Kamis, 27 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH KONFLIK PERAN DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. ASTRA DAIHATSU Tbk BAGIAN DIVISI SERVICE



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar belakang Masalah 
Kinerja setiap orang tergantung  pada dukungan dalam bentuk  Pengorganisasian, penyediaan sarana dan prasarana, pemilihan teknologi,  kenyamanan lingkungan kerja serta kondisi dan syarat kerja. Penyediaan sarana  dan alat kerja langsung mempengaruhi kinerja setiap orang. Penggunaan peralatan dan teknologi maju sekarang ini bukan saja dimaksudkan untuk memberikan  kemudahan dan kenyamanan kerja. Pengorganisasian yang dimaksudkan dalam  kinerja untuk memberikan kejelasan bagi setiap unit kerja dan setiap orang  tentang sasaran yang harus dicapai dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai  sasaran tersebut. (Payaman J. Simanjuntak 2000 : 11) .
Perusahaan harus memiliki organisasi dalam upaya pencapaian sasaran  dan tujuan Organisasi. Yaitu tujuan yang sama dalam unit kerja yang lebih kecil,  dengan pembagian kerja, dan mekanisme kerja yang jelas. Kinerja suatu  perusahaan atau organisasi merupakan akumulasi kinerja semua individu yang  bekerja didalamnya. Dengan kata lain upaya peningkatan kinerja perusahaan  adalah melalui peningkatan kinerja masing-masing individu.
Sejumlah faktor struktural menunjukkan suatu hubungan ke kinerja,  diantara faktor yang lebih menonjol adalah persepsi peran. Ada suatu hubungan  positif antara persepsi peran dan evaluasi kinerja seorang karyawan pada suatu  perusahaan. Sejauh persepsi peran karyawan itu memenuhi pengharapan peran  dari sang atasan, karyawan itu akan menerima evaluasi kinerja yang lebih tinggi.
 Bila seorang individu dihadapkan pada pengharapan peran yang berlainan  akibatnya adalah konflik peran. Konflik ini ada bila seorang individu  mendapatkan bahwa patuh pada persyaratan suatu peran menyebabkan kesulitan  untuk mematuhi persyaratan dari suatu peran lain. Berdasarkan pengamatan yang  ada hal ini dapat mengakibatkan dampak buruk terhadap kinerja karyawan atau  individu tersebut.
Konflik peran adalah suatu keadaan dimana individu dihadapkan pada  pengharapan peran yang berlainan atau berlawanan. (P. Robbins 2003:306).
Konflik peran atau konflik dalam diri individu yaitu sesuatu yang terjadi bila  seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan  untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan  atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya. (T.
Hani Handoko 2003:349).
Kepemimpinan juga sangat berkaitan dengan keberhasilan kinerja dalam  suatu perusahaan. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi  orang lain untuk berbuat guna mewujudkan tujuan-tujuan yang sudah ditentukan.
Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku orang lain yang seperti ia lihat.
Pemimpin yang menggunakan otoritasnya dalam gaya kepemimpinan biasanya  pemimpin tersebut membuat keputusan kemudian mengumumkannya kepada  bawahannya. Berdasarkan pengamatan terlihat bahwa otoritas yang digunakan  atasan terlalu banyak sedangkan daerah kebebasan bawahan sempit sekali.
Gaya kepemimpinan diartikan sebagai perilaku atau cara yang dipilih dan  dipergunakan pemimpin dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap, dan  perilaku organisasinya (Nawawi, 2003 : 113). Gaya kepemimpinan adalah cara   seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan  bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi (Malayu, 2000 : 167).
Ada tiga macam gaya kepemimpinan yang berbeda pada suatu perusahaan,  yaitu : gaya kepemimpinan Autokratis, Gaya kepemimpinan Demokratis, dan  Gaya kepemimpinan Laissez-Faire.
a)  Gaya kepemimpinan Demokratis adalah kepemimpinan selalu  bertolak dari pendapat bahwa manusia adalah mahkluk yang paling  mulia, ia senang menerima saran, pendapat, dan kritikan dari  bawahannya, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan  tujuan organisasi dengan kepentingan pribadi dan tujuan organisasi  dengan kepentingan bawahannya b)   Gaya kepemimpinan Autokratik adalah pemimpin yang memiliki  ciri menganggap organisasi milik pribadi, mengedintifikasi tujuan  pribadi dengan tujuan organisasi, menganggap karyawan sebagai  alat semata-mata, tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, terlalu bergantung kepada kekuasaan formalnya.
c)  Gaya kepemimpinan Laissez faire adalah pemimpin praktis tidak  memimpin, membiarkan kelompoknya berbuat semau sendiri dan  tidak berpartisipasi dalam kegiatan kelompoknya, semua pekerjaan  dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya.
Gaya kepemimpinan demokratis memiliki karakteristik yang lebih  positif dibandingkan dengan gaya kepemimpinan autokratis dan  laissez-faire. Karena seorang pemimpin yang demokratis lebih  mementingkan kebutuhan karyawan dapat berkomunikasi dengan para   karyawan serta keberadaan karyawan lebih diperhatikan dalam ruang  lingkup kerja. Dengan demikian karyawan akan lebih memiliki  peranan penting dalam pelaksanaan tanggung jawab dari perusahaan  yang dapat memotivasi karyawan untuk dapat bekerja dengan baik.
Peneliti melihat diperusahaan ini di divisi service, Gaya Kepemimpinan  yang dipakai adalah gaya kepemimpinan yang Autokratik yang terlalu bergantung  kepada kekuasaan formalnya.
PT. Astra International Tbk - Daihatsu Cabang Medan merupakan bagian dari  perusahaan PT. Astra International Tbk - DSO pusat yang berkedudukan di Jakarta, di  bawah naungan PT. INCORPORATED-MOTOR VEHICLE DIVISION yang bergerak  bidang distributor kendaraan bermotor bermerk Daihatsu dengan didirikannya PT. Astra  International Tbk - Daihatsu Sales Operation Cabang Medan, maka sumber pendapatan  perusahaan diperoleh dari penjualan mobil, pengadaan service  (bengkel)  serta  penyediaan spare part.  Oleh sebab itu upaya meningkatkan kinerja karyawan  menjadi program yang sangat penting dilingkungan perusahaan.
Ringkasan kinerja operasional PT.Astra International Tbk - Daihatsu Sales  Operation Divisi service tahun 2007 s/d 2009 menunjukkan jumlah karyawan yang resign atau pun yang keluar meningkat setiap tahunnya, dapat dilihat pada table 1.1 dibawah ini.
Tabel 1.1 Ringkasan Daftar Karyawan yang Keluar atau Resign  PT.Astra International Tbk - Daihatsu Divisi service  Periode Tahun 2007 s/d 2009 Tahun  Jumlah Karyawan (orang)  Resign  %  PHK  %  2007  70  7  61,25  1  8,75 2008  75  5  75  0  0 2009  73  8  73  0  0 Sumber : PT.Astra International Tbk - Daihatsu Divisi Service (diolah) 2010 Pada tabel 1.1 dapat dilihat pada tahun 2007 karyawan yang resign  sebanyak 7 orang, dan yang di PHK sebanyak 1 orang. Ini disebabkan karyawan  tersebut kurang mematuhi aturan yang dibuat perusahaan. Kemudian yang resign tersebut disebabkan karena diterima kerja ditempat yang lain, dan juga adanya  faktor ketidakcocokan dan ketidakharmonisan dengan pimpinan dan juga dengan  karyawan yang lainnya. Sehingga terjadi konflik peran antara karyawan dengan  pimpinan, dan karyawan dengan karyawan.
Penurunan karyawan yang keluar pada tahun 2008, baik itu yang  disebabkan oleh resign dan tidak terjadinya PHK atau pun dipecat selama tahun  tersebut. Sedangkan pada tahun 2009 terjadi peningkatan kembali karyawan yang  resign sebanyak 8 orang. Ini berarti konflik peran di perusahaan tersebut masih  terjadi.
Apabila terjadinya konflik yang sedemikian, dapat menyebabkan Turn  over, yang bisa mempengaruhi kinerja karyawan menurun, Karena sering keluar  masuknya karyawan tersebut. Bisa dikatakan mengganggu, karena karyawan yang  lama tugasnya mengajari karyawan yang baru masuk, sehingga tugas pokok dan  tanggung jawab yang dibebankan kepada karyawan lama tersebut otomatis akan  terganggu, karena tidak mungkin karyawan baru akan langsung mengerti dan  mengetahui apa saja tugas dan tanggung jawabnya. Dengan demikian dapat  menyebabkan efektivitas kerja menurun.
Table 1.2 Ringkasan Piutang  PT. Astra Daihatsu Tbk, Divisi Sevice cabang Medan periode Agustus 2009  s/d Desember 2009 NAMA CUSTOMER  TYPE  KENDERAAN OPERATIONAL  DISCRIPTION OVERDUE PEMBAYARAN DALAM  RUPIAH 1.  PT. Serasi Auto Raya   Xenia  Mirror Electric  Assy 850.000 2.  PT. Serasi Auto raya  Xenia  Cheking 5000  450.000 3.  PT. Serasi Auto raya  Xenia  Cheking 3000  350.000 4.  PT.Orix  Terios  Body Repair  750.000 5.  PT.Orix  Xenia  Cheking 45.000  364.000 6.  PT.Orix  Xenia  Engine Tune Up  250.000 7.  PT.Orix  Gran Max  Body Repair  950.000 8.  PT.Intraco Penta  Gran max  Extra fan ganti  1.500.000 9.  PT.Intraco Penta  Xenia  Sporing+balancin g 450.000 10. PT.Unilever  Xenia  Cheking 20.000  250.000 11. PT.Unilever  Xenia  Cheking 15.000  550.000 12. PT.Astra International Tbk  Terios  Cheking 105, 115  470.000 13. PT. Central protein  Terios  Cheking 20.000  530.000 14. PT. Adira SaranaArmada  Terios    Cheking  3000  250.000 15. PT. Bintika Bangun Nusa  Gran max  Cheking 25.000  750.000 16. PT. Frisian Flag  Xenia  Cheking 20.000  1.100.000 17. PT. Inti cakrawala  Xenia    Cheking 2000  960.000 18. PT. Inticakrawala  Xenia  Balance 4 roda  270.000 19. PT. Bca Finance  Taft  Cheking 10.000  760.000 20. PT. Grahamitra lestari jaya  Gran max  pick up Cheking 3000  265.000 21. PT.Toyo Fuji  Terios  Ganti fog lamp  360.000 22. PT.Daya mega  Xenia  sporing  280.000 23. PT.United Tractor  Terios  Cheking 25.000  580.000 Sumber : Divisi service PT. Astra Daihatsu (diolah)2010 Dari tabel 1.2 dapat dilihat bahwa piutang perusahaan dalam jangka empat  bulan terus membengkak akibat adanya turn over karyawan, yang hampir terjadi  dalam setiap bulannya. Dan apabila terjadi terus menerus dalam setiap bulannya  bukan tidak mungkin akan mengganggu kinerja perusahaan. Hal Ini diakibatkan  karena kinerja karyawan menurun akibat adanya turn over tersebut. yang dapat  mengganggu proses kinerja karyawan. Turn over ini muncul karena berbagai  faktor, diantaranya karyawan kontrak, gaji yang diterima sangat kecil, fasilitas   kesehatan antara karyawan tetap dan karyawan kontrak sangat beda jauh, adanya  perbedaan yang sangat jauh antara karyawan tetap dan kontrak baik itu pada  acara-acara perusahaan, tetapi kalau dilihat dari tanggung jawab terhadap  pekerjaan tidak beda jauh. Dan juga karena karyawan tersebut diterima kerja  diperusahaan yang lain.
Melihat hal diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengambil  judul “Pengaruh Konflik Peran Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja  Karyawan Pada PT. Astra International Tbk - Daihatsu Divisi Service” B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahannya  “Apakah ada pengaruh Konflik Peran dan Gaya Kepemimpinan terhadap  kinerja karyawan pada PT.Astra International Tbk - Daihatsu Bagian  Divisi  Service Cabang Medan?  C. Kerangka Konseptual Untuk mendapatkan pengertian dan gambaran yang lebih jelas tentang  pengaruh konflik peran, gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan perlu  digambarkan kerangka konseptual pada proposal Skripsi ini. Menurut (P. Robbins  2003:306) Konflik peran adalah suatu keadaan dimana individu dihadapkan pada  pengharapan peran yang berlainan atau berlawanan.
 Konflik peran atau konflik dalam diri individu yaitu sesuatu yang terjadi  bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia  harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling  bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari  kemampuannya. (T. Hani Handoko 2003:349).
Kinerja merupakan suatu potensi yang harus dimiliki oleh setiap karyawan  untuk melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan  kepada karyawan. Dengan kinerja yang baik, maka setiap karyawan dapat  menyelesaikan segala beban perusahaandengan efektif dan efisien sehingga  masalah yang terjadi di PT. Astra Daihatsu bagian divisi service dapat diatasi  dengan baik.
Kepemimpinan juga sangat berkaitan dengan keberhasilan kinerja dalam  suatu perusahaan. Kepemimpinan dapat diartikan sebagai proses mempengaruhi  orang lain untuk berbuat guna mewujudkan tujuan-tujuan yang sudah ditentukan.
Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku orang lain yang seperti ia lihat.
Pemimpin yang menggunakan otoritasnya dalam gaya kepemimpinan biasanya  pemimpin tersebut membuat keputusan kemudian mengumumkannya kepada  bawahannya.Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan satu  dependen, yaitu untuk mencari hubungan antar dua variabel independen dengan  satu dependen. (Sugiyono 2003 : 39).
Seseorang jika mengalami konflik peran yang serius, mungkin akan  menjadi frustasi dan kebingungan. Orang yang dalam keterbatasan waktu  berusaha memutuskan harapan peran mana yang harus diterima dan yang mana  harus ditinggalkan. Hal ini akan mengakibatkan kepuasan kerja lebih rendah dan   berpengaruh buruk terhadap kinerja individu atau karyawan. (Wexley & Yuki  2001 : 173).
Kinerja kelompok yang efektif tergantung pada pandangan yang tepat  antara gaya interaksi dari si pemimpin dan bawahannya, serta sampai tingkat  mana akan memberikan kendali dan pengaruh kepada si pemimpin. (Masniar  Manulang 2004:10)  Pengaruh konflik peran dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja  karyawan dapat dilihat dengan paradigma penelitian sebagai berikut : Sumber : Koontz, O’ Donnel (2001:144) , Manullang (2001:179), diolah  Gambar 1.1 Kerangka Konseptual Tentang Pengaruh Konflik Peran dan Gaya  Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan.
D. Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan dugaan (Conjectural) tentang hubungan  antara dua variabel atau lebih dengan kata lain hipotesis merupakan jawaban  sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hal tersebut dikutip dari  (Sugiyono 2003:51) Berdasarkan masalah yang dikemukakan sebelumnya maka dirumuskan  hipotesis sebagai berikut : “Ada pengaruh konflik peran dan Gaya  Konflik Peran (X1) Kinerja  (Y) Gaya kepemimpinan (X2)  Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada PT.  Astra International  Tbk Daihatsu Bagian Divisi Service Cabang Medan .” E. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Mengetahui  dan menganalisa  pengaruh konflik peran dan Gaya  Kepemimpinan terhadap kinerja karyawan di PT. Astra International Tbk Daihatsu  Bagian Divisi Service  Cabang Medan.
2.  Manfaat Penelitian Manfaat dalam penelitian ini adalah: a.   Bagi Perusahaan Sebagai masukan pada  PT.Astra International Tbk  Daihatsu Divisi Service Cabang Medan mengenai kinerja karyawan yang dipengaruhi oleh Konflik Peran dan Gaya Kepemimpinan.   b.  Bagi Penulis.
Untuk menambah pengetahuan dan sebagai sarana aplikasi terhadap  ilmu yang didapat bangku perkuliahan dalam bidang sumber daya  manusia, khususnya yang berkaitan  dengan motivasi kerja dan  lingkungan kerja.
c.  Bagi Peneliti Selanjutnya.
Sebagai bahan referensi yang dapat menjadi bahan perbandingan dalam  melakukan penelitian di masa mendatang, khususnya peneliti yang  berkaitan dengan motivasi kerja dan lingkungan kerja.
F.  Metodologi Penelitian 1. Batasan Operasional Variabel  Batasan operasional variabel dalam penelitian ini adalah : a. Variabel bebas  (X1) Konflik Peran, (X2). Gaya Kepemimpinan b.  Variabel terikat (Y) yaitu kinerja karyawan.
2. Defenisi Operasional Defenisi operasional bertujuan untuk mendeteksi sejauh mana variabel  pada satu atau lebih faktor lain dan juga untuk mempermudah dalam membahas  penelitian yang akan dilakukan. Paradigma ganda dengan dua variabel  independen dan satu dependen, yang termasuk  variabel independen yaitu:  konflik peran dan gaya kepemimpinan sedangkan variabel dependen yaitu:  kinerja karyawan.
Dalam penelitian ini yang menjadi defenisi operasional adalah : 1.  Variabel terikat (Y) Kinerja adalah Suatu hasil kerja yang maksimal dalam melaksanakan  tugas-tugas yang dibebankan kepada karyawan berdasarkan atas kecakapan,  pengalaman, kesungguhan serta waktu.
Indikator pada kinerja (Prabu Mangkunegara 2007:75), antara lain : a. Kualitas Kerja Dalam hal ini menyangkut ketepatan, ketelitian, keterampilandan juga  kebersihan  b. Kuantitas Kerja Dalam hal ini output perlu diperhatikan juga, bukan hanya output  rutin,tetapi juga seberapa cepat bisa menyelesaikan kerja ekstra.
 c. Sikap Karyawan Dalam hal ini sikap terhadap perusahaan pegawai lain dan pekerjaan serta  kerja sama.
2.  Variabel bebas (XI) Konflik peran adalah sesuatu hal yang terjadi ketika seseorang atau  karyawan mendapatkan dua atau lebih peran yang saling tidak sesuai atau  saling bertentangan.
Menurut (Wexley &Yuki 2001: 171), antara lain: a. Peran  Peran adalah serangkaian perilaku yang diharapkan dari seseorang yang  menduduki posisi tertentu dalam organisasi atau kolompok.
b. Harapan Peran Haraan peran berasal dari tuntutan dari tugas atau pekerjaan itu sendiri dan  uraian tugas, peratutan-peraturan dan standar.
c. Peran Ganda Peran ganda dapat disebabkan oleh peran karyawan lebih dari satu posisi  sehingga tidak memadai untuk melakukan posisi tersebut.
3. Variabel bebas (X2) Gaya Kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seseorang  pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain.
Indikator pada gaya kepemimpinan dikutip dari (T. Hani Handoko  2003;297), antara lain : a. Kecerdasan   Mencakup kebijakan, pemikiran kreatif dan daya pikir.
 b. ketegasan  Dalam hal ini merupakan kemampuan untuk menghadapi dan  membuat keputusan- keputusan dan memecahkan masalah-masalah dengan  cepat dan tepat.
c. Pengambilan keputusan Dalam hal ini kemampuan untuk bertindak dalam mengambil  keputusan tidak tergantung kepada orang lain,  Tabel-I.3.
Defenisi Operasional Sumber : Sukadji dan Singgih-Salim (2001), Sedarmayanti (2001:46), Mathis (2001) Data diolah Variabel  Defenisi Operasional  Indikator  Skala Ukur Konflik Peran  (X1) Konflik peran adalah sesuatu hal yang terjadi  ketika seseorang atau karyawan mendapatkan dua  atau lebih peran yang saling tidak sesuai atau  saling bertentangan.
1.  Peran 2.  Harapan Peran 3.  Peran Ganda Skala Likert Gaya  Kepemimpinan  (X2) Gaya Kepemimpinan adalah suatu cara yang  digunakan oleh seseorang pada saat orang  tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang  lain 1. Kecerdasan 2. Ketegasan 3. Pengambilan  Keputusan  Skala Likert Kinerja  Karyawan (Y) Kinerja merupakan suatu potensi yang harus  dimiliki oleh setiap karyawan untuk  melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab  yang diberikan perusahaan kepada karyawan.
1. Kualitas Kerja 2. Kuantitas Kerja 3. Sikap Karyawan Skala Likert  3 . Skala Pengukuran.
Pengukuran masing-masing variabel dalam penelitian adalah dengan  menggunakan Skala Likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap,  pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena  sosial. Dengan Skala Likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan  menjadi indikator variabel.
Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun  item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan  (Sugiyono, 2005:86). Skala Likert menggunakan lima tingkatan adalah  sebagai berikut: Tabel 1.4 Instrumen Skala Likert No.  Skala  Skor 1  Sangat Setuju  5 2  Setuju  4 3  Kurang Setuju  3 4  Tidak Setuju  2 5  Sangat Tidak Setuju  1 Sumber: Sugiyono (2005 : 86) 4. Tempat dan Waktu Penelitian  Tempat didalam penelitian ini akan dilakukan pada PT. Astra International  Tbk Daihatsu Divisi Service Cabang Medan sedangkan waktu penelitian akan dilakukan dari bulan September 2010sampai dengan Desember2010.
 5. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi pada penelitian ini adalah semua karyawan pada PT. Astra  International  Tbk Daihatsu Divisi Service   Cabang Medan, Sebanyak 132 orang.
Sedangkan penetapan jumlah sampel adalah 67 orang, ini dilakukan dengan teknik  purposive sampling, dimana penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu.
Kriteria yang dijadikan acuan sampel adalah karyawan yang sudah bekerja selama  lebih dari 2 tahun dan terkait dengan operasional perusahaan.
6. Teknik Pengumpulan Data  Pada penelitian ini teknik pengumpulan data dilakukan sebagai berikut : 1.  Kuesioner Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dengan cara menyebarkan  daftar pertanyaan kepada para karyawan PT. Astra International Tbk Daihatsu  Divisi Service.
2.  Wawancara Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan cara melakukan  tanya jawab kepada pimpinan PT. Astra Daihatsu divisi service.
3.  Studi Dokumentasi Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara  mengumpulkan dan mempelajari data dari buku-buku, jurnal, majalah dan  internet yang memiliki relevansi dengan penelitian.
7. Jenis dan Sumber Data  Jenis dan sumber data dalam penelitian ini:  a.  Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari para karyawan  PT.Astra International Tbk Daihatsu Divisi  Service,  berupa daftar  pertanyaan.
b.  Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui data yang telah  diteliti dan dikumpulkan oleh pihak lain yang berkaitan dengan  permasalahan penelitian ini, yang berasal dari buku-buku manajemen  sumber daya manusia, majalah, internet dan jurnal.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas dan reliabilitas dilakukan untuk menguji apakah  angket (kuesioner) yang disebarkan layak untuk dijadikan instrumen  penelitian. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada responden yang  lain diluar sampel penelitian yang ada sebanyak  30 responden yang  dilakukan pada perusahaan yang sejenis yaitu PT. Capella Medan bagian divisi  service. Hal ini dilakukan agar data-data yang diperoleh valid dan reliabel.
Instrumen yang valid berarti angket yang digunakan untuk mengumpulkan  data itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk  mengukur apa yang hendak diukur. Sedangkan instrumen yang reliabel  berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur  obyek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. (Sugiyono,  2005:267).
a. Uji Validitas Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS  versi 15.00, dengan kriteria sebagai berikut:  1)  Jika rhitung > rtabel, maka pertanyaan dinyatakan valid.
 2)  Jika rhitung < rtabel, maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.
b. Uji Reliabilitas Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 15.00.
butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas  ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut: 1) Jika ralpha positif atau lebih besar dari rtabel maka pertanyaan reliabel.
2) Jika ralpha negatif atau lebih kecil dari rtabel maka pertanyaan tidak  reliabel.
9. Metode Analisis Data  Metode analisis data dalam penelitian ini adalah: a.  Metode Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif merupakan cara menguraikan dan  menafsirkan data yang ada sehingga memberikan gambaran yang jelas  mengenai permasalahan. Analisis deskriptif dilakukan peneliti yaitu  dengan mendistribusikan jawaban responden dalam bentuk tabel  sehingga memperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi jawaban  responden.
b. Uji Asumsi Klasik Syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda  sebelum data tersebut dianalisis adalah sebagai berikut :  1). Uji Normalitas  Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi  sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yakni  distribusi data dengan bentuk lonceng dan distribusi data tersebut  tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan. Uji normalitas  dilakukan dengan menggunakan pendekatan  Kolmogorov  smirnov. Dengan menggunakan tingkat significan 5% (0,05)  maka jika nilai Asymp.Sig. (2 – tailed) di atas nilai signifikan 5%  artinya variable residual berdistribusi normal.
2).  Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah sebuah  grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup  tersebut. Artinya, jika varians variabel  independent adalah  konstan (sama) untuk setiap nilai tertentu variabel independen  disebut homoskedastisitas. Sedangkan, heteroskedastisitas diuji  dengan menggunakan uji glejser dengan pengambilan keputusan  jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi  variabel dependen, maka ada indikasi terjadi heteroskedastisitas.
Jika probabilitas signifikan di atas tingkat kepercayaan 5% (0,05)  dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya  heteroskedastisitas.
3). Uji Multikolinearitas  Multikolinieritas berarti adanya hubungan linier yang sempurna  atau pasti di antara beberapa atau semua variabel yang   menjelaskan dari model regresi. Untuk mendeteksi ada atau  tidaknya multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat  toleransi variabel dan  Variante Inflation Factor (VIF) dengan  membandingkan sebagai berikut :  a. VIF < 5 maka tidak terdapat multikolinearitas  b. Tolerance > 0,1 maka tidak terdapat multikoliniearitas  c.   Analisis RegresiBerganda  Peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda untuk  mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
Peneliti menggunakan bantuan program software SPSS (Statistic  Product and Service Solution) versi 15.0 agar hasil yang diperoleh  lebih terarah  Persamaan regresi berganda yang digunakan adalah sebagai berikut: Y = a + b1X1 + b2X2+ e  Dimana : Y  = Kinerja karyawan.
a  = Konstanta.
b1, b2  = Koefisien Regresi Berganda.
X1  = Konflik Peran X2  = Gaya Kepemimpinan e   = Variabel Penganggu (standard error) Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila  nilai uji statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho   ditolak), sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya  berada dalam daerah dimana Ho diterima.
Pengujian hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :  1)  Uji secara Simultan / Serempak (Uji F)  Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah semua variabel  bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh  secara simultan (serempak) terhadap variabel terikat.
Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut :  a)  H0 : b1 = b2  = 0, artinya secara serempak tidak terdapat  pengaruh  yang signifikan dari  konflik peran dan gaya  kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.
b)  Ha : b1 = b2 ≠ 0, artinya secara serempak terdapat pengaruh  yang signifikan dari konflik peran dan gaya kepemimpinan  terhadap kinerja karyawan.
Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut :  1.  H0 diterima jika Fhitung < Ftabel pada α = 5%  2.  Ha diterima jika Fhitung > Ftabel pada α = 5% 2)  Uji secara Parsial / Individual (Uji t).   Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh  pengaruh satu variabel independen secara parsial (individual)  menerangkan variasi variabel dependen.
Bentuk pengujiannya adalah sebagai berikut : a)  H0 : bi = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh  yang signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat.
 b) Ha : bi    0,  artinya  secara  parsial terdapat pengaruh yang  signifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat Kriteria pengambilan keputusan adalah sebagai berikut : 1.  H0 diterima jika – thitung < ttabel pada α = 5%  2.  Ha diterima jika – thitung > ttabel pada α = 5%  3)  Pengujian Goodness of Fit (R 2 )  Koefisien Goodness of Fit atau koefisien determinasi digunakan  untuk mengukur seberapa jauh kemampuan variabel-variabel  bebas dalam menerangkan variasi variabel terikat. Koefisien  determinasi (R 2 ) ini berkisar antara nol sampai dengan satu (0 ≤  R 2 ≤  1),  dimana semakin tinggi R 2 (mendekati 1) berarti  variabel-variabel bebas memberikan hampir semua informasi  yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat dan  apabila R 2 = 0 menunjukkan variabel bebas secara keseluruhan  tidak dapat menjelaskan variabel terikat.
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi