Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH SISTEM IMBALAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA DEPARTEMEN REDUKSI DI PT. INDONESIA ASAHAN ALUMINIUM



BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar BelakangMasalah   
Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai  oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung  jawab yang diberikan kepadanya(Mangkunegara, 2001:67). Kinerja adalah seperangkat keluaran (income) yang dihasilkan oleh  pelaksanaan fungsi tertentu selama kurun waktu tertentu (Tangkilisan, 2003:109).  Menurut pendapat lain, kinerja adalah prestasi yang dicapai seseorang dalam  melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya (Siswanto,  2002:235). 

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan  (Mangkunegara, 2001:68) yaitu: faktor kemampuan; faktor motivasi; efektifitas  dan efisiensi; wewenang; Inisiatif.  Perusahaan pada umumnya memotivasi karyawan dengan memberikan  imbalan yang besarannya proporsional yaitu sesuai dengan sistem yang diterapkan  perusahaan dan juga bersifat progresifyaitu sesuai dengan jenjang karir. Semakin  besar imbalan yang diberikan perusahaan maka semakin besar pula kinerja yang  diberikan karyawan terhadap perusahaan. Menurut Heryanto (2003:203) imbalan  akan berpengaruh terhadap  motivasi, yang pada akhirnya secara langsung  mempengaruhi kinerja individu.  Sistem imbalan merupakan pemberian kompensasi oleh suatu institusi  yang diorganisasikan meliputi seluruh paket keuntungan yang disediakan  organisasi kepada para anggotanya dan mekanisme-mekanisme serta prosedur prosedur dimana keuntungan ini dapat didistribusikan (Sulistiyani & Rosidah,  2003:206). Imbalan haruslah bernilai bagi karyawan dan pemberiannya harus adil.  Imbalan adalah elemen kritis dalam setiap strategi organisasi terutama dalam  rangka memotivasi karyawan (Komang Ardana & dkk, 2008:143).  Sistem imbalan yang baik akan memiliki dampak ganda bagi perusahaan,  karena di satu sisi imbalan akan berdampak pada biaya operasi, di sisi lain  imbalan akan mempengaruhi perilaku serta sikap kerja karyawan sesuai dengan  keinginan perusahaan agar karyawan dapat meningkatkan kinerjanya. Hal ini  dipahami karena salah satu tujuan seseorang bekerja mengharapkan imbalan dari  perusahaan di mana ia bekerja, sedangkan pihak perusahaan mengharapkan  karyawan memberikan kinerja yang terbaik bagi perusahaan.  PT. Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) adalah perusahaan yang  bergerak pada bidang pengolahan biji aluminium menjadi aluminium batangan.  PT. INALUM  merupakan perusahaan patungan antara pemerintah Indonesia  dengan Jepang dalam hal ini Jepang terdiri dari 12 perusahaan pemegang saham  yang dikenal sebagai Nippon Asahan Aluminium co.,Ltd (NAA), dimana sampai  saat ini perbandingan saham antara pemerintah Indonesia dengan NAA adalah  41,12% untuk pemerintah Indonesia dan 58,88% untuk NAA.
PT. INALUM menerapkan sistem imbalan seperti gaji pokok, bonus, serta  tunjangan lain-lain. Dimana spesifikasi sistem imbalannya sebagai berikut:
 1.  Gaji pokok  yaitu gaji yang wajib diberikan perusahaan kepada karyawan  dalam setiap bulan.
 2.  Bonus diberikan 3 kali setiap tahunnya, dimana besarnya bonus sesuai besaran  gaji karyawan yang diterima setiap bulannya.
3.  Tunjangan lain-lain seperti tunjangan shipt (diberikan bagi karyawan yang  kerjanya masuk shift), tunjangan overtime  (diberikan bagi karyawan yang  kerja lembur), tunjangan standby (diberikan bagi karyawan yang selalu siaga  jika terjadi masalah dalam pekerjaannya) dan special work (diberikan bagi  karyawan yang bekerja dihari libur / hari merah) yang diberikan bersamaan  dengan gajian di bulan depan. Dengan dasar pembayaran berdasarkan gaji dan  posisi karyawan di perusahaan tersebut. Adapun tunjangan lain yang diberikan  perusahaan kepada semua karyawan yaitu tunjangan keluarga, tunjangan  perumahan (diberikan bagi karyawan yang tidak menempati rumah  perusahaan), tunjangan transportasi (diberikan pada karyawan yang tinggal  diluar dan dirumah perusahaan yang berada ± 800km dari lintasan bus).
PT. INALUM juga mempunyai penilaian kinerja terhadap karyawannya  yang dapat dilihat dari kemampuan, sikap dan kontribusi. Dimana spesifikasinya  sebagai berikut: 1.  Kemampuan, yang terdiri dari pengetahuan bidang pekerjaaan, skill, dan  pemahaman.
2.  Sikap, yang terdiri dari tanggung jawab, kerjasama, kecerdasan, disiplin dan  kejujuran.  3.  Kontribusi, yang terdiri dari hasil pekerjaan (kecepatan dan akurasi;  kebersihan; kemalasan; penyelesaian tugas khusus), kualitas pekerjaan,  prestasi pekerjaan (mengurangi biaya; menjaga image perusahaan).   Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis tertarik untuk  mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Sistem Imbalan Terhadap  Kinerja Karyawan pada Departemen Reduksi  di PT. Indonesia Asahan  Aluminium (INALUM)”.  B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan diatas, maka  peneliti merumuskan masalah yaitu: Apakah ada pengaruh sistem imbalan  terhadap kinerja karyawan pada Departemen Reduksi di PT. INALUM?  C.  Kerangka Konseptual Sistem imbalan merupakan sistem yang digunakan perusahaan agar dapat  mempertahankan orang yang berprestasi dan mengakibatkan orang yang tidak  berprestasi  keluar dari perusahaan, sehingga efektifitas perusahaan secara  keseluruhan meningkat (Komang Ardana, 2008:142). Sistem imbalan  yang  diterapkan dalam perusahaan yaitu gaji pokok, bonus, dan tunjangan.  Kinerja karyawan merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas  yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan  tanggung jawab yang diberikan kepadanya (Anwar Prabu Mangkunegara,  2001:67). Penilaian kinerja yang diterapkan didalam perusahaan dilihat dari  kemampuan, sikap dan kontribusi karyawan dalam perusahaan.
Berdasarkan pemaparan diatas, maka kerangka konseptual dari penelitian  ini adalah:  Gambar. 1.1. Kerangka Konseptual Sumber: Komang Ardana (2008:142), Anwar Prabu Mangkunegara (2001:67). Data Diolah.  D.  Hipotesis Hipotesis  didalam penelitian ini adalah ”Terdapat  pengaruh sistem  imbalan terhadap kinerja karyawan pada Departemen Reduksi di PT. Indonesia  Asahan Aluminium (INALUM)”.  E.  Tujuan dan Manfaat 1.  Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh  sistem imbalan (gaji pokok, bonus, dan tunjangan) terhadap kinerja  karyawan (kemampuan, sikap, dan kontribusi) pada Departemen Reduksi  di PT. INALUM.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi Perusahaan Diharapkan penelitian ini, dapat memberikan masukan-masukan yang  positif pada perusahaan dalam hal kelayakan pemberian sistem  imbalan dalam rangka peningkatan kinerja karyawan.
b.  Bagi Peneliti Menambah wawasan peneliti karena dapat mengimplementasikan ilmu  yang diperoleh selama kuliah, serta peneliti dapat melakukan analisis  KINERJA KARYAWAN (Y) 1.  Kemampuan  2.  Sikap  3.  Kontribusi SISTEM IMBALAN (X) 1.  Gaji Pokok 2.  Bonus 3.  Tunjangan   secara nyata untuk mengetahui peranan dari pengaruh sistem imbalan  terhadap kinerja karyawan.
c.  Bagi Pihak Lain Bagi pihak lain agar dapat menambah wawasan dan pengetahuan  sesuai dengan topik penulisan dan sebagai sumbangan pemikiran  tentang pengetahuan di bidang sumber daya manusia khususnya  tentang imbalan dan kinerja.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Batasan operasional didalam penelitian ini terdapat dua variabel yang  digunakan yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat  (dependent variable). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah sistem  imbalan dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan.
2.  Defenisi Operasional Defenisi operasional dari variabel-variabel yang digunakan dalam  penelitian ini adalah: a.  Sistem imbalan adalah metode atau cara dari segi financial maupun  non financial yang diberikan perusahaan untuk meningkatkan kinerja  karyawan sehingga terpenuhinya kebutuhan karyawan. Indikator yang  digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.  Gaji pokok yaitu imbalan yang wajib diberikan perusahaan kepada  karyawan dalam setiap bulan.
 2.  Bonus yaitu imbalan yang diberikan 3 kali dalam setahun, yang  besarnya sesuai besaran gaji karyawan yang diterima setiap  bulannya.
3.  Tunjangan yaitu imbalan yang diberikan perusahaan kepada  karyawan baik dari segi financial maupun non financial.  b.  Kinerja karyawan adalah hasil yang dicapai oleh karyawan sesuai  dengan kontribusi yang telah diberikannya bagi perusahaan. Indikator  yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1.  Kemampuan yaitu karyawan yang memiliki pengetahuan, keahlian  dan pemahaman dalam bekerja lebih mudah mencapai kinerja yang  diharapkan.
2.  Sikap yaitu karyawan yang memiliki tanggung jawab, kerjasama,  kecerdasan, disiplin dan jujur dalam bekerja lebih mudah mencapai  kinerja yang diharapkan.
3.  Kontribusi yaitu karyawan yang memiliki hasil pekerjaan  (kecepatan, akurasi, kebersihan, kemalasan, penyelesaian tugas  khusus), kualitas pekerjaan dan prestasi pekerjaan (mengurangi  biaya, menjaga image perusahaan) yang baik akan lebih mudah  mencapai kinerja yang diharapkan.
 Tabel 1.2 Operasionalisasi Variabel No.  VARIABEL DEFENISI  VARIABEL INDIKATOR SKALA  PENGUKURAN 1.
2.  Sistem  Imbalan Kinerja  Karyawan  Sistem yang  digunakan  perusahaan  agar  dapat  mempertahankan  orang yang  berprestasi dan  mengakibatkan  orang yang tidak  berprestasi keluar  dari perusahaan,  sehingga efektifitas  perusahaan  secara  keseluruhan  meningkat.  Hasil kerja secara  kualitas dan  kuantitas yang  dicapai oleh seorang  karyawan dalam  melaksanakan  tugasnya sesuai  dengan tanggung  jawab yang  diberikan  kepadanya.  -  Gaji Pokok -  Bonus -  Tunjangan  -  Kemampuan -  Sikap -  Kontribusi  Likert Likert Sumber: Komang Ardana (2008:142), Anwar Prabu Mangkunegara (2001:67).   3.  Skala Pengukuran Variabel Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian ini adalah dengan  menggunakan Skala Likert  yang  digunakan untuk mengukur sikap,  pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena  sosial (Sugiono,2003:86). Dengan pengukuran skala likert, maka variabel   yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian  indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Setiap jawaban  yang diberikan pada penelitian ini akan diberikan skor. Skor yang  diberikan adalah: Tabel 1.3 Pengukuran Variabel NO.  Keterangan  Nilai 1.  Sangat setuju  5  2.  Setuju  4  3.  Kurang setuju  3  4.  Tidak setuju  2  5.  Sangat tidak setuju  1  Sumber: Sugiono (2003:86) 4.  Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian adalah PT. INALUM pada Departemen Reduksi, Jl.  Acces Road Kuala Tanjung, Kec. Sei Suka, Kab. Batubara dan dilakukan  sejak bulan Desember 2010 sampai Januari 2011.  5.  Populasi dan Sampel a.  Populasi  Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek / objek  yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan  oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono,   2003:72). Pada penelitian ini populasinya adalah Departemen Reduksi di PT. INALUM yang berjumlah 307 orang.  b.  Sampel Sampel adalah bagian dari populasi yang akan diteliti dan yang  dianggap dapat menggambarkan populasinya. Karena masalah waktu  dan biaya, ukuran sampel ditentukan dengan menggunakan rumus  Slovin (Umar, 2008:62), yaitu: ( ) 2 1 Ne N n + = Dimana: n  =  Jumlah Sampel  N  = Jumlah Populasi  e  = Taraf kesalahan = 10% Maka jumlah sampel yang diperoleh adalah: ( ) ( ) 75 1,04131 307 2 = + = n Jumlah sampel sebesar 75 orang karyawan diperoleh melalui  perhitungan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel dalam  penelitian ini dengan menggunakan metode proportionate random sampling, yaitu teknik penentuan sampel didasarkan atas strata yang  proposional yang tidak homogen (Sugiono, 2003:74).
6.  Jenis dan Sumber Data  a.  Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari responden  terpilih pada lokasi penelitian.  Data primer didalam penelitian ini  berupa daftar pernyataan kepada karyawan pada Departemen Reduksi  di PT. INALUM.
b.  Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yang  diberikan oleh pihak lain atau berupa suatu dokumen. Data sekunder  yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: 1.  Sejarah singkat PT. INALUM, struktur organisasi, serta uraian  tugas dari struktur organisasi tersebut.
2.  Data dan informasi lain yang dianggap perlu misalnya buku-buku  ilmiah, literatur lainnya yang berkaitan dengan masalah yang  diteliti dan media internet.
7.  Teknik Pengumpulan Data a.  Daftar kuesioner, yaitu daftar pertanyaan dalam bentuk angket tentang  sistem imbalan dan kinerja karyawan yang ditujukan kepada responden  dengan objek penelitian yaitu Departemen Reduksi di PT. INALUM.  b.  Wawancara(interview), yaitu melakukan tanya jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang berkepentingan dan beberapa karyawan yang  menjadi responden penelitian, yang berkaitan dengan sistem imbalan  dan kinerja karyawan.
c.  Studi Dokumentasi, yaitu melakukan pengumpulan data dan informasi  dari buku-buku, jurnal, internet yang berkaitan dengan penelitian.
 8.  Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji suatu kuesioner  layak digunakan atau tidak layak digunakan sebagai instrumen penelitian.  Validitas menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian dan mengukur  yang memang seharusnya diukur. Pengukuran dikatakan valid jika  mengukur tujuannya dengan nyata atau benar. Reliabilitas menunjukkan  akurasi dan konsistensi dari pengukurannya. Uji validitas dan reliabilitas  kuesioner dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS  (Statistic Product and Service Solution) versi 17.0. Uji validitas didalam  penelitian ini adalah PT. Cakra Compact sebanyak 30 orang dengan  menggunakan metode proportionate random sampling.  9.  Metode Analisis Data a.  Metode Analisis Deskriptif Metode ini merupakan suatu metode analisis dimana data yang  dikumpulkan mula-mula disusun, diklasifikasikan dan dianalisis  sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi  perusahaan.
b.  Metode Analisis Regresi Linier Sederhana Metode regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana  pengaruh sistem imbalan terhadap kinerja karyawan yang dapat dilihat  sebagai berikut: Y = a + bX   dimana: Y = Kinerja Karyawan a  = Konstanta b  = Koefisien Regresi Linier Sederhana X = Sistem Imbalan Untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis, data olah secara  statistik dengan menggunakan alat bantu program software SPSS versi  17.0, data-data yanng diperoleh kemudian diuji dengan : 1.  Uji secara Parsial/Individual (Uji t) Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh  satu variabel independent secara parsial (individual) menerangkan  variasi variabel dependent. Bentuk pengujiannya adalah: a. Ho : b1, b2 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang signifikan  dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
b. Ha : b1,  b2 ≠  0, artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari  variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut: a. Ho diterima jika – thitung < ttabel pada α = 5% b. Ha diterima jika - thitung < ttabel pada α = 5% 2.  Koefisien Determinasi (R 2 )  Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur seberapa jauh  kemampuan variabel-variabel bebas dalam menerangkan variasi  variabel terikat. Koefisien determinasi (R 2 ) ini berkisar antara nol   sampai dengan satu (0    R 2    1),  dimana  semakin  tinggi R 2  (mendekati satu) berarti variabel-variabel bebas memberikan  hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi  variasi variabel terikat dan apabila R 2  = 0 menunjukkan variabel  bebas secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi