilayah Sumatera Utara termasuk PT Bank Rakyat Indonesia  (BRI) Cabang ataupun unit dan mulai bekerja. Perusahaan outsoursching  yang   bekerja sama dengan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Sumatera Utara adalah PT  PKSS, PT Mutualplus Human Resources, PT Outsoursching Indonesia (OI) dan PT  Valdo Sumber Daya Mandiri.
Berdasarkan survei awal yang penulis lakukan pada PT Bank Rakyat  Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat, penulis melihat bahwa jumlah karyawan  outsoursching  cukup banyak. Dibawah ini dapat dilihat data jumlah karyawan  outsoursching PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat: Tabel 1.1 Data Jumlah Karyawan Outsoursching PT Bank Rakyak Indonesia (BRI)  Cabang Rantau Prapat Tahun 2006-2008  Tahun  Jumlah Karyawan 2006  12 orang  2007  15 orang  2008  20 orang Sumber: Bagian Personalia PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat (April, 2009) Tabel 1.1 menunjukkan bahwa dari Tahun 2006-2008 jumlah karyawan PT  Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat yang direkrut melalui  perusahaan outsoursching semakin meningkat setiap tahun. Karyawan yang direkrut  menduduki posisi sebagai frontliner yaitu Teller, Customer Service dan Administrasi.
Selain merekrut karyawan melalui perusahaan outsoursching, PT Bank  Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat juga memberikan imbalan kepada  karyawan tersebut berupa gaji, kompensasi dalam bentuk insentif, bonus dan upah  lembur berbeda dengan karyawan  yang direkrut secara langsung oleh PT Bank  Rakyat Indonesia (BRI). Dengan perbedaan imbalan tersebut dapat dilihat apakah  kualitas kerja karyawan yang direkrut melalui perusahaan outsoursching bermutu  atau tidak.
 Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis tertarik untuk mengambil  judul penelitian “Analisis Sistem Rekrutmen Dan Imbalan Terhadap Kualitas  Kerja Karyawan Pada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rantau  Prapat”.
Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis merumuskan masalah  sebagai berikut: “Apakah Sistem Rekrutmen dan Imbalan Mempunyai Pengaruh  Yang Positif dan Signifikan terhadap Kualitas Kerja Karyawan Pada Bank Rakyat  Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat”? Kerangka Konseptual  Nawawi (2002: 167) menyatakan “Rekrutmen adalah proses mendapatkan  sejumlah calon tenaga kerja yang kualified untuk menduduki suatu posisi jabatan  tertentu di lingkungan suatu organisasi/perusahaan”. Berdasarkan pengertian tersebut,  berarti rekrutmen merupakan langkah pertama dalam menerima seseorang bekerja.
Di dalamnya terdapat 3 (tiga) kegiatan pokok yang terdiri dari: 1.  Seleksi adalah proses menetapkan dan memutuskan karyawan diterima atau tidak  dalam suatu perusahaan untuk mengisi posisi jabatan/pekerjaan tertentu.
Prosesnya dilakukan dengan cara menyeleksi berkas calon karyawan, dan lulus  dalam setiap tes yang dilakukan oleh perusahaan mulai dari awal tes hingga akhir  tes.
2.  Penempatan adalah penugasan seorang pekerja pada suatu jabatan atau unit kerja  di lingkungan suatu organisasi/perusahaan. Dengan kata lain calon karyawan   yang ditempatkan harus memiliki kompetensi yang diperlukan untuk dapat  melaksanakan pekerjaan dalam suatu jabatan secara efektif dan efisien.
3.  Sosialisasi atau orientasi adalah proses memperkenalkan seorang pekerja baru  pada organisasi atau unit tempatnya bekerja/bertugas.
Menurut Rizky (2001: 9) menyatakan bahwa imbalan mempunyai cakupan  yang lebih luas dari upah atau gaji. Imbalan mencakup semua pengeluaran yang  dikeluarkan oleh perusahaan untuk pekerja, baik secara langsung maupun tidak  langsung.  Menurut Matutina (2001: 205) jenis imbalan terbagi atas gaji pokok,  bonus, insentif dan tunjangan.  Imbalan yang layak dan wajar akan mendorong  peningkatan kualitas kerja karyawan dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.
Adanya kualitas kerja karyawan yang tinggi secara otomatis mempengaruhi tingkat  pencapaian tujuan perusahaan tersebut.
Kualitas kerja menurut Matutina (2001: 210) mengacu pada kualitas sumber  daya manusia yang terdiri dari: 1.  Pengetahuan (knowledge) yaitu kemampuan yang dimiliki karyawan yang lebih  berorientasi pada intelegensi dan daya pikir serta penguasaan ilmu yang luas  yang dimiliki karyawan.
2.  Keterampilan (skill) yaitu kemampuan dan penguasaan teknis operasional di  bidang tertentu yang dimiliki karyawan.
3.  Abilities  yaitu kemampuan yang terbentuk dari sejumlah kompetensi yang  dimiliki seorang karyawan yang mencakup loyalitas, kedisiplinan, kerjasama dan  tanggung jawab.
 Berdasarkan ketiga definisi diatas, dapat diketahui bahwa dengan sistem  rekrutmen serta didukung oleh imbalan maka akan mempengaruhi kualitas kerja  karyawan dalam suatu perusahaan. Berdasarkan teori pendukung tersebut, kerangka  konseptual pada penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:  Gambar 1.1 Kerangka Konseptual  Sumber: Nawawi (2002: 167), Rizky (2001: 9) dan  Matutina (2001: 205-210)  (data diolah, April 2009) D. Hipotesis  Berdasarkan perumusan masalah yang ditetapkan maka dirumuskan hipotesis  sebagai berikut “Sistem Rekrutmen dan Imbalan Mempunyai Pengaruh Yang Positif  dan Signifikan Terhadap Kualitas Kerja Karyawan Pada PT Bank Rakyat Indonesia  (BRI) Cabang Rantau Prapat”.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh sistem rekrutmen dan imbalan  terhadap kualitas kerja karyawan Pada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI)  Cabang Rantau Prapat.
2.  Manfaat Penelitian Imbalan (X2)  Sistem  Rekrutmen  (X1)  Kualitas Kerja (Y)  a.  Bagi Perusahaan Dapat memberikan saran dan masukan yang bermanfaat mengenai sistem  rekrutmen yang baik untuk meningkatkan kualitas kerja karyawan  perusahaan.
b.  Bagi Penulis Memperluas wawasan dan pengetahuan penulis mengenai sistem  rekrutmen dan imbalan serta pengaruhnya terhadap kualitas kerja pada  suatu organisasi atau perusahaan.
c.  Bagi Pihak lain Referensi bagi peneliti selanjutnya sehingga dapat dijadikan  perbandingan dalam melakukan pengembangan penelitian yang sama di  masa yang akan datang.
F.  Metode Penelitian  1.  Batasan Operasional Penelitian ini hanya dibatasi pada karyawan PT Bank Rakyat  Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat. Penulis membatasi atau memberikan  batasan operasional bahwa penelitian ini hanya melihat pada analisis sistem  rekrutmen karyawan dan imbalan terhadap kualitas kerja.
2.  Definisi Operasional Variabel Dalam penelitian ini ada dua variabel penelitian yaitu: a. Variabel independen adalah variabel yang nilainya tidak tergantung pada  variabel lain. Adapun yang menjadi variabel independen dari penelitian ini  adalah: 1)  Sistem rekrutmen (X1)   yaitu adalah proses mendapatkan sejumlah calon tenaga kerja yang  kualified untuk menduduki suatu posisi jabatan tertentu di lingkungan  suatu organisasi/perusahaan yang didalamnya terdapat proses seleksi,  penempatan dan sosialisasi/orientasi.
2)  Imbalan (X2)  yaitu mencakup semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan  untuk pekerja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
b. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain.
Variabel terikat dari penelitian ini adalah Kualitas kerja (Y) yaitu  merupakan kemampuan yang dimiliki oleh karyawan yang mengacu  kepada pengetahuan, skill dan abilities yang dimiliki karyawan.
Tabel 1.2 Definisi Operasionalisasi Variabel No  Variabel  Indikator Variabel  Skala pengukuran 1.
Sistem  Rekrutmen (X1) 1.  Seleksi berkas awal.
2.  Wawancara awal.
3.  Tahap psikotes.
4.  Jenjang pendidikan 5.  Pengalaman kerja 6.  Kemampuan berbahasa asing 7.  Kemampuan berkomunikasi.
8.  Tahap tes kesehatan 9.  Posisi jabatan 10. Tugas-tugas/pekerjaan Likert 2.  Imbalan (X2) 11. Gaji pokok, insentif, bonus dan tunjangan  yang diterima karyawan sesuai dengan tugas yang dikerjakan.
12. Gaji pokok, insentif, bonus dan tunjangan Likert  yang diterima sesuai dengan UMK.
13. Gaji pokok, insentif, bonus dan tunjangan yang diterima karyawan cukup memenuhi  kebutuhan karyawan.
14. Gaji pokok, insentif, bonus dan tunjangan  yang diterima karyawan mengalami  peningkatan.
15. Gaji pokok, insentif, bonus dan tunjangan  yang diterima karyawan selalu tepat waktu  diberikan perusahaan.
16. Gaji pokok, insentif, bonus dan tunjangan  yang diterima karyawan memuaskan.
3.
Kualitas Kerja  (Y) 17. Kemampuan intelegensi tergolong baik.
18. Tingkat kemampuan teknis sesuai dengan standar yang diinginkan perusahaan.
19. Tingkat prestasi kerja meningkat.
20. Disiplin dalam bekerja  21. Bertanggung-jawab dalam bekerja 22. Bekerjasama dengan karyawan yang lain baik 23. Loyal kepada perusahaan Likert Sumber:  Nawawi (2002: 167), Rizky (2001: 9) dan  Matutina (2001: 205-210)  (Data diolah, April 2009) 3.  Skala Pengukuran Variabel Penelitian ini menggunakan skala  likert  yaitu digunakan untuk  mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang  tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2006: 104). Untuk keperluan analisis  kuantitatif penelitian maka peneliti memberikan lima alternatif jawaban  kepada responden dengan menggunakan skor 1 sampai 5 yang dapat dilihat  pada Tabel 1.3 berikut ini: Tabel 1.3 Instrumen Skala Likert No  Jawaban  Skor 1  Sangat Setuju (SS)  5 2  Setuju (ST)  4 3  Kurang Setuju (KS)  3 4  Tidak Setuju (TS)  2 5  Sangat Tidak Setuju (STS)  1  Sumber: Sugiyono (2006: 105) 4.  Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan dari bulan April sampai dengan bulan Juni  2009. Lokasi penelitian pada PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang  Rantau Prapat Jalan Jend. Sudirman No. 1 Rantau Prapat.
5.  Jenis Data Peneliti menggunakan dua jenis data yaitu: a.  Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh dari responden secara langsung  di lokasi penelitian melalui kuesioner dan wawancara kepada responden  yang dilakukan pada penelitian awal sampai selesai.
b.  Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang berisikan informasi dan teori-teori  yang digunakan untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Peneliti  mendapat data sekunder dari buku-buku, majalah dan data-data dari PT  Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat.
6.  Teknik Pengumpulan Data Pada penelitian ini teknik yang digunakan dalam pengumpulan data  ialah melalui kuesioner yaitu dengan cara menyebarkan kuesioner kepada  responden.  Kuesioner berisikan pertanyaan mengenai identitas responden dan  variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu variabel sistem rekrutmen  (X1), imbalan (X2) dan variabel kualitas kerja (Y).
7.  Populasi dan Sampel  Populasi pada penelitian ini adalah karyawan PT Bank Rakyat  Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat tahun 2008 yang berjumlah 38 orang  karyawan.
Sampel pada penelitian ini adalah karyawan outsourcsching pada PT  Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Rantau Prapat tahun 2008 yang  berjumlah 20 orang karyawan. Penarikannya diambil secara sensus, alasan  dilakukan penarikan sampel secara sensus adalah karena kecilnya jumlah  populasi yang ada.
8. Uji Validitas dan Realibilitas a.  Uji Validitas Uji validitas digunakan oleh peneliti untuk mengetahui kelayakan  butir-butir dalam suatu daftar pertanyaan (kuesioner) dalam  mendefenisikan suatu variabel. Menurut Nugroho (2005: 68) kriteria  dalam menentukan validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut: 1) Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid 2) Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid.   b. Uji Realibilitas Realibilitas merupakan ukuran kestabilan dan konsistensi responden  dalam menjawab hal yang berkaitan dengan konstruk-konstruk  pertanyaan yang merupakan dimensi suatu variabel dan disusun dalam  suatu bentuk kuesioner. Uji realibilitas dapat dilakukan secara bersamasama terhadap butir pertanyaan untuk lebih dari satu variabel. Menurut  Nugroho (2005: 72) realibilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik   jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > dari 0.60. Uji  validitas   dan  realibilitas  awal, peneliti menyebarkan kuesioner kepada   10  orang  karyawan   outsoursching    PT   Bank   Rakyat Indonesia  (BRI) untuk  kantor unit yang ada di Rantau Prapat.
9. Metode Analisis Data a.  Metode Deskriptif Metode deskriptif merupakan metode yang digunakan dengan  mengumpulkan dan menganalisa data yang diperoleh sehingga dapat  memberikan gambaran yang jelas mengenai sistem rekrutmen karyawan  dan imbalan berpengaruh terhadap kualitas kerja. Data diperoleh dari data  primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden  penelitian.
10. Teknik Analisis Data a.  Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan oleh penulis untuk mengetahui  pengaruh dari variabel-variabel independen, sistem rekrutmen (X1),  imbalan (X2) terhadap kualitas kerja (Y). Analisis regresi linear berganda  dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi Software SPSS 12.00  for Windows. Adapun model persamaan yang digunakan adalah menurut  Sugiyono (2006: 211):  Y= b0 + b1X1 + b2X2 + e Dimana: Y   = Prestasi kerja X1 = Skor dimensi Sistem Rekrutmen  X2  = Skor dimensi Imbalan b1 – b2  = Koefisien regresi b0  = Konstanta e   = Standar error Dalam analisis regresi ada 3 jenis kriteria ketepatan (Nugroho, 2005: 45)  yaitu:  1.  Uji – F  Uji – F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel  bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara  bersama-sama terhadap variabel terikat. Uji – F digunakan untuk  melihat secara bersama-sama (serentak) variabel independen yaitu sistem rekrutmen  (X1), imbalan  (X2) terhadap variabel dependen  yaitu kualitas kerja (Y).
Ho : b1 = b2 = 0 artinya, secara bersama-sama tidak terdapat  pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel-variabel  independen yaitu X1, X2, terhadap variabel dependen yaitu kualitas kerja (Y).
Ha : b1 ≠  b2    0 artinya, secara bersama-sama (serentak)  terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel- variabel  independen yaitu X1, X2, terhadap variabel dependen yaitu kualitas kerja (Y) 2.  Uji – t   Uji – t menunjukkan seberapa besar pengaruh varibel bebas secara  individual terhadap variabel terikat.  Adapun Uji-t menggunakan  langkah-langkah sebagai berikut: Ho :  b1 : b2 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang  positif dan signifikan dari variabel independen yaitu sistem  rekrutmen  (X1), imbalan  (X2)  terhadap variabel dependen yaitu  kualitas kerja (Y).
Ho : b1 : b2 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang  positif  dan signifikan dari variabel independen yaitu sistem  rekrutmen (X1),   imbalan  (X2) terhadap variabel dependen yaitu  kualitas kerja (Y).
Kriteria Pengambilan Keputusan: Ho diterima jika t hitung  < t tabel  pada α = 5% Ha diterima jika t hitung  > t tabel pada α = 5% 3.   Identifikasi Determinan ( R²) Identifikasi determinan (R²) bertujuan untuk mengetahui seberapa  besar kemampuan variabel independen menjelaskan variabel  dependen. Dalam output SPSS, koefisien determinan terletak pada  Tabel Model Summary dan tertulis R square. Namun untuk regresi  linear berganda sebaiknya menggunakan Adjusted R square, karena  disesuaikan dengan jumlah variabel independen yang digunakan   dalam penelitian. Nilai R square dikatakan baik jika di atas 0.5  karena R square berkisar antara 0 sampai 1 (Nugroho, 2005: 51).
Identifikasi determinan menunjukkan besarnya kontribusi variabel  independen (X) terhadapa variabel dependen (Y). Semakin bersar  nilai identifikasi determinan, maka semakin baik kemampuan  variabel dependen (Y).
Determinan (R²) semakin besar (mendekati satu) maka dapat  dikatakan bahwa pengaruh yang signifikan dari variabel independen  yaitu (X1, X2) berupa sistem rekrutmen dan imbalan serta variabel  dependen (Y) yaitu kualitas kerja semakin besar. Sebaliknya, jika  determinan (R²) semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan  bahwa pengaruh yang signifikan dari variabel independen yaitu (X1,  X2) berupa variabel sistem rekrutmen dan imbalan  serta variabel  dependen (Y) yaitu kualitas kerja semakin kecil.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi