Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH PENILAIAN PROGRAM KESEJAHTERAAN DAN DESAIN PEKERJAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PTPN-II (Persero) TANJUNG MORAWA KEBUN SAWIT SEBERANG



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 
Keunggulan bersaing suatu organisasi sangat bergantung pada kemampuan  organisasi tersebut dalam mencapai kinerja yang optimal. Kinerja yang baik akan  dapat diraih jika produktivitas dari karyawan yang bekerja dalam organisasi  mengalami kemajuan atau peningkatan. Untuk mencapai produktivitas kerja  karyawan yang diharapkan, maka organisasi sangat perlu untuk mengkaji faktorfaktor apa saja yang mempengaruhinya. Dengan demikian organisasi yang akan  berusaha untuk meningkatkan produktivitas karyawannya, dapat memainkan  variable kepuasan kerjanya. (Amirullah dalam Yuli 2005:189).

Kepuasan kerja dipandang sebagai perasaan senang atau tidak senang yang  relative dan yang berbeda dari pemikiran objektif. (Davis dalam Yuli 2005: 196). Menurut Siagian (2004:  295), kepuasan kerja adalah cara pandang seorang  karyawan terhadap pekerjaannya baik yang bersifat positif maupun negatif  terhadap pekerjaannya. Hasibuan (2007: 202), menyatakan bahwa kepuasan kerja  karyawan adalah sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai  pekerjaannya. Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja , kedisiplinan, dan prestasi  kerja.
Pemberian kesejahteraan akan menciptakan ketenangan dalam bekerja,  semangat kerja yang tinggi, meningkatkan   kepuasan  kerja   yang  akan bermuara  pada dedikasi  karyawan kepada perusahaan, disiplin yang  tinggi   dan  loyalitas kepada perusahaan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan dari  karyawan untuk mencapai sasaran organisasi/perusahaan.
Perusahaan/organisasi  melakukan penilaian  program kesejahteraan  terhadap kesejahteraan yang diberikan kepada karyawan untuk mempertahankan  dan memperbaiki kondisi fisik dan mental karyawan agar produktivitas kerjanya  meningkat. Karyawan pada umumnya selain menginginkan kompensasi dan  penghargaan yang seimbang dari perusahaan karyawan juga mengharapkan  kesejahteraan terjamin bagi dirinya dan juga keluarganya saat mereka masih aktif  bekerja maupun saat mereka mencapai masa pensiun. Oleh karena itu,perusahaan  dalam menyusun program kesejahteraan bagi karyawan hendaknya didasarkan kepada kebutuhan karyawan dan kemampuan dari organisasi atau perusahaan.
Selain penilaian program kesejahteraan, untuk mencapai suatu tujuan  organisasi dibutuhkan juga struktur organisasi yang baik. Dalam struktur  organisasi terlihat adanya tugas, wewenang dan tanggung jawab dari masingmasing individu yang berada dalam organisasi.  Struktur organisasi  menggambarkan pekerjaan yang akan dilaksanakan dalam upaya pencapaian  tujuan organisasi. Pekerjaan yang akan dilaksanakan harus didesain dengan sebaik  mungkin. Dari pernyataan tersebut, terlihat jelas bahwa desain pekerjaan yang  baik akan berpengaruh terhadap kepuasan kerja masing-masing individu di dalam  organisasi.
Desain atau rancangan pekerjaan harus didesain sebaik mungkin sesuai  dengan bidang perusahaan agar dapat memberikan suatu manfaat baik kepada  organisasi maupun kepada pegawai. Manfaat terhadap organisasi merupakan  tercapainya tujuan dengan efektif dan efisien. Sedangkan manfaat kepada pegawai   adalah pengembangan karier dan perlakuan adil sehingga menimbulkan kepuasan  pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya.
Begitu pula yang terjadi pada PT. Perkebunan Nusantara II (Persero)  Kebun Sawit Seberang, pengelolahan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS)  menjadi minyak sawit dan inti sawit dilakukan dengan prinsip pemisahan, jadi  hasil yang dicapai akan bergantung pada bagaimana bahan baku TBS yang  tersedia.  Produksi akan  meningkat apabila seluruh personalia mampu dan  mempunyai pemahaman terhadap desain pekerjaan yang dapat menciptakan  kepuasan kerja karyawannya, dengan kepuasan kerja tersebut karyawan akan  sungguh-sungguh dan sepenuhnya memberikan kemampuannya untuk  melaksanakan pekerjaan yang diberikan perusahaan. Salah satu dampak  kepuasannya dapat dilihat dari kemampuan mereka dalam menghasilkan produk,  seperti tertera pada Tabel 1.1 Tabel 1.1 Data Pegolahan TBS PKS PTPN-II (Persero)  Kebun Sawit  Seberang tahun 2006 sampai dengan tahun 2009 Tahun TBS diolah (kg) Produksi Minyak Kelapa  Sawit (kg) Inti Sawit (kg) 2006  119.228.160  26.312.355  4.911.648 2007  129.191.660  29.157.666  6.419.516 2008  150.416.470  32.943.631  7.554.470 2009  178.253.590  39.156.676  8.090.730 Sumber: PTPN-II (Persero) Kebun Sawit Seberang (2010), diolah Tabel 1.1 menunjukkan tingkat produksi  Tandan Buah Segar (TBS)  menjadi minyak sawit dan inti sawitpada PT. Perkebunan Nuasantara II (Persero)  Kebun Sawit Seberang terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Hal ini  menunjukkan bahwa  PT. Perkebunan Nuasantara II (Persero) Kebun Sawit  Seberang mampu mencapai hasil yang lebih baik.
 Menciptakan kepuasan kerja karyawan dalam organisasi adalah sangat  penting. Apabila karyawan tidak mencapai kepuasan kerjanya maka akan timbul  sikap negatif dalam pekerjaan seperti berkurangnya rasa ketertarikan pada diri  karyawan terhadap pekerjaannya yang sekarang; keinginan mencari pekerjaan  yang menawarkan imbalan lebih atau mencari pekerjaan sambilan di tempat lain  sehingga mutu pekerjaannya yang sekarang tidak diperhatikan; mogok kerja dan  keluhan-keluhan lainnya.
Kepuasan kerja karyawan dapat diartikan sebagai sikap positif karyawan  terhadap pekerjaannya. Untuk melihat apakah kepuasan kerja karyawan  maksimum atau minimum dalam pekerjaannya dapat dilihat dari tiga hal yaitu  tingkat absensi, mentalitas kerja dan tingkat  turnover  karyawan.  (Sirait,  2006:182). Pada tabel 1.2 dapat dilihat tingkat turnover karyawan pada PT.
Perkebunan Nusantara II (Persero) Kebun Sawit Seberang tahun 2006 sampai  tahun 2009.
Tabel 1.2 Jumlah Karyawan PTPN-II (Persero) Kebun Sawit Seberang  tahun 2006 sampai  dengan tahun 2009 Tahun  Jumlah karyawan (orang) 2006  1189 2007  1103 2008  1036 2009    970 Sumber: PTPN-II (Persero) Kebun Sawit Seberang (2010), diolah Dari tabel 1.2 dapat dilihat bahwa dari tahun ke tahun jumlah karyawan  PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Kebun Sawit Seberang terus berkurang.
Hal ini menunjukkan tingkat turnover karyawan PT. Perkebunan Nusantara II  (Persero) Kebun Sawit Seberang mengalami penurunan jumlah karyawan, dengan  kata lain tingkat turnover karyawan cukup tinggi.
 Berdasarkan uraian di atas, dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi  kepuasan kerja yang diukur dari kualitas karyawan melakukan pekerjaan  menunjukkan hasil yang meningkat, sedangkan yang diukur dari tingkat turnover karyawan menunjukkan penurunan jumlah karyawan, maka perlu dilakukan  penelitian dengan judul “Pengaruh Penilaian Program Kesejahteraan dan  Desain Pekerjaan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT.
Perkebunan Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Kebun Sawit  Seberang”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang diuraikan, maka perumusan  masalah  adalah sebagai berikut: “Apakah penilaian program kesejahteraan dan  desain pekerjaan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan?” C. Kerangka Konseptual  Kepuasan kerja pada dasarnya merupakan sesuatu yang bersifat individual.
Setiap individu memiliki tingkat kepuasan yang berbeda-beda sesuai dengan  sistem nilai yang berlaku pada dirinya. Makin tinggi penilaian terhadap kegiatan  dirasakan sesuai dengan keiginan individu, maka makin tinggi kepuasannya  terhadap kegiatan tersebut. Dengan demikian, kepuasan kerja karyawan  merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya.
Sikap ini dicerminkan oleh moral kerja , kedisiplinan, dan prestasi kerja.
(Hasibuan, 2007:202)  Menurut Hasibuan (2007:203), faktor-faktor yang menimbulkan kepuasan  kerja karyawan adalah: balas jasa yang adil dan layak, penempatan yang tepat  sesuai dengan keahlian,  berat ringannya pekerjaan,  suasana dan lingkungan  pekerjaan,  peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan,  sikap pemimpin  dalam kepemimpinannya dan sifat pekerjaan monoton atautidak.
Program kesejahteraan mempunyai tujuan untuk memelihara dan memberi  perlindungan terhadap kondisi fisik dan mental karyawan yang pada akhirnya  dapat menciptakan dan mendorong kepuasan kerja karyawan.  Program  kesejahteraan karyawan dibagi menjadi 3 (tiga) jenis yaitu: perlindungan ekonomis (berupa; uang pensiun, tunjangan hari raya, bonus, uang duka kematian,  pakaian dinas, dan uang pengobatan), fasilitas (dalam bentuk; mushala/mesjid,  kafetaria, olahraga, kesenian, pendidikan/seminar, cuti dan cuti hamil, koperasi  dan toko)  dan program rekreasi yang diberikan terhadap karyawan (berupa  kegiatan olahraga dan kegiatan sosial ). (Hasibuan, 2007: 188)  Simamora (2004:116) desain pekerjaan adalah proses penentuan tugastugas yang akan dilaksanakan, metode-metode yang digunakan untuk  melaksanakan tugas, dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan  pekerjaan lainnya di dalam perusahaan.
Dari pernyataan di atas, pengaruh desain pekerjaan terhadap kepuasan  kerja  dapat digambarkan secara singkat yaitu desain pekerjaan menghasilkan  bentuk dan persyaratan pekerjaan-pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh para  pegawai. Bila desain pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan perusahaan dan  para pegawai, maka para pegawai akan senang dalam melaksanakan pekerjaan  tersebut. Akhirnya dengan adanya perasaan senang dihati para pegawai maka   akan terwujud kepuasan kerja dalam melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang  diberikan kepadanya.
Berdasarkan teori pendukung dan perumusan masalah yang dikemukakan,  berikut disajikan kerangka konseptual yang berfungsi sebagai penuntun, sekaligus  mencerminkan alur berpikir yang merupakan dasar dari perumusan hipotesis.
Gambar 1.1  Kerangka Konseptual Sumber : Simamora (2004), Hasibuan (2007), diolah  D. Hipotesis Hipotesis adalah kondisi atau proporsi untuk sementara waktu dianggap  benar dan barangkali tanpa keyakinan supaya bisa ditarik suatu konsekuensi logis  dan dengan cara ini kemudian diadakan pengujian tentang kebenarannya dengan  menggunakan data empiris dari hasil penelitian. (Sugiyono,2005: 50).
Maka dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut: “Terdapat pengaruh antara penilaian program kesejahteraan dan desain pekerjaan  terhadap kepuasan kerja karyawan”.
Desain Pekerjaan (X2) Kepuasan kerja  karyawan  (Y) Penilaian program kesejahteraan  karyawan (X1)  E. Tujuan dan Manfaat Penelitian  1. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  dan menganalisis  seberapa besar pengaruh penilaian program kesejahteraan dan desain pekerjaan  yang terjadi pada PTPN-II (Persero) Tanjung Morawa Kebun Sawit Seberang  terhadap kepuasan kerja karyawannya.
2. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah:  a.  Bagi Perusahaan  Memberikan informasi tambahan dan menjadi bahan pertimbangan bagi  perusahaan dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam perusahaan untuk  menetapkan kebijakan baru perusahaan tentang program kesejahteraan dan  desain pekerjaan yang berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan  dalam upaya mencapai efektivitas, tujuan dan kelangsungan perusahaan.
b.  Bagi Penulis Menambah pemahaman tentang program kesejahteraan dan desain  pekerjaan serta kaitannya dengan kepuasan kerja karyawan itu sendiri.
c.  Bagi Pihak Lain Memberikan sumbangan pemikiran atau referensi bagi peneliti yang  nantinya dapat memberikan perbandingan dalam mengadakan penelitian  lebih lanjut di masa yang akan datang.
 F. Metodologi Penelitian 1. Batasan Oprasional Variabel  Penelitian ini di batasi oleh ruang lingkup yang terdiri dari: a. VariabelIndependent (X) terdiri atas: penilaian program kesejahteraan (X1)  dan desain pekerjaan (X2).
b.  Variabel Dependent (Y) adalah: kepuasan kerja (Y) c.  Penelitian dilakukan terhadap karyawan PT.  Perkebunan Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Kebun Sawit Seberang.
2.  Definisi Oprasional Variabel Defenisi operasional dari variabel-variabel yang akan diteliti adalah: a.  VariabelIndependent (X) 1.  VariabelX1(Penilaian Program kesejahteraan)  Penilaian program kesejahteraan merupakan proses pemberian balas jasa pelengkap (materil dan non materil) kepada karyawan berdasarkan  kebijaksanaan perusahaan yang tujuannnya untuk memelihara kondisi  fisik dan mental karyawan agar produktivitasnya meningkat.
Indikator penilaian program kesejahteraan adalah sebagai berikut:  perlindungan ekonomis, fasilitas yang disediakan dan program rekreasi 2.  VariabelX2 (Desain pekerjaan)  Desain pekerjaan merupakan proses penentuan tugas-tugas yang akan  dilaksanakan, metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan  tugas, dan bagaimana pekerjaan tersebut berkaitan dengan pekerjaan  lainnya di dalam perusahaan.
 Indikator desain pekerjaan adalah sebagai berikut: persyaratan kerja,  performa pekerjaan dan pengembangan jabatan.
b. Variabel Dependent (Y) 1.  Variabel Y (Kepuasan kerja) Kepuasan kerja  didefinisikan sebagai sikap emosional yang  menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Kepuasan kerja  merupakan hasil dari kesimpulan yang didasarkan kepada suatu  perbandingan mengenai apa yang secara nyata diterima oleh karyawan  dari pekerjaannya dibandingkan dengan apa yang diharapkan  ,  diinginkan, dan dipikirkannya sebagai hasil yang pantas atau berhak  baginya.
Indikator kepuasan kerja karyawan adalah sebagai berikut: balas jasa  yang adil dan layak, penempatan yang tepat sesuai dengan keahlian,  berat ringannya pekerjaan,  suasana dan lingkungan pekerjaan,  peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan,  sikap pemimpin  dalam kepemimpinannya dan sifat pekerjaan monoton atau tidak.
Pada tabel 1.3 berikut, menggambarkan defenisi operasional variable yang  digunakan dalam penelitian.
 Tabel 1.3 Definisi Operasional Variabel Variabel  Definisi  Indikator Variabel  Skala  Penilaian  Program  Kesejahteraan (X1)  Proses pemberian  balas  jasa pelengkap (materil dan  non materil)  kepada  karyawan berdasarkan  kebijaksanaan perusahaan  yang tujuannnya untuk  memelihara kondisi fisik  dan mental karyawan agar  produktivitasnya  meningkat.
1.  Perlindungan ekonomis 2.  Fasilitas yang  disediakan 3. Program rekreasi  Skala  Likert Desain  Pekerjaan (X2)  Proses penentuan tugastugas yang akan  dilaksanakan, metodemetode yang digunakan  untuk melaksanakan tugas,  dan bagaimana pekerjaan  tersebut berkaitan dengan  pekerjaan lainnya di dalam  perusahaan.
1.  Persyaratan kerja 2.  Performa  pekerjaan 3.  Pengembangan  jabatan Skala  Likert Kepuasan  Kerja (Y) sikap emosional yang  menyenangkan dan  mencintai pekerjaannya a.  Balas jasa yang  adil dan layak b.  Penempatan yang  tepat sesuai dengan  keahlian c.  Berat ringannya  pekerjaan d.  Suasana dan  lingkungan  pekerjaan e.  Peralatan yang  menunjang  pelaksanaan  pekerjaan Skala  Likert Sumber: Simamora (2004), Hasibuan (2007), diolah   3. Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert.
“Skala likert sebagai alat untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang  atau sekelompok orang tentang kejadian atau gejala sosial”. (Sugiyono, 2006: 86).
Untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian ini, maka setiap pertanyaan  akan diberikan skala sangat setuju sampai sangat tidak setuju, dimana skala  tersebut mempunyai skor, sebagai berikut: Tabel 1.4 Skor Pendapat Responden No.  Pernyataan  Skor 1.  Sangat Setuju (SS)  5 2.  Setuju (S)  4 3.  Kurang Setuju (KS)   3 4.  Tidak Setuju (TS)  2 5.  Sangat Tidak Setuju (STS)  1 Sumber: Sugiyono (2006), diolah 4. Tempat dan Waktu Penelitian PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Kebun Sawit  Seberang beralamat di Jl. Masjid Subulussalam, Kec. Sawit Seberang, Kab.
Langkat. Waktu penelitian adalah bulan  November sampai dengan bulan  Desember 2010.
5. Populasi dan Sampel Karyawan PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Kebun  Sawit Seberang terdiri dari 957 orang yang terbagi menjadi:  Tabel 1.5 Jumlah Karyawan PTPN-II (Persero) Kebun Sawit Seberang bulan Maret  2010  Divisi  Jumlah Karyawan (orang) Afdeling I    40 Afdeling II  49 Afdeling III  56 Afdeling IV  57 Afdeling V  72 Afdeling VI  51 Afdeling VII  58 Afdeling VIII  59 Afdeling IX  91 Kantor  139 Sipil  45 Bengkel Motor  14 Transport  50 Pabrik Kelapa Sawit  123 Bengkel Pabrik Kelapa Sawit  53 Total  957 Sumber: PTPN-II (Persero) Kebun Sawit Seberang (2010), diolah Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan pada PT.
Perkebunan Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Kebun Sawit Seberang yang  berjumlah 957 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan sampel  probabilitas berarti setiap populasi memiliki peluang sama untuk dipilih.
Berdasarkan populasi tersebut, dilakukan teknik sampel dengan  menggunakan rumus Slovin, yaitu: dimana:   jumlah sampel ukuran populasi standart error (10%) sehingga jumlah sampel menjadi:  Pengambilan sampel yang ada di tiap-tiap bagian yang ada di perusahaan  menggunakan proposional sampling  (Sugiyono, 2004: 81). Sehingga dapat  diketahui berapa orang yang akan diambil sebagai responden masing-masing  divisi yang ada di PT. Perkebunan Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Kebun  Sawit Seberang. Pemilihan responden menggunakan metode accidental karena  seluruh karyawan mempunyai kriteria yang sama untuk dijadikan responden,  karena tidak ada perbedaan kriteria antara karyawan yang sudah lama bekerja  dengan karyawan yang masih baru bekerja. Hal tersebut dapat dilihat pada tabel  1.6, berikut: Tabel 1.6 Jumlah Sampel Divisi Populasi (orang) Sampel (orang) Jumlah  (orang) Afdeling I  40  × 91 = 3,80 4 Afdeling II  49  × 91 = 4,65 5 Afdeling III  56 × 91 = 5,32 5 Afdeling IV  57 × 91 = 5,42 5 Afdeling V  72  × 91 = 6,84 7 Afdeling VI  51 × 91 = 4,84 5 Afdeling VII  58 × 91 = 5,41 5 Afdeling VIII  59 × 91 = 5,61 6 Afdeling IX  91  × 91 = 8,65 9 Kantor    139  × 91 = 13,21 13 Sipil  45 × 91 = 4,27 4 Bengkel Motor  14  × 91 = 1,33 1 Transport  50 × 91 = 4,75 5 Pabrik Kelapa Sawit    123  × 91 =11,69 12 Bengkel Pabrik Kelapa Sawit  53 × 91 = 5,03 5 Total    957      91 Sumber: PTPN-II (Persero) Kebun Sawit Seberang (2010), diolah  Peneliti mengambil 91 orang sebagai responden dari divisi-divisi yang ada  di PT.  Perkebunan Nusantara  II  (Persero)  Tanjung Morawa Kebun Sawit  Seberang yang terdiri dari para karyawan pelaksana. Alasannya adalah untuk  mengetahui bagaimana realisasi penilaian program kesejahteraan dan desain  pekerjaan pada tiap divisi yang ada di perusahaan.
6.  JenisData  a.  Data Primer Data primer adalah data yang didapat langsung dari sumbernya dan  kemudian data ini diolah kembali untuk tujuan-tujuan sesuai dengan  kebutuhannya. Data primer dalam penelitian ini didapat dengan memberikan  kuesioner dan wawancara kepada karyawan PT. Perkebunan Nusantara II  (Persero) Tanjung Morawa Kebun Sawit Seberang.
b.  Data Sekunder Data sekunder adalah data yang didapat lewat literatur-literatur atau  tulisan-tulisan yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti, laporalaporan ini bisa didapat dari dokumen perusahaan atau studi pustaka yang  dilakukan oleh penulis dan browsing lewat internet.
7.  Teknik Pengumpulan Data a.  Kuesioner Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara memberikan  sejumlah pertanyaan kepada responden dengan beberapa alternative jawaban.
b.  Wawancara  Wawancara dilakukan secara langsung pada karyawan untuk memperoleh  informasi yang diperlukan.
 c.  Studi Dokumentasi Studi dokumentasi dilakukan dengan meneliti dokumen-dokumen dan bahanbahan dari perusahaan serta sumber-sumber lain yang berhubungan dengan  masalah yang diteleti.
8.  Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas digunakan untuk mengukur apakah data dari instrument yang  digunakan merupakan data instrument  yang valid (sebenarnya) atau tidak  valid. Realibilitas menunjukkan ukuran suatu kestabilan dan konsistensi  responden dalam menjawab hal yang berkaitan dengan daftar pertanyaan yang  merupakan dimensi suatu variabel yang disusun dalam bentuk kuesioner.
Realibilitas variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha >  0,60. Untuk melakukan uji ini digunakan bantuan SPSS versi 17.00.
Responden untuk menguji validitas dan reliabilitas adalah karyawan PT.
Perkebunan Nusantara II (Persero) Tanjung Morawa Kebun Sawit Seberang  sebanyak 30 orang yang tidak termasuk dalam responden penelitian.
Kriteria uji validitas: 1.  Jika rhitung > rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid 2.  Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid Kriteria uji realibilitas: 1.  Jika ralpha positif dan lebih besar dari rtabel maka pertanyaan reliabel 2.  Jika ralpha negatif dan lebih kecil dari ralpha maka pertanyaan tidak reliabel  9.  Metode Analisis Data a.  Metode Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif ialah suatu metode dimana data yang telah  diperoleh, disusun, dikelompokkan, dianalisis, kemudian diinterpresentasikan  sehingga diperoleh gambaran tentang masalah yang dihadapi dan untuk  menjelaskan hasil perhitungan. Data diperoleh dari data primer berupa  kuesioner yang telah diisi oleh sejumlah responden peneliti.
b. Uji Hipotesis  1.  Uji Signifikansi Simultan (Uji-F) Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang  dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama  terhadap variabel terikat.
H0: b1= b2= 0, artinya secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang  positif dan signifikan dari variabel bebas (X1 dan X2) yaitu berupa penilaian  program kesejahteraan dan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja  karyawan yang ditulis sebagai variabel terikat (Y).
Ha= b1  b2 0, artinya secara bersama-sama terdapat pengaruh yang positif  dan signifikan dari variabel bebas (X1 dan X2) yaitu berupa penilaian program  kesejahteraan dan desain pekerjaan terhadap kepuasan kerja karyawan yang  ditulis sebagai variabel terikat (Y).
Kriteria pengambilan keputusan: H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada  = 5% Ha diterima jika Fhitung > Ftabel  pada  = 5%  2.  Koefisien Determinasi (R 2 )  Koefisien Determinasi (R 2 ) pada intinya mengukur seberapa kemampuan  model dalam menerangkan variabel terikat. Jika R 2 semakin besar (mandekati  satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variable bebas (X1 dan X2)  adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang  digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang  diteliti terhadap variabel terikat.
Sebaliknya, jika R 2 semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan  bahwa pengaruh  variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y)  adalah  kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk  menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
c.  Metode Analisis Regresi Linier Berganda Metode analisis regresi linier berganda digunakan untuk memprediksi nilai  dari variabel terikat yaitu kepuasan kerja karyawan dengan ikut  memperhitungkan nilai-nilai variabel bebas yaitu program kesejahteraan dan  desain pekerjaan sehingga dapat diketahui pengaruh  di antara variabelvariabel tersebut.
Metode regresi linear berganda yang digunakan adalah: dimana: Y= skor variabel kepuasan kerja karyawan a= konstanta b1,b2= koefisien regresi X1= skor variabel program kesejahteraan  X2= skor variabel desain pekerjaan e= standart error 10. Uji Asumsi Klasik Model regresi linear berganda dapat disebut sebagai model yang baik jika  model tersebut terbebas dari asumsi-asumsi klasik statistik yang meliputi: a.  Normalitas Data Normalitas data untuk mengetahui apakah data yang diambil telah  mengikuti sebaran distribusi normal atau tidak. Tujuan uji normalitas  membuat generalisasi hasil analisa atau sampel.
b.  Uji Multiko leniaritas Uji Multiko leniaritas  untuk mengetahui ada tidaknya variable yang  memiliki kemiripan dengan variable independen lain dalam satu model.
Kemiripan antar variabel independen dalam satu model akan  menyebabkan terjadinya korelasi yang sangat kuat antara satu variabel  independen dengan variabel independen lainnya.
c.  Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas  untuk mengetahui apakah data yang dianalisis  mempunyai kesamaan varians antara kelompok, jika varians antara  kelompok tidak sama maka analisis tidak boleh dilakukan karena hampir  pasti sudah berbeda.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi