Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. PLN



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Masalah 
Organisasi adalah sarana atau alat dalam pencapaian tujuan, yang maksudnya  adalah sebagai wadah (wahana) kegiatan dari orang–orang yang bekerja sama dalam  usahanya mencapai tujuan. Tujuan tersebut pastilah berbeda-beda satu dan lainnya,  misalnya dapat berupa laba, pelayanan sosial, peningkatan pendidikan, pembinaan  karir dan sebagainya.

Pengelolaan yang baik dan profesional merupakan suatu hal yang menjadi  bagian dari siklus hidup suatu perusahaannya dalam pencapaian tujuannya. Untuk itu  dalam mencapai tujuan tersebut seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan  harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, termasuk sumber daya manusia sebagai  faktor utamanya.
Kinerja merupakan suatu potensi yang harus dimiliki oleh setiap karyawan  untuk melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan  kepada karyawan. Dengan kinerja yang baik, maka setiap karyawan dapat  menyelesaikan segala beban perusahaan dengan efektif dan efisien sehingga masalah  yang terjadi pada perusahaan dapat teratasi dengan baik.
 Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok  orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tangungjawab masingmasing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisai bersangkutan sacara legal,  tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan etika (Prawirosentono, 1999).
Kinerja pegawai lebih mengarah pada tingkatan prestasi kerja pegawai. Kinerja  pegawai merefleksikan bagaimana pegawai memenuhi keperluan pekerjaan dengan  baik (Rue dan Byars, 1995).
Keefisienan kinerja memberikan manfaat di dalam meningkatkan keberhasilan  perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan, sehingga kinerja merupakan salah satu  faktor pendukung terhadap keberhasilan karyawan di dalam menyelesaikan tugas  yang diberikan kepada karyawan dari perusahaan yang disertai dengan adanya  tanggung jawab pemimpin di dalam memotivasi karyawan untuk dapat bekeja lebih  baik sehingga permasalahan yang dihadapi perusahaan dapat terselesaikan.
Iklim organisasi adalah serangkaian keadaan lingkungan kerja yang dirasakan  secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan (Gibson, dkk 1992:702). Iklim  tersebut mengitari dan mempengaruhi segala hal kerja dalam organisasi. Iklim  organisasi terbentuk oleh kumpulan persepsi dan harapan karyawan terhadap sistem  yang berlaku. Iklim organisasi adalah sifat lingkungan kerja atau lingkungan  psikologis dalam organisasi yang dirasakan oleh para pekerja atau anggota organisasi  dan dianggap dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pekerja terhadap pekerjaanya  (Gibson, dkk 2000).
 Faktanya secara definitif yang disebut sebagai iklim organisasi itu selalu ada  dalam perusahaan, dan eksistensinya tidak pernah berkurang sedikitpun. Iklim  organisasi senantiasa mempengaruhi seluruh kondisi dasar dan perilaku individu  dalam perusahaan, dan pemimpin adalah faktor paling dominan yang paling  mempengaruhi bentuk dari iklim organisasi. Sehingga berdampak terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan perusahaan. Salah satu faktor  pencapaian tujuan perusahaan adalah kinerja karyawan perusahaan.
PT.PLN (Persero) merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang  jasa. Pemenuhan kebutuhan listrik kepada masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk  kehidupan sehari-hari menjadikan pelayanan yang optimal sebagai tugas dan visi dari  perusahaan. Sebagaimana perusahaan BUMN lainnya diharapkan kinerja karyawan  PT.PLN (Persero) efektif dan efisien.
Dikarenakan upaya peningkatan kinerja yang terus ditingkatkan pada PT.PLN  (Persero) Wilayah Sumatera Utara maka hal ini juga diupayakan oleh salah satu  cabang dari perusahaan tersebut yaitu PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara  Cabang Medan.
Gambaran umum yang dapat dilihat dari iklim organisasi pada PT.PLN  (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan adalah suasana kerja karyawan  yang cukup kondusif, tingkat efektifitas komunikasi yang terjadi antar karyawan  belum optimal yang berdampak kesalah pahaman antara karyawan, kebijakan dan  peraturan yang diterapkan perusahaan, dimana tidak semua karyawan menerapkan  aturan dan menerima kebijakan perusahaan tersebut, serta partisipasi seorang   pemimpin yang membawahi karyawan-karyawannya dalam melaksanakan tugas yang  dibebankan kepada karyawan. Secara keseluruhan kondisi tersebut mempunyai  pengaruh terhadap kinerja karyawan pada PT.PLN (Persero).
Tabel 1.1 Laporan Laba (Rugi) Bersih PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan Tahun 2006 s/d 2008 Sumber : Laporan Keuangan PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Berdasarkan Tabel 1.1 di peroleh bahwa pada tahun 2006 PT.PLN (Persero)  Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan mendapat laba bersih sebesar 1.345.129.000.
Pada tahun 2007 mendapat laba bersih sebesar 1.406.412.000 atau meningkat  (4,35%) dari pendapatan laba bersih tahun 2006. Pada tahun 2008 mengalami  peningkatan pendapatan laba bersih sebesar 1.628.623.000 atau meningkat (13,64%)  dari pendapatan laba bersih tahun 2007. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa telah  terjadi ketidakstabilan laba dan rugi pada PT.PLN Wilayah Sumatera Uatara Cabang  Medan.
Tahun  Laba (Rugi) 2006  1.345.129.000 2007  1.406.412.000 2008  1.628.623.000  Keefektifan dan keberhasilan dalam lingkungan kerja pada PT. PLN (Persero)  Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan bergantung pada iklim organisasi yang dapat  mempengaruhi kinerja karyawan secara berkesinambungan dan berdampak juga pada  laba rugi bersih pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
Oleh sebab itu iklim organisasi dapat menjadi faktor penentu dalam meningkatkan  kinerja karyawan tersebut.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka perumusan masalah yang  dijadikan fokus  penelitian adalah sebagai berikut: “Apakah iklim organisasi  mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan  pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan?” C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual bertujuan untuk mengemukakan secara umum mengenai  fokus penelitian yang dilakukan dalam kerangka dari variabel yang akan diteliti,  maka dengan demikian dalam kerangka penelitian ini dikemukakan variabel yang  akan diteliti yaitu Iklim Organisasi sebagai variabel X dan Kinerja Karyawan sebagai  variabel Y. Kerangka konseptual dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut : IKLIM ORGANISASI (X) KINERJA KARYAWAN(Y) 1. Kebijakan dan Peraturan Organisasi    1. Kuantitas Kerja  2. Tingkat efektifitas Komunikasi    2. Kualitas Kerja 3. Hubungan antar karyawan    3. Pemanfaatan Waktu 4. Tingkat Partisipasi pimpinan    4. Kerjasama 5. Tingkat Kesalahan          Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber : Payne Pugh, Konsen, Scahtz (2001:85) D. Hipotesis Hipotesis merupakan kesimpulan sementara yang mencerminkan hubungan  antar variable yang sedang diteliti dan merumuskan hipotesis yang berbentuk alur  yang dilengkapi dengan penjelasan kualitatif.
Berdasarkan kerangka konseptual diatas, penulis merumuskan hipotesis  sebagai berikut : “ Iklim organisasi mempunyai pengaruh yang positif dan  signifikan terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera  Utara Cabang Medan”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis  pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero)  Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
2.Manfaat Penelitian.
 Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: a.  Untuk memberi saran dan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan dalam  menjaga iklim organisasi untuk mempertahankan kinerja karyawan.
b.  Penelitian ini merupakan kesempatan yang baik bagi penulis untuk dapat  menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan  memperluas wahana berfikir ilmiah dalam bidang bisnis khusususnya pada perusahaan jasa.
c.  Sebagai referensi yang dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan serta  perbandingan dalam melakukan penelitian pada bidang yang sama yang akan  datang.
F.  Metode Penelitian 1.Batasan Operasional Penelitian ini membahas pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan dengan  responden penelitian adalah karyawan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera  Utara Cabang Medan.
2.  Definisi Operasional Definisi operasional bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel dari suatu  faktor yang berkaitan dengan variabel faktor lainnya. Definisi operasional  merupakan petunjuk bagaimana suatu variabel diukur untuk mengetahui baik  buruknya pengukuran dalam sebuah penelitian. Pada penelitian ini yang menjadi   objek penelitian adalah iklim organisasi sebagai variabel bebas dan kinerja  karyawan sebagai variabel terikat.
Pengukuran yang digunakan oleh penulis untuk mengetahui masing-masing  variabel yaitu variabel X (Iklim Organisasi) dan variabel Y (kinerja karyawan)  adalah Skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan  persepsi seorang atau kelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2004:86).
Tabel 1.2 Tabel Definisi Operasional Variabel Definisi  Operasional  Indikator Skala Pengukuran  Sumber  Data Iklim  Organisasi  (X) Kinerja  Karyawan  (Y) Serangkaian  keadaan lingkungan  kerja yang  dirasakan secara  langsung atau tidak  langsung oleh  karyawan.
Prestasi yang  dicapai oleh  seseorang dalam  melaksanakan tugas  dan pekerjaan yang  diberikan  kepadanya  1. Kebijakan dan  Peraturan  Organisasi 2. Tingkat efektifitas  Komunikasi   3. Hubungan antar  karyawan 4. Tingkat Partisipasi  pimpinan  1. Kuantitas Kerja 2. Kualitas Kerja 3. Pemanfaatan  waktu 4. Kerjasama 5. Tingkat kesalahan Skala Likert Skala Likert Kuesioner Kuesioner Sumber : Payne Pugh, Konsen, Scahtz (2001) a.  Iklim Organisasi (Variabel Bebas) yaitu:  Iklim organisasi dapat dipahami sebagai persepsi anggota organisasi tentang  norma organisasi yang berkaitan dengan aktifitas organisasi bersangkutan.
Asumsi dasar dari teori iklim organisasi ini adalah bahwa persepsi dan perilaku  individu masing-masing anggota organisasi akan dipengaruhi oleh persepsi dan  perilaku anggota lain dalam sistem organisasi tersebut (Riza, 1998:19). Dan  menurut West (2000:134), ada beberapa dimensi iklim organisasi yang  mempengaruhi organisasi dalam meningkatkan kinerjanya.
Adapun dimensi tersebut yang dapat menjadi indikator iklim organisasi di  dalam suatu organisasi, antara lain: 1.  Kebijakan dan Peraturan Organisasi adalah segala kebijakan dan peraturan  perusahaan yang bersentuhan dengan karyawan. Hal ini berhubungan  dengan kenyamanan dan fasilitas kerja karyawan.
2.  Tingkat Efektifitas Komunikasi antara Atasan dengan Karyawan adalah  kualitas dan kuantitas komunikasi atasan pada bawahan dalam lingkungan  kerja.
3.  Tingkat Hubungan antar Karyawan adalah keakraban antar karyawan dan  hubungan timbal balik antara karyawan.
4.  Tingkat Partisipasi Atasan terhadap Bawahan adalah frekwensi atasan  memotivasi karyawan, berdiskusi tentang rencana perusahaan, dan  memberi solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapi karyawan dalam  bekerja.
b.  Variabel Dependent (Y) : Kinerja Karyawan.
 Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan yang merupakan  kemampuan karyawan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tanggung jawab  yang diberikan oleh perusahaan. Siswanto (2002:235) kinerja ialah prestasi yang  dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan  kepadanya. Ruang lingkup penelitian ini adalah kinerja karyawan pada PT.PLN  (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
Adapun indikator dari kinerja karyawan (variabel Y), yaitu: 1.  Kuantitas Kerja adalah volume kerja yang dihasilkan di bawah kondisi  normal yang menunjukkan banyaknya jenis pekerjaan yang dilakukan  dalam mencapai efektivitas yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
2.  Kualitas Kerja  adalah kerapian, ketelitian, dan keterkaitan hasil kerja  dengan tidak mengabaikan volume kerja untuk menghindari kesalahan  dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
3.  Pemanfaatan waktu adalah penggunaan masa kerja yang disesuaikan  dengan kebijaksanaan dari perusahaan untuk mencapai ketepatan waktu  dalam penyelesaian suatu pekerjaan.
4.  Kerjasama adalah hubungan antara satu karyawan dengan karyawan lain  yang terjalin dengan baik (teamwork).
5.  Tingkat kesalahan adalah penyelewengan karyawan dalam melakukan  pekerjaan tanpa disengaja.
3.Skala Pengukuran Variabel  Pengukuran yang digunakan oleh penulis untuk mengetahui masing-masing  variabel yaitu variabel X (Iklim Organisasi) dan variabel Y (kinerja karyawan)  adalah Skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan  persepsi seorang atau kelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2004:86).
Untuk keperluan analisis kuantitatif penelitian ini, maka setiap pertanyaan  akan diberi skala sangat baik sampai buruk sekali dimana skala tersebut  mempunyai poin, seperti contoh di bawah ini: Tabel 1.3 Skor Pertanyaan No.  Pernyataan  Skor 1.  Sangat setuju  5  2.  Setuju  4  3.  Kurang setuju  3  4.  Tidak setuju  2  5.  Sangat tidak setuju  1  Sumber : Sugiyono (2006 : 86) 4.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera  Utara Cabang Medan  yang beralamat di jalan Listrik  No.8 Medan. Waktu  penelitian dilaksanakan penulis mulai dari bulan Maret sampai dengan Mei2009.
5.  Populasi dan Sampel  a.  Populasi Menurut Sugiyono (2004:74) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah  generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan  karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari kemudian  ditarik kesimpulan. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh karyawan  pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan yang  berjumlah 303 pegawai tetap. Yang terdiri dari 6 (enam) bagian yaitu: 1.  Bagian Teknik berjumlah 30 pegawai 2.  Bagian Pengukuran dan Proteksi berjumlah 30 pegawai 3.  Bagian Niaga dan Pelayanan Pelanggan berjumlah 28 pegawai 4.  Bagian Keuangan berjumlah 21 pegawai 5.  Bagian SDM dan Administrasi berjumlah 21 pegawai 6.  Ranting dan Rayon Cabang Medan berjumlah 173 pegawai b.  Sampel Sampel merupakan sebagian dari populasi untuk dijadikan sumber data  dalam penelitian. Menurut Sugiyono (2002 : 57), ”sampel adalah sebagian  dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Penentuan jumlah sampel penelitian adalah dengan menggunakan rumus  Slovin dalam Umar (2004:78) yaitu n = N / (1+Ne²) dimana:  n = jumlah sampel N = Ukuran Populasi  E = Standart error (10%) Berdasarkan rumus Slovin dapat diketahui jumlah sampel penelitian  adalah n = 303/{1+303(0.1²)} = 76 orang.
Karena populasi berstrata yaitu terdiri dari beberapa bagian maka  penentuan kriteria sampel penelitian adalah menggunakan metode  Propotionate Stratified Random Sampling. Menurut Sugiyono (2006:75),  ”Propotionate Stratified Random Sampling  digunakan bila populasi  mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara  proporsional.” Adapun perincian atas jumlah sampel yang akan diambil adalah sebagai  berikut:  Tabel 1.4 Jumlah sampel berdasarkan Strata/stratum No.  Strata  Jumlah  Karyawan Pengambilan  Sampel Jumlah Sampel 1  Bagian Teknik    30  (30/303)x76   8 2  Bagian Pengukuran  dan Proteksi 30  (30/303)x76  8 3  Bagian Niaga dan  Pelayanan pelanggan 28  (28/303)x76  7 4  Bagian Keuangan    21  (21/303)x76  5 5  Bagian SDM dan  Administrasi 21  (21/303)x76  5 6  Ranting/Rayon    173  (173/303)x76  43 Jumlah    303    76 Sumber : PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan 6.Jenis Data a.  Data Primer  Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh peneliti dengan cara  wawancara dan penyebaran angket kepada responden.
b.  Data Sekunder Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk yang sudah diolah  berupa dokumen perusahaan atau organisasi dan publikasi yang dikumpulkan  oleh pihak atau instansi lain. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi  profil perusahaan, struktur organisasi dan data yang diperoleh dari hasil  pengolahan buku, teori-teori dan literature yang berhubungan dengan masalah  yang diteliti.
7.  Teknik Pengumpulan Data a.  Angket (kuesioner)  yaitu dengan membuat daftar pertanyaan dalam  bentuk angket tentang iklim organisasi dan kinerja karyawan  yang  ditunjukkan kepada responden di objek penelitian yaitu PT. PLN (Persero)  Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
b.  Wawancara adalah tanya jawab langsung kepada  pihak-pihak yang  berkepentingan. Penulis dalam melakukan penelitian / wawancara  menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu oleh  peneliti yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan data  yang diperlukan oleh peneliti.
8.  Uji Validitas dan Uji Reliabilitas   Dalam penelitian ini data kuesioner yang ada diuji dalam beberapa tahap  antara lain : 1.  Uji Validitas Uji ini untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah  penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang telah  disediakan (kuisioner) dengan menggunakan software SPSS 13, dimana  uji validitas ini dilakukan PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara  Cabang Pematang Siantar dengan responden 30 orang.
Tabel 1.5 Item-Total Statistic Scale Mean If  Item Deleted Scale  Variance if  Item Deleted Corrected  Item-Total  Correlation Cronbach’s  Alphas if  Item Deleted VAR0001  73.5000  59.155  .528  .974  VAR0002  73.0333  54.102  .843  .970 VAR0003  73.5000  59.155  .528  .974 VAR0004  73.9333  51.789  .950  .969 VAR0005  73.0333  54.102  .843  .970 VAR0006  73.5000  59.155  .528  .974 VAR0007  73.5000  59.155  .528  .974 VAR0008  73.0333  54.102  .843  .970 VAR0009  74.0000  52.621  .932  .969 VAR00010  73.9667  52.171  .996  .969 VAR00011  73.5000  59.155  .528  .974 VAR00012  74.0000  52.621  .932  .969 VAR00013  73.9333  51.789  .950  .969 VAR00014  73.9333  51.789  .950  .969 VAR00015  73.5000  59.155  .528  .974 VAR00016  73.9667  52.171  .996  .969 VAR00017  73.9333  51.789  .950  .969 VAR00018  73.9333  51.789  .950  .969 VAR00019  73.5000  59.155  .528  .974 VAR00020  73.9333  51.789  .950  .969 Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009 (diolah) Corrected item total correlation  menunjukkan korelasi antara skor item  dengan skor total item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen.
Untuk mengetahui validitas pada setiap pertanyaan, maka nilai pada kolom Corrected  item total correlation yang merupakan nilai rhitung dibandingkan dengan rtabel. Adapun  pada α = 0,05 dengan derajat bebas df = 20, sehingga r (0,05;20), diperoleh rtabel adalah 0,361.
Tabel 1.6 juga menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan adalah valid,  yang dapat dilihat dari rhitung pada Corrected Item-Total Correlation  yang  pada  keseluruhan butir lebih besar dari rtabel (0,361). Sehingga diperoleh 20 pertanyaan  valid yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian, seperti pada Tabel 1.6.
Tabel 1.6  Validitas Instrumen Corrected Item  Total Correlation  (rhitung) rtabel  Validitas P1  0,528  0,361  Valid P2  0,843  0,361  Valid P3  0,528  0,361  Valid P4  0,950  0,361  Valid P5  0,843  0,361  Valid P6  0,528  0,361  Valid P7  0,528  0,361  Valid P8  0,843  0,361  Valid P9  0,932  0,361  Valid P10  0,996  0,361  Valid P11  0,528  0,361  Valid P12  0,932  0,361  Valid P13  0,950  0,361  Valid P14  0,950  0,361  Valid P15  0,528  0,361  Valid P16  0,996  0,361  Valid P17  0,950  0,361  Valid P18  0,950  0,361  Valid P19  0,528  0,361  Valid P20  0,950  0,361  Valid Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009 (diolah) 2.  Uji Reliabilitas Uji ini untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan (kuisioner)  menunjukan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama, dimana uji reliabilitas  ini dilakukan pada PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Pematang  Siantar dengan responden 30 orang.
Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 13 dengan kriteria  sebagai berikut : a.  Jika ralpha positif atau lebih besar dari rtabel maka dinyatakan reliabel.
 b.  Jika ralpha negatif atau ralpha lebih kecil dari rtabel maka dinyatakan tidak  reliabel Tabel 1.7 Relliability Statistics Cronbach’s  Alpha N of Items .972  20 Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009 (diolah) Dari Tabel 1.7 dapat diketahui bahwa nilai ralpha sebesar 0,972 dan rtabel sebesar 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ralpha positif dan lebih besar  dari rtabel (0,972 > 0,60) maka kuisioner tersebut dinyatakan reliabel dan dapat  digunakan untuk penelitian.
9.  Metode Analisis Data a.  Metode Deskriptif Metode penganalisaan data dengan cara menyusun data,  mengelompokkannya, selanjutnya menginterpretasikannya, sehingga  diperoleh gambaran sebenarnya mengenai kondisi perusahaan.
b.  Metode Regresi Linier Sederhana Metode regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana  pengaruh disiplin terhadap kualitas kerja karyawan yang dapat dilihat  sebagai berikut.
Y = a + bX Dimana :  Y = Iklim Organisasi   a = Nilai Intercept ( konstan)  X = Kinerja Karyawan  b =Koefisien arah Regresi

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi