BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Manusia diciptakan oleh Allah SWT
masing-masing saling berhubungan antara
orang lain agar mereka saling tolong-menolong dan tukar-menukar keperluan dalam segala urusan kepentingan
hidup, baik dalam dalam urusan pribadi
maupun untuk kepentingan masyarakat. Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan lemah, dimana
masing-masing tidak dapat hidup sendirisendiri mereka saling terkait dan saling
membutuhkan antara satu dengan yang lain.
Akan tetapi sifat tamak dan sifat egois yang ada pada diri manusia yaitu suka mementingkan diri sendiri, makauntuk
menjaga hak masing-masing dan kemaslahatan
umum, Islam memberikan petunjuk dan peraturan yang diciptakan Allah SWT untuk mengatur hubungan manusiadalam
hidup dan kehidupan yang disebut
muamalah.
Dalam
hal ini manusia akan terjamin dari segala kesalahan dan kekeliruan terhadap diri manusia.
Dalam agama tidak ada satu pembatasan untuk
memilikiharta dan tidak ada larangan
untuk mencari karunia Allah SWT yang sebanyak-banyaknya. Asal jelas penyalurannya dan pemanfaatannya.
Sebagaimana firman Allah SWT: Hendi
Suhendi, Fiqih Muamalah, ( Artinya:”Tidak
ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rizki hasil perniagaan dari tuhanmu)”. (Q.S. Al-Baqarah:198) Sebaliknya Allah SWT secara langsung atau tidak langsung, memerintahkan hamba-hambanya ini menjadi orang
yang berada (kaya). Sebab bagaimana
mungkin membangun masjid, sekolahan, mushollah dan sarana-sarana lainnya tanpa ada dana yang diperlukan dalam
jumlah yang amat besar. Dalam Al-qur’an
terdapat 82 ayat yang mengkaitkan shalat (hubungan vertikal dengan Allah SWT). Semua ayat itu mengisyaratkan
supaya orang menjadi kaya, sehingga
manusia dapat mengeluarkan zakat dan kewajiban-kewajiban lainnya.
Dengan demikian manusia harus saling
berhubungan, saling bertukar keperluan.
Bahkan tidak hanya terbatas dalam soal materi saja, tetapi juga jasa dan keahlian. Hal ini sebagaimana firman Allah
SWT: َ
﴾ Artinya:“Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kabajikan dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan
pelanggaran ”. (Q.S.
Al-Maidah:2)
Pada dasarnya objek Muamalah dalam Islam mempunyai bidang yang luas, sehingga Al-Qur’an dan As-Sunnah secara
mayoritas banyak membicarakan persoalan
Muamalah dalam bentuk yang global maupun yang umum. Hal ini jelas Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjamah,
h.
Ibid,
h. 157 3 bahwa Islam membuka peluang bagi manusia untuk
melakukan inovasi berbagai bentuk
Muamalah hasil inovasi tidak keluar dari prinsip-prinsip yang telah ditentukan dalam Islam.
Pertimbangan jenis dan bentuk Muamalah yang
dilaksanakan manusia.
Sejak zaman dahulu sampai sekarang, sejalan
dengan perkembangan kebutuhan dan
pengetahuan manusia itu sendiridalam memenuhi kebutuhan masingmasing, Allah SWT
berfirman: ﴾ Artinya: “Katakanlah, tiap-tiap orang berbuat
menurut keadaannya masingmasing”. (Q.S. Al-Isro’: 84) Adapun cara dalam penjualan itu
bermacam-macam, salah satunya dengan
menggunakan sistem promosi.Dalam hal ini mengunakan jasa sales promotion girls(SPG), hal ini terdapat unsur
ketidak etisan dari segi pakaian yang
telah dilakukan oleh sales promotin girls(SPG), Sebab dengan cara tersebut pihak pembeli sulit untuk mengelak dari
pembelian, sehingga dia membeli rokok dengan
terpaksa. Adapun tujuan dari promosi adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk
tersebut cocok dengan pembeli dan terjual
dengan sendirinya, sedangkan proses penjualan terdiri dari analisa Ibid, h. 437 4 peluang
pasar, merancang strategi penjualan produk, merancang progam dan mengorganisir.
Pada
kenyataannya penjualan rokok oleh sales promotion girls(SPG) adalah dengan menggunakan strategi penjualan
rokok dengan memperlihatkan sebagian
dari tubuhnya (aurat) kepada pembeli untuk membeli produk yang ditawarkan.
Untuk mengetahui gambaran lebih jauh tentang
praktek penjualan rokok dengan sistem
promosi oleh sales promotion girls(SPG), serta faktor-faktor yang melatar belakangi dan bagaimana pandangan
Islam terhadap permasalahan tersebut,
maka perlu dilakukan penelitian, sehingga memperoleh jawaban secara spesifik mengenai permasalahan tersebut dalam
judul penelitian, yaitu: “Prespektif
Hukum Islam Terhadap Penjualan Rokok Dengan Cara Promosi Oleh Sales Promotion Girls(SPG)”.
B.
Rumusan Masalah Berpijak pada
pada latar belakang masalah dan judul diatas, maka sebagai berikut: 1.
Bagaimana penjualan rokok dengan cara romosi oleh sales promotion girls (SPG)
? http://one.indoskripsi.com/node/4731August
22nd, 2008 5 2.
Bagaimana perspektif hukum Islam terhadap sistem penjualan rokok oleh sales promotion girls(SPG) ?
C. Kajian Pustaka Dalam karya ilmiah ini (Skripsi) yang penulis
lakukan adalah membahas “Perspektif
Hukum Islam Tentang Penjualan Rokok Dengan Cara Promosi Oleh Sales Promotion Girls(SPG)”penelitian ini
merupakan penelitian yang pertama kali
dan belum dikaji dalam bentuk Skripsi, yang mana dalam skripsi ini penulis mencoba mengkaji lebih dalam tentang penjualan
rokok dengan cara promosi oleh sales
promotion girls(SPG).
D.
Tujuan Penelitian 1. Mendiskripsikan pelaksanaan sistem penjualan
rokok oleh sales promotion girls(SPG).
2.
Mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap penjualan rokok dengan sistem promosi oleh sales promotion girls(SPG).
6 E. Kegunaan Penelitian Penelitian ini diharapkan
berguna untuk : 1. Memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di
bidang hukum Islam, khusus di bidang
fiqih muamalah dan dapat di gunakan sebagai acuan bagi pihak yang akan melakukan penilitian selanjutnya.
2.
Sebagai bahan penyusun hepotesis dan penelitian berikutnya.
3.
Dapat di jadikan bahan pertimbangan untuk kegiatan bermuamalah yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dengan subjek
penelitian.
F.
Definisi Operasional Agar
memperoleh gambaran yang jelas memahami dari judul penilitian ini penulis akan mendefinisikan kata-kata
penting sebagai berikut : 1. Hukum Islam adalah peraturan-peraturan yang
berkenaan dengan kehidupan bersumber
dari Al-Qur’an, Hadist, Ijma’, Qiyas dan pendapat Ulama (para ahli fiqh).
2. Penjualan
adalah seni dan ilmu menciptakan nilai bagi pelanggan dan menangkap nilai dari pelanggan sebagai
timbal-baliknya.
3.
Promosi adalah suatu pesan yang yang dikomunikasikan kepada calon pembeli melalui berbagai unsur yang terdapat
dalam progam.
Abbuddin
Nata, Masail Al-Fiqhiyah, h.
Rewoldt,
Scott, Warshaw, Strategi Promosi Pemasaran, h.1 7 4. Sales Promotion Girls (SPG)adalah seorang
yang menjualkan sebuah produk dari suatu
produksi kepada konsumen (pembeli) Dengan
demikian dapat dijelaskanbahwa yang dimaksud dengan judul Skripsi ini adalah suatu kajian, yang
dimaksudkan untuk menganalisis suatu permasalahan
mengenai penjualan rokok dengan sistem promosi oleh sales promotion girls(SPG).
G. Metode Penelitian 1. Data yang dikumpulkan.
Untuk menjawab masalah-masalah yang ada dalam
penelitian ini, maka diperlukan data
sebagai berikut: a. Data mengenai penjualan dengan sistem promosi
1)
Menawarkan rokok 2) Menentukan harga rokok b. Data
tentang faktor yang melatar belakangi penjualan dengan sistem promosi.
c. Data
tentang dasar hukum Islam.
2.
Sumber data a. Data primer adalah data yang di peroleh dari
sumber-sumber asli yang memberi
informasi langsung dalam penelitian dan data tersebut. Dalam hal ini meliputi : pihak yang berwenang dalam
pelaksanaan penjualan 8 rokok dengan sistem promosi yaitu sales
promotion girls(SPG) dan konsumen
(pembeli).
b. Data
sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber yang tidak langsung memberi informasi atau data tersebut
dalam kajian penelitian lapangan ini
data sekunder meliputi : 1. Sayyid Sabiq , Fiqih Sunnah 12 2. Dr.
H. Hendi suhendi , Fiqih Muamalah 3. Prof.S.H. Rewoldt , Strategi Promosi
Pemasaran 4. Philip Kottler , Prinsip-prinsip Pemasaran 5.
Chairuman Pasaribu dan Surahwardi K. Lubis, Hukum Perjanjian Dalam Islam 6.
Imam Masbukin, Qawa’id al-Fqhiyah 7.
Harun Nasroen, Fiqh Muamalah 8. Dan lain-lain 3.
Lokasi penelitian Penelitian
dilakukan beberapa perusahaan rokok di
Surabaya.
Download lengkap Versi PDF

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
pesan skripsi