Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS SWOT PADA TOKO LESTARI RATTAN AND FURNITURE



1BAB I  PENDAHULUAN 
 A.  Latar Belakang Masalah   
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan basis usaha rakyat, yang  secara mengejutkan mampu bertahan di masa krisis 1997. Kenyataan yang ada  menunjukkan bahwa UKM adalah penyumbang besar kepada kekuatan ekonomi  negara dan telah terbukti terutama disaat resesi ekonomi pada tahun 1985 dan  1997. Sumbangan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) kepada masyarakat dan  juga Negara adalah sangat signifikan dan bentuk sumbangan tersebut diantaranya  adalah penyerapan tenaga kerja, penciptaan teknologi/metodebaru dan juga  produk baru untuk kepentingan Negara, membantu perkembangan usaha-usaha  besar sebagai vendor (pemasok dan outsourcing) dan sebagainya. (Sukirno, 2004 :  366).

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dapat dipandang sebagai katup  penyelamat dalam proses pemulihan ekonomi nasional. Perannya dalam  mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja diharapkan  menjadi langkah awal bagi upaya pemerintah menggerakkan sektor produksi pada  berbagai lapangan usaha (www.depkop.com).
Usaha-usaha yang memproduksi  furnituredan kerajinan rotan  merupakan salah satu bentuk UKM (Usaha Kecil Menengah). Dalam khasanah  interior tradisional Indonesia, sejak dulu kursi rotan punya tempat terhormat.
Terbuat dari rotan asli, mahal dan terlihatindah, baik itu berada di ruang tamu,  ruang keluarga, atau hanya berupa "kursi malas" sekalipun.
 1Berpadu dengan nuansa modern terkini, rotan pun tetap bisa beradaptasi.
Perpaduannya mampu menyajikan nuansa modern lebih berwarna sebagai modern  etnik atau modern klasik. Kursi meja makan, sofa, serta kursi malas atau kursi  goyang bisa menjadi interior yang memberi kenyamanan dan kelas tersendiri.
Selain itu bahan baku rotan semakin disukai karena ramah lingkungan dan irit  energi.
Rotan adalah palem memanjat berduri yang terdapat di daerah tropis dan  subtropis. Tumbuhan ini merupakan sumber rotan batang untuk industri mebel  rotan. Laju perdagangan rotan berkembang sangat pesat, dalam bentuk meja,  kursi, tikar dan barang kerajinan lainnya.
Dalam menjalankan usaha rotan, saat ini para pengrajin rotan dihadapkan  pada beberapa masalah. Pada tahun 2008 lalu, Asosiasi Mebel dan Kerajinan  Rotan Indonesia (AMKRI) melaporkan sedikitnya 144 perusahaan pengolahan  rotan dari 426 unit usaha di sentra industri pengolahan rotan terbesar Cirebon,  Jawa Barat bangkrut dan menjual seluruh asetnya akibat kesulitan mendapatkan  pasok bahan baku rotan dari Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatra.
Kemerosotan di sektor pengolahan rotan terlihat sejak 3 tahun terakhir,  dari tahun 2005 hingga tahun 2008. Pengrajin rotan mengalami kenaikan biaya  produksi akibat kekurangan bahan baku, hal ini diakibatkan oleh adanya  kebijakan ekspor rotan mentah yang membuat petani lebih memilih menjual  bahan baku ke China dan Vietnam (www.forumUKM.com).
 1Tabel 1.1  Jumlah Anggota Koperasi Pengrajin Rotan Medan  Tahun 2004 – 2008  Tahun Jumlah Anggota  Terdaftar  Jumlah Anggota  Aktif  Jumlah Anggota  Pasif  2004 80  21  59  2005 80  18  62  2006 83  15  68  2007 85  17  68  2008 85  17  68  Sumber : Koperasi Pengrajin Rotan Medan (data diolah)  Berdasarkan tabel 1.1 diatas dapat dilihat keaktifan anggota Koperasi  Pengrajin Rotan Medan menurun sebelum tahun 2004. Dari tahun 2004 sampai  dengan tahun 2006 jumlah anggota yang aktif terus berkurang dan hanya  bertambah dua anggota aktif pada tahun 2007 sampai dengan 2008. Kurang  aktifnya anggota KoperasiPengrajin Rotan (KOPINKRA) menurut Bapak  Sunarto selaku Ketua Koperasi Pengrajin Rotan disebabkan oleh beberapa  kendala yang dialami oleh para anggota koperasi tersebut, yaitu menurunnya  tingkat penjualan produk rotan, kelangkaanbahan baku rotan dan persaingan  harga antara usaha sejenis yang semakin ketat.
Pengrajin rotan semakin kesulitan karena adanya tindakan  penyelundupan rotan ke Malaysia, Vietnam dan China. Akibat tingginya volume  bahan baku rotan yang mengalir ke luarnegeri seperti Malaysia, Vietnam dan  China membuat produksi furnituredi negara tetangga tersebut semakin besar. Hal  itu berimbas pada persaingan harga mebel rotan di pasar internasional serta   1semakin rendahnya kualitas produk furniture. Akibat dari persaingan ini daya  saing produk furniturerotan Indonesia di pasar dunia semakin menurun, padahal  Indonesia merupakan pemasok terbesar rotan dunia (www.tempointeraktif.com).
Toko  Lestari Rattan and Furniture adalah merupakan salah satu toko  yang menjualfurnituredan kerajinan yang terbuat dari rotan di jalan Gatot  Subroto No. 457 Medan. Bapak Ngatimin bersama sang istri Ibu Rosmawati  sebagai pemilik usaha sekaligus pengelola Toko Lestari Rattan and Furniture telah memulai usahanya tersebut sejak tahun 1989. Bapak Ngatimin mendirikan  usaha ini karena adanya keinginan untuk hidup mandiri, disertai kemampuan dan  pengalaman di bidang usaha rotan yang diperoleh Bapak Ngatimin dari usaha  rotan milik orang tuanya sendiri.
Bapak Ngatimin telah mengalami masa-masa pasang surut dalam  menjalankan dan mengembangkan Toko Lestari Rattan and Furniture. Untuk  mempertahankan dan mengembangkan  Toko Lestari, Bapak Ngatimin  membutuhkan strategi usaha yang tepat. Dibutuhkan alat analisis untuk membantu  Bapak Ngatimin membuat strategi usaha yang tepat dalam menghadapi  persaingan usaha baik antara usaha sejenis (usaha furnituredan kerajinan rotan),  usaha barang-barang substitusi seperti furniturekayu, furniture plastik, maupun  furnituredengan bahan baku eceng gondok atau bambu, dan pendatang baru di  bidang usaha rotan salah satunya adalah Analisis SWOT.
Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treath), merupakan  sebuah analisis yang menilai lingkungan internal perusahaan {Strength(kekuatan)  dan Weakness(kelemahan)}, serta lingkungan eksternal {Opportunity(peluang)  dan Treath(ancaman)}. Hasil penilaian tersebut akan didapatkan informasi   1seputar perusahaan, dan dengan informasi tersebut perusahaan akan dapat  membuat strategi yang tepat guna, untuk memenangkan persaingan.
Pada penelitian ini penulis ingin meneliti penerapan analisis SWOT pada  UKM (Usaha Kecil Menengah), yaitu pada Toko Lestari Rattan and Furniture.
Toko Lestari diharapkan mampu “membaca” lingkungan internal dan juga  lingkungan eksternalnya agar dapat bersaing sehat dengan usaha sejenis, usaha  barang-barang subtitusi, usaha pendatang baru, bahkan dengan usaha besar dan  dapat menghadapi tantangan-tantangan usaha saat ini menyangkut ketersediaan  bahan baku rotan yang berkurang dikarenakan penyelundupan bahan mentah,  adanya kebijakan pemerintah mengenai ekspor rotan mentah dan masuknya  furniturerotan impor dari China dan Vietnam dengan harga yang lebih murah dan  kualitas yang baik.
Di tengah kendala-kendala yang muncul inilah Toko Lestari  membutuhkan analisis SWOTguna mendapatkan strategi yang tepat dalam  menjalankan usahanya dan dapat memenangkan persaingan baik persaingan  antara usaha sejenis (usaha furnituredan kerajinan rotan), usaha barang-barang  substitusi seperti furniturekayu, furniture plastik, maupun furnituredengan bahan  baku eceng gondok atau bambu, dan pendatang baru di bidang usaha rotan di  sekitar jalan Gatot Subroto. Diharapkan strategi yang dihasilkan dari analisis  SWOTtersebut dapat membuat Bapak Ngatimin mampu menghadapi tantangantantangan usaha rotan saat ini dan mampu bersaing dalam lingkungan industri furnituredi Kota Medan.
 1Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan maka peneliti tertarik  untuk melakukan penelitian dengan judul : “Analisis SWOT pada Toko Lestari  Rattan and FurnitureJl. Gatot Subroto No. 457 Medan.” B. Perumusan Masalah  Berdasarkan latar belakang masalah, maka penulis merumuskan masalah  sebagai berikut : “Apakah analisis SWOTyang dilakukan oleh Bapak Ngatimin  selama ini sudah tepat untuk Toko Lestari Rattan and Furniture?”  C. Kerangka Konseptual  Perencanaan strategis bukan merupakan hasil atau keluaran melainkan  suatu proses yang terus berlangsung. Pemikiran strategis tidak memiliki titik  akhir, dan akibatnya proses perencanaanberlangsung terus menerus. Salah satu  dari proses manajemen strategis adalah mengenali lingkungan internal perusahaan  (Strenght-Weakness) dan lingkungan eksternal perusahaan (Opportunity-Threat)  (Zimmerer, 2002 : 37).
Wirausahawan menilai kekuatan (Strenght) dan kelemahan (Weakness)  perusahaan. Membangun strategi bersaing yang berhasil, mengharuskan  perusahaan untuk memperbesar kekuatanuntuk mengatasi kelemahannya. Setelah  mendaftarkan inventori internal mengenai kekuatan dan kelemahannya, mereka  kemudian beralih kelingkungan eksternal untuk mengidentifikasi peluang  (Opportunity) dan ancaman (Threat) apa saja yang kiranya membawa dampak  yang nyata terhadap bisnis (Zimmerer, 2002 : 42-43).
 1Analisis lingkungan internal (Strength-Weakness) dan lingkungan  eksternal (Opportunity-Threat) perusahaan (Analisis SWOT) adalah identifikasi  berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan  (Rangkuti, 2002).
Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Penelitian  Sumber : Rangkuti (2002) dan Zimmerer (2002 : 37-43) diolah  D. Hipotesis  Hipotesis atau jawaban sementara atas permasalahan yang dikemukakan  adalah sebagai berikut : “Analisis SWOT yang dilakukan oleh Bapak Ngatimin  selama ini sudah tepat untuk Toko Lestari Rattan and Furiture”  Strength  (Kekuatan)  Weakness  (Kelemahan)  Opportunity  (Peluang)  Threat  (Ancaman)  Strategi  Perusahaan   1E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian  1. Tujuan Penelitian  Tujuan dari penelitian ini adalah :  “Untuk mengetahui apakah analisis SWOT yang telah dilakukan oleh  Bapak Ngatimin pada Toko Lestari Rattan and Furnitureselama ini  sudah tepat untuk Toko Lestari Rattan and Furniture”.
2.  Manfaat Penelitian  Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :  a.  Bagi Objek Penelitian (Toko Lestari Rattan and Furniture)  Penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran berupa saran  pada Bapak Ngatimin sebagai pemilik toko untuk mengetahui  apakah analisis SWOTyang dilakukan oleh Bapak Ngatimin selama  ini sudah tepat untuk Toko Lestari Rattan and Furniture.
b.  Bagi Penulis  Memperluas wawasan penulis, khususnya pengetahuan di bidang  manajemen strategi khususnya SWOT, dan menguji kemampuan  berfikir penulis, melalui karya ilmiah dan mencoba menerapkan  teori-teori yang penulis peroleh di bangku perkuliahan dengan  membandingkannya pada kegiatan ekonomi yang terjadi di  masyarakat.
c.  Bagi Pihak Lain  Penelitian ini dapat menjadi bahan referensi bagi penelitian  selanjutnya, serta dapat menjadi bahan pembanding dalam   1melakukan penelitian di masadatang, khususnya penelitian  mengenai analisis SWOTdi lokasi yang berbeda.
F. Metode Penelitian  1. Batasan dan Identifikasi Penelitian  a. Batasan Penelitian  Penelitian ini dibatasi pada Analisis SWOT(Strength, Weakness,  Opportunity, Treath) pada Toko Lestari Rattan and Furniture, agar  menghindari kesimpang siuran dalam membahas dan menganalisis  permasalahan.
b.  Identifikasi Penelitian  Analisis SWOT 1.  Strength(Kekuatan)  Merupakan faktor-faktor internal positif yang dimiliki Toko  Lestari dan mempunyai peran terhadap kemampuan Toko Lestari  Rattan and Furnitureuntuk mencapai tujuannya.
2.  Weakness(Kelemahan)  Merupakan faktor-faktor internal negatif yang dimiliki Toko  Lestari dan mampu merintangikemampuan Toko Lestari Rattan  and Furnitureuntuk mencapai tujuannya.
3.  Opportunity(Peluang)  Merupakan faktor-faktor eksternal positif yang dapat  dimanfaatkan oleh Toko Lestari Rattan and Furnitureuntuk  mencapai tujuannya.
 14.  Treath(Ancaman)  Merupakan faktor-faktor eksternal negatif yang dapat merintangi  kemampuan Toko Lestari Rattan and Furniture untuk mencapai  tujuannya.
2.  Lokasi dan Waktu Penelitian  Penelitian dilakukan di Toko Lestari Rattan and Furniture, yang  berlokasi di Jl. Gatot Subroto No. 457 Medan. Penelitian ini dilaksanakan  mulai bulan Februari-Mei 2009.
3. Jenis dan Sumber Data  Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu :  a. Data Primer, yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek  penelitian, yaitu Toko Lestari Rattan and Furniture. Data primer ini  diperoleh dengan wawancara (interview) dan observasi.
b. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui studi dokumentasi,  baik dari buku-buku referensi,skripsi dan situs internet yang dapat  mendukung penelitian ini.
4.  Teknik Pengumpulan Data   Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah :  a. Pengamatan (Observation), yaitu dengan melakukan pengamatan  langsung terhadap kegiatan operasional pada Toko LestariRattan  and Furniture  untuk memperoleh data atau informasi yang  diperlukan dalam penelitian ini.
b. Wawancara (Interview), yaitu melakukan tanya-jawab langsung  dengan pihak-pihak yang penulis rasa mampu memberikan data yang   2dibutuhkan untuk penelitian ini seperti pemilik, karyawan dan  konsumen Toko Lestari Rattan and Furniture.
c.  Studi Dokumentasi, yaitu dengan cara mengumpulkan data dari  beberapa sumber data dan informasi seperti buku-buku, informasi  dari internet, dan skripsi untuk digunakan sebagai bahan acuan dan  data pendukung yang berkaitan dengan penelitian ini.
5.  Metode Analisis Data  Setelah memperoleh data hasil riset,dianalisis sehingga dapat diperoleh  kesimpulan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah  Analisis Deskriptif Kualitatif. AnalisisDeskriptif Kualitatif adalah metode  analisis yang mencari hubungan secara menyeluruh dan teliti dari suatu  keadaan. Dalam hal ini data aktual dikumpulkan, disusun, diklasifikasikan,  dan dianalisis untuk kemudian diinterpretasikan yang memungkinkan  dilakukan pemecahan masalah yang diselidiki, sehingga memberikan  gambaran dan informasi mengenai masalah tersebut.
Penulis akan meneliti SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Treath)  dari Toko Lestari Rattan and Furnitureuntuk melihat apakah analisis SWOT  yang dilakukan oleh Bapak Ngatimin selama ini sudah tepat untuk Toko  Lestari Rattan and Furniture, dengan melihat faktor-faktor apa saja yang  menjadi Strength (Kekuatan), Weakness(Kelemahan), Opportunity(Peluang),  dan Treath(Ancaman) bagi Toko Lestari  Rattan and Furnituredengan  menggunakan Matriks SWOT.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi