Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH RELATIONSHIP MARKETING TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PADA PT. ANTAR LINTAS SUMATERA



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang
 Perubahan dalam dunia usaha yang semakin cepat mengharuskan  perusahaan untuk merespon setiap perubahan yang terjadi di dalam segala bidang,  baik produksi maupun jasa. Problem sentral yang dihadapi perusahaanperusahaan saat ini adalah bagaimana perusahaan tersebut menarik pelanggan dan  mempertahankannya agar perusahaan tersebut dapat bertahan dan berkembang,  tujuan tersebut akan tercapai jika perusahaan melakukan proses pemasaran.

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh  perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan aktivitas perusahaan, tetapi  dalam pemasaran modern seperti ini paradigma pemasaran telah bergeser, tidak  hanya menciptakan transaksi untuk mencapai keberhasilan pemasaran, tetapi  perusahaan juga harus menjalin hubungan dengan pelanggan dalam waktu yang  panjang. Paradigma ini disebut dengan  relationship marketing  (hubungan  pemasaran). Dasar pemikiran dalam praktek pemasaran ini adalah membina  hubungan yang lebih dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah dengan  mengelola suatu hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan  perusahaan.
Relationship marketing  mampu memperdayakan kekuatan keinginan  pelanggan dengan tekanan tekhnologi informasi untuk memberikan kepuasaan  pada pelanggan. Cakupan relationship marketing ini meliputi tuntutan manajemen  mutu terpadu secara global untuk menghadapi kebutuhan bisnis pelanggan dengan   lebih agresif. Strategi bisnis difokuskan pada kelanggengan dan pemuasan  pelanggan serta bekerja untuk mengantisipasi kebutuhan serta penyesuaian hasil  produk. Salah satu indikator yang cukup handal untuk kelangsungan hidup dan  keuntungan dari suatu proses bisnis adalah kelanjutan dari kepuasan pelanggan,  diperkirakan untuk menarik satu pelanggan baru diperlukan biaya mulai dari lima  sampai lima belas kali, dibandingkan dengan menjaga hubungan dengan satu  pelanggan lama.
Relationship marketing adalah hubungan dan ikatan jangka panjang antara  produsen, konsumen dan pemasok serta pelaku lainnya, intinya menyangkut  hubungan yang langgeng, hubungan yang langgeng, saling percaya dan  ketergantungan antara produsen dan konsumen. Konsep relationship marketing sangat menekankan pada pentingnya hubungan baik dalam jangka panjang antara  konsumen dan infrasutruktur pemasaran, yang dapat menciptakan kesadaran  dalam bentuk hubungan dan komitmen yang menyeluruh.
Relationship marketing  merupakan pendekatan yang bersifat jangka  panjang, dimana hal ini berbeda dengan pendekatan pemasaran tradisional yang  lebih berorientasi pada tujuan jangka pendek. Tujuan dari pemasaran  transaksional adalah untuk mendapatkan pelanggan semata, sedangkan tujuan dari  relationship marketing  adalah untuk mendapatkan dan mempertahankan  pelanggan.
Relationship marketing adalah pengenalan setiap pelanggan secara lebih  dekat dengan menciptakan komunikasi dua arah  dengan mengelola suatu  hubungan yang saling menguntungkan antara pelanggan dan perusahaan. Untuk   menghasilkan kepuasan pelanggan melalui program relationship marketing,  perusahaan  sangat perlu memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Relationship  marketing yang terdiri  financial benefit, social benefit, dan  structural ties telah menjadi landasan dari kegiatan komunikasi pemasaran pada  pelanggan yang telah dimiliki oleh PT ALS. Ketiga pendekatan ini saling  berhubungan dan terikat dalam menciptakan hubungan yang lebih erat lagi kepada  penumpang sehingga terjalin suatu persahabatan.
Relationship  marketing  ini biasanya lebih sering digunakan dalam  perusahaan jasa. Penelitian ini memfokuskan pada implementasi proses  relationship  marketing  pada perusahaan  transportasi, karena transportasi  merupakan salah satu penyedia jasa yang menerapkan adanya keramahtamahan  dengan konsumen.
Transportasi merupakan suatu sarana yang sangat penting dalam  membantu roda perekonomian. Suatu daerah tidak dapat berdiri sendiri secara  total dalam memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri, sehingga daerah tersebut  membutuhkan daerah lain sebagai pendukung, sarana penghubungnya adalah  pengangkutan atau transportasi. Dewasa ini, perkembangan persaingan bisnis bus  antar kota dan lintas provinsi baik yang kecil maupun yang besar sangat ketat.
Keputusan untuk menggunakan jasa bus antar kota lintas provinsi yang baik dan  sesuai dengan kebutuhan adalah jawaban yang tepat dari masalah kebutuhan yang  dirasakan konsumen. Konsumen tersebut membutuhkan pelayanan dan  kenyamanan sewaktu di perjalanan, serta keamanan untuk sampai ke tujuan  dengan selamat, dengan perilaku tersebut maka muncullah pelayanan jasa   dibidang transportasi dengan Rute Medan_Padang yang dikelola oleh banyak  perusahaan yang memiliki rute yang sama.
PT. Antar Lintas Sumatera (ALS) merupakan salah satu perusahaan jasa  angkutan yang terbesar, yang telah beroperasi di Medan sejak tahun 1969. Jenis  kenderaan yang digunakan pertama kali adalah Merzedes Benz dengan 8 (delapan)  armada dan rata-rata penumpang sebanyak 40 orang. Saat ini armada yang  dimiliki PT. ALS sudah mencapai 293 armada. PT. ALS saat ini telah memiliki  izin beroperasi ke berbagai daerah di Sumatera dan Jawa.
Tabel 1.1 Jenis dan Jumlah Kapasitas PT.ALS Rute Medan-Padang  Pada Tahun 2009 No.  Jenis  Kapasitas 1  Ekonomi  45 seat 2  AC Non Toilet  45 seat 3  AC Toilet  35 seat 4  Super Eksekutif 2.1  21 seat 5  Super Eksekutif 2.8  28 seat Sumber: PT.ALS., 2010. (Data Diolah) Tabel 1.1 dapat kita lihat bahwa kapasitas seat pada bus PT. ALS Rute  Medan-Padang dari jenis kelas Ekonomi dan AC Non Toilet lebih besar daripada  jenis lainnya yaitu sebanyak 45 seat, sementara  kelas Super Eksekutif 2.1  memiliki jumlah seat  yang paling sedikit hanya sebanyak 21 seat.  Hal ini  dikatenakan jumlah seat yang telah disesuaikan dengan jenis bus, agar tetap dapat  menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.
Umumnya pengguna bus PT. ALS merupakan penumpang yang bekerja di  Medan atau daerah yang dilewati oleh rute tersebut, para penumpang, dan  mahasiswa yang ingin berlibur ke Medan maupun ke Padang. Hari libur seperti   hari Sabtu dan Minggu, serta hari-hari libur lainnya akan terjadi lonjakan  penumpang yang begitu padat, harga tiket pada PT. ALS juga bervariasi sesuai  dengan jenis bus. Jumlah penumpang PT. ALS Rute Medan-Padang Kelas Super  Eksekutif 2.1 dapat kita lihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2 Jumlah Pelanggan Kelas Ekonomi PT. ALS  Rute Medan-Padang Kelas Super Eksekutif 2.1  Pada Tahun 2009 No.  Bulan Jumlah Penumpang (Orang)  1  Januari  459  2  Februari  422  3  Maret  475 4  April  462 5  Mei  480 6  Juni  689  7  Juli  736 8  Agustus  598 9  September  462  10  Oktober  562  11  November  489 12  Desember  580 Jumlah  6384 Sumber: PT. ALS., 2010. (Data Diolah) Tabel 1.2 dapat kita lihat bahwa pada tahun 2009 PT. ALS Rute MedanPadang Kelas Super Eksekutif 2.1 memiliki jumlah pelanggan yang naik turun  tiap bulannya, dan terlihat pula bahwa jumlah pelanggan terbanyak pada bulan  Juli, yaitu sebanyak 736 atau sebesar 11,53%. Jumlah pelanggan sedikit terdapat  pada bulan Februari yaitu sebanyak 422 orang atau sebesar 6,61%. Penurunan dan  kenaikan jumlah penumpang ini diduga karena kurangnya Relationship Marketing yang diciptakan oleh PT. ALS, disamping semakin ketatnya persaingan antar  perusahaan transportasi.
 Tujuan dari suatu bisnis pada dasarnya adalah menciptakan kepuasan pada  pelanggan, dapat dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan atau keinginan, dan  harapan mereka. Salah satu cara agar dapat merebut pangsa pasar adalah dengan  memperoleh pelanggan dalam jumlah banyak, dan tentu saja mampu memberikan  nilai kepuasan pada pelanggan. Hal inilah yang dilakukan perusahaan untuk  menghadapi persaingan bisnis transportasi yang semakin gencar.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah  yang telah diuraikan, maka  perumusan masalah dalam penelitian ini adalah: ”Apakah terdapat pengaruh  positif dan signifikan antara Relationship Marketing terhadap kepuasan pelanggan  pada PT. Antar Lintas Sumatera (ALS) Rute Medan Padang Kelas Super  Eksekutif 2.1?” C. Kerangka Konseptual Kepuasan pelanggan adalah suatu tingkatan dimana perkiraan kinerja  produk sesuai dengan harapan pembeli, (Kotler; Amstrong, 2001:298).
Perusahaan harus memutuskan tingkat dimana mereka ingin membangun  hubungan dengan segmen pasar dan pelanggan yang berbeda. Pemasaran pada  saat ini lebih mengkhususkan untuk membangn ikatan yang lebih kuat  dengan  pelanggan melalui manfaat financial, social, dan ikatan struktural.
Perusahaan dapat membangun ikatan yang lebih kuat, dengan membangun  nilai dan kepuasan pada pelanggan melalui 3 pendekatan, yakni Financial Benefit,   Social Benefit, dan Structural Ties, (Kotler; Amstrong, 2001: 304). Berdasarkan  uraian diatas, maka dapat dibuat kerangka konseptualnya yang dapat kita lihat  pada Gambar 1.1.
Relationship Marketing (X): Gambar: 1.1 Kerangka Konseptual Sumber: Kotler; Amstrong (2001:304) D. Hipotesis Sehubungan dengan adanya rumusan masalah, maka hipotesis pada  penelitian ini adalah: “Relationship  Marketing  memiliki pengaruh positif dan  signifikan terhadap kepuasan pelanggan pada PT. ALS Rute Medan – Padang  Kelas Super Eksekutif 2.1”.
Financial  Benefit (X1) Social  Benefit (X2) Structural  Benefit (X3) Kepuasan Pelanggan (Y)  E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Manfaat Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh  “Relationship  Marketing  yang terdiri dari Financial Benefit, Social  Benefit, dan Structural Ties terhadap kepuasan pelanggan PT. ALS Rute  Medan – Padang Kelas Super Eksekutif 2.1”.
2.  Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian ini adalah: a.  Bagi Perusahaan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan bahan  masukan tentang “Relationship  Marketing” yang dapat menciptakan  kepuasan pelanggan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.
b.  Bagi Peneliti Lain Penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai referensi yang  dapat menjadi bahan perbandingan dalam melakukan penelitian  selanjutnya dimasa yang akan datang.
c.  Bagi Penulis Penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan  teori-teori yang diperoleh selama dibangku kuliah serta memperluas  wawasan penulis mengenai “Relationship  Marketing”  terhadap  kepuasan pelanggan.
 F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasionalisasi Batasan operasional dalam penelitian ini adalah: a.  Variabel Independen (X) terdiri dari: Financial  Benefit (X1), Sosial  Benefit (X2), Structural Ties (X3) b.  Variabel Dependen (Y) adalah kepuasan pelanggan PT. ALS Rute  Medan – Padang Kelas Super Eksekutif 2.1 2.  Definisi Operasionalisasi  Penelitian ini terdapat dua variabel yang akan diteliti, terdiri dari: a.  Variabel Bebas, yaitu:  Relationship Marketing:  Hubungan Pemasaran (Relationship Marketing)  adalah strategi  pemasaran jangka panjang yang dimiliki oleh PT. ALS untuk  mengembangkan dan meningkatkan hubungan ikatan jangka  panjang yang terus menerus dengan penumpang, terdiri dari: 1)  Financial Benefit (X2) Manfaat Finansial (Financial Benefit) adalah pemberian manfaat  keuangan dan ekonomis berupa penghematan biaya yang  dikeluarkan oleh penumpang, baik dengan harga tiket maupun  harga makanan yamg disediakan di stasiun, pemberian diskondiskon khusus serta promo perjalanan lain pada waktu tertentu.
 2)  Social Benefit (X3) Manfaat Sosial (Social Benefit)  adalah peningkatan hubungan  dengan mempelajari kebutuhan dan keinginan para penumpang  bahkan memberikan sesuatu yang sifatnya pribadi. Perhatian  khusus yang diberikan pada penumpang yang diwujudkan melalui  pelayanan, informasi mengenai tiket perjalan, serta suara layanan  konsumen.
4)  Structural Ties (X4) Ikatan Struktural (Structural Ties) adalah membangun hubungan  yang lebih kuat dengan penumpang, dalam hal ini StructuralTies mengarah pada penghargaan dan penertian yang tinggi yang  diberikan perushaan kepada konsumennya. Ikatan struktural  tercipta melalui penyediaan jasa kepada klien yang dirancang  khusus dalam sistem penyampaian jasa kepada klien berangkutan,  sehingga konsumen merasa dihargai dan mempunyai ikatan yang  kuat terhadap perusahaan.
b.  Variabel Terikat, yaitu: Kepuasan Pelanggan (Y) adalah tingkat perasaan penumpang PT. ALS  Rute  Medan –  Padang Kelas Super Eksekutif 2.1  setelah  membandingkan hasil yang dirasakan dengan harapannya. Kepuasan  pelanggan mempunyai deskripsi yakni memenuhi tingkat kepuasan  pelanggan berdasarkan kriteria kinerja spesifik, seperti kualitas,  layanan, atau keandalan pengiriman tepat waktu.
 Berdasarkan definisi operasional yang telah dikemuka n, maka peneliti  merumuskan mekanisme penganalisaan variabel, yang dapat kita lihat  pada Tabel 1.3.
Tabel 1.3 Operasionalisasi Variabel Variabel  Indikator  Skala Ukur Financial Benefit (X1) a. Harga yang ditawarkan tidak  terlalu mahal dibandingkan  dengan jasa perusahaan angkutan  lainnya.
b. Kenaikan tarif harga berlaku pada  hari libur nasional.
c. Pemberian diskon khusus kepada  penumpang.
Skala Likert Social Benefit (X2)  a. Pemberian informasi yang akurat  pada penumpang mengenai  informasi keberangkatan.
b. Petugas ticketing antusias  membantu para calon penumpang  dalam hal pembelian tiket  perjalanan.
c. Supir dan Kernet bersikap sopan  dan ramah Skala Likert Structural Ties (X3)  a. Tersedianya layanan pemesanan  tiket melalui via telephone.
b. Tersedianya layanan jasa  pengiriman barang.
c. Adanya hotline service  d. Tersedianya suara kotak  konsumen Skala Likert Kepuasan Pelanggan (Y) a.  Perasaan puas dengan  keseluruhan pelayanan saat  menggunaan jasa transportasi  ALS.
b.  Pelayanan supir dan kernet sesuai  dengan harapan penumpang.
c.  Fasilitas di dalam bus memenuhi  harapan penumpang Skala Likert Sumber: Kotler; Amstrong (2001). (Data Diolah Penulis)   3.  Skala Pengukuran Variabel Pengukuran variabel bebas dan terikat pada penelitian ini menggunakan  Skala Likert. Tujuannya untuk mengukur sikap; pendapat; dan persepsi  yang akan diukur, dijabarkan menjadi indikator variabel dan dijadikan  sebagai titik tolak untuk  menyusun item – item instrumen dengan  menghadapkan responden terhadap pernyataan kemudian memberikan  jawaban atas pernyataan yang diajukan.  Dalam melakukan penelitian  terhadap variabel –variabel yang akan diuji, pada setiap jawaban akan  diberi skor (Sugiyono, 2006:86).  Skala Likert  menggunakan lima  tingkatan jawaban yang dapat berbentuk sebagai berikut:  Tabel 1.4 Instrumen Skala Likert No.  Pernyataan  Skor 1.  Sangat Setuju (SS)  5 2.  Setuju (S)  4 3.  Kurang Setuju (KS)  3 4.  Tidak Setuju (TS)  2 5.  Sangat Tidak Setuju (STS)  1 Sumber : Sugiyono, (2006 : 87)  4.  Tempat Dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada PT. ALS Rute Medan – Padang Kelas  Super Eksekutif 2.1 yang berlokasi di Jl. Sisingamangaraja Km 6,5  Medan. Waktu penelitian mulai Oktober sampai dengan Desember2010.
5.  Populasi Dan Sampel a. Populasi Populasi pada penelitian ini adalah jumlah rata-rata penumpang yang  menggunakan jasa transportasi bus PT. ALS Rute Medan – Padang   Kelas Super Eksekutif 2.1 pada tahun 2009, yaitu 499 penumpang,  kecuali jumlah penumpang dibulan Juni danJuli.
b.  Sampel Penelitian ini menggunakan sampel dengan menggunakan rumus  Slovin, (Ginting, 2008:132) dengan rumus: 2 1 Ne N n + = Dimana:  n = Jumlah Sampel N = Julah Populasi e = Batas Kesalahan = 10% sehingga jumlah sampel menjadi: 2 )1.0(4991 499 + = n n = 83.30 atau 84 penumpang Jumlah sampel yang diambil adalah 84 orang atau penumpang.
Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive  sampling, yaitu penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu  (Sugiono, 2008:122). Kriteria yang ditetapkan yaitu penumpang yang  memakai jasa transportasi bus lebih dari dua (2) kali.
6.   Tekhnik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai  berikut:   a.  Studi dokumentasi Pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari informasi  berdasarkan dokumen-dokumen maupun arsip-arsip perusahaan yang  berkaitan dengan penelitian, seperti sejarah perusahaan, struktur  organisasi, bidang-bidang pekerjaan, dan jumlah pegawai.
b.  Kuesioner Metode pengumpulan data dengan membuat daftar pertanyaan dalam  bentuk angket kepada pelanggan yang telah ditetapkan sebagai sampel  atau responden penelitian.
7.  Jenis Data Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan  data sekunder : a.  Data Primer Data diperoleh langsung dari objek penelitian, dimana data ini  memerlukan pengolahan lebih lanjut seperti hasil kuesioner yang  disebar kepada responden.
b. Data Sekunder Data yang berisikan informasi dan teori-teori yang digunakan untuk  mendukung penelitian yang dilakukan. Peneliti mendapat data skunder  dari buku-buku, internet, dan literatur.
 8.  Uji Validitas dan Reliabilitas a.  Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk menunjukkan kevalidan atau kesahihan  suatu instrumen. Sebuah instrumen dikatakan valid apabila mampu  mengukur apa yang diinginkan serta mampu mengungkap data dari  variabel yang diteliti secara tepat (Arikunto, 2002:144). Penelitian ini  menggunakan alat kuesioner, karena itu uji validitas dilakukan untuk  menguji data yang telah didapat setelah penelitian apakah merupakan  data yang valid atau tidak dengan menggunakan alat ukur kuesioner  tersebut. Pengujian validitas dilakukan pada penumpang PT. ALS Rute  Medan – Kota Nopan Kelas Super Eksekutif 2.1 dengan jumlah  responden sebanyak 30 orang, dengan menggunakan Software SPSS 15.00 for windows dengan kriteria sebagai berikut: Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan dikatakan valid Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan dikatakan tidak valid.
b.  Uji Reliabilitas Reliabilitas  menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu  instrumen dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul  data karena innstrumen itu sudah baik (Arikunto, 2002:154).
Reliabilitas menunjukkan tingkat kestabilan, konsistensi, dan atau  kehandalan instrumen untuk menggambarkan gejala seperti  apa  adanya. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila instrumen tersebut  digunakan untuk subjek yang sama, dalam waktu dan kondisi yang   berbeda, tetap menunjukkan hasil yang sama. Adapun kriteria dari  pengujian reliabilitas adalah: Jika r alpha positif atau > r tabel, maka pertanyaan reliabel.
Jika r alpha negatif atau < r tabel, maka pertanyaan tidak reliabel.
9.  Metode Analisis Data  a.  Metode Analisis Deskriptif Suatu metode analisis dimana data-data yang  dikumpulkan,  diklasifikasikan, dianalisis, dan  diinteprestasikan secara objektif  sehingga memberikan informasi dan gambaran mengenai topik yang  akan dibahas.
b.  Metode Analisis Statistik (1) Analisis Regresi Linear Berganda Analisis Regresi Linear Berganda bertujuan untuk mengetahui  seberapa besar pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel  terikat.  Model regresi linear berganda yang digunakan adalah  (Sugiyono, 2006:211) :  Y = a + b1X1  + b2X2  + b3X3 +  e  Dimana:   Y   =  Kepuasan pelanggan pada PT. ALS Rute Medan – Padang Kelas Super Eksekutif 2.1   a   =   Konstanta  b1,2,3  =   Koefisien regresi berganda  X1  =  Financial Benefit X2  =  Social Benefit X3  =  Structural Ties   e   =  Kesalahan pengganggu (Standard error)  (2) Pengujian Asumsi Klasik Model regresi berganda harus memenuhi syarat asumsi klasik  sebelum data tersebut dianalisis, adapun syarat asumsi  klasik  tersebut (Ghozali 2005:91) meliputi: a)  Uji Normalitas Uji Normalitasbertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah  model regresi, variabel pengganggu atau residual mempunyai  distribusi normal  atau  tidak (Ghozali, 2005:110). Model yang  paling baik adalah distribusi data normal atau mendekati  normal. Uji ini dilakukan melalui analisis  Kolmogorov  Smirnov.
b)  Uji Multikonealiritas Uji Multikonealiritas digunakan untuk menguji apakah dalam  model sebuah regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi  antar variabel bebas (Ghozali, 2005:91). Untuk mendeteksi ada  atau tidaknya multikonealiritas di dalam model regresi dapat  dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan  VIF (Variance  Inflation Factor) melalui program SPSS versi 15.00. Dengan  ketentuan: Bila VIF>5 maka terdapat masalah multikolinearitas Bila VIF<5 maka tidak terdapat masalah multikolinearitas.
 c)  Uji Heteroskedastisitas Uji Heteroskedastisitasdigunakan untuk menguji apakah dalam  model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu  pengamatan ke pengamatan lain. Jika suatu pengamatan ke  pengamatan lain sama, maka disebut homoskedastisitas. Cara  mendeteksinya adalah dengan melihat ada tidaknya pola  tertentu pada grafik scatterplot yang disajikan, terlihat titik-titik  menyebar secara acak tidak membentuk suatu pola tertentu  yang jelas serta tersebar baik di atas maupun dibawah angka  nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi  heteroskedastisitas pada model regresi.
(3) Pengujian Hipotesis Model regresi yang sudah memenuhi syarat asumsi klasik tersebut  akan digunakan untuk menganalisis, melalui pengujian hipotesis  yaitu: a)  Uji Statistik-t Uji Statistik-t  dilakukan untuk melihat secara parsial  bagaimana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Model hipotesis yang digunakan dalam Uji Statistik-t ini  adalah: H0 : b1, b2, b3 = 0, artinya variabel bebas secara parsial tidak  berpengaruh terhadap variabel terikat   H0 : b1, b2, b3 ≠0, artinya variabel bebas parsial berpengaruh  terhadap variabel terikat.
b)  Uji Signifikansi Simultan (Uji Statistik-F)  Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui signifikansi dari  seluruh variabel bebas secara bersama-sama atau secara  simultan terhadap variabel terikat.  Bentuk pengujiannya adalah:  H0 : b1 = b2 = b3 =  0, artinya tidak ada pengaruh yang  signifikan secara bersama-sama dari variabel bebas (X1),  (X2) dan (X3) terhadap variabel terikat (Y).
 H0 : b1 ≠   b2  ≠ b3 ≠  0, artinya terdapat pengaruh yang  signifikan secara bersama-sama dari variabel terikat (Y).
Kriteria penilaian hipotesis pada uji-F ini adalah: Terima H0 bila Fhitung ≤ Ftabel pada α = 5%.
Tolak H0 (terima Ha) bila Fhitung > Ftabel pad α = 5%.
c) Koefisien Determinasi ( 2 R)  Koefisien Determinasi ( 2 R) mengukur seberapa besar  kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Jika  2 R  semakin besar nilainya (mendekati satu), maka dapat  dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3) adalah  kuat terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang  digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel  bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi