BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Organisasi adalah sarana atau alat dalam pencapaian
tujuan, juga maksudnya adalah sebagai
wadah (wahana) kegiatan dari orang–orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Tujuan akan berbeda
satu dengan yang lainnya, misalnya laba,
pelayanan sosial, peningkatan pendidikan, pembinaan karir dan sebagainya. Organisasi yang
dimaksud dalam skripsi ini adalah organisasi yang bertujuan untuk mendapatkan laba yang selanjutnya disebut
sebagai perusahaan.
Pengelolaan yang
baik dan profesional merupakan suatu hal yang menjadi bagian dari siklus hidup suatu perusahaannya
dalam pencapaian tujuannya. Untuk itu dalam
mencapai tujuan tersebut seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk
sumber daya manusia sebagai faktor utamanya.
Tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam melakukan segala kegiatan untuk mencapai tujuan sangat bergantung kepada
kemampuan sumber daya manusianya dalam
melaksanakan aktifitas. Produktivitas kerja karyawan yang maksimal sangat diharapkan dalam suatu proses pencapaian
tujuan. Hal ini dapat tercipta melalui banyak faktor, salah satunya adalah dengan adanya
kinerja karyawan.
Menurut
Tangkilisan (2003:109) : “Kinerja adalah
seperangkat keluaran yang dihasilkan
oleh pelaksanaan fungsi tertentu selama kurun waktu tertentu”Kinerja merupakan suatu potensi yang harus dimiliki
oleh setiap karyawan untuk melaksanakan setiap
tugas dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan kepada karyawan. Dengan kinerja yang baik, maka setiap karyawan dapat
menyelesaikan segala beban perusahaan dengan
efektif dan efisien sehingga masalah yang terjadi di dalam organisasi atau perusahaan dapat teratasi. Kinerja karyawan
dapat dilihat dari tingkat kuantitas kerja, kualitas kerja, pemanfaatan waktu , dan
tingkat kesalahan yang dilakukan karyawan. Di dalam dunia kerja setiap pekerjaan dituntut
semakin berkualitas. Hal ini berdampak terhadap
tuntutan kinerja setiap karyawan, agar semakin meningkatkan kerja sama untuk menghasilkan produksi yang bermutu. Agar
perusahaan mampu menjadi pemenang di bisnis
yang semakin kompetitif, perusahaan harus mampu menggabungkan segenap potensi, pengetahuan, keterampilan,
pengalaman, dan visi anggotanya untuk bekerja dalam suatu tim kerja.
Menurut Robbins dan
Judge Tim kerja (work team) adalah kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja
lebih tinggi daripada jumlah masukan individual
(2008:406). Tim kerja menghasilkan
sinergi positif melalui usaha yang terorganisasi.
Usaha – usaha idividual mereka menghasilkan satu tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada jumlah masukan
individual.
Tim Kerja ibarat
sebuah bangunan yang keberadaannya dibentuk dari beberapa komponen, sama halnya dengan
keberadaan tim kerja dalam sebuah organisasi minimal terdiri dari ketua tim, mungkin
dibutuhkan wakil ketua, sekretaris tim, bendahara
dan anggota, yang kesemuanya berupaya secara maksimal menyamakan visi, misi dan melaksanakannya bersama-sama sesuai
tugas dan fungsinya untuk tujuan yang ingin
dicapai organisasi, yang telah diprogramkan dan didukung dengan biaya dan
sarana lainnya. Semua komponen Tim kerja
harus bersatu, karena semuanya merupakan satu bangunan yang bila satu tidak ada atau hilang
bisa mengakibatkan robohnya bangunan tersebut.
Cepat atau lambat tergantung pada posisi peran dan fungsinya. Tim kerja merupakan kumpulan yang terdiri atas
individu-individu, yang memiliki perbedaan sifat dan kepentingan. Fokus utama seorang leader
dalam tim kerja adalah memberi gambaran terhadap
tujuan serta menyamakan visi dari setiap individu agar tujuan bisa tercapai.
Alur kerjasama dan pembagian tugas yang
pada prakteknya adalah sesuatu yang sensitif, sangat dibutuhkan untuk membangun sebuah tim
kerja yang solid.
Peranan Tim Kerja
sangat dominan dan berpengaruh terhadap peningkatan Kinerja Karyawan. Dengan demikian karyawan
akan lebih memiliki peranan penting dalam
pelaksanaan tanggung jawab dari perusahaan. Sesuai dengan bidang masingmasing
yang dipercayakan perusahaan dan juga dapat mempermudah mencapai tujuan perusahaan sesuai dengan standar kerja yang
telah ditetapkan perusahaan. Tim Kerja yang
tidak efektif dapat menghambat peningkatan kinerja karyawan. Tingkat produksi perusahaan pada tahun 2006 sampai 2008 dapat
di lihat pada Tabel 1.1 berikut.
Tabel 1.1 Tingkat
produksi o Tahun Tingkat Produksi (Kg) 2006 2007 2008 102.345.050
85.789.950 83.202.350 Sumber : PTPN IV Kebun laras (april 2009) Berdasarkan data yang diperoleh pada Tabel
1.1 dapat dilihat bahwa produksi PTPN IV
Unit Kebun Laras mengalami penurunan. Hal ini menggambarkan semakin memburuknya tingkat kinerja PTPN IV Kebun
Laras dalam tiga tahun terakhir.
Tingkat produksi
pada PTPN IV Unit Kebun Laras bergantung pada Tim Kerja yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan
secara berkesinambungan dan berdampak
juga pada produksi kelapa sawit pada PTPN IV Unit Kebun Laras. Oleh sebab itu Tim Kerja dapat dijadikan faktor penentu dalam meningkatkan kinerja karyawan tersebut. Masalah Tim Kerja yang ada
pada PTPN IV Unit Kebun Laras adalah dalam
hal komunikasi antara atasan dengan bawahan dan antara sesama bawahan.
Komunikasi yang
kurang baik tersebut antara lain dalam hal penyampaian jumlah hasil panen harian dari setiap afdeling. Karena
jumlah panen harian yang mencapai ribuan kilogram, dalam menyampaikan jumlah panen
sering terjadi kesalahan. Sehingga memerlukan
perbaikan yang memerlukan waktu yang lama. Hal tersebut merupakan masalah Tim Kerja yang dialami PTPN IV Unit
Kebun Laras. Dapat dilihat dari tingkat produksi
yang semakin menurun dari PTPN IV Kebun Laras.
Kinerja merupakan
suatu potensi yang harus dimiliki oleh setiap karyawan untuk melaksanakan setiap tugas dan tanggung
jawab yang diberikan perusahaan kepadanya. Dengan kinerja yang baik, maka
setiap karyawan dapat menyelesaikan segala beban perusahaan dengan efektif dan efisien
sehingga masalah yang terjadi pada PTPN IV
Unit Kebun Laras dapat teratasi dengan baik. Namun, masalah tersebut dapat terabaikan apabila setiap karyawan memiliki
potensi kinerja yang baik. Peningkatan kinerja
ini sangat dominan dan berpengaruh terhadap peranan Tim Kerja yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Karena
keberhasilan Tim kerja di dalam memotivasi
kinerja karyawan dapat memberikan kontribusi yang baik terhadap pelaksanaan beban perusahaan agar dapat
terealisasikan dengan baik.
Efisiensi kinerja
memberikan manfaat di dalam meningkatkan keberhasilan perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan,
sehingga kinerja merupakan salah satu faktor
pendukung terhadap keberhasilan karyawan di dalam menyelesaikan tugas.
Hal di atas
mendorong penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian pada PTPN IV Unit Kebun Laras dengan judul
“Pengaruh Tim Kerja (Work Team) Terhadap
Kineja Karyawan Pada PTPN IV Unit Kebun Laras”.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang
diatas maka perumusan masalah yang dijadikan objek penelitian adalah sebagai berikut: “Apakah Tim Kerja (Work Team) Berpengaruh Positif Dan Signifikan Terhadap
Kineja Karyawan Pada PTPN IV Unit Kebun
Laras?” C. Hipotesis Hipotesis merupakan
kesimpulan sementara dari tinjauan teoritis yang mencerminkan hubungan antar variabel yang
sedang diteliti dan merumuskan hipotesis yang berbentuk alur yang dilengkapi dengan
penjelasan kualitatif.
Berdasarkan
kerangka konseptual, penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut: “Tim Kerja (Work Team) Mempunyai
Pengaruh Yang Positif Terhadap Kineja
Karyawan Pada PTPN IV Unit Kebun Laras”.
D. Tujuan dan
Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun
tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mrnganalisis pengaruh tim kerja terhadap kinerja karyawan
pada PTPN IV Kebun Laras.
2. Manfaat
Penelitian.
Manfaat yang
diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Manfaat bagi perusahaan Untuk memberi saran
dan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan dalam menjaga Tim kerja untuk mempertahankan
Kinerja karyawan.
b. Manfaat bagi penulis Penelitian ini merupakan
kesempatan yang baik bagi penulis untuk dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama
menjalani perkuliahan dan memperluas
wahana berfikir ilmiah dalam bidang agribisnis.
c. Manfaat bagi pihak lain Sebagai referensi
yang dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan serta perbandingan dalam melakukan penelitian
pada bidang yang sama dimasa yang akan
datang.
E. Kerangka Konseptual Kinerja ialah prestasi
yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya.
Tingkat kenerhasilan suatu kinerja meliputi kuantitas kerja, ketepatan waktu dalam
menyelesaikan pekerjaan, kualitas kerja yang baik, pemanfaatan waktu dalam bekerja, serta
tingkat kesalahan dalam bekerja. Siswanto (2002:235). Kinerja karyawan akan meningkat
apabila Tim kerja yang dimiliki sudah efektif.
Tim kerja dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu dengan keahlian spesifik yang bekerja sama dan berinteraksi
untuk mencapai tujuan bersama. Tim Kerja yang baik apabila didukung dengan kepemimpinan
yang baik, komunikasi yang lancar, motivasi
yng tinggi, serta umpan balik yang terjadi Ilyas (2006:1). Dengan demikian dalam kerangka penelitian ini dikemukakan
variabel yang akan diteliti yaitu Tim kerja sebagai variabel X dan Kinerja Karyawan
sebagai variabel Y. Kerangka konseptual dalam
penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut : Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual
Sumber : Ilyas, siswanto F. Metode Penelitian 1.Batasan Operasional Penelitian
ini membahas pengaruh Tim kerja terhadap kinerja karyawan pada PTPN IV Unit Kebun Laras dengan responden
penelitian adalah seluruh karyawan PTPN IV
Unit Kebun Laras yang berjumlah 40 orang Tim Kerja (X) 1. Kepemimpinan 2. Komunikasi 3.
Motivasi 4. Umpan Balik Kinerja
(Y) 1. Kuantitas Kerja 2. Kualitas Kerja 3. Pemanfaatan Waktu 4. Tingkat 2.Definisi Operasional Definisi operasional
bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel dari suatu faktor berkaitan dengan variabel lainnya.
Definisi operasional merupakan petunjuk bagaimana
suatu variabel diukur untuk mengetahui baik buruknya pengukuran dalam penelitian. Pada penelitian ini yang menjadi
objek penelitian adalah Tim Kerja sebagai variabel bebas dan Kinerja Karyawan sebagai
variabel terikat. Kedua variabel tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut: a. Tim Kerja (Variabel Bebas) yaitu: Ilyas
(2006:1) menyatakan bahwa tim kerja dapat didefinisikan sebagai kumpulan individu dengan keahlian spesifik
yang bekerja sama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama.
Adapun keahlian
yang harus dimiliki tim kerja untuk tersebut yang dapat dijadikan indikator Tim kerja di dalam suatu organisasi,
antara lain: 1. Kepemimpinan adalah
suatu proses yang mempengaruhi aktivitas seseorang atau kelompok orang untuk mencapai tujuan yang
telah disepakati dalam situasi tertentu.
2. Komunikasi adalah proses pertukaran
informasi, kepercayaan, dan perasaaan antara
anggota yang satu dan anggota tim kerja lainnya untuk mewujudkan rasa saling memahami dan saling percaya demi
terciptanya hubungan yang baik.
3. Motivasi adalah semangat atau dorongan terhadap
seseorang untuk melakukan serangkaian
kegiatan dengan bekeja keras dan cerdas, untuk mencapai tujuan tertentu.
4.
Umpan balik adalah suatu proses pemberian informasi kepada anggota tim kerja untuk memotivasi, mengarahkan, atau
mengubah perilaku kerja untuk memperbaiki
prestasi kerja tim.
b. Kinerja Karyawan (Variabel Terikat) yaitu: Variabel
terikat dalam peelitian ini adalah kinerja karyawan yang merupakan kemampuan karyawan dalam melaksanakan dan
menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan
oleh perusahaan. Siswanto (2002:235) kinerja ialah prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan
pekerjaan yang diberikan kepadanya. Ruang lingkup penelitian ini adalah kinerja karyawan
pada PTPN IV Unit Kebun Laras.
Adapun indikator
dari kinerja karyawan (variabel Y), yaitu: 1)
Kuantitas Kerja adalah volume kerja yang dihasilkan di bawah kondisi normal yang menunjukkan banyaknya jenis
pekerjaan yang dilakukan dalam mencapai
efektivitas yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
2) Kualitas Kerja adalah kerapian, ketelitian,
dan keterkaitan hasil kerja dengan tidak
mengabaikan volume kerja untuk menghindari kesalahan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
3) Pemanfaatan waktu adalah penggunaan masa
kerja yang disesuaikan dengan kebijakan
dari perusahaan untuk mencapai ketepatan waktu dalam penyelesaian suatu pekerjaan.
4) Tingkat kesalahan adalah penyelewengan
karyawan dalam melakukan pekerjaan tanpa
disengaja maupun disengaja.
Tabel 1.2 Tabel
Definisi Operasional Vari abel Definisi Operasional Indikator Skal a Pen
gukuran S umber Data Tim Kerja (X) Vari abel Kumpulan individu dengan keahlian spesifik yang bekerja sama dan berinteraksi untuk mencapai tujuan Definisi
Operasional 1. Kepemimpinan 2. Komunikasi 3. Motivasi 4. Umpan Balik Indikator
Skal a Likert Skal a Pen gukuran K uesioner S umber D ata Kin erja karyawan (Y) Sebuah kondisi karyawan yang mengakibatkan
karyawan dapat bakerja lebih terarah dan 1. Kuantitas kerja 2. Kualitas kerja 3. Pemanfaatan waktu 4.
Tingkat kesalaha Skal a Likert K uesioner
maksimal Sumber : Ilyas, siswanto 3.Skala Pengukuran Variabel Pengukuran
yang digunakan oleh penulis untuk mengetahui masingmasing variabel yaitu
variabel X (Tim kerja Kerja) dan variabel Y (Kinerja Karywan) adalah Skala Likert. Skala likert digunakan
untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seorang atau kelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2004:86).
Untuk keperluan
Penelitian analisis kuantitatif ini, maka setiap pertanyaan akan diberi skala sangat baik sampai buruk
sekali dimana skala tersebut mempunyai poin,
seperti Table 1.3 berikut : Tabel 1.3 Skor
Pertanyaan o.
Pernyataan Skor .
Sangat setuju 5 .
Setuju 4 .
Kurang setuju 3 .
Tidak setuju 2 o.
Pernyataan Skor .
Sangat tidak setuju 1 Sumber : Sugiyono (2006 : 86) 4.Tempat dan
Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada PTPN IV Kebun laras Kab. Simalungun Sumatera utara. Waktu penelitian dilaksanakan
penulis mulai dari bulan maret sampai mei
dengan 2009.
5. Populasi dan
Sampel a. Populasi Sugiyono (2004:74)
menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik kesimpulan. Pada penelitian ini populasinya adalah
seluruh karyawan pada PTPN IV yang
berjumlah 40 orang.
b. Sampel Sampel pada penelitian ini adalah
semua populasi yang ada yang penarikannya
adalah diambil secara sensus yakni 100% dari jumlah populasi yang berjumlah 40 orang (Sugiyono, 2004:74).
Alasan dilakukannya
penarikan sampel secara sensus adalah karena kecilnya jumlah populasi yang ada ditempat dimana
diadakan pengujian.
6. Jenis Data a. Data Primer Data primer adalah data yang
diperoleh langsung oleh peneliti dengan cara wawancara dan penyebaran angket kepada
responden.
b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang
diperoleh dalam bentuk yang sudah diolah berupa dokumen perusahaan atau organisasi dan
publikasi yang dikumpulkan oleh pihak
atau instansi lain. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi profil perusahaan, struktur organisasi dan data yang
diperoleh dari hasil pengolahan buku,
teori-teori dan literature yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
7.Teknik
Pengumpulan Data a. Angket (kuesioner)
yaitu dengan membuat daftar pertanyaan dalam bentuk angket tentang Tim kerja dan kinerja karyawan
yang ditunjukkan kepada responden di
objek penelitian yaitu PTPN IV Unit Kebun Laras.
b. Wawancara adalah tanya jawab langsung kepada
pihak-pihak yang berkepentingan. Penulis
dalam melakukan penelitian / wawancara menggunakan
daftar pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu oleh peneliti yang berisi pertanyaan-pertanyaan
yang berhubungan dengan data yang
diperlukan oleh peneliti.
8. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Dalam penelitian ini data angket yang ada
diuji dalam beberapa tahap antara lain :
1. Uji Validitas Uji ini untuk mengukur
apakah data yang telah didapat setelah penelitian
merupakan data yang valid dengan alat ukur yang telah disediakan (angket) dengan menggunakan software SPSS 13,
dimana uji validitas ini dilakukan PTPN
IV Unit Kebun Dolok Ilir dengan responden 30 orang. Hasil analisis instrument Tim Kerja ( variabel
independent ) untuk uji validitas dapat
dilihat pada Tabel 1.4 . Sedangkan hasil analisis instrument Kinerja ( vriabel dependent ) untuk uji validitas dapat
dilihat pada Tabel 1.5 Tabel 1.4 Hasil
Analisis Instrumen Tim Kerja (Variabel Independent) No. Butir Instrumen Corrected item total correlation Keterangan Valid 1 0.73554 Valid 2 0.66216 Valid 3 0.64847 Valid 4 0.75786 Valid 5 0.63043 Valid 6 0.60764 Valid No. Butir Instrumen Corrected item total correlation Keterangan Valid 7 0.56387 Valid 8
0.68687 Valid 9 0.50383 Valid 10 0.72324 Valid Sumber: Hasil Pengolahan data SPSS (juni
2009) Tabel 1.5 Hasil Analisis Instumen Kinerja (Variabel Dependent) No. Butir Instrumen Corrected item total correlation Keterangan Valid 1 0.73554 Valid 2 0.66216 Valid 3 0.64847 Valid 4 0.75786 Valid 5 0.63043 Valid 6 0.60764 Valid 7 0.56387 Valid 8 0.68687 Valid 9 0.50383 Valid 10 0.72324 Valid Sumber: Hasil Pengolahan data SPSS (juni
2009) 2. Uji Reliabilitas Uji ini untuk
melihat apakah alat ukur yang digunakan (angket) menunjukan konsistensi di dalam mengukur
gejala yang sama, uji reliabilitas ini
dilakukan pada PTPN IV Unit Kebun Dolok Ilir dengan responden 30 orang.
Uji Reliabilitas
digunakan untuk mengetahui konsistensi atau kepercayaan hasil ukur yang mengandung
kecermatan pengukuran. Instrumen yang
Reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan
data yang sama. Dari output SPSS
pengujian Reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,912 untuk instumen Tim Kerja, dan sebesar
0,912 untuk instumen Kinerja.
Menurut”construct” penilaian dianggap Reliabel jika koefisien alpha nya ≥ 0,70. Dengan demikian
koefisien sebesar 0,912 dan 0,912 yang mendekati
1 sudah membuktikan bahwa instrumen Tim Kerja dan Kinerja adalah Reliabel.
9. Metode Analisis Data a. Metode Deskriptif Metode penganalisaan data
dengan cara menyusun data, mengelompokkannya,
selanjutnya menginterpretasikannya, sehingga diperoleh gambaran sebenarnya mengenai kondisi
perusahaan.
b. Metode Regresi Linier Sederhana Metode
regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh tim kerja terhadap kinerja karyawan yang dapat
dilihat sebagai berikut.
Y = a + bX Dimana : Y = Tim kerja a = Nilai Intercept ( konstan ) X =
Kinerja b = Koefisien arah Regresi c. Uji Signifikan Parsial ( Uji t ) Dilakukan
uji t yaitu seacra parsial untuk membuktikan hipotesis awal tentang pengaruh Tim kerja sebagai variabel bebas
terhadap Kinerja sebagai variabel terikat
Kriteria Pengujian : H0 : ß1 = 0 (tidak
ada pengaruh yang signifikan dari Tim kerja terhadap Kinerja Karyawan) H1
: ß1 ≠ 0 (ada pengaruh yang
signifikan dari Tim kerja terhadap Kinerja Karyawan ) d.
Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) Pengujian koefisien determinasi (R 2 ) digunakan
untuk mengukur proporsi atau persentase
kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat.
Koefisien
determinan berkisar antara nol sampai satu (0
≤ R 2 ≤ 1). Jika R 2 semakin
besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap
variabel terikat (Y). Hal ini berarti model
yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dan demikian
sebaliknya.
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi