BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Organisasi adalah sarana atau alat dalam pencapaian
tujuan, yang maksudnya adalah sebagai
wadah (wahana) kegiatan dari orang–orang yang bekerja sama dalam usahanya mencapai tujuan. Tujuan tersebut
pastilah berbeda-beda satu dan lainnya, misalnya
dapat berupa laba, pelayanan sosial, peningkatan pendidikan, pembinaan karir dan sebagainya.
Pengelolaan yang
baik dan profesional merupakan suatu hal yang menjadi bagian dari siklus hidup suatu perusahaannya
dalam pencapaian tujuannya. Untuk itu dalam
mencapai tujuan tersebut seluruh sumber daya yang ada dalam perusahaan harus dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,
termasuk sumber daya manusia sebagai faktor
utamanya.
Kinerja merupakan
suatu potensi yang harus dimiliki oleh setiap karyawan untuk melaksanakan setiap tugas dan tanggung
jawab yang diberikan perusahaan kepada
karyawan. Dengan kinerja yang baik, maka setiap karyawan dapat menyelesaikan segala beban perusahaan dengan
efektif dan efisien sehingga masalah yang
terjadi pada perusahaan dapat teratasi dengan baik.
Kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai
oleh seseorang atau sekelompok orang
dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tangungjawab masingmasing,
dalam rangka upaya mencapai tujuan organisai bersangkutan sacara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral
dan etika (Prawirosentono, 1999).
Kinerja pegawai
lebih mengarah pada tingkatan prestasi kerja pegawai. Kinerja pegawai merefleksikan bagaimana pegawai
memenuhi keperluan pekerjaan dengan baik
(Rue dan Byars, 1995).
Keefisienan kinerja
memberikan manfaat di dalam meningkatkan keberhasilan perusahaan sesuai dengan tujuan perusahaan,
sehingga kinerja merupakan salah satu faktor
pendukung terhadap keberhasilan karyawan di dalam menyelesaikan tugas yang diberikan kepada karyawan dari perusahaan
yang disertai dengan adanya tanggung
jawab pemimpin di dalam memotivasi karyawan untuk dapat bekeja lebih baik sehingga permasalahan yang dihadapi
perusahaan dapat terselesaikan.
Iklim organisasi
adalah serangkaian keadaan lingkungan kerja yang dirasakan secara langsung atau tidak langsung oleh
karyawan (Gibson, dkk 1992:702). Iklim tersebut
mengitari dan mempengaruhi segala hal kerja dalam organisasi. Iklim organisasi terbentuk oleh kumpulan persepsi
dan harapan karyawan terhadap sistem yang
berlaku. Iklim organisasi adalah sifat lingkungan kerja atau lingkungan psikologis dalam organisasi yang dirasakan oleh
para pekerja atau anggota organisasi dan
dianggap dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pekerja terhadap pekerjaanya (Gibson, dkk 2000).
Faktanya secara definitif yang disebut sebagai
iklim organisasi itu selalu ada dalam
perusahaan, dan eksistensinya tidak pernah berkurang sedikitpun. Iklim organisasi senantiasa mempengaruhi seluruh
kondisi dasar dan perilaku individu dalam
perusahaan, dan pemimpin adalah faktor paling dominan yang paling mempengaruhi bentuk dari iklim organisasi.
Sehingga berdampak terhadap faktorfaktor yang mempengaruhi pencapaian tujuan
perusahaan. Salah satu faktor pencapaian
tujuan perusahaan adalah kinerja karyawan perusahaan.
PT.PLN (Persero)
merupakan suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa. Pemenuhan kebutuhan listrik kepada
masyarakat yang sangat dibutuhkan untuk kehidupan
sehari-hari menjadikan pelayanan yang optimal sebagai tugas dan visi dari perusahaan. Sebagaimana perusahaan BUMN
lainnya diharapkan kinerja karyawan PT.PLN
(Persero) efektif dan efisien.
Dikarenakan upaya
peningkatan kinerja yang terus ditingkatkan pada PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara maka hal ini
juga diupayakan oleh salah satu cabang
dari perusahaan tersebut yaitu PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
Gambaran umum yang
dapat dilihat dari iklim organisasi pada PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan
adalah suasana kerja karyawan yang cukup
kondusif, tingkat efektifitas komunikasi yang terjadi antar karyawan belum optimal yang berdampak kesalah pahaman
antara karyawan, kebijakan dan peraturan
yang diterapkan perusahaan, dimana tidak semua karyawan menerapkan aturan dan menerima kebijakan perusahaan
tersebut, serta partisipasi seorang pemimpin
yang membawahi karyawan-karyawannya dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepada karyawan. Secara keseluruhan
kondisi tersebut mempunyai pengaruh
terhadap kinerja karyawan pada PT.PLN (Persero).
Tabel 1.1 Laporan
Laba (Rugi) Bersih PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan Tahun
2006 s/d 2008 Sumber : Laporan Keuangan PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
Berdasarkan Tabel 1.1 di peroleh bahwa pada tahun 2006 PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan mendapat
laba bersih sebesar 1.345.129.000.
Pada tahun 2007
mendapat laba bersih sebesar 1.406.412.000 atau meningkat (4,35%) dari pendapatan laba bersih tahun
2006. Pada tahun 2008 mengalami peningkatan
pendapatan laba bersih sebesar 1.628.623.000 atau meningkat (13,64%) dari pendapatan laba bersih tahun 2007. Oleh
karena itu dapat dikatakan bahwa telah terjadi
ketidakstabilan laba dan rugi pada PT.PLN Wilayah Sumatera Uatara Cabang Medan.
Tahun Laba (Rugi) 2006 1.345.129.000 2007 1.406.412.000 2008 1.628.623.000
Keefektifan dan keberhasilan dalam lingkungan kerja pada PT. PLN
(Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang
Medan bergantung pada iklim organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja karyawan secara
berkesinambungan dan berdampak juga pada laba rugi bersih pada PT. PLN (Persero)
Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
Oleh sebab itu
iklim organisasi dapat menjadi faktor penentu dalam meningkatkan kinerja karyawan tersebut.
B. Perumusan Masalah Berdasarkan uraian latar
belakang diatas maka perumusan masalah yang dijadikan fokus penelitian adalah sebagai berikut: “Apakah
iklim organisasi mempunyai pengaruh yang
positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
Cabang Medan?” C. Kerangka Konseptual Kerangka konseptual bertujuan untuk
mengemukakan secara umum mengenai fokus
penelitian yang dilakukan dalam kerangka dari variabel yang akan diteliti, maka dengan demikian dalam kerangka penelitian
ini dikemukakan variabel yang akan
diteliti yaitu Iklim Organisasi sebagai variabel X dan Kinerja Karyawan sebagai
variabel Y. Kerangka konseptual dalam
penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut : IKLIM ORGANISASI (X) KINERJA
KARYAWAN(Y) 1. Kebijakan dan Peraturan Organisasi 1. Kuantitas Kerja 2. Tingkat efektifitas Komunikasi 2. Kualitas Kerja 3. Hubungan antar
karyawan 3. Pemanfaatan Waktu 4.
Tingkat Partisipasi pimpinan 4.
Kerjasama 5. Tingkat Kesalahan Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber :
Payne Pugh, Konsen, Scahtz (2001:85) D. Hipotesis Hipotesis merupakan
kesimpulan sementara yang mencerminkan hubungan antar variable yang sedang diteliti dan merumuskan
hipotesis yang berbentuk alur yang
dilengkapi dengan penjelasan kualitatif.
Berdasarkan
kerangka konseptual diatas, penulis merumuskan hipotesis sebagai berikut : “ Iklim organisasi mempunyai
pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap kinerja karyawan PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan”.
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan
Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis pengaruh iklim organisasi
terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
2.Manfaat
Penelitian.
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini
adalah sebagai berikut: a. Untuk memberi
saran dan masukan yang bermanfaat bagi perusahaan dalam menjaga iklim organisasi untuk mempertahankan
kinerja karyawan.
b. Penelitian ini merupakan kesempatan yang baik
bagi penulis untuk dapat menerapkan ilmu
yang telah diperoleh selama menjalani perkuliahan dan memperluas wahana berfikir ilmiah dalam bidang
bisnis khusususnya pada perusahaan jasa.
c. Sebagai referensi yang dapat memberikan
tambahan ilmu pengetahuan serta perbandingan
dalam melakukan penelitian pada bidang yang sama yang akan datang.
F. Metode Penelitian 1.Batasan Operasional Penelitian
ini membahas pengaruh iklim organisasi terhadap kinerja karyawan pada PT. PLN
(Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan dengan responden penelitian adalah karyawan PT. PLN
(Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang
Medan.
2. Definisi Operasional Definisi operasional
bertujuan untuk melihat sejauh mana variabel dari suatu faktor yang berkaitan dengan variabel faktor
lainnya. Definisi operasional merupakan
petunjuk bagaimana suatu variabel diukur untuk mengetahui baik buruknya pengukuran dalam sebuah penelitian.
Pada penelitian ini yang menjadi objek
penelitian adalah iklim organisasi sebagai variabel bebas dan kinerja karyawan sebagai variabel terikat.
Pengukuran yang
digunakan oleh penulis untuk mengetahui masing-masing variabel yaitu variabel X (Iklim Organisasi)
dan variabel Y (kinerja karyawan) adalah
Skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seorang atau kelompok tentang
fenomena sosial (Sugiyono, 2004:86).
Tabel 1.2 Tabel Definisi
Operasional Variabel Definisi Operasional
Indikator Skala Pengukuran Sumber Data
Iklim Organisasi (X) Kinerja Karyawan (Y) Serangkaian keadaan lingkungan kerja yang dirasakan secara langsung atau tidak langsung oleh karyawan.
Prestasi yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya 1. Kebijakan dan Peraturan Organisasi 2. Tingkat efektifitas Komunikasi
3. Hubungan antar karyawan 4. Tingkat Partisipasi pimpinan 1. Kuantitas Kerja 2. Kualitas Kerja 3.
Pemanfaatan waktu 4. Kerjasama 5.
Tingkat kesalahan Skala Likert Skala Likert Kuesioner Kuesioner Sumber : Payne
Pugh, Konsen, Scahtz (2001) a. Iklim
Organisasi (Variabel Bebas) yaitu: Iklim
organisasi dapat dipahami sebagai persepsi anggota organisasi tentang norma organisasi yang berkaitan dengan
aktifitas organisasi bersangkutan.
Asumsi dasar dari
teori iklim organisasi ini adalah bahwa persepsi dan perilaku individu masing-masing anggota organisasi akan
dipengaruhi oleh persepsi dan perilaku
anggota lain dalam sistem organisasi tersebut (Riza, 1998:19). Dan menurut West (2000:134), ada beberapa dimensi
iklim organisasi yang mempengaruhi
organisasi dalam meningkatkan kinerjanya.
Adapun dimensi
tersebut yang dapat menjadi indikator iklim organisasi di dalam suatu organisasi, antara lain: 1. Kebijakan dan Peraturan Organisasi adalah
segala kebijakan dan peraturan perusahaan
yang bersentuhan dengan karyawan. Hal ini berhubungan dengan kenyamanan dan fasilitas kerja karyawan.
2. Tingkat Efektifitas Komunikasi antara Atasan
dengan Karyawan adalah kualitas dan
kuantitas komunikasi atasan pada bawahan dalam lingkungan kerja.
3. Tingkat Hubungan antar Karyawan adalah
keakraban antar karyawan dan hubungan
timbal balik antara karyawan.
4. Tingkat Partisipasi Atasan terhadap Bawahan
adalah frekwensi atasan memotivasi
karyawan, berdiskusi tentang rencana perusahaan, dan memberi solusi terhadap masalah-masalah yang
dihadapi karyawan dalam bekerja.
b. Variabel Dependent (Y) : Kinerja Karyawan.
Variabel terikat dalam penelitian ini adalah
kinerja karyawan yang merupakan kemampuan
karyawan dalam melaksanakan dan menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan oleh perusahaan. Siswanto
(2002:235) kinerja ialah prestasi yang dicapai
oleh seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya. Ruang lingkup penelitian ini adalah
kinerja karyawan pada PT.PLN (Persero)
Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan.
Adapun indikator
dari kinerja karyawan (variabel Y), yaitu: 1.
Kuantitas Kerja adalah volume kerja yang dihasilkan di bawah kondisi normal yang menunjukkan banyaknya jenis
pekerjaan yang dilakukan dalam mencapai
efektivitas yang sesuai dengan tujuan perusahaan.
2. Kualitas Kerja adalah kerapian, ketelitian, dan keterkaitan
hasil kerja dengan tidak mengabaikan
volume kerja untuk menghindari kesalahan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
3. Pemanfaatan waktu adalah penggunaan masa
kerja yang disesuaikan dengan
kebijaksanaan dari perusahaan untuk mencapai ketepatan waktu dalam penyelesaian suatu pekerjaan.
4. Kerjasama adalah hubungan antara satu
karyawan dengan karyawan lain yang
terjalin dengan baik (teamwork).
5. Tingkat kesalahan adalah penyelewengan
karyawan dalam melakukan pekerjaan tanpa
disengaja.
3.Skala Pengukuran
Variabel Pengukuran yang digunakan oleh
penulis untuk mengetahui masing-masing variabel
yaitu variabel X (Iklim Organisasi) dan variabel Y (kinerja karyawan) adalah Skala Likert. Skala likert digunakan
untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
seorang atau kelompok tentang fenomena sosial (Sugiyono, 2004:86).
Untuk keperluan
analisis kuantitatif penelitian ini, maka setiap pertanyaan akan diberi skala sangat baik sampai buruk
sekali dimana skala tersebut mempunyai
poin, seperti contoh di bawah ini: Tabel 1.3 Skor Pertanyaan No. Pernyataan
Skor 1. Sangat setuju 5 2. Setuju
4 3. Kurang setuju
3 4. Tidak setuju
2 5. Sangat tidak setuju 1 Sumber
: Sugiyono (2006 : 86) 4.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini
dilaksanakan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan yang beralamat di jalan Listrik No.8 Medan. Waktu penelitian dilaksanakan penulis mulai dari
bulan Maret sampai dengan Mei2009.
5. Populasi dan Sampel a.
Populasi Menurut Sugiyono (2004:74) menyatakan bahwa populasi adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari kemudian ditarik
kesimpulan. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh karyawan pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara
Cabang Medan yang berjumlah 303 pegawai
tetap. Yang terdiri dari 6 (enam) bagian yaitu: 1. Bagian Teknik berjumlah 30 pegawai 2. Bagian Pengukuran dan Proteksi berjumlah 30
pegawai 3. Bagian Niaga dan Pelayanan
Pelanggan berjumlah 28 pegawai 4. Bagian
Keuangan berjumlah 21 pegawai 5. Bagian
SDM dan Administrasi berjumlah 21 pegawai 6.
Ranting dan Rayon Cabang Medan berjumlah 173 pegawai b. Sampel Sampel merupakan sebagian dari
populasi untuk dijadikan sumber data dalam
penelitian. Menurut Sugiyono (2002 : 57), ”sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut.” Penentuan jumlah sampel penelitian adalah dengan
menggunakan rumus Slovin dalam Umar
(2004:78) yaitu n = N / (1+Ne²) dimana:
n = jumlah sampel N = Ukuran Populasi
E = Standart error (10%) Berdasarkan rumus Slovin dapat diketahui jumlah
sampel penelitian adalah n =
303/{1+303(0.1²)} = 76 orang.
Karena populasi
berstrata yaitu terdiri dari beberapa bagian maka penentuan kriteria sampel penelitian adalah
menggunakan metode Propotionate
Stratified Random Sampling. Menurut Sugiyono (2006:75), ”Propotionate Stratified Random Sampling digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan
berstrata secara proporsional.” Adapun
perincian atas jumlah sampel yang akan diambil adalah sebagai berikut: Tabel 1.4 Jumlah sampel berdasarkan
Strata/stratum No. Strata Jumlah Karyawan Pengambilan Sampel Jumlah Sampel 1 Bagian Teknik 30
(30/303)x76 8 2 Bagian Pengukuran dan Proteksi 30 (30/303)x76
8 3 Bagian Niaga dan Pelayanan pelanggan 28 (28/303)x76
7 4 Bagian Keuangan 21
(21/303)x76 5 5 Bagian SDM dan Administrasi 21 (21/303)x76
5 6 Ranting/Rayon 173
(173/303)x76 43 Jumlah 303
76 Sumber : PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Medan 6.Jenis
Data a. Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh
langsung oleh peneliti dengan cara wawancara
dan penyebaran angket kepada responden.
b. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang
diperoleh dalam bentuk yang sudah diolah berupa dokumen perusahaan atau organisasi dan
publikasi yang dikumpulkan oleh pihak
atau instansi lain. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi profil perusahaan, struktur organisasi dan
data yang diperoleh dari hasil pengolahan
buku, teori-teori dan literature yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
7. Teknik Pengumpulan Data a. Angket (kuesioner) yaitu dengan membuat daftar pertanyaan dalam bentuk angket tentang iklim organisasi dan
kinerja karyawan yang ditunjukkan kepada responden di objek
penelitian yaitu PT. PLN (Persero) Wilayah
Sumatera Utara Cabang Medan.
b. Wawancara adalah tanya jawab langsung
kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Penulis dalam melakukan
penelitian / wawancara menggunakan
daftar pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu oleh peneliti yang berisi pertanyaan-pertanyaan
yang berhubungan dengan data yang
diperlukan oleh peneliti.
8. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas Dalam penelitian ini data kuesioner yang ada
diuji dalam beberapa tahap antara lain :
1. Uji Validitas Uji ini untuk mengukur
apakah data yang telah didapat setelah penelitian
merupakan data yang valid dengan alat ukur yang telah disediakan (kuisioner) dengan menggunakan
software SPSS 13, dimana uji validitas
ini dilakukan PT.PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Cabang Pematang Siantar dengan responden 30
orang.
Tabel 1.5 Item-Total
Statistic Scale Mean If Item Deleted Scale
Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach’s Alphas if Item Deleted VAR0001 73.5000
59.155 .528 .974 VAR0002 73.0333
54.102 .843 .970 VAR0003
73.5000 59.155 .528
.974 VAR0004 73.9333 51.789
.950 .969 VAR0005 73.0333
54.102 .843 .970 VAR0006
73.5000 59.155 .528
.974 VAR0007 73.5000 59.155
.528 .974 VAR0008 73.0333
54.102 .843 .970 VAR0009
74.0000 52.621 .932
.969 VAR00010 73.9667 52.171
.996 .969 VAR00011 73.5000
59.155 .528 .974 VAR00012
74.0000 52.621 .932
.969 VAR00013 73.9333 51.789
.950 .969 VAR00014 73.9333
51.789 .950 .969 VAR00015
73.5000 59.155 .528
.974 VAR00016 73.9667 52.171
.996 .969 VAR00017 73.9333
51.789 .950 .969 VAR00018
73.9333 51.789 .950
.969 VAR00019 73.5000 59.155
.528 .974 VAR00020 73.9333
51.789 .950 .969 Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009
(diolah) Corrected item total correlation
menunjukkan korelasi antara skor item dengan skor total item yang dapat digunakan
untuk menguji validitas instrumen.
Untuk mengetahui
validitas pada setiap pertanyaan, maka nilai pada kolom Corrected item total correlation yang merupakan nilai
rhitung dibandingkan dengan rtabel. Adapun pada α = 0,05 dengan derajat bebas df = 20,
sehingga r (0,05;20), diperoleh rtabel adalah 0,361.
Tabel 1.6 juga
menunjukkan bahwa seluruh butir pertanyaan adalah valid, yang dapat dilihat dari rhitung pada Corrected
Item-Total Correlation yang pada keseluruhan
butir lebih besar dari rtabel (0,361). Sehingga diperoleh 20 pertanyaan valid yang dapat digunakan untuk melakukan
penelitian, seperti pada Tabel 1.6.
Tabel 1.6 Validitas Instrumen Corrected Item Total Correlation (rhitung) rtabel Validitas P1
0,528 0,361 Valid P2
0,843 0,361 Valid P3
0,528 0,361 Valid P4
0,950 0,361 Valid P5
0,843 0,361 Valid P6
0,528 0,361 Valid P7
0,528 0,361 Valid P8
0,843 0,361 Valid P9
0,932 0,361 Valid P10
0,996 0,361 Valid P11
0,528 0,361 Valid P12
0,932 0,361 Valid P13
0,950 0,361 Valid P14
0,950 0,361 Valid P15
0,528 0,361 Valid P16
0,996 0,361 Valid P17
0,950 0,361 Valid P18
0,950 0,361 Valid P19
0,528 0,361 Valid P20
0,950 0,361 Valid Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei
2009 (diolah) 2. Uji Reliabilitas Uji
ini untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan (kuisioner) menunjukan konsistensi di dalam mengukur
gejala yang sama, dimana uji reliabilitas ini dilakukan pada PT.PLN (Persero) Wilayah
Sumatera Utara Cabang Pematang Siantar
dengan responden 30 orang.
Pengujian dilakukan
dengan menggunakan SPSS versi 13 dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika ralpha positif atau lebih besar dari
rtabel maka dinyatakan reliabel.
b. Jika
ralpha negatif atau ralpha lebih kecil dari rtabel maka dinyatakan tidak reliabel Tabel 1.7 Relliability Statistics Cronbach’s
Alpha N of Items .972 20 Sumber : Hasil Data Penelitian, Mei 2009
(diolah) Dari Tabel 1.7 dapat diketahui bahwa nilai ralpha sebesar 0,972 dan
rtabel sebesar 0,60. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ralpha positif dan
lebih besar dari rtabel (0,972 >
0,60) maka kuisioner tersebut dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian.
9. Metode Analisis Data a. Metode Deskriptif Metode penganalisaan data
dengan cara menyusun data, mengelompokkannya,
selanjutnya menginterpretasikannya, sehingga diperoleh gambaran sebenarnya mengenai kondisi
perusahaan.
b. Metode Regresi Linier Sederhana Metode
regresi linier sederhana digunakan untuk melihat bagaimana pengaruh disiplin terhadap kualitas kerja
karyawan yang dapat dilihat sebagai
berikut.
Y = a + bX Dimana : Y = Iklim Organisasi a = Nilai Intercept ( konstan) X = Kinerja Karyawan b =Koefisien arah Regresi
Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi