Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH SIKAP KONSUMEN TENTANG PENERAPAN PROGRAM CORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY (CSR) TERHADAP BRAND LOYALTY THE BODY SHOP PADA PEGAWAI PT. INDOSAT



BAB I PENDAHULUAN 
A. Latar Belakang Masalah 
Dunia bisnis telah menjelma menjadi institusi paling berkuasa selama  setengah abad terakhir ini. Institusi yang dominan di masyarakat tesebut  bagaimanapun harus tetap mengambil tanggung jawab untuk kepentingan bersama. Setiap tindakan yang diambil haruslah dilihat dalam kerangka tanggung jawab  tersebut. Perusahaan besar telah memberi pengaruh yang sangat besar kepada seluruh  aspek kehidupan masyarakat luas. Perusahaan, pemerintah dan masyarakat luas  adalah satu kesatuan yang saling bergantung satu sama lain. Jadi, jika kebijakan  perusahaan memberi pengaruh baik positif maupun negatif kepada masyarakat,  tindakan-tindakan masyarakat juga dapat mempengaruhi kinerja perusahaan baik  secara langsung maupun tidak langsung.

Peningkatan kepekaan dan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan  masalah etika. Masalah seperti kerusakan lingkungan, perlakuan tidak layak terhadap  karyawan, dan cacat produksi yang mengakibatkan ketidaknyamanan ataupun bahaya  bagi konsumen. Peraturan pada beberapa negara mengenai lingkungan hidup dan  permasalahan sosial semakin tegas, juga standard dan hukum internasional dibuat  untuk mempertegas hal-hal tersebut. Perusahaan sudah seharusnya bertanggung jawab  terhadap keseluruhan lingkungan, baik internal maupun eksternal perusahaan.
Perusahaan telah banyak menyadari arti penting dari pertanggung jawaban sosial  sehingga mereka memasukkan tanggung jawab sosial dalam visi dan misi   perusahaannya. Pertanggung jawaban sosial ini lazim disebut sebagai corporate social  responsibility ( CSR ). CSR biasanya dipahami sebagai cara sebuah perusahaan dalam  mencapai keseimbangan atau integrasi dari ekonomi, lingkungan dan persoalanpersoalan sosial dalam waktu yang sama bisa memenuhi harapan dari shareholders maupun stakeholders ( www.wikipedia.com / 15 Maret 2009 ).
Program CSR akan menciptakan suatu kaitan emosional antara masyarakat  dengan perusahaan apabila dikembangkan dengan baik, yang nantinya akan  berdampak pada brand awareness, dan lama-kelamaan akan berkembang menjadi  brand loyalty yang akan menciptakan ekuitas merek yang menguntungkan bagi  perusahaan (Temporal dan Trott, 2005:37) Kekuatan merek juga bisa dibangun melalui kegiatan-kegiatan yang tidak  berhubungan dengan penjualan. Brand image yang tinggi dapat dibangun melalui  kegiatan-kegiatan yang terangkum dalam corporate social responsibility. Kegiatankegiatan ini memang tidak secara langsung akan menaikkan penjualan akan tetapi bila  dilakukan secara tepat, jitu dan menyentuh kepentingan-kepentingan sosial daari  masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, maka brand image akan cepat  meningkat.
Pengaruh globalisasi dan juga memaksa perusahaan untuk dapat menerapkan  fungsi tanggung jawab sosial perusahaan. Bentuk globalisasi dan internasionalisasi ini  dapat berupa tekanan dari pihak ketiga seperti distributor, pembeli, client, dan  shareholder yang menjadi bagian atau mitra kerja dari perusahaan lokal. Berdasarkan  riset yang dlakukan oleh United States-based business for Social Responsibility (BSR)  pada tahun 2002, banyak sekali keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan yang  telah mempraktekkan CSR antara lain: Meningkatkan kinerja keuangan, mengurangi   biaya operasional, meningkatkan brand image dan reputasi perusahaan, meningkatkan  penjualan dan loyalitas pelanggan (www.wikipedia.com/ 15 Maret 2009) Corporate social responsibility (CSR) bagi kalangan dunia usaha bukan lagi  menjadi pesoalan cost center, namun sudah menjadi bagian dari profit center, sebab  program corporate social responsibility kini sudah terintegrasi dengan strategi bisnis  dan marketing. Salah satu perusahaan besar yang telah menerapkan program  corporate social responsibility selama bertahun-tahun adalah The Body Shop. Di  samping kegiatan cause marketing,  The Body Shop secara global dan rutin juga  banyak mendukung kegiatan amal yang target audience-nya sama sekali bukan  pemakai produknya, melainkan lebih merupakan bentuk kepedulian sosialnya  terhadap kehidupan komunitas yang lebih baik dan lingkungan yang lebih terpelihara.
Ini merupakan bentuk atau ungkapan dari CSR dari perusahaan tersebut. Contoh  kegiatan CSR dari The Body Shop di Indonesia adalah, menyelenggarakan kompetisi  "The Body Shop Foundation Grant 2009". Dana senilai 5000-6000 pound sterling ini  ditujukan untuk berbagai organisasi di Indonesia agar mendukung gerakan di tiga  aspek penting yaitu: proteksi keluarga, penurunan kemiskinan, dan kelanggengan  lingkungan hidup. (www.komnasperempuan.or.id/ 15 Maret 2009) Secara umum, ada beberapa hal yang menjadi prinsip nilai-nilai yang dicanangkan  oleh The  Body Shop  sebagai values  atau nilai perusahaan: Anti melakukan tes  terhadap binatang untuk kosmetiknya, memberikan dukungan pada pemasok bahan  dasar natural produk dengan bertransaksi secara adil, menumbuhkan kepercayaan  pada diri sendiri konsumen pengguna produk The Body Shop,  terlibat dalam  pemberdayaan komunitas terutama yang rendah, aktif dalam kegiatan proteksi  lingkungan hidup.
 Kelima nilai perusahaan inilah sebenarnya kunci utama dari keberhasilan The  Body Shop membangun citra mereknya. Kuncinya adalah 'ketulusan' dalam kegiatan  sosialnya dan yang unik dari cara pemasaran The Body Shop adalah minimalnya dana  untuk iklan. Kekuatan dari pengembangan merek bertumpu dari kekuatan display dan  promosi yang menarik di tokonya, positive word of mouth communication (WOM)  dan kegiatan-kegiatan kehumasan.
Pandangan pendiri The Body Shop yaitu Anita Roddick cukup radikal, yaitu lepas  dari pandangan yang bersifat umum atau mainstream. Beliau justru melihat manfaat  yang lebih besar untuk umat dengan mengalihkan biaya-biaya tinggi dari kegiatan  menjual mimpi dengan iklan. Pesan yang disampaikan lebih membumi karena  menyentuh aspek-aspek natural dan sosial.
Pelajaran yang dapat dipetik dari  The Body Shop  adalah membuat sebuah  perencanaan CSR  dan cause marketing  yang terpadu di perusahaan. Perusahaan  jangan mementingkan kegiatan sosial yang berdampak jangka pendek, karena  kombinasi dengan CSR dengan target audience yang lebih luas akan mendorong  transformasi dari image brand ke tingkat yang lebih punya makna.
Kegiatan corporate social responsibility merupakan salah satu alternatif yang  inovatif dan sulit ditiru oleh competitor dalam membina hubungan baik dengan  konsumen (consumer  relationship). Setiap perusahaan mempunyai strategi sendirisendiri dalam penerapan program corporate social responsibility. Banyak penelitian  yang menyebutkan bahwa program corporate social responsibility mendatangkan  banyak keuntungan bagi perusahaan dan membawa efek yang positif bagi masyarakat.
Namun perilaku pembelian konsumen akan berpengaruh atau tidak oleh programprogram corporate social responsibility. Perusahaan perlu mengetahui program   corporate social responsibility yang telah mereka lakukan membawa dampak yang  signifikan terhadap perilaku konsumen terutama loyalitas merek atau tidak.
Atas dasar itulah penulis bermaksud untuk mengetahui bagaimanakah respon  konsumen terhadap kegiatan corporate social responsibility yang dilakukan The Body  Shop dan apakah kegiatan ini membawa efek langsung terhadap perilaku pembelian  konsumen dengan melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Sikap Konsumen  Tentang Penerapan Program Corporate Social Responsibility (Csr) Terhadap  Brand Loyalty The Body Shop.
B.  Perumusan Masalah Berdasarkan uaraian pada latar belakang penelitian ini maka perumusan masalah  yang akan dikaji adalah sebagai berikut: “Apakah terdapat pengaruh yang positif  antara sikap konsumen tentang penerapan program  corporate social  responsibility terhadap brand loyalty The Body Shop?”  C. Kerangka Konseptual Corporate Social Responsibility (CSR) adalah kegiatan-kegiatan sosial yang  dilakukan perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap  masyarakat luas dan lingkungan.
Sikap pada penerapan program corporate social responsibility terdiri dari: a.    Komponen kognitif, yaitu berupa kepercayaan (beliefs) konsumen  terhadap motivasi dan kesesuaian (fit) program  corporate social  responsibility yang dilakukan oleh The Body Shop.
b.  Komponen afektif, yaitu  berupa perasaan (senang atau tidak senang)  konsumen pada penerapan program corporate social responsibility yang  dilakukan oleh The Body Shop.
 Sikap Konsumen Tentang Penerapan  Program Corporate Social ResponsibilityThe  Body Shop (X) c.    Komponen konatif, yaitu menggambarkan kecenderungan dari seseorang  untuk melakukan tindakan tertentu yang berkaitan dengan program  corporate social responsibility.
Oliver dalam Tjiptono (2005:387) mengemukakan bahwa loyalitas merek adalah  komitmen yang dipegang teguh untuk membeli ulang atau berlangganan dengan  produk/jasa yang disukai secara konsisten di masa mendatang, sehingga menimbulkan  pembelian merek yang sama secara berulang meskipun pengaruh situasional dan  upaya pemasaran berpotensi menyebabkan perilaku beralih merek.
Berdasarkan teori tersebut, dapatlah dibuat skema sistematis kerangka konseptual  penelitian, yaitu: Sumber : Huturuk (2008:9), diolah Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Penelitian D. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban yang sifatnya sementara atas rumusan masalah,  yang kebenerannya akan diuji dalam pengajian hipotesis (sugiono, 2003:306).
Berdasarkan perumusan masalah, maka hipotesis penelitian ini adalah: “Terdapat  pengaruh yang positif antara sikap konsumen tentang penerapan program  corporate social responsibility terhadap brand loyalty produk The Body Shop”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian  Brand Loyalty (Y)  1.  Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai peneliti adalah untuk mengetahui dan menganalisis  pengaruh sikap konsumen dalam penerapan program  corporate social  responsibility terhadap brand loyalty produk The Body Shop.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi Perusahaan  1)  Sebagai bahan referensi bagi perusahaan untuk mengetahui apakah  penerapan program corporate social responsibility mempengaruhi  perilaku pembelian konsumen.
2)  Sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk melakukan  penelitian di bidang yang sama b.  Bagi peneliti lain Sebagai  bahan pertimbangan bagi peneliti lain yang berminat untuk  melakukan penelitian di bidang yang sama..
c.  Bagi penulis Menambah wawasan dan pengetahuan serta sebagai sarana untuk latihan  berpikir secara logis dan sistematis F.  Metode Penelitian 1)  Batasan Operasional Penelitian yang baik adalah penelitian yang dilakukan secara terfokus dan  mendalam. Agar penelitian dapat dilakukan secara terfokus, maka tidak semua  masalah diteliti. Untuk itu diperlukan batasan varibel yang akan diteliti serta  hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Penelitian ini hanya  dibatasi mengenai sikap konsumen tentang corporate social responsibility yang   telah dilakukan oleh The Body Shop dan pengaruhnya terhadap brand loyalty  Body Shop.
2)  Definisi Operasional Pada penelitian ini variabel yang diteliti dibagi menjadi dua kelompok besar,  yaitu variable bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent  variable).  Definisi operasional untuk masing-masing variabel adalah sebagai  berrikut:  a.  Sikap pada penerapan program corporate social responsibility (X) yaitu  berkaitan dengan tindakan dan juga perasaan konsumen terhadap  penerapan program corporate social responsibility yang dilakukan oleh  Body Shop yang terdiri dari: 1.  Komponen kognitif, yaitu  berupa kepercayaan (beliefs) konsumen  terhadap motivasi dan kesesuaian (fit) program  corporate social  responsibility yang dilakukan oleh Body Shop.
2.  Komponen afektif, yaitu berupa perasaan (senang atau tidak senang)  konsumen pada penerapan program corporate social responsibility  yang dilakukan oleh Body Shop.
3.  Komponen konatif, yaitu menggambarkan kecenderungan dari  seseorang untuk melakukan tindakan tertentu yang berkaitan dengan  penerapan program corporate social responsibility.
b.  Brand Loyalty (Y) yaitu komitmen yang dipegang teguh untuk membeli  ulang atau berlangganan dengan produk/jasa yang disukai secara konsisten  di masa mendatang, sehingga menimbulkan pembelian merek yang sama  secara berulang meskipun pengaruh situasional dan upaya pemasaran  berpotensi menyebabkan perilaku beralih merek  Tabel 1.1 Operasional Variabel Variabel  Definisi  Indikator  Skala Sikap Konsumen  (X) Sikap kosumen  tentang CSR adalah  berkaitan dengan  tindakan dan juga  perasaan konsumen  terhadap penerapan  program corporate  social  responsibility yang  dilakukan oleh  Body Shop yang  terdiri dari:  komponen kognitif  (belief) dan  komponen afektif  (perasaan), dan  komponen konatif.
a.  Kognitif  (kepercayaan) b.  Afektif  (perasaan) c.  Konatif  (tindakan) Likert Brand Loyalty (Y)  Brand loyalty yaitu  komitmen yang  dipegang teguh  untuk membeli  ulang atau  berlangganan  produk/jasa yang  disukai secara  konsisten di masa  mendatang,  sehingga  menimbulkan  pembelian merek  yang sama secara  berulang meskipun  pengaruh  situasional dan  upaya pemasaran  berpotensi  menyebabkan  perilaku beralih  merek.
a.  Faktor  keyakinan  pilihan produk b.  Faktor  menyukai  merek (liking  the brand)  c.  Faktor  kebiasaan  (habitual  buying)  d.  Word of mouth  Likert Sumber: Setiadi (2003:3), Durianto (2001:28), diolah 3.  Pengukuran Variabel  Skala pengukuran yang digunakan adalah Skala Likert sebagai alat untuk  mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang  fenomena sosial (Sugiyono, 2006:86). Peneliti memberikan lima alternatif jawaban  kepada responden dengan menggunakan skala 1 sampai dengan 5 untuk keperluan  analisa kuantitatif penelitian yang dapat dilihat pada Tabel 1.4 berikut ini: Tabel 1.2 Instrumen Skala Likert No  Alternatif Jawaban  Skor 1  Sangat Setuju  5 2  Setuju  4 3  Netral  3 4  Tidak Setuju  2 5  Sangat Tidak Setuju  1 4.  Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian adalah PT. Indosat cabang Medan Jl. Perintis Kemerdekaan No.
39. waktu penelitian dilakukan mulai Mei sampai dengan selesai.
5.  Populasi dan Sampel a.  Populasi  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai PT. Indosat cabang  Medan yang sudah membeli dan menggunakan produk Body Shop sebanyak 3  kali dalam 1 tahun terakhir. Setelah pra survei, adapun jumlah pegawai PT.
Indosat Cabang Medan saat ini yang membeli dan menggunakan produk Body  Shop adalah 93 orang.
b.  Sampel  Sampel adalah suatu himpunan bagian dari unit populasi (Kuncoro, 2003:103).
Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling  dimana  seluruh populasi dijadikan sampel.
6.  Teknik Pengumpulan Data a.  Daftar Pertanyaan (questionnaire)  Questionnaire merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan  cara memberi seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab.
b.  Wawancara (interview)  Dalam hal ini peneliti melakukan wawancara melalui tatap muka dengan  responden. Wawancara dilakukan dengan menggunakan alat Bantu berupa  seperangkat daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu atau  sering disebut interview guide.
7.  Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan dua jenis sumber data, yaitu data primer dan data  sekunder.
a.  Data Primer  Data yang diperoleh langsung dari responden yang terpilih pada lokasi  penelitian.Data primer diperoleh dengan memberikan daftar pertanyaan mengenai  variabel yang diteliti.
b.  Data Sekunder Data yang diperoleh melalui studi dokumentasi dengan mempelajari berbagai  tulisan melalui buku, jurnal, dan juga internet untuk mendukung penelitian ini.
Data yang didapatkan berupa data perusahaan dari The Body Shop dan penelitian  terdahulu.
8.  Uji Validitas dan Reliabilitas  Untuk mendapatkan hasil penelitian yang bermutu dan baik sudah semestinya  jika rangkaian penelitian yang dilakukan harus baik juga. Perencanaan yang  matang mutlak diperlukan, lalu alat-alat yang digunakan juga harus dalam  kondisi yang baik pula. Oleh karena itu seringkali sebelum penelitian  dilakukan, alat-alat yang digunakan diterapkan terlebih dahulu. Tidak lain dan  tidak bukan, supaya data yang diperoleh valid dan reliable.
a.  Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 13,  dengan kriteria sebagai berikut: Jika rhitung > ttabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.
Jika rhitung < ttabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.
b.  Uji Reliabilitas Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 13, butir pertanyaan  yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas ditentukan reliabilitasnya  dengan kriteria sebagai berikut: Ghozali dalam Situmorang (2008:40) mengemukakan bahwa pertanyaan  dinyatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0,60.
9.  Metode Analisis Data a.  Metode Analisis Deskriptif Metode ini merupakan suatu metode analisa dimana data yang dikumpulkan mulamula disusun, diklasifikasikan dan dianalisis sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai perusahaan dan masalah yang sedang diteliti.
b. Uji Asumsi Klasik  Sebelum melakukan analisis regresi, agar dapat perkiraan yang tidak bias  dan efisiensi maka dilakukan pengujian asumsi klasik. Ada beberapa kriteria  persyaratan asumsi klasik yang harus dipenuhi, yaitu: 1.  Uji Normalitas Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi sebuah  data mengikuti atau mendekati distribusi normal (Situmorang et al, 2008:55). Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan  kolmogrov smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% maka  jika nilai Asymp.Sig. (2-tailed) diatas nilai signifikan 5% artinya  variabel residual berdistribusi normal (Situmorang et al,2008:62).
2.  Uji Heteroskedastisitas Adanya varians variabel independen (homokedastisitas). Model regresi  yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas dengan menggunakan  analisis grafik.
c. Analisis Regresi Sederhana Digunakan untuk mengetahui besarnya hubungan dan pengaruh variabel  independen (X) terhadap variabel dependen (Y). Untuk memperoleh hasil yang lebih  terarah, maka peneliti maenggunakan bantuan program SPSS versi 13 dengan rumus: Y = a + bX + e Dimana: Y  = Brand Loyalty terhadap merek Body Shop a  = Konstanta b  = Koefisien regresi X  = sikap konsumen dalam penerapan program corporate social responsibility e  = Standard Error  d. Uji t (uji parsial) Uji t dimaksudkan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang  signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). bentuk pengujiannya  yaitu: Ho : bi ≠ 0 (variabel bebas secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap  variabel terikat) Nilai Thitung akan dibandingkan dengan nilai Ttabel. Kriteria pengambilan keputusan  yaitu: Ho diterima bila Thitung < ttabel pada α Ho ditolak bila Thitung > ttabel pada α e. Pengujian Koefisien Determinan (R²) Determinan digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel bebas  terhadap variabel terikat. Koefisien determinan (R²) berkisar antara 0 (nol) sampai  dengan 1 (satu), (0 ≤ R² ≤ 1). Hal ini berarti bila R² = 0, menunjukkan tidak adanya  pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dan bila R² mendekati 1,  menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi