Jumat, 21 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA REKSA DANA SYARIAH DENGAN REKSA DANA KONVENSIONAL



BAB I  PENDAHULUAN
  1.1 Latar Belakang  
Pasar modal merupakan pasar yang memperjualbelikan berbagai instrumen  keuangan jangka panjang. Pasar modal menjalankan dua fungsi sekaligus yaitu  fungsi ekonomi dan fungsi keuangan. Dikatakan memiliki fungsi ekonomi karena  pasar modal menyediakan fasilitas yang mempertemukan dua belah pihak yang  memiliki dua kepentingan yaitu yang memiliki kelebihan modal (investor) dengan  pihak yang membutuhkan modal (emiten). Sementara dikatakan memiliki fungsi  keuangan karena memberikan kesempatan dan kemungkinan bagi pemilik modal  (investor) untuk memperoleh imbal hasil, tentu saja sesuai jenis investasi
yang  dipilih. Kedua peran ini memberikan peranan penting akan pasar modal bagi  perekonomian suatu negara. Dengan menyediakan sumber pendanaan maka  perusahaan dapat bergerak dan meningkatkan pendapatannya sehingga  mendorong meningkatnya perekonomian negara. (Tandelilin, 2010: 26).
Reksa dana merupakan salah satu instrumen yang diperjualbelikan di pasar  modal selain saham dan obligasi. Undang-Undang Pasar Modal No. 8 Tahun 1995,  pasal 1 ayat (27) mendefinisikan bahwa reksa dana adalah wadah yang  dipergunakan untuk menghimpun dana  dari masyarakat pemodal untuk  selanjutnya diinvestasikan dalam portofolioefek oleh manajer investasi. Pada  pengertian tersebut terdapat tiga unsur penting, pertama adanya dana dari  masyarakat pemodal, kedua dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek,   dan ketiga dana tersebut dikelola oleh manajer investasi. Dana yang dikelola atau  portofolio dalam reksa dana itu adalah milik bersama para pemodal.
Manfaat yang dapat diperoleh oleh investor jika melakukan investasi pada  produk reksa dana adalah walaupun dengan modal terbatas, investor tetap dapat  melakukan penganekaragaman dalam investasi efek sehingga mampu  memperkecil risiko. Secara umum manfaatnyajuga adalah sebagai wahana bagi  para pemodal kecil atau investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan, dan  melakukan investasi ke perusahaan. Melalui reksa dana inilah maka akan  terkumpul dana dalam jumlah besar sehingga memudahkan penganekaragaman  portofolio investasi. Sebagian besar investor hanya memiliki pengetahuan dan  keahlian yang terbatas untuk mengetahuisaham, obligasi, dan instrumen  keuangan lainnya, yang sekiranya baik untuk dibeli. Dengan melakukan investasi  pada reksa dana yang dikelola manajer investasi, maka hal tersebut bukan lagi  menjadi hambatan bagi investor untuk dapat berinvestasi.
Perkembangan yang terjadi belakangan ini pasca krisis ekonomi yang  pelik tahun 2009 lalu berhasil membuktikan bahwa sistem ekonomi konvensional  tidak tahan terhadap krisis. Banyaknya bank dengan sistem konvensional yang  jatuh karena krisis tentu saja mempengaruhi keadaan keuangan negara. Namun, di  tengah krisis yang terjadi, perbankan yang menjalankan sistemnya dengan prinsip  syariah tampak tenang-tenang saja. Selama krisis ekonomi tersebut, perbankan  syariah masih dapat memenuhi kinerja yang relatif lebih baik dibandingkan  perbankan konvensional. Hal ini dapat dilihat dari relatif rendahnya penyaluran   pembiayaan yang bermasalah pada perbankan syariah dan tidak terjadinya  hambatan dalam kegiatan operasionalnya.
Begitu pula dengan reksa dana sebagai instrumen keuangan tentu tidak  terlepas dari pengaruh krisis keuangan. Jika dilihat dari sub kategorinya, reksa  dana untuk tiap-tiap kategori terbagi dua yakni reksa dana syariah dan reksa dana  konvensional. Tentu saja kinerjanyaberbeda-beda mengingat sistem  pengelolaannya yang berbeda. Reksa danasyariah merupakan reksa dana yang  seluruh asetnya dialokasikan di instrumen-instrumen keuangan syariah seperti  saham-saham dalam Jakarta Islamic Index (JEI), obligasi syariah, dan instrumen  lainnya yang membentuk portofolio. Sementara dalam penjualannya tidak ada  perbedaan sama sekali.
Sumber: bapepamlk.go.id  Gambar 1.1: Perkembangan Reksa Dana Syariah  Dari grafik dapat dilihat juga di tahun 2009 terdapat peningkatan jumlah  reksa dana syariah yang cukup besar. Hal ini dikarenakan efekpasca krisis yang  melanda perekonomian dunia khususnya Indonesia, sehingga para pelaku bisnis  dan investor yang merasa bahwa sistem perekonomian konvensional mengalami   kemunduran beralih ke sistem perekonomian yang berbasis syariah. Juga dalam  penggunaan instrumen keuangan seperti reksa dana ini, terlihat bahwa geliat  penggunaan instrumen keuagan berbasis syariah lebih bergairah. Pada tahun-tahun  berikutnya reksa dana syariah senantiasa meningkat baik jumlah maupun Nilai  Aktiva Bersih atau NAB-nya  Tabel 1.1  Perbandingan Jumlah Reksa dana dan Perbandingan NAB Reksa dana  Syariah dengan Reksa dana Total  Perbandingan Jumlah Reksa  Dana  Perbandingan NAB (Rp Milyar)  Tahun  Reksa  dana  Syariah  Reksa  dana  Total  Persentase Reksa  dana  Syariah  Reksa  dana  Total  Persentase 2003 4  186 2,15% 66,94 69.447,00 0,10%  2004 11  246  4,47% 592,75 104.037,00 0,57%  2005 17  328  5,18% 559,10 29.405,73 1,90%  2006 23  403  5,71% 723,40 51.620,08 1,40%  2007 26  473  5,50% 2.203,09 92.190,63 2,39%  2008 36  567  5,97% 1.814,80 74.065,81 2,45%  2009 46  610  7,54% 4.629,22 112.983,35 4,10%  2010 48  612  7,84% 5.225,78 149.087,37 3,51%  Sumber: bapepamlk.go.id  Pada tabel di atas kembali ditemukan kenaikan jumlah reksa dana maupun  kenaikan jumlah NAB dari reksa danasyariah. Pada tabel ini disajikan  perbandingan reksa dana syariah dengan keseluruhan total reksa dana. Kenaikan  yang terjadi seiring dengan bertambahnya jumlah reksa dana total yang beredar,  menunjukkan geliat masyarakat pemodal semakin besar dalam menginvestasikan  dana dalam reksa dana. Meskipun tak dapat dipungkiri bahwa jumlah persentase  reksa dana syariah relatif kecil dibandingkan keseluruhan reksa dana, namun ini  cukup menunjukkan bahwa reksa dana syariah cukup diminati.
 Tabel 1.2  Perbandingan Jumlah Reksa dana dan Perbandingan NAB Reksa Dana  Syariah dengan Reksa Dana Konvensional  Perbandingan Jumlah Reksa  Dana (buah) Perbandingan NAB (Rp  Milyar) Tahun Reksa Dana  Syariah Reksa Dana  Konvensional Reksa Dana  Syariah Reksa Dana  Konvensional 2003 4  182 66,94 69.380,00  2004 11  235 592,75 103.444,25  2005 17  311 559,10 28.846,63  2006 23  380 723,40 50.896,68  2007 26  447 2.203,09 89.987,54  2008 36  531 1.814,80 72.251,01  2009 46  564 4.629,22 108.354,13  2010 48  564 5.225,78 143.861,59  Sumber: bapepamlk.go.id (diolah)  Dari tabel dapat dilihat perbandinganreksa dana syariah dibandingkan  dengan reksa dana konvensional. Tidak dapat dikesampingkan fakta bahwa reksa  dana konvensional sudah lebih dulu beroperasi dibandingkan reksa dana syariah  yang baru muncul tahun 2003. Meskipun demikian, peningkatan baik jumlah  maupun NAB menunjukkan bahwa masyarakat pemodal menaruh perhatian juga  terhadap reksa dana syariah.
Baik buruknya suatu reksa dana ditentukan dari kinerjanya. Pengukuran  kinerja reksa dana dilakukan oleh manajer investasi dengan berbagai metode,  salah satunya adalah dengan melalui pemantauan NAB. NAB merupakan jumlah  nilai pasar wajar dari efek-efek dan kekayaan lain dari reksa dana dikurangi  seluruh kewajibannya. NAB sangat bergantung pada kinerja aset-aset yang  membentuk portofolio reksa dana. Dan NAB yang dipengaruhi oleh harga pasar  menjadi dasar bagi para investor untuk kemudian membeli atau menjual kembali   reksa dananya. Melihat kenaikan yang terjadi pada NAB reksa dana syariah ini  menandakan kenaikan kinerja dari reksa dana tersebut.
Dengan mayoritas penduduk yang beragama Islam, maka Indonesia juga  mengadopsi hukum-hukum ekonomi Islam sebagai acuannya. Tidak heran jika  kemudian para pengusaha muslim pun akan melakukan usahanya dengan landasan  syariat. Tidak tertutup kemungkinan para pengusaha muslim ini akan memilih  instrumen keuangan yang sesuai hukum Islam sebagai pendukung bisnisnya.
Namun, dengan kinerja yang senantiasa meningkat peminat reksa dana syariah  tetap masih belum signifikan. Menurut Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana  Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto, dibanding laju positif beberapa industri  berbasis syariah, seperti perbankan syariah dan saham syariah, industri reksa dana  syariah masih jalan di tempat atau stagnan. Dibandingkan dengan reksa dana  konvensional yang lebih berkembang. Padahal sudah tampak bahwa kinerjanya  senantiasa meningkat (republika.co.id:Rabu, 25 Mei 2011). Hal ini tentu  berkaitan erat dengan kinerja kedua jenis reksa dana tersebut, karena bagaimana  pun juga sebelum melakukan investasi, setiapinvestor akan memeriksa lebih dulu  kinerja dari portofolio reksa dana yang akan digunakannya.
Berdasarkan uraian tersebut penelitian bermaksud melakukan penelitian  dengan judul “Analisis Perbadingan Kinerja Reksa Dana Syariah dan Reksa Dana  Konvensional”   1.2 Perumusan Masalah  Reksa dana yang terbagi dua berdasarkan sub bagiannya yaitu  konvensional dan syariah memiliki kinerja yang berbeda-beda meskipun mereka  dikelola oleh manajer investasi yang sama. Tentunya sebelum menentukan akan  menggunakan reksa dana yang mana, investor akan mengidentifikasi lebih dulu  mana yang kinerjanya lebih baik.
Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan permasalahannya menjadi  “Apakah terdapat perbedaan antara kinerja reksa dana syariah dan reksa dana  konvensional?”  1.3 Tujuan Penelitian  Adapun tujuan penelitian ini adalah:  1.  Untuk mengilustrasikan penggunaan metode evaluasi kinerja reksa dana  yang terdiri dari Sharpe ratio, Treynor ratio dan Jensen ratio.
2.  Untuk mengetahui perbedaan kinerja reksa dana syariah dan reksa dana  konvensional.
1.4 Manfaat Penelitian  Manfaat dari penelitian ini adalah:  1.  Bagi calon investor  Sebagai masukan dalam menentukan keputusan terkait pemilihan jenis  reksa dana yang akan diinvestasikan.
2.  Bagi Manajer Investasi   Sebagai tambahan informasi mengenai perbandingan kinerja reksa dana  sehingga di kemudian hari dapat lebih memaksimalkan kinerja reksa dana  yang dikelolanya.
3.  Bagi peneliti  Sebagai pengembangan pola berfikir peneliti mengenai instrumen  keuangan.
4.  Bagi peneliti selanjutnya  Sebagai tambahan referensi untuk melakukan penelitian lebih lanjut di  masa depan mengenai instrumen keuangan.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi