BAB 1 PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pada dasarnya setiap perusahaan yang didirikan mempunyai harapan
bahwa di kemudian hari akan mengalami perkembangan yang pesat di dalam lingkup usaha dari perusahaannya dan
menginginkan terciptanya produktivitas yang tinggi dalam setiap bidang kegiatan yang ada.
Untuk mewujudkan berlangsungnya kegiatan operasi sebuah perusahaan maka
perusahaan tersebut memerlukan beberapa
faktor produksi yaitu alam, tenaga
kerja, modal, dan keahlian. Dimana
keempat faktor tersebut tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus saling mendukung untuk mencapai tujuan
secara efektif dan efisien.
Diantara keempat
faktor tersebut faktor tenaga kerja atau manusia merupakan hal yang terpenting karena manusia merupakan
pemakai dan penggerak serta penentu segala
aktivitas yang ada di dalamperusahaan. Oleh karena itu keberadaaan suatu perusahaan yang berbentuk apapun baik dalam
skala besar maupun kecil tidak terlepas
dari unsur sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia yang dimaksud
adalah orang-orang yang memberikan tenaga, pikiran, bakat,kreativitas dan usahanya pada perusahaan.
Setiap perusahaan
mengharapkan agar semua karyawan dapat terlibat dalam setiap kegiatan organisasi yang ada.
Sehingga karyawan dapat memberikan prestasi
kerja yang baikdalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan
perusahaan sebelumnya.
Banyak faktor yang
dapat mempengaruhi produktivitas diantaranya sikap mental (motivasi kerja, disiplin kerja dan
etika kerja), pendidikan, ketrampilan, manajemen,
hubungan industri pancasila, tingkat penghasilan/kompensasi, gizi kesehatan, jaminan sosial, lingkungan dan
iklim kerja, sarana produksi, teknologi dan
kesempatan berprestasi (Sedarmayanti, 2001:71).
PT Galatta
Lestarindo adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang pembuatan pupuk dolomit. Dimana pupuk
Dolomit merupakan pupuk alami yang
terbuat dari batu alam. PT Galatta Lestarindo memasarkan produknya ke perkebunan swasta dan perkebunan negara
dengan cara melakukan hubungan kontrak
kerja. Oleh karena itu para karyawan dituntut memiliki kualitas kerja yang baik
sehingga dapat menghasilkan sebuah
produk yang berkualitas tinggi serta
dapat bersaing dengan produk lain yang sejenis.
Agar kualitas kerja dapat tercapai
maka setiap karyawan harus memiliki displin kerja yang baik karena tanpa adaya disiplin maka karyawan tidak akan
bekerja secara optimal.
Disiplin merupakan
bentuk pengendalian diri dari karyawan, pelaksanaan yang teratur akan dapat meningkatkan kesungguhan tim dalam bekerja
pada sebuah organisasi serta tindakan disiplin menuntut standar-standar
yang ditentukan. Tindakan disiplin yang
dilaksanakan secara tidak benar adalah destruktif
bagi karyawan dan organisasi. Oleh
karena itu tindakan disiplin haruslah
tidak diterapkan secara sembarangan, melainkan memerlukan pertimbangan yang bijaksana. Dengan
terbentuknya atau terciptanya disiplin yang tinggi maka akan mendukung tercapainya tujuan
perusahaan atau organisasi.
Keberhasilan
diterapkannya disiplin yang tinggi dalam suatu organisasi atau perusahaan tidak lepas dari kemampuan
pimpinan dalam menegakkan peraturan-peraturan
yang ada di dalam organisasi. Kedisiplinan yang optimal hanya dapat tercapai dengan adanya kemampuan
dan dukungan dari segenap potensi yang
ada di dalam suatu organisasi atau perusahaan tersebut. Dalam hal ini disiplin dapat ditegakkan atas kerjasama
dan kesadaran yang tinggi dari para karyawan
atau sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi.
Produktivitas dapat
diartikan sebagai suatu sikap mental yang mempunyai semangat untuk bekerja keras dan keinginan
untuk meningkatkan prestasi. Sikap mental
dapat berupa kerukunan bekerja, disiplin dalam bekerja maupun keinginan untuk menambah pengetahuan. Mengingat
pentingnya disiplin dalam bekerja sebagai
salah satu cara untuk merealisasikan tujuan perusahaan, yang sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.
Berdasarkan hasil
pra survei yang dilakukan pada perusahaan, terdapat beberapa karyawan yang tidak mengikuti
peraturan, seperti banyaknya karyawan yang
absen, sakit tanpa keterangan dan lembur. Data ini bisa dilihat pada Tabel 1.1 yang merupakan rekapitulasi absensi dari
bulan Januari sampai Desember 2009.
Tabel 1.1 Rekapitulasi
Absensi Karyawan PT. Galatta Lestarindo Bulan Januari 2009-Desember 2009 No
Bulan Jumlah Karyawan Kehadiran Hadir Absen
Cuti Sakit Izin %
% % %
% 1 Januari 100
65 65 3
3 18 18
4 4 10 10 2 Februari
100 76 76 4 4
5 5 6
6 9 9 3
Maret 100 80
80 2 2
- - 5
5 13 13 4
April 100 82
82 1 1
3 3 4
4 10 10 5
Mei 100 85
85 3 3
4 4 5
5 3 3 6
Juni 100 83
83 2 2
3 3 4
4 8 8 7
Juli 100 81
81 4 4
5 5 -
- 10 10 8 Agustus 100
79 79 5
5 3 3
4 4 9 9 9 September
100 80 80
4 4 5
5 3 3
8 8 10 Oktober
100 77 77
4 4 6
6 2 2
11 11 11 November
100 74 74
2 2 11
11 5 5
8 8 12 Desember
100 73 73
4 4 3
3 5 5
15 15 Jumlah 935
38 66 47
114 Sumber: PT. Galatta
Lestarindo, diolah Berdasarkan Tabel 1.1
tingkat kecendrungan ketidakhadiran bervariasi selama bulan Januari 2009 – Desember 2009, tingkat kehadiran yang
terendah adalah bulan Januari sementara
yang tertinggi adalah Mei.
Tabel 1.2 Hasil
Produksi Pupuk Tahun 2009 No. Bulan Hasil Produksi (kg) Produktivitas 1. Januari
4,903,650 0,002039 2. Februari
5,209,700 0,001919 3. Maret
9,431,050 0,001060 4. April
17,293,900 0,000578 5. Mei
19,740,850 0,000506 6. Juni
17,967,600 0,000556 7. Juli
19,576,200 0,000005 8. Agustus
17,146,950 0,000583 9. September
11,205,050 0,000892 10. Oktober
6,215,900 0,001608 11. Nopember
6,734,650 0,001484 12. Desember
11,666,050 0,000857 Sumber: PT.
Galatta Lestarindo, diolah Berdasarkan Tabel 1.2 hasil produksi selama tahun
2009, hasil produksi yang tertinggi
terdapat pada bulan Mei dan yang terendah terdapat pada bulan Januari. Apabila kehadiran karyawan meningkat maka
produksi pun akan meningkat terlihat pada bulan Januari tingkat kehadiran menurun maka hasil produksi pun menurun. Berdasarkan uraian
tersebut maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul, “Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Galatta
Lestarindo”.
B.
Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang, maka perumusan
masalah yang akan diteliti adalah apakah
disiplin kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Galatta Lestarindo?” C.
Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1.
Kerangka Konseptual Pada dasarnya sebuah
perusahaan didalam menjalankan usahanya membutuhkan karyawan, yang dibutuhkan dari
karyawan tersebut adalah berupa pikiran
dan tenaga mereka. Sehingga perusahaan harus mencari karyawan yang mampu untuk menjalankan tujuan dari perusahaan
tersebut khususnya dibagian unit
produksi. Oleh karena itu manajer produksi dituntut untuk mengontrol, mengawasi dan mengamati seluruh kegiatan dari
para karyawan dibagian unit produksi.
Menurut Rivai
(2004:444) “Disiplin Kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi
dengan karyawan agar mereka bersedia
untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang
mentaati semua peraturan perusahaan dan
norma-norma sosial yang berlaku.” Sikap
adalah mental dan perilaku karyawan yang
berasal dari kesadaran atau kerelaan dirinya sendiri dalam melaksanakan tugas dan peraturan perusahaan.
Norma adalah kemampuan karyawan untuk
memahami sepenuhnya peraturan yang berlaku sebagai suatu acuan dalam bersikap dan mengetahui tujuan dan
manfaat dari peraturan tersebut.
Produktivitas Kerja Karyawan Disiplin 1. Sikap 2.
Norma 3. Tanggung Jawab Tanggung
jawab adalah kemampuan dalam menjalankan tugas dan peraturan perusahaan.
Menurut Umar
(2005:9) produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan
sumber daya yang digunakan (input).
Dengan kata lain
bahwa produktivitas memiliki dua dimensi, dimensi pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada
pencapaian untuk kerja yang maksimal yaitu
target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu. Dimensi yang kedua adalah efisiensi yang berkaitan dengan
upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atas bagaimana
pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Melalui disiplin
kerja yang baik perusahaan mengharapkan secara tidak langsung produktivitas kerja karyawan juga
ikut meningkat. Dengan adanya produktivitas yang baik maka tujuan awal yang
telah ditetapkan oleh organisasi agar
dapat tercapai tepat waktu. Bahkan melalui produktivitas yang baik maka seluruh produk yang dihasilkan perusahaan
memiliki kualitas produk yang terbaik.
Secara sistematis kerangka konseptual disajikan pada gambar 1.1.
Gambar 1.1 Kerangka
Konseptual Sumber: Rivai, Umar (diolah
penulis) 2. Hipotesis Adapun hipotesis
yang dikemukakan adalah sebagai berikut: “Disiplin kerja mempunyai pengaruh yang positif dan
signifikan terhadap produktivitas karyawan
pada PT. Galatta Lestarindo.” D. Tujuan
dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan
Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja
karyawan pada PT. Galatta Lestarindo.
2. Manfaat Penelitian a. Bagi perusahaan, diharapkan dapat memberikan
masukan dan pertimbangan dalam
pelaksanaan disiplin kerja yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan.
b. Bagi pihak lain, diharapkan dapat menjadi
bahan referensi dalam penelitian-penelitian
mengenai pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan.
c. Bagi penulis, memperoleh pengetahuan dan
pengalaman melalui penelitian ini E. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Penelitian ini membahas
tentang disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan dengan responden penelitian adalah
karyawan PT. Galatta Lestarindo pada
karyawan pabrik.
2. Defenisi Operasional a. Disiplin Kerja (Variabel X) Disiplin kerja
adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka
bersedia untuk mengubah suatu perilaku
serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan
perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku (Rivai, 2004:444).
1) Sikap adalah mental dan perilaku karyawan
yang berasal dari kesadaran atau
kerelaan dirinya sendiri dalam melaksanakan tugas dan peraturan perusahaan.
2) Norma adalah kemampuan karyawan untuk
memahami sepenuhnya peraturan yang
berlaku sebagai suatu acuan dalam bersikap dan mengetahui tujuan dan manfaat dari peraturan
tersebut.
3) Tanggung jawab adalah kemampuan dalam
menjalankan tugas dan peraturan
perusahaan.
b. Produktivitas (Variabel Y) Menurut Umar
(2005:9) bahwa produktivitas adalah perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan
sumber daya yang digunakan (input).
Dengan kata lain bahwa produktivitas memiliki dua dimensi, dimensi pertama adalah efektivitas
yang mengarah kepada pencapaian untuk
kerja yang maksimal yaitu target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu. Dimensi yang
kedua adalah efisiensi yang berkaitan
dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atas bagaimana pekerjaan
tersebut dilaksanakan.
Tabel 1.3 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Defenisi Variabel Indikator
Skala Disiplin Kerja (X) Suatu
alat yang digunakan para manajer untuk
berkomunikasi dengan karyawan agar
mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.
1. Sikap 2. Norma 3.
Tanggung Jawab Likert Produktivitas Kerja (Y) Perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
1. Efektivitas 2.
Efisiensi Likert Sumber: Rivai(2004) dan Umar(2005), (diolah) 3.
Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran yang digunakan dalam
penelitian ini adala Skala Likert yaitu skala yang berasal dari pernyataan
kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan,
dan digunakan untuk mengukur sikap, kepercayaan dan kinerja seseorang tentang fenomena sosial yang telah
ditetapkan secara spesifik oleh peneliti
dan disebut sebagai variabel penelitian (Sugiyono, 2006:14). Skala Likert disusun
dalam tabel-tabel isian dengan lima pilihan jawaban adalah sebagai berikut: Tabel 1.4 Instrumen Skala Likert No. Pertanyaan
Skor 1. Sangat Setuju (SS) 5 2.
Setuju (S) 4 3. Kurang Setuju (KS) 3 4.
Tidak Setuju (TS) 2 5. Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : Sugiyono (2006:14) 4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini
dilakukan pada PT. Galatta Lestarindo beralamat di Kecamatan Pancur Batu. Penelitian ini
direncanakan pada bulan Januari sampai dengan
Maret2010.
5. Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian
ini adalah karyawan PT. Galatta Lestarindo yang berjumlah 100 orang. Jumlah sampel dalam
penelitian ini dihitung dengan menggunakan
rumus Slovin yang dikutip oleh Suliyanto (2006).
2 1 Ne N n + = Keterangan:
n = Jumlah Sampel N = Ukuran Populasi e = Standar error 0,05 (5%) 80 )05,0(1001
100 2 = + = n Dari sejumlah 100 populasi, diperhitungkan jumlah sampel sebanyak
80 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan pendekatan random sampling.
6.
Jenis dan Sumber Data a. Data
primer merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari sumber utama untuk kemudian diolah dan
dianalisis. Data primer dalam penelitian
ini berupa hasil pengisian kuesioner dan hasil wawancara yang dilakukan penulis sebagai data pendukung.
b. Data sekunder merupakan data yang diperoleh
dari perusahaan sebagai tambahan dan
data pelengkap dari data primer, antara lain seperti sejarah perusahaan, struktur organisasi, job
description karyawan dan keteranganketerangan lain yang diperlukan penulis
berhubungan dengan penelitian ini.
7. Teknik Pengumpulan Data Penulis menggunakan
teknik pengumpulan data sebagai berikut: a.
Kuesioner, yaitu seperangkat daftar yang berisikan serangkaian pernyataan-pernyataan dan
pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh peneliti
untuk diajukan kepada responden berhubungan dengan hal yang ingin diteliti.
b. Dokumentasi, dilakukan dengan meneliti
dokumen-dokumen dan bahan tulisan dari
perusahaan serta sumber-sumber lain yang berhubungan.
8. Uji Validitas dan Realibilitas a. Uji Validitas Uji validitas kuesioner
dilakukan untuk menguji apakah suatu kuesioner layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Validitas
menunjukkan seberapa nyata suatu
pengujian mengukur apa yang harus diukur. Validitas berhubungan dengan ketepatan alat ukur
melakukan tugasnya mencapai sasarannya.
Pengukuran dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan nyata atau benar. Dikatakan konsisten jika
beberapa pengukuran terhadap subjek yang
sama diperoleh hasil yang tidak berbeda. Uji validitas dilakukan pada PT. Galatta Lestarindo
dengan memberikan kuesioner kepada 30 orang responden diluar sampel.
b. Uji Realibilitas Uji ini dilakukan untuk
melihat apakah alat ukur yang digunakan menunjukkan
konsistensi dalam mengukur gejala yang sama (Sugiyono, 2006:110).
Realibilitas menunjukkan akurasi dan konsistensi dari pengukurannya.
Untuk menguji apakah instrumen tersebut reliabel (handal) maka dapat dilakukan pengujian
beberapa kali.
9. Metode Analisis Data a. Metode Deskriptif Metode Deskriptif yang
digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan,
mengelola, mengklasifikasikan dan menginterprestasikan data penelitian sehingga diperoleh gambaran
yang jelas mengenai masalah yang
diteliti.
b. Metode Regresi Linier Sederhana Metode
regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas
kerja karyawan yang dapat dirumuskan
sebagai berikut: Y = a + bX + e Dimana:
Y = Produktivitas X = Disiplin Kerja a = Konstanta b
= Koefisien Arah Regresi e =
Standard Error c. Uji Parsial (Uji-t) Dilakukan uji-t yaitu secara parsial untuk
membuktikan hipotesis awal tentang
pengaruh Disiplin Kerja sebagai variabel bebas terhadap produktivitas kerja karyawan sebagai variabel
terikat.
Bentuk pengujian
yang digunakan adalah: H0 : b1 = 0 artinya secara parsial tidak terdapat
pengaruh yang positif dan signifikan
dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Ha : b1 ≠ 0
artinya secara parsial
terdapat pengaruh yang
positif dan signifikan dari
variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Kriteria
pengambilan keputusan pada uji-t, adalah: H0 diterima jika thitung < ttabel
pada α = 5 % Ha diterima jika thitung > ttabel pada α = 5 % d. Koefisien determinan (R 2 ) Koefisien
determinan berfungsi untuk mengetahui signifikasi variabel koefisien determinan menunjukkan besarnya
kontribusi variabel bebas (X) terhadap
variabel terikat (Y). Semakin besar nilai determinasi maka semakin baik kemampuan variabel bebas menerangkan
variabel terikat.
Jika koefisien
determinasi (R 2 ) semakin besar (mendekati satu) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas adalah
besar terhadap variabel terikat. Hal ini
berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang
diteliti terhadap variabel terikat.
Sebaliknya jika determinasi (R 2 ) semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel
bebas terhadap variabel terikat semakin
kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan variabel bebas terhadap
variabel terikat.
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi