Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH PENGEMBANGAN KARIR DAN PROMOSI JABATAN TERHADAP SEMANGAT KERJA KARYAWAN PADA KANTOR DIVISI REGIONAL I PT.TELKOM



BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi harus  ditangani secara serius. Pengelolaan SDM yang baik akan berdampak pada  kestabilan organisasi dan upaya pencapaian tujuan dan  sasaran organisasi  itu  sendiri. Sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam suatu  organisasi, karena ia yang melakukan aktivitas perusahaan. Oleh karena itu faktor  manusia harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan hasil yang optimal  bagi perusahaan. Salah satu aspek pengembangan SDM yang sangat penting  diperhatikan adalah pengembangan karir dan promosi jabatan yang  akan  berdampak pada peningkatan semangat kerja karyawan.

Kontribusi karyawan bagi organisasi sangat dominan, karena karyawan  adalah penghasil kerja bagi organisasi. Setiap pekerjaan dalam organisasi selalu  dilaksanakan oleh karyawan. Berhasil tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh  unsur manusia yang melakukan pekerjaan sehingga perlu adanya balas jasa  terhadap karyawan sesuai dengan kinerjanya.
Seorang karyawan perlu diperlakukan dengan baik agar karyawan tetap  bersemangat dalam bekerja. Pimpinan organisasi dituntut untuk memperlakukan  karyawan dengan baik dan memandang mereka sebagai manusia yang mempunyai  kebutuhan baik materi maupun non materi. Pimpinan organisasi juga perlu  mengetahui, menyadari dan berusaha memenuhi kebutuhan karyawannya,  sehingga karyawan dapat bekerja sesuai dengan harapan organsiasi.
  Semangat dan gairah kerja dapat ditingkatkan melalui pemberian gaji yang  cukup, memperhatikan kebutuhan rohani, menciptakan suasana kerja santai,  memperhatikan harga diri, menempatkan karyawan pada posisi yang tepat,  memberikan kesempatan untuk maju, memberikan rasa aman untuk masa depan,  mengusahakan karyawan memiliki loyalitas, mengajak karyawan berunding,  memberikan insentif yang terarah, dan memberikan fasilitas yang menyenangkan  (Nitisemito, 1996).
Perusahaan melalakukan banyak cara dalam merangsang semangat kerja  karyawan, misalnya dengan memberikan insentif berupa materi dan non materi  yang berbentuk penghargaan seperti tanda jasa atau piagam, termasuk dengan  melakukan program pengambangan karir karyawan dan promosi jabatan terhadap  karyawan itu sendiri.
Perusahaan yang menerapkan peran  strategik dicirikan oleh adanya  rencana dan pengembangan karir bagi para karyawannya (manajemen dan nonmanajemen).  Dengan kata lain tiap individu berhak memiliki peluang untuk  mengembangkan karirnya. Namun dalam prakteknya ada saja karyawan yang  karirnya  terlambat dan bahkan terhambat. Alasannya bisa jadi karena ada yang  salah dalam sistem penilaian kinerja karyawan dan bisa juga adanya perlakuan  diskriminasi. Di sisi lain sistem karir dinilai handal dengan menghilangkan faktor  penyebab keterlambatan karir dari individu bersangkutan.
Perecanaan karir dan manajemen karir akan memberi keuntungan bagi  individu dan organisasi. Melalui program pengembangan karir, perusahaan akan  meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan, menurunkan labour turn over,  dan meningkatkan kesempatan promosi bagi karyawan. Bagi karyawan itu sendiri,   perencanaan karir dapat mendorong kesiapan diri mereka untuk menggunakan  kesempatan karir yang tersedia.
Karyawan dalam usaha untuk meningkatkan taraf hidup, mereka akan  berusaha untuk memaksimalkan kemampuan  yang dimilikinya. Dalam hal  ini  perusahaan akan memberikan  peningkatan jabatan. Karyawan  perlu  dikembangkan, dipertahankan, serta dimanfaatkan secara efektif dan efisien.
Pengembangan karir adalah salah satu cara yang dilakukan oleh  perusahaan dalam usaha meningkatkan prestasi karyawan,  agar dapat  dimanfaatkan secara efektif dan efisien  selanjutnya dilakukan suatu  promosi  jabatan.  Promosi jabatan adalah perpindahan yang memperbesar wewenang  (authority) dan tanggung jawab (resposibility) karyawan ke jabatan yang lebih  tinggi di dalam satu organisasi sehingga kewajiban, hak, status, dan  penghasilannya semakin besar(Hasibuan 2008:108).
Kegiatan promosi jabatan perusahaan dapat memberikan harapan kepada  karyawan untuk dapat lebih maju dari posisi yang dimilikinya. Manusia bekerja  dalam organisasi atau perusahaan akan berusaha memperoleh kedudukan yang  diinginkannya dengan harapan dapat meningkatkan taraf hidup yang lebih baik,  sehingga memaksimumkan kemampuan kerja karyawan tersebut. Apabila  keinginan seorang karyawan terpenuhi akan timbul suatu kepuasan dalam dirinya.
Perasaan puas inilah yang merupakan pendorong semangat kerja bagi setiap  karyawan.
Program pengembangan karir yang dilakukan dan adanya kesempatan  untuk dipromosikan bagi setiap karyawan akan mendorong karyawan untuk lebih   giat bekerja, bersemangat, berdisiplin, dan berprestasi sehingga sasaran  perusahaan yang optimal akan dapat dicapai.
PT. Telekomunikasi Indonesia,Tbk (TELKOM) adalah salah satu Badan  Usaha Milik Negara (BUMN) yang merupakan perusahaan penyelenggara  informasi dan telekomunikasi (InfoComm) serta penyedia jasa dan jaringan  telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) yang terbesar  di Indonesia. PT. TELKOM  mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik  dengan mengoptimalisasikan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul,  penggunaan teknologi yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling  menguntungkan dan saling mendukung secara sinergis.
Pengelolaan manajemen karir  pada PT. TELKOM,Tbk tidak hanya  menguntungkan karyawan secara perorangan saja tetapi juga menguntungkan  perusahaan. Dengan mengembangkan karyawan, perusahaan mendapat jaminan  persediaaan karyawan yang cakap dan dapat dipercaya untuk menggantikan  karyawan yang tingkatannya lebih tinggi, baik yang keluar maupun yang  mendapat promosi. Hal ini memudahkan penyusunan tenaga kerja intern  perusahaan dan mengurangi biaya tenaga kerja dari luar dan seleksi.
PT. TELKOM dalam hal  strategi  perencanaan  karir memungkinkan  organisasi mengembangkan dan menempatkan karyawannya dalam suatu jabatan  yang sesuai dengan minat, kebutuhan dan tujuan karir. Hal ini dapat menambah  kepuasan dan pemanfaatan karyawan secara optimal yang dapat mempertahankan  dan memotivasi karyawan yang pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi kerja.
PT. TELKOM  dalam manajemen karir SDM, sangat memperhatikan  perkembangan karir karyawannya. Hal ini dapat dilihat pada komposisi jalur karir   yang disusun secara terstruktur, penempatan posisi jabatan karyawan sesuai  jenjang karir yang terdapat pada perusahaan itu sendiri. Jenjang jabatan disusun  berdasarkan komposisi jabatan yang tersedia, yaitu terdapat 7 (tujuh) level Band  Posisi, setiap Band Posisi terdapat 5 (lima) kelas posisi, terkecuali untuk Object  Name Staff pada Band Posisi VII memiliki 10 (sepuluh) tingkatan kelas posisi.
Hal ini dapat dilihat pada Tabel 1.1 berikut.
Tabel 1.1 Komposisi Jabatan Karyawan PT.TELKOM Disusun Berdasarkan atas Band Posisi dan Kelas Posisi OBJECT NAME BAND  POSISI KELAS POSISI 5  4  3  2  1 EXSECUTIVE   I                SENIOR MANAGER  II          MANAGER  III                OFF 1  IV                OFF 2  V          OFF 3  VI          STAFF  VII    10 ------------------------------------------------------ 1 Sumber : HRD Kantor Divre 1 PT. TELKOM,Tbk (Januari. 2010) data diolah.
Keterangan.
-  Object Name   : Nama Posisi Jabatan  -  Band Posisi  : Golongan tingkatan jabatan -  Kelas Posisi (10– 1)  : level tingkatan posisi ditetapkan sesuai sub area jabatan.
Berdasarkan Tabel 1.1 terlihat bahwa adanya suatu perencanaan  manajemen karir yang terstruktur pada PT. TELKOM,Tbk. Struktur komposisi  jabatan yang tertera pada Tabel 1.1 berlaku untuk seluruh wilayah unit kerja pada  PT. Telekomunikasi Indonesia,tbk. Tingkatan jabatan yang berdasarkan  penggolongan jabatan pada PT. TELKOM,Tbk disebut sebagai Band Posisi. Band  Posisi terbagi atas 7 (tujuh) tingkatan komposisi jabatan, setiap Band Posisi  memiliki 5 (lima) kelas posisinya masing-masing (kecuali pada Band Posisi VII  terdapat 10(sepuluh) kelas posisi). Kelas Posisi tertinggi pada Kelas 1 dan yang  terendah pada Kelas 10.
 Manajemen karir yang terstruktur dan terencana dengan baik pada PT.
TELKOM,  mengandung makna bahwa pihak manajemen perusahaan sangat  memperhatikan pengembangan karir karyawannya. Hal tersebut dapat digunakan  untuk menetapkan  kebijakan promosi jabatan terhadap karyawannya. Dengan  demikian, hal ini merupakan cara untuk memotivasi karyawan dalam peningkatan  semangat kerjanya yang pada akhirnya akan meningkatkan prestasi kerja  karyawan itu sendiri.
Mengingat seseorang yang bekerja pada suatu perusahaan umumnya tidak  semata-mata untuk mencari uang sebagai kebutuhan pokoknya, akan tetapi  seorang karyawan ingin mengembangakan diri dan meningkatkan karir agar dapat  menduduki jabatan yang lebih tinggi ditempatnya bekerja.
Berkenaan dengan pentingnya perencanaan dan pengembangan karir bagi  karyawan maupun organisasi, mendorong penulis untuk memilih judul skripsi  mengenai “ Pengaruh Pengembangan Karir dan Promosi Jabatan Terhadap  Semangat Kerja Karyawan Pada Kantor Divisi Regional I  PT. TELKOM Medan.”  B.  Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka perumusan masalah penelitian ini adalah : “Apakah pengembangan karir  dan promosi jabatan mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap  peningkatan semangat kerja karyawan  pada Kantor Divisi Regional I PT.
TELKOM Medan ?”   C. Kerangka Konseptual Faktor yang mempengaruhi karir karyawan di dalam suatu organisasi /  perusahaan  dipengaruhi oleh beberapa hal. Perlu ditekankan bahwa suatu  organisasi karir seseorang itu selain dipengaruhi oleh kemampuan yang dimiliki  oleh individu juga tidak terlepas dari peran organisasi.
Karir merupakan kebutuhan yang harus ditumbuhkan dalam diri seorang  karyawan, sehingga mampu mendorong kemauan kerjanya. Pengembangan karir  harus dilakukan melalui penumbuhan kebutuhan karir karyawan, menciptakan  kondisi dan kesempatan pengembangan karir serta melakukan penyesuaian antara  keduanya melalui berbagai mutasi personal (Bambang Wahyudi, 2002:161).
Promosi adalah perpindahan yang memperbesar outhority (wewenang) dan  ressponsibility (tanggung jawab) karyawan ke jabatan yang lebih tinggi di dalam  organisasi sehingga kewajiban, hak, status dan penghasilannya semakin besar  (Hasibuan, 2008:108).
Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seorang mengerjakan  pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk mencapai prestasi kerja yang  maksimal. Semangat ini akan merangsang seseorang untuk berkarya dan  berkreativitas dalam pekerjaannya (Hasibuan, 2008:94).
Berdasarkan uraian tersebut, maka disain  kerangka konseptual sebagai  berikut : Sumber : Hasibuan(2008), diolah Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Pengembangan Karir (X1)  Semangat Kerja (Y)  Promosi Jabatan (X2)   D. Hipotesis Menurut Kuncoro (2003:47) menyatakan hipotesis merupakan suatu  penjelasan sementara tentang prilaku, fenomena, atau keadaan tertentu yang telah  terjadi atau akan terjadi. Berdasarkan rumusan  masalah dapat disimpulkan  hipotesis  dalam penelitian ini adalah : “Pengembangan karir dan promosi  jabatan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap semangat  kerja karyawan pada kantor Divisi Regional I PT. TELKOM Medan.” E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi seberapa  besar pengaruh program pengembangan karir dan promosi jabatan terhadap  semangat kerja karyawan pada kantor Divisi Regional I PT. TELKOM Medan.
2. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian adalah:  a.  Bagi perusahaan Bahan masukan bagi pihak perusahaan sehingga bermanfaat dalam  penyusunan program pengembangan karir karyawan selanjutnya.
b.  Bagi peneliti Menambah pengetahuan dan wawasan peneliti tentang pengembangan karir  karyawan dan promosi jabatan khususnya pengaruhnya terhadap semangat  kerja karyawan pada suatu perusahaan.
 c.  Bagi pihak lain Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai suatu pedoman dan menjadi  sumbangan pemikiran atau referensi bagi pihak-pihak yang berkepentingan  terutama bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian selanjutnya.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Penelitian yang baik adalah penelitian yang terfokus dan mendalam. Untuk  menghindari kesimpangsiuran  dalam penelitian, maka peneliti memberikan  batasan oprasional bahwa penelitian ini hanya membahas  mengenai  pengembangan karir dan promosi jabatan dan pengaruhnya terhadap semangat  kerja karyawan pada kantor Divisi Regional I PT. TELKOM Medan.
2. DefinisiOperasional  Definisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabelvariabel tertentu berkaitan dengan variabel lainnya. Variabel penelitian adalah : a. Variabel Bebas / Independent variabel (X) 1. Variabel X1: Pengembangan Karir Variabel bebas (X1) dalam penelitian ini adalah pengembangan karir yaitu  suatu kebijakan yang diambil organisasi untuk mengembangkan karir karyawan yang dikembangkan melalui pembinaan maupun perencanaan karir. Penerapannya  berupa promosi, mutasi, demosi, serta pengembangan dan pelatihan kerja kepada  karyawan. Kesesuaian pekerjaan, pengetahuan, kecakapan pegawai dengan  jenjang jabatan.
 2.Variabel X2 : Promosi Jabatan Variabel bebas (X2) yang mempengaruhi variabel yang tidak bebas adalah  promosi jabatan. Istilah promosi jabatan didefenisikan sebagai kenaikan jabatan  dimana tanggung jawab, status, dan gaji akan lebih besar dari pada sebelumnya.
Hal ini dilakukan perusahaan agar dapat memberikan kepuasan kepada karyawan  dalam bekerja, sehingga karyawan dapat memberikan kontribusi yang optimal  bagi perusahaan.
b. Variabel Tidak Bebas / dependent variabel (Y) Variabel tidak bebas / variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi  oleh variabel lainnya. Variabel tidak bebas (Y) dalam skripsi ini adalah semangat  kerja. Istilah semangat kerja didefenisikan sebagai adanya keinginan untuk lebih  giat terhadap pekerjaannya. Secara diagram variabel ini dapat dilihat pada Tabel  1.2 berikut.
Tabel 1.2  Defenisi Operasionalisasi Variabel Variabel  Defenisi  Indikator  Skala  (Pengembangan Karir ) X1  Suatu kondisi yang  menunjukkan adanya  peningkatan-peningkatan  status seseorang dalam  organisasi dalam jalur  karir yang telah ditetapkan  dalam organisasi yang  bersangkutan.
1. Kebutuhan karir (career  need assessment)  2. Kesempatan karir yang  tersedia (career  opportunities)  3.  Penyesuaian diantara  keduanya (needopprtunities alignment)  Likert (Promosi Jabatan) X2  Perpindahan dari satu  jabatan ke jabatan lain  yang mempunyai status  dan tanggung jawab yang  lebih tinggi.
1.Pengalaman (Senioritas)  2. Kecakapan (Ability)  3.Kombinasi antara  Pengalaman dan Kecakapan Likert  Variabel  Defenisi  Indikator  Skala  (Semangat Kerja) Y  Kesediaan perasaan yang  memungkinkan seseorang  bekerja untuk  menghasilkan pekerjaan  lebih banyak dan lebih  baik.
1. Produktivitas kerja 2. Disiplin kerja 3. Kepuasan dalam bekerja 4. Suasana dan Iklim kerja 5. Kesempatan untuk maju  6.Pemberian penghargaan.
Likert Sumber : Malayu S.P Hasibuan (2008) dan Edwin B. Flippo (1995), data diolah.
3. Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran variabel dalam data penelitian ini adalah Skala Likert sebagai alat bantu untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau  kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam melakukan penelitian terhadap  variable-variabel yang  akan diuji, pada setiap jawaban akan diberi skor  (Sugiyono, 2006:86).
Pada penelitian analisis kuantitatif, maka peneliti memberikan 5 (lima)  alternatif jawaban kepada responden dengan menggunakan skala 1 sampai 5 yang  dapat dilihat pada Tabel 1.3 berikut.
Tabel 1.3  Instrumen Skala Likert Keterangan  Skor  Sangat Setuju (SS)  5  Setuju (S)  4  Ragu-ragu (RG)  3  Tidak Setuju (TS)  2  Sangat Tidak Setuju (STS)  1  Sumber : Sugiyono (2006:86)   4.Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian dilaksanakan di Kantor Divisi Regional I PT. TELKOM  yang terletak di Jalan Prof.H.M.Yamin 2, Medan. Waktu Penelitian dimulai dari  bulan Januari 2010 sampai Maret2010.
5. Populasi dan Sampel a.  Populasi  Menurut Sugiyono (2006:72), populasi adalah wilayah generalisasi yang  terdiri dari objek/ subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang  ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah karyawan pada Kantor  Divisi Regional I PT. TELKOM Medan yang berjumlah 212 orang pegawai yang  dibagi berdasarkan masing-masing bidang/divisi yang ada pada Kantor PT.
TELKOM Medan.
b. Sampel  Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan berdasarkan teknik  Probability Sampilng. Penarikan sampel ditentukan dengan menggunakan rumus  Slovin dengan tingkat kesalahan 10% (Umar, 2008 : 108) sebagai berikut :  n =  2 1 Ne N + Di mana:  n  = ukuran sampel N  = ukuran populasi e  = Persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan  sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan.
 Sehingga jumlah sampel dapat dihitung dengan cara : n =  )1,0(2121 212 2 + n = 67,948  Dalam penelitian ini jumlah sampel dibulatkan menjadi 68 orang.
Teknik yang digunakan untuk menarik sampel dari populasi yaitu melalui teknik Simple Random Sampling yang dilanjutkan dengan alokasi sampel  proporsional. Rumus yang dipakai adalah sebagai berikut:  Keterangan : n1  = Anggota sampel pada proporsi ke I N1  = Populasi ke I n  = Sampel yang diambil dalam penelitian N  = Populasi Total Distribusi sampel dapat dilihat pada Tabel 1.4 berikut.
Tabel 1.4 Distribusi Sampel Karyawan Kantor Divisi Regional I PT. TELKOM Divisi / Bagian Jumlah  Populasi  (orang)  Jumlah  Sampel  (orang)  Jumlah  Pembulatan  Sampel  (orang)  Division Secretary  6  1,9  2 Division Communication  4  1,2  2 Subdiv Billing & Collection  18  5,7  6 Product and Bussiness Performance Divre  19  6,0  6 Marketing & Sales  10  3,2  4 Customer Care Divre  17  5,4  5 General Support  26  8,3  8 Human Resource Area I  24  7,6  7 Finance Area I  33  10,5  10  Divisi / Bagian Jumlah  Populasi  (orang)  Jumlah  Sampel  (orang)  Jumlah  Pembulatan  Sampel  (orang)  Information System Development Area I  46  14,7  15 Community Development Area I  9  2,8  3 Jumlah  212    68 Sumber : Divisi Human Resource Area 1 PT. Telkom Medan (Januari 2010) diolah.
6. Jenis dan Sumber Data Prosedur pengambilan data dalam penelitian ini adalah menggunakan : a.  Data Primer Data Primer adalah data yang diperoleh langsung oleh penulis dari  responden yang ada di lokasi penelitian. Data tersebut diperoleh dari hasil  wawancara dan diskusi dengan atasan karyawan serta dari hasil pengisian  kuesioner yang dilakukan oleh peneliti kepada karyawan.
b.  Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah diolah  berupa dokumen perusahaan atau organisasi dan publikasi yang  dikumpulkan oleh pihak atau instansi lain. Data sekunder dalam penelitian  ini meliputi profil perusahaan, struktur organisasi dan data yang diperoleh  dari hasil pengolahan buku, teori-teori dan literatur yang berhubungan  dengan masalah yang diteliti.
7. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah : a.  Daftar Pertanyaan (questioner), yaitu pengumpulan data dengan cara  mengajukan pertanyaan yang tersusun secara sistematis untuk diisi oleh  karyawan secara objektif.
 b.  Wawancara (interview), yaitu mengadakan tanya jawab dengan pihak yang  mempunyai wewenang untuk memberikan informasi yang berkaitan  dengan penelitian.
c.  Studi dokumentasi, yaitu mengumpulkan data dan informasi dari buku –  buku, tulisan ilmiah, internet dan literatur lainnya yang memiliki relevansi  dengan penelitian.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas Instrumen yang akan digunakan terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan  reliabilitas. Valid artinya data yang diperoleh melalui kuesioner dapat menjawab  tujuan penelitian. Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan  pada karyawan Kantor Divisi Regional I PT. TELKOM sebanyak 20 orang diluar  sampel  dengan menggunakan program Statistic Product and Service Solution (SPSS) 16.0 for windows dengan kriteria sebagai berikut: 1.  Jika rhitung>rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
2.  Jika rhitung<rtabel, maka pernyataan tersebut tidak valid.
b. Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan tingkat kehandalan suatu instrumen penelitian.
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan berulang kali  untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono,  2006:110). Pengujian dilakukan dengan program SPSS 16.0 for windows. Butir  pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan  reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut:  1.  Jika rhitung fositif atau > rtabel, maka pernyataan reliabel.
2.  Jika ralpha negatif atau<  rtabel, maka pernyataan tidak reliabel.
9. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk melihat suatu model regresi yang  dipakai termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Sebelum  data dianalisis, model regresi berganda harus memenuhi syarat asumsi klasik yang  meliputi : a. Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam sebuah model  regresi, variabel bebas, variabel terikat atau keduanya mempunyai distribusi  normal atau tidak. Model yang paling baik adalah memiliki distribusi data normal  atau mendekati normal. Uji ini dilakukan melalui analisis grafik dan melalui  analisis Kolmogrrov-Smirnov. Apabila diperoleh nilai signifikan uji  Kolmogrov_Smirnov lebih besar dari (>) 0,05 maka data dinyatakan normal.
b. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah  model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari suatu residual pengamatan ke  pengamatan lain. Jika variance dari residual sutau pengamatan ke pengamatan  yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas. Jika variance tidak konstan atau  berubah-ubah disebut dengan heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah  tidak terjadi heterokedastisitas. Uji heterokedastisitas dalam penelitian ini  menggunakan grafik dan Glejser Test.
 c. Uji Multikolinearitas Uji ini digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan  adanya korelasi antar variabel bebas. Jika terdapat korelasi antar variabel bebas  maka dapat dikatakan terdapat masalah multikolinieritas. Model regresi yang baik  seharusnya tidak terjadi korelasi antar variabel  bebas. Uji multikolinieritas  menggunakan criteria Variance Inflation Factor (VIF) dengan ketentuan : 1. Bila VIF > 5 , terdapat masalah multikolinieritas 2. Bila VIF < 5, tidak terdapat masaah multikolinieritas .
10. Metode Analisis Data Analisis data di dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu : a. Metode Deskriptif Metode ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis fakta atau  karakteristik dari suatu keadaan, dalam hal ini data yang sudah dikumpulkan  diklarifikasi, diinterprestasikan, dan selanjutnya dirumuskan, sehingga dapat  memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang diteliti.
b. Metode Regresi Linier Berganda  Metode analisis Linier Berganda berfungsi untuk mengetahui pengaruh  atau hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Pengolahan data akan  dilakukan dengan menggunakan alat bantu aplikasi Software SPSS 15.00 for  Windows.
Menurut Sugiyono (2006:210) rumus regresi linear berganda adalah  sebagai berikut : Y = a + b1X1 +  b2X2 + e  Dimana :  Y   = Semangat kerja a  = Konstanta X1  = Pengembangan Karir X2  = Promosi Jabatan b1– b2 = Koefisien regresi e  = Standart error c. Pengujian Hipotesis 1)  Uji-F (uji serentak) Uji-F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel  bebas yang  dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh bersama-sama terhadap  variabel  terikat. Uji-F digunakan untuk melihat secara bersama-sama  variabel bebas yaitu Pengembangan Karir(X1) dan Promosi Jabatan(X2)  terhadap variabel terikatnya yaitu Semangat Kerja (Y).
Ho : b1,b2,b3 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas (X1,X2) terhadap variable tidak bebas (Y).
Ho : b1,b2,b3 ≠ 0, artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  dari seluruh variabel bebas (X1,X2) terhadap variabel tidak bebas (Y) Kriteria pengambilan keputusan: Ho Diterima jika F hitung < F tabel pada α = 5% Ha Diterima jika F hitung > F tabel pada α = 5% 2)  Uji-t (uji secara parsial) Uji-t, yaitu secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel  bebas / independen terhadap variabel terikat / dependen.
 Ho : b1 = 0, artinya tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari  masing-masing variabel bebas (X1,X2) terhadap variabel tidak bebas (Y) Ha : b1 ≠0, artinya terdapat pengaruh positif dan signifikan dari masingmasing variabel bebas (X1,X2) terhadap variabel tidak bebas (Y) Kriteria penerimaan hipotesis berdasarkan uji t (2 sisi) sebagai berikut : Ho diterima jika t hitung < t tabel pada α = 5 % H1 diterima jika t hitung > t tabel pada α = 5 % 3)  Koefisien determinasi (R 2 )  Koefisien  Determinan (R 2 ) digunakan untuk mengetahui seberapa besar  kontribusi variabel terikat. Dengan kata lain, nilai koefisien determinan  digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi variabel bebas yang  diteliti yaitu Pengembangan Karir dan Promosi Jabatan  (X) terhadap  semangat kerja karyawan (Y) sebagai variabel terikatnya. Semakin besar  nilai koefisien determinasi, maka semakin baik kemampuan variabel X  menerangkan variabel Y.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi