Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PERKEBUNAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III DAN PT. PERKEBUNAN NUSANTARA IV PADA PERIODE 2005 – 2008



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang   
Bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam  perusahaan. Banyak perusahaan yang berskala besar atau kecil, akan mempunyai  perhatian besar di bidang keuangan,  karena  dari bidang tersebut juga dapat  mengevaluasi apakah kebijakan yang ditempuh suatu perusahaan sudah tepat atau  belum,  terutama dalam perkembangan dunia usaha yang semakin maju,  persaingan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya semakin ketat,  belum lagi kondisi perekonomian yang tidak menentu menyebabkan banyaknya  perusahaan yang tiba-tiba mengalami kebangkrutan karena faktor keuangan yang  tidak sehat. Oleh karena itu, agar perusahaan dapat bertahan atau bahkan bisa  tumbuh dan berkembang perusahaan harus mencermati kondisi keuangannya  supaya meningkatkan  kinerja keuangan perusahaan.  Maka diperlukan analisis yang tepat untuk merealisasikannya.

Salah satu alat yang dapat dipakai untuk menilai kinerja perusahaan adalah  laporan keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil pengumpulan dan  pengolahan data keuangan yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan atau  ikhtisar lainnya yang sehingga dapat digunakan untuk membantu para pemakai di  dalam menilai kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang  Analisis keuangan pada dasarnya ingin  melihat prospek dan risiko perusahaan. Prospek bisa dilihat dari tingkat  keuntungan (profitabilitas) dan risiko bisa dilihat dari kemungkinan perusahaan  mengalami kesulitan keuangan atau mengalami kebangkrutan. (Hanafi,2005:21).
 tepat. Laporan keuangan digunakan oleh manajer untuk meningkatkan kinerja,  oleh kreditor untuk mengevaluasi kemungkinan dibayarnya pinjaman, dan oleh  pemegang saham untuk meramalkan laba, deviden dan harga saham.
Ada beberapa metode analisis yang digunakan dalam menganalisislaporan  keuangan, salah satu diantaranya adalah metode analisis rasio keuangan, yaitu  metode analisis dengan cara menghubungkan dan membandingkan pos-pos yang  terdapat di dalam laporan keuangan. Dari analisis rasio ini akan dapat diperoleh  gambaran tentang keadaan keuangan perusahaan seperti kondisi likuiditas,  solvabilitas, profitabilitas, leverage, dan sebagainya dari perusahaan yang  bersangkutan.  Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil  perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang  mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Misalnya antara  utang dan modal, antara kas dan total aset, dan sebagainya (Syafri, 2009: 297).
Analisis laporan keuangan akan memberikan hasil yang terbaik jika  digunakan dalam suatu kombinasi untuk menunjukkan suatu perubahan kondisi  keuangan atau kinerja operasional selama periode tertentu, lebih lanjut dapat  memberikan gambaran trend dan pola perubahan, yang pada akhirnya bisa memberikan indikasi adanya risiko dan peluang bisnis (Kuncoro dan Suhardjono,  2002:557).
Menurut Munawir (2007:31),  dalam menganalisis  dan menilai posisi  keuangan dan potensi atau kemajuan-kemajuan perusahaan, faktor yang paling  utama untuk mendapatkan perhatian oleh penganalisa adalah; (1) Likuiditas, (2)  Solvabilitas, (3) Rentabilitas atau Profitabilitas, dan (4) Stabilitas Usaha. Hal ini   disebabkan karena rasio likuiditas memberikan gambaran tentang kemampuan  perusahaan tersebut untuk membayar utang jangka pendek yang segera jatuh  tempo, dan rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan  untuk membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka  panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi). Sedangkan kemampuan  perusahaan untuk memperoleh laba pada suatu periode tertentu dapat dilihat dari  tingkat profitabilitas perusahaan yang bersangkutan.
Laporan keuangan bagi para kreditur  dan orang-orang yang  berkepentingan dalam laporan keuangan tersebut yang terpenting adalah faktor  rentabilitas, karena rentabilitas ini merupakan jaminan yang utama bagi para  kreditur tersebut dengan tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya. Betapapun  besarnya likuiditas atau solvabilitas suatu perusahaan, kalau perusahaan tersebut  tidak mampu menggunakan modalnya secara efisien atau tidak mampu  memperoleh laba yang besar, maka perusahaan tersebut pada akhirnya akan  mengalami kesulitan keuangan dalam mengembalikan hutang-hutangnya.
Perusahaan untuk meningkatkan kemampuan dalam memperoleh laba  maka manajemen perusahaan harus dapat melaksanaakan aktivitasnya dengan  efektif. Semakin efektif perusahaan dalam penggunaan aktivanya maka semakin  tinggi pula kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba. Alat yang digunakan  untuk mengukur keefektifan manajemen perusahaan dalam menggunakan  aktivanya adalah dengan menggunakan rasio aktivitas.
Return on Equity(ROE) bisa dikatakan sebagai rasio yang paling penting  dalam keuangan perusahaan. ROE mengukur pengembalian absolut yang akan   diberikan perusahaan kepada para pemegang saham. Suatu angka ROE yang  bagus akan membawa keberhasilan bagi perusahaan, yang mengakibatkan  tingginya harga saham dan membuat perusahaan dapat dengan mudah menarik  dana baru. Hal itu juga memungkinkan perusahaan untuk berkembang,  menempatkan kondisi pasar yang sesuai, dan pada gilirannya akan memberikan  laba yang lebih besar. Semua hal tersebut dapat menciptakan nilai yang tinggi dan  pertumbuhan yang berkelanjutan atas kekayaan para pemiliknya (Walsh,  2004:56).
Analisis dan interpretasi dari macam-macam rasio dapat memberikan  pandangan yang lebih baik tentang kinerja perusahaan dibandingkan analisis yang  hanya didasarkan atas data keuangan sendiri-sendiri yang tidak berbentuk rasio.
Jenis analisis bervariasi sesuai dengan kepentingan pihak-pihak yang melakukan  analisis.
Ada dua perusahaan perkebunan milik Negara yang ada di Propinsi  Sumatera Utara yang memiliki luas lahan terbesar yaitu PT. Perkebunan  Nusantara III (PTPN III), dan PT. Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV). PTPN III  (Persero) merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang  termasuk pada perusahaan yang memiliki laba paling tinggi pada saat sekarang  ini. Komoditi-komoditi utama dari perseroan ini adalah kelapa sawit, karet dan  kakao dengan luas lahan ±160.000Ha. Sedangkan PTPN IV dengan luas lahan  ±175.245Ha yang mengusahakan komoditi kelapa sawit, kakao dan teh (Sumber:  Pusat Informasi BUMN Perkebunan).
 Penelitian  Mahdi (2009) tentang  analisis keuangan PTPN III  menyimpulkan bahwa pihak manajemen perusahaan mempunyai kemampuan  untuk menciptakan peningkatan nilai perusahaan. Hal ini terlihat dari adanya  peningkatan pendapatan usaha yang cukup baik yang juga mempengaruhi dalam memperoleh laba walaupun juga terjadi peningkatan biayadan perusahaan telah  menghasilkan return  yang melebihi biaya modal yang harus ditanggung  perusahaan.
Irma (2009) meneliti tentang analisis kinerja keuangan PTPN IV.
Meyimpulkan bahwa  PTPN IV kurang mampu memaksimalkan dalam  penggunaan aktiva dan modal perusahaan, sehingga mengakibatkan perusahaan  tidak  dapat menekan biaya modalnya dan juga dalam memaksimalkan laba  perusahaan.
Penelitian pendahuluan  menemukan perbedaan pada tingkat ROE pada  PTPN III dan PTPN IV selama periode 2005-2008. Dalam penelitian ini, tahun  2005 diambil sebagai tahun dasar (tahun pembanding).
Tabel 1.1  ROE PTPN III dan PTPN IV tahun 2005-2008  Tahun PTPN III  PTPN IV 2005  38,06  16,89 2006  22,74  10,50 2007  36,90  29,55 2008  33,44  32,11 Sumber: Laporan Keuangan PTPN III dan PTPN IV(data diolah)   PadaTabel 1 selama kurun waktu 2005-2008 PTPN III lebih efektif dalam  pemanfaatan modalnya dibandingkan dengan PTPN IV, hal ini terlihat pada nilai  ROE PTPN III yang selama tahun 2005-2008 rata-rata kemampuan perusahaan  menghasilkan laba dari modalnya sebesar 32,785%, sedangkan PTPN IV hanya  menghasilkan 22,262%.
PTPN III dan PTPN IV memiliki perbandingan lahan yang tidak begitu  berbeda, sama-sama berada di Propinsi Sumatera Utara, yang memiliki ko moditi  utama yang sama yaitu kelapa sawit, dan merupakan PTPN yang memiliki laba  terbesar dari PTPN lainnya yang ada di Sumatera Utara.  Oleh sebab itu,  Berdasarkan dari fenomena yang terjadi, perlu dianalisis lebih dalam laporan  keuangan pada PTPN III dan PTPN IV dengan melihat rasio-rasio penggerak  lainnya, dilakukan penelitian yang berjudul “Analisis Perbandingan Kinerja  Keuangan Perusahaan Perkebunan PT. Perkebunan Nusantara III dan PT.
Perkebunan Nusantara IV Pada Periode 2005 – 2008”.
 B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan  sebelumnya, maka yang menjadi rumusan pokok permasalahan dalampenelitian  ini adalah:  1. Bagaimana Perbandingan Rasio Likuiditas  antara  PT Perkebunan  Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama periode 2005  sampai 2008.
2. Bagaimana Perbandingan Rasio Solvabilitas antara PT Perkebunan  Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama periode 2005  sampai 2008.
3. Bagaimana Perbandingan Rasio Profitabilitas antara PT Perkebunan  Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama periode 2005  sampai 2008.
4. Bagaimana Perbandingan Rasio Aktivitas  anatara PT Perkebunan  Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama periode 2005  sampai 2008.
C. Kerangka Konseptual Kinerja keuangan  perusahaan berhubungan  mengenai kemampuan  keuangan perusahaan dalam melaksanakan fungsinya yaitu sebagai sumber  pendanaan dan mengatur semua pendanaan tersebut untuk seluruh kegiatan  perusahaan dengan efektif dan efisien. Kinerja keuangan perusahaan tentu saja  sangat bergantung dari operasional perusahaan itu sendiri. Dengan kata lain,   makin baik operasional perusahaan, makin baik pula kinerja keuangan perusahaan  yang akan tercemin di laporan keuangan. Bagi yang mempunyai kepentingan  terhadap perkembangan suatu  perusahaan sangatlah perlu untuk mengetahui  kondisi keuangan perusahaan tersebut, dan kondisi keuangan perusahaan akan  dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan.
Laporan keuangan merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data  keuangan yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan atau ikhtisar lainnya  yang sehingga dapat digunakan untuk membantu para pemakai di dalam menilai  kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. Ada  beberapa metode analisis yang digunakan dalam menganalisa laporan keuangan,  salah satu diantaranya adalah metode analisis rasio keuangan, yaitu metode  analisis dengan cara menghubungkan dan membandingkan pos-pos yang terdapat  di dalam laporan keuangan. Rasio keuangan yang sering dipakai untuk  menganalisis kinerja keuangan pada perusahaan yakni: rasio likuiditas, rasio  solvabilitas, rasio profitabilitas (Sawir, 2005:7).
Rasio  likuiditas menggambarkan kemampuan  perusahaan  untuk  menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Perusahaan yang mampu memenuhi  kewajiban keuangannya tepat pada waktunya berarti perusahaan tersebut dalam  keadaan likuid, dan perusahaan dikatakan mampu memenuhi kewajiban keuangan  tepat pada waktunya apabila perusahaan tersebut mempunyai alat pembayaran  ataupun aktiva lancar yang  lebih besar dari pada hutang lancarnya.  Dalam  penelitian ini, rasio likuiditas diwakili oleh Quick Ratio, dan Cash Ratio.
 Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam  membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajibanya apabila  perusahaan dilikuidasi. Dalam penelitian ini, rasio solvabilitas diwakili oleh Debt  to Assets (DTA), dan Debt to Equity (DER).
Rentabilitas atau profitabilitas menggambarakan kemampuan perusahaan  mendapatkan laba melalui semua kemampuan, dan sumber yang ada  seperti  kegiatan penjualan, kas, modal, jumlah cabang, dan sebagainya. Rentabilitas  sering digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dalam suatu  perusahaan dengan memperbandingkan anatara laba dengan modal yang  digunakan dalam operasi, oleh karena itu keuntungan yang besar tidak menjamin  atau bukan merupakan ukuran bahwa perusahaan tersebut rendabel. Maka, bagi  manajemen atau pihak-pihak lain, rentabilitas yang tinggi lebih penting daripada  keuntungan yang besar. Dalam penelitian ini, rasio profitabilitas diwakili oleh  Return on Investment (ROI), dan Return on Equity (ROE).
Rasio Aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur  efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya atau rasio ini  digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektifitas) pemanfaatan seumber  daya perusahaan. Dalam penelitian ini, rasio aktivitas diwakili oleh Fixed Assets  Turn Over, dan Total Assets Turn Over.
 Adapun kerangka konseptual yang menjadi dasar penelitian ini untuk  memperbandingkan kinerja keuangan adalah sebagai berikut.
Sumber: Sawir, dimodifikasi Gambar 1.1: Kerangka Konseptual  D. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah  penelitian oleh karena jawaban yang diberikan masih berdasar pada teori yang  relevan belum berdasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui  pengumpulan data (Sugiyono, 2003:51)  Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran yang telah  diuraikan sebelumnya, maka penelitian mengajukan hipotesis bahwa: 1.  Terdapat perbedaaan Rasio Likuiditas yang signifikan  antara PT  Perkebunan Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama  periode 2005 sampai 2008.
2.  Terdapat perbedaaan Rasio Solvabilitas yang signifikan antara PT  Perkebunan Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama  periode 2005 sampai 2008 PTPN III Rasio Likuiditas Rasio Solvabilitas Rasio  Profotabilitas Rasio Aktivitas PTPN IV  Rasio Likuiditas Rasio Solvabilitas Rasio  Profotabilitas Rasio Aktivitas  3.  Terdapat perbedaaan Rasio Profitabilitas yang signifikan antara PT  Perkebunan Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama  periode 2005 sampai 2008 4.  Terdapat perbedaaan Rasio Aktivitas yang signifikan antara PT  Perkebunan Nusantara III dan PT Perkebunan Nusantara IV selama  periode 2005 sampai 2008  E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah:  a.  Mengetahui dan menganalisis perbedaan Rasio Likuiditas pada PTPN III  dan PTPN IV dari tahun 2005 – 2008.
b.  Mengetahui dan menganalisis perbedaan Rasio Solvabilitas pada PTPN III  dan PTPN IV dari tahun 2005 – 2008.
c.  Mengetahui dan menganalisis perbedaan Rasio Profitabilitas pada PTPN  III dan PTPN IV dari tahun 2005 – 2008.
d.  Mengetahui dan menganalisis perbedaan Rasio Aktivitas pada PTPN III  dan PTPN IV dari tahun 2005 – 2008.
 2.Manfaat Penelitian Manfaat penelitian yang diharapkan dari penelitian ini adalah:  a.  Bagi perusahaan, dapat memberikan data dan informasi serta gambaran  mengenai analisis kinerja keuangan perusahaan ditinjau dari analisis rasio  keuangan pada PTPN III dan PTPN IV tahun 2005 - 2008.
b.  Bagi penulis,  merupakan latihan dan pembelajaran dalam menerapkan  teori yang diperoleh sehingga menambah pengetahuan, pengalaman dan  dokumentasi ilmiah.
c.  Bagi pihak lain,  diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran  dalam melakukan penelitian pada masa mendatang khususnya bagi peneliti  yang berminat dalam bidang yang serupa.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional  Adapun yang menjadi batasan operasional penelitian adalah:  a.  Data laporan keuangan keuangan PTPN III dan PTPN IV tahun 2005 –  2008.
b.  Variabel-variabel yang diteliti dalam memperngaruhi kinerja perusahaan  adalah Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas, dan Rasio  Aktivitas.
 2.  Defenisi operasional Berdasarkan pada permasalahan dan hipotesis yang akan diuji, variabel  yang akan digunakan dalam penelitian adalah: a.  Likuiditas Menurut Fred Weston,  Rasio likuiditas  merupakan rasio yang  menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka  pendek. Untuk mengukur likuiditas dalam penelitian ini rasio yang digunakan  adalah Quick Ratio, dan Cash Ratio.
Quick Ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan  dalam memenuhi atau membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva  lancar. Quick Ratio dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
Quick Ratio =  Cash Ratio  merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa  besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang. Cash Ratio  dapat  dihitung dengan menggunakan rumus.
Cash Ratio =  b.  Solvabilitas Rasio solvabilitas merupakan rasio yang digunkan untuk mengukur sejauh  mana aktiva perusahaan dibiayai dari hutang. Artinya berapa besar beban  utang yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam  arti luas dikatakan bahwa rasio ini digunkan untuk mengukur kemampuan   perusahaan untuk  membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek  maupun jangka panjang apabila perusahaan dibubarkan (dilikuidasi) Debt to Assets  (DTA)  .  Untuk  mengukur solvabilitas dalam penelitian ini rasio yang digunakan adalah Debt  to Assets (DTA), dan Debt to Equity (DTE).
merupakan rasio utang yang digunakan untuk  mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Semakin tinggi  rasio ini maka pendanaan dengan utang semakin banyak, maka semakin sulit  bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan  perusahan tidak mampu menutupi utang-utangnya dengan aktiva yang  dimilikinya.
Debt to Assets Ratio =  DTA dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
Debt to Equity (DTE) merupakan rasio yang digunakan untuk menilai  utang dengan ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara  seluruh utang termasuk utang lancar dengan seluruh ekuitas. Rasio ini berguna  untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan pinjaman (kreditor) dengan  pemilik prusahaan. Dengan kata lain rasio ini berfungsi untuk mengetahui  setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang.
Bagi bank (kreditor) semakin besar rasio ini maka akan semakin tidak menguntungkan karena akan semakin besar resiko yang ditanggung atas  kegagalan yang mungkin terjadi di perusahaan.
 DTE Debt to Equity Ratio =  dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
c. Profitabilitas Rasio profitabilitas merupakan rasio ntuk menilai kemampuan perusahaan  dalam mencari laba. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas  manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan  dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini  menunjukkan efisiensi perusahaan. Untuk mengukur profitabilitas dalam  penelitian ini rasio yang digunakan adalah Return on Investment (ROI), dan  Return on Equity (ROE).
Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil (return)  atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. ROI juga merupakan  ukuran tentang efektivitas manajemen dalam mengelola investasinya. ROI  dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
ROI =  Return on Equity (ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba bersih  sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi  penggunaan modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik.  ROE dapat dihitung dengan menggunakan rumus.
ROE =   d. Aktivitas  Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur  efektivitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Atau  dapat juga dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi  pemanfaatan sumber daya perusahaan. Untuk mengukur aktivitas dalam  penelitian ini rasio yang digunakan adalah Fixed Assets Turn Over, dan Total  Assets Turn Over.
Fixed Assets Turn Over (FATO) merupakan rasio yang digunakan untuk  mengukur berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar  dalam satu periode. Dengan kata lain rasio ini untuk mengukur apakah  perusahaan sudah menggunakan kapasitas aktiva tetap dengan sepenuhnya  atau belum.
Fixed Asset Turn Over (FATO) =  Total Assets Turn Over (TATO) merupakan rasio yang digunakan untuk  mengukur perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur  berapa jumlah penjualan yang diperoleh dari tiap aktiva. Rumus: Total Asset Turn Over (TATO) =   3.  Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan dikantor PTPN III, yang beralamat Jln. Sei  Batanghari No. 1 Medan, dan PTPN IV, yang beralamat Jln. Letjend Suprapto  No. 2 Medan. Waktu penelitian direncanakan dilakukan mulai bulan Mei hingga Juli 2010.
4.  Jenis Data Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data  sekunder yang dipergunakan adalah Laporan Keuangan PTPN III dan PTPN  IV dari tahun 2005 hingga 2008  yang terdiri dari Laporan Laba-Rugi, Neraca  dan gambaran umum perusahaan yang diperoleh dari PTPN III dan PTPN IV Medan.
5.  Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi  dengan  mengumpulkan data pendukung berupa literatur, jurnal, penelitian terdahulu,  serta laporan keuangan. Laporan keuangan tahunan PTPN III dan PTPN IV tahun 2005, 2006, 2007, dan 2008.
 6.  Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai  berikut:  a.  Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merupakan suatu metode dimana data-data yang  dikumpulkan dan dikelompokkan kemudian dianalisis dan diinterprestasikan  secara objektif.
b.  Pengujian Hipotesis Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik statistik yang  berupa uji beda dua rata-rata (independent sample t-test). Tujuan dari uji hipotesis  yang berupa uji beda dua rata-rata pada penelitian ini adalah untuk menentukan  menerima atau menolak hipotesis yang telah dibuat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi