Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. KAWASAN INDUSTRI



BAB I PENDAHULUAN 
A.  Latar Belakang Penelitian 
Kinerja merupakan kesuksesaan seseorang di dalam melaksanakan suatu  pekerjaan, dimana merupakan hasil pencapaian seseorang menurut ukuran yang  berlaku untuk pekerjaan yang bersangkutan. Kinerja karyawan berkaitan dengan  adanya akibat yang dikehendaki, hal ini mengandung maksud bahwa pekerjaan  yang dilakukan harus dapat menghasilkan sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki,  yaitu hasil optimal yang dapat dicapai. Kinerja karyawan antara lain dipengaruhi  oleh beberapa faktor yaitu motivasi kerja dan lingkungan kerja.

Motivasi diartikan sebagai kekuatan, dorongan, kebutuhan, semangat,  tekanan, atau mekanisme psikologi yang mendorong seseorang atau sekelompok  orang untuk mencapai prestasi tertentu sesuai dengan apa yang dikehendakinya.
Motivasi dapat juga diasumsikan sebagai aktivitas individu untuk menentukan  kerangka dasar tujuan dan penentu perilaku dalam mencapai tujuan, secara arti  kognitif, namun secara arti afeksi motivasi bermakna sikap dan nilai dasar yang  dianut oleh seseorang atau sekelompok orang untuk bertindak atau tidak bertindak.
Sumber Daya Manusia memegang peranan penting dalan suatu oranisasi  atau perusahaan dalam pencapaian tujua, baik visi maupun misi. Hal ini dapat  dilihat dari segala aktifitas yang dilakukan oleh para karyawan  dalam menyelesaikanpekerjaannya, oleh karena itu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan perlu diberikan motivasi agar hasil bekerja baik sehingga efektifitas dan efisiensi  dapat tercapai secara optimal. Beberapa faktor penting yang mempunyai pengaruh  terhadap  motivasi kerja  antara lainkebutuhan-kebutuhan pribadi, tujuan-tujuan  dan persepsi-persepsi orang atau kelompok yang bersangkutan, dengan cara apa  kebutuhan serta tujuan tersebut dapat terealisasi. Ini berarti apabila karyawan  menyukai pekerjaan, mereka menganggap bahwa tugas mereka penuh tantangan,  dan umumnya mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan  pekerjaan mereka secara antusias, namun apabila karyawan tidak termotivasi maka  kinerja karyawan tidak dapat maksimal dan tujuan perusahaan tidak dapat tercapai.
Lingkungan kerja merupakan salah satu hal yang dapat mempengaruhi  kinerja karyawan. Lingkungan kerja adalah suatu set ciri-ciri yang membedakan  suatu organisasi dengan organisasi lainnya dalam jangka waktu panjang dan mempengaruhi tingkah laku manusia dalam organisasi tersebut (Agustini, 2006:8).
Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat  melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman dan nyaman. Kesesuaian  lingkungan kerja dapat dilihat akibatnya dalam jangka waktu yang lama, lebih jauh  lagi apabila lingkungan kerja yang kurang baik dapat menuntut tenaga kerja dan  waktu yang lebih banyak sehingga tidak mendukung perolehan rancangan sistem  kerja yang efisien dan efektif.
Lingkungan kerja merupakan segala sesuatu yang ada di sekitar karyawan  pada saat bekerja, baik yang berbentuk fisik ataupun non fisik, langsung atau tidak  langsung, yang dapat mempengaruhi dirinya dan pekerjaanya saat bekerja.
Lingkungan kerja sebuah perusahaan  dikatakan baik apabila dapat memotivasi  karyawan untuk dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik  lagi dan memiliki  dampak pada kinerja karyawan yang semakin baikpula. Kesimpulannya dapat kita   lihat  motivasi kerja dan lingkungan kerja memiliki peranan penting dalam  menciptakan kinerja karyawan yang optimal.
PT. Kawasan Industri Medan (Persero) adalah salah satu perusahaan  BUMN yang bergerak di bidang jasa penjualan lahan, sewa fasilitas, jasa  pemeliharaan kawasan, jasa pengolahan air limbah. Data penjualan PT. Kawasan  Industri Medan (Persero) Tahun 2007-2009 dapat kita lihat pada Tabel 1.1.
Tabel 1.1 Data Penjualan Lahan PT. Kawasan Industri Medan (Persero) Tahun 2007-2009  Tahun  Luas lahan yang terjual (m2) 2007  234,380.73 2008  127,692.25 2009  53,464.50 Sumber : PT. Kawasan Industri Medan (Persero) (2010), Data diolah Tabel 1.1 menunjukkan bahwa penjualan lahan PT. Kawasan Industri  Medan dari tahun 2007-2009 mengalami penurunan. Luas lahan yang terjual pada  tahn 2007 sebesar 234.380,73 m2, pada tahun 2008 sebesar 127.692,25 m2, dan  pada tahun 2009 menjadi sebesar 53.464,50 m2. Penjualan lahan pada PT.
Kawasan Industri Medan mengalami penurunan dari tahun 2007 sampai 2008, hal  ini disebabkan faktor ekstern dan faktor intern dari perusahaan tersebut. Faktor  ekstern adalah faktor yang berasal dari luar perusahaan tersebut, sedangkan faktor  intern adalah faktor yang berasal dari dalam perusahaan tersebut, seperti karyawan  (Sumber Daya Manusia) dan lingkungan perusahaan itu sendiri. Nilai penurunan  penjualan pada PT. Kawasan Industri Medan sangat berkaitan dengan kinerja pada  karyawan di perusahaan tersebut, salah satunya adalah tingkat kehadiran karyawan  PT. Kawasan Industri Medan. Karyawan yang tidak hadir mengakibatkan   produktivitas dari penjualan tersebut tidak berjalan seefektif dan efisien, seperti  yang diharapkan perusahaan. Daftar absensi karyawan pada PT. Kawasan Industri  Medan (Persero) dapat kita lihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Absensi Karyawan PT. Kawasan Industri Medan (Persero) Tahun 2007 Sampai dengan Tahun 2009 Tahu n  Izin (Orang )  %  Sakit (Orang )  %  Tanpa Keteranga n  (Orang) %  Cuti (Orang )  % 2007  19  39, 6 10  20, 8 14  29, 2 4  10, 4 2008  22  38, 5 12  21  16  28  6  12, 5 2009  25  37, 1 14  20, 8 19  28, 2 8  13, 9 Sumber : PT. Kawasan Industri Medan (Persero) (2010), (Data diolah)  Tabel 1.2 menunjukkan absensi karyawan pada PT. Kawasan Industri  Medan (Persero) dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009 mengalami kenaikan  setiap tahunnya. Tahun 2007. Karyawan yang absen karena sakit dapat dilihat  mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2007, jumlah karyawan yang sakit  termasuk dalam kategori yang tinggi dimana sebanyak 10 orang tahun berikutnya  12 orang dan 14 orang, ini belum termasuk dari data per orangnya yang bisa saja  mengalami sakit 2-3 kali dalam setahun.
Data pada Tabel 1.2 dapat dilihat juga memperlihatkan bahwa absen tanpa  keterangan juga tinggi setiap tahunnya, hal ini dapat disebabkan kurangnya  motivasi karyawan dalam melakukan pekerjaannya sehingga berdampak kepada  kinerja perusahaan dan juga kinerja karyawan itu sendiri yang akan menurun.
Motivasi kerja yang baik dan lingkungan kerja yang nyaman dapat meningkatkan  kinerja karyawan. Berdasarkan pada  uraian diatas dapat diketahui bahwa motivasi   dan lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan kinerja karyawan pada PT.
Kawasan Industri Medan (Persero). maka peneliti tertarik untuk melakukan  penelitian dengan judul: “Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja  Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Kawasan Industri Medan (Persero)”.
B.  Perumusan Masalah  Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah Motivasi Kerja  dan Lingkungan Kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja  Karyawan pada PT. Kawasan Industri Medan (Persero)?” C.  Kerangka Konseptual Setiap perusahaan tentu sangat ingin meningkatkan kinerja perusahaannya.
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam  suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing  dalam upaya pencapaian tujuan perusahaan (Rivai, 2004:16). Ada banyak faktor  yang dapat meningkatkan kinerja tersebut. Diantaranya dapat melalui lingkungan  kerja dan motivasi kerja. Apabila lingkungan kerja dan motivasi karyawan buruk  maka kinerja yang dihasilkan karyawan akan menjadi buruk dan begitu juga  sebaliknya.
Lingkungan kerja  dan  motivasi  kerja adalah merupakan faktor yang  mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkah laku para karyawan.
Lingkungan kerja adalah merupakan ciri-ciri dalam organisasi yang mempengaruhi  tingkah laku pekerja (Agustini, 2006:8). Menurut Arikunto (2000:8) Motivasi   adalah suatu keinginan yang dapat dicapai melalui hasil kerja yang optimal.
Seandainya lingkungan kerja dan motivasi kerja tidak dapat tercapai maka kinerja  karyawan juga tidak dapat terlaksana semaksimal mungkin, oleh karena itu  lingkungan kerja dan motivasi kerja harus seiring dengan tujuan organisasi  sehingga setiap karyawan didalam melakukan pekerjaan akan tercpai secara  maksimal sehingga kinerja karyawan dapat tercapai dengan baik. Secara skematis,  kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.1  Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber : Danim (2001), Sedarmayanti (2001) , Mathis(2001).
D.  Hipotesis Hipotesis didalam penelitian ini adalah “Motivasi kerja dan Lingkungan  kerja berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Kawasan Industri Medan (Persero)”.
Motivasi Kerja (X1)  Kinerja Karyawan  (Y) Lingkungan  Kerja  (X2)   E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis apakah ada pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja  karyawan pada PT. Kawasan Industri Medan (Persero).
2.  Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah: a.  Bagi PT. Kawasan Industri Medan (Persero).
Manfaat penelitian bagi PT. Kawasan Industri Medan (Persero) adalah  sebagai bahan masukan pada perusahaan dalam penyusunan kebijakan  sebagai upaya meningkatkan kinerja karyawan didalam hal  memberitahukan motivasi kerja dan penataan lingkungan kerja.
b. Bagi Penulis.
Manfaat penelitian bagi penulis adalah untuk menambah pengetahuan  dan sebagai sarana aplikasi terhadap ilmu yang didapat dibangku  perkuliahan dalam bidang sumber daya manusia, khususnya yang  berkaitan dengan motivasi kerja dan lingkungan kerja.
c.  Bagi Peneliti Selanjutnya.
Manfaat penelitian bagi peneliti selanjutnya adalah sebagai bahan  referensi yang dapat menjadi bahan perbandingan dalam melakukan  penelitian di masa mendatang, khususnya peneliti yang berkaitan dengan  motivasi kerja dan lingkungan kerja.
 F.  Metodologi Penelitian 1.  Batasan Operasional Variabel Batasan operasional variabel dalam penelitian ini adalah : a.  Variabel bebas (X) dimana motivasi kerja (X1) dan lingkungan kerja (X2).
Lingkungan Kerja yang dibahas dalam hal ini adalah lingkungan kerja  fisik.
b.  Variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan 2. Definisi Operasional Variabel  Definisi operasional didalam penelitian ini adalah : a. Motivasi kerja (X1)  Motivasi merupakan kondisi pskilogis dari hasil interaksi kebutuhan  karyawan  dan faktor luar yang  mempengaruhi perilaku seorang  karyawan. Indikator-indikator dari motivasi kerja adalah: 1. Prestasi adalah adanya keinginan untuk mencapai tujuan yang lebih  baik daripada sebelumnya yakni pencapaian prestasi.
2. Kekuasaan adalah motivasi untuk lebih berpengaruh daripada orang  lain, dihormati dan senang mengatur.
3. Afiliasi adalah motivasi untuk disukai,mengembangkan, bersosialisasi  atau memelihara persahabatan dengan orang lain.
b.  Lingkungan Kerja (X2)  Lingkungan kerja adalah suatu kondisi kerja dimana anggota organisasi  melaksanakan pekerjaannya yang dapat diukur berdasarkan sifat dan  persepsi subjektif bersama dari anggotanya yang  hidup dan bekerja   secara bersama yang berlangsung secara terus menerus serta  menghasilkan tindakan berkesan dalam menjalankan tugas dan  pekerjaannya. Indikator-indikator lingkungan kerja adalah : 1. Penerangan atau cahaya sangat besar manfaatnya bagi karyawan guna  mendapat keselamatan dan kelancaran kerja.
2. Pewarnaan di tempat kerja perlu dipelajari dan direncanakan sebaikbaiknya. Sifat dan pengaruh warna kadang-kadang menimbulkan rasa  senang, sedih, dan lain-lain, karena dalam sifat warna dapat  merangsang perasaan manusia.
3. Keamanan merupakan penciptaan rasa aman dan nyaman bagi  karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya.
4. Sirkulasi Udara di sekitar dikatakan kotor  apabila kadar oksigen, dalam udara tersebut telah berkurang dan telah bercampur dengan gas  atau bau-bauan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Sumber utama  adanya udara segar adalah adanya tanaman di sekitar tempat kerja.
c.  Kinerja Karyawan (Y) Kinerja Karyawan adalah hasil kerja seorang karyawan selama periode  tertentu yang dinilai dengan serangkaian tolak ukur yang berkaitan  langsung dengan tugas seseorang serta kriteria yang ditetapkan.
Indikator- indikator dari kinerja karyawan adalah:  1.  Kuantitas Kerja adalah volume kerja yang dihasilkan dibawah kondisi  normal.
 2.  Kualitas Kerja adalah kerapian, ketelitian, keterkaitan hasil dengan  tidak mengabaikan volume kerja.
3. Pemanfaatan waktu yaitu penggunaan masa kerja yang disesuaikan  dengan kebijaksanaan perusahaan.
4. Kerjasama yaitu kemampuan menangani hubungan kerja.
Berdasarkan definisi operasional yang telah dikemukan, maka peneliti  merumuskan mekanisme penganalisaan variabel pada Tabel 1.3.
Tabel1.3  Definisi Operasional Variabel Variabel  Definisi Operasional  variabel Indikator Skala  Pengukuran  Motivasi Kerja (X1) Kondisi psikologis dari hasil  interaksi kebutuhan karyawan  dan faktor luar yang  mempengaruhi perilaku  seorang karyawan.
1. Prestasi 2. Kekuasaan 3. Afiliasi Skala Likert Lingkungan  Kerja (X2) Suatu kondisi kerja dimana  anggota organisasi  melaksanakan pekerjaannya  yang dapat diukur berdasarkan  sifat dan persepsi subjektif  bersama.
1. Penerangan  2. Pewarnaan 3. Keamanan 4. Sirkulasi  udara  Skala Likert Kinerja  Karyawan (Y) Hasil kerja seorang karyawan  selama periode tertentu yang  dinilai dengan serangkaian  tolak ukur yang berkaitan  langsung dengan tugas  seseorang serta kriteria yang  ditetapkan.
1. Kuantitas  Kerja 2. Kualitas  Kerja 3. Pemanfaatan  Waktu 4. Kerjasama Skala Likert Sumber: Danim (2001), Sedarmayanti (2001) , Mathis(2001). (Data Diolah Penulis)   3.  Skala Pengukuran Variabel  Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian adalah dengan  menggunakan Skala Likert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap,  pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena  sosial, dengan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan  menjadi indikator variabel. Indikator-indfikator tersebut dijadikan sebagai  titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa  pernyataan atau pertanyaan (Sugiyono,  2008:133).  Skala Likert  menggunakan lima skala dapat kita lihat pada Tabel 1.4.
Tabel 1.4  Instrumen Skala Likert No.  Skala  Skor 1  Sangat Setuju  5 2  Setuju  4 3  Kurang Setuju  3 4  Tidak Setuju  2 5  Sangat Tidak Setuju  1 Sumber: Sugiyono (2008 : 133) 4.  Tempat Dan Waktu Penelitian  Tempat penelitian pada skripsi ini akan dilakukan pada PT. Kawasan  Industri Medan (Persero), yang beralamat di Jl. P.Batam No.1 KIM Saentis  Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumut. Waktu penelitian mulai bulan  Agustus sampai dengan Desember 2010.
 5.  Populasi Dan Sampel  Populasi pada penelitian ini dilakukan pada karyawan PT. Kawasan Industri (Persero) Medan  yang berjumlah 98 orang karyawan.
Jumlah karyawan PT. Kawasan Industri (Persero) Medan yang dijadikan  populasi didalam penelitian ini adalah: Tabel 1.5 Jumlah Karyawan PT. KIM (Persero) Divisi  Jumlah Karyawan 1. Divisi SDM & Umum  31 2. Divisi Keuangan  16 3. Divisi SPI  4 4. Divisi Perencanaan & Teknik  18 5. Divisi Pengendalian  25 6. Divisi Pemasaran  4 Total  98 Sumber : PT. KIM (Persero) 2010.
Prosedur penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan metode  sampling jenuh, yakni teknik penentuan sampel bila semua anggota  populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2008 : 132). Sampel yang  digunakan pada penelitian ini sebesar 98 orang karyawan PT. Kawasan  Industri Medan (Persero).
6.    Jenis Dan Sumber Data  Jenis dan sumber data dalam penelitian ini: a.  Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari para karyawan PT. Kawasan Industri Medan (Persero) berupa daftar pertanyaan.
b.  Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui data yang telah diteliti dan dikumpulkan oleh pihak lain yang berkaitan dengan   permasalahan penelitian ini, yang berasal dari buku-buku manajemen  sumber daya manusia, majalah, internet dan jur nal.
7.  Teknik Pengumpulan Data  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara:  a.  Wawancara  Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab kepada pimpinan PT. Kawasan Industri Medan (Persero).
b.  Kuesioner  Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan  cara menyebarkan daftar pertanyaan kepada para karyawan PT. Kawasan  Industri Medan (Persero).
c.  Studi Dokumentasi Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara  mengumpulkan dan mempelajari data dari buku-buku, jurnal, majalah  dan internet yang memiliki relevansi dengan penelitian.
8.  Uji Validitas Dan Reliabilitas Uji Validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji apakah angket  (kuesioner) yang disebarkan layak untuk dijadikan instrumen penelitian. Uji  validitas dan reliabilitas dilakukan pada responden yang lain diluar sampel  penelitian yang ada sebanyak 30 responden yang dilakukan pada PT.
Tamoratama Pratama (Medan Star). Hal ini dilakukan agar data-data yang  diperoleh valid dan reliabel. Instrumen yang valid  berarti angket yang   digunakan untuk mengumpulkan data itu valid. Valid berarti instrumen  tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang hendak diukur,  sedangkan instrumen yang reliabel berarti instrumen yang bila digunakan  beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama, akan menghasilkan data  yang sama. (Sugiyono, 2008 : 172).
a.  Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS  versi 15.00, dengan kriteria:  Jika rhitung > rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.
Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.
b.  Uji Reliabilitas Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 15.00.
butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas  ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria: Jika ralphapositif atau lebih besar dari r tabel maka pertanyaan reliabel.
Jika ralpha negatif atau lebih kecil dari rtabel maka pertanyaan tidak  reliabel.
9.  Metode Analisis Data  Metode analisis data dalam penelitian ini adalah: a.  Metode Analisis Deskriptif Metode analisis  deskriptif merupakan cara menguraikan dan  menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas  mengenai permasalahan. Analisis deskriptif dilakukan peneliti yaitu   dengan mendistribusikan jawaban responden dalam bentuk tabel  sehingga memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi jawaban  responden.
b.  Uji Asumsi Klasik Syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda  sebelum data tersebut dianalisis adalah sebagai berikut : 1). Uji Normalitas  Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah  data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni distribusi  data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut tidak  menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Uji normalitas dilakukan  dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov smirnov. Dengan  menggunakan tingkat significan 5% (0,05) maka jika nilai  Asymp.Sig. (2 – tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variable  residua l berdistribusi normal.
2).  Uji Heteroskedastisitas  Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah sebuah grup  mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut.
Artinya, jika varians variabel independent adalah konstan (sama)  untuk setiap nilai tertentu variabel independen disebut  homoskedastisitas. Sedangkan, heteroskedastisitas diuji dengan  menggunakan uji glejser dengan pengambilan keputusan jika  variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi   variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas.
Jika probabilitas signifikan di atas tingkat kepercayaan 5% (0,05)  dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya  heteroskedastisitas.
3). Uji Multikolinearitas  Multikolinieritas berarti adanya hubungan linier yang sempurna atau  pasti di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari  model regresi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya  multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat toleransi variabel  dan  Variante Inflation Factor (VIF) dengan membandingkan  dengan cara: VIF < 5 maka tidak terdapat multikolinearitas  Tolerance > 0,1 maka tidak terdapat multikoliniearitas  a). Analisis Regresi Berganda Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda untuk  mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Peneliti menggunakan bantuan program software SPSS (Statistic  Product and Service Solution) versi 15.0 agar hasil yang diperoleh  lebih terarah. Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah:  Y = a + b1X1 + b2X2+ e  Dimana : Y  = Kinerja karyawan.
a  = Konstanta.
 b1, b2  = Koefisien Regresi Berganda.
X1  = Motivasi kerja X2  = Lingkungan Kerja..
e   = Variabel Penganggu (standard error) Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila  nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho  ditolak), sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya  berada dalam daerah dimana Ho diterima.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah: (1) Uji secara Simultan / Serempak (Uji F)  Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel  bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh  secara simultan (serempak) terhadap variabel terikat. Bentuk  pengujiannya adalah:  H0 : b1 = b2  = 0, artinya secara serempak tidak terdapat pengaruh  yang signifikan dari motivasi kerja dan lingkungan kerja  terhadap kinerja karyawan.
Ha : b1 = b2 ≠ 0, artinya secara serempak terdapat pengaruh yang  signifikan dari motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap  kinerja karyawan. Kriteria pengambilan keputusan adalah:  H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5%  Ha diterima jika Fhitung > Ftabelpada α = 5%  (2) Uji secara Parsial / Individual (Uji t).   Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh  pengaruh satu variabel independen secara parsial (individual)  menerangkan variasi variabel dependen. Bentuk pengujiannya  adalah:  H0 : bi = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang  signifikan dari motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap  kinerja karyawan.
Ha  :  bi    0,  artinya  secara  parsial  terdapat pengaruh yang  signifikan dari motivasi kerja dan lingkungan kerja  terhadap  kinerja karyawan. Kriteria pengambilan keputusan adalah: H0 diterima jika – thitung < ttabel pada α = 5%  Ha diterima jika – thitung > ttabel pada α = 5%  (3) Pengujian Goodness of Fit (R 2 )  Koefisien Goodness of Fit atau koefisien determinasi digunakan  untuk mengukur seberapa jauh kemampuan  motivasi kerja dan  lingkungan kerja dalam menerangkan variasi kinerja karyawan.
Koefisien determinasi (R 2 ) ini berkisar antara nol sampai dengan  satu (0 ≤  R 2 ≤ 1), dimana semakin tinggi R 2 (mendekati 1)  berarti motivasi kerja dan lingkungan kerja memberikan hampir  semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi  kinerja karyawan dan apabila R 2 = 0 menunjukkan  motivasi   kerja dan lingkungan kerja secara keseluruhan tidak dapat  menjelaskan kinerja karyawan.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi