Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH KOORDINASI TERHADAP PENINGKATAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PTPN IV (PERSERO)



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah.
Proses manajemen menghendaki adanya keteraturan dalam setiap aktivitas yang  dilakukan. Tanpa adanya keteraturan pencapaian tujuan dapat saja diselesaikan oleh  para karyawan, namun pencapaian tujuan belum tentu benar-benar efektif.  Jadi pada  dasarnya sebuah kegiatan atau pekerjaan baru efektif jika pekerjaan tersebut  dilakukan dengan benar sesuai dengan apa yang direncanakan.

Efektifitas kerja adalah suatu keadaan yang menunjukan tingkat keberhasilan  kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan manajemen yang efektif disertai dengan  manajemen yang efesien (Hasibuan, 2003:105). Tingkat efektivitas kerja dapat diukur  berdasarkan kuantitas kerja, penyelesaian pekerjaan tepat pada waktu yang telah di  tetapkan, serta kualitas kerja  yang baik. Untuk dapat mencapai efektivitas kerja,  organisasi yang bergerak dalam bidang perkebunan dalam hal ini pada PTPN IV  (Persero) di tuntut untuk mengetahui serta mengembangkan faktor-faktor yang  mendukung peningkatan efektivitas kerja karyawan dan pimpinannya.
Salah satu faktor yang mendukung peningkatan efektivitas kerja adalah  koordinasi. Koordinasi adalah  kegiatan menyatukan,  mengarahkan, dan  mengkoordinasikan unsur-unsur manajemen dan pekerjaan-pekerjaan para karyawan dalam mencapai tujuan organisasi (Hasibuan, 2001:85). Koordinasi dapat dilakukan  melalui pendelegasian wewenang yang tepat, pembagian kerja yang jelas, serta   adanya komunikasi yang baik antar anggota perusahaan. Koordinasi merupakan suatu  hal yang sangat penting di dalam suatu organisasi . Dalam mencapai tujuannya, jika  para pimpinan perusahaan tidak dapat menerapkan koordinasi yang baik makaakan  terjadi kekacauan, perselisihan dan kekembaran pekerjaan atau kekosongan pekerjaan sehingga efektivitas kerja tidak tercapai.
PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan merupakan salah satu Badan  Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang perkebunan. PTPN IV memiliki 34 unit  kebun seluas 153.872 hektar dengan komoditi, kelapa sawit, kakao,dan teh. Bagi  perusahaan yang memiliki luas usaha yang besar seperti PTPN IV koordinasi jelas  merupakan suatu hal yang sangat penting. Karena jika koordinasi secara vertikal  (atasan dengan bawahan) maupun horizontal (antara karyawan atau bagian yang  setingkat) tidak dilaksanakan dengan baik, maka akan timbul kekacauan, perselisihan,  yang akan menghambat pencapaian efektivitas kerja. Seperti terjadinya keterlambatan  dalam penyelesaian pekerjaan dari waktu yang telah ditetapkan.
Penerapan koordinasi  horizontal  di PTPN IV berdasarkan hasil survei pendahuluan terhadap beberapa karyawan pelaksana belum sepenuhnya baik karena masih terjadi berbagai masalah seperti kesalahan data atau keterlambatan data yang  masuk dari unit kebun ke kantor pusat sehingga pekerjaan tidak selesai tepat waktu.
Salah satu masalah yang ada di perusahaan tersebut adalah pada saat pengajuan  pensiun karyawan kebun. Data yang dimiliki kantor pusat berbeda dengan data yang  masuk sehingga pembayaran pensiun karyawan tidak dapat dilakukan tepat pada  waktunya.  Hal ini dapat dilihat dari data pengajuan pensiun pegawai PTPN IV  berikut:   Tabel 1.1 Pengajuan pensiun karyawan kebun  PTPN IV tahun 2009.
Bulan  Data kantor pusat  Data yang masuk  Selisih data Januari Februari Maret 63 orang 56 orang 60 orang 57 orang 51 orang 49 orang 6 orang 5 orang 11 orang Sumber : Bag. SDM PTPN IV Medan.
Dapat dilihat pada tabel 1.1 setiap bulan terjadi keterlambatan data atau kesalahan  data yang masuk ke kantor pusat. Sehingga proses selanjutnya tidak dapat dilakukan  dalam hal ini bagian keuangan belum bisa membayar uang pensiun karyawan karena  belum mendapatkan data yang di butuhkan dari bagian akuntansi. Bagian  akuntansi  juga belum dapat memberikan data yang dibutuhkan bagian keuangan karena belum  mendapat data dari bagian SDM. Sedangkan bagian SDM masih menunggu data dari  kebun. Hal ini menyebabkan pekerjaan tidak selesai dalam waktu yang  ditentukan,sehingga efektivitas kerja tidak tercapai.   Hal ini disebabkan  oleh  kurangnya koordinasi antara satu bagian dengan bagian lainnya. Hambatan ini harus  diatasi oleh pihak manajemen dengan cara menerapkan sistem koordinasi yang baik di antara bagian-bagian yang ada di perusahaan. Hal tersebut akan menumbuhkan  kesadaran bagi para karyawan untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan harapan  organisasi dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Koordinasi memiliki hubungan yang cukup erat dengan efektivitas kerja, artinya  karyawan atau pegawai yang diarahkan untuk mengerjakan suatu tugas,  jika   dilaksanakan dengan baik akan memberikan kemudahan bagi pihak manajemen untuk  melakukan efektivitas kerja yang baik . Para karyawan dan pekerjaannya diselaraskan  serta diarahkan untuk mencapai tujuan perusahaan, sarana dan prasarana  dimanfaatkan untuk mencapai tujuan. Masing-masing karyawan harus mampu  mencapai tujuan organisasi, agar semua tugas, kegiatan, terintegrasi pada sasaran  yang diinginkan.
Uraian tersebut mengangkat masalah penelitian yang berkaitan dengan koordinasi  dan pengaruhnya terhadap peningkatan efektivitas kerja.  Mengingat pentingnya  koordinasi dalam pencapaian tujuan organisasi. Maka penulis tertarik untuk memilih  judul:  “Pengaruh koordinasi terhadap peningkatan efektivitas kerja karyawan Pada PTPN IV.”  B. PERUMUSAN MASALAH Penelitian ini dibatasi pada masalah koordinasi dan pengaruhnya terhadap  peningkatan efektivitas kerja pegawai pada PTPN IV Medan. Sedangkan rumusan masalah penelitian ini adalah  “Apakah koordinasi  berpengaruh  terhadap  peningkatan efektivitas kerja karyawan  pada PTPN IV.” C. KERANGKA KONSEPTUAL  Efektivitas kerja adalah suatu keadaan yang menunjukan tingkat keberhasilan  kegiatan manajemen  dalam mencapai tujuan  yang efektif dan efesien. Tingkat  keberhasilan tersebut meliputi kuantitas kerja, ketepatan waktu dalam menyelesaikan  pekerjaan, serta kualitas kerja yang baik(Hasibuan, 2003:105).
 Efektivitas kerja dapat tercapai dengan menerapkan koordinasi efektif.
Koordinasi merupakan  kegiatan mengarahkan, menyatukan, mengintegrasikan  usaha-usaha dan pekerjaan-pekerjaan para karyawan dalam pencapaian tujuan  organisasi Koordinasi yang baik akan terjadi apabila  adanya  pendelegasian  wewenang yang tepat,pembagian kerja yang jelas serta adanya komunikasi yang baik  di antara para karyawan (Hasibuan 2001:85).
Koordinasi merupakan faktor yang sangat penting dalam mencapai efektivitas  kerja. Karena tanpa adanya koordinasi akan terjadi kekacauan, pertentangan atau  kekosongan pekerjaan yang mengakibatkan tidak tercapainya efektivitas kerja. Suatu  sistem koordinasi yang baik akan menghasilkan hasil positif yang sangat besar  terhadap peningkatan efektivitas kerja. Tanpa koordinasi yang baik maka efektivitas  kerja akan sulit dicapai.
Berdasarkan penjelasan di atas maka kerangka konseptual dapat digambarkan  sebagai berikut: KOORDINASI (X)      EFEKTIVITAS KERJA(Y) 1.  Pendelegasian wewenang    1. Kuantitas kerja 2.  Pembagian kerja    2. Kualitas kerja 3. Komunikasi 3. Pemanfaatan waktu Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber :Hasibuan,2003( data diolah )  D. HIPOTESIS Hipotesis merupakan jawaban sementara yang menerangkan fakta-fakta atau  kondisi-kondisi yang diamati dan digunakan untuk langkah penelitian selanjutnya.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah : “Koordinasi mempunyai pengaruh  terhadap peningkatan efektivitas kerja pegawai pada PTPN IV Medan”.
E. TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN 1.  Tujuan Penelitian.
Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh  koordinasi terhadap peningkatan efektivitas kerja pegawai PTPN IV Medan.
2.  Manfaat Penelitian.
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a.  Bagi perusahaan, untuk memberi saran dan masukan yang bermanfaat bagi  perusahaan untuk menjalankan  koordinasi yang baik untuk  meningkatkan  efektivitas kerja karyawan.
b.  Bagi penulis, penelitian ini merupakan kesempatan yang baik bagi penulis  untuk dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani  perkuliahan dan memperluas wahana berfikir ilmiah dalam bidang manajemen  sumber daya manusia.
c.  Bagi peneliti lanjutan, sebagai referensi yang dapat memberikan tambahan  ilmu pengetahuan serta perbandingan dalam melakukan penelitian pada  bidang yang sama yang akan datang.
 F. METODOLOGI PENELITIAN 1.Batasan Operasional Penelitian ini membahas pengaruh Koordinasi terhadap Peningkatan  efektivitas kerja pada PTPN IV dengan responden penelitian adalah karyawan  PTPN IV (Persero) Medan..
2.Definisi Operasional Definisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel dari suatu  faktor yang berkaitan dengan variabel faktor lainnya. Definisi operasional  merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur untuk mengetahui baik  buruknya pengukuran dalam sebuah penelitian. Pada penelitian ini yang menjadi  objek penelitian adalah Koordinasi sebagai variabel bebas dan Efektivitas Kerja  sebagai variabel terikat.
a.  Koordinasi  Koordinasi adalah kegiatan mengarahkan, mengintegrasikan,dan menyatukan  tindakan untuk mencapai tujuan. Adapun indikator dari koordinasi (variabel  bebas) yaitu : 1. Pendelegasian wewenang Pendelegasian wewenang adalah pelimpahan wewenang dan tanggung  jawab kepada seseorang bawahan untuk menyelesaikan aktivitas tertentu.
2. Pembagian kerja Pembagian kerja  adalah pembagian tugas dan tanggung jawab kepada  seseorang bawahan yang harus di selesaikan agar dapat mencapai tujuan.
 3. Komunikasi Komunikasi adalah suatu hubungan dimana terdapat tukar  menukar  pendapat atau informasi di antara individu atau kelompok untuk mencapai  saling pengertian antara kedua belah pihak.
b.  Efektivitas kerja Efektivitas  kerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan baik dan  benar, sehingga pencapaian tujuan dapat tercapai sesuai yang di inginkan.
Adapun indikator dari efektivitas kerja (variabel terikat) yaitu : 1.  Kuantitas kerja adalah volume kerja yang dihasilkan di bawah kondisi normal.
Kuantitas juga menunjukkan banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan dalam  satu waktu sehingga efektivitas dapat terlaksana sesuai dengan tujuan  perusahaan.
2.  Kualitas kerja adalah ketelitian, kerapian dan keterkaitan hasil kerja yang  dilakukan dengan  baik agar dapat  menghindari kesalahan didalam  menyelesaikan suatu pekerjaan.
3.  Pemanfaatan waktu adalah penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan  kebijakan perusahaan agar pekerjaan selesai tepat pada waktu yang  ditetapkan.
 Tabel 1.2 Tabel Definisi Operasional Variabel  Definisi Operasional  Indikator Skala Pengukuran Sumber  Data Koordinasi  (X) Efektivitas  Kerja (Y) Kegiatan  mengarahkan,  mengintegrasikan,dan menyatukan tindakan  untuk mencapai  tujuan.
Suatu kegiatan yang  dilakukan dengan  baik dan benar,  sehingga pencapaian  tujuan dapat tercapai  sesuai dengan yang di  rencanakan.
1. Pendelegasian wewenang 2. Pembagian kerja 3. Komunikasi  1. Kuantitas kerja 2.  Kualitas kerja 3. Pemanfaatan waktu Skala Likert Skala Likert Kuesioner Kuesioner Sumber : Hasibuan (2003).
3.Skala Pengukuran Variabel Pengukuran yang digunakan oleh penulis untuk mengetahui masing-masing  variabel yaitu variabel X (Koordinasi) dan variabel Y (Efektivitas Kerja) adalah  Skala Likert.  Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan  persepsi seorang atau kelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2004:86).
Untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian ini, maka setiap pertanyaan  akan diberi skala sangat baik sampai buruk sekali dimana skala tersebut  mempunyai poin, seperti contoh di bawah ini:   Tabel 1.3 Skor Pertanyaan No.  Pernyataan  Skor 1.  Sangat setuju  5  2.  Setuju  4  3.  Kurang setuju  3  4.  Tidak setuju  2  5.  Sangat tidak setuju  1  Sumber : (Sugiyono, 2006 : 86) 4.  Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan  di kantor pusat PTPN IV  yang beralamat di   Jl. Letjen Suprapto no.2 Medan. Waktu penelitian dilaksanakan penulis mulai dari  bulan Maret sampai Juni2009.
5.   Populasi dan Sampel a.  Populasi Menurut Sugiyono (2004:74) populasi adalah wilayah generalisasi yang  terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik  tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik  kesimpulan. Pada penelitian inipopulasinya adalah seluruh karyawan kantor  pusat PTPN IV Medan yang berjumlah 441orang.
b.  Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh  populasi.  Pada penelitian ini peneliti tidak mengambil seluruh populasi   sebagai sampel, karena jumlahnya yang besar yaitu sebesar 441 orang. Untuk  menentukan jumlah sampel yang akan diambil digunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10%(Umar, 2004:78).
Rumus Slovin: 2 )(1 eN N n + = Keterangan : n  = Jumlah sampel N = Ukuran populasi e  = tingkat kesalahan Berdasarkan rumus di atas dapat diketahui jumlah sampel dengan cara:  2 )1,0(4411 441 + = n 41,41 441 + = n = 81 maka jumlah sampel yang akan diambil berjumlah 81 orang.
Pengambilan sampel di tiap bagian-bagian yang ada di perusahaan  menggunakan proporsional sampling (Sugiyono, 2004:81).  Sehingga dapat  diketahui berapa orang yang akan di ambil sebagai responden di masingmasing bagian yang ada di PTPN IV.
 Hal tersebut dapat dilihat pada tabel 1.4 berikut:  Tabel 1.4 Jumlah Sampel Bagian  Populasi  Sampel  Jumlah  Bagian Tanaman Bagian Pengolahan Bagian Teknik Bagian keuangan Bagian Akuntansi Bagian Pemasaran Bagian Perencanaan Bagian Pengembangan Bagian PKBL Bagian SDM Bagian Umum Bagian Hukum Bagian Pengadaan 38 31  34  28  26  34  38  37  35  36  36  33  35  38 / 441 × 81 = 6,9 31 / 441 × 81 = 5,6 34 / 441 × 81 = 6,2 28 / 441 × 81 = 5,1 26 / 441 × 81 = 4,7 34 / 441 × 81 = 6,2 38 / 441 × 81 = 6,9 37 / 441 × 81 = 6,7 35 / 441 × 81 = 6,4 36 / 441 × 81 = 6,6 36 / 441 × 81 = 6,6 33 / 441 × 81 = 6,1 35/ 441 × 81 = 6,4 7 6  6  5  5  6  7  7  6  7  7  6  6  Jumlah  441    81 Peneliti mengambil 81 orang sebagai responden dari bagian–bagian yang ada di  PTPN IV yang terdiri dari para karyawan pelaksana. Alasannya adalah untuk  mengetahui koordinasi horizontal antar bagian yang ada di perusahaan. Pemilihan  responden menggunakan metode acidental  karena seluruh karyawan mempunyai  kriteria yang sama untuk di jadikan responden.
 6. Jenis Data a.  Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti dengan cara  wawancara dan penyebaran angket kepada responden.
b.  Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah diolah  berupa dokumen perusahaan atau organisasi dan publikasi yang dikumpulkan  oleh pihak atau instansi lain. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi  profil perusahaan, struktur organisasi dan data yang diperoleh dari hasil  pengolahan buku, teori-teori dan literature yang berhubungan dengan masalah  yang diteliti.
7. Teknik Pengumpulan Data a.  Angket (kuesioner)  yaitu dengan membuat daftar pertanyaan dalam  bentuk angket tentang koordinasi dan efektivitas kerja yang ditunjukkan  kepada responden di objek penelitian yaitu PTPN IV.
b.  Wawancara adalah tanya jawab langsung kepada  pihak-pihak yang  berkepentingan. Penulis dalam melakukan penelitian / wawancara  menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu  (berstruktur)  oleh peneliti  yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang  berhubungan dengan data yang diperlukan oleh peneliti.
c.  Dokumentasi yaitu mengambil data melalui buku-buku, dokumen, internet  dan literature yang berhubungan dengan masalah yang dilteliti.
 8. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Dalam penelitian ini data kuesioner yang ada diuji dalam beberapa tahap  antara lain : a.  Uji Validitas Uji ini untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian  merupakan data yang valid dengan alat ukur yang telah disediakan (kuisioner),  pengujian validitas dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 30 responden,  dimana kuesioner ini berisikan 20 butir pertanyaan yang harus dijawab oleh para  responden di luar sampel, pada karyawan yang tidak terpilih sebagai sampel di  PTPN IV medan. Pertanyaan uji validitas dan reliabilitas kuesioner dalam  penelitian ini menggunakan software SPSS (Statistic Product and Social Science)  versi 13.0, Uji validitas instrumen koordinasi dan efektivitas kerja menunjukkan  hasil korelasi tiap faktor adalah positif dan diatas 0,3. Hal tersebut berarti tiap-tiap  faktor dalam instrumen koordinasi dan efektivitas kerja merupakan konstruk yang  kuat.
Tabel 1.5 Hasil Analisis Instrumen koordinasi (Variabel Independent)  No. Butir Instrumen  Corrected item total  correlation Keterangan Valid 1 0.759  Valid 2 0.675  Valid 3 0.779  Valid 4 0.558  Valid  No. Butir Instrumen  Corrected item total  correlation Keterangan 5 0.499  Valid 6 0.477  Valid 7 0.727  Valid 8 0.464  Valid 9 0.404  Valid 10 0.474  Valid Sumber: Hasil Pengolahan data SPSS(juni 2009) Tabel 1.6 Hasil Analisis Instumen Efektivitas Kerja (Variabel Dependent)  No. Butir Instrumen  Corrected item total  correlation Keterangan Valid 1 0.505  Valid 2 0.612  Valid 3 0.405  Valid 4 0.634  Valid 5 0.514  Valid 6 0.505  Valid 7 0.612  Valid 8 0.405  Valid 9 0.634  Valid 10 0.514  Valid Sumber: Hasil Pengolahan data SPSS(juni 2009)  b.  Uji Reliabilitas Uji ini untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan  (kuesioner)  menunjukkan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama. Uji Reliabilitas  digunakan untuk mengetahui konsistensi atau kepercayaan hasil ukur yang  mengandung kecermatan pengukuran. Instrumen yang reliabel adalah instrumen  yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan  menghasilkan data yang sama.
Dari output SPSS pengujian reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach’s alpha sebesar 0,863 untuk instumen koordinasi, dan sebesar 0,823 untuk instumen  efektivitas kerja.  Menurut  Umar Husein (2002)  suatu ”construct” dianggap  reliabel jika koefisien alpha nya ≥ 0,70. Dengan demikian koefisien sebesar 0,863  dan 0,823 yang mendekati 1 sudah membuktikan bahwa instrumen koordinasi dan  efektivitas kerja adalah reliabel.
9.  Metode Analisis Data a.  Metode Deskriptif Metode penganalisaan data dengan cara menyusun data,  mengelompokkannya, selanjutnya menginterpretasikannya, sehingga  diperoleh  gambaran sebenarnya mengenai masalah yang diteliti, yaitu  mengenai pengaruh Koordinasi terhadap efektivitas kerja pada PTPN IV  Medan.
 b.  Metode Regresi Linier Sederhana Metode regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana  pengaruh koordinasi terhadap efektivas kerja karyawan yang dapat dilihat  sebagai berikut.
Y = a + bX Dimana : Y = Koordinasi    a = Nilai Intercept ( konstan ) X = Efektivitas kerja    b =Koefisien arah Regresi c.  Uji Hipotesis 1.  Koefisien determinan (R² )  Koefisien determinan (R² ) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar  kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen  menggunakan software  SPSS versi 13.  Semakin besar nilai koefisien  determinasi, maka semakin baik kemampuan variabel bebas menerangkan  variabel terikat .Jika determinasi (R²) semakin besar/ mendekati satu,  maka dapat dikatakan bahwa variabel bebas semakin besar menjelaskan variabel terikat.
2. Uji signifikan Parsial (Uji- t) Dilakukan uji-t yaitu secara parsial untuk membuktikan hipotesis awal  tentang pengaruh Koordinasi  sebagai variabel bebas terhadap Efektivitas  kerja  sebagai variabel terikat.  Uji-t menunjukkan apakah secara  individual Variabel bebas ( X ) mempunyai hubungan yang signifikan atau  tidak dengan variabel terikat ( Y ).
 Bentuk pengujian yang digunakan adalah : Ha : t = 0 artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel X dan Y.
Ha : t ≠ 0 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan Y.
Kriteria pengambilan keputusan pada uji- t adalah : Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5% Ha diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5%   

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi