BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada periode 1998 mengakibatkan perekonomian Indonesia mengalami
krisis di berbagai sektor. Hal ini dapat
diamati dari pertumbuhan ekonomi yang negatif, tingginya tingkat inflasi, tingkat pengangguran yang meningkat,
dan tingkat kemiskinan yang terus bertambah.
Demikian juga di dalam dunia usaha, kurs mata uang rupiah yang tidak stabil serta pembayaran hutang luar
negeri yang jumlahnya sangat besar dan telah
jatuh tempo, mengakibatkan dunia usaha banyak yang mengalami kebangkrutan.
Permasalahan-permasalahan
tersebut harus segera diatasi agar dapat keluar dari krisis yang berkepanjangan. Menurut
Nasution, dkk (2000 : 5) Usaha kecil (berwirausaha)
merupakan salah satu solusi dan alternatif terbaik di dalam pemecahan masalah pengangguran, karena usaha
kecil (berwirausaha) dapat menciptakan
suatu lapangan pekerjaan baru yang pada akhirnya akan dapat juga untuk mengatasi masalah pengangguran.
Usaha kecil mampu
bertahan di saat krisis, dimana selalu terdapat pasar bagi produksi barang dan jasa yang dihasilkan
oleh usaha kecil tersebut. Usaha kecil
merupakan penghasil barang dan jasa dengan harga yang terjangkau bagi hampir semua lapisan masyarakat, mulai dari
masyarakat tingkat bawah sampai dengan
masyarakat tingkat atas. Usaha kecil juga mampu bertahan di tengah krisis ekonomi disebabkan karena sebagian besar modal
usaha dari usaha kecil merupakan modal
sendiri, yang tidak tergantung kepada hutang dan tidak perlu khawatir akan tingginya tingkat suku bunga
bank.
Di samping itu,
modal usaha yang begitu kecil dan hanya mengandalkan modal sendiri menyebabkan usaha kecil sulit
untuk berkembang. Usaha kecil sangat
sulit dalam memperoleh kredit dari perbankan, karena banyaknya persyaratan-persyaratan di dalam proses
peminjaman kredit yang sulit untuk dipenuhi
oleh para pengusaha kecil tersebut. Terdapat dua permasalahan utama di dalam hal aspek finansial para pelaku usaha
kecil, yaitu mobilisasi modal awal dan
akses ke modal kerja serta finansial jangka panjang (Tambunan, 2004 : 74).
Modal awal usaha
kecil biasanya bersumber dari tabungan pribadi para pengusaha, sedangkan untuk modal kerja dan
finansial jangka panjang diperoleh dari
pinjaman kredit.
Namun demikian,
Usaha kecil merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja. Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik pada tahun 2005, menunjukkan
bahwa dari jumlah 43,22 juta unit usaha kecil tahun 2004 meningkat 1,61 persen dibandingkan dengan
tahun 2003 yaitu sebesar 42,48 juta unit
usaha kecil. Jumlah tersebut merupakan bagian terbesar dari pelaku usaha di Indonesia. Sementara tenaga kerja yang diserap
oleh usaha kecil tahun 2004 mencapai
70,92 juta orang, turun sebesar 0,25 persen dibandingkan tahun 2003 seperti pada tabel 1.1 berikut.
Tabel 1.1 Jumlah Unit Usaha, Penyerapan Tenaga
Kerja dan Produktivitas Skala Usaha Pada Tahun 2003 dan 2004 Skala Usaha Jumlah Usaha (juta unit) Tenaga Kerja (juta orang) Produktivitas (rupiah/TK) 2003
2004 2003 2004
2003 2004 Usaha Kecil
42.48 43.22 71.09
70.92 10.37 juta/TK 11.57 juta/TK Usaha Menengah 0.05
0.06 8.30 8.15
33.70 juta/TK 38.71 juta/TK Usaha Besar
2.17 2.25 0.42
0.40 1.87 miliar/TK 2.22 miliar/TK Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) dengan
Kementerian Koperasi dan UKM.
Perkembangan
kontribusi Usaha kecil dan kemampuannya dalam menyerap tenaga kerja selama periode tersebut
menggambarkan produktivitas pelaku usaha
kecil. Produktivitas usaha kecil sebesar Rp. 10,37 juta per tenaga kerja tahun 2003, meningkat cukup besar pada
tahun 2004 menjadi Rp. 11,57 juta per
tenaga kerja. Dari uraian tersebut, terlihat bahwa masing-masing kelompok usaha memiliki keunggulan komparatif dan
saling melengkapi satu dengan lainnya.
Kelompok usaha besar memiliki potensi sebagai motor pertumbuhan, sementara kelompok usaha kecil sebagai
penyeimbang pemerataan dan penyerapan
tenaga kerja. Namun hal ini juga memperlihatkan bahwa unit-unit usaha kecil dan menengah pada umumnya masih
menjadi sandaran hidup masyarakat kecil
yang jumlahnya besar (Wijono, 2005 : 92).
Pemerintah menyadari
peranan usaha kecil terhadap perekonomian Indonesia sangat besar. Oleh karena itu,
Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan
dan keputusan yang mengatur tentang pengembangan usaha kecil, diantaranya adalah Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor : 316/KMK.016/1994
Tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dari Bagian Laba
Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Untuk
lebih memperjelas Keputusan sebelumnya maka pemerintah mengeluarkan kembali Keputusan Menteri
Keuangan Republik Indonesia Nomor 60/KMK.061/1996
Tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dari Bagian Laba
Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dimana
perlu penyesuaian terhadap besarnya bagian pemerintah atas laba BUMN untuk pembinaan usaha kecil dan
koperasi.
Sektor usaha kecil
dan menengah, usaha mikro, dan koperasi menjadi prioritas pembangunan yang diharapkan menjadi
tulang punggung perekonomian Indonesia
sebagaimana tercantum di dalam UU No.25 tahun 2000 mengenai Program Pembangunan Nasional (Propenas). Pada
tanggal 17 Juni 2003, Pemerintah melalui
Kementerian BUMN menerbitkan Keputusan Menteri BUMN No.236/MBU/2003 tentang Program Kemitraan dan
Bina Lingkungan (PKBL) yang mengatur
kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan pelaksanaan bina lingkungan yang lebih komprehensif dan sesuai
dengan pengembangan ekonomi serta
kondisi lingkungan sekitar BUMN.
Program PKBL
terdiri dari Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. Program Kemitraan merupakan suatu
program yang ditujukan untuk meningkatkan
kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari 1% hingga 3% dari laba
bersih perusahaan. Program Kemitraan memiliki
sasaran yaitu usaha kecil dan koperasi di wilayah regional perusahaan, yang telah melakukan kegiatan
usaha dan mempunyai prospek untuk dikembangkan,
dengan prioritas utamanya adalah usaha kecil perorangan/badan usaha dan koperasi yang belum bankable atau
tidak mempunyai jaminan yang cukup untuk
memperoleh kredit bank dan memiliki omset di bawah 200 juta.
Sedangkan Program
Bina Lingkungan yaitu program pemberdayaan kondisi masyarakat dan lingkungan yang berada di
sekitar lokasi perusahaan, melalui pemanfaatan
dana sebesar maksimal 1% dari laba bersih perusahaan. Program Bina Lingkungan diberikan dalam bentuk hibah
khusus bagi masyarakat kurang mampu
dalam bentuk bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, bantuan bencana alam, bantuan sarana dan prasarana umum, serta
bantuan sarana ibadah.
PT. Bank Mandiri
sebagai salah satu perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang perbankan, juga menjalankan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL), sebagai wujud dari pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat (Corporate
Social Responsibility/CSR).
PT. Bank Mandiri
Kantor Wilayah I Medan, sejak tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 telah mengalokasikan kredit sebesar
Rp. 12.849.000.000 (dua belas milyar
delapan ratus empat puluh sembilan juta rupiah).
Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Bank Mandiri memiliki sasaran kepada penciptaan
wirausaha-wirausaha baru agar menjadi seorang
pengusaha yang tangguh dan mandiri, yang mampu juga untuk membuka lapangan pekerjaan baru. Untuk mewujudkan hal
tersebut, PT. Bank Mandiri juga melakukan
berbagai pembinaan seperti pelatihan manajemen, pelatihan pemasaran, pelatihan penyusunan data keuangan,
mengadakan seminar dan pameran usaha
kecil, serta dengan melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap mitra binaannya. Berdasarkan uraian
dan penjelasan tersebut, maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian tentang : “Pengaruh Pengalokasian Kredit
Terhadap Pengembangan Usaha Kecil Pada
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan.
B.
Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan
sebelumnya, maka perumusan masalah dalam
penelitian ini adalah : “Apakah pengalokasian kredit pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL) PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I
Medan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengembangan usaha kecil?” C. Kerangka Konseptual Usaha
kecil sulit untuk berkembang disebabkan oleh karena keterbatasan modal yang dimiliki oleh para pengusaha kecil.
Usaha kecil juga sangat sulit untuk
memperoleh kredit dari perbankan, karena banyaknya persyaratanpersyaratan di
dalam proses peminjaman kredit yang sulit untuk dipenuhi oleh para pengusaha kecil tersebut. Terdapat dua
permasalahan utama di dalam hal aspek
finansial para pelaku usaha kecil, yaitu mobilisasi modal awal dan akses ke modal kerja serta finansial jangka panjang
(Tambunan, 2004 : 74). Modal awal usaha
kecil biasanya bersumber dari tabungan pribadi para pengusaha, sedangkan untuk modal kerja dan finansial jangka panjang
diperoleh dari pinjaman kredit.
Dalam upaya
perkembangan usaha kecil tersebut diperlukan adanya pengalokasian kredit pada Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan (PKBL) oleh PT. Bank
Mandiri Kantor Wilayah I Medan. Adapun yang menjadi kerangka konseptual dalam penelitian ini adalah: Sumber
: Penelitian lapangan 2009 (diolah) Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual .
D. Hipotesis Hipotesis
merupakan jawaban sementara suatu permasalahan sehingga kebenarannya perlu diuji. Menurut pola umum
metode ilmiah, setiap penelitian terhadap
objek hendaknya di bawah tuntutan suatu hipotesis yang berfungsi sebagai pegangan sementara atau jawaban
sementara yang masih harus dibuktikan kebenarannya
dalam kenyataan (empirical verification),
percobaan (eksperimental) atau
praktek (implementation) (Umar, 2004 : 80).
Berdasarkan
perumusan masalah tersebut, maka hipotesis yang akan diuji kebenarannya melalui penelitian ini adalah :
“Pengalokasian kredit pada Program Kemitraan
dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan memberikan pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap pengembangan usaha
kecil”.
Pengalokasian
Kredit (X) 1. Modal Awal 2.
Jumlah Pinjaman Kredit 3. Penggunaan Kredit Pengembangan Usaha Kecil (Y) 1.
Jumlah Pendapatan 2. Cash in Flow 3. Jumlah Pelanggan E.
Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.
Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dari pelaksanaan penelitian
ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh pengalokasian kredit pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan
terhadap pengembangan usaha kecil.
2. Manfaat Penelitian Selain tujuan tersebut,
terdapat manfaat yang diharapkan dari dilakukannya
penelitian ini, yaitu sebagai berikut : a.
Bagi Perusahaan Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan dan
informasi bagi PT. Bank Mandiri Kantor
Wilayah I Medan dalam hal mengalokasikan
kredit kepada pengusaha kecil pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).
b. Bagi Usaha Kecil.
Penelitian ini
dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan bagi para pelaku usaha kecil di dalam rangka pengambilan
keputusan untuk menjalankan kegiatan
usahanya.
c. Bagi Pihak Lain Penelitian ini dapat
digunakan sebagai bahan perbandingan dan bahan referensi dalam melakukan penelitian dengan
objek ataupun permasalahan yang serupa
pada waktu yang akan datang, maupun untuk
penelitian lanjutan.
d. Bagi
Penulis Penelitian ini merupakan kesempatan bagi penulis untuk menerapkan teori dan ilmu pengetahuan yang telah
diperoleh di bangku kuliah ke dalam
praktek lapangan, serta dapat memperluas wawasan penulis tentang perkembangan sektor usaha kecil di
Indonesia.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Untuk menghindari kesimpangsiuran
dan kesalahpahaman di dalam rangka membahas dan menganalisis permasalahan, serta
di dalam penyebaran kuesioner kepada
responden, maka penelitian ini akan dibatasi pada : a.
Usaha kecil yang berlokasi di kota Medan dan sekitarnya.
b. Usaha kecil yang masih aktif menjadi mitra
binaan dari Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan, yang menerima kredit pada
periode tahun 2004 – 2008.
2. Definisi Operasional Definisi operasional
bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel dari suatu faktor yang berkaitan dengan variabel
faktor lainnya. Definisi operasional
merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur untuk mengetahui baik buruknya suatu pengukuran
dalam sebuah penelitian (Kuncoro, 2003 :
29). Pada penelitian ini yang menjadi objek penelitian dapat didefinisikan sebagai berikut : a. Variabel Bebas (X) Variabel bebas adalah
variabel yang nilainya tidak tergantung dengan variabel lain. Sebagai variabel bebas dalam
penelitian ini adalah pengalokasian kredit,
yaitu sejumlah kredit yang diberikan oleh Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Bank Mandiri Kantor
Wilayah I Medan. Kredit adalah kemampuan
untuk melaksanakan suatu pemberian atau melabakan suatu pinjaman dengan janji bahwa waktu pembayarannya
ditangguhkan pada suatu jangka yang telah
disepakati (Astiko dan Sunardi, 2002 :
5). Adapun indikator dari pengalokasian
kredit yaitu : 1. Modal Awal Sebelum
memberikan kredit kepada suatu unit usaha, pihak bank tentunya memperhatikan jumlah modal awal yang
dimiliki oleh unit usaha tersebut. Modal
awal merupakan salah satu indikator keputusan bagi pihak bank untuk memberikan ataupun tidak
memberikan kreditnya kepada unit usaha
tersebut.
2. Jumlah Pinjaman Kredit Salah satu indikator
pengalokasian kredit kepada unit usaha adalah berapa jumlah kredit yang dibutuhkan oleh unit
usaha tersebut. Pihak bank juga akan
membatasi jumlah kredit yang akan diberikan kepada unit usaha sesuai dengan penilaian yang
dilakukan oleh pihak bank terhadap unit
usaha tersebut.
3. Penggunaan Kredit Dalam hal pengalokasian
kredit kepada suatu unit usaha, tentunya pihak bank akan mengawasi penggunaan kredit oleh
unit usaha tersebut, apakah kredit
digunakan untuk pengembangan usaha ataupun digunakan untuk keperluan konsumtif. Tingkat persentasi
penggunaan kredit untuk pengembangan
usaha juga menjadi indikator dalam pengalokasian kredit.
b. Variabel Terikat
(Y) Variabel terikat adalah variabel yang nilainya tergantung atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Sebagai variabel terikat
dalam penelitian ini adalah pengembangan
usaha kecil. Usaha kecil merupakan suatu usaha perdagangan atau jasa yang mempunyai modal tidak lebih dari Rp.
800.000.000,- serta usaha produksi/industri atau
konstruksi, yang mempunyai
modal tidak lebih
dari Rp. 200.000.000,- (Kanisius,
2003 : 2). Adapun yang menjadi indikator dari pengembangan usaha kecil yaitu : 1. Jumlah Pendapatan Jumlah pendapatan merupakan
total keseluruhan dari pendapatan yang diterima
dari suatu unit usaha, perusahaan atau organisasi pada satu periode tertentu. Peningkatan pendapatan
merupakan salah satu indikator untuk
mengetahui pengembangan dari usaha kecil.
2. Cash in Flow Tujuan utama dari Cash in Flow
adalah menyediakan informasi yang relevan
mengenai penerimaan dan pembayaran kas suatu usaha selama satu periode. Para investor terlebih dahulu
akan memperhatikan laporan arus kas
dibandingkan laporan laba rugi, karena kas adalah harta lancar yang tingkat likuiditasnya paling tinggi di
antara semua harta lancar.
3.
Jumlah Pelanggan Salah satu indikator dari pengembangan usaha kecil
yaitu jumlah pelanggan. Pelanggan
merupakan konsumen tetap yang membeli produk pada satu tempat yang sama. Usaha kecil
dikatakan berkembang, bila jumlah
pelanggan dari usaha kecil tersebut mengalami peningkatan.
3. Skala Pengukuran Variabel Pengukuran yang
digunakan untuk mengetahui masing-masing variabel, yaitu variabel X (Pengalokasian
Kredit) dan variabel Y (Pengembangan
Usaha Kecil) adalah Skala Likert. Skala Likert
digunakan untuk mengukur sikap,
pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok mengenai fenomena sosial. (Sugiyono, 2005 :
79).
Untuk keperluan
analisis kuantitatif dalam penelitian ini, pertanyaan pada lembar kuesioner menggunakan
bentuk pilihan ganda, dimana responden
memilih salah satu dari jawaban yang tersedia dengan memberikan tanda silang ( X ) dalam kurung di
depan jawaban yang paling sesuai dengan
keadaan responden. Jawaban masing-masing responden diberi skor, dimana skor pernyataan
dengan nilai nominal yang terkecil
diberi skor 1, begitu juga seterusnya hingga nilai nominal yang terbesar diberi skor 5. Kemudian skor
responden dijumlahkan dan jumlah ini
merupakan total skor. Total skor inilah yang ditafsirkan sebagai keadaan responden dalam Skala Likert. Sebagai contoh dari kriteria pengukurannya adalah sebagai berikut : Tabel 1.2 Skor Pernyataan No. Pernyataan
Skor 1 < Rp. 5.000.000 1 2
Rp. 5.000.001 – Rp 10.000.000 2 3 Rp. 10.000.001 – Rp. 15.000.000 3 4
Rp. 15.000.001 – Rp. 20.000.000 4
5 > Rp. 20.000.000 5 Sumber : Penelitian Lapangan 2009 (diolah).
4. Tempat dan Waktu Penelitian a.
Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Mandiri Kantor
Wilayah I Medan, Jl. Pulaupinang No.1,
Medan, dimana PT. Bank Mandiri merupakan salah satu bank BUMN yang telah ditetapkan
oleh Pemerintah untuk melaksanakan dan
menjalankan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
(PKBL). Selain itu, penelitian ini juga dilakukan pada usaha-usaha kecil yang telah menjadi mitra binaan
dari PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I
Medan, yang menjadi sampel di dalam penelitian
ini.
b. Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan
sejak bulan April sampai dengan bulan Juli tahun 2009.
5.
Populasi dan Sampel a. Populasi
merupakan suatu kelompok elemen yang lengkap dan biasanya berupa orang, objek, subjek,
transaksi ataupun kejadian dimana kita
tertarik untuk mempelajarinya atau menjadikan suatu objek dari penelitian (Kuncoro, 2003 : 03).
Pada penelitian ini yang menjadi
populasi adalah Usaha kecil yang telah menerima pinjaman kredit dari Program Kemitraan dan Bina
Lingkungan (PKBL) PT.
Bank Mandiri Kantor
Wilayah I Medan, yang berlokasi di kota Medan dan sekitarnya pada periode tahun 2004 sampai
dengan tahun 2008, yaitu berjumlah 476
unit usaha kecil.
b. Sampel yang diambil adalah dengan teknik
purposive sampling yaitu suatu proses
pengambilan sampel dimana pengambilan elemen-elemen yang terdapat di dalam sampel dilakukan dengan
cara disengaja, dengan catatan bahwa
sampel tersebut telah representatif atau mewakili dari suatu populasi (Sugiyono, 2005 :
52). Jumlah sampel dalam penelitian ini
yaitu sebanyak 47,6 unit usaha kecil
atau dibulatkan menjadi 48 unit
usaha kecil yang merupakan 10% dari jumlah
populasi yaitu sebesar 476 unit usaha kecil yang telah representatif. Berikut ini merupakan data unit
usaha kecil yang menjadi mitra binaan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan pada periode tahun 2004 sampai dengan tahun 2008 yang
menjadi sampel dalam penelitian ini
adalah : Tabel 1.3 Daftar Sampel Mitra
Binaan PKBL PT. Bank Mandiri Kantor
Wilayah I Medan NO DATA MITRA BINAAN NAMA SEKTOR EKONOMI JLH.
PINJAMAN ALAMAT 1 Asni Sihombing Perdagangan
15,000,000.00 Jl. Enggang I No. 3
2 Budi Utomo Perdagangan
20,000,000.00 Jalan Jati Luhur
XIII No. 4 3 Desniar Tampubolon Perdagangan
20,000,000.00 Jl. Kiwi XXVI
RT010/004 No. 541 Kel. Kenangan Kec.
Percut Sei Tuan,
Deli Serdang-20226 4 Dodi Anshari
Perdagangan 4,500,000.00 Jl. M. Yakub Lubis No. 73 Dusun II RT 001/001
5 Edy Khairunnas Perdagangan
4,500,000.00 Jl. Setia Budi Ps. I
Gg. Merak No. 25 6 Hafiz Khairul
Rijal Perdagangan 20,000,000.00
Jl. Pulau Bayu Lingk. 31 Kel. Pekan Labuhan Kec.
Medan Labuhan,
Medan-20253 7 Ferdiansyah Putra Perdagangan
12,000,000.00 Jalan Utama Gg.
Tengah III No. 14 RT/RW 027/014 8 Lilia
Trisyathia Que Perdagangan 4,500,000.00
Jl. AR Hakim Gg. Padang Lawas 9
Maria Ulfa Perdagangan 5,000,000.00
Jalan Tiung Raya No. 18 10 Masril
Murza Manday Perdagangan 20,000,000.00
Jalan Denai No. 56 RT/RW 007 11
Muharram Perdagangan 5,000,000.00
Jalan Tuba I No. 07 Tegal Sari Mandala III Medan Denai, Medan 20227 12 Nora Pakpahan
Perdagangan 10,000,000.00 Jl. HM Joni No. 40 A Kel. Teladan Timur Kec.
Medan Kota, Medan – 20217 13 Novi Astri
Perdagangan 20,000,000.00 Jalan Kap. Muslim Gg. Rukun Makmur No. 253 E RT001/006 14
Ridwansyah Amin Ginting
Perdagangan 20,000,000.00 Jalan Jamin Ginting No. 606 15 Riswanto
Perdagangan 20,000,000.00 Jalan Merpati No. 20 Dusun VI RT/RW 004/001 16 Rohana
Perdagangan 15,000,000.00 Jl. Titipapan Gg. Pertahanan No. 18 Kel. Sei
Kambing, Medan 17 Rubiah Julianty Sebayang Perdagangan
20,000,000.00 Jl. Sembada Gg.
Badi No. 10 18 Samsumarni Perdagangan
20,000,000.00 Jl. Baru No. 64 Lk
III RT 016/004 Kel. Tembung Kec.
Medan Tembung,
Medan - 20225 19 Sarbaini Dores Perdagangan
20,000,000.00 Jl. Megawati No. 21
Kel. Pasar Merah, Medan 20 Saredi
Perdagangan 20,000,000.00 Jl. Gunung Karakatau No. 130 B Medan 21 Suyadi
Perdagangan 20,000,000.00 Jalan Abdul Hakim No. 12 22 Tiasana Pulungan Perdagangan
8,000,000.00 Jalan Parkit 12 No.
7 23 Tuti Perdagangan
20,000,000.00 Jalan Kapten Muslim
Gg. Rukun Makmur No. 255A RT001/RW006 24 Zainani
Perdagangan 15,000,000.00 Jl. Gedung Arca Gg. Jawa RT006/003 Kel. Pasar
Merah Timur Kec. Medan Area, Medan-20217
25 Ertika Dewi Perdagangan
20,000,000.00 Jalan MA Selatan
No. 423 RT 004/003 Kelurahan Sukaramai
Kecamatan Medan Area 26 Sumarti Perdagangan
20,000,000.00 Jl. Bunga Asoka Gg.
Persatuan RT 004/008 Kelurahan Asam
Kumbang Kec. Medan Selayang 27 Endang
Suhartini Perdagangan 20,000,000.00
Jl. Mengkara No. 4 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah 28 Sri R. Oktavia Br. Sem Perdagangan
20,000,000.00 Jalan Brigjend.
Katamso Gg. Mesjid No. 17 Kelurahan Kampung
Baru Kecamatan Medan Kota.
29 Dini Eliza saragih Perdagangan
20,000,000.00 Jalan Pukat Banting
II No. 47 Kelurahan Bantan 30 Amri
Chaniago Perdagangan 5,000,000.00
Jalan Sakti Lubis Gang Amal No. 10 Kelurahan Sitirejo 31 Bariah
Perdagangan 5,000,000.00 Jalan Sakti Lubis Gang Amal No. 14 Kelurahan
Sitirejo 32 Muhajirin Perdagangan
5,000,000.00 Jalan Sakti Lubis
Gang Bali No. 6 RT.007 RW. 003 Kelurahan
Sitirejo 33 Fauziah Amran Jasa
20,000,000.00 Jl. Bhakti Luhur
Gg. Keluarga No. 50 B 34 Juliani Jasa
20,000,000.00 Jl. Medan Area Selatan
gg. Mangun No. 12 RT 022/012 35
Mudasman Jasa 10,000,000.00
Jalan Langgar No. 4 36
Nurlina Jasa 10,000,000.00
Jalan sakti Lubis Gg. Bali No. 45-B 37
Suryadi Jasa 20,000,000.00
Pasar I Gang Gayo Lingkungan VII Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang 38 Juliani
Jasa 20,000,000.00 Jl. Medan Area Selatan Gg. Mangun No. 12
RT022/012 39 Tarmizi Guci
Jasa 15,000,000.00 Jalan Medan Tenggara II Kelurahan Binjai
Medan Denai 40 Ramawaty Sipayung Jasa
20,000,000.00 Jl. Bunga Mawar XX
No. 6 Selayang, Medan 41 Sugani
Jasa 10,000,000.00 Jalan Coklat 11 No. 13 Perumnas Mangga Medan Tuntungan, Medan 20141 42 Purwanto Tambunan Industri
15,000,000.00 Jalan Kesatria No.
25 RT 004 Kelurahan Tanjung Rejo Kecamatan
Sunggal 43 Rizaldi
Industri 20,000,000.00 Jalan Senam No. 1 D Kelurahan Pasar Merah
Barat Kecamatan Medan Kota 44 Suyadi
Industri 20,000,000.00 Jalan
Abdul Hakim No. 12 Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang 45 Ali Munar
Industri 15,000,000.00 Jalan Bromo Gang Pukat II 46 Asral Effendi
Industri 15,000,000.00 Jl. AR. Hakim Gg. Langgar No. 10 47 Herman
Industri 15,000,000.00 Jl. Rawa I No. 44 48 Joko Susilo
Industri 20,000,000.00 Jalan Titi Papan Gang Pertama No. 16 6. Jenis Data Menurut sumbernya (Umar, 2004 :
40), data dibedakan atas dua : a. Data
Primer, merupakan data yang didapat berasal dari sumber pertama baik individu maupun kelompok. Data
primer tersebut adalah hasil dari wawancara dan pengisian kuesioner kepada
usaha kecil yang telah menerima kredit
dari Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan.
b. Data Sekunder, merupakan data primer yang
telah diolah lebih lanjut dan disajikan
baik oleh pihak pengumpul data primer ataupun oleh pihak lainnya. Data sekunder tersebut adalah
data yang telah diolah oleh pihak
PT.Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan, seperti data realisasi penyaluran kredit dan lain-lain.
7. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara : Yaitu dengan cara melakukan
wawancara langsung kepada koordinator dan
karyawan PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan, serta kepada para pengusaha kecil yang telah menjadi
mitra binaannya.
b.
Kuesioner : Yaitu dengan cara membuat daftar pertanyaan untuk diisi oleh
para responden yang menjadi sampel dalam
penelitian ini, yakni kepada para
pengusaha kecil yang telah menjadi mitra binaan PT. Bank Mandiri Kantor Wilayah I Medan.
8. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Uji
validitas dilakukan untuk menguji sejauh mana suatu alat pengukur tersebut mengukur apa yang akan
diukur (Ginting, 2008 : 172).
Bila korelasi
setiap pertanyaan positif dan besarnya 0,30 ke atas maka butir pertanyaan tersebut dianggap sudah valid.
Uji reliabilitas
digunakan untuk mengetahui sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan
(Ginting, 2008 : 176).
Skala pengukuran
yang reliabel sebaiknya memiliki nilai minimal 0,70 pada pengujiannya. Pengujian validitas dan reliabilitas
ini dilakukan terhadap 48 responden dan
menggunakan bantuan program software SPSS (Statistic Product and Service Solution) 16
untuk menguji validitas dan reliabilitas
tersebut.
9. Teknik Analisis Data a. Metode Analisis Deskriptif Merupakan metode
yang dilakukan dengan cara mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menganalisis data
sehingga diperoleh gambaran yang jelas
mengenai masalah yang diteliti.
b.
Metode Analisis Statistik Untuk mengetahui pengaruh pengalokasian dan
penyaluran kredit terhadap perkembangan
usaha kecil pada Program Kemitraan dan Bina Lingkungan pada PT. Bank Mandiri Kantor
Wilayah I Medan, digunakan analisis : (1).
Analisis Regresi Sederhana Analisis regresi sederhana digunakan untuk
mengetahui seberapa besarnya hubungan
dan pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Untuk memperoleh hasil yang
lebih terarah, maka peneliti menggunakan
bantuan program software SPSS 16.
Menurut Sugiyono (2005 : 194) persamaan
regresi sederhana dapat dirumuskan sebagai
berikut : Y = a + bX + e Keterangan: Y =
Pengembangan Usaha Kecil a = Konstanta b
= Koefisien Regresi X = Jumlah Kredit e
= Standard error (2). Analisis Statistik t Merupakan sebagai uji signifikan
yang digunakan untuk menunjukkan seberapa
besar pengaruh atau variabel penjelas secara individu di dalam menerangkan variasi dari variabel
terikat.
Bentuk pengujiannya adalah : H0 : b1 =
0, artinya yaitu suatu variabel bebas bukan merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap
variabel terikat.
H0 : b1 ≠ 0,
artinya yaitu suatu variabel bebas merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel
terikat.
Kriteria dalam
pengambilan keputusan : H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5% Hα
diterima jika thitung > ttabel pada α = 5%.
(3). Uji Statistik
F Uji Statistik F digunakan pada dasarnya adalah untuk menunjukkan apakah variabel bebas yang dimasukkan ke dalam
model tersebut mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap variabel terikat.
Bentuk pengujiannya
adalah : H0 : b1 = 0, artinya yaitu suatu variabel bebas bukan
merupakan variabel penjelas yang
signifikan terhadap variabel terikat.
Hα : b1 ≠ 0,
artinya yaitu suatu variabel bebas merupakan variabel penjelas yang signifikan terhadap variabel
terikat.
Kriteria dalam
pengambilan keputusan : H0 diterima jikaFhitung < Ftabel pada α = 5% Hα
diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5% (4). Koefisien determinasi (R 2 )
Merupakan Pengujian kontribusi pengaruh
dari variabel bebas (X) terhadap
variabel terikat (Y), dapat dilihat dari koefisien determinasi (R 2 ) dimana 0 < R 2 < 1. Hal ini
berarti menunjukkan jika R 2 semakin dekat
dengan 1 maka pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) akan semakin kuat. Begitu juga
sebaliknya, jika R 2 semakin dekat
dengan angka variabel 0, maka pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) akan semakin
lemah.
(5). Uji t
perbedaan dua harga rata-rata Untuk menguji perbedaan yang berarti di dalam
perkembangan sektor usaha kecil sebelum
dan sesudah menerima kredit, digunakan uji t perbedaan dua harga rata-rata dengan rumus
(Sugiyono, 2005 : 198) : + −+ −+− − = 21 21
2 22 2 11 21 11 2 )1()1( nn nn snsn XX t Keterangan : X1 = Jumlah Pendapatan / Cash in Flow /
Pelanggan sebelum menerima kredit X2 = Jumlah Pendapatan / Cash in Flow /
Pelanggan setelah menerima kredit S1 = Standar Deviasi sebelum adanya kredit S2 = Standar Deviasi sesudah adanya kredit n1 =
n2 = Jumlah sampel yang diteliti Tingkat
kepercayaan = 0,05 Derajat
keabsahan = n1 + n2– 2 Kriteria dalam pengambilan keputusan : Terima
H0 jika thitung < ttabel.
Terima H0 jika
thitung > ttabel.
Rumus hipotesis : Ho
: X1 = X2 (Tidak ada perbedaan yang berarti antara X1 dan X2) Ho : X1 ≠X2 (Terdapat perbedaan yang berarti
antara X1 dan X2)
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi