Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT GALATTA LESTARINDO



BAB 1 PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang
 Pada dasarnya setiap perusahaan yang didirikan mempunyai harapan bahwa di kemudian hari akan mengalami perkembangan yang pesat di dalam  lingkup usaha dari perusahaannya dan menginginkan terciptanya produktivitas  yang  tinggi dalam setiap bidang kegiatan yang ada. Untuk mewujudkan berlangsungnya kegiatan operasi sebuah perusahaan maka perusahaan tersebut  memerlukan beberapa faktor produksi yaitu  alam, tenaga kerja, modal, dan  keahlian. Dimana keempat faktor tersebut tidak dapat berdiri sendiri, melainkan  harus saling mendukung untuk mencapai  tujuan  secara efektif dan efisien.

Diantara keempat faktor tersebut faktor tenaga kerja atau manusia merupakan hal  yang terpenting karena manusia merupakan pemakai dan penggerak serta penentu  segala aktivitas yang ada di dalamperusahaan. Oleh karena itu keberadaaan suatu  perusahaan yang berbentuk apapun baik dalam skala besar maupun kecil tidak  terlepas dari unsur sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia yang dimaksud adalah orang-orang yang memberikan tenaga, pikiran, bakat,kreativitas  dan usahanya pada perusahaan.
Setiap perusahaan mengharapkan agar semua karyawan dapat terlibat  dalam setiap kegiatan organisasi yang ada. Sehingga karyawan dapat memberikan  prestasi kerja yang baikdalam bentuk produktivitas kerja setinggi mungkin untuk  mewujudkan tujuan yang telah ditetapkan perusahaan sebelumnya.
Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas diantaranya sikap  mental (motivasi kerja, disiplin kerja dan etika kerja), pendidikan, ketrampilan,   manajemen, hubungan industri pancasila, tingkat penghasilan/kompensasi, gizi  kesehatan, jaminan sosial, lingkungan dan iklim kerja, sarana produksi, teknologi  dan kesempatan berprestasi (Sedarmayanti, 2001:71).
PT Galatta Lestarindo adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di  bidang pembuatan pupuk dolomit. Dimana pupuk Dolomit merupakan pupuk  alami yang terbuat dari batu alam. PT Galatta Lestarindo memasarkan produknya  ke perkebunan swasta dan perkebunan negara dengan cara melakukan hubungan  kontrak kerja. Oleh karena itu para karyawan dituntut memiliki kualitas kerja yang baik sehingga  dapat menghasilkan sebuah produk yang berkualitas tinggi  serta dapat bersaing dengan produk lain yang sejenis.  Agar kualitas kerja dapat  tercapai maka setiap karyawan harus memiliki displin kerja yang baik karena  tanpa adaya disiplin maka karyawan tidak akan bekerja secara optimal.
Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri dari karyawan, pelaksanaan  yang teratur akan dapat meningkatkan  kesungguhan tim  dalam bekerja  pada  sebuah organisasi serta  tindakan disiplin menuntut standar-standar yang  ditentukan. Tindakan disiplin yang dilaksanakan secara tidak benar adalah  destruktif bagi karyawan  dan organisasi. Oleh karena itu tindakan disiplin  haruslah tidak diterapkan secara sembarangan, melainkan memerlukan  pertimbangan yang bijaksana. Dengan terbentuknya atau terciptanya disiplin yang  tinggi maka akan mendukung tercapainya tujuan perusahaan atau organisasi.
Keberhasilan diterapkannya disiplin yang tinggi dalam suatu organisasi  atau perusahaan tidak lepas dari kemampuan pimpinan dalam menegakkan  peraturan-peraturan yang ada di dalam organisasi. Kedisiplinan yang optimal  hanya dapat tercapai dengan adanya kemampuan dan dukungan dari segenap   potensi yang ada di dalam suatu organisasi atau perusahaan tersebut. Dalam hal  ini disiplin dapat ditegakkan atas kerjasama dan kesadaran yang tinggi dari para  karyawan atau sumber daya manusia yang ada di dalam organisasi.
Produktivitas dapat diartikan sebagai suatu sikap mental yang mempunyai  semangat untuk bekerja keras dan keinginan untuk meningkatkan prestasi. Sikap  mental dapat berupa kerukunan bekerja, disiplin dalam bekerja maupun keinginan  untuk menambah pengetahuan. Mengingat pentingnya disiplin dalam bekerja  sebagai salah satu cara untuk merealisasikan tujuan perusahaan, yang sekaligus  meningkatkan daya saing perusahaan.
Berdasarkan hasil pra survei yang dilakukan pada perusahaan, terdapat  beberapa karyawan yang tidak mengikuti peraturan, seperti banyaknya karyawan  yang absen, sakit tanpa keterangan dan lembur. Data ini bisa dilihat pada Tabel  1.1 yang merupakan rekapitulasi absensi dari bulan Januari sampai Desember 2009.
Tabel 1.1 Rekapitulasi Absensi Karyawan PT. Galatta Lestarindo Bulan Januari 2009-Desember 2009 No Bulan Jumlah  Karyawan Kehadiran Hadir  Absen  Cuti  Sakit  Izin %    %    %    %    % 1  Januari  100  65  65  3  3  18  18  4  4  10  10 2  Februari  100  76  76  4  4  5  5  6  6  9  9 3  Maret  100  80  80  2  2  -  -  5  5  13  13 4  April  100  82  82  1  1  3  3  4  4  10  10 5  Mei  100  85  85  3  3  4  4  5  5  3  3 6  Juni  100  83  83  2  2  3  3  4  4  8  8 7  Juli  100  81  81  4  4  5  5  -  -  10  10 8  Agustus  100  79  79  5  5  3  3  4  4  9  9 9  September  100  80  80  4  4  5  5  3  3  8  8 10  Oktober  100  77  77  4  4  6  6  2  2  11  11 11  November  100  74  74  2  2  11  11  5  5  8  8 12  Desember  100  73  73  4  4  3  3  5  5  15  15 Jumlah    935    38    66    47    114  Sumber: PT. Galatta Lestarindo, diolah  Berdasarkan Tabel 1.1 tingkat kecendrungan ketidakhadiran bervariasi  selama bulan Januari 2009  – Desember 2009, tingkat kehadiran yang terendah  adalah bulan Januari sementara yang tertinggi adalah Mei.
Tabel 1.2 Hasil Produksi Pupuk Tahun 2009 No.  Bulan  Hasil Produksi (kg)  Produktivitas 1.  Januari  4,903,650  0,002039 2.  Februari  5,209,700  0,001919 3.  Maret  9,431,050  0,001060 4.  April  17,293,900  0,000578 5.  Mei  19,740,850  0,000506 6.  Juni  17,967,600  0,000556 7.  Juli  19,576,200  0,000005 8.  Agustus  17,146,950  0,000583 9.  September  11,205,050  0,000892 10.  Oktober  6,215,900  0,001608 11.  Nopember  6,734,650  0,001484 12.  Desember  11,666,050  0,000857 Sumber: PT. Galatta Lestarindo, diolah Berdasarkan Tabel 1.2 hasil produksi selama tahun 2009, hasil produksi  yang tertinggi terdapat pada bulan Mei dan yang terendah terdapat pada bulan Januari.  Apabila kehadiran karyawan meningkat maka produksi pun akan meningkat terlihat pada bulan Januari  tingkat kehadiran menurun maka hasil  produksi pun menurun. Berdasarkan uraian tersebut maka penulis tertarik untuk  melakukan penelitian dengan judul,  “Pengaruh  Disiplin Kerja terhadap  Produktivitas Kerja Karyawan Pada PT. Galatta Lestarindo”.
 B.  Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang, maka perumusan masalah yang akan  diteliti adalah apakah disiplin kerja berpengaruh terhadap produktivitas kerja  karyawan pada PT. Galatta Lestarindo?” C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1.  Kerangka Konseptual Pada dasarnya sebuah  perusahaan didalam menjalankan usahanya  membutuhkan karyawan, yang dibutuhkan dari karyawan tersebut adalah berupa  pikiran dan tenaga mereka. Sehingga perusahaan harus mencari karyawan yang  mampu untuk menjalankan tujuan dari perusahaan tersebut khususnya dibagian  unit produksi. Oleh karena itu manajer produksi dituntut untuk mengontrol,  mengawasi dan mengamati seluruh kegiatan dari para karyawan dibagian unit  produksi.
Menurut Rivai (2004:444) “Disiplin Kerja adalah suatu alat yang  digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka  bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk  meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan  perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.”  Sikap adalah mental dan  perilaku karyawan yang berasal dari kesadaran atau kerelaan dirinya sendiri dalam  melaksanakan tugas dan peraturan perusahaan. Norma adalah kemampuan  karyawan untuk memahami sepenuhnya peraturan yang berlaku sebagai suatu  acuan dalam bersikap dan mengetahui tujuan dan manfaat dari peraturan tersebut.
 Produktivitas Kerja  Karyawan Disiplin 1.  Sikap 2.  Norma 3.  Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah kemampuan dalam menjalankan tugas dan peraturan  perusahaan.
Menurut Umar (2005:9) produktivitas adalah perbandingan antara hasil  yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input).
Dengan kata lain bahwa produktivitas memiliki dua dimensi, dimensi pertama  adalah efektivitas yang mengarah kepada pencapaian untuk kerja yang maksimal  yaitu target yang berkaitan dengan kualitas, kuantitas, dan waktu. Dimensi yang  kedua adalah efisiensi yang berkaitan dengan upaya membandingkan input dengan realisasi penggunaannya atas bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
Melalui disiplin kerja yang baik perusahaan mengharapkan secara tidak  langsung produktivitas kerja karyawan juga ikut meningkat.  Dengan adanya  produktivitas yang baik maka tujuan awal yang telah ditetapkan oleh organisasi  agar dapat tercapai tepat waktu. Bahkan melalui produktivitas yang baik maka  seluruh produk yang dihasilkan perusahaan memiliki kualitas produk yang  terbaik. Secara sistematis kerangka konseptual disajikan pada gambar 1.1.
Gambar 1.1 Kerangka Konseptual  Sumber: Rivai, Umar (diolah penulis) 2.  Hipotesis Adapun hipotesis yang dikemukakan adalah sebagai berikut: “Disiplin  kerja mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas  karyawan pada PT. Galatta Lestarindo.”  D. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh  disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Galatta Lestarindo.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi perusahaan, diharapkan dapat memberikan masukan dan  pertimbangan dalam pelaksanaan disiplin kerja yang mempengaruhi  produktivitas kerja karyawan.
b.  Bagi pihak lain, diharapkan dapat menjadi bahan referensi dalam  penelitian-penelitian mengenai pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan.
c.  Bagi penulis, memperoleh pengetahuan dan pengalaman melalui penelitian  ini E.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Penelitian ini membahas tentang disiplin kerja terhadap produktivitas kerja  karyawan dengan responden penelitian adalah karyawan PT. Galatta Lestarindo  pada karyawan pabrik.
2.  Defenisi Operasional a.  Disiplin Kerja (Variabel X) Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untuk  berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah  suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran   dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku (Rivai, 2004:444).
1)  Sikap adalah mental dan perilaku karyawan yang berasal dari  kesadaran atau kerelaan dirinya sendiri dalam melaksanakan tugas dan  peraturan perusahaan.
2)  Norma adalah kemampuan karyawan untuk memahami sepenuhnya  peraturan yang berlaku sebagai suatu acuan dalam bersikap dan  mengetahui tujuan dan manfaat dari peraturan tersebut.
3)  Tanggung jawab adalah kemampuan dalam menjalankan tugas dan  peraturan perusahaan.
b.  Produktivitas (Variabel Y) Menurut Umar (2005:9) bahwa produktivitas adalah perbandingan antara  hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang  digunakan (input). Dengan kata lain bahwa produktivitas memiliki dua  dimensi, dimensi pertama adalah efektivitas yang mengarah kepada  pencapaian untuk kerja yang maksimal yaitu target yang berkaitan dengan  kualitas, kuantitas, dan waktu. Dimensi yang kedua adalah efisiensi yang  berkaitan dengan upaya membandingkan  input  dengan realisasi  penggunaannya atas bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan.
 Tabel 1.3 Operasionalisasi Variabel Penelitian Variabel  Defenisi Variabel  Indikator  Skala Disiplin Kerja  (X) Suatu alat yang digunakan para  manajer untuk berkomunikasi  dengan karyawan agar mereka  bersedia untuk mengubah suatu  perilaku serta sebagai suatu  upaya untuk meningkatkan  kesadaran dan kesediaan  seseorang mentaati semua  peraturan perusahaan dan  norma-norma sosial yang  berlaku.
1. Sikap 2. Norma 3. Tanggung  Jawab Likert Produktivitas  Kerja (Y)  Perbandingan antara hasil yang  dicapai (output) dengan  keseluruhan sumber daya yang  digunakan (input).
1. Efektivitas 2. Efisiensi Likert Sumber: Rivai(2004) dan Umar(2005), (diolah)  3.  Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adala Skala Likert yaitu skala yang berasal dari pernyataan kualitatif yang kemudian  dikuantitatifkan, dan digunakan untuk mengukur sikap, kepercayaan dan kinerja  seseorang tentang fenomena sosial yang telah ditetapkan secara spesifik oleh  peneliti dan disebut sebagai variabel penelitian (Sugiyono, 2006:14). Skala Likert disusun dalam tabel-tabel isian dengan lima pilihan jawaban adalah sebagai  berikut:   Tabel 1.4 Instrumen Skala Likert No.  Pertanyaan  Skor 1.  Sangat Setuju (SS)  5 2.  Setuju (S)  4 3.  Kurang Setuju (KS)  3 4.  Tidak Setuju (TS)  2 5.  Sangat Tidak Setuju (STS)  1 Sumber : Sugiyono (2006:14) 4.  Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. Galatta Lestarindo beralamat di  Kecamatan Pancur Batu. Penelitian ini direncanakan pada bulan Januari sampai  dengan Maret2010.
5.  Populasi dan sampel Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Galatta Lestarindo  yang berjumlah 100 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung dengan  menggunakan rumus Slovin yang dikutip oleh Suliyanto (2006).
2 1 Ne N n + = Keterangan: n = Jumlah Sampel N = Ukuran Populasi e = Standar error 0,05 (5%) 80 )05,0(1001 100 2 = + = n Dari sejumlah 100 populasi, diperhitungkan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan pendekatan  random sampling.
 6.  Jenis dan Sumber Data a.  Data primer merupakan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti dari  sumber utama untuk kemudian diolah dan dianalisis. Data primer dalam  penelitian ini berupa hasil pengisian kuesioner dan hasil wawancara yang  dilakukan penulis sebagai data pendukung.
b.  Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari perusahaan sebagai  tambahan dan data pelengkap dari data primer, antara lain seperti sejarah  perusahaan, struktur organisasi, job description karyawan dan keteranganketerangan lain yang diperlukan penulis berhubungan dengan penelitian  ini.
7.  Teknik Pengumpulan Data Penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:  a.  Kuesioner,  yaitu seperangkat  daftar yang berisikan serangkaian  pernyataan-pernyataan dan pertanyaan-pertanyaan yang dibuat oleh  peneliti untuk diajukan kepada responden berhubungan dengan hal yang  ingin diteliti.
b.  Dokumentasi, dilakukan dengan meneliti dokumen-dokumen dan bahan  tulisan dari perusahaan serta sumber-sumber lain yang berhubungan.
8.  Uji Validitas dan Realibilitas a.  Uji Validitas Uji validitas kuesioner dilakukan untuk menguji apakah suatu kuesioner  layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Validitas menunjukkan  seberapa nyata suatu pengujian mengukur apa yang harus diukur. Validitas  berhubungan dengan ketepatan alat ukur melakukan tugasnya mencapai   sasarannya. Pengukuran dikatakan valid jika mengukur tujuannya dengan  nyata atau benar. Dikatakan konsisten jika beberapa pengukuran terhadap  subjek yang sama diperoleh hasil yang tidak berbeda. Uji validitas  dilakukan pada PT. Galatta Lestarindo dengan  memberikan  kuesioner  kepada 30 orang responden diluar sampel.
b.  Uji Realibilitas Uji ini dilakukan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan  menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama (Sugiyono,  2006:110).  Realibilitas menunjukkan akurasi dan konsistensi dari  pengukurannya.  Untuk menguji apakah instrumen tersebut reliabel  (handal) maka dapat dilakukan pengujian beberapa kali.
9.  Metode Analisis Data a.  Metode Deskriptif Metode Deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini dengan  mengumpulkan, mengelola, mengklasifikasikan dan menginterprestasikan  data penelitian sehingga diperoleh gambaran yang jelas mengenai masalah  yang diteliti.
b.  Metode Regresi Linier Sederhana Metode regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana  pengaruh disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan yang dapat  dirumuskan sebagai berikut: Y = a + bX + e   Dimana: Y  = Produktivitas X  = Disiplin Kerja a  = Konstanta b  = Koefisien Arah Regresi e  = Standard Error c.  Uji Parsial (Uji-t)  Dilakukan uji-t yaitu secara parsial untuk membuktikan hipotesis awal  tentang pengaruh Disiplin Kerja sebagai variabel bebas terhadap  produktivitas kerja karyawan sebagai variabel terikat.
Bentuk pengujian yang digunakan adalah: H0 : b1 = 0 artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Ha : b1 ≠  0  artinya  secara  parsial  terdapat  pengaruh  yang  positif dan  signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Kriteria pengambilan keputusan pada uji-t, adalah: H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5 % Ha diterima jika thitung > ttabel pada α = 5 % d.  Koefisien determinan (R 2 )   Koefisien  determinan berfungsi untuk mengetahui signifikasi variabel  koefisien determinan menunjukkan besarnya kontribusi variabel bebas (X)  terhadap variabel terikat (Y). Semakin besar nilai determinasi maka  semakin baik kemampuan variabel bebas menerangkan variabel terikat.
Jika koefisien determinasi (R 2 ) semakin besar (mendekati satu) maka dapat  dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas adalah besar terhadap variabel  terikat. Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk  menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel  terikat. Sebaliknya jika determinasi (R 2 ) semakin kecil (mendekati nol)  maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas terhadap variabel  terikat semakin kecil. Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat  untuk menerangkan variabel bebas terhadap variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi