Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH PROGRAM RETENSI PELANGGAN TERHADAP KOMITMEN PELANGGAN SPEEDY PADA PT. TELEKOMUNIKASI



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang Masalah
 Pengguna internet di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini  terjadi selain karena peranannya semakin penting juga karena semakin murahnya tarif  penggunaan internet di Tanah Air. Pada akhir tahun 2006, jumlah pengguna internet  di Indonesia mencapai + 18 juta pengguna dan jumlah ini akan terus meningkat dan  diperkirakan mencapai + 60 juta pengguna pada tahun 2010 (www.republika.coid).

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (AJPII) Sylvia W. Sumarlin mengatakan pertumbuhan pengguna Internet di Indonesia relatif stabil yaitu  25% per tahun, dan diperkirakan Indonesia membutuhkan sedikitnya 25 juta unit  komputer guna meningkatkan penetrasi Internet.
Dirjen Aplikasi Telematika Denkominfo, Cahyana Ahmad Jayadi  menyebutkan, tiga tahun ke depan, sekitar 100 ribu sekolah di Indonesia akan  menggunakan internet. Jika dalam setiap sekolah memasang 20 unit komputer, maka  akan ada tambahan unit internet sebanyak dua juta. Tingkat pertumbuhan pengguna  internet yang cukup besar, merupakan peluang emas bagi para penyelenggara jasa  internet (Internet Service Provider– ISP) yang saat ini telah berjumlah lebih dari 300  buah.
Menurut Arwin Rasyid (2005), mantan dirut PT. Telkom, dengan jumlah  pengguna internet sebesar 18 juta, pengguna internet di Indonesia menjadi yang  terbesar di kawasan Asia. Bahkan, lebih besar dibandingkan dengan pengguna  1   internet di sejumlah negara Eropa, seperti Spanyol dan Belanda. PT Telkom. Tbk  menargetkan pertumbuhan penjualan akses Internet pita lebar Speedy pada tahun  2007 mencapai  353% (385.000) sambungan dengan proyeksi pertumbuhan  pendapatan kotor sekitar 221%. Saat ini pelanggan Speedy  di Indonesia telah  mencapai lebih dari 85.000 sambungan (www.mjk-indonesia.com). Jumlah pengguna  internet di Indonesia yang cukup besar diyakini jumlah itu akan lebih meningkat bila  tarifnya diturunkan, ditambah dengan pelayanan yang baik serta program marketing  yang jitu. Tentunya ini akan membawa dampak yang baik di kalangan pengguna jasa  internet, yang pada umumnya menginginkan layanan yang baik serta tarif yang  murah. Adanya kondisi seperti itu, tentunya akan meningkatkan tingkat persaingan di  kalangan ISP, sehingga tingkat switching (perpindahan) rata-rata pelanggan pengguna  internet biasa ke perusahaan lain seperti Wi-mode oleh Bakrie Telecom. Mereka yang  tidak puas sebagian akan mengadukan keluhan atau komplain, bahkan sebagian akan  mempertimbangkan untuk pindah (switch). Beragamnya tawaran dari perusahaan  lain dan kurangnya penghalang bagi pelanggan untuk berpindah menyebabkan  pelanggan lebih mudah untuk berpindah.
Tingginya tingkat perpindahan pelanggan  (customer switching) akan  menuntut perusahaan untuk lebih mengetahui penyebab pelanggan untuk berpindah  (switching). Dari penelitian Bansal, et al. (2004), diidentifikasi ada dua jenis variabel  yang dapat menyebabkan pelanggan untuk berpindah, yaitu variabel transaksional  dan variabel relasional. Variabel transaksional terdiri dari kepuasan, halangan  berpindah dan daya tarik alternatif, sedang ygan masuk dalam variabel relasional  adalah komitmen pelanggan. Variabel relasional sangat relevan dengan pembahasan   fenomena perpindahan pelanggan. Komitmen dapat mempengaruhi perilaku  pelanggan terhadap hubungannya dengan perusahaan. Secara spesifik, perilaku ini  berbentuk sikap yaitu niat pelanggan untuk berpindah kepada perusahaan lain.
Program retensi pelanggan (Customer retention) merupakan suatu program  yang berkaitan dengan yang diterima oleh pelanggan dari produk yang ditawarkan.
Perusahaan yang telah berhasil memperoleh pelanggan belum tentu pelanggan akan  tetap setia dan mempergunakan produk yang ditawarkan. Perusahaan masih harus  menjaga komitmen atau kesetiaan pelanggan. Oleh karena itu berdasarkan komitmen  pelanggan inilah dapat dirancang dan mencegah pelanggan pindah.
Peluncuran speedy, awalnya belum ada dilakukan pada program retensi  pelanggan. Sebelumnya hanya berfokus kepada jasa penyediaan speedysebagai  layanan internet dengan kecepatan tinggi belum dilakukan program untuk  peningkatan pelayanan. Setelah tahun tahun berikutnya dengan adanya pesaing  seperti  Wi-mode  barulah dilakukan program peningkatan pelayanan pelanggan  menyangkut keanekaragaman produk, tarif kompetitif, sistem pembayaran,  kemudahan berlangganan, dan penanganan masalah pelanggan. Program ini  diharapkan akan berpengaruh terhadap komitmen pelanggan yakni sikap pelanggan  untuk tetap berada dan setia menjadi pelanggan speedy.
Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian yang berjudul:  “Pengaruh Program Retensi Penanganan Terhadap Komitmen Pelanggan Speedy pada  PT Telekomunikasi Tbk Kecamatan Medan Barat Medan.
 B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas penulis merumuskan masalah penelitian  yakni : “Apakah program retensi pelanggan berpengaruh terhadap komitmen  pelanggan Speedy PT. Teleko munikasi Tbk Kecamatan Medan Barat Medan ?.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh  program retensi pelanggan terhadap komitmen pelanggan Speedy PT. Telkom Tbk  Kecamatan Medan Barat Medan  2. Manfaat Penelitian Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a.   Bagi akademisi, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan  mahasiswa khususnya mengenai program retensi pelanggan dan komitmen  pelanggan  b. Bagi perusahaan penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah dan  informasi bagi pihak manajemen Telkom khususnya manajemen pemasaran.
c.  Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kepada  pihak yang membutuhkan pengetahuan berkenaan dengan masalah penelitian.
D. Kerangka Konseptual Program retensi pelanggan (Customer retention) adalah suatu program yang  berkaitan dengan pelayanan kepada pelanggan. Keaveney dalam Bansal dan Taylor   (1999) menyebutkan pelayanan berkaitan dengan manfaat dan keunggulan produk,  keuntungan produk dan tarif bagi pelanggan, serta pelayanan lain seperti kemudahan  berlangganan, sistem pembayaran dan penanganan masalah pelanggan.
Komitmen pelanggan menurut Barnes (2003) adalah suatu keadaan psikologis  yang secara global mewakili pengalaman ketergantungan pada suatu hubungan.
Relationship yang bernilai beerhubungan dengan keyakinan bahwa komitmen  rasional hanya ada ketika relationship dipertimbangkan sebagai hal yang penting  Selain itu keinginan yang terus menerus untuk mempertahankan hubungan  berhubungan dengan pandangan bahwa mitra yang komit menginginkan relationship  dapat berjalan terus menerus dan akan berusaha untuk mempertahankannya. Dengan  komitmen pelanggan Speedy yang tinggi tidak akan mudah tergoda untuk pindah ke  operator lain, hal ini tergantung program kustomer retensi yang dilakukan perusahaan  dalam hal ini PT. Telko m Tbk.
Berdasarkan uraian di atas maka konsep penelitian ini dapat disusun dengan  kerangka sebagai berikut: X Y Sumber: Barnes (2003) dan Taylor (1999) Gambar 1.1. Kerangka Konseptual Program Retensi Pelanggan  Komitmen Pelanggan  Speedy  E. Hipotesis Sesuai latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukakan maka diajukan  hipotesis penelitian ini adalah : “Program Retensi Pelanggan berpengaruh positip  terhadap Komitmen Pelanggan Speedy pada Telkom Tbk”.
F. Metode Penelitian 1. Batasan Operasional Penelitian ini secara operasional dibatasi atas dua variabel untuk membentuk kesatuan dan kesesusaian dalam penelitian.
a.  Variabel Terikat (Dependent Variable)  Adalah variabel yang merupakan akibat atau yang dipengaruhi oleh  variabel yang mendahuluinya (Rakhmat, 1996) Variabel terikat dalam  penelitian ini adalah Komitmern Pelanggan Speedy.
b.  Variabel Bebas (Independent Variable)  Variabel bebas adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang  menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor  lain (Nawawi, 1998) Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Program  Retensi Pelanggan 2. Definisi Operasional Menurut Nazir (2001:112), definisi operasional adalah suatu definisi yang  diberikan kepada suatu konstrak dengan menggunakan konstrak yang lain.
 a.  Program Retensi Pelanggan (Customer Retention) adalah suatu program  pelayanan yang dibuat perusahaan dan yang diterima oleh pelanggan  yakni pelanggan speedy. Indikatornya adalah  1) Paket produk, adalah keanekaragaman produk yang ditawarkan kepada  pelanggan sehingga pelanggan memiliki beberapa pilihan 2) Tarif yang kompetitif, adalah paket-paket layanan berdasarkan kuota  trafik internet yang dapat dipilih oleh pelanggan sesuai dengan  kebutuhannya masing-masing.
3) Sistem Pembayaran, adalah tagihan biaya akses dan biaya internet  digabung dalam satu tagihan.
4) Kemudahan berlangganan adalah mudahnya untuk mendapatkan  layanan Internet Speedy, dimana pelanggan hanya perlu menghubungi  TELKOM, melalui 147 dan Plasa TELKOM.
5). Penanganan pelanggan (customer service), adalah adanya penanganan  masalah yang dihadapi pelanggan melalui 1 pintu yaitu melalui 147  dan Plasa TELKOM b.  Komitmen Pelanggan Speedy, keinginan yang kuat dari pelanggan untuk  tetap menggunakan speedy dalam jangka panjang yang ditunjukkan oleh  perasaan memiliki Indikatornya adalah : 1).  Sikap setia, adalah sikap ketidak inginan pelanggan untuk pindah ke  operator lain.
 2).  Memiliki ikatan emosional adalah kedekatan emosional yang  dirasakan pelanggan Speedy 3)  Merasa menjadi bagian dalam keluarga Speedy, adalah pelanggan  Speedy merasa bagian dari keluarga Speedy 4)  Perhatian terhadap kesuksesan jangka panjang, yaitu keinginan yang  kuat dari pelanggan untuk mempertahankan hubungan jangka  panjang dengan Speedy.
5)  Relationship  adalah proses pelanggan untuk memiliki keinginan  untuk menjalin hubungan yang baik terhadap perusahaan. Dalam hal  ini mempertahankan relationship karena adanya manfaat ekonomi  dan nilai-nilai.
3. Skala Pengukuran Variabel Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala  Likert,  yaitu skala yang berasal dari pernyataan kualitatif yang kemudian  dikuantitatifkan dan digunakan mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang  atau sekelompok orang tentang fenomena sosial yang telah ditetapkan secara spesifik  oleh penelitia dan disebut sebagai variabel penelitian (Sugiyono, 2003). Skala Likert yang dimodifikasi dalam tabel-tabel isian dengan empat pilihan jawaban. Adapun  bobot nilai yang diberikan untuk setiap jawaban adalah sebagai berikut.
a.  Sangat setuju  = 5 b.  Setuju  = 4 c.  Ragu-ragu  = 3  d.  Tidak setuju  = 2 e.  Sangat tidak setuju  = 1 4. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan pada PT. Telekomunikasi, Tbk Jl. Prof. M. Yamin  No. 13 Medan yang dimulai sejak bulan Pebruari 2009 sampai Juni 2010.
5. Populasi dan Sampel a. Populasi Sugiyono (2003) menyebutkan populasi adalah wilayah generalisasi yang  terdiri dari objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik  tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian  ditarik kesimpulannya. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian  ini adalah seluruh pelanggan yang menggunakan jasa Speedy PT. Telkom  di wilayah Kecamatan Medan Barat sebanyak 87 pelanggan .
b.  Sampel Hadari Nawawi (1998) menyebutkan sampel, yaitu pengambilan sejumlah  bagian dari populasi yang dianggap mewakili dari seluruh populasi.
Penetapan sampel dalam penelitian ini merujuk pendapat Arikunto  (2003:106) yaitu: “apabila populasi kurang dari 100 orang, lebih baik  diambil semua sehingga penelitian merupakan penelitian populasi. Jika  jumlah subjeknya lebih dari 100 orang, dapat diambil 10 – 15% atau 20 –  25% atau lebih.
 Disebabkan jumlah pelanggan di bawah 100 maka seluruh populasi  dijadikan sampel penelitian (total sampling),  maka sampel penelitian  dalam penelitian ini berjumlah 87 orang.
6. Jenis dan Sumber Data Data dalam penelitian bersumber dari : a.  Data primer adalah data tentang program customer retensi dan  komitmen pelanggan speedy yang diperoleh melalui kuesiner.
b.  Data sekunder, data yang diperoleh peneliti melalui teori dan dokumen  dari lokasi penelitian sebagai data pendukung dari data primer, seperti  data tentang pelanggan speedy dari PT. Telkom dan data tentang sejarah  PT. Telkom Tbk.
7. Teknik pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitian dikumpulkan melalui kuesioner, yaitu  mengajukan pertanyaan secara tertutup yang disebarkan kepada pelanggan  yang terpilih sebagai responden. Penggunaan kuesioner sebagai teknik  pengumpulan data disebabkan pendekatan yang digunakan dalam analisis  variabel adalah analisis kuantitatif, tetap mencari dan memanfaatkan secara  maksimal data kualitatif guna pemahaman yang lebih baik terhadap objek  penelitian.
 8. Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner yang dijadikan sebagai alat pengumpul data harus memiliki butir  pernyataan yang shahih (valid) dan handal (Reliabel). Maka kuesioner terlebih  dahulu diuji cobakan kepada pelanggan speedy di luar sampel penelitian.
a.  Uji kesahihan (Validitas) Kesahihan kuesioner penelitian ditentukan dengan cara menghitung indeks  validitas butir. Validitas kuesioner dihitung dengan menggunakan rumus  Product Moment Pearson.
Kriteris Pengujian : Instrumen dikatakan valid apabila r-hitung lebih besar dari r-tabel b. Uji Kehandalan (reliabilitas) Suatu instrumen penelitian dikatakan handal (reliability)  apabila instrumen  dalam mengukur suatu gejala  pada waktu yang berlainan senantiasa  menunjukkan hasil yang sama. (Nasution, 2004:44) Uji kehandalan digunakan rumus Alfa Cronbach dengan kriteri pengujian :  Instrumen dikatakan handal apabila koefisien berada antara 0,60 – 1.
9. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan analisis  regresi linier sederhana. Secara sistematis, model persamaan regresi dirumuskan  sebagai berikut: y =  0 β+ β1X1   Dimana :  y  = Komitmen Pelanggan Speedy 0 β  = konstanta β1  = Koefisien regresi Program Customer service  X1 a.  Koefisien Determinasi (R-Square) = Variabel Program Customer Service  1). Uji Kesesuaian (Test Goodness of Fit )  Koefisien determinasi dilakukan untuk melihat seberapa besar variabel  independen mampu memberikan penjelasan mengenai variabel dependent.
b.  Uji t-statistik Uji t merupakan uji yang dilakukan untuk melihat signifikansi dari pengaruh  variabel independent secara individu terhadap variabel dependent, dengan  menganggap variabel lainnya konstan. Dalam uji ini digunakan hipotesis  sebagai berikut : Ho : βi = β Ha : βi ≠β   

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi