Rabu, 02 April 2014

Skripsi Kesekretarisan: PERANAN MANAJER PADA BAGIAN SDM DALAM MENINGKATKAN KOORDINASI KERJA DI PPKS



BAB I PENDAHULUAN
 A.  Latar Belakang 
Untuk menciptakan koordinasi kerja dalam perusahaan perlu diciptakan wadah  yang merupakan alat pemersatu yaitu struktur organisasi. Di dalam struktur  organisasi terdapat garis hubungan antara atasan dan bawahan mengenai  hubungan tugas, wewenang dan tanggung jawab setiap bagian. Pembagian ini  menciptakan kebutuhan koordinasi antara aktivitas –  aktivitas  yang akan  dilakukan. Koordinasi diperlukan untuk memperoleh kesatuan tugas dalam  mencapai tujuan perusahaan. Bila tidak terkoordinasi, para karyawan akan lebih mengurus kepentingan sendiri, sehingga melupakan tujuan pemimpin perusahaan.

Manajer perusahaan mempunyai peranan koordinasi kerja yang efektif. Dalam  perusahaan manajer memiliki tugas dan tanggung jawab kepada sesama manajer  dengan jenjang jabatan yang sama maupun manajer yang jabatan dibawahnya  dalam hirarki struktur organisasi, serta mempunyai peranan mempengaruhi  bawahan agar bersedia bekerja sama dalam satu tim. Oleh sebab itu, manajer  harus berperan dalam proses manajerial yang mempunyai arah dan tujuan yang  jelas, agar efektif dalam mencapai tujuan perusahaan.
Koordinasi kerja yang baik yang mampu diciptakan manajer akan  mengakibatkan kestabilan pertumbuhan dan kontinuitas hidup perusahaan.
Keahlian manajer  dalam melaksanakan aktivitas perusahaan dengan  meningkatkan koordinasi kerja dapat dilihat melalui hasil yang dicapai  perusahaan. Oleh sebab itu, manajer perlu meningkatkan koordinasi kerja dalam  perusahaan sesuai dengan struktur organisasi yang tepat dan teratur pada  perusahaan, sehingga dapat menjadi salah satu syarat keberhasilan perusahaan  dalam mempertahankan kelangsungan  meningkatkan perkembangan dan  mencapai tujuan.
Berdasarkan uraian di atas dapat digambarkan bahwa peranan manajer dalam  meningkatkan koordinasi kerja pada perusahaan sangat penting, karena dalam  melaksanakan peningkatan koordinasi kerja tersebut manajer harus didukung  struktur organisasi yang kuat dan stabil dalam perusahaan. Bertitik tolak dari  kenyataan di atas penulis tertarik menganalisa peranan manajer dalam  meningkatkan koordinasi kerja dan menguraikannya dalam tugas akhir dengan  memilih judul “Peranan Manajer Pada Bagian SDM Dalam Meningkatkan  Koordinasi Kerja Di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan”.
B.  Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan hal paling penting yang dilakukan sebelum  sampai pada tahap pembahasan lebih lanjut. Manajer merupakan salah satu faktor  yang memiliki peran utama dalam manajemen yang memiliki banyak dimensi  berhubungan dengan suatu lembaga atau suatu organisasi perusahaan yang  berinteraksi dengan masyarakat maupun pelanggannya. Peran seorang manajer  dalam meningkatkan koordinasi kerja kepada bawahannya atau pemimpin yang  setingkat dalam hirarki struktur organisasi sangat memiliki alasan dikaji dan  diteliti secara lebih mendalam, sehingga bisa diketahui sampai sejauh mana  peranan manajer dalam meningkatkan koordinasi kerja yang efektif.
Berkenaan dengan penelitian  yang dilakukan penulis pada Pusat Penelitian  Kelapa Sawit Medan dapat dirumuskan masalah sebagai berikut : “Bagaimana  Peranan Manajer Dalam Menigkatkan Koordinasi Kerja Yang Efektif”.
C.  Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.  Untuk mengetahui peranan manajer yang efektif dalam meningkatkan  koordinasi kerja dalam perusahaan.
2.  Membantu pihak perusahaan lebih memahami peranan manajer dalam  meningkatkan koordinasi yang efektif dalam usaha meningkatkan  produktivitas kerja.
D.  Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1.  Bagi penulis sebagai wahana memperdalam pengetahuan selama mengikuti  kuliah.
2.  Bagi perusahaan sebagai masukan dalam peningkatan koordinasi kerja, serta  dapat memberikan saran yang dapat dijadikan pertimbangan dalam  pengambilan keputusan.
3.  Bagi pihak yang membutuhkan sebagai sarana informasi dan perbandingan  untuk mengadakan penelitian yang sama pada masa yang akan datang.
E.  Metode Penelitian Penelitian ( research ) merupakan usaha mencari sesuatu yang baru, sesuatu  yang sebelumnya belum diketahui atau untuk menambah kesempur naan dari  sesuatu yang telah diketahui. Penelitian dapat juga disebut sebagai suatu  kebenaran secara ilmiah yang berdasarkan suatu penelitian.
1.  Lokasi penelitian Penetapan lokasi penelitian merupakan hal pertama yang harus dilakukan  dalam suatu penelitian. Lokasi penelitian saat ini adalah Pusat Penelitian  Kelapa Sawit Medan dijalan Brigjend Katamso No.51 Medan. Untuk lebih  jelasnya jadwal kegiatan ini dapat dilihat pada Tabel 1.1 : Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan NO KEGIATAN MINGGU KE 1  2  3 1  Persiapan      2  Pengumpulan Data      3  Penulisan Laporan    Sumber: Penulis (2012)  Dalam kegiatan pengumpulan data, penulis melakukan riset mulai tanggal 26  November sampai 10 Desember 2012 pada bagian SDM (Sumber Daya Manusia).
Pada mulanya metode yang digunakan dalam melakukan penelitian dan  pengamatan secara langsung bertujuan untuk mengumpulkan data, keterangan dan  analisis secara teliti dan objektif.
Untuk mendapatkan data dan keterangan yang objektif dan akurat yang  diperlukan dalam penyusunan penelitian ini, penulis menggunakan 2 (dua) teknik  penelitian, yaitu : a.  Penelitian kepustakaan yaitu penelitian yang bersifat teoritis. Data mengenai  peranan manajer dalam meningkatkan koordinasi kerja yang efektif dan  hambatan yang dikumpulkan dari berbagai referensi yang relevan dengan  judul tugas akhir.
b.  Penelitian lapangan yaitu penelitian langsung ke perusahaan yang  memperhatikan dan mempelajari struktur organisasi pada sebuah perusahaan,  serta bagaimana peranan manajer dalam meningkatkan koordinasi kerja yang  efektif dalam meningkatkan produktivitas kerja merupakan perhatian utama  penulis dilapangan.
Dua metode yang digunakan seperti : a. Observasi (pengamatan) Yaitu melihat secara langsung cara kerja dan sistem informasi yang  diterapkan pada perusahaan.
b. Wawancara (interview)  Yaitu mengadakan tanya jawab secara langsung dengan pihak – pihak  yang dapat memberikan keterangan – keterangan yang diperlukan.
2.  Metode Analisis Data Dalam melakukan analisis terhadap data dapat dilakukan dengan dua cara  metode analisis : a.  Metode Analisis Deskriptif Metode analisis deskriptif adalah suatu proses pengumpulan data yang  dilakukan dengan cara menganalisis, menafsirkan dan mengklarifikasikan,  sehingga diperoleh gambaran umum yang jelas mengenai permasalahan yang  diteliti.
b.  Metode Analisis Deduktif Metode analisis deduktif adalah suatu proses penarikan kesimpulan dengan  cara menganalisis hal – hal yang bersifat khusus kemudian ditarik menjadi  kesimpulan yang bersifat umum.
F.  Sistematika Penulisan Sistematika penulisan dari penulisan tugas akhir ini antara lain : BAB I   : PENDAHULUAN Dalam bab ini, penulis akan membahas, latar belakang, perumusan  judul, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan metode penelitian BAB II : PROFIL PUSAT PENELITIAN KELAPA SAWIT MEDAN  ( PPKS ) Dalam bab ini, dijelaskan mengenai sejarah singkat Pusat Penelitian  Kelapa Sawit Medan ( PPKS ), struktur organisasi Pusat Penelitian  Kelapa Sawit Medan ( PPKS ), dan bidang kerja job description.
BAB III :  PEMBAHASAN Dalam bab ini, dijelaskan tentang pengertian manajemen dan manajer,  fungsi dan peranan manajer, pengertian koordinasi, koordinasi kerja  yang efektif dalam organisasi, peranan manajer dalam meningkatkan  koordinasi kerja, dan hambatan - hambatan yang dihadapi manajer  Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan (PPKS) BAB IV :  KESIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini, dijelaskan tentang kesimpulan yang dihasilkan dari  penelitian yang dilakukan di Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan  ( PPKS ), dan saran penulis pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit Medan  ( PPKS ), serta Daftar Pustaka yang mencantumkan semua referensi  yang digunakan.


Download lengkap Versi Word

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

pesan skripsi