Rabu, 26 Maret 2014

Skripsi Manajemen: PENGARUH SELEKSI DAN PENEMPATAN KARYAWAN TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA DINAS PENDAPATAN DAERAH



BAB I PENDAHULUAN
 A. Latar Belakang 
Sumber daya manusia penting bagi perusahaan, maka secara tidak  langsung sumber daya tersebut merupakan harta paling berharga. Melalui Sumber  Daya Manusia suatu organisasi akan mampu berkembang dan sebaliknya, Sumber  Daya Manusia pulalah yang dapat mengakibatkan kehancuran suatu organisasi  atau perusahaan. Untuk itu konsep pengelolaan pegawai atau karyawan menjadi  penting dalam organsasi (www.portalhr.com) Melihat pentingnya Sumber Daya Manusia (SDM) dalam mendukung  kemajuan suatu organisasi, maka organisasi harus berusaha untuk mendapatkan  tenaga kerja yang tepat baik kualitas maupun kuantitasnya dan produktif.

Berkaitan dengan ini maka tindakan yang paling tepat untuk dilakukan adalah  mengadakan penyaringan atau seleksi karyawan. Hal ini amat penting dan tidak  boleh diabaikan karena bisa saja terjadi tenaga kerja yang diperoleh peusahaan  tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Terpilihnya pegawai yang tepat  dapat memperkokoh suatu organisasi dalam pencapaian tujuan. Keliru memilih  pegawai, dapat sangat merugikan baik dari segi waktu, biaya maupun semangat  kerja. Dalam melaksanakan seleksi, suatu organisasi sebaiknya menentukan  persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang calon tenaga kerja sebelum mereka  ditolak atau diterima. Hal ini bertujuan agar seleksi bisa dilaksanakan seobyektif  mungkin. Setelah melaksanakan seleksi, tahap selanjutnya yang harus dilakukan  adalah penempatan, yaitu menempatkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat.
 Tenaga kerja yang ditempatkan pada jabatan tertentu hendaknya sesuai dengan  pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki.
Perusahaan didalam menjalankan operasinya diharapkan dapat tumbuh dan  berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, untuk itu dibutuhkan  karyawan yang dapat mendukung operasi perusahaan guna mencapai tujuan  secara efektif dan efisien. Perusahaan sendiri harus sungguh-sungguh dan tepat  dalam melakukan proses seleksi untuk mendapatkan karyawan, sehingga akan  diperoleh karyawan yang terampil sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu  sendiri. Produktivitas kerja karyawan akan tercipta jika perusahaan melakukan  seleksi dan penempatan karyawan dengan baik dan terencana. Dalam hal ini,  produktivitas kerja menyangkut masalah hasil akhir yang dapat dicapai oleh  karyawan berdasarkan pengetahuan dan ketrampilan yang ada pada mereka  secara optimal. Ketrampilan dan pengetahuan ini akan mempengaruhi bagaimana  cara karyawan tersebut dalam bekerja, tetapi hal ini dapat tercapai dan digunakan  secara baik apabila karyawan tersebut diseleksi dan ditempatkan berdasarkan  kebutuhan perusahaan serta keahlian mereka masing-masing.
Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA) merupakan salah satu Organisasi  yang melakukan seleksi dan penempatan karyawan. Adapun seleksi yang  dilakukan perusahaan harus sesuai dengan spesifikasi jabatan, yaitu menyesuaikan  syarat-syarat yang harus dimiliki pelamar dengan jabatan yang tepat dengan  kualifikasi tersebut. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini.
Tabel 1.1  Jumlah karyawan yang diseleksi dan ditempatkan serta Anggaran Tahunan  DISPENDA (Jl. S.Mangaraja) Tahun 2007-2010  Tahun Jumlah  Karyawan  Yang Di  Seleksi Jumlah  Karyawan  Yang  Ditempatkan Anggaran  Pendapatan  Tahunan  DISPENDASU (Target) Anggaran  Pendapatan Tahunan  DISPENDASU (Realisasi) 2007  575 orang  30  1.075.000.000.000  1.138.931.015.168 2008  450 orang  25  1.465.360.948.000  1.497.376.327.883 2009  560 orang  15  1.512.897.000.000  1.281.874.879.031 2010  250 orang  8  1.157.891.781.000  0 Sumber :Wawancara langsung dengan Kepala Tata Usaha Dinas Pendapatan  Daerah Provinsi Sumatera Utara (diolah) Pada tabel 1.1 dapat dilihat jumlah calon karyawan yang mengalami  proses seleksi 4 tahun terakhir, dari tahun 2007 hingga akhir januari 2010 serta  berapa banyak karyawan yang akan ditempatkan pada DISPENDA Sumatera  Utara. Proses seleksi calon karyawan itu sendiri dilakukan oleh Pemerintah  Provinsi Sumatera Utara, Dinas Pendapatan Daerah hanya merekomendasikan  beberapa calon karyawan yang menurut mereka berkualitas (seleksi dapat  dilakukan diluar nama yang direkomendasikan oleh DISPENDA). DISPENDA  melakukan penempatan sepenuhnya terhadap karyawan yang telah lulus seleksi  berdasarkan keputusan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Disamping belum  jelasnya job analysis, job description dan job specification, yang mengakibatkan  karyawan baru akan berhadapan dengan kondisi kerja yang tidak jelas, baik  mengenai tugas, hak dan tanggung jawabnya serta perbedaan latar belakang  akademik dari karyawan dengan pekerjaan yang diberikan. Dari Tabel 1.1 juga   dapat dilihat bahwa jumlah pendapatan anggaran tahunan di DISPENDA Provinsi  Sumatera Utara (Jl.S.Mangaraja) dari tahun 2007 sampai tahun 2008 telah  mencapai target yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun pada tahun 2009  terdapat penurunan realisasi dari target yang telah ditetapkan oleh pusat sebanyak  Rp. 231.022.120.969,00. Terdapat penurunan realisasi yang relatif besar pada  tahun 2009, oleh karena itu DISPENDA dengan sangat terpaksa harus  menurunkan target sebesar Rp. 355.005.219.000 dari tahun sebelumnya, karena  didasari oleh lemahnya penerimaan pajak daerah.Maka dalam hal ini DISPENDA  harus mengantisipasi masalah tersebut sejak awal dan mencari penyebab  terjadinya penurunan sehingga masalah tersebut dapat diatasi.
Berdasarkan pertimbangan tersebut peneliti tertarik untuk meneliti hal ini  dengan judul penelitian “Pengaruh Seleksi dan Penempatan Karyawan  Terhadap Produktivitas Kerja pada Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA)  Sumatera Utara” B.  PerumusanMasalah  Berdasarkan latar belakang yang ada, maka perumusan masalah dalam  penelitian ini adalah : “Apakah seleksi dan penempatan karyawan  berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas kerja pada Dinas  Pendapatan Daerah (DISPENDA) Provinsi Sumatera Utara, Medan.
C. Kerangka Konseptual  Seleksi (X1) Seleksi adalah kegiatan suatu perusahaan untuk dapat memilih karyawan  yang paling tepat dari calon-calon yang dapat ditariknya. Proses seleksi ini  penting karena melalui proses ini akan dipilih karyawan yang mempunyai  kemampuan yang tepat, sesuai dengan yang diperlukan organisasi. Penempatan  adalah Suatu proses penyesuain karyawan berdasarkan bakat dan kemampuan  terhadap suatu pekerjaan.
Karyawan yang produktif adalah salah satu indikator yang menunjukkan  berhasilnya suatu proses seleksi dan penempatan yang dilakukan organisasi  (Nitisemito,2000). Penempatan karyawan yang benar dan efektif harus  memperhatikan hal lainnya yang dapat mendukung karyawan untuk bekerja lebih  produktif dan optimal seperti kemampuan kerja dengan jenis pekerjaan yang  ditawarkan. Sulistiyani & Rosidah (2003) menyatakan untuk mencapai  produktivitas yang tinggi perlu dilakukan penataan, terutama penataan MSDM  (kepegawaian), melalui melakukan seleksi dan penempatan yang benar dan  efektif. Karyawan sangat berpengaruh terhadap tercapainya produktivitas, Siagian  (2002) mengatakan Peningkatan produktivitas kerja hanya mungkin dilakukan  oleh manusia, Oleh karena itu tenaga kerja merupakan faktor penting dalam  mengukur produktivitas.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat digambarkan kerangka konseptual  penelitian sebagai berikut:  Penempatan (X2) Produktivitas kerja (Y) Gambar 1.1 : Kerangka Konseptual Sumber : Nitisemito (2000) diolah D. Hipotesis Berdasarkan perumusan masalah yang dikemukakan diatas, hipotesis  penelitian yang dapat dirumuskan adalah “ Seleksi dan penempatan karyawan  berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan”.
E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian 1.  Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh  seleksi dan penempatan karyawan terhadap produktivitas kerja pada DISPENDA  Sumatera Utara, Jl. S.Mangaraja km 5,5 medan.
2.  Manfaat Penelitian a.  Bagi Perusahaan Sebagai saran dan bahan masukan ynag diperlukan oleh perusahaan untuk  menentukan kebijakan dalam rangka melakukan proses seleksi dan  penempatan karyawan.
b.  Bagi Penulis  Memperluas wawasan dan pengetahuan penulis dalam memahami  seberapa besar pengaruh seleksi dan penempatan terhadap produktivitas  kerja karyawan pada perusahaan.
c.  Bagi Pihak Lain Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi  dalam melakukan penelitian dengan objek ataupun masalah yang sama  dimasa yang akan datang, maupun untuk penelitian lanjutan.
F.  Metode Penelitian 1.  Batasan Operasional Adapun batasan operasional dalam penelitian ini adalah seleksi dan  penempatan dan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja karyawan Dinas  Pendapatan Daerah (DISPENDA) Sumatera Utara, Medan.
2.  Defenisi Operasional Variabel Adapun defenisi operasional variabel pada penelitian ini, adalah : a.  Variabel bebas yaitu variabel yang nilainya tidak tergantung pada variabel  lain, terdiri dari : 1.  Seleksi (X1) merupakan kegiatan suatu perusahaan untuk dapat memilih  karyawan yang paling tepat dari calon-calon yang dapat ditariknya.
2.  Penempatan (X2) merupakan suatu proses dalam perusahaan yang  menempatkan karyawan berdasarkan pekerjaan yang sesuai.
b. Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Pada  penelitian ini yang menjadi variabel terikat (Y) adalah produktivitas kerja  pada karyawan Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA) Sumatera Utara.
Produktivitas kerja merupakan kemampuan tenaga kerja dalam memberikan   hasil yang optimal bagi perusahaan berdasarkan kualitas, dan kuantitas yang  dihasilkan mereka (output) Penjelasan lebih lengkap mengenai defenisi operasional variabel penelitian ini  dapat dilihat pada tabel 1.2 berikut ini.
Tabel 1.2 Defenisi Operasional Variabel Variabel  Pengertian  Indikator  Skala Seleksi (X1)  kegiatan suatu perusahaan  untuk dapat memilih karyawan  yang paling tepat dari caloncalon yang dapat ditariknya.
1.  Prestasi Akademik 2.  Rekomendasi 3.  Behaviour (kebiasaan)  Likert Penempatan (X2)  Suatu proses penyesuain  karyawan berdasarkan bakat  dan kemampuan terhadap suatu  pekerjaan.
1.  Tingkat  Pendidikan 2.  Pengalaman 3.  Karakteristik  pekerjaan Likert Produktivitas kerja (Y) Kemampuan tenaga kerja  dalam memberikan hasil yang  optimal bagi perusahaan  berdasarkan kualitas, dan  kuantitas yang dihasilkan oleh  mereka (output).
1.  Ketepatan waktu 2.  Sarana serta prasarana  yang  tersedia 3.  Kemampuan  dalam beradaptasi Likert Sumber :Sulistiyani, Sastrohadiwiryo, Mathis and Jackson yang telah diolah  penulis (2010) 3. Pengukuran Variabel Pada Penelitian ini Variabel yang diukur yaitu variabel seleksi,  penempatan dan produktivitas kerja dengan menggunakan skala likert. Skala likert  yaitu alat ukur yang digunakan untuk mengukur seleksi, penempatan dan  produktivitas kerja seseorang atau kelompok orang tentang social  (Sugiyono,2005:86) dengan pembagian sebagai berikut : Sangat Setuju (SS)  : diberi skor 5  Setuju (S)    : diberi skor 4 Kurang Setuju (KS) : diberi skor 3 Tidak Setuju (TS) : diberi skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS)  : diberi skor 1 4. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Dinas Pendapatan Daerah (DISPENDA)  Sumatera Utara di jalan S.Mangaraja Km.5,5 Medan. Penelitian dilakukan bulan  November 2009 – Maret 2010.
5. Populasi dan Sampel a. Populasi Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap yang biasanya berupa  orang, objek, atau kejadian dimana kita tertarik untuk mempelajarinya menjadi  objek penelitian (Kuncoro,2003:103). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh  karyawan pada DISPENDA Provinsi Sumatera Utara Jl. S. Mangaraja Km 5,5  yang berjumlah 49 orang.
b. Sampel Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini dihitung dengan  menggunakan metode sampel jenuh (sensus), dimana seluruh anggota populasi  digunakan sebagai sampel, karena jumlah populasinya relatif sedikit. Kriteria dari  sampel adalah karyawan DISPENDA Sumatera Utara Jln. S.Mangaraja Km 5,5  Medan.
Tabel 1.3 Nama bidang dan Jumlah karyawan Dinas Pendapatan Daerah SUMUT  No  Nama bidang  Jumlah karyawan 1  Kepala Dinas  1 orang 2  KA. UPT. Medan Selatan  1 orang 3  Komputer  1 orang 4  KASI PKB  1 orang 5  KASI PKAA  1 orang 6  KASI PLL  1 orang 7  KASI Retribusi  1 orang 8  KASI ABT/APU  1 orang 9  Staf/Karyawan  41 orang Total karyawan  49 orang Sumber : Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara, Medan 6. Teknik Pengumpulan Data Teknik dalam pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan  menggunakan beberapa teknik antara lain : a.  Wawancara  Wawancara dilakukan dengan pihak perusahaan bagian Sumber Daya  Manusia yang berwenang memberikan informasi mengenai masalah yang diteliti,  seperti masalah seleksi dan penempatan, sejarah perusahaan, struktur organisasi,  dan lain – lain.
b.  Kuesioner Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara  memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang tertulis kepada  responden untuk dijawab.
c.  Studi Pustaka  Merupakan pengumpulan data yang menggunakan buku-buku literature  yang berhubungan dengan masalah yang diteliti  7. Jenis dan Sumber Data a. Data Primer  Data yang diperoleh langsung dari responden terpilih pada lokasi  penelitian. Data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner kepada  responden terpilih yang berisikan pertanyaan mengenai variabel penelitian.
b. Data Sekunder Data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dengan  mempelajari berbagai tulisan, majalah, informasi perusahaan maupun internet.
8. Uji Validitas dan Reliabilitas a.  Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat  setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan  (kuesioner). Menurut Umar (2000 : 60), validitas menunjukkan sejauh mana suatu  alat pengukur itu mampu mengukur apa yang ingin diukur. Dalam penelitian ini  sampel uji validitas diambil sebanyak 30 orang di luar dari pada sampel, yaitu  karyawan Dinas Pendapatan Daerah Sumatera Utara Cab. Binjai, dengan  menggunakan program SPSS16.00 for windows dengan kriteria sebagai berikut:  Jika rhitung > rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakan valid.
Jika rhitung < rtabel, maka pernyataan tersebut dinyatakn tidak valid.
b.  Uji Reliabilitas Reliabilitas merupakan tingkat kendala suatu instrumen penelitian.
Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan berulang kali   untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama (Sugiyono,  2005 : 110). Uji reliabilitas akan dapat menunjukkan konsistensi dari jawaban –  jawaban responden yang terdapat pada kuesioner. Uji ini dilakukan setelah uji  validitas dan yang diuji merupakan pertanyaan yang sudah valid.
Dalam penelitian ini dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan  menggunakan bantuan program SPSS versi 16.00. Butir pertanyaan yang sudah  dinyatakan valid dalam uji validitas akan ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria  sebagai berikut: Jika ralpha  positif atau > rtabel, maka pernyataan reliabel.
Jika ralpha negatif atau < rtabel, maka pernyataan tidak reliabel.
Instrumen yang valid dan reliable merupakan syarat mutlak untuk  mendapatkan hasil penelitian yang valid dan reliabel. Uji validitas dan reliabilitas  dilakukan untuk menguji apakah kuesioner layak digunakan sebagai instrumen  penelitian atau tidak. Valid artinya data yang diperoleh melalui kuesioner dapat  menjawab tujuan penelitian. Reliabel artinya data yang diperoleh melalui  kuesioner hasilnya konsisten bila digunakan untuk peneliti lain.
9. Metode Analisis Data a.  Metode Analisis Deskriptif Metode penganalisaan data dengan cara menyusun data,  mengelompokkannya, selanjutnya menginterpresentasikannya, sehingga  diperoleh gambaran yang sebenarnya mengenai kondisi perusahaan.
b.  Analisis Regresi Linear Berganda Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis  statistik regresi linier berganda. Metode ini digunakan oleh penulis untuk   mengetahui pengaruh hubungan dari variabel-variabel independen, yaitu seleksi  (X1) dan penempatan (X2) serta variabel Dependen, produktivitas kerja (Y).
Metode regresi linear berganda dalam penelitian ini menggunakan software SPSS  16.00 for Windows. Adapun model persamaan yang digunakan menurut Sugiyono  (2005 : 211) : Y = a + b1X1 + b2X2 + e Dimana: Y   = Produktivitas kerja X1  = Seleksi X2   = Penempatan b1-b2   = Koefisien Regresi a   = Konstanta e   = Standar Error Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji  statistiknya berada di dalam daerah kritis (daerah dimana H0 ditolak). Sebaliknya  disebut tidak sinifikan bila uji nilai statistiknya berada dalam daerah dimana H0 diterima.
c. Pengujian Hipotesis Suatu perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai uji  statistiknya berada dalam daerah krisis (daerah dimana Ho ditolak). Sebaliknya,  disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima. Dalam analisisnya ada beberapa kriteria ketepatan, yaitu: 1. Uji Signifikan Simultan (Uji-F)  Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variablel bebas yang  dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama  (serempak) terhadap  variabel dependen (Y). Hipotesis dirumuskan sebagai  berikut:  H0 : b1 = b2 = 0 Artinya, secara bersama-sama tidak terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0 Artinya secara bersama-sama (serempak) terdapat pengaruh yang positif dan  signifikan dari variabel-variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y).
2. Uji Signifikan Parsial (Uji-t) Uji-t menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel bebas secara individual  terhadap variabel terikat. Adapun Uji-t menggunakan langkah-langkah sebagai  berikut:  H0 : bi =0, artinya secara parsial tidak terdapat pengruh yang positif dan  signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Ha: bi ≠ 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh yang positif dan signifikan  dari variabel independen terhadap variabel dependen.
Kriteria pengambilan keputsan: H0 diterima jika t hitung < t tabel pada α =5% Ha diterima jika t hitung < t tabel pada α =5% 3. Uji Determinasi (R 2 )  Pengujian kontribusi pengaruh dari seluruh variabel bebas (X) terhadap  variabel terikat Y dapat dilihat dari koefisien determinasi (R 2 ) dimana 0< R 2  <   1. Hal ini menunjukkan jika nilai R 2 semakin dekat dengan 1 maka pengaruh  variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) semakin kuat. Sebaliknya jika  R 2 semakin dekat dengan 0 maka pengaruh variabel bebas (X) terhadap  variabel terikat (Y) semakin lemah.  Hal ini menunjukkan jika R 2 semakin  besar maka pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) adalah  semakin kuat (besar). Sebaliknya jika R 2 semakin kecil (mendekati nol) maka  pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) semakin lemah  (kecil).
  

Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi