Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: ENGARUH SELEBRITI PENDUKUNG (CELEBRITY ENDORSER) ANGGUN TERHADAP MINAT PEMBELIAN ULANG SHAMPO PANTENE



BAB 1 PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Masalah 
Pertumbuhan dan perubahan ekonomi serta kegiatan bisnis yang semakin  pesat menuntut perusahaan semakin gencar mengembangkan strategi  pemasarannya untuk menarik dan mempertahankan konsumen. Berbagai cara  ditempuh oleh perusahaan agar produknya tetap diminati konsumen, salah satunya  adalah menjadikan selebriti sebagai bintang iklannya ataupun sebagai product  endorser . Product endorser merupakan orang yang menyampaikan pesan iklan  atau menganjurkan untuk membeli suatu produk.

Selebriti sebagai product endorser  sering disebut sebagai selebriti  pendukung  (celebrity endorser). Perusahaan sering menggunakan selebriti  pendukung (celebrity endoser) disebabkan oleh atribut populer yang dimiliki oleh  selebriti termasuk kecantikan, keberanian, bakat, jiwa olahraga, keanggunan atau  kekuasaan dan daya tarik seksual merupakan pemikat yang diinginkan untuk  merek-merek yang akan didukung oleh selebriti. Atribut populer yang dimliki  oleh selebriti diharapkan dapat menarik  konsumen untuk membeli produk  sehingga dapat meningkatkan penjualan.
Peranan seorang selebriti dalam membantu kelancaran aktivitas pemasaran  sangat diperlukan. Selebritis dapat membuat hubungan emosional yang lebih kuat  dengan konsumen serta membangun daya tarik merek dengan target pasar yang  dituju. Selebriti secara tdak langsung bisa menjadi user imaginery bagi konsumen  ketika si konsumen membeli suatu merek produk biasanya akan mengaitkan  pencitraan dirinya.
 Penggunaan  seorang selebriti pendukung (celebrity endorser) harus  melalui beberapa pertimbangan, diantaranya adalah pilihan akan dijatuhkanpada  selebriti yang kala itu sedang naik daun, dengan permasalahan apakah selebriti  yang dipilih dapat mewakili karakter produk yang sedang diiklankan (Royan,  2004 : 7). Salah satu endorser pemasaran, khususnya artis yang sudah cukup lama  terkenal adalah Anggun. Anggun adalah salah satu sosok wanita yang telah lama  menjadi endorser pemasaran pada salah satu produk yaitu Shampo Pantene.
Anggun sangat mahir dalam merawat rambutnya dan selama 6 tahun setia  mempergunakan Shampo Pantene. Berdasarkan hal tersebut PT P&G memilih  Anggun sebagai ikon produk Shampo Pantene.
 Anggun sebagai selebriti pendukung dari Shampo Pantene dipilih sesuai  dengan segmentasi yang ingin dituju oleh Shampo Pantene. Anggun dipakai oleh  Shampo Pantene untuk mempertegas kembali segmentasi dari Shampo Pantene  yaitu remaja putri sampai ibu rumah tangga, hal ini dikarenakan image yang  dimiliki oleh Anggun  dapat mewakili seorang wanita yang memiliki rambut  panjang, lurus , tebal, berkulit putih dan bersih, cantik, lembut, anggun dan cerdas.
Selain daripada segmentasi yang ingin dituju, Anggun juga memiliki prestasi dan  penghargaan yang mendukung kariernya sebagai seorang selebriti. Untuk menarik  minat konsumen maka PT P&G menggunakan Anggun sebagai celebrity endoser pada produknya. Berikut tabel indeks loyalitas konsumen Indonesia terhadap  Shampo Pantene.
 Tabel 1.1 Top Brand Index(TBI)  Nama Produk  Presentase Sunsilk  28,44% Clear  23,55% Pantene  14,89% Sumber : M. Suyanto (2007) Tabel 1.1 memperlihatkan Shampo Pantene menguasai posisi ketiga dalam  pangsa pasarnya(market share) pada tahun 2007. Hal tersebut membuat Shampo  Pantene memperoleh Top Brand Index (TBI) sebesar 14,89%.  Dan di bandingkan  dengan produk shampo yang lain, pantene masuk dalam 5 nominasi besar berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Mars dalam majalah SWA. Tetapi  dari segi kriteria Gain Index, Shampo Pantene berada pada posisi pertama.
Berdasarkan  prasurvei yang dilakukan oleh penulis, dimana survey tersebut dilakukan pada beberapa siswa Sekolah Menengah Farmasi didapat kesan  bahwa sebagian besar siswa Sekolah Menengah Farmasi menggunakan Shampo  Pantene dengan endorser Anggun karena Anggun  adalah wanita yang cantik,  lembut, menarik, anggun, dan cerdas dimana pesona yang ditampilkannya dapat  membangun daya tarik tersendiri dihati konsumen. Berdasarkan uraian tersebut  maka penulis mengambil judul “Pengaruh Selebriti Pendukung (Celebrity  Endorser) Anggun terhadap Minat Pembelian Ulang Shampo Pantene (Studi  Kasus pada Siswa Sekolah Menengah Farmasi Medan)”   B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan sebelumnya,  maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:  1.  Apakah selebriti pendukung (celebrity endorser) Anggun yang terdiri dari  variabel  attractiveness  (X1),  trustworthiness  (X2), dan  expertise  (X3)  berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat pembelian ulang  Shampo Pantene pada siswa Sekolah Menengah Farmasi.
2.  Variabel manakah dari selebriti pendukung (celebrity endorser)  Anggun  yang mempunyai pengaruh paling dominan terhadap minat pembelian  ulang Shampo Pantene siswa Sekolah Menengah Farmasi .
C. Kerangka Konseptul Menurut Ohanian dalam Royan (2004 : 8)  selebriti  yang dapat  mempengaruhi konsumen untuk membeli antara lain  daya tarik fisik  (attractiveness), adanya keahlian (expertise), dan dapat dipercaya  (trustworthiness).
Menurut Kotler dalam Royan (2004 : 8) seorang selebriti yang sangat berpengaruh  disebabkan memiliki kredibilitas yang didukung oleh faktor keahlian, sifat dapat  dipercaya dan adanya kesukaan.
Menurut Schiffman dan Kanuk (Suwandi, 2007 : 3) ada dua jenis  pembelian yaitu pembelian coba-coba dan pembelian ulang. Pembelian coba-coba  merupakan awal dari konsumen melakukan hubungan dengan produk. Pembelian  ulang merupakan pembelian yang terjadi setelah konsumen mempunyai   pengalaman dengan produk maupun organisasi sebagai indikasi adanya  kepercayaan atau kepuasan.
Berdasarkan beberapa teori pendukung, maka dapat digambarkan  kerangka konseptual sebagai berikut: Selebriti Pendukung (Anggun)  Attractiveness ( X1) Trustworthiness(X2)  Expertise(X3)  Sumber : Ohanian (Royan, 2004) Schiffman dan Kanuk (Suwandi, 2007)    Gambar 1.1 Kerangka Konseptual  Gambar 1.1 menunjukkan bahwa attractiveness, trustworthiness, dan  expertise  merupakan variabel-variabel yang dapat mempengaruhi minat  pembelian ulang Shampo Pantene pada konsumen. Ketiga variabel yang dimiliki  oleh Anggun diharapkan dapat menarik minat konsumen untuk membeli ulang  Shampo Pantene sebagai indikasi dari kepercayaan pada produk yang dihasilkan  atas pencitraan yang sesuai oleh konsumen pada  selebriti pendukung dengan  produk yang diiklankan.
D. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah yang telah ditetapkan, maka hipotesis  dari penelitian ini sebagai berikut:  1.  Selebriti pendukung (celebrity endoser) Anggun  yang terdiri dari  variabel attractiveness (X1), trustworthiness (X2), dan exspertise( X3),  berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap minat pembelian  ulang Shampo Pantene pada siswa Sekolah Menengah Farmasi.
Minat pembelian ulang (Y)  2.  Variabel trustworthiness yaitu menyangkut seberapa besar kepercayaan  masyarakat terhadap endorser  yang dapat mempengaruhi  brand  awareness yang akhirnya dapat mempengaruhi keputusan pembelian  konsumen merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi  pembelian ulang Shampo Pantene pada siswa Sekolah Menengah  Farmasi E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah: a.  Mengetahui analisis pengaruh selebriti pendukung (celebrity endorser)  Anggun yang terdiri dari variabel attractiveness (X1), trustworthiness (X2), dan expertise  (X3) terhadap minat pembelian ulang Shampo Pantene pada siswa Sekolah Menengah Farmasi.
b.  Mengetahui variabel yang paling dominan mempengaruhi minat  pembelian ulang Shampo Pantene pada siswa  Sekolah Menengah  Farmasi.
2. Manfaat Penelitian Manfaat Penelitian ini adalah:  a.  Bagi Perusahaan  Memberikan masukan bagi para pemasar untuk mengembangkan  strategi pemasarannya khususnya untuk PT. P&G Tbk.
 b.  Bagi Peneliti Lanjutan Penelitian ini dapat menjadi bahan referensi atau masukan bagi peneliti  lain dalam melakukan penelitian dengan objek maupun masalah yang  sama dan mengembangkan dimasa yang akan datang.
c.  Bagi Peneliti Penelitian ini merupakan suatu kesempatan bagi penulis menerapkan  teori-teori yang diperoleh selama di bangku kuliah serta memperluas  wawasan penulis mengenai penggunaan selebriti pendukung dalam  iklan dan kaitannya dengan minat pembelian ulang konsumen.
F.  Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Batasan operasional dalam penelitian  ini adalah: a.  Variabel independen (X) yaitu seberapa besar pengaruh selebriti  pendukung (celebrity endorser) Anggun  yang terdiri dari variabel  attractiveness (X1), trustworthiness (X2), expertise (X3) terhadap minat  pembelian ulang Shampo Pantene.
b.  Variabel dependen yaitu minat pembelian ulang Shampo Pantene pada siswa Sekolah Menengah Farmasi.
2. Defenisi Operasional Defenisi operasional akan menuntun peneliti untuk memenuhi unsur  penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu  variabel.
Defenisi dari masing-masing variabel yang diteliti adalah:  a.   Attractiveness (X1)  Menurut Rossiter dan Percy (Royan, 2004:8) attractiveness  adalah daya tarik selebriti yang terdiri dari tingkat kesukaan masyarakat  (likeability) dan tingkat kesamaan dengan personality yang diinginkan  konsumen (similarity), dimana keduanya tidak bisa dipisahkan dan  harus saling berdampingan.
Daya tarik selebriti meliputi keramahan, menyenangkan, fisik dan  pekerjaan sebagai beberapa dari dimensi penting dari konsep daya  tarik (Shimp, 2003:461).
b.  Trustworthiness (X2)  Trustworthiness atau kepercayaan mengacu pada kejujuran, integritas  dan dapat dipercayainya seorang pendukung (Shimp, 2003:470) Trustworthiness  juga menyangkut seberapa besar kepercayaan  masyarakat terhadap endorser  yang dapat mempengaruhi brand  awareness yang akhirnya dapat mempengaruhi keputusan pembelian  konsumen.
c.  Expertise (X3) Menyangkut keahlian yaitu pengetahuan selebriti tentang produk yang  diiklankan (Royan, 2004:8) d.  Minat Pembelian Ulang (Y) Minat pembelian ulang didefenisikan sebagai perilaku yang muncul  sebagai respon terhadap objek. Dalam penelitian ini menunjukkan  keinginan siswa Sekolah Menengah Farmasi    untuk melakukan  pembelian ulang terhadap Shampo Pantene.
 Tabel 1.2 Operasionalisasi Variabel Variabel  Defenisi Operasional  Indikator  Skala  Ukur Attractiveness(X1)  Daya tarik selebriti yang  terdiri atas tingkat  kesukaan masyarakat  (likeability) dan tingkat  kesamaan dengan  personality yang  diinginkan konsumen  (similarity ) 1. Kecantikan 2. Menarik Likert Trustworthiness(X2)   Merupakan kejujuran,  integritas dan dapat  dipercayanya seorang  pendukung 3. Dapat dipercaya 4. Keandalan Likert Expertise (X3)  Pengetahuan selebriti  tentang produk yang  diiklankan 5. Keahlian selebriti  pendukung  6. Wawasan tentang  produk Likert Minat Pembelian  Ulang (Y) Perilaku yang muncul  sebagai respon terhadap  objek 7. Pertimbangan  untuk membeli.
8. Kepercayaan  pada selebriti  mempengaruhi  minat pembelian  ulang Likert Sumber: Royan (2004:8) diolah 3.  Skala Pengukuran Variabel Adapun skala pengukuran variabel dalam penelitian ini menggunakan  Skala Likert sebagai alat untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi  seseorang atau sekelompok orang tentang  fenomena sosial (Sugiyono,  2005:86)  Skala Likert menggunakan lima tingkatan jawaban yang dapat dilihatpada  tabel 1.3  Tabel 1.3 Istrumen Skala Likert No  Pernyataan  Skor 1  Sangat Setuju (SS)  5 2  Setuju (S)  4 3  Kurang Setuju KS)  3 4  Tidak Setuju (TS)  2 5  Sangat Tidak Setuju (STS)  1 4.Lokasi dan Waktu Penelitian  Penelitian ini dilakukan pada siswa Sekolah Menengah Farmasi Jalan  Abdul Hamid No 56B Medan. Waktu penelitian dimulai dari bulan  Januari sampai Mei2009.
5. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau  subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang  ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik  kesimpulannya (Sugiyono, 2005:72).
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah  Farmasi Medan yang berjumlah 258 orang, perincian dapat dilihat  pada tabel 1.4 berikut ini: Tabel 1.4 Jumlah Siswa Sekolah Menengah Farmasi Tahun Ajaran 2007/2008 Kelas  Jumlah Siswa  Persentase I  100  38,7 II  74  32,6 III  84  28,7 Total Populasi  258  100 Sumber: Sekolah Menengah Farmasi Medan(data diolah)  b. Sampel Sampel adalahbagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh  populasi (Sugiyono, 2005 :73).
Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin (Umar, 2002:  96), yaitu:  n= 2 1 Ne N + Dimana: n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi e = Taraf kesalahan=10% Sehingga: n =  2 )1,0(2581 258 + = 72,06 Berdasarkan rumus Slovin tersebut, peneliti menetapkan sampel  sebanyak 72 siswa dengan taraf kesalahan10%.
Tabel 1.5 Sampel Siswa Sekolah Menengah Farmasi Tahun Ajaran 2007/2008 Kelas  Jumlah Siswa  Persentase I  38  52,28 II  19  26,39 III  15  20,83 Total Sampel  72  100 Teknik penarikan sampel yang dipakai adalah metode  purposive  sampling, yaitu sampel dipilih dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono,  2005: 78). Kriteria dari sampel adalah yang telah melakukan pembelian  ulang Shampo Pantene paling sedikit dua kali selama rentang 2 bulan  terakhir.
 6. Jenis dan Sumber Data a. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek  penelitian melalui kuisioner dan wawancara kepada responden.
b. Data Sekunder  Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber-sumber lain  yang telah diolah terlebih dahulu yaitu data dari Sekolah Menengah  Farmasi, buku-buku pendukung, jurnal, majalah, internet dan  sebagainya.
7. Teknik Pengambilan Data Berikut ini adalah teknik pengumpulan data yangs digunakan: a. Wawancara  Pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab langsung kepada  responden yakni siswa Sekolah Menengah Farmasi.
b. Kuisioner Menyebarkan daftar pernyataan tertulis untuk di isi oleh  responden  (siswa).
c. Studi Dokumentasi Mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku literatur, jurnal,  majalah, tabloid, dan internet yang berkaitan dengan penelitian.
8. Metode Analisis Data Metode yang digunakan penulis dalam penelitian untuk analisis data  adalah:  a. Metode Analisis Deskriptif Melalui metode ini data yang diperoleh diklasifikasikan,  diinterprestasikan dan selanjutnya dianalisis sehingga diperoleh  gambaran umum tentang data yang diteliti.
b. Uji Validitas dan Reliabilitas Sebelum instrumen digunakan maka terlebih dahulu dilakukan uji  validitas dan reliabilitas. Valid artinya data yang diperoleh melalui  kuisioner dapat menjawab tujuan penelitian. Pengujian validitas  instrumen dilakukan pada 30 orang dengan menggunakan program SPSS  14.0 for windows dengan kriteria sebagai berikut: 1. Jika rhitung, >rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
2.  Jika rhitung,<rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.
Reliabel artinya data yang diproleh melalui kuisioner hasilnya konsisten  bila digunakan peneliti lain. Pengujian dilakukan dengan program SPSS  14.0 for windows.
Butir pernyataan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan  ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: 1.Jika ralpha positif atau > rtabel maka pernyataan reliabel.
2.Jika ralpha negatif atau < rtabel maka pernyataan tidak reliabel.
c. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan analisis regresi, agar didapat perkiraan yang tidak  bias dan efisiensi maka dilakukan pengujian asumsi klasik. Ada  beberapa kriteria persyaratan asumsi klasik yang harus dipenuhi, yaitu:  1.  Uji Normalitas  Tujuan uji normalitas adalah mengetahui apakah distribusi sebuah data  mengikuti atau mendekati distribusi normal (Situmorang et al,  2008:55).
Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan  Kolmogrov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5%  maka jika nilai Asymp. Sig. (2-tailed) diatas nilai signifikan 5%  artinya variabel residual berdistribusi normal (Situmorang et al,  2008:62).
2.  Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam metode  regresi terdapat ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan  ke pengamatan lainnya. Jika variance dari satu residual ke pengamatan  lainnya tetap maka disebut heteroskedasitas.
3.  Uji Autokorelasi Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear  ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan  kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya. Autokorelasi dapat  dilakukan dengan 4 cara dan dalam penelitian ini yang dipergunakan  adalah The Runs Test yaitu uji nonparametrik dengan tanda positif dan  negatif. Kaidah keputusan dari metode ini adalah: tidak menilak  hipotesis nol jika taksiran R berada pada jarak interval dan menolak  hipotesis nol jika taksiran R di luar batas interval.
 4. Uji Multikolineritas Artinya variabel independen yang satu dengan yang lain dalam model  regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna atau mendekati secara sempurna. Untuk mengetahui ada tidaknya gejala  multikolineritas dapat dilihat dari besarnya nilai Tolerance danVIF  (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS.  Tolerance mengukur variabilitas varibel terpilih yang tidak dijelaskan oleh  variabel independen lainnya.
Nilai umum yang biasa dipakai adalah nilai Tolerance > 0,1 atau nilai  VIF < 5, maka tidak terjadi multikolineritas (Situmorang et al,  2008:104).
d. Analisis Regresi Linear Berganda Analisis regresi linear berganda digunakan untuk melihat secara langsung  pengaruh beberapa variabel terikat dimana rumusnya sebagai berikut: Y = a+b1X1+b2X2+ b3X3+e.........................................(Sugiyono, 2005:211)  Keterangan: Y =  minat pembelian ulang a = konstanta b1  =  koefisien regresi pertama b2  = koefisien regresi kedua b3  =  koefisien regresi ketiga X1 =  Attractiveness X2 = Trusworthiness X3 = Expertise  e  = epshilon  Determinan (R 2 ) Koefisien determinasi (R 2 ) pada intinya untuk mengukur proporsi atau  persentase sumbangan variabel bebas yaitu variabel attravtiveness (X1), trusworthiness (X2), expertise (X3) terhadap variasi naik turunnya variabel  terikat atau minat pembelian ulang (Y) secara bersama-sama, dimana:  0≤ R 2  ≤1  Jika R 2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa  pengaruh variabel bebas (X1,X2,X3) yang terdiri atas  attractiveness,  trusworthiness, expertise terhadap minat pembelian ulang sebagai variabel  terikat (Y) adalah besar. Berarti model yang digunakan semakin kuat untuk  menerangkan pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3) terhadap minat pembelian  ulang.
Sebaliknya jika R 2 semakin mengecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan  bahwa pengaruh variabel bebas (X1, X2, X3) yang terdiri atas trusworthiness,  attractiveness, expertise  terhadap minat pembelian ulang sebagai variabel  terikat (Y) semakin kecil.
Berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh  variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
Uji F (uji secara serentak) Dilakukan untuk menguji apakah setiap variabel bebas (X1,X2,X3) mempunyai  pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) secara serentak.
Kriteria pengujian sebagai berikut:   Ho :b1, b2, b3= 0 artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  dari variabel bebas (X1,X2,X3) yaitu berupa variabel  attractiveness,  trusworthiness, expertise  terhadap variabel terikat (Y) sebagai minat  pembelian ulang.
H1 : b1,b2,b3= 0 artinya secara bersamaan terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas (X1,X2,X3) yaitu attractiveness, trusworthiness,  expertise terhadap variabel terikat (Y) sebagai minat pembelian ulang.
Kriteria pengambilan keputusan sebagai berikut: H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5% H1 diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5% Uji t (uji secara parsial) Dilakukan untuk menguji setiap variabel bebas (X1,X2,X3) apakah mempunyai  pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Y) secara parsial.
Kriteria pengujian sebagai berikut (Sugiyono, 2005: 121): H0 : b1=b2=b3=0 artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif  dan signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3) terhadap variabel terikat(Y).
H1 :b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0 signifikan dari variabel bebas (X1, X2, X3) terhadap variabel terikat(Y) Kriteria pengambilan keputusan: H0 diterima jika thitung < ttabel pada α  = 5% H1 diterima jika thitung > ttabel pada α =5%   

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi