BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Peranan Usaha
Kecil Menengah (UKM) dalam perekonomian nasional sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan
ekonomi nasional, karena selain berperan
dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan.
Krisis ekonomi yang diawali dengan
krisis moneter yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa UKM relatif lebih bertahan dalam menghadapi krisis
tersebut, daripada usaha skala besar yang mengalami kebangkrutan.
Pengembangan UKM
pada saat ini sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah
maupun masyarakat agar dapat berkembang
lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Pengembangan UKM melalui pendekatan pemberdayaan usaha,
perlu memperhatikan aspek sosial dan
budaya di masing-masing daerah, mengingat usaha kecil dan menengah pada umumnya tumbuh dari masyarakat secara
langsung. Upaya pengembangan UKM dapat
mensinergikannya dengan industri besar melalui pola kemitraan, dan juga akan memperkuat struktur ekonomi baik nasional
maupun daerah. Partisipasi pihak terkait
perlu terus ditumbuh kembangkan agar UKM bisa lebih bertahan dalam perekonomian nasional.
Dampak globalisasi
mengakibatkan banyaknya barang dan jasa yang masuk dari luar
yang merupakan ancaman bagi UKM. Oleh karena itu pembinaan dan pengembangan UKM saat ini dirasakan semakin
mendesak dan sangat strategis untuk
mengangkat perekonomian rakyat, maka kemandirian UKM diharapkan dapat tercapai di masa mendatang.
Konsumen bebas
memilih produk yang dibutuhkan atau yang diinginkan, memutuskan tempat pembelian, bagaimana
caranya, banyaknya pembelian, kapan membeli,
dan alasan membeli. Pemasar sebagai pihak yang menawarkan berbagai produk harus dapat menganalisa faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi konsumen
dalam pembelian dengan merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan keinginan konsumen.
Aspek yang perlu
diperhatikan dalam produk adalah kualitas produk. Kualitas adalah keseluruhan ciri dan karakter dari
sebuah produk atau jasa yang menunjukkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang
tersirat. Kualitas produk merupakan
pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh
produk pesaing. Oleh karena itu, perusahaan berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan
membandingkannya dengan produk yang
ditawarkan oleh perusahaan pesaing.
Bisnis yang
bergerak dalam usaha pangan di kota Medan saat ini jumlahnya cukup banyak, salah satunya adalah bisnis bika
ambon. Bika ambon adalah salah satu
makanan khas kota Medan yang cukup fenomenal. Mulai diproduksi secara massal dan diperdagangkan sekitar tahun
1980-an. Jalan Mojopahit Medan yang sejak
lama populer merupakan pusatnya jajanan oleh-oleh (buah tangan) bika ambon khas Medan. Penduduk Medan yang bepergian ke
daerah lain dan ingin membawa oleh-oleh
yang khas, biasanya akan datang ke lokasi ini membeli bika ambon.
Begitu juga halnya
para pendatang, ketika akan pulang ke daerahnya tidak lupa membawa bika ambon sebagai buah tangan
istimewa dari Medan.
Bika ambon Hj.Fatimah Medan menciptakan sebuah
nuansa islami pada produk-produknya,
variasi produk bika ambon juga mempunyai berbagai rasa, sehingga mampu menarik perhatian pelanggan
muslim maupun non muslim.
Penggunaan bahan
baku tanpa tuak dan sudah mendapat sertifikat kehalalan dari MUI merupakan keunggulan produknya.
Pengusaha kecil
seharusnya memahami perilaku konsumen,
karena akan mempengaruhi proses
pengambilan keputusannya. Perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat dalam
mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan
produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini (Setiadi, 2003:3).
Keputusan pembelian sangat dipengaruhi terutama
oleh faktor pribadi yang dilihat dari karakteristik individu yaitu keputusan konsumen yag dipengaruhi oleh karakteristik
pribadi seperti situasi ekonomi, kepribadian
dan konsep diri, sedangkan faktor psikologis yaitu faktor paling mendasar dalam diri individu yang akan
mempengaruhi pilihan pembelian seseorang yang dilihat dari motivasi, persepsi,
pembelajaran, kepercayaan dan sikap.
Keputusan membeli
ada pada diri konsumen. Konsumen akan menggunakan berbagai kriteria dalam membeli produk dan
merek tertentu. Diantaranya adalah ia akan
membeli produk yang sesuai kebutuhannya, seleranya, dan daya belinya.
Konsumen tentu akan
memilih produk yang bermutu lebih baik dengan harga yang lebih murah (Sumarwan, 2003:23).
Konsumen memutuskan
membeli suatu produk dapat dilihat dari segi situasi ekonomi, kepribadian dan konsep diri,
motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan
dan sikap. Ketika konsumen akan bertindak sesuai dengan keinginannya, maka keputusan konsumen terhadap
pembelian suatu produk akan semakin
kuat. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mampu memberikan perilaku yang mungkin muncul dalam pembelian suatu
produk.
Berdasarkan uraian
diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Karakteristik Individu
dan Faktor Psikologis terhadap Keputusan
Konsumen Membeli Bika Ambon Hj.Fatimah Medan”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang
yang telah diuraikan, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah
karakteristik individu dan faktor psikologis
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan?” C. Kerangka Konseptual Faktor - faktor yang berpengaruh pada perilaku
konsumen adalah faktor kebudayaan,
faktor sosial, faktor personal atau pribadi (karakteristik individu) dan faktor psikologis. Peran faktor-faktor
tersebut berbeda untuk produk yang berbeda.
Dengan kata lain,
ada faktor yang dominan pada pembelian suatu produk sementara faktor lain kurang berpengaruh (Simamora,
2003:4).
Pada penelitian
ini, karakteristik individu (faktor pribadi) dan faktor psikologis sebagai faktor yang mempengaruhi konsumen membeli bika ambon
Hj.Fatimah Medan. Karakteristik individu (faktor pribadi) yaitu
keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh
karakteristik pribadi. Faktor psikologis
yaitu faktor paling mendasar dalam diri
individu yang akan mempengaruhi pilihan pembelian seseorang.
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah dikemukakan, maka kerangka konseptual
penelitian ini adalah sebagai berikut : Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber
: (Kotler, 2004 : 209), Simamora (2003:4), (diolah) D. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban
sementara terhadap rumusan masalah penelitian (Sugiyono, 2006:51). Berdasarkan perumusan
masalah dan kerangka konseptual di atas,
maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : “Karakteristik individu dan faktor psikologis mempunyai pengaruh yang
positif dan signifikan terhadap keputusan
konsumen membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan”.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dan menganalisis
pengaruh karakteristik individu
dan faktor psikologis terhadap keputusan konsumen membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan.
Karakteristik
Individu (X1) Faktor Psiko logis (X2) Keputusan Konsumen (Y) 2.
Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini yaitu: a. Bagi
Perusahaan Sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk mengetahui karakteristik individu dan faktor psikologis dalam
meningkatkan dan mempertahankan konsumen,
sehingga dapat mengembangkan usahanya di masa yang akan datang.
b. Bagi Penulis Penelitian ini merupakan
kesempatan baik bagi penulis untuk dapat menambah dan mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan
ilmu yang telah dipelajari selama
perkuliahan, khususnya tentang analisis karakteristik individu dan faktor psikologis terhadap keputusan konsumen membeli
bika ambon Hj.Fatimah Medan.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini
dapat digunakan sebagai bahan referensi yang dapat memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan serta
perbandingan dalam melakukan penelitian terhadap
objek dan masalah yang sama di masa yang akan datang.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Penelitian ini membahas tentang variabel independent (variabel bebas) yaitu karakteristik
individu yang terdiri dari variabel situasi ekonomi, kepribadian dan konsep diri (X1), dan faktor psikologis yang
terdiri dari variabel motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan dan sikap (X2).
Variabel dependent (variabel terikat) yaitu keputusan konsumen membeli bika
ambon Hj.Fatimah Medan (Y).
2. Definisi Operasional Variabel Definisi
operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel suatu faktor yang berkaitan dengan faktor variabel lainnya.
Penelitian ini menggunakan tiga variabel
yang diteliti, yang terdiri atas : a. Karakteristik Individu, meliputi: 1) Situasi Ekonomi Situasi ekonomi adalah
kemampuan seseorang untuk membeli suatu produk.
Keadaan ekonomi
akan sangat mempengaruhi pilihan produk.
2) Kepribadian dan
Konsep Diri Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang unik dan
menimbulkan respon relatif konstan
terhadap lingkungannya sendiri. Konsep diri merupakan tanggapan konsumen terhadap citra mereka.
b. Faktor-Faktor
Psikologis, meliputi: 1) Motivasi Motivasi
adalah kebutuhan dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk yang dapat mencapai kepuasannya. Suatu
kebutuhan akan berubah menjadi motif apabila
kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu.
2) Persepsi Persepsi adalah proses individu memilih,
merumuskan, dan menafsirkan masukan informasi
untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti.
Orang dapat memberikan persepsi
yang berbeda terhadap rangsangan yang sama.
3)
Pembelajaran Pembelajaran adalah perubahan dalam perilaku seseorang yang
timbul dari pengalaman. Secara teori,
pelajaran seseorang dihasilkan melalui dorongan, rangsangan, isyarat, tanggapan, dan penguatan.
4) Kepercayaan dan Sikap Kepercayaan dan sikap
adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang tentang sesuatu dan merupakan cara berpikir,
merasa, dan bertindak melalui aspek di
lingkungan. Kepercayaan dan sikap ini akan mempengaruhi perilaku pembeli.
c. Keputusan Pembelian Konsumen Keputusan
konsumen adalah suatu tahap dimana seorang konsumen harus mengambil tindakan terhadap berbagai pilihan.
Konsumen membentuk suatu maksud pembelian
untuk membeli produk yang paling disukai. Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi maksud pembelian dan keputusan
pembelian. Faktor yang pertama adalah
sikap atau pendirian orang lain. Pendirian orang lain dapat mengurangi alternatif yang disukai seseorang tergantung
pada dua hal, yaitu intensitas dari pendirian
negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
Maksud pembelian
juga dipengaruhi oleh faktor situasi yang tidak diantisipasi.
Konsumen membentuk
suatu maksud pembelian atas dasar faktor-faktor seperti pendapatan keluarga yang diharapkan, harga
yang diharapkan, dan manfaat produk yang
diharapkan. Ketika konsumen akan bertindak, faktor situasi yang tidak diantisipasi mungkin terjadi untuk mengubah
maksud pembelian tersebut.
Tabel 1.1 Operasionalisasi Variabel Variabel Definisi
Indikator Skala Ukur Karakteristik Individu (X1) Keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh karakteristik pr ibadi.
1. Situasi ekonomi 2.
Kepribadian dan konsep diri Skala Likert Faktor Psiko logis (X2) Faktor paling mendasar dalam diri individu yang akan mempengaruhi pilihan pembelian seseorang.
1. Motivasi 2.
Persepsi 3. Pembelajaran 4. Kepercayaan dan sikap Skala Likert Keputusan Konsumen (Y) Suatu tahap dimana seorang konsumen harus mengambil tindakan terhadap berbagai pilihan.
Keputusan pembelian
Skala Likert Sumber : Kotler (2004:209),
Simamora (2003:8), diolah 3. Skala Pengukuran
Variabel Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini adalah skala likert,
yaitu sebagai alat yang digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Dalam melakukan penelitian terhadap variabel-variabel
yang akan diuji, pada setiap jawaban akan diberi skor (Sugiyono, 2006 : 86). Skala likert menggunakan lima
tingkatan jawaban yang dapat dilihat dari tabel berikut ini : Tabel 1.2 Instrumen Skala
Likert No. Pernyataan Skor 1
Sangat Setuju 5 2 Setuju
4 3 Kurang Setuju 3 4
Tidak Setuju 2 5 Sangat Tidak Setuju 1 Sumber : Sugiyono (2006 : 87) 4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini
dilakukan pada Toko Bika Ambon Hj.Fatimah Medan yang berlokasi di Jl. Mojopahit No. 68 Medan.
Penelitian dilakukan pada bulan September hingga November 2010.
5. Populasi dan Sampel a. Populasi Menurut Sugiyono (2006 : 55) menyatakan bahwa
populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas objek atau subjek yang
mempunyai kuantitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam
penelitian ini adalah semua pelanggan yang membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan yang
jumlahnya tidak diketahui karena tidak
ada data statistik pendukung.
b. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi
(Sugiyono, 2006 : 56). Berdasarkan hasil riset awal terhadap 40 konsumen bika ambon Hj.Fatimah Medan, diketahui 88%
dari konsumen, 35 orang memiliki karakteristik
yang sesuai dengan teknik pengambilan sampel. Menurut Supramono dan Haryanto (2003 ; 63), alternatif formula
yang dapat digunakan untuk menentukan
sampel pada populasi yang sulit diketahui adalah sample unidentified.
Dalam menentukan
kriteria sampel, peneliti menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan
pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2003 :
78). Kriteria sampel adalah konsumen yang membeli Bika Ambon Hj.Fatimah minimal 3x dalam setahun dan
responden minimal berusia 20 tahun.
Penetapan jumlah sampel dengan tingkat
signifikansi 10% dan tingkat kesalahan yang
dapat di toleransi sebesar 6% adalah sebagai berikut : n = (Z 2 α) Dimana : n
= Jumlah sampel Z α = Z tabel
dengan tingkat signifikansi tertentu P =
Proporsi populasi yang diharapkan memiliki karakteristik tertentu Q = (1-P), proporsi populasi yang diharapkan
tidak memiliki karakteristik tertentu d = Tingkat kesalahan yang dapat di toleransi jadi,
n = (1,65 2 ) n = 79,7 = 80 (pembulatan) Maka jumlah konsumen yang akan
dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 80 orang.
6. Jenis Data Penelitian ini menggunakan 2 jenis
data, yaitu data primer dan data sekunder.
a. Data Primer Data primer adalah data yang
diperoleh secara langsung dari responden yang terpilih di lokasi penelitian. Data primer
diperoleh dengan menggunakan kuesioner
kepada responden terpilih yang berisikan pernyataan mengenai variabel penelitian.
b. Data
Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi dokumentasi,
baik dari buku, jurnal, majalah, dan
situs internet untuk mendukung penelitian ini.
7. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan
data pada penelitian ini adalah : a.
Wawancara(interview) Wawancara
adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung berhadapan dengan yang diwawancarai.
b. Daftar Pertanyaan (questionnaire) Suatu cara pengumpulan data dengan memberikan
atau menyebarkan daftar pertanyaan
kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut.
c. Studi Dokumentasi Yaitu dengan mengumpulkan
data dan informasi dari buku-buku, jurnal penelitian, dan internet yang memiliki
relevansi dengan penelitian.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk melihat sampai sejauh mana ketepatan
dan kecermatan alat ukur dalam melakukan
fungsi ukurnya. Suatu dimensi atau indikator dikatakan valid apabila indikator tersebut
mampu mencapai tujuan pengukuran dari konstrak
amatan dengan tepat (Yamin dan Kurniawan, 2009 : 282). Bila koefisien korelasi (r) lebih besar dari r tabel (0,361),
maka pertanyaan tersebut dikatakan valid (Yamin dan kurniawan, 2009 : 284). Dalam penelitian ini sampel uji validitas diambil sebanyak 30 orang, yaitu pelanggan
bika ambon Hj.Fatimah yang berada di luar
sampel. Kriteria dalam validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut : Jika
r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid.
Jika r hitung <
r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid.
b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan
untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila
suatu alat pengukur di pakai dua kali untuk
mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukur tersebut
reliabel (Situmorang dkk, 2008:37). Menurut Ghozali (2005) menyatakan suatu konstruk atau
variabel dikatakan reliabel jika memberikan
nilai Cronbach Alpha > 0,60. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan kriteria sebagai berikut : Jika r alpha > r
tabel, maka kuesioner reliabel.
Jika r alpha < r
tabel, maka kuesioner tidak reliabel.
Uji validitas dan
reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 17,00 for windows.
9. Metode Analisis Data Metode analisis data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a.
Metode Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif merupakan metode
yang digunakan untuk menafsirkan
data-data dan keterangan yang diperoleh dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menginterpretasikan
data sehingga diperoleh gambaran yang
jelas mengenai masalah yang diteliti. Data diperoleh dari data primer berupa kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah
responden penelitian.
b.
Analisis Regresi Linier Berganda Metode ini berfungsi untuk mengetahui
pengaruh atau hubungan dari variabel independent,
yaitu karakteristik individu (X1) dan faktor psikologis (X2) serta variabel
dependent yaitu keputusan
konsumen (Y). Data diolah dengan menggunakan
bantuan program software SPSS versi
17,00 for windows. Model persamaan yang digunakan adalah : Y = a + b1X1
+ b2X2 + e Dimana : Y = Keputusan
Konsumen a = Konstanta b1-2 = Koefisien Regresi X1 = Karakteristik Individu X2 = Faktor Psiko logis e = Standar Error Suatu perhitungan statistik
disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji statistiknya berada didalam daerah kritis
(daerah dimana H0 di tolak). Sebaliknya disebut
tidak signifikan bila uji nilai statistiknya berada dalam daerah dimana H0 di terima.
Sebelum data tersebut dianalisis, model regresi berganda diatas harus memenuhi syarat asumsi klasik. Uji asumsi
klasik digunakan untuk melihat atau menguji
suatu model yang termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan
dalam penelitian ini adalah : 1) Uji
Normalitas Uji normalitas bertujuan
untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal.
Data yang baik adalah data yang mempunyai
pola seperti distribusi normal.
2) Uji
Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan
untuk menguji apakah didalam model regresi terdapat ketidaksamaan varians dari residual satu
pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika varians
dari satu residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap maka terjadi homoskedastisitas, jika berbeda maka
terjadi heteroskedastisitas. Model regresi
yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas ditunjukkan oleh koefisien regresi dari
masing-masing variabel independent terhadap nilai absolut residunya (e), jika
thitung<ttabel pada α = 5 % maka, tidak ada unsur heteroskedastisitas.
3) Uji Multiko
linieritas Uji ini bertujuan untuk
menguji apakah dalam sebuah model regresi linier ditemukan adanya korelasi yang tinggi diantara
variabelindependent. Model regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi korelasi
antar variabel independent. Adanya multikolinieritas
dapat dilihat dari tolerance value atau
nilai Variance Inflation Factor (VIF).
Batas tolerance value adalah 0,1 dan batas VIF adalah 5, dimana : Jika
Tolerance Value < 0,1 atau VIF > 5 = terjadi multikolinieritas Jika Tolerance Value > 0,1 atau VIF < 5 = tidak terjadi
multikolinieritas (Situmorangdkk,
2008:161).
c.
Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji
statistik sebagai berikut: 1) Uji F (Uji
Serentak) Uji F (uji serentak) dilakukan untuk mengetahui apakah secara
serentak variabel independent mempunyai pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap variabel dependent.
Model hipotesis yang digunakan dalam uji Fhitung ini adalah : H0 : b1 = b2 = 0 Artinya
secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel independent (karakteristik
individu dan faktor psikologis) terhadap variabel dependent (keputusan konsumen).
H0 : b1 ≠b2 ≠0 Artinya secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan dari variabel independent
(karakteristik individu dan faktor psikologis) terhadap variabel dependent (keputusan konsumen).
Nilai Fhitung akan
dibandingkan dengan nilai Ftabeldengan tingkat kesalahan (α = 5 %) dan derajat kebebasan (df) = (n-k), (k-1).
Kriteria
pengambilan keputusan yaitu, : Ho diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5
% Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel pada α = 5 % 2) Uji Signifikansi Parsial
(Uji-t) Uji t bertujuan untuk melihat
secara parsial apakah ada pengaruh variabel independent (X) terhadap variabel dependent
(Y). Kriteria pengujiannya, yaitu : H0 :
bi = 0 ( Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel independent dan variabel dependent).
Ha :
bi ≠
0 (Ada pengaruh
yang positif dan
signifikan antara variabel independent dan variabel dependent).
Nilai thitung akan
dibandingkan dengan nilai ttabel dengan tingkat kesalahan (α = 5 %) dan (df) = (n-k). Kriteria pengambilan
keputusannya, yaitu : H0 diterima jika thitung < ttabelpada α = 5 % H0
ditolak jika thitung > ttabelpada α = 5 % 3) Koefisien Determinasi (R 2 ) Pengujian Koefisien Determinasi (R 2 ),
dilakukan untuk melihat seberapa besar kemampuan
model dalam menerangkan variabel terikat. Dengan kata lain, koefisien determinasi digunakan untuk mengukur besarnya
pengaruh dari variabel dependent yaitu karakteristik individu (X1) dan faktor
psikologis (X2) terhadap faktor keputusan
konsumen (Y). Koefisien Determinasi (R 2 ) berkisar antara 0 (nol) sampai dengan 1 (satu) (0 ≤ R 2 ≤ 1). Bila Determinasi (R 2 ) semakin kecil
(mendekati nol), maka pengaruh variabel
independent terhadap pengaruh variabel dependent semakin kecil. Dan bila (R 2 ) mendekati 1, maka
pengaruh variabel independent adalah besar terhadap variabel dependent. Hal ini berarti,
model yang digunakan semakin kuat untuk
menerangkan pengaruh variabel independent yang diteliti terhadap variabel dependent.
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi