Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH DIFERENSIASI PRODUK TERHADAP BRAND IMAGE NOKIA Nseries PADA MAHASISWA



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Penelitian 
Perkembangan dunia pertelekomunikasian sangat pesat terjadi dalam 10 tahun  terakhir, khususnya dalam dunia telepon selular atau yang di kenal dengan sebutan  handphone. Dari hasil penelitian yang diadakan di Geneva oleh badan International  Telecommunication Union (ITU) menyatakan bahwa jumlah pengguna ponsel dunia  diprediksi akan mencapai 4 miliar pada akhir tahun 2009 (www.detik.com).

Perkembangan teknologi telepon genggam menciptakan perubahan gaya hidup  yang sangat cepat, batas geografis baik daratan dan lautan, bukan menjadi sebuah  hambatan lagi dalam melaksanakan komunikasi. Jika  di tahun 1998 penggunaan  telepon selular di Indonesia masih memiliki kemampuan dan fitur  yang terbatas  dengan layanan voice call dan short message service, saat ini dengan pengembangan  teknologi pesat yang sedang terjadi telah merubah handphone menjadi sebuah alat  yang tak terbatas fungsinya.
Perkembangan dunia telekomunikasi yang sangat cepat merangsang  persaingan dalam dunia bisnis handphone. Persaingan antar produsen handphone saat  ini semakin ketat dilihat dari perusahaan yang saling berlomba untuk mendapatkan  pangsa pasar paling banyak dan berusaha untuk memenangkan persaingan dalam  menjual produk-produknya. Dalam menghadapi persaingan ini maka semua produsen  handphone memacu segala sumber daya yang ada di dalam perusahaannya agar dapat  tetap bertahan dalam peta persaingan usaha.
Maraknya persaingan dalam dunia bisnis handphone akhir-akhir ini telah  menunjukkan suatu gejala, yaitu semakin banyak dan beragamnya handphone yang  ditawarkan oleh perusahaan dan perkembangan handphone  yang begitu cepat.
 Handphone telah menjadi sebuah alat multiguna yang menawarkan fitur-fitur yang  sangat beragam, seperti fitur fotography, menjadi walkman phone, games, menjadi  pembantu dalam urusan kantor dengan aplikasi yang beragam, menjadi penuntun  jalan dengan fasilitas Global Positioning System (GPS) dan masih banyak lagi.
Brand image produk memegang peranan penting dalam perusahaan untuk  dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat dalam bisnis handphone. Brand  image yang positif akan membuat konsumen menyukai suatu produk dengan merek  yang bersangkutan, bahkan merangsang konsumen untuk loyal terhadap merek  perusahaan, sedangkan  bagi produsen brand image  yang baik akan menghambat  kegiatan pemasaran pesaing. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi perusahaan.
Brand image mempresentasikan keseluruhan presepsi terhadap merek dan dibentuk  dari informasi dan pengalaman masa lalu terhadap merek itu. Brand image adalah  jumlah dari gambaran-gambaran, kesan-kesan, dan keyakinan-keyakinan yang  dimiliki oleh seseorang terhadap suatu produk. Citra terhadap merek berhubungan  dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu merek, yang akan  merangsang konsumen untuk melakukan pembelian.( Setiadi,2003:108).
Diferensiasi produk merupakan salah satu atribut penting dalam pembentukan  brand image yang positif dalam benak konsumen. Diferensiasi produk sebagai suatu  tindakan yang dilakukan oleh perusahaan dalam memenangkan persaingan di pasar  dengan menetapkan sekumpulan perbedaan-perbedaan yang berarti pada produk yang  ditawarkan untuk membedakan produk dengan produk pesaingnya, sehingga dapat  dipandang atau dipresepsikan konsumen bahwa produk tersebut mempunyai nilai  tambah yang diharapkan konsumen.
Pelaksanaan diferensiasi produk akan membuat konsumen melihat suatu  produk dengan merek apa yang paling mampu memenuhi kebutuhannya, sehingga   kemudian akan sampai pada tahap dimana seorang konsumen memilih untuk  mengkonsumsi suatu produk tidak hanya berdasarkan fungsi dasarnya saja, tetapi  berkembang menjadi keinginan sekunder yaitu keinginan untuk mengkonsumsi suatu  produk dengan merek tertentu yang dapat memenuhi kebutuhannya paling baik,  sehingga kemudian akan muncul pertanyaan tentang dasar pemikiran konsumen  tersebut dalam membuat keputusan pembeliannya ketika konsumen tersebut  diperhadapkan pada sejumlah besar alternatif produk dengan merek berbeda dan  saling bersaing. Keadaan ini yang mendorong timbulnya persaingan yang ketat dalam  dunia usaha dan memaksa perusahaan untuk lebih tanggap perubahan-perubahan yang  terjadi dengan sangat cepat.
Nokia merupakan perusahaan yang mempunyai brand image yang positif di  benak konsumen, dan hal ini tidak terlepas dari diferensiasi produk yang dilakukan  oleh Nokia. Sebagai pendorong utama pertumbuhan pasar ponsel, yaitu smartphone,  perusahaan Nokia dengan mengandalkan smartphone seperti Nokia Nseries berhasil  memimpin pasar global dibanding perusahaan lainnya. Hasil dari penelitian Gartner  Inc pada kuartal ketiga, dari 36,5 juta unit total penjualan smartphone di dunia,  perusahaan Nokia berhasil merebut pangsa pasar sebesar 42,2% dengan total  penjualan sebesar 15.4 juta unit dengan produk Nseries, kemudian disusul dengan  perusahaan Rim dengan produk Blackberry nya sebesar 15.9% dengan total penjualan  5.8 juta unit, dan pada posisi ketiga diduduki oleh perusahaan Apple dengan produk  Iphone 3G-nya menguasai pangsa pasar 12,9% dengan total penjualan 4,7 juta unit.
Tabel 1.1 Pangsa pasar dan total penjualan smartphone di dunia Produk  Pangsa pasar  Total penjualan Nokia Nseries  42,2%  15.4 juta unit Blackberry  15,9%  5.8 juta unit Iphone 3G  12,9%  4,7 juta unit  Sumber : Gartner Inc 2008. (diolah) Nokia  Nseries  adalah sekelompok produk telepon genggam dari Nokia yang  mendukung berbagai perangkat digital multimedia seperti pemutar musik, pembuatan  video, fotografi, mobile gaming  dan layanan internet. Semua Nokia seri N ini  mempunyai setidaknya satu teknologi nirkabel dengan kecepatan tinggi seperti 3G,  HSDPA atau LAN Wireless. Nokia seri N ini berusaha merangkum semua fitur yang  dibutuhkan oleh para konsumen. Fitur utama Nokia seri N adalah kamera yang  bertaraf 2 MP ke atas, pengambilan video dengan handphone yang lebih lama dengan  kualitas baik, fitur game yang sangat digemari, dan yang terakhir konektivitas dengan  kecepatan tinggi seperti 3G, HSDPA dan LAN Wireless. Nokia Nseries di lihat dari  segi diferensiasi produk, terdiri dari bentuk yang ramping,  mudah dalam  pengoperasian, lebih dingin, mutu yang dijanjikan, usia pakai (daya tahan), mesin  yang kuat, mudah di perbaiki, dan ketersediaan suku cadangnya, gaya yang menarik,  rancangan yang dapat disesuaikan dengan keadaan.
Pada dasarnya konsumen ingin mendapatkan produk yang sesuai dengan  harapan keinginannya yaitu untuk mendapatkan kepuasan dalam melakukan  pembelian. Setelah ia mendapatkan yang diinginkannya, maka akan timbul sebuah  presepsi atau kesan dibenak konsumen. Presepsi yang ada di benak konsumen akan  dijadikan sebuah acuan untuk melakukan pembelian ulang, pertanda konsumen puas  dan disinilah timbul citra yang mengangkat nama baik perusahaan.
Dari uraian tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam  rangka menyusun skripsi dengan judul ‚“ Pengaruh Diferensiasi Produk Terhadap  Brand Image Nokia Nseries pada Mahasiswa FE USU“.
B. Perumusan Masalah  Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan,maka perumusan masalah  dalam penelitian ini adalah: “Apakah diferensiasi produk berpengaruh positif dan  signifikan terhadap Brand Image Nokia Nseries pada mahasiswa FE USU “.
C. Kerangka Konseptual Perusahaan perlu melakukan strategi untuk dapat meningkatkan penjualan dan  sekaligus menanamkan citra positif mengenai produk di benak konsumen, hal ini  dilalukakan dalam menghadapi persaingan yang ketat antar perusahaan dalam suatu  industri. Salah satu strategi alternatifnya adalah pendiferensiasian produk sesuai  dengan keinginan konsumen. Diferensiasi didefenisikan oleh Griffin (2003:357)  adalah sebagai berikut: “Diferensiasi produk adalah penciptaan suatu produk atau  citra produk yang cukup berbeda dengan produk-produk yang telah beredar dengan  maksud untuk menarik konsumen”.
Pelaksanaan diferensiasi ini diharapkan akan memberikan kepuasan kepada  para pelanggannya. Kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan merupakan keuntungan  bagi perusahaan, karena apabila pelanggan merasa puas akan pelayanan yang  diberikan oleh perusahaan, dengan sendirinya dalam pikiran pelanggan tersebut akan  muncul kesan yang positif terhadap produk yang ditawarkan perusahaan, dalam hal  ini Nokia. Maka secara teoritis akan tercipta brand image  (Nokia) yang positif dalam  pikiran konsumen.
Merek merupakan salah satu atribut yang dianggap penting dalam  menumbuhkan presepsi yang baik sehingga konsumen akan percaya setelah mereka  menilai atribut yang dimiliki oleh suatu produk. Presepsi yang baik dengan  kepercayaan konsumen terhadap merek tertentu akan menciptakan brand image  yang   baik pula,sehingga pada akhirnya akan menciptakan minat beli dan bahkan  meningkatkan loyalitas konsumen terhadap merek tertentu.
Brand image  pada dasarnya adalah hasil pandangan atau presepsi konsumen  terhadap suatu merek tertentu,yang didasarkan atas pertimbangan dan perbandingan  dengan beberapa merek lainnya (Kotler,2000:180). Dapat dirumuskan brand image merupakan pemahaman konsumen mengenai merek secara keseluruhan kepercayaan  konsumen terhadap merek tertentu, dan bagaimana konsumen memandang atau  mempunyai presepsi tertentu pada suatu merek. Brand image yang positif akan  membuat konsumen menyukai suatu produk dengan merek yang bersangkutan,  sedangkan bagi produsen brand image yang baik akan menghambat kegiatan  pemasaran pasaing. Dengan demikian brand image suatu produk memegang peranan  yang sangat penting dalam perusahaan untuk dapat bersaing dalam menjalankan  aktivitasnya.
Dari uraian kerangka konseptual , maka dapat dibuat suatu paradigma hubungan  antara variabel, yang ditunjukkan dengan gambar sebagai berikut : Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Penelitian Sumber : Kotler (2003:318), Griffin (2003:357),(diolah) D. Hipotesis Bentuk (X1) Keistimewaan (X2) Kualitas Kinerja (X3) Daya Tahan (X4) Brand Image (Y)  Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan maka dapat dirumuskan  hipotesis sebagai berikut : “Diferensiasi Produk Berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap brand imageNokia Nseries pada mahasiswa FE USU“.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  pengaruh diferensiasi produk  terhadap brand image nokia pada mahasiswa FE USU.
2. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut: a. Bagi Perusahaan Sebagai informasi dan bahan pertimbangan untuk meningkatkan citra nokia  melalui diferensiasi yang dapat mempengaruhi presepsi masyarakat.
b.Bagi pihak lain Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan perbandingan  dan referensi dalam melakukan penelitian dengan objek ataupun masalah yang  sama dimasa yang akan datang.
c.Bagi Penulis Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan penulis dalam bidang  pemasaran terutama dalam bidang perilaku konsumen.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Batasan operasional dalam penelitian ini adalah : a. Variabel independen (variabel bebas), yaitu diferensiasi produk Nokia.
 b. Variabel dependen (variabel terikat), yaitu citra merek (brand image)  perusahaan.
2. Defenisi operasional variabel Untuk memberikan gambaran yang jelas dan memudahkan pelaksanaan  penelitian maka perlu defenisi variabel-variabel yang akan diteliti sebagai berikut : a.  Perbedaan Bentuk (Form), yaitu produk yang dirancang untuk dapat  dibedakan dari pesaing melalui bentuk, ukuran, dan struktur fisik.
b.  Perbedaan keistimewaan (Feature), yaitu beberapa fungsi yang melengkapi  fungsi dasar produk untuk meningkatkan kualitas produk dibandingkan  dengan produk pesaing.
c.  Perbedaan kualitas kinerja (Performance Quality), yaitu level berlakunya  karakteristik dasar produk.
d.  Daya tahan (Durability), yaitu ukuran usia yang diharapkan atas  beroperasinya produk dalam kondisi normal dan/atau berat.
TABEL 1.2 Defenisi Operasional Variabel VARIABEL  SUBVARIABEL  INDIKATOR  SKALA UKUR Diferensiasi  produk ( X ) Bentuk  ( Form)  • Perbedaan Bentuk  • Perbedaan Ukuran • Perbedaan Struktur Fisik Likert Keistimewaan  ( Feature)  • Perbedaan kapasitas memori  internal.
• Perbedaan kualitas kamera.
• Perbedaan kejernihan suara  media player Likert Kualitas kinerja  (Performance  Quality)  • Perbedaan kecepatan  akses data internet.
• Perbedaan kecepatan  menjalankan program • Kemudahan sistem  operasi.
Likert Daya tahan ( Durability)  • Perbedaan usia produk •   Perbedaan ketahanan  baterai.
  Perbedaan daya tahan ear  Likert  phone.
Brand Image  (Y) •  Kualitas produk •  Pesaing •  Harga produk •  Variasi dan kelengkapan  produk Likert Sumber: Kotler (2003:318), Griffin (2003:357) (diolah) 3. Skala pengukuran Variabel Skala pengukuran dalam penelitian ini adalah Skala likert, sebagai alat untuk  mengukur sikap, pendapat, dan presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang  fenomena sosial (Sugiono,2006:132). Dalam melakukan penelitian terhadap variabelvariabel yang akan diuji, pada setiap jawaban akan diberi skor.
Skala likert menggunakan 5 tingkatan jawaban yang diberi skor (Sugiono,2006:133),  yaitu: a. Jawaban sangat setuju : diberi skor 5 b. Jawaban setuju  :  diberi skor 4 c. Jawaban kurang setuju : diberi skor 3 d. Jawaban tidak setuju : diberi skor 2 e. Jawaban sangat tidak setuju : diberi skor 1 4. Lokasi dan Waktu penelitian  Penelitian ini dilakukan di Fakultas Ekonomi USU yang berlokasi di jalan T.M  Hanafiah, SH  Padang Bulan, Medan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan  Desember 2008 hingga Mei2009.
5. Populasi dan sampel a. Populasi  Popolasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa USU Fakultas Ekonomi  angkatan 2005 hingga 2008 yang berjumlah 2153.
 Tabel 1.3 Jumlah Mahasiswa FE USU Stambuk MANAJEMEN AKUNTANSI EKONOMI  PEMBANGUNAN 2005  215  205  110 2006  120  195  112 2007  229  224  121 2008  234  254  134 JUMLAH  798  878  477 Sumber: Bagian kemahasiswaan, 2009 (diolah) b. Sampel Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Slovin (Umar,2005),  yaitu:  n =  )1(2 Ne N + Dimana: n = Jumlah sampel N = Ukuran Populasi e = Standar error = 10 % Sehingga jumlah sampel menjadi: n =  )%1021531( 2153 2 ×+ = 95,56 dibulatkan menjadi 96 orang.
Pemilihan sampel dilakukan melalui metode purposive sampling, yaitusampel yang dipilih dengan kriteria tertentu ( Sugiyono,2006). Kriteria sampel pada   penelitian ini adalah konsumen yang pernah memakai Nokia Nseries dan atau  sedang memakai Nokia Nseries.
Tabel 1.4 Kerangka Sampel Stambuk  Manajemen  Akuntansi Ekonomi  Pembangunan 2005  10  9  4 2006  6  9  4 2007  10  10  5 2008  11  12  6 Jumlah  37  40  19 Sumber :Bagian kemahasiswaan, 2009 (Diolah) 6.Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang digunakan dikelompokkan ke dalam dua golongan  yaitu : 1. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dan dari penyebaran  kuisioner kepada responden yang dianggap telah mewakili populasi. Hasil  yang diperoleh dari penyebaran kuisioner ini adalah penilaian serta  tanggapan dari konsumen Nokia.
2. Data Sekunder Data sekunder,yaitu data yang diperoleh melalui studi dokumentasi, baik dari  buku, jurnal, majalah dan situs internet yang dapat mendukung penelitian ini.
7. Teknis Pengumpulan Data a. Daftar Pertanyaan (questionnaire)  Pengumpulan data dengan cara mengajukan pertanyaan melalui daftar pertanyaan  pada responden yang terpilih, yakni kepada sampel yang dipilih.
 b. Studi Dokumentasi Mengumpulkan data dan informasi dari buku-buku, tulisan ilmiah, dan internet  yang memiliki relevansi dengan penelitian.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji apakah suatu kuisioner  layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Validitas menunjukkan seberapa nyata  suatu pengujian mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas berhubungan  dengan ketepatan alat ukur melakukan tugasnya mencapai sasarannya. Pengukuran  dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan nyata atau benar. Reliabilitas  menunjukkan akurasi dan konsistensi dari pengukurannya. Dikatakan konsisten jika  beberapa pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang tidak berbeda  (Jogiyanto,2004). Adapun tempat untuk menguji validitas dan reliabilitas tersebut  adalah di Fakultas Ekonomi USU. Uji validitas dan reliabilitas ini menggunakan alat  bantu program SPSS versi 13.0 for windows.
9. Metode analisis data a.  Metode analisis deskriptif Metode analisis deskriptif adalah metode penganalisaan yang dilakukan dengan cara  menentukan data, mengumpulkan data, dan menginterpretasikan data sehingga dapat  memberikan gambaran masalah yang dihadapi.
b.  Analisis kuantitatif Analisis kuantitatif adalah analisis yang digunakan untuk menyajikan data, dalam  bentuk angka. Data pada penelitian ini merupakan data ordinal.
 Penulis menganalisis data dengan menggunakan metode analisis regresi linear  berganda (multiple linear regression) ( Sugiyono,2006) sebagai berikut: Y= a+ b1X1+b2X2+b3X3+b4X4+e  Keterangan : Y  = Brand image a  = Konstanta b1-4  = Koefisien regresi X1  = Skor dimensi bentuk  X2  = Skor dimensi keistimewaan X3  = Skor dimensi kualitas kinerja X4  = Skor dimensi daya tahan Alasan digunakannya metode analisis regresi linear berganda adalah teknik  analisis ini dapat memberikan informasi mengenai besarnya pengaruh variabel bebas  terhadap variabel terikat.
Adapun syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda  sebelum data dianalisis adalah sebagai berikut: 1) Uji Normalitas Tujuan normalitas adalah ingin mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti  atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan  pendekatan kolmogorov Smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% maka  jika nilai Asymp.Sig (2 tailed) diatas nilai signifikan 5% artinya variabel residual  berdistribusi normal.
2) Uji Heteroskedastisitas  Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Jika variabel  independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada  indikasi terjadi heteroskedastisitas. Jika probabilitas signifikannya diatas tingkat  kepercayaan 5% dapat disimpulkan bahwa model regresi tidek mengarah adanya  heteroskedastisitas.
3) Uji Multikolinearitas Gejala multikolinearitas dapat dilihat dari besarnya nilai Tolerance dan VIF (Variance  Inflation Factor) melalui program SPSS. Tolerance mengukur variabilitas variabel  terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainnya. Nilai umum yang  biasa dipakai adalah nilai Tolerance > 0,1 atau nilai VIF < 5, maka tidak terjadi  multikolinearitas Model regresi yang sudah memenuhi syarat asumsi klasik tersebut akan  digunakan untuk menganalisis data, melalui pengujian hipotesis sebagai berikut: a) Uji F Uji F statistik dilakukan untuk melihat secara bersama-sama apakah ada pengaruh  positif dan signifikan dari variabel bebas (X1,X2,X3,X4) terhadap variabel terikat (Y).
Model hipotesis yang digunakan dalam uju F statistik ini adalah : Ho : bi = 0, artinya variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh positif dan  signifikan terhadap variabel terikat.
Ha : bi ≠ 0, artinya variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh positif dan  signifikan terhadap variabel terikat.
Nilai F statistik akan dibandingkan dengan nilai F tabel dengan tingkat kesalahan ( α )  = 5%. Kriteria uji digunakan : Ho diterima bila Fo < F tabel Ha diterima bila Fo > F tabel  b) Uji t Dilakukan untuk menguji setiap variabel bebas (Xi) apakah mempunyai pengaruh  yang signifikan terhadap variabel terikat (Yi) secara parsial.
Bentuk pengujiannya adalah : Ho : b1,b2,b3,b4 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ha : b1,b2,b3,b4 ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan : Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5 % Ha diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5 % c) Pengujian Koefisien Determinan (R 2 )  Koefisien determinan (R 2 ) pada intinya mengukur seberapa kemampuan model  dalam menerangkan variabel terikat. Jika R 2 semakin besar ( mendekati saatu), maka  dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X1,X2,X3,X4) adalah besar terhadap  variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk  menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
Sebaliknya , jika R 2  semakin mengecil (mendekati nol ) maka dapat dikatakan bahwa  pengaruh variabel bebas (X1,X2,X3,X4) terhadap variabel terikat ( Y) semakin . Hal ini  berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas  yang diteliti terhadap variabel terikat.


Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi