Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ANALISIS KARAKTERISTIK INDIVIDU DAN FAKTOR PSIKOLOGIS TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN MEMBELI BIKA AMBON HJ.FATIMAH



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah   
Peranan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam perekonomian nasional sangat  besar. Hal ini dapat dilihat dari pembangunan ekonomi nasional, karena selain  berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, juga berperan  dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Krisis ekonomi yang diawali  dengan krisis moneter yang terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa UKM relatif  lebih bertahan dalam menghadapi krisis tersebut, daripada usaha skala besar yang  mengalami kebangkrutan.

Pengembangan UKM pada saat ini sangat penting dan perlu mendapatkan  perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun masyarakat agar dapat  berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Pengembangan  UKM melalui pendekatan pemberdayaan usaha, perlu memperhatikan aspek sosial  dan budaya di masing-masing daerah, mengingat usaha kecil dan menengah pada  umumnya tumbuh dari masyarakat secara langsung. Upaya pengembangan UKM  dapat mensinergikannya dengan industri besar melalui pola kemitraan, dan juga  akan memperkuat struktur ekonomi baik nasional maupun daerah. Partisipasi pihak  terkait perlu terus ditumbuh kembangkan agar UKM bisa lebih bertahan dalam  perekonomian nasional.
Dampak globalisasi mengakibatkan banyaknya barang dan jasa yang masuk dari  luar  yang merupakan ancaman bagi UKM. Oleh karena itu pembinaan dan  pengembangan UKM saat ini dirasakan semakin mendesak dan sangat strategis   untuk mengangkat perekonomian rakyat, maka kemandirian UKM diharapkan dapat  tercapai di masa mendatang.
Konsumen bebas memilih produk yang dibutuhkan atau yang diinginkan,  memutuskan tempat pembelian, bagaimana caranya, banyaknya pembelian, kapan  membeli, dan alasan membeli. Pemasar sebagai pihak yang menawarkan berbagai  produk harus dapat menganalisa faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi  konsumen dalam pembelian dengan merancang strategi pemasaran yang sesuai  dengan keinginan konsumen.
Aspek yang perlu diperhatikan dalam produk adalah kualitas produk. Kualitas  adalah keseluruhan ciri dan karakter dari sebuah produk atau jasa yang menunjukkan  kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang tersirat. Kualitas produk  merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual mempunyai  nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Oleh karena itu, perusahaan  berusaha memfokuskan pada kualitas produk dan membandingkannya dengan  produk yang ditawarkan oleh perusahaan pesaing.
Bisnis yang bergerak dalam usaha pangan di kota Medan saat ini jumlahnya  cukup banyak, salah satunya adalah bisnis bika ambon. Bika ambon adalah salah  satu makanan khas kota Medan yang cukup fenomenal. Mulai diproduksi secara  massal dan diperdagangkan sekitar tahun 1980-an. Jalan Mojopahit Medan yang  sejak lama populer merupakan pusatnya jajanan oleh-oleh (buah tangan) bika ambon  khas Medan. Penduduk Medan yang bepergian ke daerah lain dan ingin membawa  oleh-oleh yang khas, biasanya akan datang ke lokasi ini membeli bika ambon.
Begitu juga halnya para pendatang, ketika akan pulang ke daerahnya tidak lupa  membawa bika ambon sebagai buah tangan istimewa dari Medan.
 Bika ambon Hj.Fatimah Medan menciptakan sebuah nuansa islami pada  produk-produknya, variasi produk bika ambon juga mempunyai berbagai rasa,  sehingga mampu menarik perhatian pelanggan muslim maupun non muslim.
Penggunaan bahan baku tanpa tuak dan sudah mendapat sertifikat kehalalan dari  MUI merupakan keunggulan produknya.
Pengusaha kecil seharusnya memahami  perilaku konsumen, karena akan  mempengaruhi proses pengambilan keputusannya. Perilaku konsumen adalah  tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan  menghabiskan produk atau jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan  menyusuli tindakan ini (Setiadi, 2003:3). Keputusan pembelian sangat dipengaruhi  terutama oleh faktor pribadi yang dilihat dari karakteristik individu yaitu keputusan  konsumen yag dipengaruhi oleh karakteristik pribadi seperti situasi ekonomi,  kepribadian dan konsep diri, sedangkan faktor psikologis yaitu faktor paling  mendasar dalam diri individu yang akan mempengaruhi pilihan pembelian seseorang  yang dilihat dari motivasi, persepsi, pembelajaran, kepercayaan dan sikap.
Keputusan membeli ada pada diri konsumen. Konsumen akan menggunakan  berbagai kriteria dalam membeli produk dan merek tertentu. Diantaranya adalah ia  akan membeli produk yang sesuai kebutuhannya, seleranya, dan daya belinya.
Konsumen tentu akan memilih produk yang bermutu lebih baik dengan harga yang  lebih murah (Sumarwan, 2003:23).
Konsumen memutuskan membeli suatu produk dapat dilihat dari segi situasi  ekonomi, kepribadian dan konsep diri, motivasi, persepsi, pembelajaran,  kepercayaan dan sikap. Ketika konsumen akan bertindak sesuai dengan  keinginannya, maka keputusan konsumen terhadap pembelian suatu produk akan   semakin kuat. Oleh karena itu, setiap perusahaan harus mampu memberikan perilaku  yang mungkin muncul dalam pembelian suatu produk.
Berdasarkan uraian diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian  dengan judul “Analisis Karakteristik Individu dan Faktor Psikologis terhadap  Keputusan Konsumen Membeli Bika Ambon Hj.Fatimah Medan”.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka penulis dapat  merumuskan masalah sebagai berikut : “Apakah karakteristik individu dan faktor  psikologis berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen  membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan?” C.  Kerangka Konseptual Faktor -  faktor yang berpengaruh pada perilaku konsumen adalah faktor  kebudayaan, faktor sosial, faktor personal atau pribadi (karakteristik individu) dan  faktor psikologis. Peran faktor-faktor tersebut berbeda untuk produk yang berbeda.
Dengan kata lain, ada faktor yang dominan pada pembelian suatu produk sementara  faktor lain kurang berpengaruh (Simamora, 2003:4).
Pada penelitian ini, karakteristik individu (faktor pribadi) dan faktor psikologis  sebagai faktor yang  mempengaruhi konsumen membeli bika ambon Hj.Fatimah  Medan.  Karakteristik individu (faktor pribadi) yaitu keputusan konsumen yang  dipengaruhi oleh karakteristik pribadi.  Faktor psikologis yaitu faktor paling  mendasar dalam diri individu yang akan mempengaruhi pilihan pembelian   seseorang.  Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah yang telah  dikemukakan, maka kerangka konseptual penelitian ini adalah sebagai berikut : Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber : (Kotler, 2004 : 209), Simamora (2003:4), (diolah) D.  Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian  (Sugiyono, 2006:51). Berdasarkan perumusan masalah dan kerangka konseptual di  atas, maka penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : “Karakteristik individu  dan faktor psikologis mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap  keputusan konsumen membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis  pengaruh  karakteristik individu dan faktor psikologis terhadap keputusan konsumen membeli  bika ambon Hj.Fatimah Medan.
Karakteristik Individu (X1) Faktor Psiko logis (X2) Keputusan Konsumen (Y)  2.  Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini yaitu:  a.  Bagi Perusahaan Sebagai bahan masukan bagi perusahaan untuk mengetahui  karakteristik  individu dan faktor psikologis dalam meningkatkan dan mempertahankan  konsumen, sehingga dapat mengembangkan usahanya di masa yang akan datang.
b.  Bagi Penulis Penelitian ini merupakan kesempatan baik bagi penulis untuk dapat menambah  dan mengembangkan wawasan, pengetahuan, dan ilmu yang telah dipelajari  selama perkuliahan, khususnya tentang analisis karakteristik individu dan faktor  psikologis terhadap keputusan konsumen membeli bika ambon Hj.Fatimah  Medan.
c.  Bagi Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi yang dapat memberikan  tambahan ilmu dan pengetahuan serta perbandingan dalam melakukan penelitian  terhadap objek dan masalah yang sama di masa yang akan datang.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional  Penelitian ini membahas tentang  variabel independent (variabel bebas)  yaitu  karakteristik individu yang terdiri dari variabel situasi ekonomi, kepribadian dan  konsep diri (X1), dan faktor psikologis yang terdiri dari variabel motivasi, persepsi,  pembelajaran, kepercayaan dan sikap (X2). Variabel dependent (variabel terikat) yaitu keputusan konsumen membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan (Y).
 2. Definisi Operasional Variabel Definisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel suatu faktor  yang berkaitan dengan faktor variabel lainnya. Penelitian ini menggunakan tiga  variabel yang diteliti, yang terdiri atas : a. Karakteristik Individu, meliputi:  1) Situasi Ekonomi Situasi ekonomi adalah kemampuan seseorang untuk membeli suatu produk.
Keadaan ekonomi akan sangat mempengaruhi pilihan produk.
2) Kepribadian dan Konsep Diri Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang unik dan menimbulkan respon  relatif konstan terhadap lingkungannya sendiri. Konsep diri merupakan tanggapan  konsumen terhadap citra mereka.
b. Faktor-Faktor Psikologis, meliputi:  1) Motivasi Motivasi adalah kebutuhan dan keinginan konsumen untuk membeli suatu produk  yang dapat mencapai kepuasannya. Suatu kebutuhan akan berubah menjadi motif  apabila kebutuhan itu telah mencapai tingkat tertentu.
2) Persepsi  Persepsi adalah proses individu memilih, merumuskan, dan menafsirkan masukan  informasi untuk menciptakan suatu gambaran yang berarti.  Orang dapat  memberikan persepsi yang berbeda terhadap rangsangan yang sama.
 3)  Pembelajaran Pembelajaran adalah perubahan dalam perilaku seseorang yang timbul dari  pengalaman. Secara teori, pelajaran seseorang dihasilkan melalui dorongan,  rangsangan, isyarat, tanggapan, dan penguatan.
4)  Kepercayaan dan Sikap Kepercayaan dan sikap adalah suatu pemikiran deskriptif yang dimiliki seseorang  tentang sesuatu dan merupakan cara berpikir, merasa, dan bertindak melalui  aspek di lingkungan. Kepercayaan dan sikap ini akan mempengaruhi perilaku  pembeli.
c.  Keputusan Pembelian Konsumen Keputusan konsumen adalah suatu tahap dimana seorang konsumen harus  mengambil tindakan terhadap berbagai pilihan. Konsumen membentuk suatu maksud  pembelian untuk membeli produk yang paling disukai. Ada dua faktor yang dapat  mempengaruhi maksud pembelian dan keputusan pembelian. Faktor yang pertama  adalah sikap atau pendirian orang lain. Pendirian orang lain dapat mengurangi  alternatif yang disukai seseorang tergantung pada dua hal, yaitu intensitas dari  pendirian negatif orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi  konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
Maksud pembelian juga dipengaruhi oleh faktor situasi yang tidak diantisipasi.
Konsumen membentuk suatu maksud pembelian atas dasar faktor-faktor seperti  pendapatan keluarga yang diharapkan, harga yang diharapkan, dan manfaat produk  yang diharapkan. Ketika konsumen akan bertindak, faktor situasi yang tidak  diantisipasi mungkin terjadi untuk mengubah maksud pembelian tersebut.
 Tabel 1.1 Operasionalisasi Variabel Variabel  Definisi  Indikator  Skala  Ukur Karakteristik  Individu (X1)  Keputusan konsumen  yang dipengaruhi oleh  karakteristik pr ibadi.
1. Situasi ekonomi 2. Kepribadian dan  konsep diri Skala  Likert Faktor  Psiko logis (X2)  Faktor paling mendasar  dalam diri individu  yang akan  mempengaruhi pilihan  pembelian seseorang.
1. Motivasi 2. Persepsi 3. Pembelajaran 4. Kepercayaan dan sikap Skala  Likert Keputusan  Konsumen (Y) Suatu tahap dimana  seorang konsumen  harus mengambil  tindakan terhadap  berbagai pilihan.
Keputusan pembelian Skala  Likert Sumber : Kotler (2004:209), Simamora (2003:8), diolah 3.  Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran variabel dalam penelitian ini adalah skala likert, yaitu sebagai  alat yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau  sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam melakukan penelitian terhadap  variabel-variabel yang akan diuji, pada setiap jawaban akan diberi skor (Sugiyono,  2006 : 86). Skala likert menggunakan lima tingkatan jawaban yang dapat dilihat dari  tabel berikut ini : Tabel 1.2 Instrumen Skala Likert No.  Pernyataan  Skor 1  Sangat Setuju  5 2  Setuju  4 3  Kurang Setuju  3 4  Tidak Setuju  2 5  Sangat Tidak Setuju  1 Sumber : Sugiyono (2006 : 87)   4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Toko Bika Ambon Hj.Fatimah Medan yang  berlokasi di Jl. Mojopahit No. 68  Medan.  Penelitian dilakukan  pada bulan  September hingga November 2010.
5.  Populasi dan Sampel a.  Populasi  Menurut Sugiyono (2006 : 55) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah  generalisasi yang terdiri atas objek atau  subjek yang mempunyai kuantitas dan  karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian  ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pelanggan yang  membeli bika ambon Hj.Fatimah Medan yang jumlahnya tidak diketahui karena  tidak ada data statistik pendukung.
b.  Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh  populasi (Sugiyono, 2006 : 56). Berdasarkan hasil riset awal terhadap 40 konsumen  bika ambon Hj.Fatimah Medan, diketahui 88% dari konsumen, 35 orang memiliki  karakteristik yang sesuai dengan teknik pengambilan sampel. Menurut Supramono  dan Haryanto (2003 ; 63), alternatif formula yang dapat digunakan untuk  menentukan sampel pada populasi yang sulit diketahui adalah sample unidentified.
Dalam menentukan kriteria sampel, peneliti menggunakan teknik purposive  sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,  2003 : 78). Kriteria sampel adalah konsumen yang membeli Bika Ambon  Hj.Fatimah minimal 3x dalam setahun dan responden minimal berusia 20 tahun.
 Penetapan jumlah sampel dengan tingkat signifikansi 10% dan tingkat kesalahan  yang dapat di toleransi sebesar 6% adalah sebagai berikut : n = (Z 2 α)  Dimana : n   = Jumlah sampel Z α  = Z tabel dengan tingkat signifikansi tertentu P  = Proporsi populasi yang diharapkan memiliki karakteristik tertentu Q   = (1-P), proporsi populasi yang diharapkan tidak memiliki karakteristik  tertentu d  = Tingkat kesalahan yang dapat di toleransi jadi, n = (1,65 2 ) n = 79,7 = 80 (pembulatan) Maka jumlah konsumen yang akan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah 80  orang.
6.  Jenis Data Penelitian ini menggunakan 2 jenis data, yaitu data primer dan data sekunder.
a.  Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari responden yang  terpilih di lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan menggunakan  kuesioner kepada responden terpilih yang berisikan pernyataan mengenai  variabel penelitian.
 b.  Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui studi dokumentasi, baik  dari buku, jurnal, majalah, dan situs internet untuk mendukung penelitian ini.
7.  Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah : a.   Wawancara(interview)  Wawancara adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung  berhadapan dengan yang diwawancarai.
b.  Daftar Pertanyaan (questionnaire)  Suatu cara pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar  pertanyaan kepada responden, dengan harapan mereka akan memberikan  respon atas daftar pertanyaan tersebut.
c.   Studi Dokumentasi Yaitu dengan mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku, jurnal  penelitian, dan internet yang memiliki relevansi dengan penelitian.
8.  Uji Validitas dan Reliabilitas  a. Uji Validitas Uji validitas digunakan  untuk melihat sampai sejauh mana ketepatan dan  kecermatan alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu dimensi atau indikator  dikatakan valid apabila indikator tersebut mampu mencapai tujuan pengukuran dari  konstrak amatan dengan tepat (Yamin dan Kurniawan, 2009 : 282). Bila koefisien  korelasi (r) lebih besar dari r tabel (0,361), maka pertanyaan tersebut dikatakan valid  (Yamin dan kurniawan, 2009 : 284).  Dalam penelitian ini sampel uji validitas   diambil sebanyak 30 orang, yaitu pelanggan bika ambon Hj.Fatimah yang berada di  luar sampel. Kriteria dalam validitas suatu kuesioner adalah sebagai berikut : Jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid.
Jika r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid.
b.  Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur  dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat pengukur di pakai dua kali  untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif  konsisten, maka alat pengukur tersebut reliabel (Situmorang dkk, 2008:37). Menurut  Ghozali (2005) menyatakan suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika  memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan  kriteria sebagai berikut : Jika r alpha > r tabel, maka kuesioner reliabel.
Jika r alpha < r tabel, maka kuesioner tidak reliabel.
Uji validitas dan reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini menggunakan bantuan  SPSS 17,00 for windows.
9.  Metode Analisis Data Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : a.  Metode Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif merupakan metode yang digunakan untuk  menafsirkan data-data dan keterangan yang diperoleh dengan cara mengumpulkan,  mengolah, menyajikan, dan menginterpretasikan data sehingga diperoleh gambaran  yang jelas mengenai masalah yang diteliti. Data diperoleh dari data primer berupa  kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden penelitian.
 b.  Analisis Regresi Linier Berganda Metode ini berfungsi untuk mengetahui pengaruh atau hubungan dari variabel  independent, yaitu karakteristik individu (X1) dan faktor psikologis  (X2) serta  variabel  dependent  yaitu keputusan konsumen (Y). Data diolah dengan  menggunakan bantuan program software SPSS  versi 17,00 for windows.  Model  persamaan yang digunakan adalah : Y = a + b1X1 + b2X2 + e Dimana : Y   = Keputusan Konsumen a   = Konstanta b1-2  = Koefisien Regresi X1  = Karakteristik Individu X2  = Faktor Psiko logis e   = Standar Error Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji  statistiknya berada didalam daerah kritis (daerah dimana H0 di tolak). Sebaliknya  disebut tidak signifikan bila uji nilai statistiknya berada dalam daerah dimana H0 di  terima.  Sebelum data tersebut dianalisis, model regresi berganda diatas harus  memenuhi syarat asumsi klasik. Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat atau  menguji suatu model yang termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam  penelitian. Uji asumsi klasik yang digunakan dalam penelitian ini adalah :  1) Uji Normalitas  Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data  mengikuti atau mendekati distribusi normal. Data yang baik adalah data yang  mempunyai pola seperti distribusi normal.
2) Uji Heteroskedastisitas  Uji ini bertujuan untuk menguji apakah didalam model regresi terdapat  ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Jika  varians dari satu residual suatu pengamatan ke pengamatan lainnya tetap maka  terjadi homoskedastisitas, jika berbeda maka terjadi heteroskedastisitas. Model  regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas  ditunjukkan oleh koefisien regresi dari masing-masing variabel independent terhadap nilai absolut residunya (e), jika thitung<ttabel pada α = 5 % maka, tidak ada  unsur heteroskedastisitas.
3) Uji Multiko linieritas  Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi linier  ditemukan adanya korelasi yang tinggi diantara variabelindependent. Model regresi  yang baik seharusnya tidak terjadi  korelasi antar variabel independent. Adanya  multikolinieritas dapat dilihat dari tolerance value  atau nilai Variance Inflation  Factor (VIF). Batas tolerance value adalah 0,1 dan batas VIF adalah 5, dimana : Jika Tolerance Value < 0,1 atau VIF > 5 = terjadi multikolinieritas Jika  Tolerance Value  > 0,1 atau VIF < 5 = tidak terjadi multikolinieritas  (Situmorangdkk, 2008:161).
 c.  Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji statistik sebagai berikut:  1) Uji F (Uji Serentak) Uji F (uji serentak) dilakukan untuk mengetahui apakah secara serentak variabel  independent  mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel  dependent. Model hipotesis yang digunakan dalam uji Fhitung ini adalah : H0 : b1 = b2 = 0 Artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  dari variabel independent (karakteristik individu dan faktor psikologis) terhadap  variabel dependent (keputusan konsumen).
H0 : b1 ≠b2 ≠0  Artinya secara bersama-sama berpengaruh  positif dan signifikan dari variabel  independent  (karakteristik individu dan faktor psikologis) terhadap variabel  dependent (keputusan konsumen).
Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabeldengan tingkat kesalahan (α = 5 %)  dan derajat kebebasan (df) = (n-k), (k-1).
Kriteria pengambilan keputusan yaitu, : Ho diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5 % Ho ditolak jika Fhitung > Ftabel pada α = 5 % 2) Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)  Uji t bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh variabel  independent (X) terhadap variabel dependent (Y). Kriteria pengujiannya, yaitu :  H0 : bi = 0 ( Tidak ada pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel  independent dan variabel dependent).
 Ha  : bi    0  (Ada  pengaruh  yang  positif  dan  signifikan  antara  variabel  independent dan variabel dependent).
Nilai thitung akan dibandingkan dengan nilai ttabel dengan tingkat kesalahan (α = 5 %)  dan (df) = (n-k). Kriteria pengambilan keputusannya, yaitu : H0 diterima jika thitung < ttabelpada α = 5 % H0 ditolak jika thitung > ttabelpada α = 5 % 3) Koefisien Determinasi (R 2 )  Pengujian Koefisien Determinasi (R 2 ), dilakukan untuk melihat seberapa besar  kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Dengan kata lain, koefisien  determinasi digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh dari variabel dependent yaitu karakteristik individu (X1) dan faktor psikologis (X2) terhadap faktor  keputusan konsumen (Y). Koefisien Determinasi (R 2 ) berkisar antara 0 (nol) sampai  dengan 1 (satu) (0 ≤ R 2  ≤ 1). Bila Determinasi (R 2 ) semakin kecil (mendekati nol),  maka pengaruh variabel independent terhadap pengaruh variabel dependent semakin  kecil. Dan bila (R 2 ) mendekati 1, maka pengaruh variabel independent adalah besar  terhadap variabel dependent. Hal ini berarti, model yang digunakan semakin kuat  untuk menerangkan pengaruh variabel independent yang diteliti terhadap variabel  dependent.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi