Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH RANCANGAN, FITUR, DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMILIH DISTRO BARCODE



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah
 Salah satu trend pakaian remaja saat ini adalah pakaian ala distro. Sejak era  millenium (tahun 2000-an) digemari banyak remaja, dan tak salah lagi kini  menjadi fenomenal dan bahan pembicaraan kalangan remaja di kota-kota besar  hingga kota-kota kecil. Pasalnya, pakaian ala distro memang punya kualitas  lumayan  bagus  dan harganya cukup terjangkau kantong para remaja maupun  orang dewasa.

Distro, singkatan dari distribution storeatau distribution outlet adalah jenis  toko di Indonesia yang menjual pakaian dan aksesori yang dititipkan oleh  pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri. Distro umumnya merupakan usaha  kecil dan menengah (UKM) dengan merek independen yang dikembangkan  kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro umumnya tidak diproduksi  secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif produk dari distro tersebut.
Keputusan konsumen memilih adalah keputusan yang diambil oleh  konsumen dalam menentukan pilihannya untuk melakukan pembelian yang telah  diperoleh dari evaluasi alternatif. Semakin banyak ataupun sedikit konsumen yang  melakukan pemilihan, maka semakin terlihat jelas distro diminati atau tidak oleh  para konsumen. Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh konsumen adalah  proses pengintegrasian yang mengkombinasikan pengetahuan dan informasi untuk  mengevaluasi alternatif-alternatif dan memilih salah satu diantaranya. Perilaku  konsumen tersebut dipengaruhi oleh faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor   pribadi dan faktor psikologis. Semakin banyak distro maka semakin banyak pula  keputusan yang harus diambil konsumen dalam memilih.
Rancangan, fitur dan kualitas produk yang ingin diteliti oleh penulis disini  adalah bagian dari atribut produk. Rancangan produk adalah sesuatu yang dapat  menarik perhatian dan memberi keunggulan bersaing yang kuat di pasar sasaran.
Fitur produk adalah alat bersaing untuk membedakan produk perusahaan dengan  produk pesaing. Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk untuk  melaksanakan fungsinya, meliputi daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan  operasi dan perbaikan, serta fungsi yang bernilai lainnya. Setiap distro  mempunyai rancangan, fitur dan kualitas produk yang berbeda-beda. Adanya  rancangan, fitur, dan kualitas produk maka konsumen pun dapat mulai melakukan  pemilihan untuk memilih suatu produk. Rancangan, fitur, dan kualitas produk  adalah sebagai faktor yang akan dipertimbangkan konsumen dalam melakukan  pemilihan ataupun pembelian.
Konsep distro berawal pada pertengahan 1990-an di Bandung.  Saat itu  band-band independen di Bandung berusaha menjual merchandise mereka seperti  CD/kaset, t-shirt, dan sticker selain di tempat mereka melakukan pertunjukan.
Bentuk awal distro adalah usaha rumahan dan dibuat etalase dan rak untuk  menjual t-shirt. Selain komunitas musik, akhirnya banyak komunitas lain seperti  komunitas punk dan skateboard yang kemudian juga membuat toko-toko kecil  untuk menjual pakaian dan aksesori mereka. Kini, industri distro sudah  berkembang, bahkan dianggap menghasilkan produk-produk yang memiliki  kualitas ekspor. Pada tahun 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di  Indonesia, dan 300 diantaranya ada di Bandung.
 Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat saat ini, maka  dapat dilihat bahwa sektor dunia usaha ini telah menjadi suatu arena persaingan  yang kuat, sengit dan tidak ada henti-hentinya dari perusahaan yang berperan di  dalamnya. Demikian halnya dengan banyaknya distro yang timbul akhir-akhir ini  mengakibatkan persaingan semakin ketat di antara sesama pengusaha distro di  Medan.
Distro sudah mulai marak di Medan. Setelah Bandung dan Jakarta, Medan  sebagai kota terbesar di luar Jawa, tak kalah menjadi peminat trend ini. Distro  muncul dengan identitas dan ciri khas masing-masing. Memang, keunikan distro  menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda mulai dari remaja hingga kalangan  dewasa pengikut trend terbaru di Medan. Kini sudah ada puluhan distro berdiri di  Medan. Kekhasan distro adalah keterbatasan jumlah setiap koleksi pakaian yang  mereka keluarkan, bukan produksi massal, tampil beda dan tidak pasaran menjadi  kekuatan daya jual produk distro yang jumlahnya terbatas.
Distro tertua di Medan adalah Kontjo Khabe  dan setelah itu banyak  bermunculan distro-distro lain di kota Medan antara lain Hells, Sidewalk, Orange,  Flip Flop,  Pumpin’,  Faithful dan Barcode. Selain menyediakan pakaian dan  aksesoris, distro-distro tersebut juga menawarkan suasana serta tempat yang  nyaman. Oleh karena itu, distro yang ada saat ini bersaing ketat untuk menjadi  yang terbaik. Maka dari itu apabila pengusaha menginginkan hal ini terwujud,  haruslah memiliki kemampuan untuk memberikan suatu produk yang berkualitas  kepada setiap konsumen yang akan memilih produk mereka. Penerapan suatu  produk yang berkualitas mempengaruhi perkembangan distro tersebut, karena   tujuan utama bisnis distro adalah menciptakan kepuasan konsumen dan  mempertahankan konsumen yang sudah dimiliki.
Barcode pertama kali didirikan di Kota Medan pada Tahun 2004. Barcode  merupakan distro yang menjual pakaian dari distro-distro terkenal di kota Jakarta  dan Bandung, seperti Ouval, Bloop, Cosmic, No Label Stuff serta merek-merek  lainnya. Dimana Barcode mengambil pakaian dari distro-distro tersebut dengan  cara konsinyasi barang. Barcode menawarkan produk dengan harga yang sama  dengan harga outlet resmi dimana membuat para remaja tidak harus bersusah  payah untuk membeli produk tersebut di kota asalnya. Barcode menawarkan  produk-produk berupa baju, celana, boxer, sepatu, sendal, tas serta aksesoris  lainnya yang merupakan produk up to date dari merek tersebut.
Tabel 1.1 Data pendapatan Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan dari tahun 2005-2009  No.  Tahun  Pendapatan  Persentase 1.  2005  391.299.000,00  100 % 2.  2006  490.782.400,00  25,4 % 3.  2007  284.634.225,00  -42 % 4.  2008  256.290.950,00  -9,9 % 5.  2009  181.743.900,00  -29,1 % Sumber : Data Pendapatan Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan (Data  Diolah)  Pada Tabel 1.1 dapat dilihat bahwa pendapatan Distro Barcode Jl. Cik Ditiro  Medan meningkat sebanyak 25,4 % pada tahun 2006, namun pendapatannya terus  menurun sejak tahun 2007 sampai dengan tahun 2009.
 Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan kurang memperhatikan konsep dari  rancangan, fitur dan kualitas produknya sejak tahun 2007. Sementara di kota  Medan semakin banyak distro yang bermunculan dengan rancangan, fitur, kualitas  produk yang mengikuti tren yang sedang diminati pada saat itu. Sedangkan  rancangan, fitur dan kualitas produk merupakan elemen penting yang  mempengaruhi keputusan konsumen memilih.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka penulis tertarik untuk  melakukan penelitian pada Distro Barcode dengan judul “Pengaruh Rancangan,  Fitur, Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Konsumen Memilih Distro  Barcode Jl. Cik Ditiro Medan”.
B. Perumusan Masalah Adapun yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah : Apakah  Rancangan, Fitur, dan Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan  terhadap keputusan konsumen memilih Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan.
C. Kerangka Konseptual Menurut Sugiono (2006 : 49), “Kerangka konseptual merupakan sintesa  tentang hubungan antar variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah  dideskripsikan”. Seiring dengan banyaknya distro yang ada di kota Medan maka  penulis ingin mengetahui bagaimana Rancangan, Fitur,  dan Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen memilih Distro  Barcode Jl. Cik Ditiro Medan.
 Berdasarkan uraian diatas maka dibuat kerangka konseptual sebagai  berikut : Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Sumber : Kerangka Konseptual Berdasarkan Teori Kotler &  Amstrong (2001) (diolah) D. Hipotesis Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah dan kerangka konseptual,  maka hipotesis yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut :  “Rancangan, Fitur dan Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan  terhadap keputusan konsumen memilih Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan”.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Mengetahui dan menganalisis pengaruh Rancangan, Fitur dan Kualitas  Produk terhadap keputusan konsumen memilih Distro Barcode Jl. Cik Ditiro  Medan.
Rancangan Produk (X1)  Keputusan Konsumen  Memilih (Y) Fitur Produk (X2)  Kualitas Produk (X3)   2. Maanfaat Penelitian a. Bagi Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan wawasan  dengan menghubungkan teori yang dapat di dalam perkuliahan dengan  kenyataan serta dapat memperdalam pengetahuan penulis tentang  Rancangan, Fitur, dan Kualitas Produk.
b. Bagi Distro Barcode Penelitian diharapkan dapat memberikan masukan bagi Distro Barcode Jl.
Cik Ditiro Medan untuk dapat mengetahui Rancangan, Fitur dan Kualitas  Produk sebagai bahan pertimbangan bagi pengembangan produk yang  dapat mempengaruhi minat beli konsumen di masa yang akan datang.
c. Bagi Peneliti Lanjutan Diharapkan hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi bagi  peneliti lain yang ingin melakukan penelitian di masa yang akan datang  mengenai Rancangan, Fitur dan Kualitas.
F. Metode Penelitian  1. Batasan Operasional Penelitian ini mengkhususkan pembahasan mengenai Rancangan, Fitur dan  Kualitas Produk terhadap keputusan konsumen memilih Distro Barcode Jl. Cik  Ditiro Medan.
Variabel-variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah : a.  Variabel Independen yaitu : Rancangan (X1), Fitur (X2) dan Kualitas (X3).
b.  Variabel Dependen Keputusan Konsumen (Y).
 2. Defenisi Operasional Variabel Independen (X) dalam penelitian ini adalah terdiri dari : a.  Rancangan Produk (X1)  adalah yang dapat menarik perhatian  dan  memberi keunggulan bersaing yang kuat di pasar sasaran.
b.  Fitur Produk (X2)  adalah alat bersaing untuk membedakan produk  perusahaan dengan produk pesaing.
c.   Kualitas Produk (X3) adalah  kemampuan suatu produk untuk  melaksanakan fungsinya, meliputi: daya tahan, keandalan, ketepatan,  kemudahan operasi dan perbaikan, serta fungsi yang bernilai lainnya.
d.  Keputusan Konsumen Memilih (Y) adalah keputusan yang dipengaruhi  oleh faktor-faktor pribadi dan psikologis.
 Adapun indikatornya adalah sebagai berikut :  Tabel 1.2  Batasan Operasional Indikator Variabel Variabel  Indikator Variabel  Skala Pengukuran Rancangan Produk (X1)  a. Produk mengikuti Trend b. Produk yang ditawarkan  menarik c. Rancangan Produk  Beranekaragam d. Produk sesuai dengan  selera Pasar  Skala Likert Fitur Produk (X2)  a. Motif Bervariatif b. Memiliki Produk  Andalan c. Banyak  Keanekaragaman Pakaian  dan Aksesoris d. Perancang  Berpengalaman Skala Likert Kualitas Produk (X3)  a. Bahan Baku Berkualitas b. Produk Nyaman  Digunakan  c. Kualitas Produk  Terjamin Skala Likert Keputusan Konsumen (Y) a. Rancangan dan Fitur  yang sesuai dengan usia b. Rancangan dan Fitur  yang sesuai dengan  kepribadian c. Rancangan dan Fitur  yang sesuai dengan selera d. Memilih karena percaya  terhadap kualitas produk Skala Likert Sumber : Baros, 2007 yang telah diolah peneliti  3. Skala Pengukuran Data Skala pengukuran data yang digunakan adalah Skala Likert.
Menurut Sugiono (2006 : 86), “Skala Likert digunakan untuk mengatur sikap,  pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok tentang fenomena sosial. Dalam  penelitian fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang  selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.” Kriteria pengukuran data adalah sebagai berikut : 5 = Sangat Setuju 4 = Setuju 3 = Cukup Setuju 2 = Tidak Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju 4. Waktu dan Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni sampai Agustus  2010 yang  berlokasi di Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan.
5. Populasi dan Sampel a. Populasi  Menurut Kuncoro (2003 : 103), “Populasi adalah kelompok elemen yang  lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, atau kejadian dimana kita tertarik  untuk mempelajarinya atau menjadi objek penelitian”. Pada penelitian ini yang  menjadi populasi adalah seluruh konsumen yang melakukan transaksi di Distro  Barcode Jl. Cik Ditiro Medan selama tiga bulan sebanyak 600 orang.
 b. Sampel Sampel yang dipilih menggunakan metode purposive sampling,  dimana  sampel dipilih dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2004 : 78) yaitu 10% dari  populasi, dimana jumlah konsumen adalah 600 orang. Adapun kriteria yang  diambil adalah konsumen Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan yang minimal 2  kali melakukan transaksi. Menurut Gay dalam Umar (2004:79), jumlah ini sudah  di anggap representative untuk mewakili populasi. Maka sampel yang digunakan  dalam penelitian ini adalah 60 orang.
6. Jenis dan Sumber Data a.  Data Primer, yaitu : data yang diperoleh dari responden terpilih pada lokasi  penelitian melalui kuisioner dan wawancara kepada responden.
b.  Data Sekunder, yaitu : data dari perusahaan dan studi kepustakaan.
7. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a.  Wawancara  Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan  pihak Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan oleh Pemilik Distro Barcode dan  konsumen Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan sebagai responden penelitian.
b.  Kuisioner Pada penelitian ini dilakukan penyebaran kuisioner kepada sampel yang  terdiri dari konsumen Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan.
 c.  Studi Dokumentasi Dengan memperoleh data melalui buku-buku, dokumen, internet dan literatur  yang ada hubungannya dengan masalah Rancangan, Fitur dan Kualitas  Produk yang diteliti.
8. Teknik Analisis Data a.  Analisis Deskriptif Analisis deskriptif digunakan untuk menafsirkan data-data dan keterangan  yang diperoleh dengan jalan mengumpulkan, menyusun, dan mengklasifikasikan  data-data yang diperoleh dan selanjutnya dianalisis sehingga diperoleh gambaran  yang sebenarnya mengenai Distro Barcode Jl. Cik Ditiro Medan.
b.  Analisis Statistik 1.  Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk menguji apakah daftar  pertanyaan (kuisioner) layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Valid  artinya data yang diperoleh melalui daftar pertanyaan dapat menjawab tujuan  penelitian. Reliabel artinya data yang diperoleh dari hasil pertanyaan konsisten  bila digunakan peneliti lain untuk mengukur objek yang sama. Uji Validitas Dan  Reliabilitas menggunakan bantuan program SPSS versi 16.00. Uji validitas dan  reliabilitas dilakukan diluar sampel yaitu sebanyak 30 org pada konsumen Distro  Shopaholic Jl. Wahid Hasyim Medan.
2. Uji Asumsi Klasik Uji Asumsi Klasik dilakukan sebelum melakukan analisis regresi, agar didapat  perkiraan yang tidak biasa dan efisiensi maka dilakukan pengujian asumsi klasik  yang harus dipenuhi,yaitu :  a.  Uji Normalitas Uji normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi data mengikuti atau  mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan  pendekatan Kolmogrov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5%  maka jika nilai Asymp.sig. (2-tailed) diatas nilai signifikan 5% artinya variabel  residua l berdistribusi normal (situmorang, dkk, 2008 : 62).
b.  Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas varians variabel independen adalah konstan untuk  setiap nilai tertentu variabel independen (homokedastisitas). Model regresi yang  baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas diuji dengan  menggunakan uji Glejser dengan pengambilan keputusan jika variabel independen  signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi  terjadi heteroskedastisitas. Jika probabilitas signifikannya diatas tingkat  kepercayaan 5% dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya  heteroskedastisitas.
c.  Uji Multiko linearitas Variabel independen yang satu dengan yang alin dalam model regresi  berganda tidak saling berhubungan secara sempurna atau mendekayi sempurna.
Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinearitas dapat dilihat dari  besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program  SPSS. Nilai umum yang biasa dipakai adalah nilai Tolerance > 1, atau nilai VIF <  5, maka tidak terjadi multikolinearitas (Situmorang,dkk, 2008 : 104).
 3.  Metode Regresi Berganda Untuk mengetahui pengaruh atau hubungan variabel bebas dan variabel tidak  bebas dengan menggunakan metode regresi berganda (Multiply Regression)  dengan menggunakan bantuan SPSS versi 16.00.
Rumusnya adalah sebagai berikut : Yi = a +b1X1 + b2X2 + b3 X3 + e Dimana : Yi   =   Pelanggan a   =   Konstanta b1,3  =  Koefisien Regresi X1  =   Rancangan Produk X2  =   Fitur Produk X3  =   Kualitas Produk e   =   Standart Error c.  Uji Ketetapan (Goodness of Fit).
1.  Uji Signifikan Simultan (Uji – F) Uji F statistik digunakan untuk menguji keberanian pengaruh dari seluruh  variabel bebas (Xi) secara bersama-sama (serentak) terhadap variabel tidak bebas  (Yi).
1.) H0 : b1,b2,b3 = 0 Artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersamasama dari seluruh variabel bebas (X) terhadap variabel tidak bebas (Y).
2.) Ha : b1,b2,b3 ≠ 0 Artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan secara bersama-sama dari seluruh variabel bebas (X) terhadap variabel tidak bebas (Y).
 Kriteria pengambilan keputusan yaitu :  H0 diterima jika F hitung < F tabel Ha diterima jika F hitung > F tabel Pada tingkat kepercayaan 95 % 2.  Uji Signifikan Parsial (Uji – t) Uji statistik t disebut juga sebagai uji signifikasi individual. Uji ini  menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara parsial terhadap  variabel dependen.
Bentuk pengujiannya adalah : H0  : b1  = 0, artinya suatu variabel independen secara parisal tidak  berpengaruh terhadap variabel dependen.
Ha : b2 ≠ 0, artinya variabel independen secara parsial berpengaruh terhadap  variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputusan yaitu : Jika probabilitas < 0.05, maka H0 diterima Jika probabilitas > 0.05, maka Ha diterima 3.  Koefisien Determinasi (R²) Pengujian kontribusi pengaruh dari seluruh variabel bebas (X) secara  bersama-sama terhadap variabel tidak bebas (Y) dapat dilihat dari koefisien  determinasi berganda (R²), dimana 0 < R² < 1 hal ini menunjukkan jika R²  semakin dekat dengan nilai 1, maka pengaruh variabel bebas terhadap variabel  tidak bebas semakin kuat dan begitu juga sebaliknya.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi